Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi id-ID Jurnal Multidisiplin Inovatif PENERAPAN KOMUNIKASI SBAR DALAM PELAKSANAAN TIMBANG TERIMA DI RUANGAN IGD RSIA ANNISA PEKANBARU https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20076 <p>Metode komunikasi SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) terbukti mampu meningkatkan kejelasan, ketepatan, dan kelengkapan informasi yang disampaikan antar perawat saat pergantian shift. Studi kasus berbasis Evidence-Based Nursing Practice ini bertujuan untuk menganalisis penerapan komunikasi SBAR dalam pelaksanaan timbang terima di Ruangan IGD RSIA Annisa Pekanbaru. Penerapan dilakukan pada 6 orang perawat dengan desain pretest–posttest selama tiga hari (7–9 Agustus 2025) pada saat shif pagi dan shif siang melalui intervensi berupa sosialisasi, demonstrasi, dan observasi pelaksanaan komunikasi SBAR sesuai SOP. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pengisian kuesioner, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penerapan&nbsp; menunjukkan adanya peningkatan skor&nbsp; dari 15 (kategori kurang) pada pretest menjadi 28 (kategori baik) pada posttest. Penerapan komunikasi SBAR terbukti dapat meningkatkan kualitas proses timbang terima dan meminimalkan risiko miskomunikasi. Disarankan agar pihak rumah sakit mengintegrasikan pelatihan SBAR secara berkesinambungan untuk mendukung meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.</p> <p><em>The SBAR communication method (Situation, Background, Assessment, Recommendation) has been proven to enhance the clarity, accuracy, and completeness of information conveyed between nurses during shift changes. This Evidence-Based Nursing Practice case study aims to analyze the implementation of SBAR communication in the handover process at the Emergency Department of RSIA Annisa Pekanbaru. The study involved six nurses and was conducted using a pretest–posttest design over three days (August 7–9, 2025), through interventions including socialization, demonstration, and observation of SBAR implementation in accordance with the SOP. Data were collected via interviews, observations, and questionnaires, then analyzed descriptively. Results showed an increase in the average score from 15 (poor category) in the pretest to 28 (good category) in the posttest. The implementation of SBAR communication was shown to improve the quality of the handover process and reduce the risk of miscommunication. It is recommended that the hospital continuously integrate SBAR training to support improve the quality of healthcare services.</em></p> Yureya Nita Stefanny Dova Marshenda Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif 2026-02-28 2026-02-28 10 2 KONSEP PEMIMPIN IDEAL AL-FARABI DAN RELEVANSINYA DI TENGAH KRISIS KEPEMIMPINAN DI INDONESIA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20278 <p>Penulisan artikel ini berkiblat untuk mengulas tentang krisis kepemimpinan di Indonesia. De facto, antara ide pemimpin kepemimpinan dan praksis kepemimpinan memiliki garis demarkasi yang lebar. Krisis kepemimpinan tidak dapat dilepaspisahkan dari pola laku para elit politk yang masih jauh dari api panggang kepemimpinan ideal dalam menjalankan kiprah kepemimpinan. Dalam artikel ini, penulis akan mengangkat dan mengupas tuntas beberapa kasus yang dilakukan oleh para elit politik yang berbuntut pada penodaan terhadap fitrah kepemerintahan. Hal inilah, hemat penulis, menjadi indikasi primordial terciptanya krisis kepemimpinan. Mengingat persoalan krisis kepemimpinan adalah sebuah masalah akut di negeri ini, maka salah satu alternatif yang dilakukan untuk menyingkapinya ialah diskursus kritis secara terbuka. Berhadapan dengan realitas patogen krisis kepemimpinan di negeri ini, penulis mencoba untuk membaca dan menilainya dengan menggunakan kerangka konsep tipologi Pemimpin Ideal Al-Farabi, seorang filsuf terkemuka yang lahir dari rahim dunia Islam. Hemat penulis, gema konsep Pemimpin Ideal yang telah lama digagas oleh Al-Farabi membahana hingga sekarang dan relevan untuk digunakan sebagai pisau analitis dalam menganalisis realitas pola laku politik teranyar di Indonesia. Konsep Pemimpin Ideal merupakan respons Al-Farabi terhadap pola laku para elit politik yang menyimpang. Dengan konsep ini, Al-Farabi melancarkan kritikannya. Namun, telos Al-Farabi ialah membangun upaya untuk mentahtahkan utilitas para elit politik pada tempat yang seyogyannya. Penulisan artikel ini dibuat dengan menggunakan metode kepustakaan. Dengan ini, penulis dimudahkan dalam proses pengumpulan data sebagai penyokong setiap argumentasi yang dibangun. Penulis mengelaborasi pelbagai data yang terkumpul dalam bagian pembahasan. Oleh karena itu, penulis berharap agar sidang pembaca dapat membaca artikel ini secara intensif.</p> <p>&nbsp;</p> Varena Hariyanto Fepi Wilfridus Fon Georgius Y. A. Subantar Fidelis Situ Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif 2026-02-28 2026-02-28 10 2 PRINSIP KEPENTINGAN TERBAIK ANAK DALAM PENETAPAN HAK ASUH ANAK DI PENGADILAN AGAMA MAKASSAR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19771 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip kepentingan terbaik anak (the best interests of the child) dalam penetapan hak asuh anak di Pengadilan Agama Makassar melalui studi kasus Putusan Nomor 2179/Pdt.G/2024/PA.Mks. Fokus penelitian meliputi penerapan prinsip tersebut serta faktor-faktor yang memengaruhi pertimbangan hakim dalam menetapkan hak asuh anak pasca perceraian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris. Data diperoleh melalui wawancara dengan hakim sebagai data primer, serta studi peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, dan literatur hukum sebagai data sekunder. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim tidak hanya berpedoman pada ketentuan normatif dalam Kompilasi Hukum Islam, tetapi juga mempertimbangkan kondisi fisik, psikologis, dan emosional anak, kedekatan dengan orang tua, kemampuan pengasuhan, serta stabilitas lingkungan. Penelitian ini menegaskan pentingnya prinsip kepentingan terbaik anak sebagai dasar utama dalam setiap putusan hak asuh anak.</p> <p><em>This study aims to examine the application of the principle of the best interests of the child in determining child custody at the Religious Court of Makassar through a case study of Decision Number 2179/Pdt.G/2024/PA.Mks. The research focuses on the implementation of this principle and the factors influencing judges’ considerations in post-divorce child custody decisions. This study employs a qualitative research method with normative juridical and empirical juridical approaches. Primary data were obtained through interviews with judges of the Religious Court of Makassar, while secondary data were collected from statutory regulations, court decisions, and relevant legal literature. Data were analyzed using a descriptive qualitative method. The findings indicate that judges do not rely solely on normative provisions in the Compilation of Islamic Law but also consider the child’s physical, psychological, and emotional conditions, the child’s closeness to each parent, parenting capacity, and environmental stability. This study emphasizes that the best interests of the child must serve as the primary basis in all child custody rulings to ensure sustainable child welfare and protection.