HOAX SEBAGAI ANCAMAN TERHADAP HUKUM DAN ETIKA KOMUNIKASI: PERAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DALAM KLASIFIKASI KASUS HOAKS AGNEZ MONICA

Penulis

  • Aira Avista Derlen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
  • Maddlyn Kezia Eyounora Tampubolon Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
  • Moechamad Lintang R.A Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Kata Kunci:

Disinformasi, Media Sosial, Literasi Media, Reputasi

Abstrak

Di era digital yang cepat, penyebaran disinformasi, terutama hoaks, menjadi tantangan serius dalam komunikasi yang memengaruhi masyarakat. Penelitian ini mengkaji fenomena hoaks dengan fokus pada kasus penyebaran informasi palsu mengenai Agnez Mo yang mengklaim bahwa ia telah meninggal dunia. Menggunakan metode studi kasus dan studi literatur, data dianalisis dari berbagai sumber, termasuk berita media dan postingan di Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hoaks ini merusak reputasi individu dan menciptakan keresahan di masyarakat, yang mengarah pada ketidakpercayaan terhadap sumber informasi yang sah. Penelitian ini juga menekankan pentingnya literasi media untuk memberdayakan masyarakat dan tanggung jawab platform digital dalam memerangi berita palsu. Dari temuan ini, disimpulkan bahwa kolaborasi antara individu, organisasi, dan pemerintah sangat penting untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya hoaks dan memperkuat regulasi yang ada. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan strategi komunikasi yang lebih efektif dalam menghadapi disinformasi di era digital.

In the rapid digital era, the spread of disinformation, especially hoaxes, poses a serious communication challenge that impacts society. This study examines the hoax phenomenon, focusing on the case of the spread of false information about Agnez Mo, claiming that she had died. Using case study and literature review methods, data were analyzed from various sources, including media reports and Instagram posts. The results show that this hoax damages individuals' reputations and creates public unrest, leading to distrust of legitimate sources of information. This study also emphasizes the importance of media literacy to empower the public and the responsibility of digital platforms in combating fake news. From these findings, it is concluded that collaboration between individuals, organizations, and the government is crucial to raise awareness of the dangers of hoaxes and strengthen existing regulations. This research contributes to the development of more effective communication strategies in addressing disinformation in the digital era.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30