Pengaruh Konseling Kelompok dengan Teknik Self Regulated Learning terhadap Burnout pada Siswa SMA

Penulis

  • Aura Anisa Maharani Putri Simarmata Universitas Riau
  • Tri Umari Universitas Riau
  • Donal Universitas Riau

Kata Kunci:

Konseling Kelompok, Self Regulated Learning, Burnout Akademik, Siswa SMA

Abstrak

Burnout adalah kondisi kelelahan fisik, emosional dan mental yang dialami seseorang akibat tekanan belajar yang terjadi secara terus menerus tanpa adanya waktu istirahat atau pemulihan yang cukup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat burnout siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan konseling kelompok dengan teknik Self Regulated Learning (SRL), mengetahui perbedaan burnout siswa sebelum dan sesudah perlakuan, serta mengetahui pengaruh layanan konseling kelompok dengan teknik Self Regulated Learning terhadap burnout siswa di SMA Negeri 19 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan teknik Purposive Sampling terhadap 7 siswa yang memiliki tingkat burnout tinggi. Instrumen penelitian menggunakan skala burnout yang mencakup aspek kelelahan emosional, sinisme, dan penurunan efikasi diri akademik. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dan uji N-Gain Ternormalisasi dengan bantuan PSPP dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat burnout siswa sebelum diberikan layanan berada pada kategori sedang dan tinggi, sedangkan setelah diberikan layanan seluruh siswa berada pada kategori rendah. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,091 yang menunjukkan adanya perbedaan burnout siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Selain itu, hasil uji N-Gain memperoleh skor sebesar 0,48 yang termasuk kategori sedang. Dengan demikian, layanan konseling kelompok dengan teknik Self-Regulated Learning berpengaruh dalam mengurangi burnout pada siswa SMA Negeri 19 Pekanbaru.

Burnout is a condition of physical, emotional and mental exhaustion experienced by a person due to continuous study pressure without sufficient rest or recovery time. This study aimed to determine the level of student burnout before and after group counseling services using the Self Regulated Learning (SRL) technique, to identify differences in burnout levels before and after treatment, and to determine the effect of group counseling services using the Self Regulated Learning technique on student burnout at SMA Negeri 19 Pekanbaru. This study employed a quantitative experimental method with purposive sampling involving 7 students who had high levels of burnout. The research instrument used a burnout scale covering aspects of emotional exhaustion, cynicism, and reduced academic self-efficacy. Data analysis was conducted using the Wilcoxon test and normalized N-Gain test with the assistance of PSPP and Microsoft Excel. The results showed that students’ burnout levels before receiving the service were in the moderate and high categories, while after receiving the service all students were in the low category. The Wilcoxon test results showed an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.091, indicating differences in student burnout levels before and after treatment. In addition, the N-Gain test obtained a score of 0.48, which was categorized as moderate. Therefore, group counseling services using the Self Regulated Learning technique had an effect on reducing burnout among students at SMA Negeri 19 Pekanbaru.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29