LITERASI DIGITAL SEBAGAI STRATEGI MEREDAM KONFLIK SARA
Kata Kunci:
Literasi Digital, Konflik SARA, Disinformasi, Media Sosial, Ketahanan SosialAbstrak
Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam peran literasi digital sebagai strategi untuk menekan konflik berbasis Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) di ruang digital. Dalam konteks Indonesia, konflik SARA kerap dipicu dan diperburuk oleh maraknya disinformasi, ujaran kebencian, serta pembingkaian narasi media yang tidak berimbang. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis kritis, penelitian ini menelaah hubungan antara rendahnya tingkat literasi digital dan meningkatnya eskalasi konflik sosial di media sosial. Temuan penelitian menunjukkan bahwa literasi digital tidak terbatas pada kemampuan teknis dalam mengakses dan menggunakan informasi, tetapi juga mencakup aspek berpikir kritis, kesadaran etis, serta pemahaman kewarganegaraan digital. Penguatan literasi digital berkontribusi pada meningkatnya kemampuan masyarakat dalam memverifikasi informasi, mengelola emosi saat berinteraksi di ruang daring, serta menumbuhkan sikap toleran dalam kehidupan multikultural. Oleh karena itu, literasi digital dapat dipandang sebagai instrumen strategis dalam memperkuat ketahanan sosial dan mencegah polarisasi berbasis identitas di era digital.
This study aims to examine in depth the role of digital literacy as a strategy to reduce conflicts based on ethnicity, religion, race, and intergroup relations (SARA) in the digital space. In the Indonesian context, SARA conflicts are often triggered and exacerbated by rampant disinformation, hate speech, and unbalanced media narratives. Through a qualitative approach using literature study and critical analysis methods, this study examines the relationship between low levels of digital literacy and the escalation of social conflicts on social media. The findings show that digital literacy is not limited to the technical ability to access and use information, but also includes critical thinking, ethical awareness, and an understanding of digital citizenship. Strengthening digital literacy contributes to increasing the community's ability to verify information, manage emotions when interacting in online spaces, and foster tolerance in multicultural life. Therefore, digital literacy can be seen as a strategic instrument in strengthening social resilience and preventing identity-based polarization in the digital age.




