EKSISTENSI BAHASA INDONESIA DI ERA DIGITAL DAN KAITANNYA DENGAN NILAI-NILAI BELA NEGARA: SEBUAH TINJAUAN PUSTAKA

Penulis

  • Annisa Triana UMRI
  • Sahra Wardatul Jannah UMRI
  • Alya Dwi Chantika UMRI
  • R. Fresilia Andarina Zaharnika UMRI
  • Shafytrano Atthallah Zidane Riyadi UMRI
  • Diandra Pratama UMRI
  • Nanda Putra Winata UMRI
  • Fitramon Zikra UMRI
  • Perawati UMRI

Kata Kunci:

Etika Berbahasa, Bahasa Indonesia, Generasi Digital, Media Sosial, Literasi Digital

Abstrak

Penelitian ini telah membahas etika berbahasa generasi digital di media sosial sebagai bentuk respons terhadap perubahan pola komunikasi pada era perkembangan teknologi informasi. Permasalahan yang dikaji berkaitan dengan menurunnya kualitas penggunaan bahasa Indonesia di ruang digital yang ditandai oleh dominasi bahasa asing, penggunaan bahasa gaul, serta campur kode dalam interaksi daring. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan pustaka dengan menganalisis berbagai hasil penelitian terdahulu yang relevan. Data diperoleh dari artikel ilmiah, buku, dan dokumen resmi yang kemudian disintesis untuk menemukan pola dan kecenderungan kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi bahasa Indonesia tetap kuat, namun menghadapi tantangan dalam aspek etika berbahasa. Disimpulkan bahwa penguatan literasi digital dan pendidikan bahasa Indonesia diperlukan untuk membentuk generasi yang berbahasa secara santun dan bertanggung jawab di media sosial.

This study examined the language ethics of digital generation in social media as a response to changes in communication patterns in the era of information and communication technology development. The main issue discussed is the decline in the quality of Indonesian language use in digital spaces, characterized by the dominance of foreign languages, the use of slang, and code- mixing in online interactions. The research employed a literature review approach by analyzing various relevant previous studies. Data were collected from scientific articles, books, and official documents, which were then synthesized to identify patterns and research tendencies. The findings indicate that the existence of the Indonesian language remains strong, but it faces challenges in terms of language ethics. It is concluded that strengthening digital literacy and Indonesian language education is necessary to shape a generation that communicates politely and responsibly in social media.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30