FENOMENA BEBAN GANDA PADA IBU SEBAGAI PENCARI NAFKAH TUNGGAL: STUDI KUALITATIF BERBASIS PERSPEKTIF SYLVIA WALBY DI KELURAHAN TETANDARA
Kata Kunci:
Ibu Pencari Nafkah Tunggal, Beban Ganda, Gender, Keluarga, Perempuan, Dinamika SosialAbstrak
Fenomena ibu sebagai pencari nafkah tunggal dalam keluarga merupakan realitas sosial yang semakin menonjol dalam dinamika masyarakat kontemporer, khususnya pada kelompok ekonomi menengah ke bawah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ibu sebagai pencari nafkah tunggal serta faktor-faktor yang melatarbelakanginya di Kelurahan Tetandara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap delapan informan yang dipilih secara purposif, terdiri dari ibu berstatus janda dan ibu dengan suami yang tidak bekerja. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu sebagai pencari nafkah tunggal menjalankan peran multidimensional yang mencakup peran ekonomi, domestik, dan emosional secara simultan, yang mencerminkan adanya beban ganda. Ibu tidak hanya bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga tetap menjalankan seluruh pekerjaan rumah tangga serta menjaga stabilitas emosional keluarga. Faktor-faktor yang melatarbelakangi kondisi ini meliputi ketidakmampuan dan ketidakstabilan ekonomi suami, kematian pasangan, ketidakharmonisan rumah tangga, keterbatasan dukungan sosial dan ekonomi, serta nilai kemandirian dan tanggung jawab moral sebagai ibu. Penelitian ini menegaskan bahwa fenomena ibu sebagai pencari nafkah tunggal merupakan hasil interaksi antara faktor struktural dan agensi individu, serta menunjukkan relevansi konsep beban ganda dalam memahami dinamika peran perempuan dalam keluarga.
The phenomenon of mothers as sole breadwinners has increasingly become a significant social reality within contemporary family dynamics, particularly among lower- to middle-income communities. This study aims to analyze the roles of mothers as sole breadwinners and the underlying factors contributing to this condition in Tetandara Village. This research employed a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving eight purposively selected informants, consisting of widowed mothers and mothers whose husbands were unemployed. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that mothers as sole breadwinners perform multidimensional roles encompassing economic, domestic, and emotional responsibilities simultaneously, reflecting the existence of a double burden. Mothers are not only responsible for fulfilling the family's economic needs but also continue to manage household tasks and maintain emotional stability within the family. The factors underlying this phenomenon include the inability and instability of husbands’ economic roles, the death of a spouse, marital disharmony, limited social and economic support, as well as values of independence and moral responsibility as mothers. This study highlights that the phenomenon of mothers as sole breadwinners results from the interaction between structural conditions and individual agency, while reaffirming the relevance of the double burden concept in understanding women's roles within family structures.




