PLURALISME INSKLUSIF NURCHOLISH MADJID SEBAGAI KRITIK TERHADAP FUNDAMENTALISME ISLAM DI INDONESIA

Penulis

  • Antonius Satang Institut Filsafat Dan Teknologi Kreatif Ledalero
  • Antonius Henry Davidson Institut Filsafat Dan Teknologi Kreatif Ledalero
  • Georgius Y. A. Subantar Institut Filsafat Dan Teknologi Kreatif Ledalero
  • Vinsensius Saban Institut Filsafat Dan Teknologi Kreatif Ledalero

Kata Kunci:

Pluralisme, Inklusivisme, Fundamentalisme Islam, Nurcholish Madjid, Masyarakat Majemuk

Abstrak

Artikel ini bertujuan menganalisis gagasan pluralisme inklusif yang dikembangkan oleh Nurcholish Madjid sebagai respons intelektual terhadap berkembangnya fundamentalisme Islam di Indonesia. Dalam masyarakat yang majemuk, fundamentalisme kerap melahirkan sikap eksklusif, klaim kebenaran sepihak, dan resistensi terhadap dialog antaragama. Melalui pendekatan studi kepustakaan (library research) dengan analisis filosofis-teologis, artikel ini menunjukkan bahwa pluralisme dalam perspektif Nurcholish Madjid bukan sekadar pengakuan terhadap kemajemukan, melainkan sikap aktif untuk menerima dan mengelola perbedaan sebagai rahmat Tuhan. Gagasan inklusivisme teologis yang ditawarkannya berupaya mereduksi kecenderungan fundamentalisme yang tekstualistik dan eksklusif. Artikel ini menyimpulkan bahwa pemikiran Nurcholish Madjid tetap relevan sebagai landasan etis dan intelektual dalam membangun kehidupan keagamaan yang toleran, demokratis, dan harmonis di Indonesia.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-30