MENELAAH NILAI EKOESKATOLOGI DALAM RITUS BARONG WAE PADA MASYARAKAT MANGGARAI

Penulis

  • Seferinus Gejang Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero
  • Yohanes Evaristus Onsa Edo Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero
  • Filemon Naldi Jampong Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero
  • Vinsensius Saban Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero

Kata Kunci:

Ritus Barong Wae, Ekoeskatologi, Etika Ekologis

Abstrak

Manusia sebagai makhluk berbudaya senantiasa membangun relasi dengan sesama, alam, dan Tuhan melalui sistem nilai dan tradisi yang diwariskan turun-temurun. Salah satu manifestasi budaya yang sarat makna ekologis dan spiritual terdapat pada masyarakat Manggarai, Nusa Tenggara Timur, melalui ritus barong wae. Ritus ini merupakan upacara penghormatan terhadap roh penjaga mata air sekaligus ungkapan rasa syukur atas anugerah kehidupan. Air dalam konteks budaya Manggarai tidak hanya dipahami sebagai kebutuhan fisik, tetapi juga simbol kesuburan, kesejahteraan, dan keseimbangan kosmos. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka untuk menelaah nilai-nilai ekoeskatologis dalam ritus barong wae yang mencerminkan kesadaran ekologis dan tanggung jawab spiritual manusia terhadap lingkungan. Nilai ekoeskatologis dimaknai sebagai keterkaitan antara pelestarian alam dengan pandangan tentang tujuan akhir kehidupan. Ritus ini berfungsi sebagai bentuk kearifan lokal dalam menjaga kelestarian mata air serta mencegah degradasi lingkungan. Melalui praktik barong wae, masyarakat Manggarai menegaskan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Kajian ini menunjukkan bahwa tradisi lokal memiliki kontribusi signifikan dalam membangun etika ekologis dan spiritualitas ekologis yang relevan dalam menghadapi krisis lingkungan global masa kini.

Humans, as cultural beings, continuously build relationships with fellow humans, nature, and God through systems of values and traditions passed down from generation to generation. One cultural manifestation rich in ecological and spiritual meaning can be found among the Manggarai people of East Nusa Tenggara through the barong wae ritual. This ritual is a ceremonial act of honoring the guardian spirits of water springs as well as an expression of gratitude for the gift of life. In the Manggarai cultural context, water is not only understood as a physical necessity but also as a symbol of fertility, prosperity, and cosmic balance. This study employs a literature review method to examine the eco-eschatological values embedded in the barong wae ritual, which reflect ecological awareness and humanity’s spiritual responsibility toward the environment. Eco-eschatological values are understood as the interconnection between environmental preservation and perspectives on the ultimate purpose of life. The ritual functions as a form of local wisdom in maintaining the sustainability of water springs and preventing environmental degradation. Through the practice of barong wae, the Manggarai community affirms a harmonious relationship between humans, nature, and the Creator. This study shows that local traditions make a significant contribution to the development of ecological ethics and ecological spirituality that are relevant in addressing today’s global environmental crisis.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-30