</em></p> A. Nurul Pahira Patimah Nurfaika Ishak Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif 2026-02-28 2026-02-28 10 2 ANALISIS IMPLEMENTASI MARKETING MIX DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN: STUDI KUALITATIF PADA TOKO SHA DIMSUM KOTA CIREBON https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20139 <p>Persaingan usaha kuliner di Kota Cirebon yang semakin kompetitif menuntut pelaku UMKM untuk menerapkan strategi pemasaran yang tepat guna meningkatkan penjualan dan mempertahankan loyalitas konsumen. Toko Sha Dimsum sebagai salah satu usaha kuliner menghadapi tantangan dalam memperluas pangsa pasar di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin mengarah pada pemanfaatan media digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan serta perannya dalam meningkatkan penjualan pada Toko Sha Dimsum di Kota Cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan indikator bauran pemasaran yang meliputi produk, harga, promosi, lokasi, dan pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi promosi melalui media sosial, harga yang terjangkau, kualitas produk yang konsisten, serta lokasi yang strategis berkontribusi terhadap peningkatan frekuensi pembelian, pembelian ulang, dan rekomendasi konsumen. Dengan demikian, penerapan strategi pemasaran yang terintegrasi terbukti efektif dalam meningkatkan penjualan dan memperkuat daya saing usaha.</p> Lita Vina Maharani Aisyah Safitri Muhamadina Nisa’ul Hasanah Gusye Jumantara Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif 2026-02-28 2026-02-28 10 2 SPIRITUALITAS GURU DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN HADIS: ANALISIS FIQH AL-HADIS TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER DALAM PENDIDIKAN ISLAM https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20000 <p>Guru memiliki peran yang strategis dalam menjalankan amanah pendidikan, pengajaran, dan pembentukan karakter Islami para siswa atau murid mereka, terlebih lagi pada lembaga -lembaga pendidikan Islam, yang telah merancang berbagai program pendidikan dan pembinaan karakter islami tersebut. Sejauh ini, kita sering dapatkan bahwa kajian tentang peran guru dalam pendidikan Islam lebih cenderung menitikberatkan pada aspek kompetensi pedagogik dan profesional, sementara aspek spiritualitas guru, sebagai sosok figur di lingkungan sekolah dan asrama untuk model sekolah boarding school, dan berbasis Al-Qur’an dan Hadis masih relatif kurang mendapatkan perhatian. Artikel ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap konsep spiritualitas guru dalam perspektif Al-Qur’an dan Hadis dengan menggunakan pendekatan fiqh al-hadis. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan sumber data utama berupa ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis-hadis sahih yang relevan dengan keteladanan, keikhlasan, amanah, dan akhlak guru. Hasil kajian menunjukkan bahwa spiritualitas guru dalam Islam tidak hanya bersifat ritual-individual, tetapi juga terwujud dalam integritas moral, keteladanan perilaku, dan kesungguhan profesional yang berdampak langsung pada pembentukan karakter peserta didik. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual bagi penguatan pendidikan karakter Islami, khususnya dalam pengembangan kualitas spiritual guru di lembaga pendidikan Islam.</p> Kiagus Abdul Gamal Jannatul Husna Muhammad Chirzin Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif 2026-02-28 2026-02-28 10 2 KLASIFIKASI TEKNIK MEMBACA PUISI DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA: STUDI LITERATUR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20176 <p>Penelitian ini mengkaji berbagai teknik membaca puisi yang dapat diterapkan dalam pembelajaran, serta dampaknya terhadap pemahaman dan apresiasi siswa terhadap puisi. Melalui pengamatan dan analisis teknik-teknik seperti pembacaan eksploratif, analitis, dan emosional, penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana setiap pendekatan dapat memperkaya pengalaman belajar siswa. Dengan memanfaatkan media digital dan strategi pengajaran yang interaktif, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan kurikulum sastra dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam memahami keindahan dan makna puisi.</p> <p><em>This study examines various poetry reading techniques that can be applied in learning, as well as their impact on students' understanding and appreciation of poetry. Through observation and analysis of techniques such as exploratory, analytical, and emotional reading, this study aims to show how each approach can enrich students' learning experiences. By utilizing digital media and interactive teaching strategies, this study is expected to make a positive contribution to the development of the literature curriculum and increase student engagement in understanding the beauty and meaning of poetry.</em></p> Reni Ambarwati Regina Anggraini Syahrani Pane Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif 2026-02-28 2026-02-28 10 2 ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TRIMESTER III DENGAN PENERAPAN TERAPI RELAKSASI BENSON UNTUK MENGATASI KECEMASAN DI PUSKESMAS MELUR PEKANBARU https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20122 <p>Kecemasan pada ibu hamil primigravida trimester III merupakan masalah psikologis yang sering terjadi dan dapat berdampak negatif terhadap ibu maupun janin. perubahan fisik, ketidaksiapan mental, serta ketakutan menghadapi proses persalinan menjadi faktor utama meningkatnya kecemasan. kecemasan yang tidak ditangani dapat berdampak buruk, antara lain menurunkan kualitas tidur, meningkatkan ketegangan emosional, memperpanjang proses persalinan, menyebabkan disfungsi kontraksi, bahkan berisiko menimbulkan stress postpartum. selain itu, kecemasan juga berdampak pada janin berupa gangguan pertumbuhan intrauterin dan risiko kelahiran prematur. teknik relaksasi benson adalah salah satu intervensi secara nonfamakologi yang dapat menurunkan rasa cemas. asuhan keperawatan ini bertujuan untuk menerapkan teknik relaksasi benson untuk mengatasi kecemasan pada ibu hamil trimester iii. asuhan keperawatan ini dilakukan dengan menggunakan metode evidence based practice nursing (ebn) yang dilakukan pada 1 orang responden ibu hamil trimester iii dan dilakukan selama 3 hari dalam waktu 15-10 menit setiap sesinya. instumen kecemasan yang dilakukan dengan menggunakan kuesioner pregnancy related anxiety questionnaire-revised 2 (praq-r2). hasil evaluasi dari intervensi yang dilakuka pasa pasien dengan rata rata tingkat kecemasan setelah dilakukan terapi relaksasi benson yaitu. berdasarkan hasil evaluasi dari slki didapatkan perilaku gelisah menuru. perilaku tegang menurun, verbaisasi kebingungan menurun, verbalisasi khawatir menurun, pola tidur membaik. sehingga dapat disimpulkan terapi relaksasi benson dapat dijadikan alternative terapi nonfarmakologi pada pasien ibu hamil trimester III dengan kecemasan.</p> <p><em>Anxiety in primigravida pregnant women in the third trimester is a common psychological problem that can have a negative impact on both the mother and the fetus. Physical changes, mental unpreparedness, and fear of the delivery process are the main factors contributing to increased anxiety. Unmanaged anxiety can have adverse effects, including reduced sleep quality, increased emotional tension, prolonged delivery process, causing contraction dysfunction, and even the risk of postpartum stress. Additionally, anxiety also affects the fetus in the form of intrauterine growth disorders and the risk of premature birth. Benson relaxation techniques are one non-pharmacological intervention that can reduce feelings of anxiety. This nursing care aims to apply Benson's relaxation technique to overcome anxiety in pregnant women in their third trimester. This nursing care is carried out using the Evidence-Based Practice Nursing (EBN) method, which was performed on one pregnant woman in her third trimester and conducted for three days, with each session lasting 15-10 minutes. Anxiety was measured using the Pregnancy Related Anxiety Questionnaire-Revised 2 (PRAQ-R2). The results of the evaluation of the intervention on patients showed that the average anxiety level after Benson relaxation therapy was. Based on the results of the SLKI evaluation, it was found that restless behavior decreased. Tense behavior decreased, verbal confusion decreased, verbal expression of worry decreased, and sleep patterns improved. Therefore, it can be concluded that Benson relaxation therapy can be used as a non-pharmacological therapy alternative for pregnant women in their third trimester with anxiety.