PELAYANAN KONTRASEPSI PADA SAFARI KB HARLAH MUSLIMAT NU DI KECAMATAN JATI

Penulis

  • Salsabilla Afrilina Universitas Negeri Semarang
  • Musdalifah Universitas Negeri Semarang
  • Masvan Yulianto Dinas Sosial P3AP2KB Kudus

Kata Kunci:

Keluarga Berencana, Safari KB, Kontrasepsi, MKJP

Abstrak

Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Salah satu bentuk implementasinya adalah kegiatan Safari KB yang bertujuan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pelayanan kontrasepsi dalam kegiatan Safari KB yang diselenggarakan dalam rangka Harlah Muslimat NU di Kecamatan Jati. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan observasional melalui pengamatan langsung serta wawancara dengan petugas PLKB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat tergolong tinggi dan antusias, yang didukung oleh penyebaran informasi melalui media komunikasi seperti WhatsApp serta peran aktif kader. Dari total 23 peserta, sebanyak 20 orang memilih implan dan 3 orang menggunakan IUD, yang menunjukkan dominasi penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Tidak ditemukan hambatan yang berarti dari sisi masyarakat, namun terdapat kendala pada petugas, terutama terkait keterlambatan penyampaian informasi dari tingkat pusat. Secara keseluruhan, kegiatan Safari KB terbukti mampu meningkatkan akses layanan kontrasepsi sekaligus pemahaman masyarakat mengenai pentingnya program keluarga berencana.

Family planning (KB) is a government initiative aimed at controlling population growth while improving the overall quality of life. One of its implementations is the Safari KB program, which seeks to expand public access to contraceptive services. This study aims to describe the implementation of contraceptive services during the Safari KB activity held in commemoration of Muslimat NU’s anniversary in Jati District. A descriptive method with an observational approach was employed, involving direct observation and interviews with family planning field officers (PLKB). The findings indicate that community participation was high and enthusiastic, supported by information dissemination through communication platforms such as WhatsApp and the active involvement of community cadres. Of the 23 participants, 20 chose implants and 3 used intrauterine devices (IUD), reflecting the dominance of long-term contraceptive methods (MKJP). No significant barriers were identified from the community side; however, challenges were observed among the officers, particularly due to delays in information delivery from the central level. Overall, the Safari KB program has proven effective in improving access to contraceptive services and enhancing public awareness of the importance of family planning.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-30