IMPLEMENTASI PSAK 216 DALAM PENGELOLAAN ASET TETAP: AKUISISI, DEPRESIASI, PENURUNAN NILAI, DAN REVALUASI PADA PERUSAHAAN PT SEMEN INDONESIA TBK DAN RIO TINTO PLC

Penulis

  • Septianus Andre Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie
  • Rimi Gusliana Mais Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Jakarta

Kata Kunci:

PSAK 216, IAS 16, Aset Tetap, Depresiasi, Impairment, Revaluasi, Content Analysis, PT Semen Indonesia, Rio Tinto

Abstrak

Artikel ini menganalisis implementasi PSAK 216 (penomoran ulang PSAK 16, berlaku efektif 1 Januari 2024) dalam pengelolaan aset tetap melalui studi komparatif PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dan Rio Tinto PLC periode 2022–2024. Dengan menggunakan metode directed content analysis terhadap laporan keuangan konsolidasian kedua perusahaan, penelitian ini menemukan bahwa keduanya menerapkan cost model dengan tingkat kepatuhan yang tinggi terhadap persyaratan pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan aset tetap. SIG menerapkan metode depresiasi garis lurus dengan aset tetap neto Rp57.806 miliar (69,7% dari total aset), sedangkan Rio Tinto menerapkan dual-method depreciation dengan PPE neto USD 64.734 juta. Kasus impairment alumina Queensland Rio Tinto sebesar USD 1,175 miliar (2023) dan reversalnya USD 41 juta (2024) mendemonstrasikan penerapan PSAK 236/IAS 36 yang profesional. Penelitian ini berkontribusi pada literatur akuntansi PSAK 216 dengan perspektif komparatif lintas industri dan yurisdiksi.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29