</em></p> Enjel Adelina Fitri Dyna Deswinda Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif 2026-02-28 2026-02-28 10 2 ANALISIS PENGARUH MOTIVASI EKTRINSIK, DISIPLIN KERJA, DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT DELTA MAJALENGKA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19937 <p>Kinerja karyawan memegang peranan penting dalam mendukung keberhasilan perusahaan manufaktur di tengah persaingan yang semakin ketat. Berbagai faktor diyakini memengaruhi kinerja karyawan, di antaranya motivasi ekstrinsik, disiplin kerja, dan dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh motivasi ekstrinsik, disiplin kerja, dan dukungan sosial terhadap kinerja karyawan PT Delta Majalengka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 50 karyawan dan dianalisis menggunakan program SPSS versi 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi ekstrinsik, disiplin kerja, dan dukungan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan disiplin kerja sebagai variabel yang memiliki pengaruh paling dominan.</p> Saematur Rohmah Andini Febriany Mutiarasari Melani Ayunurlita Dedi Muhammad Siddiq Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif 2026-02-28 2026-02-28 10 2 PENGARUH KONSUMSI TELUR REBUS DALAM PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM DI KLINIK PRATAMA RIYANI TAHUN 2025 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20156 <p>Luka perineum yang tidak tertangani dengan baik berisiko menyebabkan infeksi nifas, yang berkontribusi pada angka morbiditas maternal. Protein tinggi, khususnya dari telur rebus, diperlukan untuk regenerasi jaringan sel guna mempercepat proses penyembuhan luka. Namun, budaya pantang makan masih menjadi kendala bagi ibu nifas dalam memenuhi asupan nutrisi tersebut.Mengetahui pengaruh konsumsi telur rebus terhadap percepatan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di Klinik Pratama Riyani Kota Pemalang.Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain Quasi Experiment dengan rancangan two group post-test. Populasi penelitian adalah seluruh ibu nifas dengan luka perineum di Klinik Pratama Riyani pada Desember 2025. Sampel berjumlah 44 orang yang diambil dengan teknik total sampling, dibagi menjadi kelompok intervensi (n=22) yang mengonsumsi 2 butir telur rebus/hari dan kelompok kontrol (n=22) dengan perawatan standar. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon.Karakteristik responden didominasi usia reproduksi sehat (20-35 tahun) dan berpendidikan SMA. Pada kelompok intervensi, mayoritas ibu mengalami penyembuhan luka cepat (&lt; 6 hari) sebanyak 19 orang (86,4%). Sebaliknya, pada kelompok kontrol mayoritas mengalami penyembuhan luka lambat (≥ 6 hari) sebanyak 17 orang (77,3%). Hasil uji statistik menunjukkan rata-rata waktu penyembuhan kelompok intervensi (5,09 hari) lebih cepat dibandingkan kelompok kontrol (6,14 hari) dengan nilai p-value 0,000 (p &lt; 0,05).Terdapat pengaruh yang signifikan pemberian telur rebus terhadap percepatan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Konsumsi telur rebus efektif dalam mempercepat regenerasi jaringan luka. Tenaga kesehatan disarankan memberikan edukasi nutrisi tinggi protein sebagai intervensi murah dan mudah untuk pemulihan pascapersalinan.</p> Mutiarasari Nur Azizah Dwi Astuti Irawati Indrianingrum Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif 2026-02-28 2026-02-28 10 2 KONSTRUKSI SOSIAL PETER L. BERGER DI TENGAH MARAKNYA KETIDAKADILAN TERHADAP MARTABAT PEREMPUAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20111 <p>Konstruksi sosial selalu diidentikkan dengan realitas-realitas yang terjadi dalam lingkungan sosial. Kenyataan sekarang menggambarkan bahwa, perilaku yang dilakukan oleh manusia tidak mencerminkan eksistensinya sebagai manusia. Perempuan adalah kelompok yang paling banyak mengalami ketidakadilan dalam struktur sosial. Ketidakadilan yang dialami oleh kaum perempuan sekarang ini menggambarkan konstruksi sosial yang tidak baik. Peran perempuan hanyalah sebagai istri dan ibu yang baik. Namun, adanya arus globalisasi ini memaksa perempuan keluar dari belenggu ranah domestik dan ikut bekerja di ranah publik. Konstruksi sosial Peter L. Berger dan Luckman berpandangan bahwa kenyataan itu dibangun secara sosial, sehingga sosiologi pengetahuan harus menganalisis proses terjadinya itu. Dalam pengertian individu dalam masyarakat itulah yang membangun masyarakat, maka pengalaman individu tidak terpisahkan dengan masyarakatnya. Individu bukanlah korban fakta sosial, namun sebagai media produksi sekaligus reproduksi yang kreatif dalam mengkonstruksi dunia sosialnya. Hal inilah yang dijelaskan oleh penulis dalam tulisan ini, bagaimana konsep Berger dalam melihat konstruksi sosial yang terjadi dan memberikan sikap preventif untuk meminimalisir tindakan ketidakadilan yang dialami oleh perempuan. Perempuan adalah salah satu bagian dari individu yang perlu mendapatkan realitas baru tanpa mengalami sebuah derita akibat dari langgengnya kekuasaan dari kaum patriarkat.&nbsp; Selain itu penulis akan menjelaskan konsep-konsep dasar dari Peter L. Berger tentang konstruksi sosial dan juga menjelaskan tentang prinsip dasar dari martabat perempuan, sehingga mengantar pembaca untuk lebih memahami dan mendalami konsep Berger di tengah maraknya kasus pelecehan dan kekerasan verbal yang dilakukan oleh kaum laki-laki terhadap kaum marginal (perempuan).</p> <p>Social construction is always identified with the reality that occurs in the social environment. The current reality illustrates that the behavior carried out by humans does not reflect their existence as humans. Women are the group that experience the most injustice in the social structure. The injustices experienced by women today illustrate a bad social construction. The role of women is only as a good wife and mother. However, globalization forces women to get out of the shackles of the domestic spehere and work in the public sprhere. Social construction Peter L. Berger and Luckman are of the view that reality is the result of social construction, so sociological knowledge must analyze the process by which this occurs. In the sense that it is individuals in society who build society, individual experiences cannot be separated from community experiences. Individuals are not victims of social reality, but are media of creative production and reproduction in constructing their social world. This is what the author explains in this article, how Berger's concept is in seeing the social construction that occurs and providing a preventive attitude to minimize acts of injustice experienced by women. Women are one of the individuals who need to achieve a new reality without having to suffer due to the still strong power of patriarchy. Apart from that, the author will explain the basic concepts of Peter L. Berger regarding social construction and also explain the basic principles of women's dignity, thus leading readers to better understand and deepen Berger's concepts amidst the increasing cases of harassment and verbal violence perpetrated by men. Men towards marginalized groups (women).</p> Martinus Sau Rafael Samuel Besi Moricius Owen Reyaan Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif 2026-02-28 2026-02-28 10 2 MODERASI BERAGAMA: DALAM RANGKA MEMBANGUN HUBUNGAN MELALUI KEIKUTSERTAAN DI IDUL ADHA UNTUK MEMPERKUAT HUBUNGAN KRISTEN DAN MUSLIM, SERTA MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN TOLERANSI DI KELURAHAN KEBON MELATI, KECAMATAN TANAH ABANG, JAKARTA PUSAT https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19895 <p>Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai moderasi beragama dan toleransi antarumat beragama melalui partisipasi lintas iman dalam perayaan Idul Adha di Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Program ini melibatkan 40 warga Muslim dan Kristen yang berpartisipasi dalam kegiatan sosial keagamaan, seperti pengemasan dan distribusi daging kurban, serta forum silaturahmi dan dialog terbuka. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas yang menekankan interaksi langsung sebagai strategi membangun relasi sosial yang setara. Berdasarkan data survei sebelum dan sesudah pelaksanaan, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman toleransi: dari 30% menjadi 65% responden yang memiliki pemahaman tinggi. Selain itu, tingkat kepuasan terhadap program juga menunjukkan hasil positif, dengan lebih dari 80% responden memberikan skor 4 dan 5 pada skala kepuasan. Hasil ini menunjukkan bahwa keikutsertaan warga lintas agama dalam kegiatan religius mampu menjadi media pembelajaran sosial yang efektif dalam membangun kohesi sosial. Meskipun demikian, keterbatasan dalam hal durasi kegiatan dan keterlibatan penuh dari seluruh lapisan masyarakat masih menjadi tantangan yang perlu diperhatikan untuk keberlanjutan program. Temuan ini memperkuat hasil penelitian sebelumnya yang menekankan pentingnya praktik langsung dalam membentuk sikap moderat dan inklusif di tengah masyarakat plural.</p> <p><em>This community service program aimed to strengthen the values of religious moderation and interfaith tolerance through cross-faith participation in the celebration of Eid al-Adha in Kebon Melati, Tanah Abang District, Central Jakarta. The program involved 40 Muslim and Christian residents who collaborated in religious-social activities, including the packaging and distribution of sacrificial meat, as well as fellowship gatherings and open dialogue forums. The implementation adopted a community-based participatory approach that emphasized direct interaction as a strategy to build more equitable social relations. Survey data collected before and after the program indicated a significant improvement in tolerance understanding, with the percentage of respondents demonstrating high levels of tolerance increasing from 30% to 65%. Moreover, program satisfaction was notably positive, as over 80% of participants rated the activities with scores of 4 or 5 on the satisfaction scale. These findings suggest that interfaith participation in religious activities can serve as an effective medium of social learning to foster social cohesion. Nevertheless, certain challenges remain, particularly regarding the limited duration of the activities and the incomplete involvement of all community groups. This study reinforces previous research emphasizing the importance of practical, lived experiences in cultivating moderate and inclusive attitudes within pluralistic societies.</em></p> Yosef Yosef Merri Natalia Situmorang Endang Pasaribu Guntur Hamonangan Sahat Silaban Debby Sandra Tendean Kris Banarto Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif 2026-02-28 2026-02-28 10 2 PENGARUH PENDAMPINGAN KELUARGA DALAM PERAWATAN TALI PUSAT TERBUKA TERHADAP LAMANYA PELEPASAN TALI PUSAT DI RS PRIMA MEDIKA PEMALANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20150 <p>Infeksi tali pusat masih menjadi salah satu penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian pada bayi baru lahir. Salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya infeksi adalah lamanya pelepasan tali pusat akibat perawatan yang tidak sesuai anjuran medis, khususnya praktik menutup tali pusat sehingga menjadi lembap. Pendampingan keluarga memiliki peran penting dalam memastikan perawatan tali pusat terbuka dilakukan dengan benar dan konsisten di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendampingan keluarga dalam perawatan tali pusat terbuka terhadap lamanya pelepasan tali pusat pada bayi baru lahir di RS Prima Medika Pemalang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment menggunakan pretest–posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 54 bayi baru lahir yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan pendampingan keluarga dalam perawatan tali pusat terbuka terhadap lamanya pelepasan tali pusat, di mana bayi pada kelompok intervensi mengalami pelepasan tali pusat lebih cepat dibandingkan kelompok kontrol. Pendampingan keluarga terbukti efektif dalam meningkatkan kepatuhan terhadap perawatan tali pusat terbuka, sehingga dapat mempercepat pelepasan tali pusat dan menurunkan risiko infeksi neonatal.</p> <p><em>Umbilical cord infection remains one of the contributing factors to neonatal morbidity and mortality. One factor influencing the occurrence of infection is prolonged umbilical cord separation caused by inappropriate care practices, particularly covering the cord and maintaining moisture. Family assistance plays an important role in ensuring that open umbilical cord care is performed correctly and consistently at home. This study aimed to analyze the effect of family assistance in open umbilical cord care on the duration of umbilical cord separation among newborns at Prima Medika Hospital, Pemalang. This study employed a quantitative method with a quasi-experimental design using a pretest–posttest control group design. The sample consisted of 54 newborns divided into an intervention group and a control group. Data were collected using observation sheets and questionnaires and analyzed using the Wilcoxon Signed Test. The results showed a significant effect of family assistance in open umbilical cord care on the duration of umbilical cord separation, where newborns in the intervention group experienced faster cord separation compared to the control group. Family assistance was proven to be effective in improving adherence to open umbilical cord care, thereby accelerating cord separation and reducing the risk of neonatal infection.</em></p> Siti Fatimah Diah Andriani Noor Azizah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif 2026-02-28 2026-02-28 10 2 PEMANFAATAN MEDIA VIDIO DALAM PEMBELAJARAN IPAS PADA MATERI METAMORFOSIS PADA NYAMUK DEMAM BERDARAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KELAS III SDN LAMPEUDAYA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20096 <p>Rendahnya pemahaman siswa kelas III SD terhadap materi siklus hidup hewan yang bersifat abstrak, khususnya pada topik metamorfosis nyamuk demam bSerdarah. Penggunaan media konvensional dinilai kurang mampu memvisualisasikan proses perubahan bentuk nyamuk secara detail, sehingga berdampak pada hasil belajar siswa yang belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemanfaatan video pembelajaran sebagai media edukatif dan dampaknya terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian siswa kelas III Sekolah Dasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media video efektif dalam meningkatkan pemahaman kognitif siswa.</p> <p><em>The low level of understanding among third-grade elementary school students regarding the animal life cycle material, which is abstract in nature, particularly the topic of dengue mosquito metamorphosis, has become a significant learning challenge. The use of conventional learning media is considered insufficient to visualize the detailed process of mosquito morphological changes, resulting in suboptimal student learning outcomes. This study aimed to describe the utilization of instructional video as an educational medium and its impact on improving students’ learning outcomes. This research employed a qualitative descriptive method. The research subjects were third-grade elementary school students. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted through three stages: data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that instructional video media are effective in enhancing students’ cognitive understanding of the dengue mosquito metamorphosis material.