PENGARUH INTENSITAS PENGGUNAAN GADGET TERHADAP TINGKAT AKTIVITAS FISIK MAHASISWA JURUSAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HALU OLEO”
Kata Kunci:
Penggunaan Gadget, Aktivitas Fisik, Tingkat Pengetahuan, Pre-Test, Post-TestAbstrak
Penggunaan gadget oleh mahasiswa semakin meningkat karena kemajuan teknologi digital terus berkembang. Tingginya penggunaan perangkat tersebut bisa mengganggu aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana edukasi penggunaan gadget mempengaruhi pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya melakukan aktivitas fisik, khususnya pada mahasiswa Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat di Universitas Halu Oleo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Pre-Experimental One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian ini terdiri dari 51 mahasiswa yang dipilih sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Data diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan pada saat uji pre test dan post tes untuk mengukur perubahan pemahaman mengenai penggunaan perangkat elektronik dan aktivitas fisik. Analisis data dilakukan dengan membandingkan rata-rata skor sebelum dan setelah intervensi menggunakan uji paired t-test. Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan responden naik dari 80,06 dengan standar deviasi 10,91 pada tes awal menjadi 91,36 dengan standar deviasi 8,66 pada tes akhir. Uji statistik menunjukkan ada perbedaan yang sangat signifikan antara skor tes sebelumnya dan setelahnya (p < 0,001). Oleh karena itu, pendekatan berupa edukasi bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam mengatur penggunaan gadget dan aktivitas fisik, sehingga membantu menjaga kesehatan serta meningkatkan kualitas hidup mereka.
The use of gadgets by college students is on the rise as digital technology continues to advance. The high level of gadget use can interfere with physical activity. This study aims to examine how education on gadget use influences students’ understanding of the importance of physical activity, particularly among students in the Department of Public Health at Halu Oleo University. The study employed a quantitative approach using a pre-experimental, one-group pretest-posttest design. The study subjects consisted of 51 students selected according to predetermined criteria. Data were collected via questionnaires administered during the pretest and posttest phases to measure changes in understanding regarding the use of electronic devices and physical activity. Data analysis involved comparing the mean scores before and after the intervention using a paired t-test. The study showed that the respondents’ average knowledge score increased from 80.06 with a standard deviation of 10.91 on the pretest to 91.36 with a standard deviation of 8.66 on the posttest. Statistical analysis revealed a highly significant difference between the pretest and posttest scores (p < 0.001). Therefore, an educational approach can be one way to improve students’ understanding of how to balance their use of gadgets with physical activity, thereby helping them maintain their health and improve their quality of life.




