PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI GENGGAM JARI (FINGER HOLD) TERHADAP PENURUNAN NYERI PASCA PEMASANGAN INFUS DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI
Kata Kunci:
Nyeri, Pemaangan Infus, Relaksasi Genggam JariAbstrak
Latar Belakang: Pemasangan infus merupakan tindakan invasif yang sering dilakukan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan dapat menimbulkan nyeri akibat penusukan jarum pada kulit dan vena. Nyeri dapat menyebabkan rasa takut, cemas, dan ketidaknyamanan pada pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis untuk membantu menurunkan nyeri adalah teknik relaksasi genggam jari (finger hold). Teknik ini sederhana, aman, mudah dilakukan, serta sesuai diterapkan di IGD. Relaksasi genggam jari yang dikombinasikan dengan napas dalam membantu menurunkan ketegangan dan mengalihkan perhatian pasien dari nyeri. Metode: Penerapan menggunakan studi kasus deskriptif pada dua pasien dewasa kategori triage hijau–kuning di IGD RSUD Pandan Arang Boyolali. Tingkat nyeri diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Intervensi dilakukan pasca pemasangan infus selama 10–15 menit. Hasil: Skala nyeri Ny. N menurun dari 5 menjadi 3, sedangkan Ny. Y dari 4 menjadi 3. Kedua responden mengalami penurunan dari nyeri sedang menjadi nyeri ringan. Kesimpulan: Teknik relaksasi genggam jari efektif membantu menurunkan nyeri pasca pemasangan infus pada pasien di IGD.
Background: IV placement is an invasive procedure frequently performed in the Emergency Department (ED) and can cause pain due to needle puncture of the skin and veins. Pain can lead to fear, anxiety, and discomfort in patients. One nonpharmacological intervention to help reduce pain is the finger-hold relaxation technique. This technique is simple, safe, easy to perform, and suitable for use in the ED. Finger hold relaxation combined with deep breathing helps reduce tension and divert the patient’s attention from the pain. Methods: The intervention was implemented using a descriptive case study on two adult patients in the green–yellow triage category at the ED of Pandan Arang General Hospital in Boyolali. Pain levels were measured before and after the intervention using the Numeric Rating Scale (NRS). The intervention was performed after IV placement for 10–15 minutes. Results: Mrs. N’s pain score decreased from 5 to 3, while Mrs. Y’s decreased from 4 to 3. Both participants experienced a reduction from moderate to mild pain. Conclusion: The finger-gripping relaxation technique is effective in reducing pain following IV placement in patients in the ED




