PENERAPAN TERAPI MUROTAL Q.S AR RAHMAN PADA MEAN ARTERIAL PRESSURE (MAP) PASIEN KRITIS DI RUANG ICU CEMPAKA RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA

Penulis

  • Devy Aprillia Universitas ‘Aisyiyah Surakarta
  • Hermawati Universitas ‘Aisyiyah Surakarta
  • Isti Wulandari Wulandari Rsud Dr. Moewardi Surakarta

Kata Kunci:

Mean Arterial Pressure (Map), Terapi Murottal, Pasien Kritis Icu, Hemodinamik

Abstrak

Latar belakang: Pasien kritis adalah individu dengan kondisi yang tidak stabil dan berisiko mengalami gangguan fungsi organ, sehingga memerlukan perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU). Salah satu indikator utama dalam menilai kecukupan perfusi organ adalah Mean Arterial Pressure (MAP). Ketidakstabilan MAP, baik meningkat maupun menurun dari batas normal, dapat meningkatkan risiko gangguan perfusi hingga kegagalan organ. Oleh karena itu, diperlukan intervensi untuk mempertahankan stabilitas hemodinamik, salah satunya melalui terapi nonfarmakologis seperti murottal Al-Qur’an.Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan deskriptif terhadap dua responden yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi berupa terapi murottal Al-Qur’an (Q.S. Ar-Rahman) diberikan selama tiga hari dengan durasi 15–20 menit. Pengukuran MAP dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan monitor hemodinamik.Hasil: Penelitian menunjukkan adanya penurunan nilai Mean Arterial Pressure (MAP) pada kedua responden setelah diberikan terapi murottal Al-Qur’an Q.S. Ar-Rahman selama 3 hari. Hasil tersebut menunjukkan terjadinya penurunan nilai MAP pada kedua responden, di mana pada Ny. S terjadi penurunan MAP dari 115 mmHg menjadi sekitar 103–105 mmHg, sedangkan pada Tn. S dari 104 mmHg menjadi sekitar 100–108 mmHg. Secara keseluruhan, kedua responden menunjukkan kecenderungan penurunan dan stabilisasi nilai MAP setelah intervensi.Kesimpulan: Terapi murottal Al-Qur’an berpotensi dalam membantu menurunkan dan menstabilkan MAP pada pasien kritis serta dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan.

Background: Critically ill patients are individuals with unstable conditions who are at risk of organ dysfunction, thus requiring intensive care in the Intensive Care Unit (ICU). One of the main indicators to assess adequate organ perfusion is Mean Arterial Pressure (MAP). Instability of MAP, whether above or below the normal range, can increase the risk of impaired perfusion and even organ failure. Therefore, interventions are needed to maintain hemodynamic stability, one of which is non-pharmacological therapy such as murottal Al-Qur’an.Methods: This study used a case study design with a descriptive approach involving two respondents who met the inclusion criteria. The intervention in the form of murottal Al-Qur’an therapy (Q.S. Ar-Rahman) was administered for three days with a duration of 15–20 minutes. MAP measurements were taken before and after the intervention using a hemodynamic monitor.Results: The study showed a decrease in Mean Arterial Pressure (MAP) values in both respondents after the murottal Al-Qur’an Q.S. Ar-Rahman therapy for three days. The results indicated a reduction in MAP in both respondents, where in Ny. S the MAP decreased from 115 mmHg to approximately 103–105 mmHg, while in Tn. S it decreased from 104 mmHg to approximately 100–108 mmHg. Overall, both respondents showed a tendency toward decreased and stabilized MAP values after the intervention.Conclusion: Murottal Al-Qur’an therapy has the potential to help reduce and stabilize MAP in critically ill patients and can be used as a safe and easy-to-apply non-pharmacological nursing intervention.-pharmacological nursing intervention

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29