Jurnal Multidisiplin Inovatif
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi
id-IDJurnal Multidisiplin InovatifLITERASI DIGITAL SEBAGAI STRATEGI MEREDAM KONFLIK SARA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/22472
<p>Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam peran literasi digital sebagai strategi untuk menekan konflik berbasis Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) di ruang digital. Dalam konteks Indonesia, konflik SARA kerap dipicu dan diperburuk oleh maraknya disinformasi, ujaran kebencian, serta pembingkaian narasi media yang tidak berimbang. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis kritis, penelitian ini menelaah hubungan antara rendahnya tingkat literasi digital dan meningkatnya eskalasi konflik sosial di media sosial. Temuan penelitian menunjukkan bahwa literasi digital tidak terbatas pada kemampuan teknis dalam mengakses dan menggunakan informasi, tetapi juga mencakup aspek berpikir kritis, kesadaran etis, serta pemahaman kewarganegaraan digital. Penguatan literasi digital berkontribusi pada meningkatnya kemampuan masyarakat dalam memverifikasi informasi, mengelola emosi saat berinteraksi di ruang daring, serta menumbuhkan sikap toleran dalam kehidupan multikultural. Oleh karena itu, literasi digital dapat dipandang sebagai instrumen strategis dalam memperkuat ketahanan sosial dan mencegah polarisasi berbasis identitas di era digital.</p> <p><em>This study aims to examine in depth the role of digital literacy as a strategy to reduce conflicts based on ethnicity, religion, race, and intergroup relations (SARA) in the digital space. In the Indonesian context, SARA conflicts are often triggered and exacerbated by rampant disinformation, hate speech, and unbalanced media narratives. Through a qualitative approach using literature study and critical analysis methods, this study examines the relationship between low levels of digital literacy and the escalation of social conflicts on social media. The findings show that digital literacy is not limited to the technical ability to access and use information, but also includes critical thinking, ethical awareness, and an understanding of digital citizenship. Strengthening digital literacy contributes to increasing the community's ability to verify information, manage emotions when interacting in online spaces, and foster tolerance in multicultural life. Therefore, digital literacy can be seen as a strategic instrument in strengthening social resilience and preventing identity-based polarization in the digital age.</em></p>Rifki Dwi NaufalNurmala Dwi WinataRatu Syiva UlayyaDiki Jamaluddin IkhsanRatna Sari Dewi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN SISWA MELALUI INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DI MADRASAH AS SYUKURIYAH
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/22620
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi serta tingkat efektivitas pembentukan karakter disiplin peserta didik melalui pendidikan Islam di Madrasah As Syukuriyah. Karakter disiplin menjadi faktor yang sangat penting bagi keberhasilan akademik sekaligus pembentukan kepribadian siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap guru dan siswa, serta penelaahan dokumen kurikulum. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembentukan kedisiplinan di Madrasah As Syukuriyah dilaksanakan melalui pendekatan terpadu, yang mencakup penanaman nilai tauhid, pembiasaan ibadah secara rutin, serta keteladanan guru (uswatun hasanah). Penerapan kurikulum berbasis pesantren memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih manajemen waktu dan rasa tanggung jawab secara berkelanjutan. Hasil ini sejalan dengan teori pendidikan karakter yang menekankan peran lingkungan sosial-religius dalam membentuk kebiasaan positif. Meskipun dihadapkan pada tantangan berupa pengaruh budaya digital, pendekatan yang menggabungkan disiplin diri (self-discipline) yang dilandasi kesadaran religius terbukti mampu meningkatkan taraf kedisiplinan siswa secara nyata. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kerja sama antara madrasah dan orang tua demi menjaga konsistensi pembiasaan di lingkungan rumah.</p> <p><em>This study aims to analyze the strategies and effectiveness of developing students' disciplinary character through Islamic education at Madrasah As Syukuriyah. Disciplinary character is a crucial aspect of academic success and the formation of students' personalities. This research employs a descriptive qualitative method with a case study approach. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with teachers and students, as well as curriculum documentation. The findings indicate that the development of discipline at Madrasah As Syukuriyah is carried out through an integrative approach, which includes the inculcation of tauhid (monotheistic) values, consistent religious routines, and teacher role modeling (uswatun hasanah). The implementation of a pesantren-based curriculum provides students with opportunities to practice time management and responsibility consistently. These findings align with character education theories that emphasize the importance of a socio-religious environment in shaping positive habituation. Despite challenges posed by the influence of digital culture, the approach that integrates self-discipline based on religious awareness has proven to significantly improve students' level of discipline. This study recommends strengthening collaboration between the madrasah and parents to ensure consistency in habituation at home.</em></p>Heti Sumi LestariSiti NurherlinaIin IndrianiKun Nurachadijat
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106PENGARUH INTENSITAS PENGGUNAAN GADGET TERHADAP TINGKAT AKTIVITAS FISIK MAHASISWA JURUSAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HALU OLEO”
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23415
<p>Penggunaan gadget oleh mahasiswa semakin meningkat karena kemajuan teknologi digital terus berkembang. Tingginya penggunaan perangkat tersebut bisa mengganggu aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana edukasi penggunaan gadget mempengaruhi pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya melakukan aktivitas fisik, khususnya pada mahasiswa Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat di Universitas Halu Oleo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Pre-Experimental One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian ini terdiri dari 51 mahasiswa yang dipilih sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Data diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan pada saat uji pre test dan post tes untuk mengukur perubahan pemahaman mengenai penggunaan perangkat elektronik dan aktivitas fisik. Analisis data dilakukan dengan membandingkan rata-rata skor sebelum dan setelah intervensi menggunakan uji paired t-test. Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan responden naik dari 80,06 dengan standar deviasi 10,91 pada tes awal menjadi 91,36 dengan standar deviasi 8,66 pada tes akhir. Uji statistik menunjukkan ada perbedaan yang sangat signifikan antara skor tes sebelumnya dan setelahnya (p < 0,001). Oleh karena itu, pendekatan berupa edukasi bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam mengatur penggunaan gadget dan aktivitas fisik, sehingga membantu menjaga kesehatan serta meningkatkan kualitas hidup mereka.</p> <p><em>The use of gadgets by college students is on the rise as digital technology continues to advance. The high level of gadget use can interfere with physical activity. This study aims to examine how education on gadget use influences students’ understanding of the importance of physical activity, particularly among students in the Department of Public Health at Halu Oleo University. The study employed a quantitative approach using a pre-experimental, one-group pretest-posttest design. The study subjects consisted of 51 students selected according to predetermined criteria. Data were collected via questionnaires administered during the pretest and posttest phases to measure changes in understanding regarding the use of electronic devices and physical activity. Data analysis involved comparing the mean scores before and after the intervention using a paired t-test. The study showed that the respondents’ average knowledge score increased from 80.06 with a standard deviation of 10.91 on the pretest to 91.36 with a standard deviation of 8.66 on the posttest. Statistical analysis revealed a highly significant difference between the pretest and posttest scores (p < 0.001). Therefore, an educational approach can be one way to improve students’ understanding of how to balance their use of gadgets with physical activity, thereby helping them maintain their health and improve their quality of life.</em></p>RahmanAgnes Mersatika HartoyoZulfita
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106EVALUASI PENGGUNAAN RAMBU LALU LINTAS PADA SIMPANG BERSINYAL (LAMPU MERAH KOTA ENREKANG)
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23531
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik lalu lintas, kondisi rambu lalu lintas, serta tingkat kepatuhan pengguna jalan pada simpang empat bersinyal di Kota Enrekang. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui sejauh mana sistem pengaturan lalu lintas yang ada mampu mendukung keselamatan dan kelancaran arus kendaraan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei dan observasi langsung di lapangan. Pengamatan dilakukan pada jam sibuk pagi, siang, dan sore guna memperoleh gambaran kondisi lalu lintas yang representatif. Data yang dianalisis meliputi kondisi geometrik simpang, waktu siklus sinyal lampu lalu lintas, volume kendaraan berdasarkan jenisnya, serta perilaku kepatuhan pengendara terhadap rambu dan sinyal lalu lintas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lampu lalu lintas pada simpang empat bersinyal di Kota Enrekang berfungsi dengan baik dan beroperasi sesuai dengan waktu siklus yang telah ditetapkan. Namun demikian, kondisi rambu lalu lintas masih belum memadai, baik dari segi jumlah maupun jenis rambu yang tersedia, sehingga belum sepenuhnya mendukung pengaturan lalu lintas secara optimal. Tingkat kepatuhan pengguna jalan menunjukkan variasi yang cukup signifikan, dengan pelanggaran lalu lintas lebih dominan dilakukan oleh pengendara kendaraan roda dua. Total Jumlah kendaraan sepeda motor yang patuh sebesar 67,23%, Tidak patuh sebesar 21,49% sedangkan jumlah kendaraan ringan yang patuh sebesar 8,14%, Tidak patuh 3,14%. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi instansi terkait dalam upaya peningkatan kelengkapan rambu lalu lintas serta perbaikan sistem pengelolaan lalu lintas guna meningkatkan keselamatan dan kelancaran di simpang bersinyal Kota Enrekang.</p> <p><em>This study aims to evaluate traffic characteristics, the condition of traffic signs, and the level of road user compliance at a signalized four-leg intersection in Enrekang City. The evaluation was conducted to determine the extent to which the existing traffic control system supports safety and the smooth flow of vehicles. The research method employed was descriptive quantitative, using survey techniques and direct field observations. Observations were carried out during morning, midday, and evening peak hours to obtain a representative picture of traffic conditions. The analyzed data included the geometric conditions of the intersection, traffic signal cycle times, vehicle volumes by type, and driver compliance behavior with traffic signs and signals. The results indicate that the traffic signals at the signalized four-leg intersection in Enrekang City function properly and operate in accordance with the established cycle times. However, the condition of traffic signs is still inadequate, both in terms of quantity and types of signs available, and therefore does not fully support optimal traffic management. The level of road user compliance shows considerable variation, with traffic violations predominantly committed by two-wheeled vehicle riders. The total number of compliant motorcycle users is 67.23%, while non-compliant users account for 21.49%. Meanwhile, compliant light vehicle users account for 8.14%, and non-compliant users for 3.14%. This study is expected to serve as a reference for relevant authorities in efforts to improve the provision of traffic signs and enhance traffic management systems in order to increase safety and traffic flow efficiency at the signalized intersection in Enrekang City</em></p>Reski Widya SarantiJamiluddin JabirGusniyati Buhari
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106SENSITIVITAS BUDAYA (CULTURAL SENSITIVITY) DALAM ETIKA KERJA INTERNASIONAL: PERSPEKTIF GLOBAL DAN ISLAM
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23602
<p>Globalisasi telah meningkatkan interaksi antarbudaya dalam lingkungan kerja internasional. Perbedaan budaya yang meliputi bahasa, nilai, norma, dan kebiasaan dapat menjadi tantangan maupun peluang bagi organisasi modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya sensitivitas budaya dalam etika kerja internasional serta menelaah perspektif Islam terhadap sensitivitas budaya. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui berbagai buku dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensitivitas budaya memiliki peran penting dalam meningkatkan komunikasi, kerja sama, adaptasi, dan produktivitas dalam lingkungan kerja multikultural. Islam juga memandang keberagaman sebagai sunnatullah yang harus dihormati melalui nilai toleransi, keadilan, dan persaudaraan. Dengan demikian, sensitivitas budaya merupakan kompetensi penting dalam menghadapi tantangan dunia kerja global.</p> <p><em>Globalization has increased intercultural interaction in international work environments. Cultural differences involving language, values, norms, and customs can become both challenges and opportunities for modern organizations. This study aims to analyze the importance of cultural sensitivity in international work ethics and examine the Islamic perspective on cultural sensitivity. This research uses a library research method with a qualitative descriptive approach. The findings indicate that cultural sensitivity plays an important role in improving communication, cooperation, adaptation, and productivity in multicultural workplaces. Islam also views diversity as God’s decree that should be respected through tolerance, justice, and brotherhood. Therefore, cultural sensitivity is an essential competency in the global workplace.</em></p>Tuti RahayuEdomi Saputra
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106EFEKTIVITAS TOKEN ECONOMY TERHADAP PERILAKU COMPULSIVE BUYING
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23666
<p>Perilaku pembelian kompulsif pada mahasiswa menjadi isu yang semakin penting seiring meningkatnya penggunaan platform belanja daring yang memudahkan terjadinya pembelian tidak terencana. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas teknik token economy dalam mereduksi compulsive buying behavior pada mahasiswa aktif pengguna platform belanja daring. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 30 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kecenderungan compulsive buying behavior yang tinggi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Skala Compulsive Buying Behavior yang mengukur aspek kecenderungan berbelanja, dorongan berbelanja, kesenangan saat berbelanja, pengeluaran disfungsional, dan rasa bersalah setelah pembelian. Data dianalisis melalui uji normalitas Shapiro-Wilk dan Paired Samples T-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan compulsive buying behavior yang signifikan setelah pemberian intervensi token economy. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemberian penguatan positif secara terstruktur mampu membantu mahasiswa mengendalikan dorongan pembelian impulsif dan membentuk perilaku belanja yang lebih adaptif. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan intervensi perilaku berbasis operant conditioning pada konteks perilaku konsumtif non-klinis serta berpotensi diterapkan dalam layanan konseling mahasiswa.</p> <p><em>Compulsive buying behavior among university students has become an increasingly important issue due to the widespread use of online shopping platforms that facilitate unplanned purchases. This study aimed to examine the effectiveness of token economy in reducing compulsive buying behavior among active university students who use online shopping platforms. The study employed a quantitative experimental approach with a one-group pretest-posttest design. Participants consisted of 30 students selected through purposive sampling based on their high tendency toward compulsive buying behavior. Data were collected using the Compulsive Buying Behavior Scale, which measures tendency to spend, compulsive drive to spend, enjoyment of shopping and spending, dysfunctional spending, and post-purchase guilt. Data were analyzed using the Shapiro-Wilk normality test and Paired Samples T-Test. The findings revealed a significant reduction in compulsive buying behavior following the implementation of the token economy intervention. These results indicate that structured positive reinforcement can help students control impulsive purchasing urges and develop more adaptive spending behaviors. This study contributes to the development of operant conditioning-based behavioral interventions in the context of non-clinical consumer behavior and offers practical implications for university counseling services. </em></p>Farhan FirmansyahTasya Alfina DamayantiMuhammad Jamaluddin
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106DESENTRALISASI FISKAL DAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH: TANTANGAN HUBUNGAN KEUANGAN PUSAT–DAERAH DI KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/22383
<p>Desentralisasi fiskal merupakan salah satu kebijakan penting dalam pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia. Melalui desentralisasi fiskal, pemerintah daerah diberikan kewenangan untuk mengelola keuangan daerah secara mandiri guna meningkatkan pelayanan publik dan mendorong pembangunan ekonomi daerah. Namun, pelaksanaan kebijakan ini sering menghadapi berbagai tantangan, khususnya dalam hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi desentralisasi fiskal dan pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Kotawaringin Timur serta mengidentifikasi berbagai tantangan dalam hubungan keuangan pusat dan daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan serta analisis data sekunder yang diperoleh dari laporan pemerintah, publikasi statistik, dan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desentralisasi fiskal memberikan peluang bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kemandirian keuangan melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun demikian, masih terdapat beberapa tantangan seperti tingginya ketergantungan terhadap dana transfer pemerintah pusat, keterbatasan sumber pendapatan daerah, serta inefisiensi dalam pengelolaan keuangan daerah. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan tata kelola keuangan daerah, serta optimalisasi sumber-sumber pendapatan daerah guna mendukung pelaksanaan desentralisasi fiskal yang efektif dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.</p> <p><em>Fiscal decentralization is an important policy in the implementation of regional autonomy in Indonesia. Through fiscal decentralization, local governments are granted authority to manage regional finances independently in order to improve public services and promote regional economic development. However, the implementation of this policy often faces various challenges, particularly in the financial relationship between the central and local governments. This study aims to analyze the implementation of fiscal decentralization and regional financial management in East Kotawaringin Regency and to identify the challenges that arise in central–regional fiscal relations. This research employs a qualitative approach using a literature study and secondary data analysis obtained from government reports, statistical publications, and previous studies. The results show that fiscal decentralization provides opportunities for local governments to increase regional financial independence through local revenue (PAD). However, several challenges remain, including the high dependence on transfer funds from the central government, limited local revenue sources, and inefficiencies in regional financial management. Therefore, strengthening institutional capacity, improving financial governance, and optimizing local revenue sources are necessary to support effective fiscal decentralization and sustainable regional development.</em></p>Navila Ayu AriyantiHanifah Rosyidah Az ZahrohRavienda Anita Fitrie
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106THE EXISTENCE OF THE INDONESIAN LANGUAGE AMID THE RISE OF SOCIAL MEDIA SLANG AMONG TEENAGERS
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/22506
<p><em>Language is a basic tool for human social interaction, but as time goes on, the skills of young people in using proper Indonesian language have started to change. This study aims to look into the growing use of slang, both from local words and borrowed from English, among teenagers and its effects on the presence of the Indonesian language. Using a descriptive qualitative approach from various literature and sociolinguistic observations, this study identifies that slang is formed through different morphological patterns such as abbreviations, acronyms, word shortening, puns, and shifts in meaning. The main reasons behind this phenomenon include the rapid impact of social media, the need for self-existence, and the desire to create closeness within peer groups. Even though slang can boost language creativity, its dominance poses a threat to the preservation of standard Indonesian, leads to difficulties in formal communication, and lowers the quality of grammar. Therefore, it is important to make proportional efforts to limit rather than eliminate and to instill language awareness from an early age so that the national identity of the nation remains preserved.</em></p>Nur Anisa YunusVivit Gelista PattilimaArdiansyah Abu Katili
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106ANALISIS PROSES PENGAWASAN SISTEM PENERIMAAN MURID BARU SEKOLAH DASAR TAHUN AJARAN 2025/2026 TERHADAP JALUR DOMISILI DI KOTA TANJUNGPINANG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23062
