EFEKTIVITAS TOKEN ECONOMY DALAM MENURUNKAN PERILAKU KETERLAMBATAN MAHASISWA: STUDI SINGLE SUBJECT RESEARCH DENGAN DESAIN A-B-A
Kata Kunci:
Token Economy, Keterlambatan Mahasiswa, Modifikasi Perilaku, Disiplin Akademik, Single Subject ResearchAbstrak
Keterlambatan mahasiswa merupakan salah satu bentuk perilaku tidak disiplin yang dapat menghambat efektivitas proses pembelajaran dan menurunkan kualitas keterlibatan akademik. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengurangi perilaku tersebut adalah token economy sebagai teknik modifikasi perilaku berbasis penguatan positif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas token economy dalam menurunkan perilaku keterlambatan pada mahasiswa. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain Single Subject Research (SSR) tipe A-B-A yang terdiri atas fase baseline pertama (A1), fase intervensi (B), dan fase baseline kedua (A2). Subjek penelitian adalah seorang mahasiswa yang menunjukkan perilaku keterlambatan dalam mengikuti perkuliahan. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap frekuensi dan durasi keterlambatan selama 15 sesi pengamatan. Analisis dilakukan menggunakan analisis visual dalam penelitian SSR yang meliputi perubahan level, arah tren, dan overlap data antar fase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan token economy efektif dalam menurunkan perilaku keterlambatan. Rata-rata frekuensi keterlambatan menurun dari 1,2 kali per sesi pada fase baseline menjadi 0,4 kali per sesi pada fase intervensi, sedangkan rata-rata durasi keterlambatan menurun dari 13 menit menjadi 3,6 menit per sesi. Analisis visual juga menunjukkan perubahan level yang jelas dan rendahnya overlap data antara fase baseline dan intervensi. Meskipun terjadi peningkatan kembali perilaku keterlambatan setelah intervensi dihentikan, perubahan perilaku yang diperoleh selama intervensi menunjukkan bahwa token economy merupakan teknik yang efektif untuk meningkatkan kedisiplinan mahasiswa. Temuan ini memberikan dukungan empiris terhadap penerapan prinsip operant conditioning dalam konteks pendidikan tinggi.
Student tardiness is a form of undisciplined behavior that may hinder learning effectiveness and reduce academic engagement. One behavioral intervention that can be applied to address this issue is token economy, a behavior modification technique based on positive reinforcement. This study aimed to examine the effectiveness of token economy in reducing tardiness among university students. The study employed an experimental method using a Single Subject Research (SSR) A-B-A design consisting of a first baseline phase (A1), an intervention phase (B), and a second baseline phase (A2). The participant was a university student who frequently demonstrated tardiness in attending classes. Data were collected through direct observation of the frequency and duration of tardiness across 15 observation sessions. Data were analyzed using visual analysis techniques commonly employed in SSR, including level changes, trend direction, and data overlap across phases. The results indicated that the implementation of token economy effectively reduced tardiness behavior. The average frequency of tardiness decreased from 1.2 occurrences per session during the baseline phase to 0.4 occurrences per session during the intervention phase, while the average duration of tardiness decreased from 13 minutes to 3.6 minutes per session. Visual analysis also revealed clear level changes and low data overlap between baseline and intervention phases. Although tardiness increased after the intervention was withdrawn, the behavioral improvements observed during the intervention phase suggest that token economy is an effective strategy for enhancing student discipline. These findings provide empirical support for the application of operant conditioning principles in higher education settings




