MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA NN. R DENGAN MIOMA UTERI MIOMECTOMI DI RUANGAN JABAL UHUD RUMAH SAKIT UMUM HAJI MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025

Penulis

  • Yeni Aprilia Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Nora C. Lumbantoruan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Srimaya Purba Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Media Marbun Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Tetti Seriati Situmorang Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Nelly Zahara UPTD RSU Haji Medan

Kata Kunci:

Mioma Uteri, Asuhan Kebidanan, Miomektomi

Abstrak

Mioma uteri merupakan neoplasma jinak yang berasal dari proliferasi sel otot polos miometrium dan termasuk salah satu gangguan kesehatan reproduksi yang paling sering ditemukan pada perempuan usia reproduktif hingga masa perimenopause. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai manifestasi klinis, antara lain nyeri pelvis, perdarahan uterus abnormal, anemia, serta keterbatasan dalam aktivitas sehari-hari yang berdampak pada penurunan kualitas hidup pasien. Penatalaksanaan mioma uteri ditentukan oleh beberapa faktor, meliputi usia pasien, ukuran dan lokasi mioma, derajat keparahan gejala, serta kondisi umum pasien. Laporan kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen asuhan kebidanan pada pasien dengan mioma uteri yang menjalani tindakan laparotomi atau miomektomi di RSU Haji Medan. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan laporan kasus. Subjek dalam laporan ini adalah Nn. R berusia 56 tahun dengan diagnosis mioma uteri yang dirawat di Ruang Jabal Uhud RSU Haji Medan pada tahun 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, serta telaah dokumentasi rekam medis. Asuhan kebidanan diberikan berdasarkan pendekatan manajemen kebidanan tujuh langkah Varney. Hasil asuhan menunjukkan bahwa setelah pelaksanaan tindakan operatif dan pemberian pendampingan kebidanan yang komprehensif, kondisi klinis pasien mengalami perbaikan tanpa ditemukannya komplikasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa asuhan kebidanan yang sistematis dan berkesinambungan memiliki peran penting dalam menunjang proses pemulihan pasien mioma uteri pasca tindakan operatif.

Uterine fibroids are benign neoplasms that originate from the proliferation of smooth muscle cells in the myometrium and are one of the most common reproductive health disorders found in women of reproductive age up to perimenopause. This condition can cause various clinical manifestations, including pelvic pain, abnormal uterine bleeding, anemia, and limitations in daily activities that impact the patient's quality of life. The management of uterine fibroids is determined by several factors, including the patient's age, the size and location of the fibroids, the severity of symptoms, and the patient's general condition. This case report aims to describe the midwifery care management of a patient with uterine fibroids who underwent laparotomy or myomectomy at the Haji Medan General Hospital. The method used was descriptive with a case report approach. The subject in this report was Ms. R, aged 56 years, with a diagnosis of uterine fibroids who was treated in the Jabal Uhud Room at Haji Medan General Hospital in 2025. Data collection was conducted through anamnesis, physical examination, supporting examinations, and review of medical records. Midwifery care was provided based on Varney's seven-step midwifery management approach. The results of the care showed that after the surgical procedure and comprehensive midwifery support, the patient's clinical condition improved without any complications. Thus, it can be concluded that systematic and continuous midwifery care plays an important role in supporting the recovery process of uterine myoma patients after surgery.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30