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengawasan dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur domisili guna menjamin pemerataan akses pendidikan dasar yang transparan, adil, dan akuntabel di Kota Tanjungpinang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pengawasan pelaksanaan SPMB Sekolah Dasar Tahun Ajaran 2025/2026 terhadap kebijakan jalur domisili di Kota Tanjungpinang. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan hasil temuan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengawasan telah dilaksanakan sesuai prosedur melalui penyusunan petunjuk teknis, pelaksanaan bimbingan teknis, monitoring, evaluasi, audit, supervisi, dan appraisal. Namun, pelaksanaan pengawasan belum berjalan optimal karena masih ditemukan kendala berupa ketidaksesuaian daya tampung sekolah, perbedaan jumlah pendaftar antar sekolah, validitas data domisili yang belum sepenuhnya akurat, serta monitoring yang masih bersifat reaktif terhadap pengaduan masyarakat. Selain itu, audit menemukan adanya ketimpangan distribusi siswa pada beberapa sekolah dasar negeri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengawasan SPMB jalur domisili perlu diperkuat melalui peningkatan sinkronisasi data antarinstansi, transparansi kuota penerimaan, serta optimalisasi sistem monitoring agar pelaksanaan kebijakan berjalan lebih efektif dan merata.</p> <p><em>This research was motivated by the importance of supervision in the implementation of the New Student Admission System (SPMB) through the domicile pathway to ensure transparent, fair, and accountable equal access to basic education in Tanjungpinang City. The study aims to analyze the supervision process of the Elementary School SPMB implementation for the 2025/2026 academic year regarding the domicile pathway policy in Tanjungpinang City. This research employed a descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques were conducted through interviews, observations, and documentation, while data analysis was carried out descriptively based on field findings.The results showed that the supervision process had been implemented according to procedures through the preparation of technical guidelines, technical assistance, monitoring, evaluation, audits, supervision, and appraisal. However, the implementation of supervision has not been fully optimal due to several obstacles, including the mismatch of school capacity, differences in the number of applicants among schools, domicile data validity that was not entirely accurate, and monitoring that remained reactive to public complaints. In addition, the audit identified inequalities in student distribution in several public elementary schools. The study concludes that supervision of the domicile pathway SPMB needs to be strengthened through improved inter-agency data synchronization, transparency in admission quotas, and optimization of the monitoring system to ensure that policy implementation becomes more effective and equitable.</em></p>Putri NabilaNovi WinartiAdhe Fadli Farhan
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106EFEKTIVITAS PELATIHAN SELF-MONITORING DALAM MENURUNKAN IMPULSIVE BUYING
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23475
<p>Perilaku impulsive buying pada mahasiswa semakin meningkat seiring dengan pesatnya perkembangan e-commerce dan kemudahan bertransaksi secara daring. Kondisi ini berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti pemborosan, kesulitan dalam mengelola keuangan, serta rendahnya kemampuan pengendalian diri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas teknik self-monitoring dan stimulus control dalam menurunkan kecenderungan impulsive buying pada mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimen dengan desain Single Subject Research (SSR) pola A–B–A yang melibatkan dua mahasiswa sebagai subjek penelitian. Intervensi dilaksanakan selama tujuh hari melalui pelatihan self-monitoring, penerapan strategi stimulus control, dan pencatatan perilaku harian. Pengukuran dilakukan menggunakan skala impulsive buying pada fase baseline awal dan baseline akhir. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor impulsive buying pada kedua subjek, yaitu dari 86 menjadi 52 pada subjek U dan dari 85 menjadi 69 pada subjek T. Selain itu, hasil observasi menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pemicu pembelian impulsif serta perubahan pola pengambilan keputusan yang lebih rasional dengan mempertimbangkan kebutuhan dibandingkan keinginan. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik self-monitoring dan stimulus control efektif dalam menurunkan kecenderungan impulsive buying pada mahasiswa serta berpotensi menjadi intervensi psikologis yang sederhana, praktis, dan mudah diterapkan</p> <p><em>The prevalence of impulsive buying among university students has increased alongside the rapid growth of e-commerce and the convenience of online shopping. This behavior may lead to excessive spending, poor financial management, and reduced self-control. This study aimed to examine the effectiveness of self-monitoring and stimulus control techniques in reducing impulsive buying tendencies among university students. An experimental approach using a Single Subject Research (SSR) A–B–A design was employed involving two student participants. The intervention was conducted over seven consecutive days through self-monitoring training, stimulus control strategies, and daily behavioral recording. Data were collected using an impulsive buying scale during the initial and final baseline phases. The findings indicated a decrease in impulsive buying scores for both participants, with participant U's score declining from 86 to 52 and participant T's score decreasing from 85 to 69. Observational findings also revealed greater awareness of impulsive buying triggers and a shift toward more rational purchasing decisions based on actual needs rather than momentary desires. These findings suggest that self-monitoring combined with stimulus control is effective in reducing impulsive buying tendencies among university students and may serve as a simple, practical, and accessible psychological intervention for improving self-regulation in purchasing behavior.</em></p>Defitria Rika Wulandari Farid Refada RaflyMuhammad Jamaluddin
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106STRES AKADEMIK: MANAJEMEN KESEHATAN MENTAL MAHASISWA GENERASI Z
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23564
<p>Stres akademik di kalangan mahasiswa Generasi Z kini menjadi tantangan krusial yang berdampak buruk terhadap performa belajar dan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan karakteristik stres akademik pada mahasiswa serta mengidentifikasi strategi manajemen kesehatan mental yang efektif melalui pendekatan tinjauan pustaka sistematis. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa eskalasi stres akademik dipicu oleh tingginya tekanan kurikulum, kecemasan tugas akhir, konflik peran ganda pada mahasiswa pekerja, dan perilaku prokrastinasi akibat rendahnya kontrol diri dalam penggunaan media sosial. Tekanan mental yang berkepanjangan ini terbukti memicu distres psikologis akut dan manifestasi klinis berupa gejala psikosomatis. Guna memitigasi dampak tersebut, kepemilikan kapasitas internal berupa regulasi diri dan resiliensi akademik bertindak sebagai faktor pelindung yang sangat penting. Di sisi lain, integrasi koping spiritual melalui intervensi psikoterapi keagamaan terstruktur, seperti terapi perilaku kognitif berbasis refleksi Surah Al-Fatihah, terbukti secara empiris dan klinis efektif mereduksi kecemasan serta memulihkan kesehatan mental mahasiswa. Keberhasilan penanganan ini memerlukan sinergi kokoh antara penguatan kapasitas psikospiritual individu dan penyediaan layanan konseling yang adaptif oleh institusi perguruan tinggi.</p>Fitrah Syakila RambeRara Asyifa ElaqmarFauziah Nasution
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106REKONTRUKSI SISTEM KEADILAN PEMILU DI INDONESIA: INTEGRASI PENANGANAN PELANGGARAN DAN SENGKETA ADMINISTRASI BERBASIS ONE ROOF ELECTORAL JUSTICE
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23635
<p>Pemilu merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat yang harus diselenggarakan berdasarkan prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Dalam praktiknya, penanganan pelanggaran dan sengketa pemilu di Indonesia masih menghadapi berbagai permasalahan, seperti tumpang tindih kewenangan antar lembaga, perbedaan interpretasi hukum, serta belum optimalnya koordinasi dalam proses penegakan hukum pemilu. Kondisi tersebut menyebabkan sistem penegakan hukum pemilu berjalan secara fragmentatif sehingga berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum dan mengurangi efektivitas perlindungan terhadap hak-hak politik warga negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem penanganan pelanggaran pemilu yang berlaku saat ini serta mengkaji konsep One Roof Electoral Justice System sebagai alternatif integrasi penanganan pelanggaran dan sengketa administrasi pemilu di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penanganan pelanggaran pemilu di Indonesia masih memerlukan rekonstruksi melalui harmonisasi regulasi, penguatan koordinasi antar lembaga, dan penyederhanaan mekanisme penyelesaian perkara. Konsep One Roof Electoral Justice System dinilai mampu menjadi solusi dalam menciptakan sistem penegakan hukum pemilu yang lebih efektif, terintegrasi, dan memberikan kepastian hukum guna mewujudkan keadilan pemilu serta memperkuat kualitas demokrasi di Indonesia.</p>Tasya UrmilaMuhammad DzakirTaufik HidayatMuhammad Arif Yoga PratamaElviandri
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106ANALISIS EFEKTIVITAS PENGGUNAAN GENERATIVE ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MAHASISWA MENGGUNAKAN METODE RANDOM FOREST
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/22466
<p>Perkembangan Generative Artificial Intelligence (GenAI) telah membawa transformasi signifikan dalam lanskap pendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan GenAI dalam meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa menggunakan metode Machine Learning Random Forest. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang menilai persepsi mahasiswa terkait adopsi GenAI, kemandirian belajar, gaya belajar, dan dampaknya terhadap prestasi akademik. Metode Random Forest digunakan untuk mengklasifikasikan tingkat efektivitas pembelajaran dan mengidentifikasi fitur/variabel paling dominan yang memengaruhi kualitas belajar. Hasil analisis menunjukkan bahwa klasifikasi menggunakan Random Forest mampu memberikan akurasi yang tinggi dalam memetakan efektivitas GenAI. Variabel kemandirian belajar (self-directed learning) dan adaptasi terhadap gaya belajar menjadi faktor penentu utama keberhasilan integrasi teknologi ini.</p> <p><em>The development of Generative Artificial Intelligence (GenAI) has brought a significant transformation to the higher education landscape. This study aims to analyze the effectiveness of using GenAI to improve the quality of student learning using the Random Forest Machine Learning method. Data were collected through questionnaires assessing students' perceptions regarding GenAI adoption, learning independence, learning styles, and their impact on academic achievement. The Random Forest method was used to classify the level of learning effectiveness and identify the most dominant features/variables influencing learning quality. The analysis results indicate that classification using Random Forest provides high accuracy in mapping the effectiveness of GenAI. Variables of self-directed learning and adaptation to learning styles emerged as the primary determinants of the successful integration of this technology.</em></p>Muhammad FaqihAkhmad Rizal Dzikrillah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106KEMAMPUAN MEMBACA SISWA KELAS IV SD NEGERI FATUBIA DESA FALAS KECAMATAN KI’E KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/22564
<p>Skripsi ini berjudul, “Kemampuan Membaca Siswa Kelas IV SD Negeri Fatubia, Desa Falas Kecamatan Ki’e Kabupaten Timor Tengah Selatan’’, oleh Yori Ida Rut Boimau, NIM. 2488201083 dibimbing oleh, Richard Oematan, S.Pd., M.Pd, sebagai pembimbing I dan Sanhedri Boimau, S.Pd., M.Hum sebagai pembimbing II, Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan bagaimana kemampuan membaca siswa kelas IV SD Negeri Fatubia, Desa Falas Kecamatan Ki’e Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan bagaimana kesulitan dalam membaca siswa kelas IV SD Negeri Fatubia, Desa Falas Kecamatan Ki’e Kabupaten Timor Tengah Selatan. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan kemampuan membaca siswa kelas IV SD Negeri Fatubia, Desa Falas Kecamatan Ki’e Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan untuk mendeskripsikan kesulitan dalam membaca siswa kelas IV SD Negeri Fatubia, Desa Falas, Kecamatan Ki’e Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, karena untuk memproleh gambaran secara jelas mengenai kemampuan membaca siswa kelas IV SD Negeri Fatubia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca siswa secara keseluruhan berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata klasikal 77,1. Kemampuan membaca siswa pada aspek membaca huruf memperoleh nilai rata-rata 88,16 tergolong sangat baik. Kemampuan membaca siswa pada aspek membaca suku kata memperoleh nilai rata-rata 80,26 tergolong baik. Kemampuan membaca siswa pada aspek membaca kata tidak bermakna memperoleh nilai rata-rata 71,5 tergolong cukup. Kemampuan membaca siswa pada aspek membaca kata bermakna memperoleh nilai rata-rata 71,5 tergolong cukup. Kemampuan membaca siswa pada aspek membaca teks memperoleh nilai rata-rata 75 tergolong cukup.</p> <p> </p>Yori I R BoimauRichard OematanSanhedri Boimau
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106ANALISIS PENERAPAN METODE FOLLOW THE MONEY DALAM PENGUNGKAPAN TINDAK PIDANA KORUPSI MELALUI AKUNTANSI FORENSIK
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23409
<p>Korupsi merupakan salah satu tindak pidana yang memberikan dampak signifikan terhadap kerugian keuangan negara, menurunkan kepercayaan publik, serta menghambat pembangunan ekonomi. Kompleksitas modus korupsi yang semakin berkembang menyebabkan proses pengungkapannya memerlukan pendekatan investigatif yang tidak hanya berfokus pada pelaku, tetapi juga pada penelusuran aliran dana hasil kejahatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode follow the money dalam pengungkapan tindak pidana korupsi melalui pendekatan akuntansi forensik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, peraturan perundang-undangan, laporan lembaga antikorupsi, serta berbagai sumber relevan yang diterbitkan pada periode 2021–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode follow the money memiliki peran penting dalam mengidentifikasi transaksi keuangan yang mencurigakan, menelusuri aliran dana hasil korupsi, menemukan aset yang disembunyikan, serta mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam tindak pidana korupsi. Akuntansi forensik mendukung efektivitas metode tersebut melalui analisis bukti keuangan, investigasi transaksi, perhitungan kerugian negara, dan penyusunan bukti yang dapat digunakan dalam proses peradilan. Sinergi antara metode follow the money dan akuntansi forensik terbukti mampu meningkatkan kualitas pengungkapan kasus korupsi, memperkuat proses pembuktian hukum, serta mendukung upaya pemulihan aset negara yang hilang akibat tindak pidana korupsi. Oleh karena itu, penerapan kedua pendekatan tersebut perlu terus dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas pemberantasan korupsi di Indonesia.</p> <p><em>Corruption is a criminal offense that causes significant losses to state finances, reduces public trust, and hampers economic development. The increasing complexity of corruption schemes requires investigative approaches that focus not only on identifying perpetrators but also on tracing the flow of illicit funds. This study aims to analyze the implementation of the follow the money method in uncovering corruption crimes through a forensic accounting approach. This research employs a descriptive qualitative method using a literature review approach. Data were collected from scientific journals, books, regulations, anti-corruption agency reports, and other relevant sources published between 2021 and 2026. The findings indicate that the follow the money method plays a crucial role in identifying suspicious financial transactions, tracing corruption proceeds, locating concealed assets, and uncovering individuals involved in corruption offenses. Forensic accounting enhances the effectiveness of this method through financial evidence analysis, transaction investigations, state loss calculations, and the preparation of evidence for legal proceedings. The integration of the follow the money method and forensic accounting has proven effective in improving corruption case disclosure, strengthening legal evidence, and supporting asset recovery efforts. Therefore, the application of these approaches should continue to be enhanced to improve the effectiveness of corruption eradication efforts in Indonesia.</em></p>Lili WahyuniSiska Yulia DefitriAlifa Deisma RizikaDillfa Lailatul Rahmi DaniNada Azizah CharnainNurfadillaWilla Demala Citra
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106TRANSFORMASI IDENTITAS KRISTEN :”ANALISIS PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP SPIRITUALITAS GENERASI MUDA DI ERA DIGITAL“
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23523
<p>Penelitian ini mengeksplorasi perubahan identitas Kristen dan dampak media sosial terhadap spiritualitas pemuda. Fenomena media sosial yang menunjukkan gambaran kehidupan sempurna dapat menyebabkan remaja mengalami masalah identitas karena ketidakmampuan untuk memenuhi ekspektasi sosial. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, manusia seharusnya menghargai dirinya dengan cara yang autentik sebagai sosok yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh media sosial dalam pembentukan identitas Kristen di kalangan pemuda serta mengidentifikasi strategi yang bisa digunakan untuk memperkuat spiritualitas mereka. Dengan menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif, penelitian ini meliputi studi pustaka dan berbagai sumber informasi, termasuk data ilmiah, jurnal, artikel, dan cara pengamatan di lapangan berdasarkan fakta yang ada. Transformasi identitas Kristen saat ini sangat dipengaruhi oleh media sosial, di mana pemuda sangat rentan dan terpengaruh oleh dunia digital. Penggunaan internet, yang mencakup media sosial, memiliki dampak signifikan pada kehidupan remaja, termasuk aspek spiritual mereka. Media sosial berfungsi sebagai alat komunikasi yang mendukung pertumbuhan iman, karena adanya komunitas rohani di platform tersebut dapat saling mendukung dan mendoakan satu sama lain. Penelitian ini memberikan pemahaman baru tentang bagaimana gereja dan orang Kristen dapat memanfaatkan media sosial untuk mendukung perkembangan spiritual pemuda di era digital.</p> <p><em>This study explores the changing Christian identity and the impact of social media on youth spirituality. The phenomenon of social media portraying a perfect life can lead to adolescents experiencing identity issues due to an inability to meet social expectations. As God's creatures, humans should value themselves authentically as individuals created in the image and likeness of God. The purpose of this study is to analyze the influence of social media on the formation of Christian identity among youth and to identify strategies that can be used to strengthen their spirituality. Using a descriptive qualitative method, this study includes a literature review and various sources of information, including scientific data, journals, articles, and field observations based on existing facts. The transformation of Christian identity is currently heavily influenced by social media, where youth are highly vulnerable and influenced by the digital world. Internet use, including social media, has a significant impact on adolescents' lives, including their spiritual aspects. Social media serves as a communication tool that supports faith growth, as the spiritual communities on these platforms can support and pray for one another. This study provides new insights into how churches and Christians can utilize social media to support the spiritual development of youth in the digital age.</em></p>Renya.A. PandieEsmy E TefaHefer TaneoMarni TauhoEgisius TaneoFeni A NiabAdriana Indra Santi Sole
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106MODIFIKASI PERILAKU UNTUK MENURUNKAN DAMPAK PSIKOLOGIS AKIBAT BULLYING PADA SISWA BERPRESTASI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23597
<p>Bullying merupakan salah satu permasalahan psikososial yang masih sering ditemukan pada remaja dan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap kesehatan mental. Meskipun umumnya dikaitkan dengan siswa yang memiliki karakteristik tertentu, bullying juga dapat dialami oleh siswa berprestasi akibat munculnya kecemburuan sosial dan persaingan akademik yang tidak sehat dari teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena bullying yang dialami siswa berprestasi serta menjelaskan penerapan teknik modifikasi perilaku untuk mengurangi dampak psikologis yang ditimbulkan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan penelitian adalah seorang remaja perempuan berusia 15 tahun yang mengalami bullying verbal dan sosial setelah memperoleh prestasi akademik yang tinggi. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying menyebabkan munculnya berbagai dampak psikologis, seperti kesedihan, menangis, overthinking, penurunan kepercayaan diri, penarikan diri dari lingkungan sosial, dan kecemasan sosial. Intervensi modifikasi perilaku yang diterapkan meliputi positive reinforcement, self-management, cognitive restructuring sederhana, dan social support training. Hasil intervensi menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan diri, kemampuan regulasi emosi, keterampilan coping, serta penurunan kecemasan sosial pada subjek. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa modifikasi perilaku dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam membantu korban bullying mengembangkan respons yang lebih adaptif terhadap tekanan sosial dan meningkatkan kesejahteraan psikologisnya.</p> <p><em>Bullying is a psychosocial problem frequently experienced by adolescents and has been associated with various negative consequences for mental health. Although bullying is commonly linked to students with particular vulnerabilities, high-achieving students may also become victims due to social jealousy and unhealthy academic competition among peers. This study aimed to describe the bullying experiences of a high-achieving student and to explain the implementation of behavioral modification techniques to reduce its psychological impact. This research employed a qualitative approach using a case study design. The participant was a 15-year-old female adolescent who experienced verbal and social bullying following her academic achievements. Data were collected through semi-structured interviews and observations. The findings revealed that bullying led to several psychological difficulties, including sadness, crying, overthinking, decreased self-confidence, social withdrawal, and social anxiety. Behavioral modification interventions implemented in this study included positive reinforcement, self-management, simple cognitive restructuring, and social support training. The interventions contributed to improvements in self-confidence, emotional regulation, coping skills, and reductions in social anxiety. These findings suggest that behavioral modification can serve as an effective intervention for helping bullying victims develop more adaptive responses to social pressures and improve their psychological well-being.</em></p>Niswatul Wahdati ZuhriyahFikri NurzamaniMuhammad Jamaluddin
