KONSEP PEMIMPIN IDEAL AL-FARABI DAN RELEVANSINYA DI TENGAH KRISIS KEPEMIMPINAN DI INDONESIA
Kata Kunci:
Krisis Kepemimpinan, Para Elit Politik, Diskursus Kritis, Tipologi Pemimpin Ideal Al-FarabiAbstrak
Penulisan artikel ini berkiblat untuk mengulas tentang krisis kepemimpinan di Indonesia. De facto, antara ide pemimpin kepemimpinan dan praksis kepemimpinan memiliki garis demarkasi yang lebar. Krisis kepemimpinan tidak dapat dilepaspisahkan dari pola laku para elit politk yang masih jauh dari api panggang kepemimpinan ideal dalam menjalankan kiprah kepemimpinan. Dalam artikel ini, penulis akan mengangkat dan mengupas tuntas beberapa kasus yang dilakukan oleh para elit politik yang berbuntut pada penodaan terhadap fitrah kepemerintahan. Hal inilah, hemat penulis, menjadi indikasi primordial terciptanya krisis kepemimpinan. Mengingat persoalan krisis kepemimpinan adalah sebuah masalah akut di negeri ini, maka salah satu alternatif yang dilakukan untuk menyingkapinya ialah diskursus kritis secara terbuka. Berhadapan dengan realitas patogen krisis kepemimpinan di negeri ini, penulis mencoba untuk membaca dan menilainya dengan menggunakan kerangka konsep tipologi Pemimpin Ideal Al-Farabi, seorang filsuf terkemuka yang lahir dari rahim dunia Islam. Hemat penulis, gema konsep Pemimpin Ideal yang telah lama digagas oleh Al-Farabi membahana hingga sekarang dan relevan untuk digunakan sebagai pisau analitis dalam menganalisis realitas pola laku politik teranyar di Indonesia. Konsep Pemimpin Ideal merupakan respons Al-Farabi terhadap pola laku para elit politik yang menyimpang. Dengan konsep ini, Al-Farabi melancarkan kritikannya. Namun, telos Al-Farabi ialah membangun upaya untuk mentahtahkan utilitas para elit politik pada tempat yang seyogyannya. Penulisan artikel ini dibuat dengan menggunakan metode kepustakaan. Dengan ini, penulis dimudahkan dalam proses pengumpulan data sebagai penyokong setiap argumentasi yang dibangun. Penulis mengelaborasi pelbagai data yang terkumpul dalam bagian pembahasan. Oleh karena itu, penulis berharap agar sidang pembaca dapat membaca artikel ini secara intensif.



