PENGUNGKAPAN DIRI ORIENTASI SEKSUAL MINORITAS LGB (LESBIAN, GAY & BISEKSUAL)

(Studi Kasus Mahasiswa Kota Tangerang)

Penulis

  • Muhammad Zaki Andiva Kifli Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang
  • Rini Hardiyanti Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang
  • Aulian Khairani Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang

Kata Kunci:

Komunikasi Intrapersonal, Pengungkapan Diri, Orientasi Seksual Minoritas, Lingkungan Sosial, Mahasiswa

Abstrak

Pengungkapan diri mengenai orientasi seksual merupakan proses komunikasi yang tidak terjadi secara spontan, tetapi melalui berbagai pertimbangan intrapersonal sebelum individu memutuskan untuk mengungkapkan identitas dirinya kepada orang lain. Bagi mahasiswa lesbian, gay, dan biseksual (LGB), proses tersebut menjadi lebih kompleks karena dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sosial yang masih mengandung stigma terhadap orientasi seksual minoritas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengungkapan diri orientasi seksual pada mahasiswa LGB di Kota Tangerang, mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakangi keputusan melakukan pengungkapan diri, serta memahami pengalaman sosial yang dialami setelah pengungkapan diri dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap enam mahasiswa LGB di Kota Tangerang dan dianalisis menggunakan Self Disclosure Theory Joseph A. DeVito. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan diri dilakukan secara bertahap melalui proses komunikasi intrapersonal yang melibatkan refleksi diri, pertimbangan terhadap risiko dan manfaat, serta penilaian terhadap tingkat kepercayaan dan keamanan lingkungan sosial. Keputusan melakukan pengungkapan diri dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, sedangkan pengalaman setelah pengungkapan diri menunjukkan respons yang beragam, mulai dari penerimaan dan dukungan hingga stigma, penolakan, serta perlakuan diskriminatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi intrapersonal menjadi landasan utama dalam proses pengungkapan diri mahasiswa LGB, sementara kondisi lingkungan sosial berperan dalam membentuk keputusan dan pengalaman setelah pengungkapan diri dilakukan.

Self-disclosure of sexual orientation is not a spontaneous act but a communication process that involves intrapersonal considerations before individuals decide to reveal their identity to others. For lesbian, gay, and bisexual (LGB) university students, this process is often more complex due to social stigma and the surrounding social environment. This study aims to describe the process of sexual orientation self-disclosure among LGB university students in Tangerang City, identify the factors underlying their decision to disclose their sexual orientation, and explore their social experiences following self-disclosure. This study employed a qualitative approach using a phenomenological method. Data were collected through in-depth interviews with six LGB university students in Tangerang City and analyzed using Joseph A. DeVito’s Self-Disclosure Theory. The findings indicate that self-disclosure occurs gradually through intrapersonal communication, involving self-reflection, consideration of potential risks and benefits, and evaluation of trust and environmental safety. The decision to disclose is influenced by both internal and external factors, while the experiences following self-disclosure vary from acceptance and emotional support to stigma, rejection, and discriminatory treatment. The study concludes that intrapersonal communication serves as the foundation of the self-disclosure process among LGB university students, whereas the social environment plays a significant role in shaping both disclosure decisions and post-disclosure experiences.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30