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI NONFORMAL: STUDI KASUS MANAJEMEN DAN PEMBELAJARAN DI TPA ANAK SHOLEH HARAPAN UMMAT KARAWANG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23663
<p>Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) jalur nonformal mengemban peran strategis sebagai komplemen, suplemen, maupun substitusi pendidikan formal dalam menstimulasi tumbuh kembang anak secara adaptif. Penelitian ini bertujuan menganalisis tata kelola manajemen administrasi, implementasi kurikulum, pengorganisasian sumber daya manusia, metode instruksional, serta sistem evaluasi perkembangan anak di TPA Anak Sholeh Harapan Ummat Karawang. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga telah memenuhi aspek legalitas dan berhasil mengintegrasikan Kurikulum 2013 PAUD dengan muatan nilai keislaman. Pembelajaran diaktualisasikan melalui prinsip bermain sambil belajar yang didukung Alat Permainan Edukatif (APE) dan material alam. Sistem evaluasi diterapkan secara autentik, holistik, dan berkesinambungan. Sinergisitas antara fleksibilitas metode dan manajemen reflektif menjadi determinan utama dalam menjaga mutu layanan PAUD nonformal.</p> <p><em>Non-formal Early Childhood Education (ECE) institutions play a strategic role as complement, supplement, and substitute to formal education in stimulating children's adaptive development. This study aims to comprehensively analyze administrative management, curriculum implementation, human resource organization, instructional methods, and child developmental evaluation systems at TPA Anak Sholeh Harapan Ummat Karawang. Using a qualitative approach with a case study method, data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and document analysis. Findings reveal that the institution has fulfilled legal requirements and successfully integrated the 2013 PAUD Curriculum with Islamic values. Learning is actualized through play-based principles supported by Educational Play Tools (APE) and natural materials. The evaluation system is applied authentically, holistically, and continuously. The synergy between flexible teaching methods and reflective management is the main determinant in maintaining the quality of non-formal ECE services.</em></p>Daffa Muhammad RizkullahRajwa Nur Syifa SalmaFitria MaulidaSanti NurhayatiYasser Arria El - KeyshaMuhammad Aqmal
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106STRATEGI PERENCANAAN PENDIDIKAN BERBASIS SISTEM DALAM MENINGKATKAN MUTU SEKOLAH
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/22502
<p>Perencanaan pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam upaya meningkatkan mutu sekolah. Pendekatan berbasis sistem memandang sekolah sebagai suatu kesatuan yang terdiri atas berbagai komponen yang saling berkaitan, seperti peserta didik, tenaga pendidik, kurikulum, sarana dan prasarana, serta manajemen sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi perencanaan pendidikan berbasis sistem dalam meningkatkan mutu sekolah. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai literatur, jurnal ilmiah, dan dokumen terkait perencanaan pendidikan serta manajemen mutu sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi perencanaan pendidikan berbasis sistem dapat meningkatkan mutu sekolah melalui perencanaan yang terintegrasi, pengelolaan sumber daya yang efektif, penguatan koordinasi antar komponen sekolah, serta pelaksanaan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Selain itu, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam proses perencanaan menjadi faktor penting dalam mencapai tujuan pendidikan secara optimal. Dengan penerapan pendekatan sistem yang tepat, sekolah dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan, kualitas layanan pendidikan, dan capaian hasil belajar peserta didik. Oleh karena itu, strategi perencanaan pendidikan berbasis sistem perlu diimplementasikan secara konsisten sebagai upaya mewujudkan sekolah yang bermutu dan berdaya saing.</p>Mely SintyaViani Alya MaysharaAhmad Zaki
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106PENERAPAN FOOT AND HAND MASSAGE TERHADAP TINGKAT NYERI IBU POST SECTIO CAESAREA DI BANGSAL CEMPAKA RSUD DR. SOEHADI PRIJONEGORO SRAGEN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/22778
<p>Latar belakang : sectio caesarea adalah metode melahirkan bayi dengan melakukan sayatan pada dinding rahim melalui dinding perut. Persalinan dengan cara sc memberikan efek tertentu untuk ibu dan bayi. Setelah melahirkan dengan sc, ibu akan merasakan nyeri yang biasanya mulai terasa 4-6 jam setelah proses persalinan selesai. Foot and hand massage menjadi salah satu teknik pijatan yang dikembangkan dan di terapkan di rumah sakit dalam manajemen nyeri non farmakologi. Tujuan : Mengetahui hasil penerapan teknik foot and hand massage dalam menurunkan nyeri setelah operasi sectio caesar pada ibu nifas. Metode : Penerapan ini menggunakan metode deskriptif studi kasus, dengan jumlah sampel penerapan 2 responden. Penerapan ini dilakukan selama 2 hari dengan setiap harinya dilakukan 1 kali selama 20 menit. Hasil : Hasil penerapan menunjukkan bahwa kedua responden sebelum dan sesudah diberikan foot and hand massage mengalami penurunan dari kategori sedang menjadi ringan. Kesimpulan : Terdapat pengaruh foot and hand massage dalam menurunkan nyeri setelah operasi Sectio Caesarea pada ibu nifas di Ruang Cempaka RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.</p> <p><em>Background : Sectio Caesarea is a method of giving birth to a baby by making an incision in the uterine wall through the abdominal wall. Childbirth by caesarean section has certain effects for the mother and baby. After giving birth by caesarean section, the mother will feel pain that usually begins to be felt 4-6 hours after the labor process is complete. Foot and hand massage is one of the massage techniques developed and applied in hospitals in non-pharmacological pain management. Objective : To determine the results of the application of foot and hand massage techniques in reducing pain after Sectio Caesarea surgery in postpartum mothers. Method : This application uses a descriptive case study method, with a sample size of 2 respondents. This application was carried out for 2 days with each day being done once for 20 minutes. Results : The results of the application showed that both respondents before and after being given foot and hand massage experienced a decrease from the moderate to mild category. Conclusion : There is an effect of foot and hand massage in reducing pain after Sectio Caesarea surgery in postpartum mothers in the Cempaka Room of Dr. Soehadi Prijonegoro Hospital, Sragen</em></p>Devanda FirstaniaZulfa Mahdiatur RasyidaNeny Utami
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106BAHASA NETIZEN DAN KEKUASAAN SIMBOLIK DALAM KOMENTAR YOUTUBE “PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO JELASKAN KONTEKS LAPORAN PALSU DAN PENYIRAMAN AIR KERAS”
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23470
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penggunaan bahasa netizen, representasi kekuasaan simbolik, dan solidaritas linguistik dalam kolom komentar YouTube pada video “Presiden Prabowo Subianto Jelaskan Konteks Laporan Palsu dan Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus.” Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Data penelitian berupa komentar netizen yang diperoleh melalui teknik simak dan catat. Populasi penelitian berjumlah sekitar 2.350 komentar, kemudian dipilih 120 komentar sebagai sampel utama menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan pendekatan sosiolinguistik, teori kekuasaan simbolik Pierre Bourdieu, dan analisis wacana kritis Norman Fairclough. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa kritik sosial menjadi bentuk penggunaan bahasa yang paling dominan dengan persentase 40%, diikuti bahasa dukungan politik, satire dan ironi, serta solidaritas linguistik. Netizen menggunakan diksi emosional, pengulangan slogan, humor politik, dan kalimat persuasif untuk membangun opini publik digital. Selain itu, ditemukan bahwa kolom komentar YouTube menjadi arena pertarungan ideologi dan praktik kekuasaan simbolik melalui dominasi opini, legitimasi politik, delegitimasi lawan politik, dan solidaritas kelompok digital. Penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya menjadi ruang komunikasi, tetapi juga ruang pembentukan identitas sosial dan kekuasaan simbolik dalam masyarakat digital kontemporer.</p>Rani WahyuniPutri Okta SanggariMeliyanaJuniadi GuloUjangUlfa Julianti
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106PERANCANGAN APLIKASI PEMESANAN TIKET ONLINE BERBASIS WEB PADA PERUSAHAAN TRANSPORTASI ADAM BOAT
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23561
<p>Perkembangan teknologi informasi memperluas penggunaan dokumen dan tanda tangan elektronik dalam aktivitas keperdataan, sehingga memerlukan kepastian hukum terkait kekuatan pembuktiannya saat terjadi sengketa. Penelitian hukum normatif ini bertujuan menganalisis pengaturan dan kekuatan pembuktian dokumen bertanda tangan elektronik dalam sistem peradilan perdata Indonesia. Pendekatan yang digunakan meliputi pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, dengan analisis kualitatif deskriptif-analitis terhadap data sekunder dari studi kepustakaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dokumen elektronik yang ditandatangani secara elektronik diakui sebagai alat bukti sah berdasarkan UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE (sebagaimana diubah terakhir melalui UU No. 1 Tahun 2024) dan PP No. 71 Tahun 2019. Kekuatan pembuktian dokumen tersebut sangat bergantung pada terpenuhinya aspek autentisitas, integritas, dan reliabilitas. Dokumen dengan tanda tangan elektronik tersertifikasi memiliki nilai pembuktian yang kuat karena identitas dan keutuhan datanya dapat diverifikasi secara akurat. Sebaliknya, tanda tangan tidak tersertifikasi memiliki keandalan rendah dan membutuhkan alat bukti pendukung lain. Dengan demikian, penggunaan tanda tangan elektronik tersertifikasi sangat krusial untuk menjamin kepastian hukum dan efektivitas pembuktian di era digital.</p> <p><em>The rapid development of information technology has expanded the use of electronic documents and digital signatures in civil litigation, necessitating legal certainty regarding their evidentiary value in disputes. This normative legal research aims to analyze the regulations and evidentiary strength of electronically signed documents in the Indonesian civil justice system. Using legal, conceptual, and case-based approaches, this study conducted a qualitative, descriptive-analytical analysis of secondary data collected through a literature review. The results indicate that electronically signed documents are recognized as valid legal evidence under Law Number 11 of 2008 concerning Electronic Information and Transactions (most recently amended by Law Number 1 of 2024) and Go</em></p> <p>Perkembangan teknologi informasi memperluas penggunaan dokumen dan tanda tangan elektronik dalam aktivitas keperdataan, sehingga memerlukan kepastian hukum terkait kekuatan pembuktiannya saat terjadi sengketa. Penelitian hukum normatif ini bertujuan menganalisis pengaturan dan kekuatan pembuktian dokumen bertanda tangan elektronik dalam sistem peradilan perdata Indonesia. Pendekatan yang digunakan meliputi pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, dengan analisis kualitatif deskriptif-analitis terhadap data sekunder dari studi kepustakaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dokumen elektronik yang ditandatangani secara elektronik diakui sebagai alat bukti sah berdasarkan UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE (sebagaimana diubah terakhir melalui UU No. 1 Tahun 2024) dan PP No. 71 Tahun 2019. Kekuatan pembuktian dokumen tersebut sangat bergantung pada terpenuhinya aspek autentisitas, integritas, dan reliabilitas. Dokumen dengan tanda tangan elektronik tersertifikasi memiliki nilai pembuktian yang kuat karena identitas dan keutuhan datanya dapat diverifikasi secara akurat. Sebaliknya, tanda tangan tidak tersertifikasi memiliki keandalan rendah dan membutuhkan alat bukti pendukung lain. Dengan demikian, penggunaan tanda tangan elektronik tersertifikasi sangat krusial untuk menjamin kepastian hukum dan efektivitas pembuktian di era digital.</p> <p><em>The rapid development of information technology has expanded the use of electronic documents and digital signatures in civil litigation, necessitating legal certainty regarding their evidentiary value in disputes. This normative legal research aims to analyze the regulations and evidentiary strength of electronically signed documents in the Indonesian civil justice system. Using legal, conceptual, and case-based approaches, this study conducted a qualitative, descriptive-analytical analysis of secondary data collected through a literature review. The results indicate that electronically signed documents are recognized as valid legal evidence under Law Number 11 of 2008 concerning Electronic Information and Transactions (most recently amended by Law Number 1 of 2024) and Government Regulation Number 71 of 2019. Their evidentiary value depends heavily on authenticity, integrity, and reliability. Documents using certified electronic signatures have strong evidentiary value because the signer's identity and data integrity can be accurately verified. Conversely, uncertified signatures have lower reliability and require supporting evidence. Therefore, adopting certified electronic signatures is crucial to ensuring legal certainty and effective evidence in the digital age</em></p> <p><em>vernment Regulation Number 71 of 2019. Their evidentiary value depends heavily on authenticity, integrity, and reliability. Documents using certified electronic signatures have strong evidentiary value because the signer's identity and data integrity can be accurately verified. Conversely, uncertified signatures have lower reliability and require supporting evidence. Therefore, adopting certified electronic signatures is crucial to ensuring legal certainty and effective evidence in the digital age</em></p>M. Riski MenaldiAhmad Nasukha
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TGT BERBANTUAN QUESTION CARD TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS V SDN 101772 TANJUNG SELAMAT
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23619
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media Question Card terhadap keaktifan belajar siswa kelas V SDN 101772 Tanjung Selamat pada mata pelajaran Matematika. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group design, melibatkan kelas eksperimen (n=15) dan kelas kontrol (n=15). Data dikumpulkan melalui observasi sistematis dan dianalisis menggunakan uji Independent Sample T-Test dengan bantuan SPSS. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelas, di mana rata-rata skor keaktifan belajar kelas eksperimen mencapai 85,33 (kategori sangat aktif), lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang hanya mencapai 59,83 (kategori cukup aktif). Uji hipotesis menghasilkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,001 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Uji effect size menghasilkan nilai Cohen's d sebesar 4,758 yang termasuk kategori sangat besar. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran TGT berbantuan Question Card memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap peningkatan keaktifan belajar siswa, membuktikan bahwa integrasi permainan kompetitif dan media kartu pertanyaan mampu menstimulasi partisipasi verbal dan interaksi siswa secara efektif di kelas.</p> <p><em>This study aims to examine the effect of the Teams Games Tournament (TGT) cooperative learning model assisted by Question Cards on the learning activity of fifth-grade students at SDN 101772 Tanjung Selamat in Mathematics. The method used was quasi-experimental with a non-equivalent control group design, involving an experimental class (n=15) and a control class (n=15). Data were collected through systematic observation and analyzed using the Independent Sample T-Test via SPSS. The results showed a significant difference between the two classes, where the average learning activity score in the experimental class reached 85.33 (very active category), significantly higher than the control class at 59.83 (moderately active category). The hypothesis test yielded a significance value (2-tailed) of 0.001 < 0.05, rejecting H0 and accepting Ha. The effect size test produced Cohen's d value of 4,758 (very large category). Thus, the TGT learning model assisted by Question Cards has a positive and significant effect on increasing student learning activity, proving that the integration of competitive games and question card media effectively stimulates verbal participation and student interaction in the classroom.</em></p>Seleksi Niat Three GuloWildansyah LubisRobenhart TambaElvi MailaniFajar Sidik Siregar
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106PENGARUH REGULASI EMOSI TERHADAP STRES PADA MAHASISWA BARU DAN MAHASISWA LAMA DI UIN AR-RANIRY BANDA ACEH
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23712
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh regulasi emosi terhadap stres mahasiswa, serta membandingkan perbedaan tingkat stres antara mahasiswa baru dan mahasiswa lama di UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif dan komparatif. Sampel berjumlah 109 mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling, terdiri dari 54 mahasiswa baru (semester 1–2) dan 55 mahasiswa lama (semester 5 ke atas). Instrumen yang digunakan adalah skala DASS-21 (Lovibond & Lovibond, 1995) untuk mengukur stres dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ; Gross & John, 2003) untuk mengukur regulasi emosi. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dan uji beda independen (independent samples t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cognitive reappraisal dan expressive suppression secara simultan berpengaruh signifikan terhadap tingkat stres (F = 136,820; p < 0,001; R² = 0,721). Secara parsial, hanya cognitive reappraisal yang berpengaruh negatif dan signifikan (B = -0,571; p < 0,001), sedangkan expressive suppression tidak berpengaruh signifikan (B = 0,002; p = 0,980). Hasil uji komparatif menunjukkan terdapat perbedaan tingkat stres yang signifikan antara mahasiswa baru dan mahasiswa lama (t = -4,048; p < 0,001), di mana mahasiswa lama (M = 7,78; SD = 5,435) memiliki tingkat stres lebih tinggi dibandingkan mahasiswa baru (M = 4,39; SD = 2,923).</p> <p><em>This study aims to analyze the effect of emotion regulation on stress among university students, as well as to compare differences in stress levels between new students and senior students at UIN Ar-Raniry Banda Aceh. A quantitative approach was employed with an associative and comparative design. The population consisted of 22,455 active students at UIN Ar-Raniry Banda Aceh. The sample consisted of 109 students selected through purposive sampling, comprising 54 new students (semesters 1–2) and 55 senior students (semester 5 and above), determined using the Slovin formula with a 10% margin of error. Data were collected using the DASS-21 scale (Lovibond & Lovibond, 1995) to measure stress and the Emotion Regulation Questionnaire (ERQ; Gross & John, 2003) to measure emotion regulation. Stress scores were obtained by summing the 7 stress subscale items directly without multiplying by two, yielding a score range of 0–21. Data analysis was conducted using multiple linear regression and independent samples t-test. The results showed that cognitive reappraisal and expressive suppression simultaneously had a significant effect on stress levels (F = 136.820; p < .001; R² = .721). Partially, only cognitive reappraisal had a significant negative effect on stress (B = −.571; p < .001), while expressive suppression showed no significant effect (B = .002; p = .980). The comparative analysis revealed a significant difference in stress levels between new and senior students (t = −4.069; p < .001), with senior students (M = 7.78; SD = 5.435) categorized as moderate stress, while new students (M = 4.39; SD = 2.923) were categorized as low stress based on hypothetical norm categorization. These findings suggest that enhancing cognitive reappraisal ability may serve as an effective approach to help students, particularly senior students, manage stress more adaptively.</em></p>SuryadiChairul AmalAida FitriaRahil IlmiM. Arif RahmatullahSafira RahmahAlya Tafani Effendi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106THE INFLUENCE OF POP CULTURE ON GEN Z’S PREFERENCE FOR CODE SWITCHING OVER STANDARD INDONESIAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/22460
<p><em>This study examines the influence of pop culture on the preferences of Generation Z (Gen Z) for using code switching over standard Indonesian. This language-mixing phenomenon is increasingly prevalent across social media platforms and everyday conversations. Using a qualitative approach, data were collected from 20 Gen Z participants through social media observation and informal interviews. The findings reveal that pop culture is the primary driver of code switching among Gen Z, as it is perceived as cool, modern, and expressive. Code switching also functions as a form of social identity construction and digital adaptation. This study contributes to the fields of sociolinguistics and youth communication studies in Indonesia.</em></p>Vanessa Juniyanti AkubaAgniyya Helamsyah Putri HamimAdriansyah Abu Katili
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106ANALISIS KEPARAHAN GEJALA PENYAKIT DAUN PADA PEMBIBITAN MAIN NURSERY KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.)
