INTEGRASI IKHTIAR DAN TAWAKAL DALAM AL-QUR'AN: KAJIAN TAFSIR TEMATIK TERHADAP FENOMENA HUSTLE CULTURE PADA GENERASI Z

Penulis

  • Siti Hijriatun Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah
  • Agus Rifki Ridwan Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah
  • Muslimatun Khoiriah Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah
  • Dela Anggraini Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah
  • Wahyu Windarwati Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah
  • Lulu Maharani Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah

Kata Kunci:

Hustle Culture, Generasi Z, Ikhtiar, Tawakal, Tafsir Tematik

Abstrak

Fenomena hustle culture telah menjadi kecenderungan yang semakin menonjol di kalangan Generasi Z seiring dengan meningkatnya tuntutan produktivitas, pencapaian karier, serta kebutuhan akan pengakuan diri di era digital. Budaya ini mendorong individu untuk terus bekerja secara intens dan berorientasi pada keberhasilan, namun di sisi lain dapat memunculkan berbagai dampak negatif, seperti kelelahan fisik dan tekanan psikologis akibat kurangnya keseimbangan antara usaha dan pengelolaan diri. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep ikhtiar dan tawakal dalam Al-Qur'an serta menganalisis relevansinya dalam merespons fenomena hustle culture pada Generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan (library research) dengan metode tafsir maudhu'i (tematik). Sumber data primer berupa ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan ikhtiar dan tawakal, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai kitab tafsir dan literatur ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan melalui teknik content analysis dengan menelaah hubungan antara makna ayat-ayat Al-Qur'an dan realitas sosial kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an menekankan pentingnya keseimbangan antara upaya sungguh-sungguh (ikhtiar) dan penyerahan hasil kepada Allah (tawakal). Kedua konsep tersebut dapat menjadi pedoman etis dalam menghadapi hustle culture, sehingga produktivitas yang dijalankan tidak menimbulkan tekanan berlebihan, tetapi tetap selaras dengan keseimbangan hidup, ketenteraman jiwa, dan nilai-nilai spiritual.

The phenomenon of hustle culture has become an increasingly prominent trend among Generation Z, driven by growing demands for productivity, career achievement, and self-recognition in the digital era. This culture encourages individuals to work intensively and remain highly success-oriented; however, it may also lead to various negative consequences, including physical exhaustion and psychological stress resulting from an imbalance between effort and self-management. This study aims to examine the concepts of ikhtiar (earnest effort) and tawakal (trust and reliance on Allah) in the Qur'an and to analyze their relevance in addressing the phenomenon of hustle culture among Generation Z. This research employs a library research approach using the thematic (maudhu'i) method of Qur'anic interpretation. Primary data consist of Qur'anic verses related to ikhtiar and tawakal, while secondary data are drawn from Qur'anic commentaries and relevant scholarly literature. Data were analyzed using content analysis by examining the relationship between the meanings of the verses and contemporary social realities. The findings indicate that the Qur'an emphasizes the importance of maintaining a balance between sincere effort (ikhtiar) and surrendering outcomes to Allah (tawakal). These concepts provide an ethical framework for responding to hustle culture, enabling individuals to pursue productivity without experiencing excessive pressure while maintaining life balance, inner peace, and spiritual awareness.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29