SEMIOTIKA BUDAYA: ANALISIS TIPOLOGI TANDA PADA ARSITEKTUR TRADISIONAL SUMATERA UTARA

Penulis

  • Charlene Cronika Hutasoit Universitas Negeri Medan
  • Sasmita Napitu Universitas Negeri Medan
  • Nasywa Humaira Affandy Hasibuan Universitas Negeri Medan
  • Aura Varysa Br Pelawi Universitas Negeri Medan

Kata Kunci:

Semiotika Budaya, Arsitektur Tradisional, Tanda Dan Simbol, Sumatera Utara, Makna Filosofis

Abstrak

Semiotika merupakan ilmu yang mempelajari tanda dan makna yang terkandung dalam berbagai bentuk komunikasi manusia, baik yang bersifat linguistik maupun non-linguistik. Dalam kajian budaya, semiotika digunakan untuk memahami bagaimana tanda dan simbol membentuk sistem makna yang mencerminkan nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik arsitektur tradisional di Sumatera Utara serta mengungkap makna filosofis tanda yang terkandung di dalamnya melalui pendekatan semiotika budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), yaitu dengan mengkaji berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan dokumen yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur tradisional di Sumatera Utara memiliki karakteristik khas yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, sistem sosial, serta nilai-nilai budaya masyarakat setempat. Bentuk rumah panggung, struktur atap yang melengkung, serta penggunaan bahan-bahan alami mencerminkan kearifan lokal masyarakat dalam beradaptasi dengan lingkungan. Selain itu, berbagai ornamen dan tata ruang dalam rumah tradisional mengandung makna simbolik dan filosofis yang berkaitan dengan pandangan kosmologis masyarakat mengenai hubungan antara manusia, alam, dan kekuatan spiritual. Dengan demikian, arsitektur tradisional di Sumatera Utara dapat dipahami sebagai sistem tanda yang merepresentasikan identitas budaya serta nilai-nilai kehidupan masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun.

Semiotics is the study of signs and meanings contained in various forms of human communication, both linguistic and non-linguistic. In cultural studies, semiotics is used to understand how signs and symbols construct systems of meaning that reflect the social and cultural values of a society. This study aims to analyze the characteristics of traditional architecture in North Sumatra and to reveal the philosophical meanings of the signs contained within it through a cultural semiotic approach. The research uses a qualitative method with a library research approach by examining various sources such as books, scientific journals, and relevant documents. The results show that traditional architecture in North Sumatra has distinctive characteristics influenced by environmental conditions, social systems, and local cultural values. The stilt-house structure, the curved roof design, and the use of natural materials reflect the local wisdom of the community in adapting to their environment. In addition, the ornaments and spatial arrangements in traditional houses contain symbolic and philosophical meanings related to the community’s cosmological view of the relationship between humans, nature, and spiritual forces. Therefore, traditional architecture in North Sumatra can be understood as a system of signs that represents cultural identity and the values of life inherited from generation to generation.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29