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/22555
<p>Kelapa sawit (<em>Elaeis guineensis Jacq</em>.) merupakan komoditas unggulan yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia. Keberhasilan budidaya sangat dipengaruhi oleh kualitas bibit yang dihasilkan di tahap pembibitan, khususnya dalam mengendalikan serangan penyakit daun yang disebabkan oleh patogen jamur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keparahan gejala penyakit daun pada bibit kelapa sawit di main nursery dengan perlakuan penutupan piringan polybag menggunakan plastik dan kain, dibandingkan tanpa penutupan. Metode eksperimen dengan rancangan acak kelompok (RAK) non-faktorial dilakukan selama empat minggu, dengan pengamatan tingkat keparahan penyakit setiap minggu. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan penutup plastik dan kain mampu menekan tingkat keparahan penyakit dibandingkan tanpa penutupan, dengan perlakuan plastik lebih efektif. Peningkatan keparahan terjadi secara bertahap selama periode pengamatan, namun perlakuan penutup mampu mengurangi laju penyebaran dan tingkat keparahan penyakit daun. Penelitian ini menyarankan bahwa penggunaan penutup piringan polybag, khususnya plastik, adalah metode sederhana dan efektif dalam mengendalikan penyakit daun pada bibit kelapa sawit di tahap pembibitan, sehingga dapat meningkatkan kualitas bibit yang dihasilkan.</p> <p><em>Oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) is a leading commodity that plays a vital role in the Indonesian economy. Cultivation success is greatly influenced by the quality of seedlings produced during the nursery stage, particularly in controlling leaf disease attacks caused by fungal pathogens. This study aimed to analyze the severity of leaf disease symptoms in oil palm seedlings in the main nursery treated with plastic and cloth polybag disc covers, compared to those without covers. The experiment, using a non-factorial randomized block design (RBD), was conducted for four weeks, with weekly observations of disease severity. The results showed that the use of plastic and cloth covers reduced disease severity compared to those without covers, with the plastic treatment being more effective. Severity increased gradually over the observation period, but the cover treatment reduced the spread and severity of leaf disease. This study suggests that the use of polybag disc covers, particularly plastic, is a simple and effective method for controlling leaf diseases in oil palm seedlings at the nursery stage, thereby improving seedling quality.</em></p>Sritari SinambelaMuhammad Sahlan PanjaitanViviana Prastyca HasanNathanaya Manna GloriaKrystover Galileo PasaribuMelkianus KadiwaruGuntoro
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-062026-06-06106SENTRALISME KEBIJAKAN PERTANIAN NASIONAL DAN KETIDAKSESUAIAN AGROTEKNOLOGI DI LAHAN KERING: ANALISIS KEBIJAKAN DAN REKOMENDASI SOLUSI UNTUK PEMBANGUNAN PERTANIAN NUSA TENGGARA TIMUR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23406
<p>Pembangunan pertanian di Indonesia masih menghadapi kesenjangan antara kebijakan nasional yang berorientasi pada lahan basah dengan kondisi agroekologi wilayah yang sangat beragam, khususnya di Nusa Tenggara Timur yang sebagian besar wilayahnya merupakan lahan kering beriklim semi kering dengan musim hujan singkat. Wilayah ini menyimpan potensi besar melalui keberagaman komoditas lokal seperti sorgum, jagung, dan ubi-ubian yang telah beradaptasi dengan kondisi setempat, namun program nasional seperti subsidi pupuk bernitrogen tinggi dan distribusi benih padi unggul dirancang berdasarkan karakteristik lahan basah sehingga kurang sesuai untuk wilayah Nusa Tenggara Timur. Untuk memahami persoalan ini, kajian menggunakan tiga kerangka teori yang saling melengkapi, yaitu teori desain kebijakan, teori desentralisasi dan teori implementasi top-down guna menjelaskan ketidaksesuaian instrument kebijakan, keterbatasan pelimpahan kewenangan daerah, serta kelemahan asumsi kebijakan pusat pada wilayah berbeda. Kajian dilakukan nelalui pendekatan kualitatif berbasis studi dokumen, dengan data sekunder dari publikasi ilmiah dan laporan statistik yang dianalisis secara deskriptif untuk memahami kesenjangan antara desain kebijakam nasional dengan kebutuhan lokal. Hasil kajian mengidentifikasi enam faktor utama penyebab ketidaksesuaian kebijakan dan merumuskan tiga rekomendasi yang saling melengkapi, yaitu penetapan zona agroekologi sebagai dasar penentuan komoditas wilayah, penyediaan dana adaptasi bagi petani lahan kering yang rentan terhadap risiko iklim, serta pembentukan pusat inovasi pertanian berbasis komunitas. Ketiga rekomendasi tersebut diharaokan mendorong transformasi kebijakan menuju pendekatan yang lebih adaptif, berbasis kondisi lokal, dan menempatkan petani sebagai subjek utama pembangunan pertanian.</p> <p><em>Agricultural development in Indonesia still faces a gap between national wetland-oriented policies and the highly deverse agroecological conditions of the region, particularly in East Nusa Tenggara, where much of the regionis dryland with a semi-arid climate and a short rainy season. This region hold great potential through a diversity of local commodities such as sorghum, corn, and tubers that have adapted to local conditions. This area holds great potential thanks to the variety of local commodities like sorghum, corn, and tubers that have adapted to local conditions, but national programs like high-nitrogen fertilizer subsidies and the distribution of superior rice seeds are designed based on wetland characteristics, so they don't really fit the East Nusa Tenggara region. To understand this issues, this study utilizes three complementary theoretical frameworks: policy design theory, decentralization theory, and top-down implementation theory, to explain the inconsistency of policy instruments, the limitations of regional authority delegation, and the weaknesses of central policy assumptions in different regions. The study was conducted using a qualitative approach based on document studies, using secondary data from scientific publications and statistical reports that were analyzed descriptively to understand the gap between national policy designs and local needs. The study identified six key factors causing policy inconsistencies and formulated three complementary recommendations: establishing agroecological zones as the basis for determining regional commodities, providing adaptation funds for dryland farmers vulnerable to climate risks, and establishing community-based agricultural innovation centers. These three recommendations are expected to drive policy transformation toward a more adaptive, locally based approach that places farmers at the center of agricultural develepoment.</em></p>Karolina SiaGaudensia Harveysinta Jaslan
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106INTEGRASI PENDIDIKAN LINGKUNGAN DAN PERLINDUNGAN ANAK DALAM KONSEP ADIWIYATA BERBASIS PARTISIPASI PESERTA DIDIK
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23516
<p>Program Adiwiyata merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan menumbuhkan kesadaran lingkungan di lingkungan sekolah. Pelaksanaan program tersebut tidak hanya berkaitan dengan upaya pelestarian lingkungan, tetapi juga dapat mendukung perlindungan anak melalui keterlibatan peserta didik dalam berbagai kegiatan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi pendidikan lingkungan dan perlindungan anak dalam pelaksanaan Adiwiyata yang berorientasi pada partisipasi peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan memanfaatkan berbagai sumber seperti buku, artikel ilmiah, dan peraturan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif peserta didik mampu meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan anak. Oleh karena itu, pengintegrasian kedua aspek tersebut dapat mendukung terwujudnya pendidikan yang berkelanjutan dan berpusat pada peserta didik.</p>Dewi Fathonah AzzahraNurhidayah SaputriSurma Hayani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106INTEGRASI IKHTIAR DAN TAWAKAL DALAM AL-QUR'AN: KAJIAN TAFSIR TEMATIK TERHADAP FENOMENA HUSTLE CULTURE PADA GENERASI Z
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23587
<p>Fenomena hustle culture telah menjadi kecenderungan yang semakin menonjol di kalangan Generasi Z seiring dengan meningkatnya tuntutan produktivitas, pencapaian karier, serta kebutuhan akan pengakuan diri di era digital. Budaya ini mendorong individu untuk terus bekerja secara intens dan berorientasi pada keberhasilan, namun di sisi lain dapat memunculkan berbagai dampak negatif, seperti kelelahan fisik dan tekanan psikologis akibat kurangnya keseimbangan antara usaha dan pengelolaan diri. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep ikhtiar dan tawakal dalam Al-Qur'an serta menganalisis relevansinya dalam merespons fenomena hustle culture pada Generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan (library research) dengan metode tafsir maudhu'i (tematik). Sumber data primer berupa ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan ikhtiar dan tawakal, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai kitab tafsir dan literatur ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan melalui teknik content analysis dengan menelaah hubungan antara makna ayat-ayat Al-Qur'an dan realitas sosial kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an menekankan pentingnya keseimbangan antara upaya sungguh-sungguh (ikhtiar) dan penyerahan hasil kepada Allah (tawakal). Kedua konsep tersebut dapat menjadi pedoman etis dalam menghadapi hustle culture, sehingga produktivitas yang dijalankan tidak menimbulkan tekanan berlebihan, tetapi tetap selaras dengan keseimbangan hidup, ketenteraman jiwa, dan nilai-nilai spiritual.</p> <p><em>The phenomenon of hustle culture has become an increasingly prominent trend among Generation Z, driven by growing demands for productivity, career achievement, and self-recognition in the digital era. This culture encourages individuals to work intensively and remain highly success-oriented; however, it may also lead to various negative consequences, including physical exhaustion and psychological stress resulting from an imbalance between effort and self-management. This study aims to examine the concepts of ikhtiar (earnest effort) and tawakal (trust and reliance on Allah) in the Qur'an and to analyze their relevance in addressing the phenomenon of hustle culture among Generation Z. This research employs a library research approach using the thematic (maudhu'i) method of Qur'anic interpretation. Primary data consist of Qur'anic verses related to ikhtiar and tawakal, while secondary data are drawn from Qur'anic commentaries and relevant scholarly literature. Data were analyzed using content analysis by examining the relationship between the meanings of the verses and contemporary social realities. The findings indicate that the Qur'an emphasizes the importance of maintaining a balance between sincere effort (ikhtiar) and surrendering outcomes to Allah (tawakal). These concepts provide an ethical framework for responding to hustle culture, enabling individuals to pursue productivity without experiencing excessive pressure while maintaining life balance, inner peace, and spiritual awareness.</em></p>Siti HijriatunAgus Rifki RidwanMuslimatun KhoiriahDela AnggrainiWahyu WindarwatiLulu Maharani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106PENGARUH PERBEDAAN BUDAYA TERHADAP CARA MAHASISWA MENGELOLA EMOSI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23657
<p>Perbedaan budaya merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi cara individu memahami, mengekspresikan, serta mengelola emosi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam lingkungan perguruan tinggi, mahasiswa berasal dari latar belakang budaya yang beragam sehingga memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi tekanan akademik, membangun hubungan sosial, serta merespons berbagai situasi emosional. Perbedaan nilai, norma, dan kebiasaan yang dibentuk oleh budaya dapat memengaruhi kemampuan regulasi emosi mahasiswa selama proses pembelajaran dan interaksi sosial di kampus.Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbedaan budaya terhadap cara mahasiswa mengelola emosi melalui pendekatan psikologi lintas budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur (literature review) dengan mengumpulkan berbagai teori dan hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan budaya, regulasi emosi, dan perilaku mahasiswa. Data dianalisis untuk memahami hubungan antara latar budaya dengan pola pengelolaan emosi yang ditunjukkan oleh mahasiswa.Hasil pembahasan menunjukkan bahwa budaya memiliki peran yang cukup besar dalam membentuk cara mahasiswa mengenali, mengendalikan, dan mengekspresikan emosi. Mahasiswa yang berasal dari budaya kolektivis cenderung lebih berhati-hati dalam menunjukkan emosi dan lebih mengutamakan keharmonisan kelompok, sedangkan mahasiswa dari budaya individualis cenderung lebih terbuka dalam mengungkapkan perasaan dan pendapat pribadi. Selain itu, kemampuan regulasi emosi yang baik dapat membantu mahasiswa beradaptasi dengan lingkungan baru, mengurangi tingkat stres, meningkatkan kualitas hubungan sosial, serta mendukung keberhasilan akademik.Berdasarkan hasil kajian, dapat disimpulkan bahwa pemahaman mengenai perbedaan budaya sangat penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, mendukung kesehatan emosional mahasiswa, dan membantu proses penyesuaian diri di lingkungan perguruan tinggi yang beragam.</p> <p><em>Cultural differences are one of the important factors that influence how individuals understand, express, and regulate emotions in everyday life. In the university environment, students come from diverse cultural backgrounds, causing differences in the way they deal with academic pressure, build social relationships, and respond to various emotional situations. Differences in values, norms, and habits shaped by culture can affect students’ ability to regulate emotions throughout the learning process and social interactions on campus.This article aims to analyze the influence of cultural differences on the way students manage emotions through a cross-cultural psychology approach. The method used in this study is a literature review by collecting various theories and findings from previous studies related to culture, emotion regulation, and student behavior. The data were analyzed to understand the relationship between cultural background and emotional management patterns shown by students.The discussion results indicate that culture plays a significant role in shaping how students recognize, control, and express emotions. Students from collectivist cultures tend to be more careful in expressing emotions and prioritize group harmony, while students from individualist cultures tend to be more open in expressing feelings and personal opinions. In addition, good emotional regulation skills can help students adapt to new environments, reduce stress levels, improve the quality of social relationships, and support academic success.Based on the findings of this review, it can be concluded that understanding cultural differences is essential in creating an inclusive educational environment, supporting students’ emotional well-being, and assisting the adaptation process within diverse higher education settings.</em></p>Astri AromaDevika AriantiImam Abdillah Lukman
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106ANALISIS DAMPAK AKTIVITAS PERTAMBANGAN BATU BARA TERHADAP PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN MURUNG RAYA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/22487
<p>Kabupaten Murung Raya merupakan salah satu daerah di Kalimantan Tengah yang memiliki potensi sumber daya alam yang besar, khususnya di sektor pertambangan. Aktivitas pertambangan memberikan kontribusi terhadap peningkatan pembangunan ekonomi daerah, seperti meningkatnya pendapatan daerah, terbukanya lapangan pekerjaan, serta berkembangnya kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah tambang. Namun, di sisi lain kegiatan pertambangan juga berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan, seperti kerusakan lahan, pencemaran air sungai, serta menurunnya kualitas lingkungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak aktivitas pertambangan terhadap pembangunan ekonomi dan kerusakan lingkungan di Kabupaten Murung Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan analisis kualitatif yang memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari laporan pemerintah, publikasi ilmiah, serta data statistik terkait sektor pertambangan dan kondisi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan pendapatan masyarakat dan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Namun demikian, aktivitas tersebut juga menimbulkan dampak negatif berupa kerusakan lingkungan yang dapat mengancam keberlanjutan sumber daya alam dan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan pertambangan yang lebih berkelanjutan melalui penerapan kebijakan lingkungan yang ketat, pengawasan yang efektif, serta upaya rehabilitasi lahan pascatambang agar keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan dapat tercapai.</p> <p><em>Murung Raya Regency is one of the areas in Central Kalimantan that has great potential in natural resources, especially in the mining sector. Mining activities contribute to the improvement of regional economic development, such as increased regional income, the opening of job opportunities, and the development of community economic activities around mining areas. However, on the other hand, mining activities also have the potential to cause various environmental problems, such as land degradation, river water pollution, and a decline in environmental quality. This study aims to analyze the impact of mining activities on economic development and environmental damage in Murung Raya Regency. The research method used is a descriptive approach with qualitative analysis utilizing secondary data obtained from government reports, scientific publications, and statistical data related to the mining sector and environmental conditions.Research results show that mining activities have a positive impact on regional economic growth through increased community income and contributions to regional revenue. However, these activities also cause negative impacts in the form of environmental damage that can threaten the sustainability of natural resources and community welfare in the long term. Therefore, more sustainable mining management is required through the implementation of strict environmental policies, effective supervision, and post-mining land rehabilitation efforts so that a balance between economic development and environmental preservation can be achieved.</em></p>BarliNetti SusantiSuherman
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106ANALISIS TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS DALAM PENGELOLAAN PENDAPATAN ASLI DAERAH BERDASARKAN RASIO KEUANGAN DAERAH KABUPATEN SAMOSIR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/22640
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi literatur, melalui pengumpulan dan analisis berbagai sumber penelitian yang relevan dengan topik kajian. Data diperoleh melalui proses identifikasi, seleksi, dan analisis kritis terhadap literatur yang membahas transparansi, akuntabilitas, serta kinerja pengelolaan PAD. Hasil analisis menunjukkan bahwa transparansi dan akuntabilitas memiliki peran penting dalam mendukung pengelolaan PAD, namun dengan karakteristik kontribusi yang berbeda. Transparansi berperan dalam meningkatkan keterbukaan informasi dan mendorong pengawasan eksternal, tetapi belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kinerja PAD karena masih bersifat administratif. Sementara itu, akuntabilitas memiliki peran yang lebih langsung dan opersional dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan PAD melalui penguatan pengendalian internal dan kepatuhan terhadap ketentuan yang belaku. Transparansi dan akuntabilitas memiliki hubungan yang saling melengkapi dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang baik. Efektivitas pengelolaan PAD tidak hanya ditentukan oleh kedua aspek tersebut, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor pendukung seperti kapasitas sumber daya manusia, sistem informasi, dan mekanisme pengawasan. Peningkatan pengelolaan PAD memerlukan penerapan transparansi dan akuntabilitas secara terpadu yang didukung oleh penguatan kapasitas kelembagaan.</p> <p><em>This study aims to analyze the role of transparency and accountability in the management of Regional Original Revenue (PAD). The method used is a qualitative approach with a literature study technique, involving the collection and analysis of various research sources relevant to the topic. Data were obtained through the processes of identification, selection, and critical analysis of literature discussing transparency, accountability, and the performance of PAD management. The results of the analysis indicate that transparency and accountability play important roles in supporting PAD management, although they exhibit different characteristics of contribution. Transparency contributes to enhancing information openness and encouraging external oversight; however, it has not yet provided a significant impact on improving PAD performance due to its predominantly administrative nature. Meanwhile, accountability plays a more direct and operational role in improving the effectiveness of PAD management through strengthening internal control and ensuring compliance with applicable regulations. In addition, transparency and accountability have a complementary relationship in realizing good governance in regional financial management. The effectiveness of PAD management is not only determined by these two aspects but is also influenced by supporting factors such as human resource capacity, information systems, and supervision mechanisms. Therefore, improving PAD management requires the integrated implementation of transparency and accountability, supported by strengthening institutional capacity.</em></p> Heasty Olyvia Tambunan Roma Grecia SimamoraRuth Natalia Lumban Gaol Renny Maisyarah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106INTEGRASI ADIWIYATA DAN SEKOLAH RAMAH ANAK DALAM PEMBENTUKAN BUDAYA SEKOLAH INKLUSIF
