DAMPAK HEGEMONI KEBUDAYAAN TIONGKOK DI PANTAI INDAH KAPUK TERHADAP GAYA HIDUP ANAK MUDA JAKARTA
Kata Kunci:
Hegemoni, Gaya Hidup, Anak Muda, Kebudayaan TiongkokAbstrak
Perkembangan kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) di Jakarta tidak hanya menghadirkan pusat kuliner dan hiburan modern, tetapi juga menjadi ruang penyebaran budaya populer Tiongkok di kalangan anak muda. Berbagai unsur budaya seperti arsitektur, dekorasi, festival, makanan, bahasa, hingga tren media sosial secara perlahan membentuk pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat urban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak hegemoni kebudayaan Tiongkok di PIK terhadap gaya hidup anak muda Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hegemoni budaya Tiongkok di PIK tampak melalui dominasi simbol budaya, tren kuliner, estetika tempat hiburan, serta aktivitas digital yang mendorong anak muda mengikuti gaya hidup tertentu demi kebutuhan eksistensi sosial. Kehadiran budaya tersebut diterima secara terbuka karena dianggap modern, menarik, dan sesuai dengan selera generasi muda perkotaan. Namun, di sisi lain, kondisi ini juga memunculkan perubahan pola konsumsi, perilaku sosial, dan kecenderungan gaya hidup yang lebih konsumtif dan berorientasi pada citra. Dengan demikian, hegemoni kebudayaan Tiongkok di PIK tidak hanya berpengaruh pada aspek hiburan, tetapi juga membentuk cara pandang dan identitas gaya hidup anak muda Jakarta di era globalisasi budaya.
The development of the Pantai Indah Kapuk (PIK) area in Jakarta has not only created a modern culinary and entertainment center but has also become a space for the spread of Chinese popular culture among young people. Various cultural elements such as architecture, decoration, festivals, food, language, and social media trends are slowly shaping the consumption patterns and lifestyles of urban communities. This study aims to analyze the impact of Chinese cultural hegemony in PIK on the lifestyles of young people in Jakarta. The study used a qualitative approach with a literature review method. The results show that Chinese cultural hegemony in PIK is evident through the dominance of cultural symbols, culinary trends, the aesthetics of entertainment venues, and digital activities that encourage young people to adopt certain lifestyles for the sake of social existence. The presence of this culture is openly accepted because it is considered modern, attractive, and in line with the tastes of the younger generation in urban areas. However, on the other hand, this condition also gives rise to changes in consumption patterns, social behavior, and a tendency towards a more consumptive and image-oriented lifestyle. Thus, the hegemony of Chinese culture in PIK not only influences the entertainment aspect but also shapes the perspectives and lifestyle identities of young people in Jakarta in the era of cultural globalization.




