PERANCANGAN SISTEM INFORMASI SUPPLY CHAIN MANAGEMENT BERBASIS WEBSITE PADA PT SUPER HOME PRODUCT INDONESIA
Kata Kunci:
Supply Chain Management, Sistem Informasi, Laravel, MySQL, Waterfall, Skala LikertAbstrak
Manajemen rantai pasok (Supply Chain Management) merupakan pendekatan terintegrasi untuk mengelola aliran barang dan informasi dari pemasok hingga ke konsumen akhir. PT Super Home Product Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang kosmetik dan kebutuhan sehari-hari, menghadapi kendala dalam pengelolaan pengadaan bahan baku dan persediaan barang akibat belum adanya sistem terintegrasi. Penelitian ini bertujuan merancang sistem informasi Supply Chain Management berbasis website untuk meningkatkan efisiensi proses produksi dan distribusi. Pengembangan sistem menggunakan metode Waterfall dengan pemodelan UML, serta implementasi menggunakan Laravel dan MySQL. Hasilnya berupa sistem informasi yang mampu mengelola pengadaan bahan baku, memantau proses produksi, dan mengatur stok barang secara real-time. Berdasarkan uji kelayakan menggunakan kuesioner kepada 6 responden dengan skala Likert, sistem memperoleh rata-rata skor 89,9% yang termasuk dalam kategori sangat layak. Ini menunjukkan bahwa sistem diterima dengan baik dan dinilai dapat meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
Supply Chain Management is an integrated approach aimed at managing the flow of goods and information from suppliers to end consumers. PT Super Home Product Indonesia, a company engaged in cosmetics and daily necessities, faces challenges in managing raw material procurement and inventory due to the absence of an integrated system. This study aims to design a web-based Supply Chain Management information system to improve the efficiency of production and distribution processes. The system development adopts the Waterfall method, with UML modeling and implementation using the Laravel framework and MySQL database. The result is an information system capable of managing raw material procurement, monitoring production processes, and managing inventory in real time. Based on a feasibility test using questionnaires distributed to 6 respondents and assessed using a Likert scale, the system achieved an average score of 89,9% classified as highly feasible. This indicates that the system is well accepted and considered effective in improving the company's operational efficiency.



