PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN: TELAAH TEOLOGIS DAN PEDAGOGIS
Kata Kunci:
Pendidikan Agama Kristen, Pengembangan Kurikulum, Prinsip Teologis, Prinsip Pedagogis, Imago Dei, Pembelajaran HolistikAbstrak
Curriculum development in Christian Religious Education (PAK) is a fundamental aspect that determines the relevance, depth and transformation of learning for students. This study aims to analyze the core principles in developing the PAK curriculum through theological and pedagogical approaches. Analysis is carried out through literature studies of Biblical foundations, Christian educational philosophy, modern curriculum theory, and contemporary teaching practices. The results of the study show that the development of the PAK curriculum must be rooted in an understanding of humans as the image and likeness of God (imago Dei), while integrating a learning approach that is learner-centered, contextual, holistic and sustainable. A curriculum designed based on these principles not only enriches the cognitive aspects of students, but also facilitates the formation of spirituality, Christian character, and active participation in church and social life. Thus, this article emphasizes that complementary theological and pedagogical principles are very necessary to strengthen the quality of PAK learning in schools and churches
Pengembangan kurikulum dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK) merupakan aspek fundamental yang menentukan relevansi, kedalaman, dan transformasi pembelajaran bagi peserta didik. Kajian ini bertujuan menganalisis prinsip-prinsip inti dalam pengembangan kurikulum PAK melalui pendekatan teologis dan pedagogis. Analisis dilakukan melalui studi literatur terhadap landasan Alkitabiah, filosofi pendidikan Kristen, teori kurikulum modern, serta praktik pengajaran kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum PAK harus berakar pada pemahaman tentang manusia sebagai gambar dan rupa Allah (imago Dei), sekaligus mengintegrasikan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, kontekstual, holistik, dan berkelanjutan. Kurikulum yang dirancang berdasarkan prinsip-prinsip tersebut tidak hanya memperkaya aspek kognitif peserta didik, tetapi juga memfasilitasi pembentukan spiritualitas, karakter kristiani, dan partisipasi aktif dalam kehidupan bergereja serta bermasyarakat. Dengan demikian, artikel ini menegaskan bahwa prinsip-prinsip teologis dan pedagogis yang saling melengkapi sangat diperlukan untuk memperkuat kualitas pembelajaran PAK di sekolah maupun gereja.



