FENOMENA CAMPUR KODE BAHASA INDONESIA DAN BAHASA INGGRIS DI KALANGAN SISWA KOTA PEKALONGAN
Kata Kunci:
Campur Kode, Sosiolinguistik, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, SiswaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena campur kode antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris di kalangan pelajar Kota Pekalongan. Metode yang diterapkan adalah metode kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Data penelitiannya terdiri dari percakapan tertulis (chat) yang diperoleh melalui aplikasi WhatsApp antara peneliti dan siswa SMAN 2 Pekalongan dan MAN 01 Pekalongan. Pengumpualan data dilakukan melalui dokumentasi, sementara analisis data menggunakan model interaktif dari Miles, Huberman, dan Saldana yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campur kode yang terdeteksi didominasi oleh bentuk penyisipan kata dan frasa dalam bahasa Inggris ke dalam percakapan bahasa Indonesia. Jenis campur kode yang terjadi mencakup campur kode ke luar (outer code-mixing). Faktor yang mempengaruhi penerapan campur kode meliputi kebiasaan, kemudahan, gaya bahasa, serta konteks emosional dalam berkomunikasi. Oleh karena itu, campur kode tidak hanya berfungsi sebagai variasi bahasa, melainkan juga sebagai taktik komunikasi yang mencerminkan identitas sosial serta gaya komunikasi anak muda di era globalisasi.
This study aims to analyze the phenomenon of code-mixing between Indonesian and English among students in Pekalongan City. The method used is qualitative descriptive research. The research data consists of written conversations (chats) obtained via WhatsApp between the researcher and students of SMAN 2 Pekalongan and MAN 01 Pekalongan. Data collection was conducted through documentation, while data analysis used the interactive model by Miles, Huberman, and Saldana, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the detected code-mixing is dominated by the insertion of English words and phrases into Indonesian conversations. The type of code-mixing that occurs includes outer code-mixing. Factors influencing the implementation of code-mixing include habit, ease of use, language style, and emotional context in communication. Therefore, code-mixing functions not only as a language variation but also as a communication tactic that reflects the social identity and communication style of young people in the era of globalization.




