ORIENTASI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMBANGUN SIKAP TOLERANSI DI TENGAH MASYARAKAT

Penulis

  • Cristina Dubu Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Erna Mbau Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Greishinda E. Kanafu Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Yopi Bois Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Zem Snae Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Fransiska Nggeong Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Kata Kunci:

Oreantasi PAK, Sikap Toleransi, di Tengah Masyarakat

Abstrak

Indonesia adalah negara yang sangat beragam, dengan ratusan suku bangsa, bahasa daerah, dan agama yang hidup berdampingan. Keberagaman ini adalah kekayaan sekaligus tantangan, karena tanpa pengelolaan yang baik, perbedaan dapat memicu konflik dan perpecahan. Di tengah meningkatnya kasus intoleransi beragama dan penyebaran narasi-narasi keagamaan yang memecah belah melalui media digital, peran Pendidikan Agama Kristen (PAK) sebagai pembentuk karakter toleran menjadi semakin penting. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan orientasi, model, dan strategi PAK yang dapat membangun sikap toleransi di tengah masyarakat yang majemuk. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui analisis isi dan analisis kritis-teologis terhadap berbagai literatur akademis, teks teologis, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAK memiliki landasan teologis yang kuat untuk membangun toleransi, yaitu doktrin Imago Dei, hukum kasih, dan kisah Orang Samaria yang Murah Hati. Selain itu, pergeseran paradigma PAK dari pendekatan eksklusif menuju inklusif-dialogis, penguatan peran guru sebagai teladan, serta penerapan model pembelajaran berbasis perjumpaan dan inovasi media pembelajaran diidentifikasi sebagai strategi utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PAK yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan universal, tanpa meninggalkan identitas iman Kristiani, dapat menjadi jembatan penting dalam membangun kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Indonesia is one of the most diverse countries in the world, home to hundreds of ethnic groups, regional languages, and religions living side by side. This diversity is both a treasure and a challenge, as differences that are not well managed can trigger conflict and social division. Amid the rising cases of religious intolerance and the spread of divisive religious narratives through digital media, the role of Christian Religious Education (CRE) in building a tolerant character becomes increasingly important. This study aims to formulate the orientation, models, and strategies of CRE that can foster tolerance in a pluralistic society. A qualitative approach with library research method was used, through content analysis and critical-theological analysis of academic literature, theological texts, and relevant education policy documents. The findings show that CRE has a strong theological foundation for building tolerance, namely the doctrine of Imago Dei, the law of love, and the parable of the Good Samaritan. Furthermore, a shift in the CRE paradigm from an exclusive to an inclusive-dialogical approach, strengthening the role of teachers as role models, and applying encounter-based learning models and creative media innovations are identified as the main strategies. This study concludes that CRE oriented toward universal human values, without abandoning Christian identity, can serve as an important bridge in building interreligious harmony in Indonesia.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29