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23449
<p>Pembentukan budaya sekolah yang inklusif menjadi salah satu upaya penting dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, ramah, dan mampu mengakomodasi keberagaman peserta didik. Program Adiwiyata dan Sekolah Ramah Anak (SRA) merupakan dua program yang strategis yang mendukung terciptanya budaya sekolah yang berorientasi pada kepedulian lingkungan sekaligus pemenuhan hak-hak anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi Program Adiwiyata dan Sekolah Ramah Anak dalam pembentukan budaya sekolah yang inklusif. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui pengumpulan data dari buku, jurnal ilmiah, peraturan pemerintah dan dokumen resmi yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi kedua program mampu menciptakan budaya sekolah yang lebih inklusif melalui penerapan nilai-nilai kepedulian lingkungan, penghormatan terhadap hak anak, partisipasi seluruh warga sekolah, serta terciptanya lingkungan belajar yang aman, sehat, nyaman, dan bebas dari diskriminasi. Sinergi antara Proram Adiwiyata dan Sekolah Ramah Anak menjadi strategi yang efektif dalam mendukung pendidikan yang berkelanjutan serta penguatan karakter peserta didik. Oleh karena itu, implementasi kedua program secara terpadu perlu terus ditingkatkan sebagai upaya membangun budaya sekolah yang berkualitas dan inklusif.</p> <p><em>The development of an inclusive school culture is an essential effort to create a safe, comfortable, child-friendly, and diverse learning environment. The Adiwiyata Program and the Child-Friendly School (CFS) Program are two strategic initiatives that support the establishment of a school culture emphasizing environmental awareness and the fulfillment of children's rights. This study aims to analyze the integration of the Adiwiyata Program and the Child-Friendly School Program in fostering an inclusive school culture. The study employed a qualitative descriptive approach using a literature review method by analyzing books, scientific journals, government regulations, and other relevant documents. The findings indicate that the integration of these two programs contributes to the development of an inclusive school culture through the implementation of environmental awareness, respect for children's rights, active participation of all school members, and the creation of a safe, healthy, comfortable, and non-discriminatory learning environment. The synergy between the Adiwiyata Program and the Child-Friendly School Program is an effective strategy for supporting sustainable education and strengthening students' character. Therefore, the integrated implementation of both programs should be continuously enhanced to promote a high-quality and inclusive school culture</em></p>AsnainiNur AzizahSurma Hayani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106FUNGSI SOSIAL GAYA BAHASA SARKASME DAN HUMOR DALAM MEMBANGUN SOLIDARITAS DI TONGKRONGAN MAHASISWA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23545
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari peran sarkasme dan humor dalam membentuk serta memperkuat hubungan sosial yang solid di antara kelompok teman-teman mahasiswa, dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif yang didasarkan pada kajian buku dan sumber literatur. Kerangka analisis yang digunakan adalah teori SPEAKING oleh Dell Hymes, yang terdiri dari delapan komponen dalam peristiwa tutur, yaitu Setting dan Scene, Participants, Ends, Act Sequences, Key, Instrumentalities, Norms of Interaction, dan Genre. Data tersebut didapat dari sumber-sumber ilmiah yang terakreditasi dan relevan dengan fenomena sarkasme, humor, serta dinamika sosial para mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarkasme dan humor bekerja melalui tiga cara utama: sebagai cara untuk mengatasi tekanan belajar, sebagai tanda kedekatan dan rasa percaya antar anggota kelompok, serta sebagai alat pembentuk identitas budaya subyektif. Delapan komponen SPEAKING secara terpadu menjelaskan cara ucapan sarkasme diartikan secara positif ketika terjadi dalam aturan kelompok yang disepakati bersama-sama. Penelitian ini menekankan bahwa pemahaman yang tepat tentang sarkasme dan humor dalam konteks tertentu sangat penting agar tidak salah menganggap candaan yang akrab sebagai bentuk perundungan verbal. Temuan ini membantu penelitian tentang cara bahasa digunakan dalam konteks sosial dan disarankan sebagai dasar dalam membuat program yang mendukung kesejahteraan mahasiswa di universitas</p>Venny Mauli Apriliani NadapdapMuhammad Zaidan AlwiAdelia
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106IMPLEMENTASI KOMUNIKASI PARIWISATA DALAM MEMBANGUN CITRA DESTINASI (STUDI KASUS PADA WISATA SITU GEDE ECO SPACE KOTA TANGERANG)
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23613
<p>Situ Gede Eco Space merupakan salah satu destinasi wisata ruang terbuka hijau di Kota Tangerang yang memanfaatkan keberadaan danau sebagai daya tarik utama serta berfungsi sebagai ruang publik bagi masyarakat. Namun, berdasarkan hasil observasi awal, implementasi komunikasi pariwisata dalam memperkenalkan dan membangun citra destinasi tersebut masih belum berjalan secara optimal. Promosi destinasi masih terbatas pada media sosial dan dukungan media lokal yang belum dilakukan secara konsisten sehingga citra destinasi lebih banyak terbentuk melalui pengalaman individual pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi komunikasi pariwisata dalam membangun citra destinasi pada Wisata Situ Gede Eco Space Kota Tangerang serta mengidentifikasi hambatan yang terjadi dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pengelola destinasi, pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, anggota POKDARWIS, serta pengunjung Situ Gede Eco Space. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.</p> <p><em>Situ Gede Eco Space is one of the green open space tourism destinations in Tangerang City that utilizes the lake as its main attraction and functions as a public space for the community. However, based on preliminary observations, the implementation of tourism communication in introducing and building the destination image has not been carried out optimally. Promotional activities are still limited to social media and local media support that are not consistently implemented, so the destination image is often formed through individual visitor experiences. This study aims to determine the implementation of tourism communication in building the destination image of Situ Gede Eco Space Tourism in Tangerang City and to identify the obstacles that occur in the process. This research uses a qualitative approach with a constructivist paradigm. Data collection techniques were conducted through in-depth interviews, observation, and documentation. The research informants consisted of destination managers, the staff of the Department of Culture and Tourism of Tangerang City, members of the Tourism Awareness Group (POKDARWIS), and visitors of Situ Gede Eco Space. Data analysis used the Miles and Huberman model which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing.</em></p>AriwibowoMochammad MirzaAjeng Pradesti
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106HUBUNGAN SELF CARE MANAGEMENT DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AMBULU KABUPATEN JEMBER
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23671
<p>Diabetes melitus tipe 2 memerlukan kemampuan self-care management sebagai bentuk perawatan mandiri untuk membantu pengendalian penyakit, mencegah komplikasi dan mempertahankan kualitas hidup. Kualitas hidup merupakan persepsi individu terhadap kesejahteraan fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan self-care management dengan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Ambulu Kabupaten Jember. Desain penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 57 responden, sampel penelitian sebanyak 50 responden dan teknik sampling menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-care management responden sebagian besar berada pada kategori cukup sebanyak 29 responden (58,0%) dan kualitas hidup responden mayoritas pada kategori cukup sebanyak 41 responden (82,0%). Hasil uji statistik Spearman Rank (Rho) menunjukkan nilai p <0,019 dengan koefisien korelasi r = 0,331. Terdapat hubungan antara self-care management dengan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Ambulu Kabupaten Jember. Hubungan lemah antara self-care management dan kualitas hidup menunjukkan bahwa kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe 2 tidak hanya dipengaruhi oleh self-care management, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh faktor usia, dukungan keluarga, kondisi psikologis dan adanya komplikasi penyakit yang memengaruhi kondisi kesehatan responden.</p> <p><em>Type 2 diabetes mellitus requires self-care management as a form of self-care to assist in disease control, prevent complications, and maintain quality of life. Quality of life is an individual's perception of physical, psychological, social, and environmental well-being. This study aimed to determine the relationship between self-care management and quality of life among patients with type 2 diabetes mellitus in the working area of Ambulu Public Health Center, Jember Regency. This study employed a correlational design with a cross-sectional approach. The population of this study consisted of 57 respondents, with a sample of 50 respondents selected using a purposive sampling technique. The results showed that the majority of respondents had a moderate level of self-care management, with 29 respondents (58.0%), and the majority had a moderate quality of life, with 41 respondents (82.0%). The results of the Spearman Rank (Rho) statistical test showed a p-value of <0.019 with a correlation coefficient of r = 0.331. There was a relationship between self-care management and quality of life among patients with type 2 diabetes mellitus in the working area of Ambulu Public Health Center, Jember Regency. The weak relationship between self-care management and quality of life indicates that the quality of life of patients with type 2 diabetes mellitus is influenced not only by self-care management but also by factors such as age, family support, psychological condition, and the presence of disease complications that affect the respondents' health status.</em></p>Libriyana AdhaniSasmiyantoSofia Rhosma Dewi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106ANALISIS DAMPAK SERTIFIKASI HALAL DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH KOTA BUKITTINGGI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/22443
<p>Penelitian ini di latar belakangi untuk mengetahui analisis dampak sertifikasi halal dalam peningkatan pendapatan usaha mikro kecil menengah Kota Bukittinggi Sertifikasi halal telah menjadi salah satu aspek penting dalam dunia usaha, khususnya bagi industri makanan, proses sertifikasi ini tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan agama, tetapi juga berperan dalam meningkatkan daya saing Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskritif kualitatif.Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, Observasi serta dokumentasi. Teknik pengolah data dengan redukasi data, editing data, deskriptif data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: penerapan sertifikasi halal ini dapat meningkatan pendapatan UMKM ada empat yaitu sebagai alat memasarkan produk, upaya peningkatan penjualan, pengembangan usaha dan peningkatan pendapatan. Penerapan sertifikasi halal sebagai alat memasarkan produk dilihat dari daya tarik konsumen dan strategi baru untuk UMKM. Penerapan sertifikasi halal sebagai peningkatan penjualan memberikan manfaat dengan peningkatan jangkauan pemasaran dan memberikan kepuasan bagi konsumen. Penerapan sertifikat halal sebagai upaya peningkatan pendapatan terlihat dengan adanya pendapatan yang terus meningkat dan bertambahnya tingkat pembelian konsumen. Selain itu penerapan sertifikat halal juga sebagai pengembangan usaha yang dimana produk harus terjamin kehalalanya dan pengolahan produk harus dari bahan bahan yang halal. dengan yang penerapan sertifikat halal paling besar dirasakan oleh para pelaku usaha sebagai alat memasarkan produk, dimana sertifikat halal dapat meningkatkan pendapatan UMKM di Kota Bukittinggi melalui daya tarik dan strategi baru.</p> <p><em>this research is to determine the impact of halal certification in increasing the income of micro, small and medium enterprises in Bukittinggi City. Halal certification has become an important aspect in the business world, especially for the food industry. This certification process is not only related to compliance with religious rules, but also plays a role in increasing competitiveness. This type of research is field research which is descriptive qualitative in nature. Data collection techniques use interview, observation and documentation methods. Data processing techniques using data reduction, data editing, data description and drawing conclusions. The results of this research show that: implementing halal certification can increase the income of UMKM in four ways, namely as a tool for marketing products, efforts to increase sales, business development and increase income. The application of halal certification as a product marketing tool is seen from consumer attraction and new strategies for UMKM. The implementation of halal certification as an increase in sales provides benefits by increasing marketing reach and providing consumer satisfaction. The implementation of halal certificates as an effort to increase income can be seen from the continued increase in income and increasing levels of consumer purchases. Apart from that, the application of halal certificates is also a business development where products must be guaranteed to be halal and product processing must be made from halal ingredients. with the greatest application of halal certificates being felt by business actors as a tool for marketing products, where halal certificates can increase the income of UMKM in Bukittinggi City through new attractions and strategies.</em></p>Nurita sariseptria susanti
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106FENOMENA COGNITIVE OUTSOURCING PADA AI GENERATIF: DAMPAKNYA TERHADAP KEMAMPUAN ALGORITMIK DAN DEBUGGING MAHASISWA TEKNIK INFORMATIKA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/22514
<p>Kehadiran kecerdasan buatan seperti ChatGPT dan GitHub Copilot memang membuat proses belajar pemrograman terasa jauh lebih praktis. Namun, di balik kemudahan instan ini, ada risiko tersembunyi yang mengancam mahasiswa: cognitive outsourcing. Secara sederhana, ini adalah kebiasaan mendelegasikan beban berpikir kritis dan penyusunan logika kepada mesin. Penelitian ini dilakukan untuk melihat sejauh mana ketergantungan mahasiswa Teknik Informatika terhadap AI generatif, serta dampaknya saat mereka harus merancang algoritma atau mencari bug (debugging) murni secara mandiri. Kami melakukan pengujian lapangan menggunakan metode campuran terhadap 87 mahasiswa semester 3–5 di wilayah Jawa Barat. Pengujian ini meliputi pengisian kuesioner kebiasaan penggunaan AI dan tes praktik debugging langsung tanpa koneksi internet maupun bantuan bot. Hasilnya memperlihatkan realita yang cukup mengkhawatirkan. Semakin sering seorang mahasiswa mengandalkan AI (terlihat dari korelasi r = -0,62; p < 0,01), semakin anjlok kemampuannya dalam menemukan eror pada kode secara manual. Bahkan, sekitar 64,4% partisipan yang terbiasa "disuapi" AI langsung mengalami mental block ketika dihadapkan pada logical error dasar. Kesimpulannya, integrasi AI dalam pendidikan kampus memang tidak bisa dihindari, tetapi penggunaannya harus diseimbangkan agar tidak mematikan insting computational thinking yang wajib dimiliki oleh calon programmer.</p> <p><em>The presence of artificial intelligence like ChatGPT and GitHub Copilot has indeed made learning programming much more practical. However, behind this instant convenience, there is a hidden risk that threatens students: cognitive outsourcing. Simply put, this is the habit of delegating the burden of critical thinking and logical construction to machines. This study was conducted to determine the extent of Informatics Engineering students' dependence on generative AI, and its impact when they have to design algorithms or find bugs (debugging) purely independently. We conducted a mixed-methods field test on 87 students in semesters 3–5 in West Java. This test included filling out a questionnaire on AI usage habits and a hands-on debugging test without an internet connection or bot assistance. The results revealed a quite alarming reality. The more frequently a student relied on AI (as seen from the correlation r = -0.62; p < 0.01), the more their ability to manually find errors in code declined. In fact, around 64.4% of participants who were accustomed to being "fed" by AI immediately experienced mental block when faced with basic logical errors. In conclusion, the integration of AI into campus education is inevitable, but its use must be balanced to avoid stifling the computational thinking instincts that aspiring programmers must possess.</em></p>Muhammad Fathir Al KausarAkhmad Rizal Dzikrillah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106EFEKTIVITAS REINFORCEMENT POSITIF TERHADAP PERILAKU KECANDUAN TOP UP GAME ONLINE
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23395
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya keterlibatan remaja dalam transaksi mikro di permainan daring, yang berisiko memicu perilaku konsumtif maladaptif. Urgensi penelitian ini terletak pada perlunya intervensi yang efektif untuk mengendalikan dorongan top-up demi menjaga kesejahteraan finansial dan pengendalian diri remaja. Metode yang digunakan adalah eksperimen subjek tunggal (Single Subject Research) dengan desain A–B–A, yang menggabungkan teknik pencatatan mandiri (self-monitoring) dan pemberian penguatan positif (positive reinforcement). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian imbalan atas perilaku alternatif yang adaptif berhasil menurunkan frekuensi transaksi secara signifikan. Penurunan perilaku tersebut tetap stabil bahkan setelah intervensi dihentikan, yang mengindikasikan terbentuknya kontrol diri dan kebiasaan finansial baru yang lebih sehat pada subjek.</p> <p><em>This study was motivated by the growing trend of adolescents engaging in microtransactions in online games, which risks triggering maladaptive consumer behavior. The urgency of this study lies in the need for effective interventions to curb the urge to top up, thereby safeguarding adolescents’ financial well-being and self-control. The method used was a single-subject experiment (Single Subject Research) with an A–B–A design, combining self-monitoring techniques and positive reinforcement. The results showed that rewarding adaptive alternative behaviors successfully reduced transaction frequency significantly. This reduction in behavior remained stable even after the intervention was discontinued, indicating the development of self-control and new, healthier financial habits in the subjects.</em></p>Navysha Zahra August Bintan RiadiKhotimatul HasanahMuhammad Jamaluddin
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106ANALISIS RASIO KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LABUHANBATU UTARA BERDASARKAN LAPORAN KEUANGAN TAHUN ANGGARAN 2023-2024
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23511
