FILSAFAT ILMU DALAM TELAAH PARADIGMA THOMAS S. KUHN: IMPLIKASI EPISTEMOLOGIS DAN DINAMIKA ILMU PENGETAHUAN

Penulis

  • Muhamad Fikrun Najib Universitas Islam 45 Bekasi
  • Muntaha Nour Universitas Islam 45 Bekasi

Kata Kunci:

Paradigma, Thomas S. Kuhn, Epistemologi, Revolusi Ilmiah, Filsafat Ilmu

Abstrak

Pemikiran Thomas S. Kuhn tentang paradigma dan revolusi ilmiah merupakan salah satu titik balik paling signifikan dalam filsafat ilmu abad ke-20. Paradigma Kuhn menolak asumsi positivisme bahwa perkembangan sains bersifat linear, objektif, dan kumulatif. Sebaliknya, Kuhn menekankan bahwa perkembangan ilmu dipengaruhi oleh dinamika sosial, historis, dan psikologis ilmuwan yang bekerja dalam komunitas ilmiah tertentu. Melalui konsep paradigma, ilmu normal, anomali, krisis, dan revolusi ilmiah, Kuhn menjelaskan bahwa perubahan ilmu terjadi secara non-kumulatif menuju paradigma baru yang tidak selalu kompatibel dengan paradigma lama. Artikel ini mengkaji paradigma Kuhn dalam konteks filsafat ilmu dan epistemologi, dengan merujuk pada literatur klasik dan kontemporer, khususnya dua jurnal yang ditinjau. Analisis mencakup kritik Kuhn terhadap positivisme, konstruksi epistemologi modern, serta relevansinya terhadap dinamika ilmu pengetahuan kontemporer seperti pluralisme pengetahuan, globalisasi sains, dan perkembangan teknologi. Kajian ini menyimpulkan bahwa paradigma Kuhn menyediakan kerangka berpikir kritis bagi pemahaman sifat ilmu yang dinamis, kontekstual, dan sarat nilai, membuka ruang bagi dialog epistemologis antara berbagai tradisi pengetahuan.

Thomas S. Kuhn’s ideas on paradigms and scientific revolutions represent one of the most influential shifts in the philosophy of science in the twentieth century. Kuhn’s paradigm challenges positivist assumptions that scientific progress is linear, objective, and cumulative. Instead, Kuhn argues that science develops through socio-historical and psychological dynamics within scientific communities. Through the concepts of paradigm, normal science, anomaly, crisis, and scientific revolution, Kuhn explains that scientific change occurs in non-cumulative leaps toward a new paradigm that is often incompatible with the old one. This article examines Kuhn’s framework within contemporary philosophy of science and epistemology, drawing from classical and modern literature as well as two primary journals. The analysis includes Kuhn’s critique of positivism, epistemological implications, and the relevance of his ideas in today’s scientific landscape marked by pluralism, interdisciplinarity, globalization of knowledge, and technological change. The study concludes that Kuhn’s paradigm offers a critical lens for understanding science as a dynamic, contextual, and value-laden enterprise, encouraging epistemic dialogue across various traditions of knowledge.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30