STUDI AKSESIBILITAS OBJEK WISATA DI BUKIT TINGGI

Penulis

  • Dewi Yuwandari UIN Suska Riau
  • Khoirun Nisa Lubis UIN Suska Riau
  • Riri Zainap UIN Suska Riau
  • Siti Rona Daulay UIN Suska Riau
  • Ripda Kasria Ningsih UIN Suska Riau
  • Helsa Tusni Yahya UIN Suska Riau
  • Dinil Fitri UIN Suska Riau
  • Suwaiba Hasibuan UIN Suska Riau
  • Ismail UIN Suska Riau

Kata Kunci:

Aksesibilitas Wisata, Objek Wisata Kota Bukittinggi, Pengembangan Pariwisata

Abstrak

Aksesibilitas merupakan salah satu faktor penting dalam pengembangan pariwisata karena berpengaruh langsung terhadap kemudahan, kenyamanan, dan minat wisatawan dalam mengunjungi suatu destinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat aksesibilitas objek wisata di Kota Bukittinggi sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Sumatera Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi langsung terhadap beberapa objek wisata utama, antara lain Jam Gadang, Ngarai Sianok, Taman Panorama, Lobang Jepang, Museum Perjuangan, Kebun Binatang Kinantan Zoo, Janjang 40, Nasi Kapau, Pasar Lereng, . Observasi dilakukan selama dua hari pada hari kerja dan akhir pekan dengan mengamati kondisi jalan, ketersediaan transportasi, rambu dan petunjuk arah, fasilitas parkir, jalur pejalan kaki, aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, serta fasilitas pendukung seperti akomodasi dan rumah makan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar objek wisata di Kota Bukittinggi memiliki tingkat aksesibilitas yang tinggi, ditandai dengan jarak yang dekat dari pusat kota, kondisi jalan yang relatif baik, serta tersedianya berbagai moda transportasi dan fasilitas pendukung yang memadai. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, terutama terkait kelengkapan data kondisi jalan dan pengelolaan lalu lintas pada kawasan dengan intensitas kunjungan tinggi. Secara keseluruhan, aksesibilitas yang baik di Kota Bukittinggi berpotensi mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan meningkatkan daya tarik destinasi wisata bagi pengunjung.

Accessibility is one of the crucial factors in tourism development, as it directly influences the ease, comfort, and interest of tourists in visiting a destination. This study aims to analyze the level of accessibility of tourist attractions in the City of Bukittinggi, one of the flagship tourism destinations in West Sumatra. The method used in this research involves direct observation of several main tourist attractions, including Jam Gadang, Ngarai Sianok, Taman Panorama, Lobang Jepang, Museum Perjuangan, Kebun Binatang Kinantan Zoo, Janjang 40, Nasi Kapau, and Pasar Lereng. Observations were conducted over two days—on weekdays and weekends—focusing on road conditions, availability of transportation, signage and directions, parking facilities, pedestrian pathways, accessibility for persons with disabilities, and supporting facilities such as accommodations and eateries. The data obtained were analyzed descriptively. The results indicate that most tourist attractions in Bukittinggi have a high level of accessibility, characterized by their proximity to the city center, relatively good road conditions, and adequate availability of various transportation modes and supporting facilities. Nevertheless, several aspects still require improvement, particularly regarding comprehensive road condition data and traffic management in areas with high visitor intensity. Overall, the good accessibility in Bukittinggi has the potential to support sustainable tourism development and enhance the destination's appeal to visitors.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-31