HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN PERSEPSI MENIKAH PEREMPUAN GENERASI Z

Penulis

  • Maisyara Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Dwi Sri Handayani Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Warsiti Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Kata Kunci:

Penggunaan Media Sosial, Persepsi Menikah, Perempuan Generasi Z, Studi Potong Lintang, Kesiapan Menikah

Abstrak

Pendahuluan: Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah mengubah pola interaksi sosial serta cara pandang perempuan Generasi Z terhadap pernikahan. Media sosial menjadi sumber utama dalam memperoleh informasi, membentuk opini, dan membangun ekspektasi terhadap hubungan romantis dan kehidupan rumah tangga. Berbagai konten yang menampilkan keharmonisan maupun konflik dalam pernikahan berpotensi membentuk persepsi positif maupun negatif serta memengaruhi kesiapan emosional, psikologis, dan sosial dalam menghadapi kehidupan berumah tangga. Selain itu, meningkatnya kecenderungan menunda pernikahan dan munculnya kecemasan terhadap komitmen jangka panjang menunjukkan adanya pergeseran nilai di kalangan generasi muda. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial dengan persepsi menikah pada perempuan Generasi Z di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada April 2025 hingga Januari 2026 di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Sebanyak 85 mahasiswi dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner penggunaan media sosial dan persepsi menikah yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi. Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat penggunaan media sosial pada kategori sedang hingga tinggi, serta persepsi menikah pada kategori netral hingga positif. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif yang sangat lemah antara penggunaan media sosial dan persepsi menikah (r = −0,047; p > 0,05), yang menandakan tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara kedua variabel. Kesimpulan: Penggunaan media sosial tidak berhubungan secara signifikan dengan persepsi menikah pada perempuan Generasi Z. Persepsi menikah dipengaruhi oleh berbagai faktor lain di luar paparan media sosial, seperti kesiapan emosional, stabilitas finansial, lingkungan sosial, dan nilai personal. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan edukatif dan psikososial yang lebih komprehensif untuk meningkatkan kesiapan menikah secara sehat.

The rapid development of digital technology and social media has transformed social interactions and the way Generation Z perceives various aspects of life, including marriage. Social media has become a primary source of information, shaping opinions, expectations, and attitudes toward romantic relationships and family life. Various online contents, portraying both harmonious and conflicted marital experiences, may form positive or negative perceptions among Generation Z women. Such exposure can influence emotional, psychological, and social readiness for marriage. In addition, the increasing tendency to delay marriage and the growing anxiety toward long-term commitment indicate a shift in values and perspectives among young people. Therefore, examining the relationship between social media use and marriage perception is essential to support the development of effective educational and psychosocial interventions. This study aimed to examine the relationship between social media use and marriage perception among Generation Z women at the Faculty of Health Sciences, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. This cross-sectional quantitative study was conducted from April 2025 to January 2026 at Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. A total of 85 female students were selected using purposive sampling. Data were collected using validated questionnaires on social media use and marriage perception. Correlation analysis was performed to examine the relationship between variables. Most participants reported moderate to high levels of social media use. The majority of respondents demonstrated neutral to positive perceptions of marriage. Correlation analysis revealed a very weak negative association between social media use and marriage perception (r = −0.047; p > 0.05). This indicates that higher levels of social media use were not significantly associated with more negative or positive marriage perceptions. No statistically significant relationship was found between the two variables. Social media use was not significantly associated with marriage perception among Generation Z women. These findings suggest that marriage perception is influenced by multiple factors beyond social media exposure. Comprehensive educational and psychosocial approaches are needed to improve marriage readiness among young women.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-30