PELATIHAN PEMANFAATAN TONGKOL JAGUNG MENJADI KOTAK TISU RAMAH LINGKUNGAN YANG ESTETIK

Penulis

  • Marta Teli Mingi Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Maria Fenansia Anu Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Theresia Teklaniagres Murni Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Modestiana Jenau Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Gaudenfus Fridolin Jamur Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Maria Triana Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Margareta Sutriani Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng

Kata Kunci:

Tongkol Jagung, Limbah Pertanian, Kerajinan Ramah Lingkungan, Pemberdayaan Masyarakat, Kotak Tisu Estetik

Abstrak

Limbah tongkol jagung merupakan salah satu limbah pertanian yang jumlahnya melimpah, namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, khususnya di wilayah agraris. Apabila tidak dikelolah dengan baik, limbah ini berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan seperti pencemaran dan penumpukan sampah organic. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan kegiatan pelatihan pamanfaatan tongkol jagung menjadi kotak tisu yang ramah lingkungan dan memiliki nilai estetika melalui keterlibatan langsung penulis bersama masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di kampung Redong, Kelurahan Wali, Kecamatan Langke Rembong, kabupaten Manggrai dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, praktik pembuatan produk, wawancara, dan dokumentasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukan bahwa tongkol jagung memiliki karakteristik fisik yang kuat, berserat, dan mudah dibentuk sehingga berpotensi dijadikan bahan dasar kerajinan fungsional. Produk kotak tisu yang dihasilkan memiliki tampilan estetis, struktur yang kokoh, serta berpotensi dikembangkan sebagai produk bernilai ekonomi. Selain menghasilkan produk ramah lingkungan, kegiatan ini juga meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengolahan limbah pertanian berbasis sumber daya lokal. Dengan demikian, pemanfaatan tongkol jagung dapat menjadi alternatif solusi pengolahan limbah yang berkelanjutan sekaligus membuka peluang usaha kreatif masyarakat.

Corncob waste in one of the most abundant agricultural by products has not been optimally utilized by communities, particularly in agrarian areas. If not properlymanaged, this waste can cause environmental problem such as pollution and the accumulation of organic waste. This article aims to describe a training activity on utilizing corncobs to produce environmentally friendly and aesthetically pleasing tissue boxes through the direct involvement of the authors and the local community. The activity was conducted in redong Village, wali Subdistrict, Langke Rembong District, Manggrai Regency, using a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, hands-on product-making practices, interviews, and activity documentation. The results show that corncobs possess strong physical characteristics, a fibrous texture, and are relatively easy to shape, making them suitable as raw materials for functional handicrafts. The resulting tissue boxes demonstrate aesthetic value, structural durabitily, and potential for economic development. In addition to producting environmentally friendly products, this activity enhanced community knowledge, skills, and awareness regarding the importance of managing agricultural waste based on local resources. Therefore, the utilization of corncobs can serve as an alternative solution for sustainable aoganic waste management while also creating opportunities for community-based creative enterprises.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30