ANALISIS RASIO KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LABUHANBATU UTARA BERDASARKAN LAPORAN KEUANGAN TAHUN ANGGARAN 2023-2024
Kata Kunci:
Analisis Rasio Keuangan, SIILPA, Ekuitas, Belanja Tak Terduga, Kinerja Keuangan DaerahAbstrak
Lapoan keuangan pemerintah daerah merupakan instrumen penting dalam menilai tingkat akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah. Analisis rasio keuangan digunakan untuk mengukur kinerja keuangan pemerintah daerah sehingga dapat diketahui tingkat efektivitas, efisinsi, dan kemampuan daerah dalam mengelola sumber daya keuangannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi keuangan pemerintah kabupaten labuhan batu utara berdasarkan laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) Tahun anggaran 2023-2024. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kunatitatif dengan pendekatan analisis rasio keuangan. Data yang digunakan berasal dari laporan realisasi anggaran, laporan operasional, laporan perubahan ekuitas, dan catatan atas laporan keuangan kabupaten labuhan batu utara. Rasio yang dianalisis meliputi rasio pertumbuhan SILPA, rasio pertumbuhan ekuitas, rasio realisasi belanja tak terduga, serta analisis efisiensi pengelolaan anggaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SILPA mengalami penurunan sebesar 53,20% dari Rp.107,27 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp.50,19 miliar pada tahun 2024. Penurunan ini menunjukkan peningkatan efektivitas dalam perencanaan dan penyerapan anggaran. Namun demikian, ekuitas daerah mengalami penurunan sebesar 3,50% akibat defisit operasional dan tingginya beban penyusutan aset tetap. Selain itu, realisasi belanja tak terduga mengalami penurunan dari 80,999% menjadi 66,78%, yang menunjukkan menurunnya kebutuhan pendanaan untuk keadaan darurat dan bencana. Secara keseluruhan, kinerja keuangan pemerintah labuhan batu utara pada tahun 2024 menunjukkan perbaikan dalam pengelolaan anggaran, meskipun masih menghadapi tantangan dalam mempertahankan pertumbuhan kekayaan bersih daerah.
Regional government financial reports are an important instrument for assessing the level of accountability and transparency in regional financial management. Financial ratio analysis is used to measure regional government financial performanance to determine the level of effectiveness, efficiency, and capability of the region in managing its financial resource. This study aims to analyze the financial conditionof the North Labuhanbatu Regency Government based on the Regional Government Financial Reports (LKPD) for the 2023 and 2024 Fiscal Years. The research method used is a quantitative descriptive method with a financial ratio analysis approach. Data were derived from budget realization reports, operasional reports, and notes to the North Labuhanbatu Regency financial statements. The ratios analyzed include the SILPA growth ratio, unexpected expenditure realization ratio, and budget management efficiency analysis. The results show that SILPA descreased by 53,20%, from IDR107.27 bilion in 2023 to IDR50.19 bilion in 2024. This decrease indicates increased effectiveness in budget planning and absorption. However, regional equity decreased by 3.50% due to operational deficits and high depreciation of fixed assets. Furthermore, the realization of unexpected expenditures decreased from 80.99% to 66.78%, indicating a reduced need for fundingfor emergencies and disasters. Overall, the financial performance of the North Labuhanbatu Regency Government in 2024 showed improvements is budget management, although it still faces challenges in maintaining regional net wealth growth.




