PERAN LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DALAM RITUAL BELIS BAGI KOMUNITAS SUKU TIMOR SOE

Penulis

  • Sandriana Adirta Ludji IAKN Kupang
  • Stevani Babis IAKN Kupang
  • Rino Benu IAKN Kupang
  • Anjeli Tefa IAKN Kupang
  • Yenry Anastasia Pellondou IAKN Kupang

Kata Kunci:

Ritual Belis, Peran Gender, Perkawinan Adat, Suku Timor Soe

Abstrak

Ritual belis merupakan bagian penting dalam sistem perkawinan adat masyarakat suku Timor Soe yang memiliki makna sosial, budaya, dan simbolik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran laki-laki dan perempuan dalam ritual belis serta makna sosial dan gender yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif etnografis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap tokoh adat serta masyarakat yang terlibat langsung dalam pelaksanaan ritual belis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laki-laki berperan dalam musyawarah adat, pengambilan keputusan, dan penyediaan belis, sedangkan perempuan berperan dalam persiapan ritual, pengelolaan simbol adat, serta pewarisan nilai budaya. Pembagian peran tersebut mencerminkan relasi gender yang bersifat saling melengkapi. Ritual belis tidak dimaknai sebagai transaksi ekonomi, melainkan sebagai simbol penghargaan terhadap perempuan dan pengikat hubungan kekerabatan dalam masyarakat suku Timor Soe.

The belis ritual is an important part of the traditional marriage system of the Timorese people, possessing social, cultural, and symbolic significance. This study aims to explain the roles of men and women in the belis ritual and the social and gender meanings contained within it. The study used a qualitative approach with a descriptive ethnographic approach. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies of traditional leaders and community members directly involved in the belis ritual. The results show that men play a role in customary deliberations, decision-making, and the provision of belis, while women play a role in ritual preparation, management of traditional symbols, and the inheritance of cultural values. This division of roles reflects a complementary gender relationship. The belis ritual is not interpreted as an economic transaction, but rather as a symbol of respect for women and a bond of kinship in the Timorese people.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30