<p>Lapoan keuangan pemerintah daerah merupakan instrumen penting dalam menilai tingkat akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah. Analisis rasio keuangan digunakan untuk mengukur kinerja keuangan pemerintah daerah sehingga dapat diketahui tingkat efektivitas, efisinsi, dan kemampuan daerah dalam mengelola sumber daya keuangannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi keuangan pemerintah kabupaten labuhan batu utara berdasarkan laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) Tahun anggaran 2023-2024. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kunatitatif dengan pendekatan analisis rasio keuangan. Data yang digunakan berasal dari laporan realisasi anggaran, laporan operasional, laporan perubahan ekuitas, dan catatan atas laporan keuangan kabupaten labuhan batu utara. Rasio yang dianalisis meliputi rasio pertumbuhan SILPA, rasio pertumbuhan ekuitas, rasio realisasi belanja tak terduga, serta analisis efisiensi pengelolaan anggaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SILPA mengalami penurunan sebesar 53,20% dari Rp.107,27 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp.50,19 miliar pada tahun 2024. Penurunan ini menunjukkan peningkatan efektivitas dalam perencanaan dan penyerapan anggaran. Namun demikian, ekuitas daerah mengalami penurunan sebesar 3,50% akibat defisit operasional dan tingginya beban penyusutan aset tetap. Selain itu, realisasi belanja tak terduga mengalami penurunan dari 80,999% menjadi 66,78%, yang menunjukkan menurunnya kebutuhan pendanaan untuk keadaan darurat dan bencana. Secara keseluruhan, kinerja keuangan pemerintah labuhan batu utara pada tahun 2024 menunjukkan perbaikan dalam pengelolaan anggaran, meskipun masih menghadapi tantangan dalam mempertahankan pertumbuhan kekayaan bersih daerah.</p> <p><em>Regional government financial reports are an important instrument for assessing the level of accountability and transparency in regional financial management. Financial ratio analysis is used to measure regional government financial performanance to determine the level of effectiveness, efficiency, and capability of the region in managing its financial resource. This study aims to analyze the financial conditionof the North Labuhanbatu Regency Government based on the Regional Government Financial Reports (LKPD) for the 2023 and 2024 Fiscal Years. The research method used is a quantitative descriptive method with a financial ratio analysis approach. Data were derived from budget realization reports, operasional reports, and notes to the North Labuhanbatu Regency financial statements. The ratios analyzed include the SILPA growth ratio, unexpected expenditure realization ratio, and budget management efficiency analysis. The results show that SILPA descreased by 53,20%, from IDR107.27 bilion in 2023 to IDR50.19 bilion in 2024. This decrease indicates increased effectiveness in budget planning and absorption. However, regional equity decreased by 3.50% due to operational deficits and high depreciation of fixed assets. Furthermore, the realization of unexpected expenditures decreased from 80.99% to 66.78%, indicating a reduced need for fundingfor emergencies and disasters. Overall, the financial performance of the North Labuhanbatu Regency Government in 2024 showed improvements is budget management, although it still faces challenges in maintaining regional net wealth growth.</em></p>Asri Rama Gita RangkutiJihan Pahena JariakhRenny Maisyarah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106IMPLEMENTASI LATIHAN RANGE OF MOTION (ROM) DALAM MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE DI RSUD dr. H. KOESNADI BONDOWOSO
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23585
<p>Latar Belakang: Stroke merupakan gangguan neurologis yang terjadi akibat terhambatnya aliran darah ke otak sehingga menyebabkan kerusakan jaringan otak. Salah satu dampak yang sering terjadi pada pasien stroke adalah gangguan mobilitas fisik berupa penurunan kekuatan otot yang dapat menghambat aktivitas sehari-hari. Latihan Range of Motion (ROM) merupakan salah satu tindakan rehabilitasi yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan kekuatan otot dan mempertahankan fungsi gerak pada pasien stroke. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah satu pasien dengan diagnosis medis CVA infark yang mengalami gangguan mobilitas fisik. Implementasi latihan ROM dilakukan selama 3 hari berturut-turut dengan fokus pada ekstremitas yang mengalami kelemahan. Hasil: Hasil implementasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan gerak pada ekstremitas kiri pasien. Pada awal pengkajian pasien mengalami kelemahan pada tangan dan kaki kiri dengan keterbatasan mobilitas. Setelah diberikan latihan ROM selama 3 hari, pasien menunjukkan peningkatan pergerakan ekstremitas, peningkatan rentang gerak sendi (ROM), penurunan kelemahan fisik, serta mampu menekuk kaki kiri secara mandiri dan mulai menggerakkan tangan kiri. Masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik dinyatakan teratasi.</p> <p><em>Background: Stroke is a neurological disorder caused by impaired blood flow to the brain, resulting in brain tissue damage. One of the most common effects of stroke is impaired physical mobility due to decreased muscle strength, which limits daily activities. Range of Motion (ROM) exercises are rehabilitation interventions that can help improve muscle strength and maintain motor function in stroke patients. Method: This study used a case study method with a nursing process approach including assessment, nursing diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. The subject was one patient diagnosed with cerebral infarction (CVA infarction) who experienced impaired physical mobility. ROM exercises were implemented for three consecutive days focusing on the affected extremities. Result: The implementation results showed an improvement in the patient's left extremity movement. Initially, the patient experienced weakness in the left arm and leg with limited mobility. After three days of ROM exercises, there was an increase in extremity movement, range of motion, reduced physical weakness, and the patient was able to bend the left leg independently and begin moving the left arm.</em></p>Andini Cecilia CatherinaMad ZainiGinanjar Sasmito Adi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN MUSLIM DI ERA DIGITAL PERSEPSI MUFASIR KONTEMPORER
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23652
<p>Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat Muslim, termasuk dalam pembentukan karakter disiplin. Kemudahan akses informasi, intensitas penggunaan media sosial, serta meningkatnya ketergantungan terhadap perangkat digital berpotensi memengaruhi pola perilaku individu, terutama dalam pengelolaan waktu, pelaksanaan ibadah, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep karakter disiplin dalam Al-Qur’an berdasarkan perspektif mufasir kontemporer serta mengkaji relevansinya dalam menghadapi tantangan era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan metode tafsir tematik (maudhu‘i). Sumber data primer berupa Al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir kontemporer, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, artikel jurnal, dan karya ilmiah yang berkaitan dengan pendidikan karakter dan perkembangan masyarakat digital. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sementara analisis data menggunakan metode analisis isi (content analysis) dan komparasi interpretatif terhadap pandangan para mufasir kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter disiplin dalam Al-Qur’an mencakup kedisiplinan dalam memanfaatkan waktu, konsistensi dalam menjalankan ibadah, komitmen terhadap amanah, serta tanggung jawab dalam setiap aktivitas kehidupan. Mufasir kontemporer memandang disiplin sebagai nilai fundamental yang berfungsi membentuk pribadi Muslim yang berintegritas, produktif, dan mampu mengendalikan diri di tengah derasnya arus digitalisasi. Nilai-nilai disiplin yang terkandung dalam Al-Qur’an memiliki relevansi yang kuat dalam membangun kesadaran etis, kemampuan mengelola penggunaan teknologi, serta membentuk perilaku digital yang bertanggung jawab. Dengan demikian, internalisasi nilai-nilai disiplin Qur’ani dapat menjadi landasan strategis dalam pembentukan karakter Muslim yang adaptif dan berakhlak mulia di era digital.</p> <p><em>The advancement of digital technology has brought significant changes to the lives of Muslim communities, including in the formation of disciplined character. Easy access to information, the intensive use of social media, and increasing dependence on digital devices have the potential to influence individual behavior patterns, particularly in time management, the observance of religious duties, and social responsibility. This study aims to analyze the concept of disciplined character in the Qur’an from the perspective of contemporary Qur’anic exegetes and to examine its relevance in addressing the challenges of the digital era. This research employs a qualitative approach using a library research design and the thematic interpretation (maudhu‘i) method. Primary data sources consist of the Qur’an and contemporary tafsir works, while secondary data are obtained from books, journal articles, and other scholarly publications related to character education and digital society. Data were collected through documentation and literature review, and analyzed using content analysis and comparative interpretation of contemporary exegetes’ perspectives. The findings reveal that disciplined character in the Qur’an encompasses effective time management, consistency in performing acts of worship, commitment to fulfilling trusts and responsibilities, and accountability in all aspects of life. Contemporary exegetes regard discipline as a fundamental value that shapes Muslims into individuals of integrity, productivity, and self-control amidst the rapid expansion of digitalization. The disciplinary values embedded in the Qur’an are highly relevant to fostering ethical awareness, managing the use of technology, and developing responsible digital behavior. Therefore, the internalization of Qur’anic disciplinary values can serve as a strategic foundation for cultivating adaptive and morally upright Muslim individuals in the digital era.</em></p>Agung Praja PutraAgus Rifki RidwanAhmad FauziMeisya AnggrainiNazifatul fitriaPutri Awaliyah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106ASPEK PERKEMBANGAN ANAK PADA BIDANG FISIK DAN MOTORIK: TINJAUAN TEORITIS DAN IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/22476
<p>Perkembangan fisik dan motorik merupakan salah satu aspek fundamental dalam pertumbuhan anak yang memengaruhi kemampuan anak dalam berinteraksi dengan lingkungan serta mendukung perkembangan aspek lainnya, seperti kognitif, sosial, emosional, dan bahasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji secara mendalam perkembangan fisik dan motorik anak serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan berbagai sumber ilmiah berupa buku, jurnal, dan artikel yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa perkembangan fisik anak ditandai dengan perubahan ukuran tubuh, berat badan, tinggi badan, dan kematangan sistem organ. Sementara itu, perkembangan motorik meliputi motorik kasar dan motorik halus yang berkembang secara bertahap sesuai tahapan usia anak. Faktor genetik, nutrisi, lingkungan, pola asuh, dan stimulasi memiliki pengaruh signifikan terhadap optimalisasi perkembangan fisik dan motorik anak. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam memberikan stimulasi yang tepat guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.</p> <p><em>Physical and motor development are fundamental aspects of child growth that influence children's ability to interact with their environment and support other developmental domains, including cognitive, social, emotional, and language development. This study aims to examine physical and motor development in children and identify the factors influencing these developmental aspects. The study employed a literature review method by collecting scientific sources from books, journals, and relevant articles. The findings indicate that physical development is characterized by changes in body size, weight, height, and the maturation of organ systems. Meanwhile, motor development consists of gross motor skills and fine motor skills that develop gradually according to children's developmental stages. Genetic factors, nutrition, environment, parenting styles, and stimulation significantly affect the optimization of children's physical and motor development. Therefore, collaboration among families, schools, and communities is necessary to provide appropriate stimulation and support optimal child development.</em></p>Fatrica SyafriTitin SumarniDuwiana RamadaniaMutia FitriAnisah Bashirah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106KAJIAN GASTRONOMI MIE GOMAK SEBAGAI REPRESENTASI BUDAYA KULINER BATAK DI PANGURURAN KABUPATEN SAMOSIR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/22632
<p>Mie Gomak merupakan makanan tradisional khas Batak Toba yang menjadi identitas budaya masyarakat di Pangururan Kabupaten Samosir. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gastronomi Mie Gomak sebagai representasi budaya kuliner Batak. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara dan dokumentasi terhadap pelaku UMKM serta tokoh adat Batak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mie Gomak memiliki ciri khas pada penggunaan rempah tradisional dan teknik pengolahan “gomak” yang masih dipertahankan. Mie Gomak juga memiliki kandungan energi sebesar 829,1 kkal, protein 25,5 gram, lemak 41,7 gram, dan karbohidrat 90,5 gram. Selain sebagai makanan tradisional, Mie Gomak memiliki nilai sosial budaya dan berperan dalam mempererat hubungan masyarakat. UMKM turut berperan dalam pelestarian Mie Gomak melalui pelestarian resep, teknik pengolahan, dan promosi kuliner khas Batak Toba.</p> <p><em>Mie Gomak is a traditional food typical of the Toba Batak people which is a cultural identity of the Pangururan community of Samosir Regency. This study aims to examine the gastronomy of Mie Gomak as a representation of Batak culinary culture. The study used a qualitative descriptive method through interviews and documentation with MSMEs and Batak traditional leaders. The results show that Mie Gomak is characterized by the use of traditional spices and the "gomak" processing technique that is still maintained. Mie Gomak also contains 829.1 kcal of energy, 25.5 grams of protein, 41.7 grams of fat, and 90.5 grams of carbohydrates. In addition to being a traditional food, Mie Gomak has socio-cultural value and plays a role in strengthening community relations. MSMEs also play a role in preserving Mie Gomak through preserving recipes, processing techniques, and promoting typical Toba Batak culinary.</em></p>Imelina Priskila Br SitanggangElpina Pepayosa Br PinemYoseva Naomi SimanullangYerni Meikristian GuloEsi EmiliaReny Yuliana SiahaanJenri P. Hutasoit
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106TANTANGAN PEMUDA KRISTEN DALAM MEMPERTAHANKAN IMAN DI LINGKUNGAN KOS-KOSAN RILAYU
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23416
<p>Pemuda Kristen memiliki peran penting dalam keluarga, gereja, dan masyarakat sebagai generasi penerus yang diharapkan mampu hidup sesuai dengan ajaran Kristus. Namun, kehidupan di lingkungan kos-kosan sering kali menghadirkan berbagai tantangan yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan keteguhan iman mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tantangan yang dihadapi pemuda Kristen dalam mempertahankan iman di lingkungan Kos-Kosan Rilayu serta upaya yang dilakukan untuk tetap bertumbuh secara rohani. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik wawancara terhadap pemuda Kristen yang tinggal di Kos-Kosan Rilayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama yang dihadapi meliputi pengaruh teman sebaya, pergaulan yang kurang sehat, penggunaan media sosial yang berlebihan, serta berkurangnya waktu untuk kegiatan kerohanian akibat kesibukan sehari-hari. Selain itu, lingkungan yang bebas dan kurangnya pengawasan juga dapat memengaruhi komitmen pemuda terhadap nilai-nilai kekristenan. Untuk menghadapi tantangan tersebut, pemuda perlu menjaga kedekatan dengan Tuhan melalui doa, membaca Alkitab, mengikuti persekutuan, dan terlibat aktif dalam pelayanan gereja. Dukungan keluarga dan gereja juga berperan penting dalam membentuk serta memperkuat kehidupan iman pemuda. Dengan memiliki dasar iman yang kuat, pemuda Kristen mampu mempertahankan keyakinannya dan menjadi teladan yang baik di tengah lingkungan yang penuh tantangan.</p> <p><em>Christian youth play a vital role in their families, churches, and communities as the next generation, expected to live according to Christ's teachings. However, living in a boarding house often presents various challenges that can impact the growth and steadfastness of their faith. This study aims to identify the challenges faced by Christian youth in maintaining their faith in the Rilayu boarding house environment and the efforts they make to maintain their spiritual growth. The method used was qualitative research using interviews with Christian youth living in the Rilayu boarding house. The results indicate that the main challenges include peer influence, unhealthy social interactions, excessive use of social media, and reduced time for spiritual activities due to daily activities. Furthermore, a free environment and lack of supervision can also impact youth's commitment to Christian values. To address these challenges, youth need to maintain their closeness to God through prayer, Bible reading, fellowship, and active involvement in church services. Family and church support also play a crucial role in shaping and strengthening the faith of young people. By having a strong foundation of faith, Christian youth are able to maintain their faith and serve as good role models in a challenging environment</em></p>Asta Lawu NediFriska Mince BenuMiseri Cordia LiuStevani Gloria BabisEldira FayMargarita TenisAdriana I.S. Sole
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106SISTEM PROBLEMATIKA DAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI INDONESIA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23535
<p>Pendidikan di Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan kompleks, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial, budaya, politik, dan ekonomi. Sejak era pra-kolonial, pendidikan telah menjadi bagian integral kehidupan masyarakat. Pada masa kolonial, Belanda memperkenalkan sistem pendidikan modern yang bersifat diskriminatif dan dualistis. Pasca kemerdekaan, Indonesia membangun sistem pendidikan nasional yang inklusif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji latar belakang, konsep, problematika, dan kebijakan pendidikan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai literatur relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa problematika utama pendidikan Indonesia mencakup kesenjangan sarana prasarana, kompleksitas kurikulum, ketimpangan distribusi tenaga pendidik, dan rendahnya literasi peserta didik. Berbagai kebijakan telah diimplementasikan, mulai dari Wajib Belajar 9 Tahun hingga Kurikulum Merdeka, sebagai upaya mengatasi tantangan tersebut.</p> <p><em>Education in Indonesia has a long and complex history, influenced by various social, cultural, political, and economic factors. Since the pre-colonial era, education has been an integral part of Indonesian society. During the colonial period, the Dutch introduced a modern but discriminatory and dualistic education system. After independence, Indonesia built an inclusive national education system. This article aims to examine the historical background, concepts, problems, and policies of education in Indonesia. Using a library research method, findings reveal that the main problems include infrastructure disparities, curriculum complexity, unequal distribution of teachers, and low student literacy. Various policies have been implemented, from the 9-Year Compulsory Education to the Merdeka Curriculum, as efforts to address these challenges.</em></p>Miftahul JannahNeneg Hasanah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106PENGARUH KANGAROO MOTHER CARE TERHADAP ADAPTASI FISIOLOGIS BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RUANG PERINATOLOGI RSD DR. SOEBANDI JEMBER
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23605
<p>Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) berisiko mengalami gangguan adaptasi fisiologis akibat ketidakmatangan sistem organ, seperti hipotermia, gangguan pernapasan, ketidakstabilan denyut jantung, dan penurunan saturasi oksigen. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang direkomendasikan adalah Kangaroo Mother Care (KMC) melalui kontak kulit ke kulit antara ibu dan bayi untuk meningkatkan stabilitas fisiologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Kangaroo Mother Care terhadap adaptasi fisiologis bayi Berat Badan Lahir Rendah di Ruang Perinatologi RSD dr. Soebandi Jember. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 bayi BBLR yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi KMC dilakukan selama minimal 60 menit per hari selama dua hari berturut-turut. Adaptasi fisiologis diukur berdasarkan Heart Rate (HR), Respiratory Rate (RR), suhu tubuh, dan saturasi oksigen (SpO₂). Analisis data menggunakan Paired Sample t-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Setelah pemberian KMC terjadi peningkatan rata-rata Heart Rate, Respiratory Rate, suhu tubuh, dan saturasi oksigen dibandingkan sebelum intervensi. Hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan nilai p = 0,012 (p < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh signifikan Kangaroo Mother Care terhadap adaptasi fisiologis bayi BBLR. Kangaroo Mother Care berpengaruh signifikan dalam meningkatkan adaptasi fisiologis bayi Berat Badan Lahir Rendah sehingga dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan yang efektif.</p> <p><em>Low Birth Weight (LBW) infants are at high risk of impaired physiological adaptation due to the immaturity of their organ systems, including hypothermia, respiratory disorders, unstable heart rate, and decreased oxygen saturation. One of the recommended non-pharmacological interventions is Kangaroo Mother Care (KMC), a skin-to-skin contact method between the mother and infant that helps improve physiological stability. This study aimed to analyze the effect of Kangaroo Mother Care on the physiological adaptation of Low Birth Weight infants in the Perinatology Unit of RSD dr. Soebandi Jember. This study employed a quantitative pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. A total of 30 LBW infants were selected using purposive sampling. The KMC intervention was administered for a minimum of 60 minutes per day over two consecutive days. Physiological adaptation was assessed based on heart rate (HR), respiratory rate (RR), body temperature, and oxygen saturation (SpO₂). Data were analyzed using the Paired Sample t-test with a significance level of 0.05. Following the KMC intervention, the mean values of heart rate, respiratory rate, body temperature, and oxygen saturation increased compared to the pre-intervention measurements. The Paired Sample t-test showed a statistically significant effect (p = 0.012; p < 0.05), indicating that Kangaroo Mother Care significantly improved the physiological adaptation of Low Birth Weight infants. Therefore, Kangaroo Mother Care can be recommended as an effective nursing intervention to improve the physiological adaptation of Low Birth Weight infants.</em></p>Diyan IndriyaniNikmatur RohmahKomarudinNatalia Susan
