BAHASA NETIZEN DAN KEKUASAAN SIMBOLIK DALAM KOMENTAR YOUTUBE “PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO JELASKAN KONTEKS LAPORAN PALSU DAN PENYIRAMAN AIR KERAS”
Kata Kunci:
Bahasa Netizen, Kekuasaan Simbolik, Youtube, Wacana Digital, SosiolinguistikAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penggunaan bahasa netizen, representasi kekuasaan simbolik, dan solidaritas linguistik dalam kolom komentar YouTube pada video “Presiden Prabowo Subianto Jelaskan Konteks Laporan Palsu dan Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus.” Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Data penelitian berupa komentar netizen yang diperoleh melalui teknik simak dan catat. Populasi penelitian berjumlah sekitar 2.350 komentar, kemudian dipilih 120 komentar sebagai sampel utama menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan pendekatan sosiolinguistik, teori kekuasaan simbolik Pierre Bourdieu, dan analisis wacana kritis Norman Fairclough. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa kritik sosial menjadi bentuk penggunaan bahasa yang paling dominan dengan persentase 40%, diikuti bahasa dukungan politik, satire dan ironi, serta solidaritas linguistik. Netizen menggunakan diksi emosional, pengulangan slogan, humor politik, dan kalimat persuasif untuk membangun opini publik digital. Selain itu, ditemukan bahwa kolom komentar YouTube menjadi arena pertarungan ideologi dan praktik kekuasaan simbolik melalui dominasi opini, legitimasi politik, delegitimasi lawan politik, dan solidaritas kelompok digital. Penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya menjadi ruang komunikasi, tetapi juga ruang pembentukan identitas sosial dan kekuasaan simbolik dalam masyarakat digital kontemporer.




