ANALISIS IRONI SOSIAL DALAM NOVEL ORANG-ORANG BIASA KARYA ANDREA HIRATA MELALUI PENDEKATAN NEW CRITICISM
Kata Kunci:
Ironi Sosial, New Criticism, Orang-Orang Biasa, Andrea Hirata, Kritik SosialAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk ironi sosial dalam novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata serta menjelaskan fungsi ironi tersebut melalui pendekatan New Criticism. Novel ini dipilih karena memuat berbagai persoalan sosial yang berkaitan dengan pendidikan, ekonomi, hukum, dan moralitas masyarakat. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka dan close reading. Sumber data utama berupa novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata, sedangkan data pendukung diperoleh dari berbagai jurnal dan referensi ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menginterpretasikan bentuk-bentuk ironi sosial berdasarkan prinsip-prinsip New Criticism yang berfokus pada unsur intrinsik teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ironi sosial dalam novel hadir dalam lima bentuk utama, yaitu ironi pendidikan, ironi ekonomi, ironi diskriminasi sosial, ironi hukum, dan ironi moral. Ironi tersebut dibangun melalui tokoh, alur, konflik, dan peristiwa yang saling berkaitan sehingga membentuk kesatuan makna yang utuh. Tokoh-tokoh yang dianggap sebagai “orang biasa” justru digambarkan memiliki nilai kemanusiaan, solidaritas, dan kepedulian yang tinggi, sementara berbagai sistem sosial yang seharusnya memberikan keadilan justru menghadirkan ketimpangan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ironi sosial berfungsi sebagai strategi naratif untuk menyampaikan kritik terhadap realitas sosial yang dialami masyarakat marginal. Dengan demikian, pendekatan New Criticism mampu mengungkap bahwa kritik sosial dalam novel tidak hanya tampak pada tema cerita, tetapi juga terbangun secara struktural melalui hubungan antarelemen intrinsik yang membentuk keseluruhan makna teks.
This study aims to describe the forms of social irony in Andrea Hirata’s novel Orang-Orang Biasa and to explain the function of such irony through the New Criticism approach. The novel was selected because it presents various social issues related to education, economy, law, and morality. This research employed a qualitative descriptive method using library research and close reading techniques. The primary data source was the novel Orang-Orang Biasa, while supporting data were obtained from relevant scholarly journals and academic references. Data analysis was conducted by identifying, classifying, and interpreting forms of social irony based on the principles of New Criticism, which focuses on the intrinsic elements of the text. The findings reveal five major forms of social irony: educational irony, economic irony, social discrimination irony, legal irony, and moral irony. These forms of irony are constructed through characters, plot, conflicts, and events that are interconnected and create a unified meaning. Characters labeled as “ordinary people” are portrayed as possessing strong humanity, solidarity, and compassion, while social systems that are expected to provide justice instead generate inequality. The study concludes that social irony functions as a narrative strategy for conveying criticism of the social realities experienced by marginalized communities. Therefore, the New Criticism approach demonstrates that social criticism in the novel is not only reflected in its themes but is also structurally embedded in the relationships among the intrinsic elements that construct the overall meaning of the text.




