PERANAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENGUATAN KAPASITAS BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI DESA BAOBOLAK KECAMATAN NAGAWUTUNG KABUPATEN LEMBATA

Penulis

  • Hendrikus Lawe Boli Universitas Katolik Widya Mandira Kupang
  • Urbanus Ola Universitas Katolik Widya Mandira Kupang
  • Yohana Fransiska Medho Universitas Katolik Widya Mandira Kupang

Kata Kunci:

Penguatan Kapasitas, Peran Pemerintah, Budidaya Rumput Laut

Abstrak

Budidaya rumput laut merupakan salah satu sektor penting bagi penghidupan masyarakat pesisir di Desa Baobolak, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata. Namun, praktik budidaya masih menghadapi berbagai kendala yang berkaitan dengan kapasitas petani rumput laut dan dukungan kelembagaan, sehingga diperlukan intervensi pemerintah untuk mendorong pengembangan usaha secara lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah dalam penguatan kapasitas petani rumput laut, serta mengidentifikasi manfaat yang dihasilkan bagi peningkatan kualitas produksi dan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir. Kajian ini menggunakan konsep penguatan kapasitas masyarakat, meliputi peningkatan pengetahuan dan keterampilan, penguatan kelembagaan, akses terhadap sumber daya dan informasi, serta kemampuan adaptasi dan inovasi sebagai kerangka analisis dalam melihat efektivitas peran pemerintah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan, yang terdiri dari aparat pemerintah desa dan petani rumput laut, serta didukung dengan observasi lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa telah berperan melalui penyelenggaraan pelatihan teknis, pembentukan kelompok tani, serta fasilitasi bantuan sarana produksi. Namun, program tersebut belum dilaksanakan secara berkelanjutan dan kelembagaan kelompok tani masih belum mandiri. Petani memiliki kemampuan adaptasi terhadap dinamika lingkungan, tetapi tetap menghadapi keterbatasan modal dan akses informasi pasar. Kesimpulannya, peran pemerintah dalam penguatan kapasitas petani rumput laut di Desa Baobolak sudah berjalan, namun masih perlu ditingkatkan. Peran pemerintah ini dibutuhkan dalam pendampingan teknis yang berkesinambungan, penguatan kelembagaan partisipatif, serta perluasan akses terhadap sumber daya dan informasi pasar. Agar penguatan kapasitas petani rumput laut ini semakin baik dan berkelanjutan guna mewujudkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui budidaya rumput laut maka perlu dilakukan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, kelompok tani dan pihak terkait.

Seaweed cultivation is an important livelihood sector for coastal communities in Baobolak Village, Nagawutung Subdistrict, Lembata Regency. However, cultivation practices face several challenges related to farmers’ capacities and institutional support, requiring government intervention to promote optimal development. This study aims to analyze the role of the government in strengthening the capacities of seaweed farmers and to identify the benefits for improving production quality and the economic independence of coastal communities. The study applies the concept of community capacity, including the enhancement of knowledge and skills, institutional strengthening, access to resources and information, and adaptive and innovative abilities, as a framework to examine the effectiveness of government roles. A qualitative approach was used in this study. Data were collected through in-depth interviews with eight informants, comprising three village government officials and five seaweed farmers, supported by field observation and documentation. The results indicate that the village government has played a role through technical training, the formation of farmer groups, and facilitation of production support. However, these programs have not been implemented sustainably, and farmer groups are not yet fully independent. Farmers have adaptive abilities to environmental changes but are still constrained by limited capital and market information access. In conclusion, the government’s role in strengthening the capacities of seaweed farmers in Baobolak Village has been underway but needs to be enhanced through continuous technical assistance, participatory institutional strengthening, and expanded access to resources and markets. It is recommended that stronger collaboration among the government, farmer groups, and relevant stakeholders be established to achieve the economic independence of coastal communities. To further strengthen and sustain the capacity building of seaweed farmers in order to achieve economic independence and improve the welfare of coastal communities through seaweed cultivation, stronger collaboration is needed among the government, farmer groups, and relevant stakeholders.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30