PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL: INTEGRASI KONSEP MARGA DAN STRUKTUR IDENTITAS

Penulis

  • Herman Syahputra Universitas Negeri Medan
  • Charlene C. Hutasoit Universitas Negeri Medan
  • Anjany Pandiangan Universitas Negeri Medan
  • Lamtiur Riris Tua Silaban Universitas Negeri Medan

Kata Kunci:

Modul Pembelajaran, Kearifan Lokal, Bahasa Jerman

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran bahasa Jerman yang masih berfokus pada aspek kebahasaan dan budaya asing. Padahal, pembelajaran bahasa tidak hanya berkaitan dengan struktur bahasa, tetapi juga dengan pemahaman identitas dan budaya peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran bahasa Jerman berbasis kearifan lokal dengan mengintegrasikan konsep marga dan struktur identitas dalam materi perkenalan diri. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memiliki struktur yang sistematis dan mampu mengintegrasikan materi bahasa Jerman dengan konteks budaya lokal. Penggunaan modul ini dapat meningkatkan keaktifan, pemahaman, dan kesadaran peserta didik terhadap identitas budaya mereka. Selain itu, peserta didik juga mampu membandingkan konsep identitas antara budaya Indonesia dan Jerman secara lebih kritis. Dengan demikian, modul ini dinilai efektif dan layak digunakan sebagai bahan ajar yang kontekstual dan inovatif dalam pembelajaran bahasa Jerman.

This study is motivated by the lack of integration of local wisdom in German language learning, which still tends to focus on linguistic aspects and foreign culture. In fact, language learning is not only related to language structure but also to understanding learners’ identity and cultural background. This study aims to develop a German language learning module based on local wisdom by integrating the concept of clan (marga) and identity structure in self-introduction materials. The method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE model, which consists of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The results show that the developed module has a systematic structure and successfully integrates German language materials with local cultural context. The use of this module enhances students’ participation, understanding, and awareness of their cultural identity. In addition, students are able to critically compare identity concepts between Indonesian and German cultures. Therefore, this module is considered effective and feasible as a contextual and innovative teaching material in German language learning.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29