</em></p> Herni Nurhasanah Siti Mayang Sari Nira Rahman Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif 2026-02-28 2026-02-28 10 2 PELATIHAN BIMBINGAN MANASIK UMRAH TEORI DAN PRAKTEK BAGI CALON JAMAAH UMRAH PT ALFA KAZA MUSTIKA (ALFA TOURS) KOTA BENGKULU https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19815 <p>Pelatihan manasik umrah merupakan bagian penting dalam persiapan ibadah umrah bagi setiap umat muslim. Keberhasilan pelatihan ini dapat memastikan bahwa jamaah umrah memiliki pengetahuan yang memadai tentang tata cara dalam pelaksanaan ibadah yang akan dilaksanakan tersebut, serta memahami setiap aspek penting terkait keagaman, sosial dan kesehatan yang berkaitan dengan perjalanan ibadah. Di Kota Bengkulu, KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Umrah)yang merupakan bagian dari Kementerian Agama memiliki peran yang penting dan krusial dalam menyelenggarakan pelatihan ini. Pada pengabdian ini, mahasiswa melakukan pendampingan terhadap pelatihan masik umrah yang di selenggarakan oleh PT Alfa Kaza Mustika (Alfa Tours).&nbsp; Pendampingan ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai pelaksanaan ibadah umrah di Tanah Suci yang lebih. efektif dan berkualitas. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung yaitu dengan diberikan pre-test dan post-test terhadap pelaksanaan pelatihan diskusi dengan fasilitator dan peserta pelatihan serta penyusunan materi dan juga sarann perbaikan berdasarkan evaluasi pelatihan yang dilakukan. Hasil dari pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan efektivitas pelatihan manasik haji umrah yang dilaksanakan oleh PT Alfa Kaza Mustika di Kota Bengkulu serta memberikan manfaat nyata bagi jamaah umrah di Kota Bengkulu dan pengalaman bagi kami dosen, dan mahasiswa Uin Fatmawati Sukarno Bengkulu.&nbsp;</p> <p><em>Umrah ritual training is an essential part of preparing for the umrah pilgrimage for every Muslim. The success of this training ensures that umrah pilgrims have adequate knowledge of the procedures for performing the pilgrimage, as well as understanding all improtant religious, social, and health aspects related to the pilgrimage. In Bengkulu City, thr KBIHU (Hajj and Umrah Guidance Group), part of the Ministry of Religious Affairs, plays a crucial role in organizing this training. In this community service, students provide guidance on Umrah ritual training organized by PT Alfa Kaza Mustika (Alfa Tours). This guidance aims to provide understanding and knowledge regarding the implementation of Umrah pilgrimage in the Holy Land more effectively and with quality. The methods used include direct observation, namely by administering pre-tests and post-test on the implementation of the training, discussion with faciliator and training participants, as well as the preparation of materials and also suggestions for improvement based on the training evalution. The results of this service are expected to improve the quality and effectiveness of the Hajj and Umrah training conducted by PT Alfa Kaza Mustika in Bengkulu City and provide real benefits for Umrah pilgrims in Bengkulu City and experience for us, lecturers and students of Fatmawati Sukarno State Islamic Bengkulu.</em></p> Amanda Rismeiria Idwal B Khozin Zaki Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif 2026-02-28 2026-02-28 10 2 PERKAWINAN DINI DALAM PERSPEKTIF SOSIAL DAN IMAN: ANALISIS FAKTOR PENYEBAB, DAMPAK, DAN PERAN GEREJA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20144 <p>Penhetahuan mengenai Perkawinan dini merupakan persoalan sosial yang terus terjadi di Indonesia dan menimbulkan berbagai dampak negatif bagi individu, keluarga, dan masyarakat. Dalam tulisan Artikel ini bertujuan untuk mengkaji perkawinan dini dalam perspektif sosial dan iman dengan menganalisis faktor penyebab, dampak yang ditimbulkan, serta peran Gereja dalam upaya pencegahannya.&nbsp; Dalam Metode penulisan yang digunakan adalah kajian literatur terhadap berbagai sumber internasional dan nasional, serta analisis konseptual dengan menggunakan teori ketidaksetaraan gender, kemiskinan struktural, kontrol sosial, dan perubahan sosial. Dalam Hasil kajian menunjukkan bahwa perkawinan dini dipengaruhi oleh faktor ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan, budaya patriarkal, tekanan norma sosial, serta perkembangan teknologi informasi yang berdampak pada perilaku moral remaja. Praktik perkawinan dini membawa dampak serius, terutama bagi pasangan yang terlibat, seperti risiko kesehatan reproduksi, ketidaksiapan psikologis, konflik rumah tangga, serta terputusnya akses pendidikan. Dampak tersebut juga meluas pada keluarga dan masyarakat dalam bentuk ketidakstabilan ekonomi, rendahnya kualitas sumber daya manusia, dan berlanjutnya lingkaran kemiskinan. Dalam pandangan Gereja, perkawinan dipahami sebagai sakramen dan panggilan suci yang menuntut kedewasaan, kebebasan, serta tanggung jawab penuh, sehingga perkawinan dini dinilai tidak sesuai dengan martabat manusia dan ajaran iman Kristen. Gereja selalu berperan penting melalui pendampingan pastoral, pendidikan iman, katekese perkawinan, perlindungan anak, serta kerja sama dengan keluarga dan masyarakat untuk mencegah praktik perkawinan dini dan membangun kehidupan keluarga yang lebih dewasa dan bertanggung jawab.</p> <p>Knowledge regarding early marriage is a persistent social problem in Indonesia and has various negative impacts on individuals, families, and society. This article aims to examine early marriage from a social and faith perspective by analyzing the causal factors, impacts, and the role of the Church in preventing it. The writing method used is a literature review of various international and national sources, as well as a conceptual analysis using theories of gender inequality, structural poverty, social control, and social change. The study results indicate that early marriage is influenced by economic factors, low levels of education, patriarchal culture, pressure from social norms, and the development of information technology, which impacts adolescents' moral behavior. The practice of early marriage has serious impacts, especially for the couples involved, such as reproductive health risks, psychological unpreparedness, marital conflict, and interrupted access to education. These impacts also extend to families and society in the form of economic instability, low quality human resources, and the perpetuation of the cycle of poverty. In the Church's view, marriage is understood as a sacrament and a sacred calling that demands maturity, freedom, and full responsibility. Therefore, early marriage is deemed incompatible with human dignity and the teachings of the Christian faith. The Church has always played an important role through pastoral care, faith education, marriage catechesis, child protection, and cooperation with families and communities to prevent the practice of early marriage and build a more mature and responsible family life.</p> Lukas Tabora Epifanius Dhay Boa Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif 2026-02-28 2026-02-28 10 2 HARMONI BUDAYA DAN MAKNA RITUS LIKUP LEWOR PADA MASYARAKAT LAMAHOLOT DI DESA ATAKORE https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20063 <p>Artikel ini membahas ritus Likup Lewor pada masyarakat Lamaholot di Desa Atakore sebagai salah satu warisan budaya yang mencerminkan harmoni antara manusia, alam, dan kekuatan ilahi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tahapan pelaksanaan ritus, menganalisis makna simbolik di dalamnya, serta menjelaskan relevansi nilai budaya tersebut bagi kehidupan masyarakat Lamaholot saat ini. Melalui pendekatan deskriptif-kualitatif berbasis studi literatur dan wawancara adat, tulisan ini menguraikan proses persiapan ritual, peran para tokoh adat seperti Leben, Tuan Tanah, Mituak dan Temuhu Kenahin Alepei, serta penggunaan simbol-simbol sakral seperti balam, kemiri, tuak, darah babi, tanah dan air. Ritus Likup Lewor terbukti tidak hanya menjadi sarana perlindungan terhadap ancaman eksternal, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial, meneguhkan identitas budaya, dan menghidupkan keyakinan religius masyarakat melalui konsep kosmologis Lera Wulan Tanah Ekan. Simbolisme kosmis, praktik kolektif dan penghormatan kepada leluhur menjadikan ritus ini sebagai wujud nyata keseimbangan kosmis serta sarana pewarisan nilai budaya lintas generasi. Dengan demikian, Likup Lewor bukan hanya ritual adat, tetapi juga mekanisme sosial dan religius yang mempertahankan keharmonisan hidup masyarakat Lamaholot.