SISTEM PROBLEMATIKA DAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI INDONESIA
Kata Kunci:
Pendidikan Indonesia, Problematika Pendidikan, Kebijakan Pendidikan, Kurikulum, LiterasiAbstrak
Pendidikan di Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan kompleks, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial, budaya, politik, dan ekonomi. Sejak era pra-kolonial, pendidikan telah menjadi bagian integral kehidupan masyarakat. Pada masa kolonial, Belanda memperkenalkan sistem pendidikan modern yang bersifat diskriminatif dan dualistis. Pasca kemerdekaan, Indonesia membangun sistem pendidikan nasional yang inklusif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji latar belakang, konsep, problematika, dan kebijakan pendidikan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai literatur relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa problematika utama pendidikan Indonesia mencakup kesenjangan sarana prasarana, kompleksitas kurikulum, ketimpangan distribusi tenaga pendidik, dan rendahnya literasi peserta didik. Berbagai kebijakan telah diimplementasikan, mulai dari Wajib Belajar 9 Tahun hingga Kurikulum Merdeka, sebagai upaya mengatasi tantangan tersebut.
Education in Indonesia has a long and complex history, influenced by various social, cultural, political, and economic factors. Since the pre-colonial era, education has been an integral part of Indonesian society. During the colonial period, the Dutch introduced a modern but discriminatory and dualistic education system. After independence, Indonesia built an inclusive national education system. This article aims to examine the historical background, concepts, problems, and policies of education in Indonesia. Using a library research method, findings reveal that the main problems include infrastructure disparities, curriculum complexity, unequal distribution of teachers, and low student literacy. Various policies have been implemented, from the 9-Year Compulsory Education to the Merdeka Curriculum, as efforts to address these challenges.




