PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG TUBERKULOSIS PARU MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 23 ILIR PALEMBANG
Kata Kunci:
Tuberkulosis Paru, Penyuluhan Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat, Perilaku KesehatanAbstrak
Tuberkulosis paru (TB paru) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi. Rendahnya pengetahuan masyarakat serta kurangnya kepatuhan dalam menjalani pengobatan menjadi faktor utama tingginya angka penularan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat melalui kegiatan penyuluhan kesehatan dengan pendekatan komunikasi interpersonal dan pemberdayaan masyarakat. Metode yang digunakan adalah penyuluhan tatap muka dengan media leaflet, poster, serta demonstrasi etika batuk. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas 23 Ilir Palembang dengan sasaran masyarakat usia produktif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat dari 40% menjadi 90% terkait gejala utama TB paru setelah penyuluhan. Selain itu, terjadi perubahan sikap positif dalam pencegahan TB, seperti kesadaran menjaga ventilasi rumah, tidak merokok di dalam rumah, dan kepatuhan terhadap pengobatan. Kesimpulannya, penyuluhan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap pencegahan dan pengendalian TB paru.
Pulmonary tuberculosis (TB) remains a major public health problem in Indonesia, particularly in densely populated areas. Low community knowledge and poor adherence to treatment are key factors contributing to the high transmission rate. This study aims to improve community knowledge and awareness through health education using interpersonal communication and community empowerment approaches. The method employed was faceto-face health education supported by leaflets, posters, and cough etiquette demonstrations. The activity was conducted in the working area of Puskesmas 23 Ilir Palembang targeting the productive-age population. The results showed a significant increase in community knowledge, from 40% to 90%, regarding the main symptoms of pulmonary TB after the intervention. In addition, positive behavioral changes were observed, including improved awareness of home ventilation, avoidance of indoor smoking, and better treatment adherence. In conclusion, health education is effective in improving knowledge and promoting behavioral changes in the prevention and control of pulmonary tuberculosis