</p> Bartolomeus Apa Lerek Lusius Sneo Lasar Wilfridus Fon Stefanus Febrianto Raharjo Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif 2026-02-28 2026-02-28 10 2 PENGARUH AKUPRESUR TERHADAP PENINGKATAN KONTRAKSI YANG ADEKUAT PADA IBU BERSALIN DI PMB ROHMAH https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20212 <p>Persalinan merupakan proses fisiologis yang memerlukan kontraksi uterus yang adekuat untuk mendukung kemajuan persalinan. Kontraksi yang tidak efektif dapat menyebabkan persalinan lama dan meningkatkan risiko komplikasi pada ibu dan bayi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk meningkatkan kontraksi adalah akupresur pada titik LI4 dan SP6. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh akupresur terhadap peningkatan kontraksi yang adekuat pada ibu bersalin di PMB Rohmah.Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode quasi experimental melalui pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian sebanyak 42 ibu bersalin yang memenuhi kriteria inklusi dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi kontraksi uterus sebelum dan sesudah intervensi akupresur selama ±15 menit. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal berdasarkan uji Shapiro-Wilk (p&lt;0,05).Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami kontraksi sedang (52,4%) dan lemah (47,6%). Setelah diberikan akupresur, mayoritas responden mengalami peningkatan kontraksi menjadi kuat (66,7%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,000 (&lt;0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan akupresur terhadap peningkatan kontraksi uterus pada ibu bersalin.Kesimpulan penelitian ini adalah akupresur pada titik LI4 dan SP6 efektif meningkatkan kontraksi yang adekuat pada ibu bersalin di PMB Rohmah. Akupresur dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis yang aman dan sederhana dalam mendukung proses persalinan normal.</p> Rini Nor Asiyah Nasriyah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif 2026-02-28 2026-02-28 10 2 ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. A DENGAN DIAGNOSIS GASTRITIS MELALUI INTERVENSI KONSUMSI AIR PERASAN KUNYIT DI KELURAHAN GEGERKALONG KECAMATAN SUKASARI KOTA BANDUNG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20131 <p>Gastritis merupakan peradangan pada mukosa lambung yang dapat disebabkan oleh pola makan tidak teratur, stres, konsumsi obat-obatan tertentu, serta infeksi Helicobacter pylori. Kondisi ini sering menimbulkan keluhan nyeri ulu hati, mual, muntah, lemas, dan penurunan nafsu makan. Penanganan gastritis tidak hanya melalui terapi farmakologis, tetapi juga dapat dikombinasikan dengan terapi nonfarmakologis. Salah satu terapi herbal yang mudah diterapkan adalah kunyit, yang mengandung kurkuminoid dan minyak atsiri dengan efek antiinflamasi dan gastroprotektif sehingga dapat membantu menurunkan nyeri lambung. Memberikan asuhan keperawatan mengenai penerapan terapi pemberian air perasan kunyit terhadap penurunan nyeri pada klien penderita gastritis. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan berbasis Evidence Based Practice. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pengkajian nyeri menggunakan metode PQRST dan skala nyeri numerik, penetapan diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Hasil asuhan keperawatan yang dilakukan selama tujuh hari menunjukkan adanya penurunan skala nyeri secara bertahap dari skala awal 5 (nyeri sedang) hingga skala 0 (tidak nyeri) setelah diberikan terapi air perasan kunyit dua kali sehari setelah makan. Klien juga melaporkan berkurangnya keluhan mual dan meningkatnya kenyamanan. Simpulan dari studi kasus ini menunjukkan bahwa terapi pemberian air perasan kunyit efektif dalam menurunkan nyeri pada penderita gastritis. Terapi ini diharapkan dapat menjadi intervensi keperawatan komplementer yang mudah, murah, dan dapat dilakukan secara mandiri oleh penderita gastritis.</p> <p><em>Gastritis is an inflammation of the gastric mucosa that can be caused by irregular eating patterns, stress, the use of certain medications, and infection with Helicobacter pylori. This condition commonly presents with symptoms such as epigastric pain, nausea, vomiting, weakness, decreased appetite, and gastrointestinal bleeding. In addition to pharmacological therapy, non-pharmacological interventions are needed to manage gastritis symptoms. Turmeric is a traditional herbal plant that contains curcuminoids and essential oils with anti-inflammatory and gastroprotective effects, which may help reduce gastric pain. To provide nursing care related to the application of turmeric juice therapy in reducing pain among patients with gastritis. This study used a case study design with a nursing care approach based on Evidence-Based Practice. Data were collected through interviews, observation, physical examination, pain assessment using the PQRST method and numeric pain scale, nursing diagnosis formulation, planning, implementation, and evaluation. The results of nursing care conducted for seven days showed a gradual reduction in pain intensity from an initial scale of 5 (moderate pain) to 0 (no pain) after the administration of turmeric juice twice daily after meals. Patients also reported reduced nausea and improved comfort. The conclusion of this case study indicates that turmeric juice therapy is effective in reducing pain in patients with gastritis. This intervention can be considered a complementary nursing therapy that is simple, affordable, and can be independently applied by patients with gastritis. </em></p> Metilda Muhammad Iqbal Sutisna Intan Kurnia Ramadhan Asti Khoirunisah Yulianti Reva Yusilia Ayu Dewi Naila Agustin Muhammad Raihan Amanulloh Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif 2026-02-28 2026-02-28 10 2 PERUBAHAN NILAI KELUARGA DI ERA MODERN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19996 <p>Keluarga merupakan institusi sosial yang memiliki peran fundamental dalam membentuk karakter, nilai, dan identitas individu. Namun, di era modern yang ditandai oleh globalisasi, urbanisasi, serta perkembangan teknologi digital, nilai-nilai keluarga mengalami transformasi yang signifikan. Pola tradisional yang menekankan hierarki, kebersamaan, dan peran gender yang kaku kini bergeser menuju struktur yang lebih egaliter, fleksibel, dan adaptif. Perubahan ini terlihat dalam meningkatnya kesetaraan peran antara laki-laki dan perempuan, keterlibatan ayah dalam pengasuhan, serta keterbukaan terhadap nilai kebebasan individu dan privasi. Di sisi lain, modernisasi juga membawa tantangan berupa meningkatnya individualisme, keterasingan emosional, serta konflik nilai antar generasi. Perbedaan cara pandang antara generasi tua yang berpegang pada tradisi dan generasi muda yang lebih akrab dengan nilai modern sering menimbulkan ketegangan dalam keluarga. Meski demikian, perubahan nilai keluarga di era modern tidak semata-mata melemahkan institusi keluarga, melainkan membuka peluang untuk membangun pola interaksi yang lebih demokratis, seimbang, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan demikian, studi tentang perubahan nilai keluarga di era modern menegaskan pentingnya adaptasi, komunikasi antar generasi, serta kesadaran kolektif dalam menjaga keharmonisan. Keluarga yang mampu mengintegrasikan tradisi dengan modernitas akan tetap menjadi fondasi kokoh bagi perkembangan individu dan masyarakat di tengah dinamika global.