SENSITIVITAS BUDAYA (CULTURAL SENSITIVITY) DALAM ETIKA KERJA INTERNASIONAL: PERSPEKTIF GLOBAL DAN ISLAM

Penulis

  • Tuti Rahayu Universitas Islam Mambaul Ulum
  • Edomi Saputra Universitas Islam Mambaul Ulum

Kata Kunci:

Sensitivitas Budaya, Etika Kerja Internasional, Budaya Kerja, Globalisasi, Islam

Abstrak

Globalisasi telah meningkatkan interaksi antarbudaya dalam lingkungan kerja internasional. Perbedaan budaya yang meliputi bahasa, nilai, norma, dan kebiasaan dapat menjadi tantangan maupun peluang bagi organisasi modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya sensitivitas budaya dalam etika kerja internasional serta menelaah perspektif Islam terhadap sensitivitas budaya. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui berbagai buku dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensitivitas budaya memiliki peran penting dalam meningkatkan komunikasi, kerja sama, adaptasi, dan produktivitas dalam lingkungan kerja multikultural. Islam juga memandang keberagaman sebagai sunnatullah yang harus dihormati melalui nilai toleransi, keadilan, dan persaudaraan. Dengan demikian, sensitivitas budaya merupakan kompetensi penting dalam menghadapi tantangan dunia kerja global.

Globalization has increased intercultural interaction in international work environments. Cultural differences involving language, values, norms, and customs can become both challenges and opportunities for modern organizations. This study aims to analyze the importance of cultural sensitivity in international work ethics and examine the Islamic perspective on cultural sensitivity. This research uses a library research method with a qualitative descriptive approach. The findings indicate that cultural sensitivity plays an important role in improving communication, cooperation, adaptation, and productivity in multicultural workplaces. Islam also views diversity as God’s decree that should be respected through tolerance, justice, and brotherhood. Therefore, cultural sensitivity is an essential competency in the global workplace.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29