PENGARUH INSIASI MENYUSU DINI (IMD) TERHADAP PENGELUARAN KOLOSTRUM PADA IBU POST-SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT PRIMA MEDIKA PEMALANG
Kata Kunci:
Inisiasi Menyusu Dini, Pengeluaran Kolostrum, Sectio CaesareaAbstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya angka persalinan melalui sectio caesarea (SC) berpotensi menyebabkan keterlambatan pengeluaran kolostrum akibat efek anestesi, nyeri, dan keterbatasan mobilitas ibu. Padahal kolostrum berperan penting dalam pembentukan sistem imun bayi. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan intervensi efektif yang mampu mempercepat pengeluaran kolostrum melalui stimulasi hormon oksitosin dan prolaktin, sekaligus memperkuat ikatan ibu-bayi. Landasan teori menjelaskan bahwa IMD adalah kontak kulit ke kulit antara ibu dan bayi segera setelah lahir selama minimal 60–90 menit, yang memberikan manfaat fisiologis, psikologis, imunologis, serta membantu stabilisasi suhu dan respirasi bayi, bahkan dapat dilakukan pada ibu post-SC dengan dukungan tenaga medis. Pengeluaran kolostrum dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti jenis persalinan, nyeri, stres, usia, paritas, anestesi, dan pelaksanaan IMD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan desain one group pretest–posttest. Populasi penelitian adalah seluruh ibu post-sectio caesarea di Rumah Sakit Prima Medika Pemalang sebanyak 518 orang, dengan sampel 52 responden yang diambil melalui teknik purposive sampling. Variabel bebas yakni IMD dan variabel terikat waktu pengeluaran kolostrum. Data yang akan dikumpulkan melalui observasi klinis dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan taraf signifikansi 0,05 untuk mengetahui pengaruh IMD terhadap percepatan pengeluaran kolostrum.



