FUNGSI ASTRONOMIS GUGUSAN BINTANG DALAM AL-QUR’AN: ANALISIS TAFSIR KLASIK DAN SAINS MODERN

Penulis

  • Khomsa Maulana Ma'had Aly Walindo Pekalongan
  • Faisal Abdullah Ma'had Aly Walindo Pekalongan

Kata Kunci:

Bintang, Al-Qur’an, Astronomi Islam, Tafsir Klasik, I‘Jāz ‘Ilmī

Abstrak

Kajian mengenai fungsi astronomis gugusan bintang dalam al-Qur’an merupakan tema penting yang menempatkan teks wahyu dalam dialog dengan ilmu astronomi modern. Al-Qur’an menyebut bintang sebagai petunjuk arah, hiasan langit, serta sarana pelempar syayāṭīn. Para mufassir klasik seperti al-Ṭabarī, Ibn Kathīr, dan al-Qurṭubī memberi penjelasan berbasis bahasa dan riwayat, sementara mufassir kontemporer seperti Wahbah al-Zuḥaylī dan Zaghlūl al-Najjār mengaitkannya dengan struktur bintang, navigasi langit, dan fenomena meteorit. Penelitian ini memadukan analisis tafsir klasik, literatur sains modern, serta temuan astronomi untuk menelaah kesesuaian ayat-ayat al-Qur’an mengenai bintang dengan pengetahuan mutakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa fungsi bintang yang disebutkan al-Qur’an tidak bertentangan dengan perkembangan ilmu astronomi modern, bahkan memperlihatkan koherensi ketika dipahami dalam kerangka i‘jāz ‘ilmī yang moderat.

The study of the astronomical functions of star clusters in the Qur’an is a significant theme that positions the revealed text in dialogue with modern astronomy. The Qur’an describes stars as tools for navigation, adornments of the sky, and means of repelling devils. Classical exegetes such as al-Ṭabarī, Ibn Kathīr, and al-Qurṭubī explain these functions through linguistic and transmitted interpretations, while contemporary scholars like Wahbah al-Zuḥaylī and Zaghlūl al-Najjār relate them to stellar structure, celestial navigation, and meteor phenomena. This study synthesizes classical exegesis, modern scientific literature, and astronomical data to examine the Qur’anic statements about stars in light of contemporary knowledge. The findings indicate that the Qur’anic functions of stars are not in conflict with modern astronomy and display a notable coherence when understood within a moderate framework of scientific exegesis (i‘jāz ‘ilmī)
Keywords: Stars, Qur’an, Islamic Astronomy, Classical Exegesis, Scientific Inimitability.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30