PENGARUH KONSUMSI TELUR REBUS DALAM PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM DI KLINIK PRATAMA RIYANI TAHUN 2025
Kata Kunci:
Ibu Nifas, Luka Perineum, Telur Rebus, ProteinAbstrak
Luka perineum yang tidak tertangani dengan baik berisiko menyebabkan infeksi nifas, yang berkontribusi pada angka morbiditas maternal. Protein tinggi, khususnya dari telur rebus, diperlukan untuk regenerasi jaringan sel guna mempercepat proses penyembuhan luka. Namun, budaya pantang makan masih menjadi kendala bagi ibu nifas dalam memenuhi asupan nutrisi tersebut.Mengetahui pengaruh konsumsi telur rebus terhadap percepatan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di Klinik Pratama Riyani Kota Pemalang.Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain Quasi Experiment dengan rancangan two group post-test. Populasi penelitian adalah seluruh ibu nifas dengan luka perineum di Klinik Pratama Riyani pada Desember 2025. Sampel berjumlah 44 orang yang diambil dengan teknik total sampling, dibagi menjadi kelompok intervensi (n=22) yang mengonsumsi 2 butir telur rebus/hari dan kelompok kontrol (n=22) dengan perawatan standar. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon.Karakteristik responden didominasi usia reproduksi sehat (20-35 tahun) dan berpendidikan SMA. Pada kelompok intervensi, mayoritas ibu mengalami penyembuhan luka cepat (< 6 hari) sebanyak 19 orang (86,4%). Sebaliknya, pada kelompok kontrol mayoritas mengalami penyembuhan luka lambat (≥ 6 hari) sebanyak 17 orang (77,3%). Hasil uji statistik menunjukkan rata-rata waktu penyembuhan kelompok intervensi (5,09 hari) lebih cepat dibandingkan kelompok kontrol (6,14 hari) dengan nilai p-value 0,000 (p < 0,05).Terdapat pengaruh yang signifikan pemberian telur rebus terhadap percepatan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Konsumsi telur rebus efektif dalam mempercepat regenerasi jaringan luka. Tenaga kesehatan disarankan memberikan edukasi nutrisi tinggi protein sebagai intervensi murah dan mudah untuk pemulihan pascapersalinan.



