EFEKTIVITAS TOKEN ECONOMY DALAM MENGURANGI PERILAKU OFF-TASK MAHASISWA SAAT PEMBELAJARAN DI KELAS
Kata Kunci:
Mahasiswa, Perilaku Off-Task, Single Subject Design, Token EconomyAbstrak
Perilaku off-task pada mahasiswa, seperti penggunaan ponsel di luar instruksi, mengobrol di luar materi, dan melamun, merupakan permasalahan yang umum terjadi di ruang kuliah namun jarang diintervensi secara terstruktur dalam konteks pendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas token economy dalam mengurangi perilaku off-task mahasiswa selama perkuliahan berlangsung. Penelitian menggunakan rancangan subjek tunggal (single subject design) dengan pola A-B yang melibatkan satu mahasiswa Program Studi Psikologi semester enam di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai partisipan. Observasi dilakukan menggunakan metode interval parsial berdurasi lima menit selama delapan sesi yang terbagi pada Fase Baseline (A) dan Fase Intervensi (B), dengan reliabilitas antar-observer berkisar 84%–91%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase perilaku off-task pada Fase A sebesar 66% dengan tren meningkat, sedangkan pada Fase B menurun menjadi rata-rata 34% dengan tren menurun secara konsisten, mencapai titik terendah 26% pada sesi terakhir. Penurunan total sebesar 32 poin persentase dari baseline ke intervensi mengindikasikan bahwa penerapan token economy efektif dalam menurunkan frekuensi perilaku off-task subjek. Temuan ini memberikan kontribusi empiris terhadap literatur modifikasi perilaku di lingkup pendidikan tinggi, yang selama ini didominasi oleh penelitian pada populasi siswa usia sekolah, serta membuka peluang pengembangan intervensi berbasis reinforcement yang lebih kontekstual bagi mahasiswa.
Off-task behavior among college students, such as off-instruction phone use, off-topic conversation, and mind wandering, is a common yet rarely structurally addressed problem in higher education classrooms. This study aims to examine the effectiveness of a token economy in reducing college students' off-task behavior during lectures. The study used a single subject design with an A-B pattern, involving one sixth-semester Psychology student at UIN Maulana Malik Ibrahim Malang as the participant. Observations were conducted using a five-minute partial-interval method across eight sessions divided into a Baseline Phase (A) and an Intervention Phase (B), with inter-observer agreement ranging from 84% to 91%. Results showed that the average percentage of off-task behavior in Phase A was 66% with an increasing trend, while in Phase B it decreased to an average of 34% with a consistently decreasing trend, reaching a lowest point of 26% in the final session. The total decrease of 32 percentage points from baseline to intervention indicates that the implementation of a token economy was effective in reducing the frequency of the subject's off-task behavior. These findings contribute empirically to the behavior modification literature in higher education, which has so far been dominated by research on school-age populations, and open opportunities for developing more contextual reinforcement-based interventions for college students




