TEORI PEMBELAJARAN GESTALT

Penulis

  • Anisa UIN Sultan Syarif Kasim Riau
  • Sakilah UIN Sultan Syarif Kasim Riau
  • Nabila Zaskia UIN Sultan Syarif Kasim Riau
  • Assyfaturrahmah UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Kata Kunci:

Gestalt, Insight, Pembelajaran Bermakna, Psikologi Belajar, Konstruktivisme

Abstrak

Teori pembelajaran Gestalt merupakan pendekatan psikologi yang memandang proses belajar sebagai aktivitas memahami keseluruhan, bukan sekadar menghafal bagian-bagiannya. Teori ini lahir sebagai kritik terhadap aliran behaviorisme yang menekankan hubungan mekanis antara stimulus dan respons. Dalam perspektif Gestalt, individu dipandang sebagai organisme yang aktif, dinamis, dan mampu melakukan reorganisasi pengalaman untuk memperoleh pemahaman (insight). Makalah ini membahas pengertian teori Gestalt, prinsip-prinsip dasarnya seperti figure-ground, similarity, proximity, closure, dan insight learning, serta tokoh-tokoh perintisnya yaitu Max Wertheimer, Wolfgang Köhler, dan Kurt Koffka. Selain itu, makalah ini mengkaji keterkaitan teori Gestalt dengan nilai-nilai Al-Qur’an yang menekankan pola, struktur, konteks, dan pemahaman holistik. Aplikasi teori Gestalt dalam pembelajaran meliputi pembelajaran bermakna, perilaku bertujuan, pemanfaatan lingkungan belajar, dan transfer pengetahuan. Adapun kelebihan teori ini terletak pada kemampuan mendorong kreativitas, pemecahan masalah, dan konstruksi pengetahuan siswa, sementara kelemahannya terlihat pada keterbatasan penerapan dalam materi yang bersifat hafalan. Makalah ini menyimpulkan bahwa teori Gestalt relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran modern yang menekankan pemahaman mendalam dan pola berpikir kritis.

The Gestalt learning theory is a psychological approach that views learning as a process of understanding wholes rather than merely memorizing individual parts. This theory emerged as a critique of behaviorism, which emphasizes mechanical relationships between stimulus and response. In the Gestalt perspective, individuals are seen as active and dynamic organisms capable of reorganizing their experiences to gain understanding (insight). This paper discusses the definition of Gestalt theory, its basic principles such as figure–ground, similarity, proximity, closure, and insight learning, as well as its pioneering figures: Max Wertheimer, Wolfgang Köhler, and Kurt Koffka. In addition, the paper explores the relationship between Gestalt theory and Qur’anic values, which emphasize patterns, structure, context, and holistic understanding. The application of Gestalt theory in learning includes meaningful learning, purposeful behavior, the use of the learning environment, and knowledge transfer. The strengths of this theory lie in its ability to encourage creativity, problem-solving, and knowledge construction, while its weaknesses appear in its limited applicability to learning materials that require memorization. This paper concludes that Gestalt theory remains relevant for modern education that emphasizes deep understanding and critical thinking.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30