PENGARUH MOTIVASI DAN KOMITMEN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. INTERNUSA MEGA MANDIRI
Kata Kunci:
Motivasi Kerja, Komitmen Organisasi, Kinerja Karyawan, Regresi Linear Berganda, Industri ManufakturAbstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh gejala menurunnya kedisiplinan kerja di PT Internusa Mega Mandiri, sebuah produsen kemasan karton, yang tampak dari naiknya angka keterlambatan absensi karyawan serta persentase produk cacat (reject) yang secara konsisten melampaui ambang toleransi perusahaan selama periode September 2025 hingga Februari 2026. Studi ini disusun untuk mengukur kontribusi motivasi kerja dan komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan, baik secara terpisah maupun secara bersamaan. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif asosiatif, dengan seluruh 80 karyawan perusahaan dijadikan responden melalui teknik sensus (sampling jenuh). Instrumen kuesioner berskala Likert lima poin disebarkan secara daring, kemudian data diolah dengan regresi linear berganda berbantuan SPSS versi 24, didahului uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Temuan menunjukkan bahwa motivasi kerja maupun komitmen organisasi sama-sama memberi pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan secara parsial, dengan komitmen organisasi menyumbang pengaruh yang jauh lebih besar dibandingkan motivasi kerja. Secara simultan, kedua variabel ini mampu menerangkan variasi kinerja karyawan sebesar 86,7 persen. Temuan ini mengarahkan rekomendasi agar manajemen memprioritaskan penguatan keterikatan psikologis karyawan terhadap perusahaan tanpa mengesampingkan pemenuhan kebutuhan motivasional dasar.
This study responds to a documented decline in work discipline at PT Internusa Mega Mandiri, a carton-packaging manufacturer, evidenced by rising attendance tardiness and product reject rates that consistently exceeded the firm's tolerance threshold between September 2025 and February 2026. The research sought to measure how work motivation and organizational commitment relate to employee performance, both individually and jointly. An associative quantitative design was applied, drawing on the entire workforce of 80 employees through a saturated (census) sampling technique. A five-point Likert questionnaire was distributed online, and the resulting data were processed with multiple linear regression in SPSS 24 following validity, reliability, and classical assumption testing. Findings indicate that work motivation and organizational commitment each exert a positive and significant partial effect on employee performance, with commitment contributing a substantially larger share of that effect than motivation. Jointly, the two predictors account for 86.7 percent of the variance in employee performance. These results suggest that management should prioritize strengthening employees' psychological attachment to the organization while still attending to fundamental motivational needs.