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106IMPLEMENTASI PSAK 216 DALAM PENGELOLAAN ASET TETAP: AKUISISI, DEPRESIASI, PENURUNAN NILAI, DAN REVALUASI PADA PERUSAHAAN PT SEMEN INDONESIA TBK DAN RIO TINTO PLC
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23668
<p>Artikel ini menganalisis implementasi PSAK 216 (penomoran ulang PSAK 16, berlaku efektif 1 Januari 2024) dalam pengelolaan aset tetap melalui studi komparatif PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dan Rio Tinto PLC periode 2022–2024. Dengan menggunakan metode directed content analysis terhadap laporan keuangan konsolidasian kedua perusahaan, penelitian ini menemukan bahwa keduanya menerapkan cost model dengan tingkat kepatuhan yang tinggi terhadap persyaratan pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan aset tetap. SIG menerapkan metode depresiasi garis lurus dengan aset tetap neto Rp57.806 miliar (69,7% dari total aset), sedangkan Rio Tinto menerapkan dual-method depreciation dengan PPE neto USD 64.734 juta. Kasus impairment alumina Queensland Rio Tinto sebesar USD 1,175 miliar (2023) dan reversalnya USD 41 juta (2024) mendemonstrasikan penerapan PSAK 236/IAS 36 yang profesional. Penelitian ini berkontribusi pada literatur akuntansi PSAK 216 dengan perspektif komparatif lintas industri dan yurisdiksi.</p>Septianus AndreRimi Gusliana Mais
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106MODEL LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL BERBASIS MINDFULNESS DALAM PENGEMBANGAN REGULASI EMOSI MAHASISWA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/22441
<p>Layanan bimbingan klasikal berbasis mindfulness di perguruan tinggi sebagai upaya preventif untuk meningkatkan regulasi emosi mahasiswa secara efektif. Kajian ini didasarkan pada tingginya tingkat tekanan akademik dan psikologis yang dihadapi mahasiswa, yang seringkali berdampak pada rendahnya mengelola emosi secara adaptif. Pendekatan mindfulness dipandang sebagai strategi intervensi yang potensial dalam membantu individu dalam pengelolaan emosi secara lebih konstruktif. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif melalui analisis terhadap 20 artikel jurnal nasional dan internasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa mindfulness terbukti meningkatkan regulasi emosi melalui peningkatan kesadaran metakognitif, pengurangan reaktivitas emosional, dan penguatan penilaian ulang secara positif. Layanan bimbingan klasikal menjadi wadah yang efisien dan terstruktur untuk mengimplementasikan pendekatan ini secara menyeluruh. Integrasi mindfulness dalam layanan bimbingan dan konseling di perguruan tinggi sangat direkomendasikan sebagai strategi promotif dan preventif guna mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa.</p> <p><em>Classical guidance services based on mindfulness in higher education serve as a preventive effort to effectively enhance students' emotion regulation. This study is grounded in the high levels of academic and psychological pressure faced by students, which frequently impact their ability to manage emotions adaptively. Mindfulness is regarded as a potential intervention strategy in helping individuals manage emotions more constructively. This study employed a literature review method with a qualitative approach through the analysis of 20 relevant national and international journal articles. The findings indicate that mindfulness effectively improves emotion regulation through enhanced metacognitive awareness, reduced emotional reactivity, and strengthened positive reappraisal. Classical guidance services provide an efficient and structured platform for implementing this approach comprehensively. The integration of mindfulness into guidance and counseling services in higher education is strongly recommended as a promotive and preventive strategy to support students' psychological well-being.</em></p>Raysha Komala YuhardimanWidya MauliddianaCleodora Nathania Edlyn WeranHilmiyani BestariYoga FirmansyahIsah Cahyani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106PENGARUH REKRUTMEN DAN SELEKSI TERHADAP KINERJA KARYAWAN: STUDI PADA PERUSAHAAN IT SOLUTION DI JAKARTA UTARA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/22509
<p>Peirusahaan IT solution meirupakan salah satu seiktor yang sangat beirgantung pada kualitas teinaga keirja dalam meinjaga standar layanan dan daya saing peirusahaan. Peineilitian ini beirtujuan untuk meinganalisis peingaruh reikrutmein dan seileiksi teirhadap kineirja karyawan pada PT X yang beirlokasi di Jakarta Utara. Meitodei peineilitian yang digunakan yakni <em>e</em><em>i</em><em>xplanatory surve</em><em>i</em><em>y</em> deingan peindeikatan asosiatif kuantitatif. Teiknik peingumpulan data dilakukan meilalui kueisioneir yang diisi oleih seiluruh populasi karyawan seibanyak 33 orang. Peingolahan data dilakukan meinggunakan SPSS veirsi 27 deingan teiknik analisis reigreisi beirganda. Hasil peineilitian meinunjukkan bahwa seileiksi dan reikrutmein beirpeingaruh positif teirhadap kineirja karyawan. Teimuan ini meinunjukkan bahwa peirusahaan peirlu meineirapkan proseis reikrutmein dan seileiksi yang eifeiktif untuk meiningkatkan kineirja karyawan.</p> <p><em>IT solution companieis arei onei seictor that heiavily deipeinds on thei quality of theiir workforcei to maintain seirvicei standards and thei company's compeititiveineiss. This study aims to analyzei thei eiffeict of reicruitmeint and seileiction on eimployeiei peirformancei at PT X, locateid in North Jakarta. Thei reiseiarch meithod useid is an eixplanatory surveiy with a quantitativei deiscriptivei approach. Data weirei colleicteid via a queistionnairei compleiteid by thei eintirei eimployeiei population of 33 peioplei. Data proceissing was conducteid using SPSS veirsion 27 with multiplei reigreission analysis teichniqueis. Thei reisults indicatei that seileiction and reicruitmeint havei a positivei eiffeict on eimployeiei peirformancei. Theisei findings suggeist that thei company neieids to impleimeint eiffeictivei reicruitmeint and seileiction proceisseis to improvei eimployeiei peirformancei.</em></p>Nisa Dwi AryatiSevtya Geomita VyanefiantiKoernia Purwihartuti
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106GRADASI DAN TRANSFORMASI MATERI AKIDAH DALAM KURIKULUM MERDEKA FASE D, E, DAN F: ANALISIS BERBASIS PERKEMBANGAN KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MADRASAH
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23355
<p>Pembelajaran Akidah dalam mata pelajaran Akidah Akhlak memiliki peran strategis dalam membentuk keimanan peserta didik yang berkembang seiring dengan kematangan kognitif, emosional, dan moral pada setiap fase pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cakupan unsur-unsur Akidah dalam pembelajaran Akidah Akhlak pada Fase D, E, dan F berdasarkan Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis dokumen kurikulum, buku teks, serta berbagai literatur yang relevan mengenai pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Fase D materi Akidah berfokus pada penguatan keyakinan dasar, pengenalan rukun iman, serta pemahaman terhadap sifat-sifat Allah Swt. Pada Fase E, pembelajaran diarahkan pada pengembangan kesadaran rasional dan kemampuan reflektif peserta didik dalam memahami persoalan-persoalan keimanan secara lebih kritis. Sementara itu, pada Fase F, materi Akidah menekankan pendalaman konsep teologis, penguatan argumentasi keagamaan, serta implementasi nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sosial dan kebangsaan. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan materi Akidah berlangsung secara bertahap dan berkesinambungan sesuai karakteristik perkembangan peserta didik. Oleh karena itu, strategi pembelajaran yang kontekstual, reflektif, dan transformatif diperlukan agar pendidikan Akidah tidak hanya bersifat doktrinal, tetapi juga mampu membentuk karakter dan perilaku religius peserta didik..</p> <p><em>Akidah learning in the Akidah Akhlak subject plays a crucial role in fostering students’ faith development in line with their cognitive, emotional, and moral growth at different educational stages. This study aims to analyze the scope of Akidah elements in Akidah Akhlak learning across Phases D, E, and F within the Merdeka Curriculum framework. The research employs a qualitative library research approach through the analysis of curriculum documents, textbooks, and relevant literature on Islamic education. The findings reveal that Akidah learning in Phase D focuses on strengthening fundamental beliefs, introducing the pillars of faith, and understanding the attributes of Allah. In Phase E, the learning process is directed toward developing rational awareness and reflective thinking in addressing issues related to faith. Meanwhile, Phase F emphasizes a deeper theological understanding, stronger religious reasoning, and the application of faith values in social and civic life. The results indicate that Akidah content is structured progressively and systematically according to students’ developmental characteristics. Therefore, contextual, reflective, and transformative learning strategies are essential to ensure that Akidah education goes beyond doctrinal instruction and contributes to the formation of students’ religious character and behavior</em></p>AbdullahMuhammad IhsanMaulana Fathur RizqiaValya AdilaVika Yuniar
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106ANALISIS YURIDIS KEKUATAN PEMBUKTIAN KETERANGAN SAKSI DALAM PUTUSAN PERKARA PERDATA DI PENGADILAN NEGERI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23495
<p>Penyelesaian sengketa keperdataan di Pengadilan Negeri berlandaskan pada upaya menemukan kebenaran formil (formele waarheid), di mana fase pembuktian memegang peranan yang sangat sentral. Penelitian ini didesain untuk membedah secara mendalam kedudukan hukum serta batasan nilai pembuktian alat bukti kesaksian menurut HIR, RBg, dan KUHPerdata, sekaligus menguliti parameter argumentasi hukum (legal reasoning) majelis hakim ketika berhadapan dengan kesaksian yang saling bertolak belakang. Menggunakan metode penelitian yuridis normatif, kajian ini menerapkan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan kasus (case approach). Sumber literatur sekunder dalam riset ini diintegrasikan dari pelbagai basis data akademik yang kredibel. Hasil kajian menunjukkan bahwa alat bukti kesaksian mengusung karakteristik kekuatan pembuktian bebas (vrij bewijskracht). Konsekuensi yuridisnya, undang-undang tidak memberikan daya ikat mutlak pada keterangan saksi, melainkan menyerahkan otoritas penilaian sepenuhnya kepada diskresi hakim. Kendati demikian, kebebasan tersebut dipagari oleh prasyarat formil dan materiil yang ketat, terutama eksistensi asas unus testis nullus testis (satu saksi bukanlah saksi) yang diatur dalam Pasal 169 HIR. Dalam merumuskan putusan, majelis hakim mengandalkan parameter objektivitas yang menguji motif personal saksi, ketiadaan benturan kepentingan akibat kekerabatan maupun pekerjaan, serta keselarasan logis dengan alat bukti surat demi membangun keyakinan hakim yang rasional</p> <p><em>The resolution of civil disputes in District Courts fundamentally aims to establish formal truth (formele waarheid), rendering the evidentiary stage pivotal. This study seeks to comprehensively examine the legal standing and boundaries of witness testimony as evidence under the HIR, RBg, and the Indonesian Civil Code, while analyzing the parameters of legal reasoning employed by judges when evaluating conflicting testimonies. Adopting a normative legal research methodology, this paper utilizes a statutory approach, a conceptual approach, and a case approach. Secondary legal materials are synthesized from reputable academic repositories. The findings indicate that witness testimony possesses a free evidentiary value (vrij bewijskracht). Consequently, the law does not attach binding force to such testimony, leaving its assessment entirely to the judge's discretion. However, this discretionary power is rigidly constrained by formal and material requirements, notably the application of the unus testis nullus testis principle (one witness is no witness) under Article 169 of the HIR. In formulating civil judgments, judges utilize objectivity parameters encompassing the examination of the witness's personal motives, the absence of conflicts of interest (family or employment ties), and logical alignment with documentary evidence submitted at trial to foster a rational judicial conviction.</em></p>Gugun Gunawan Muhamad Rajib PratamaMuhammad Rizki TiawarmanMuhammad Rizky Akbar Farahdinny Siswajanthy
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106TOKEN ECONOMY SEBAGAI STRATEGI PENGUATAN RESPONS VERBAL PADA ANAK DENGAN ADIKSI GADGET
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23571
<p>Penelitian ini mengkaji efektivitas token economy dalam meningkatkan responsivitas komunikasi verbal pada anak laki-laki berusia 9 tahun berinisial R. yang terindikasi mengalami indikasi adiksi gadget. Menggunakan desain Single Subject Research (SSR) dengan model A-B-A yang mencakup tiga fase: Baseline A1, Intervensi Token Economy B, dan Baseline Akhir A2. Responsivitas komunikasi verbal didefinisikan secara operasional sebagai respons tampak berupa pperputaran kepala, kontak mata, atau jawaban lisan dalam waktu lima detik setelah dipanggil orang tua, yang diukur pada lima sesi panggilan terstruktur per hari. Hasil penelitian menujukkan bahwa penerapan token economy meningkatkan responsivitas komunikasi verbal subjek secara bertahap selama fase intervensi dan perilaku tersebut tetap bertahan setelah intervensi dihentikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa token economy berpotensi menjadi strategi modifikasi perilaku yang efektif untuk meningkatkan komunikasi verbal anak dengan indikasi adiksi gadget.</p> <p><em>This study examined the effectiveness of a token economy in improving verbal communication responsiveness in a 9-year-old boy (R.) identified with indicated acute gadget addiction tendencies. Employing a Single Subject Research (SSR) A-B-Adesign, the study comprised three phases: Baseline A1, Token Economy Intervention B, and Final Baseline A2. Verbal communication responsiveness was operationally defined as an observable response, head turning, aye contact, or a verbal reply, within five seconds of being called by a parent, measured across five structured call sessions per day. Results indicated that responsiveness increased progressively during the intervention phase, following an initial extinction burst, and remained stable after the token system was discontiuned. These findings suggest that token economy has the potential to serve as a replicable, family-implementable behavioural intervention for children with gadget addiction</em></p>Salwa Syifa’ AnnuhaHuril Dewi ShifakAjeng Putri MaulidiaMuhammad Jamaluddin Jamaluddin
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106TRANSFORMASI ONTOLOGIS DAN LEGITIMASI SYARIAH TRANSAKSI EMAS DIGITAL: ANALISIS FIKIH MUAMALAH, SINKRONISASI REGULASI, DAN IMPLIKASI NORMATIF
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23645
<p>Perkembangan perdagangan emas digital menandai transformasi signifikan dalam sistem kepemilikan aset berbasis teknologi, namun sekaligus memunculkan problem hukum dalam perspektif ekonomi syariah, khususnya terkait status emas sebagai barang ribawi yang mensyaratkan kejelasan objek, kepemilikan, dan serah terima. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukan emas digital sebagai māl mutaqawwam, keabsahan akadnya, serta sinkronisasi regulasi Indonesia dengan prinsip syariah dan implikasinya terhadap zakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan normatif-empiris melalui studi kepustakaan atas regulasi Bappebti, fatwa DSN-MUI, dan literatur terkait, dengan analisis berbasis teori al-māl, al-milk, dan qabḍ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emas digital memiliki legitimasi syariah karena didukung underlying asset fisik, memenuhi unsur milk tām, serta sah secara mekanisme qabḍ hukmī. Regulasi nasional juga selaras dengan Maqāṣid al-Syarī‘ah, khususnya perlindungan harta (ḥifẓ al-māl), sekaligus menegaskan konsekuensi zakat atas kepemilikan emas digital yang telah mencapai niṣāb dan haul.</p> <p><em>The development of digital gold trading marks a significant transformation in asset ownership within the financial technology era, while simultaneously raising legal issues in Islamic economic law, particularly because gold is classified as a ribawi commodity that requires clarity of object, ownership, and delivery to avoid usury. This study aims to analyze the status of digital gold as māl mutaqawwam, the validity of its contractual structure, and the synchronization between Indonesian regulatory frameworks and Islamic legal principles, including its implications for zakat obligations. This research employs a qualitative method with a normative-empirical approach based on literature review of Bappebti regulations, DSN-MUI fatwas, and relevant Islamic economic legal sources, using the theoretical framework of al-māl, al-milk, and qabḍ. The findings indicate that digital gold is recognized as a legitimate māl mutaqawwam due to its backing by real physical gold assets, fulfills the requirements of milk tām, and is legally valid under the concept of qabḍ hukmī. Furthermore, Indonesian regulations are aligned with the objectives of Maqāṣid al-Sharī‘ah, particularly the protection of wealth (ḥifẓ al-māl), while also establishing the obligation of zakat once the ownership reaches the niṣāb and ḥaul thresholds.</em></p>Muhammad Syaifudin AminSri MulianiAndrean Nugrah WijayaAulia Nur’Aini Sukma ArumDevania TariganSiti Nur Sofia Kamsah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106IMPLEMENTASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PENGEMBANGAN SMART VILLAGE UNTUK MENDUKUNG TRANSFORMASI DIGITAL INDONESIA 2045
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/22470
<p>Transformasi digital Indonesia menuju visi 2045 menuntut akselerasi pembangunan yang inklusif, tidak hanya di perkotaan tetapi juga di wilayah perdesaan. Smart village atau desa cerdas merupakan salah satu pendekatan strategis yang dapat menjembatani kesenjangan digital antara desa dan kota. Penelitian ini mengkaji implementasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pengembangan smart village sebagai pilar penting transformasi digital Indonesia 2045. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis berbagai sumber ilmiah, regulasi pemerintah, dan studi kasus implementasi AI di desa-desa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dapat diimplementasikan dalam berbagai aspek tata kelola desa, meliputi sistem pertanian cerdas berbasis machine learning, layanan administrasi publik berbasis natural language processing, pemantauan lingkungan dengan sensor IoT terintegrasi AI, serta pengembangan ekonomi digital melalui platform e-commerce berbasis rekomendasi cerdas. Implementasi AI di desa menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur teknologi, rendahnya literasi digital masyarakat, serta minimnya sumber daya manusia yang berkompeten di bidang teknologi informasi. Penelitian ini merekomendasikan model implementasi bertahap yang disesuaikan dengan kapasitas dan kebutuhan lokal desa, didukung oleh kebijakan pemerintah yang holistik, kemitraan dengan sektor swasta, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia desa. Dengan strategi yang tepat, implementasi AI dalam smart village berpotensi menjadi katalisator percepatan transformasi digital Indonesia menuju visi 2045.</p> <p><em>Indonesia's digital transformation toward the 2045 vision demands inclusive development acceleration, not only in urban areas but also in rural regions. Smart village is one of the strategic approaches that can bridge the digital divide between rural and urban areas. This study examines the implementation of Artificial Intelligence (AI) in smart village development as an important pillar of Indonesia's digital transformation 2045. The method used is a systematic literature review with a descriptive qualitative approach through analysis of various scientific sources, government regulations, and case studies of AI implementation in Indonesian villages. The results show that AI can be implemented in various aspects of village governance, including machine learning-based smart agriculture systems, natural language processing-based public administrative services, environmental monitoring with AI-integrated IoT sensors, and digital economic development through intelligent recommendation-based e-commerce platforms. AI implementation in villages faces challenges including limited technology infrastructure, low digital literacy among communities, and a shortage of human resources competent in information technology. This study recommends a phased implementation model adapted to the capacity and local needs of the village, supported by holistic government policies, partnerships with the private sector, and strengthening of village human resource capacity. With the right strategy, AI implementation in smart villages has the potential to become a catalyst for accelerating Indonesia's digital transformation toward the 2045 vision.</em></p>Ardana Iqbal RamadhanAtiqah Meutia Hilda