</p> Bartolomeus Apa Lerek Lusius Sneo Lasar Varena Hariyanto Fepi Filemon Zakarias Saha Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif 2026-02-28 2026-02-28 10 2 KONSEP TANA WA AWANG ETA: EKOESKATOLOGI DALAM SIMBOLISME ALAM BUDAYA MANGGARAI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20170 <p>Fenomena degradasi lingkungan yang semakin meluas telah mendorong lahirnya pendekatan teologis yang mengintegrasikan dimensi ekologis dan eskatologis, dikenal sebagai ekoeskatologi. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis simbol-simbol alam dalam kebudayaan masyarakat Manggarai, Flores, sebagai representasi spiritual yang mengandung makna tentang asal-usul, perjalanan hidup, kematian, dan harapan akan pemulihan kosmik. Dengan menggunakan pendekatan teologis-kultural dan metode etnografis, penelitian ini menelaah elemen-elemen alam seperti tanah, air, gunung, dan langit yang diposisikan secara sakral dalam ritus dan narasi kolektif masyarakat Manggarai. Hasil kajian menunjukkan bahwa relasi antara manusia dan alam dalam budaya Manggarai tidak hanya bersifat ekologis, tetapi juga mengandung dimensi transendental yang merefleksikan kesadaran akan keterhubungan kosmik. Temuan ini memperlihatkan bahwa spiritualitas ekologis berbasis kearifan lokal dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan wacana ekoeskatologi yang kontekstual dan relevan dalam menghadapi tantangan krisis lingkungan global.</p> <p><em>The phenomenon of widespread environmental degradation has led to the emergence of a theological approach that integrates ecological and eschatological dimensions, known as eco-eschatology. This study aims to identify and analyze natural symbols in the culture of the Manggarai people of Flores as spiritual representations that contain meanings about origins, life journeys, death, and hopes for cosmic restoration. Using a theological-cultural approach and ethnographic methods, this study examines natural elements such as soil, water, mountains, and&nbsp; the sky, which are positioned as sacred in the rituals and collective narratives of the Manggarai people. The results of the study show that the relationship between humans and nature in Manggarai culture is not only ecological but also contains a transcendental dimension that reflects an awareness of cosmic interconnectedness. These findings show that ecological spirituality based on local wisdom can make a significant contribution to the development of a contextual and relevant eco-eschatological discourse in facing the challenges of the global environmental crisis.</em></p> Georgius Y. A. Subantar Varena Hariyanto Fepi Remigius Rasul Fidelis Situ Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif 2026-02-28 2026-02-28 10 2 PEMANFAATAN VIDEO PEMBELAJARAN PADA SISTEM PENCERNAAN DAN NUTRISI UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA KELAS V https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20118 <p>Literasi sains merupakan kemampuan penting yang perlu dikembangkan sejak sekolah dasar agar siswa mampu memahami konsep sains dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Pembelajaran IPA masih sering bersifat konvensional sehingga kurang melibatkan siswa secara aktif, terutama pada materi proses pencernaan dan nutrisi yang bersifat abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan video pembelajaran pada materi proses pencernaan dan nutrisi dalam meningkatkan literasi sains siswa kelas V. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas V dan guru di MIT Al-Jannah, Kota Banda Aceh. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan video pembelajaran mampu meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan pemahaman siswa terhadap materi IPA. Siswa lebih fokus, aktif berdiskusi, serta mampu menjelaskan konsep pencernaan dan nutrisi dengan baik. Video pembelajaran juga membantu guru dalam menyampaikan materi secara lebih efektif dan menarik.</p> <p><em>Science literacy is an essential skill that should be developed from the elementary school level to enable students to understand scientific concepts and relate them to everyday life. However, science learning is still often conducted using conventional methods, resulting in limited student engagement, particularly in abstract topics such as the digestive system and nutrition. This study aims to describe the use of learning videos on digestive system and nutrition materials to improve fifth-grade students’ science literacy. The study employed a qualitative descriptive approach. The research subjects were fifth-grade students and a classroom teacher at MIT Al-Jannah, Banda Aceh. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The results indicate that the use of learning videos increased students’ engagement, motivation, and understanding of science content. Students became more focused, actively participated in discussions, and were able to explain concepts related to digestion and nutrition effectively. In addition, learning videos assisted teachers in delivering material more clearly, effectively, and attractively.</em></p> Maghfirah Siti Mayang Sari Tati Alifah Ratnamaya Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif 2026-02-28 2026-02-28 10 2 PERAN GENERASI MUDA DALAM PELESTARIAN BAHASA DAERAH https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19912 <p>Bahasa daerah merupakan salah satu unsur fundamental dalam membentuk identitas budaya suatu masyarakat. Ia tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai wadah yang menyimpan nilai, tradisi, serta cara pandang hidup yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di tengah arus globalisasi dan dominasi bahasa nasional maupun internasional, bahasa daerah menghadapi tantangan serius berupa penurunan penggunaan dan risiko kepunahan. Kehilangan bahasa daerah berarti kehilangan sebagian identitas budaya, kearifan lokal, dan simbol kebanggaan kolektif. Penelitian mengenai pentingnya bahasa daerah sebagai identitas budaya menegaskan bahwa bahasa ibu memiliki peran strategis dalam memperkuat solidaritas sosial, menjaga keberagaman, serta membangun jati diri bangsa. Bahasa daerah juga menjadi medium utama dalam upacara adat, sastra lisan, dan ekspresi seni tradisional, sehingga pelestariannya berhubungan langsung dengan keberlanjutan budaya. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran kolektif dan strategi pelestarian yang komprehensif, seperti integrasi bahasa daerah dalam kurikulum pendidikan, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan komunitas bahasa.&nbsp; Dengan demikian, bahasa daerah bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan aset budaya yang harus dijaga dan dikembangkan agar tetap relevan di era modern. Melestarikan bahasa daerah berarti melestarikan identitas, memperkuat kebanggaan, dan memastikan keberlanjutan budaya bangsa di tengah dinamika global.</p> Bartolomeus Apa Lerek Lusius Sneo Lasar Yohanes Evaristus Onsa Edo Filemon Zakarias Saha Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif 2026-02-28 2026-02-28 10 2 PENGARUH INSIASI MENYUSU DINI (IMD) TERHADAP PENGELUARAN KOLOSTRUM PADA IBU POST-SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT PRIMA MEDIKA PEMALANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20151 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya angka persalinan melalui sectio caesarea (SC) berpotensi menyebabkan keterlambatan pengeluaran kolostrum akibat efek anestesi, nyeri, dan keterbatasan mobilitas ibu. Padahal kolostrum berperan penting dalam pembentukan sistem imun bayi. