PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN MUSLIM DI ERA DIGITAL PERSEPSI MUFASIR KONTEMPORER
Kata Kunci:
Karakter Disiplin, Muslim, Era Digital, Mufasir Kontemporer, Tafsir TematikAbstrak
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat Muslim, termasuk dalam pembentukan karakter disiplin. Kemudahan akses informasi, intensitas penggunaan media sosial, serta meningkatnya ketergantungan terhadap perangkat digital berpotensi memengaruhi pola perilaku individu, terutama dalam pengelolaan waktu, pelaksanaan ibadah, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep karakter disiplin dalam Al-Qur’an berdasarkan perspektif mufasir kontemporer serta mengkaji relevansinya dalam menghadapi tantangan era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan metode tafsir tematik (maudhu‘i). Sumber data primer berupa Al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir kontemporer, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, artikel jurnal, dan karya ilmiah yang berkaitan dengan pendidikan karakter dan perkembangan masyarakat digital. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sementara analisis data menggunakan metode analisis isi (content analysis) dan komparasi interpretatif terhadap pandangan para mufasir kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter disiplin dalam Al-Qur’an mencakup kedisiplinan dalam memanfaatkan waktu, konsistensi dalam menjalankan ibadah, komitmen terhadap amanah, serta tanggung jawab dalam setiap aktivitas kehidupan. Mufasir kontemporer memandang disiplin sebagai nilai fundamental yang berfungsi membentuk pribadi Muslim yang berintegritas, produktif, dan mampu mengendalikan diri di tengah derasnya arus digitalisasi. Nilai-nilai disiplin yang terkandung dalam Al-Qur’an memiliki relevansi yang kuat dalam membangun kesadaran etis, kemampuan mengelola penggunaan teknologi, serta membentuk perilaku digital yang bertanggung jawab. Dengan demikian, internalisasi nilai-nilai disiplin Qur’ani dapat menjadi landasan strategis dalam pembentukan karakter Muslim yang adaptif dan berakhlak mulia di era digital.
The advancement of digital technology has brought significant changes to the lives of Muslim communities, including in the formation of disciplined character. Easy access to information, the intensive use of social media, and increasing dependence on digital devices have the potential to influence individual behavior patterns, particularly in time management, the observance of religious duties, and social responsibility. This study aims to analyze the concept of disciplined character in the Qur’an from the perspective of contemporary Qur’anic exegetes and to examine its relevance in addressing the challenges of the digital era. This research employs a qualitative approach using a library research design and the thematic interpretation (maudhu‘i) method. Primary data sources consist of the Qur’an and contemporary tafsir works, while secondary data are obtained from books, journal articles, and other scholarly publications related to character education and digital society. Data were collected through documentation and literature review, and analyzed using content analysis and comparative interpretation of contemporary exegetes’ perspectives. The findings reveal that disciplined character in the Qur’an encompasses effective time management, consistency in performing acts of worship, commitment to fulfilling trusts and responsibilities, and accountability in all aspects of life. Contemporary exegetes regard discipline as a fundamental value that shapes Muslims into individuals of integrity, productivity, and self-control amidst the rapid expansion of digitalization. The disciplinary values embedded in the Qur’an are highly relevant to fostering ethical awareness, managing the use of technology, and developing responsible digital behavior. Therefore, the internalization of Qur’anic disciplinary values can serve as a strategic foundation for cultivating adaptive and morally upright Muslim individuals in the digital era.




