ANALISIS RISIKO PADA PERUSAHAAN FREIGHT LOGISTIK DENGAN ACUAN ISO 2800
Kata Kunci:
FMEA, Manajemen Risiko, Risk Priority Number (RPN), Freight Logistics, Mitigasi Risiko, ISO 28000Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko operasional pada perusahaan freight logistic menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) yang disusun berdasarkan tahapan manajemen risiko, yaitu identifikasi risiko, penilaian risiko, dan mitigasi. Penilaian dilakukan dengan menghitung nilai Risk Priority Number (RPN) melalui parameter severity (S), occurrence (O), dan detection (D). Hasil analisis menunjukkan bahwa dari enam risiko yang teridentifikasi, terdapat dua risiko dengan kategori tinggi yang memerlukan tindakan mitigasi segera. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan analisis risiko secara sistematis memiliki peran yang sangat penting dan krusial dalam mencegah potensi kerugian operasional pada perusahaan freight logistic. Implementasi mitigasi risiko mengacu pada standar International Organization for Standardization melalui sistem manajemen keamanan rantai pasok ISO 28000 sebagai kerangka pengendalian risiko logistik. Selain itu, dinamika risiko yang bersifat dinamis menuntut perusahaan untuk melakukan pembaruan dan evaluasi berkala terhadap identifikasi risiko guna memastikan efektivitas sistem manajemen keamanan yang diterapkan. Dengan demikian, integrasi FMEA dan ISO 28000 menjadi pendekatan strategis dalam meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan operasional perusahaan freight logistic.
This study aims to analyze operational risks in a freight logistics company using the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method, structured according to the stages of risk management, namely risk identification, risk assessment, and mitigation. The assessment was conducted by calculating the Risk Priority Number (RPN) based on the parameters of severity (S), occurrence (O), and detection (D). The results indicate that out of six identified risks, two fall into the high-risk category and require immediate mitigation measures. These findings emphasize that the systematic implementation of risk analysis plays a crucial and vital role in preventing potential operational losses in freight logistics companies. Risk mitigation implementation refers to the standards of the International Organization for Standardization through the supply chain security management system ISO 28000 as a framework for logistics risk control. Furthermore, the dynamic nature of risk necessitates companies to conduct periodic updates and evaluations of risk identification to ensure the effectiveness of the implemented security management system. Therefore, the integration of FMEA and ISO 28000 serves as a strategic approach to enhancing operational resilience and sustainability in freight logistics companies.



