REKONSTRUKSI KONSEP TA’DIB SYED NAQUIB AL-ATTAS SEBAGAI SOLUSI KRISIS ADAB DI SEKOLAH UMUM: SEBUAH PENDEKATAN KEPEMIMPINAN DAN EKOSISTEM PENDIDIKAN
Kata Kunci:
Ta'dib, Krisis Moral, Administrasi Pendidikan, Pendidikan Kejuruan, Syed Naquib Al-AttasAbstrak
Komodifikasi pendidikan modern telah mereduksi fungsi sekolah dari rahim peradaban menjadi sekadar pabrik pencetak tenaga kerja yang terampil secara teknis namun hampa secara etis. Paradigma ini melahirkan krisis moral yang parah di kalangan peserta didik, yang ditandai dengan hilangnya adab (disiplin etis dan pengakuan atas penempatan sesuatu pada hakikatnya). Penelitian kepustakaan kualitatif ini bertujuan untuk mendekonstruksi paradigma pendidikan sekuler dan merekonstruksi filsafat Ta'dib gagasan Syed Muhammad Naquib Al-Attas sebagai solusi komprehensif bagi sekolah umum dan kejuruan. Dengan menyintesiskan filsafat Al-Attas bersama manajemen pendidikan modern, Pembelajaran Sosial-Emosional (PSE), dan pedagogi Ki Hajar Dewantara, kajian ini berargumen bahwa reduksi makna pendidikan menjadi sekadar Ta'lim (transfer kognitif) adalah akar dari disorientasi moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi Ta'dib menuntut intervensi manajerial yang sistemik: desekularisasi kurikulum, transformasi guru menjadi muaddib melalui manajemen sumber daya manusia berbasis nilai, serta revitalisasi hubungan sekolah dengan masyarakat. Secara spesifik dalam pendidikan vokasi, seperti di SMK Jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), Ta'dib termanifestasi sebagai etika keruangan dan lingkungan, yang memastikan bahwa kompetensi teknis dikendalikan secara ketat oleh tanggung jawab spiritual dan sosial. Pendidikan harus berputar arah dari sekadar menciptakan warga negara yang pragmatis menuju pembentukan insan kamil (manusia paripurna).
The commodification of modern education has reduced the function of schools from being centers of civilization to mere factories producing a technically skilled but ethically void workforce. This paradigm has birthed a severe moral crisis among students, characterized by a fundamental loss of adab (ethical discipline and recognition of proper placement). This qualitative library research aims to deconstruct the secular educational paradigm and reconstruct the philosophy of Ta'dib introduced by Syed Muhammad Naquib Al-Attas as a comprehensive solution for public and vocational schools. By synthesizing Al-Attas's philosophy with modern educational administration, Social-Emotional Learning (SEL), and the pedagogy of Ki Hajar Dewantara, this study argues that the reduction of education to Ta'lim (cognitive transfer) is the root cause of moral disorientation. The findings demonstrate that actualizing Ta'dib requires systemic managerial interventions: the desecularization of the curriculum, the transformation of teachers into muaddib through value-based human resource management, and the revitalization of school-community relations. Specifically within vocational education, such as Building Information Modeling and Architecture, Ta'dib manifests as spatial and environmental ethics, ensuring that technical competence is strictly guided by spiritual and social responsibility. Education must pivot from merely creating 'good citizens' to cultivating the insan kamil (the perfect human).




