PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLEH MAHASISWA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN BUNGA AKRILIK DARI SAMPAH PELASTIK DI DESA NGKAER
Kata Kunci:
Pemberdayaan Masyarakat, Sampah Plastik, Bunga Akrilik, Kreativitas, Keterampilan, Ekonomi Kreatif, Pelatihan, Desa NgkaerAbstrak
kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan bunga akrilik dari sampah plastik di Desa Ngkaer Kec. Satarmese, bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, keterampilan, dan kepedulian lingkungan masyarakat. Dalam program ini, mahasiswa memberikan bantuan mulai dari pengumpulan sampah plastik, pengenalan alat dan bahan, proses pembuatan bunga, hingga teknik pemasaran produk. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat dan mampu menghasilkan produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomi. Selain itu, pelatihan ini membantu mengurangi jumlah sampah plastik di desa. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil mendorong terbentuknya kelompok kerajinan lokal dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Program ini juga menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan kreatif yang berbasis lingkungan. Banyak peserta yang ingin terus mengembangkan kemampuan mereka secara mandiri dan bahkan berencana untuk memproduksi bunga akrilik dalam jumlah lebih besar. Ini menjadi tanda bahwa pelatihan ini tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi juga berpotensi menjadi kegiatan yang berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di Desa Ngkaer.
The community empowerment activity through training in making acrylic flowers from plastic waste in Ngkaer Village aims to enhance community creativity, skills, and environmental awareness. In this program, university students provided assistance starting from collecting plastic waste, introducing the tools and materials, guiding the flower-making process, and teaching product marketing techniques. The results of the activity showed a high level of enthusiasm from the community and successfully produced handicraft products with economic value. In addition, the training helped reduce the amount of plastic waste in the village. Thus, this activity succeeded in encouraging the formation of a local handicraft group and opening new business opportunities for the community. This program also demonstrated increased community participation in environmentally based creative activities. Many participants expressed their desire to continue developing their skills independently and even planned to produce acrylic flowers on a larger scale. This indicates that the training not only provided short-term benefits but also has the potential to become a sustainable activity that supports the growth of the creative economy in Ngkaer Village.