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan intervensi efektif yang mampu mempercepat pengeluaran kolostrum melalui stimulasi hormon oksitosin dan prolaktin, sekaligus memperkuat ikatan ibu-bayi. Landasan teori menjelaskan bahwa IMD adalah kontak kulit ke kulit antara ibu dan bayi segera setelah lahir selama minimal 60–90 menit, yang memberikan manfaat fisiologis, psikologis, imunologis, serta membantu stabilisasi suhu dan respirasi bayi, bahkan dapat dilakukan pada ibu post-SC dengan dukungan tenaga medis. Pengeluaran kolostrum dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti jenis persalinan, nyeri, stres, usia, paritas, anestesi, dan pelaksanaan IMD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan desain one group pretest–posttest. Populasi penelitian adalah seluruh ibu post-sectio caesarea di Rumah Sakit Prima Medika Pemalang sebanyak 518 orang, dengan sampel 52 responden yang diambil melalui teknik purposive sampling. Variabel bebas yakni IMD dan variabel terikat waktu pengeluaran kolostrum. Data yang akan dikumpulkan melalui observasi klinis dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan taraf signifikansi 0,05 untuk mengetahui pengaruh IMD terhadap percepatan pengeluaran kolostrum.</p> Riska Desiariana Diah Andriani Noor Azizah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif 2026-02-28 2026-02-28 10 2 SKRIPSI PENGARUH MOTIVASI BELAJAR, LINGKUNGAN BELAJAR, DAN DISIPLIN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI MAN SURABAYA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20099 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar, lingkungan belajar, dan disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa di MAN Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa MAN Surabaya, dengan sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 100 siswa. Data dikumpulkan melalui angket dan dokumentasi nilai hasil belajar siswa. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel motivasi belajar, lingkungan belajar, dan disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar, lingkungan belajar, dan disiplin belajar secara simultan berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa. Secara parsial, motivasi belajar memiliki pengaruh positif dan signifikan, lingkungan belajar berpengaruh positif tetapi kurang signifikan, sedangkan disiplin belajar memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan motivasi, pembenahan lingkungan belajar, dan penerapan disiplin yang baik dapat meningkatkan hasil belajar siswa.</p> Afif Rofi Ubaidillah Eli Masnawati Sirojuddin Abror Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif 2026-02-28 2026-02-28 10 2 PENERAPAN TEKNIK MENYIMAK PADA MATERI IKLAN DAN PIDATO UNTUK SISWA SMP https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19843 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan teknik menyimak dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi iklan nonkomersial berbentuk audiovisual dan pidato di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, yaitu menelaah berbagai sumber tertulis berupa buku dan artikel jurnal ilmiah yang relevan dengan pembelajaran menyimak dan teknik menyimak. Data penelitian berupa data sekunder yang dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan teknik menyimak perlu disesuaikan dengan karakteristik teks lisan yang disimak. Pada materi iklan nonkomersial berbentuk audiovisual, teknik menyimak selektif dan intensif lebih sesuai karena membantu peserta didik memfokuskan perhatian pada pesan utama dan makna tersirat yang disampaikan secara singkat dan multimodal. Sementara itu, pada materi pidato, teknik menyimak konsentratif dan kritis lebih relevan karena memungkinkan peserta didik memahami struktur gagasan, mengevaluasi isi, serta memberikan tanggapan terhadap pesan lisan yang bersifat argumentatif. Selain itu, penerapan teknik menyimak yang tepat mengarahkan peserta didik melalui tahapan proses menyimak secara bertahap dan sistematis.</p> <p><em>This study aims to examine the application of listening techniques in Indonesian language learning on non-commercial audiovisual advertisements and speech materials at the junior secondary school level. The research employed a qualitative approach using a library research method by reviewing various written sources, including books and scholarly journal articles relevant to listening skills and listening techniques in language learning. The data consisted of secondary data, which were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the application of listening techniques should be adjusted to the characteristics of the spoken texts being listened to. In learning non-commercial audiovisual advertisements, selective and intensive listening techniques are more appropriate because they help students focus on the main message and implicit meanings conveyed briefly and multimodally. Meanwhile, for speech materials, concentrative and critical listening techniques are more relevant as they enable students to understand the structure of ideas, evaluate the content, and respond to argumentative spoken messages. In addition, the appropriate application of listening techniques guides students through the stages of the listening process systematically and gradually.</em></p> Regina Anggraini Rika Ningsih Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif 2026-02-28 2026-02-28 10 2 SISTEM EKONOMI ISLAM SEBAGAI ALTERNATIF TERHADAP KAPITALIUSME GLOBAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20147 <p>Kapitalisme global telah menjadi sistem ekonomi dominan yang mengatur aktivitas ekonomi dunia. Meskipun mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, sistem ini juga menimbulkan berbagai persoalan serius, seperti kesenjangan sosial, krisis ekonomi berulang, eksploitasi sumber daya, dan melemahnya nilai keadilan. Kondisi ini menunjukkan adanya kelemahan struktural dalam kapitalisme yang tidak mampu menciptakan kesejahteraan yang merata. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem alternatif yang lebih berorientasi pada keadilan dan kemaslahatan umat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem ekonomi Islam sebagai alternatif terhadap kapitalisme global serta mengkaji relevansinya dalam menjawab berbagai problem ekonomi kontemporer. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi pustaka terhadap buku, jurnal ilmiah, dan sumber-sumber terpercaya yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ekonomi Islam memiliki prinsip dasar seperti tauhid, keadilan (al-‘adl), keseimbangan (tawazun), larangan riba, gharar, dan maysir, serta mekanisme distribusi kekayaan melalui zakat, infak, dan wakaf. Prinsip-prinsip ini mampu mendorong keadilan sosial, menjaga stabilitas ekonomi, dan menciptakan kesejahteraan yang lebih merata. Dengan demikian, sistem ekonomi Islam tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga memiliki potensi praktis sebagai solusi terhadap krisis kapitalisme global.</p> <p><em>Global capitalism has become the dominant economic system governing world economic activities. Although it has succeeded in driving economic growth, this system has also generated serious problems, such as social inequality, recurring economic crises, resource exploitation, and the erosion of justice values. These conditions indicate structural weaknesses in capitalism that fail to create equitable welfare. Therefore, an alternative system that is more oriented toward justice and public welfare is urgently needed. This study aims to analyze the Islamic economic system as an alternative to global capitalism and to examine its relevance in addressing contemporary economic problems. The research employs a qualitative method with a descriptive-analytical approach through a literature review of books, academic journals, and other relevant sources. The results show that the Islamic economic system is based on fundamental principles such as tawhid, justice (al-‘adl), balance (tawazun), the prohibition of riba, gharar, and maysir, as well as wealth distribution mechanisms through zakat, infaq, and waqf. These principles promote social justice, maintain economic stability, and create more equitable prosperity. Thus, the Islamic economic system is not merely normative but also has practical potential as a solution to the crisis of global capitalism.</em></p> Aiedil Pebri Suwarna Muh.Ridwan Malik Mustabsyirah Nur Asisah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif 2026-02-28 2026-02-28 10 2