PENGARUH FLEKSIBILITAS KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KESEIMBANGAN KEHIDUPAN KERJA KARYAWAN GEN Z
Kata Kunci:
Fleksibilitas Kerja, Komitmen Organisasi, Keseimbangan Kehidupan Kerja, Gen Z, Manajemen Sumber Daya ManusiaAbstrak
Tingginya tingkat masuknya Generasi Z ke dalam angkatan kerja membawa dinamika baru, di mana fleksibilitas dan keseimbangan kehidupan kerja lebih diprioritaskan dibandingkan model kerja konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fleksibilitas kerja dan komitmen organisasi terhadap keseimbangan kehidupan kerja karyawan Generasi Z. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan teknik penyebaran kuesioner elektronik. Sampel penelitian terdiri dari 115 karyawan Generasi Z yang dipilih menggunakan simple random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fleksibilitas kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap keseimbangan kehidupan kerja. Demikian pula, komitmen organisasi terbukti memiliki kontribusi positif terhadap pencapaian keseimbangan kehidupan kerja karyawan. Secara simultan, kedua variabel secara signifikan memprediksi keberhasilan implementasi keseimbangan kehidupan kerja dalam organisasi. Implikasi dari temuan ini adalah manajemen sumber daya manusia harus beradaptasi dengan pengaturan kerja fleksibel yang dinamis dengan tetap mengikat komitmen karyawan melalui budaya perusahaan yang mendukung untuk menjaga retensi dan produktivitas generasi muda.
The high entry rate of Generation Z into the workforce brings new dynamics, where flexibility and work-life balance are prioritized over conventional working models. This study aims to analyze the effect of work flexibility and organizational commitment on the work-life balance of Generation Z employees. The method used is quantitative descriptive analysis using an electronic questionnaire distribution technique. The research sample consisted of 115 Generation Z employees selected using simple random sampling. Data analysis was performed using Multiple Linear Regression. The results showed that work flexibility had a positive and significant effect on work-life balance. Likewise, organizational commitment was proven to have a positive contribution to achieving employee work-life balance. Simultaneously, both variables significantly predict the success of work-life balance implementation in organizations. These findings imply that human resource management must adapt to dynamic flexible working arrangements while still binding employee commitment through a supportive corporate culture to maintain the retention and productivity of the younger generation.