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106ANALISIS IRONI SOSIAL DALAM NOVEL ORANG-ORANG BIASA KARYA ANDREA HIRATA MELALUI PENDEKATAN NEW CRITICISM
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/22573
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk ironi sosial dalam novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata serta menjelaskan fungsi ironi tersebut melalui pendekatan New Criticism. Novel ini dipilih karena memuat berbagai persoalan sosial yang berkaitan dengan pendidikan, ekonomi, hukum, dan moralitas masyarakat. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka dan close reading. Sumber data utama berupa novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata, sedangkan data pendukung diperoleh dari berbagai jurnal dan referensi ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menginterpretasikan bentuk-bentuk ironi sosial berdasarkan prinsip-prinsip New Criticism yang berfokus pada unsur intrinsik teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ironi sosial dalam novel hadir dalam lima bentuk utama, yaitu ironi pendidikan, ironi ekonomi, ironi diskriminasi sosial, ironi hukum, dan ironi moral. Ironi tersebut dibangun melalui tokoh, alur, konflik, dan peristiwa yang saling berkaitan sehingga membentuk kesatuan makna yang utuh. Tokoh-tokoh yang dianggap sebagai “orang biasa” justru digambarkan memiliki nilai kemanusiaan, solidaritas, dan kepedulian yang tinggi, sementara berbagai sistem sosial yang seharusnya memberikan keadilan justru menghadirkan ketimpangan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ironi sosial berfungsi sebagai strategi naratif untuk menyampaikan kritik terhadap realitas sosial yang dialami masyarakat marginal. Dengan demikian, pendekatan New Criticism mampu mengungkap bahwa kritik sosial dalam novel tidak hanya tampak pada tema cerita, tetapi juga terbangun secara struktural melalui hubungan antarelemen intrinsik yang membentuk keseluruhan makna teks.</p> <p><em>This study aims to describe the forms of social irony in Andrea Hirata’s novel Orang-Orang Biasa and to explain the function of such irony through the New Criticism approach. The novel was selected because it presents various social issues related to education, economy, law, and morality. This research employed a qualitative descriptive method using library research and close reading techniques. The primary data source was the novel Orang-Orang Biasa, while supporting data were obtained from relevant scholarly journals and academic references. Data analysis was conducted by identifying, classifying, and interpreting forms of social irony based on the principles of New Criticism, which focuses on the intrinsic elements of the text. The findings reveal five major forms of social irony: educational irony, economic irony, social discrimination irony, legal irony, and moral irony. These forms of irony are constructed through characters, plot, conflicts, and events that are interconnected and create a unified meaning. Characters labeled as “ordinary people” are portrayed as possessing strong humanity, solidarity, and compassion, while social systems that are expected to provide justice instead generate inequality. The study concludes that social irony functions as a narrative strategy for conveying criticism of the social realities experienced by marginalized communities. Therefore, the New Criticism approach demonstrates that social criticism in the novel is not only reflected in its themes but is also structurally embedded in the relationships among the intrinsic elements that construct the overall meaning of the text.</em></p>Putrizal Nada YasminFadillah TasaliInne JeniartiNanda AgustiaQania AzmiUci AmeliaAtika Wasilah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106IMPLEMENTASI KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU IPS DALAM PROSES PEMBELAJARAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23412
<p>Kompetensi profesional merupakan salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki guru untuk melaksanakan tugas pendidikan secara efektif. Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), kompetensi profesional guru menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas proses dan hasil belajar peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kompetensi profesional guru IPS dalam proses pembelajaran, tantangan yang dihadapi, serta strategi pengembangannya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai buku dan artikel jurnal ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi kompetensi profesional guru IPS tercermin melalui penguasaan materi ajar, kemampuan mengembangkan bahan pembelajaran, pemanfaatan teknologi pendidikan, penggunaan strategi pembelajaran yang inovatif, serta pelaksanaan evaluasi pembelajaran secara berkelanjutan. Namun demikian, masih terdapat berbagai kendala seperti keterbatasan penguasaan teknologi, minimnya pelatihan profesional, dan perubahan kurikulum yang dinamis. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan kompetensi profesional secara berkelanjutan melalui pelatihan, komunitas belajar, penelitian tindakan kelas, dan pemanfaatan teknologi digital.</p>Dewi Fathonah AzzahraElsa NurlailiNur AzizahNur Hidayah SaputriIin Gusmana
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106PEMANFAATAN REGRESI LINEAR BERGANDA UNTUK ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI VARIABEL TERIKAT
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23529
<p>Regresi linear berganda merupakan teknik analisis statistik yang digunakan untuk mengkaji hubungan antara satu variabel dependen dengan beberapa variabel independen secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas konsep dasar, asumsi klasik, prosedur pengujian hipotesis, penerapan, serta berbagai faktor yang memengaruhi variabel terikat dalam analisis regresi linear berganda. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode studi literatur melalui pendekatan kualitatif, yaitu menelaah dan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan seperti buku, jurnal, dan artikel penelitian.Hasil kajian menunjukkan bahwa regresi linear berganda merupakan metode yang efektif untuk menjelaskan hubungan antarvariabel sekaligus memprediksi nilai variabel dependen berdasarkan beberapa variabel prediktor. Agar model yang dihasilkan valid dan dapat dipercaya, diperlukan pemenuhan asumsi klasik yang meliputi normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Selain itu, pengujian hipotesis dilakukan melalui uji F, uji t, serta koefisien determinasi (R²) untuk menilai besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, baik secara simultan maupun parsial. Berdasarkan berbagai penelitian yang dikaji, regresi linear berganda telah banyak dimanfaatkan dalam bidang demografi, ekonomi, pendidikan, kesehatan, pertanian, dan infrastruktur.Metode ini memiliki keunggulan dalam mengakomodasi banyak variabel sekaligus dan menghasilkan prediksi yang relatif akurat, meskipun tetap memiliki keterbatasan, seperti ketergantungan pada pemenuhan asumsi klasik dan hanya sesuai untuk hubungan yang bersifat linear. Oleh karena itu, pemahaman yang memadai mengenai regresi linear berganda sangat penting untuk menghasilkan analisis yang tepat dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data.</p> <p><em>Multiple linear regression is a statistical analysis technique used to examine the relationship between one dependent variable and several independent variables simultaneously. This study aims to review the fundamental concepts, classical assumptions, hypothesis testing procedures, applications, and various factors influencing dependent variables in multiple linear regression analysis. The research employs a literature review method with a qualitative approach by examining and analyzing relevant scientific sources, including books, journals, and research articles.The findings indicate that multiple linear regression is an effective method for explaining relationships among variables and predicting the value of a dependent variable based on multiple predictor variables. To ensure the validity and reliability of the model, several classical assumptions must be satisfied, including normality, multicollinearity, heteroscedasticity, and autocorrelation. Furthermore, hypothesis testing is conducted using the F-test, t-test, and coefficient of determination (R²) to assess the influence of independent variables on the dependent variable, both simultaneously and partially.Based on the reviewed studies, multiple linear regression has been widely applied in various fields, such as demography, economics, education, health, agriculture, and infrastructure. This method offers advantages in accommodating multiple variables within a single model and generating relatively accurate predictions. However, it also has limitations, including its dependence on the fulfillment of classical assumptions and its suitability only for linear relationships. Therefore, a comprehensive understanding of multiple linear regression is essential to produce accurate analyses and support data-driven decision-making.</em></p>Nabila KhairaniMaysharohParulian Sibuea
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMERINTAH KOTA KUPANG DALAM TRANSFORMASI DIGITAL PELAYANAN PUBLIK
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23600
<p>Akselerasi transformasi digital dalam birokrasi sering kali menghadapi kendala keterbatasan infrastruktur dan kesiapan SDM, khususnya pada wilayah urban di Indonesia Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pengambilan keputusan Pemerintah Kota Kupang dalam mengimplementasikan transformasi digital pelayanan publik serta mengidentifikasi faktor determinan yang mempengaruhinya. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemangku kebijakan di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) serta aparatur pelaksana, observasi sistem, dan dokumentasi kebijakan yang berjalan pada Juni 2026. Analisis data menerapkan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengambilan keputusan oleh Pemerintah Kota Kupang cenderung menggunakan model rasionalitas terbatas (bounded rationality), di mana pilihan teknologi dan regulasi disesuaikan dengan kapasitas fiskal daerah dan literasi digital masyarakat setempat. Hambatan utama yang ditemukan meliputi ketimpangan infrastruktur digital antar-kelurahan dan resistensi adaptasi teknologi di tingkat kelurahan. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa model mitigasi keputusan berbasis prioritas kebutuhan lokal (local-need based decision) untuk optimalisasi e-government di wilayah kepulauan.</p> <p><em>Accelerating digital transformation within the bureaucracy often faces challenges due to limited infrastructure and human resource readiness, particularly in urban areas in Eastern Indonesia. This study aims to analyze the Kupang City Government's decision-making process in implementing digital transformation of public services and identify the influencing factors. Using descriptive qualitative methods, data were collected through in-depth interviews with policymakers at the Communication and Information Agency (Diskominfo) and implementing officials, system observations, and policy documentation implemented in June 2026. Data analysis employed the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana. The results indicate that decision-making by the Kupang City Government tends to employ a bounded rationality model, where technology and regulatory choices are aligned with regional fiscal capacity and the digital literacy of the local community. Key obstacles identified include disparities in digital infrastructure between sub-districts and resistance to technology adaptation at the sub-district level. This study contributes to the development of a local-needs-based decision-making mitigation model for optimizing e-government in the archipelago. Keywords: Decision Making, Digital Transformation, Public Services, Kupang City, Bounded Rationality.</em></p>Panca Mardika MadaYosep Cristian Rumat
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106STRATEGI LURAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KELURAHAN SAPOLOHE KECAMATAN BONTOBAHARI KABUPATEN BULUKUMBA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23664
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi lurah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kelurahan Sapolohe, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba. Pelayanan publik yang berkualitas merupakan salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan di tingkat kelurahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan lurah, perangkat kelurahan, serta masyarakat sebagai informan. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan lurah meliputi peningkatan kompetensi aparatur, penguatan koordinasi dan komunikasi, pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan administrasi, serta upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Meskipun demikian, implementasi strategi tersebut masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya literasi digital sebagian masyarakat, serta keterbatasan sumber daya manusia. Oleh karena itu, diperlukan komitmen yang berkelanjutan dari pemerintah kelurahan, dukungan pemerintah daerah, dan partisipasi aktif masyarakat untuk mewujudkan pelayanan publik yang efektif, efisien, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.</p>Iqmal Astaguna AsraMuhammad YusufAsri Jaya
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106ANALISIS KOMPARATIF EFISIENSI PENGGUNAAN SRAM DAN DRAM PADA ARSITEKTUR SISTEM EMBEDDED MODERN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/22503
<p>Sistem embedded modern menghadapi tantangan dalam pemilihan teknologi memori yang tepat guna mengoptimalkan efisiensi kinerja, konsumsi daya, dan biaya implementasi. Penelitian ini menyajikan analisis komparatif antara Static Random-Access Memory (SRAM) dan Dynamic Random-Access Memory (DRAM) pada berbagai arsitektur sistem embedded. Metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematis terhadap jurnal-jurnal internasional dan nasional terkini, dikombinasikan dengan analisis perbandingan parameter teknis meliputi kecepatan akses, konsumsi daya statis dan dinamis, kepadatan bit, biaya produksi, serta kompatibilitas arsitektur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SRAM unggul dalam kecepatan akses dan tidak memerlukan proses refresh, menjadikannya pilihan optimal untuk aplikasi real-time dan cache pada prosesor. Sebaliknya, DRAM menawarkan kepadatan penyimpanan yang jauh lebih tinggi dengan biaya lebih rendah, tetapi memerlukan rangkaian refresh periodik yang meningkatkan kompleksitas sistem. Pada kondisi kriogenik, SRAM menunjukkan peningkatan performa signifikan dibandingkan DRAM. Penelitian ini memberikan panduan pemilihan teknologi memori berdasarkan kebutuhan spesifik aplikasi embedded, termasuk IoT, sistem kontrol industri, dan komputasi tepi.</p> <p><em>Modern embedded systems face challenges in selecting appropriate memory technology to optimize performance efficiency, power consumption, and implementation cost. This study presents a comparative analysis between Static Random-Access Memory (SRAM) and Dynamic Random-Access Memory (DRAM) across various embedded system architectures. The methodology employs a systematic literature review of recent international and national journals, combined with comparative analysis of technical parameters including access speed, static and dynamic power consumption, bit density, production cost, and architectural compatibility. Results indicate that SRAM excels in access speed (1–10 ns) and requires no refresh cycles, making it the optimal choice for real-time applications and processor cache. Conversely, DRAM offers significantly higher storage density at lower cost, but requires periodic refresh circuitry that increases system complexity. Under cryogenic conditions, SRAM demonstrates more significant performance improvements compared to DRAM. This research provides guidelines for memory technology selection based on specific embedded application requirements, including IoT, industrial control systems, and edge computing.</em></p>Firman Setiawan Ade Davy Wiranata
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106PENERAPAN TERAPI MUROTAL Q.S AR RAHMAN PADA MEAN ARTERIAL PRESSURE (MAP) PASIEN KRITIS DI RUANG ICU CEMPAKA RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/22781
<p>Latar belakang: Pasien kritis adalah individu dengan kondisi yang tidak stabil dan berisiko mengalami gangguan fungsi organ, sehingga memerlukan perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU). Salah satu indikator utama dalam menilai kecukupan perfusi organ adalah Mean Arterial Pressure (MAP). Ketidakstabilan MAP, baik meningkat maupun menurun dari batas normal, dapat meningkatkan risiko gangguan perfusi hingga kegagalan organ. Oleh karena itu, diperlukan intervensi untuk mempertahankan stabilitas hemodinamik, salah satunya melalui terapi nonfarmakologis seperti murottal Al-Qur’an.Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan deskriptif terhadap dua responden yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi berupa terapi murottal Al-Qur’an (Q.S. Ar-Rahman) diberikan selama tiga hari dengan durasi 15–20 menit. Pengukuran MAP dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan monitor hemodinamik.Hasil: Penelitian menunjukkan adanya penurunan nilai Mean Arterial Pressure (MAP) pada kedua responden setelah diberikan terapi murottal Al-Qur’an Q.S. Ar-Rahman selama 3 hari. Hasil tersebut menunjukkan terjadinya penurunan nilai MAP pada kedua responden, di mana pada Ny. S terjadi penurunan MAP dari 115 mmHg menjadi sekitar 103–105 mmHg, sedangkan pada Tn. S dari 104 mmHg menjadi sekitar 100–108 mmHg. Secara keseluruhan, kedua responden menunjukkan kecenderungan penurunan dan stabilisasi nilai MAP setelah intervensi.Kesimpulan: Terapi murottal Al-Qur’an berpotensi dalam membantu menurunkan dan menstabilkan MAP pada pasien kritis serta dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan.</p> <p><em>Background: Critically ill patients are individuals with unstable conditions who are at risk of organ dysfunction, thus requiring intensive care in the Intensive Care Unit (ICU). One of the main indicators to assess adequate organ perfusion is Mean Arterial Pressure (MAP). Instability of MAP, whether above or below the normal range, can increase the risk of impaired perfusion and even organ failure. Therefore, interventions are needed to maintain hemodynamic stability, one of which is non-pharmacological therapy such as murottal Al-Qur’an.Methods: This study used a case study design with a descriptive approach involving two respondents who met the inclusion criteria. The intervention in the form of murottal Al-Qur’an therapy (Q.S. Ar-Rahman) was administered for three days with a duration of 15–20 minutes. MAP measurements were taken before and after the intervention using a hemodynamic monitor.Results: The study showed a decrease in Mean Arterial Pressure (MAP) values in both respondents after the murottal Al-Qur’an Q.S. Ar-Rahman therapy for three days. The results indicated a reduction in MAP in both respondents, where in Ny. S the MAP decreased from 115 mmHg to approximately 103–105 mmHg, while in Tn. S it decreased from 104 mmHg to approximately 100–108 mmHg. Overall, both respondents showed a tendency toward decreased and stabilized MAP values after the intervention.Conclusion: Murottal Al-Qur’an therapy has the potential to help reduce and stabilize MAP in critically ill patients and can be used as a safe and easy-to-apply non-pharmacological nursing intervention.-pharmacological nursing intervention</em></p>Devy AprilliaHermawatiIsti Wulandari Wulandari
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106AL-ANSARI: THE EXEMPLARY COMPANION OF THE PROPHET IN STRUGGLE AND DEVOTION TO ISLAM
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23472
<p><em>This study examines the life, contributions, and enduring legacy of one of the prominent Companions of Prophet Muhammad ﷺ. Using a qualitative library research method, the study analyzes classical Islamic sources, biographical literature, and relevant scholarly works to explore his role in supporting the early Muslim community. The findings reveal that his commitment was demonstrated through unwavering faith, generosity, military participation, and dedication to the welfare of society. His willingness to sacrifice personal wealth and interests for religious and communal objectives illustrates the ethical principles promoted in Islam. Furthermore, his contributions highlight the significance of loyalty, courage, and social responsibility in the development of the early Islamic civilization. The study also discusses the contemporary relevance of these values, particularly in fostering character development, leadership, and community service among Muslims today. The research concludes that his life serves as an important example of how religious conviction can inspire meaningful contributions to society and strengthen collective well-being.</em></p>Wardatul IlmiKhusnul KhotimahSiti IrmawatiZahra Asy'ariMustika Syari'ah Siagian
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106EFEKTIVITAS TOKEN ECONOMY DALAM MENURUNKAN PERILAKU KETERLAMBATAN MAHASISWA: STUDI SINGLE SUBJECT RESEARCH DENGAN DESAIN A-B-A
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23563
<p>Keterlambatan mahasiswa merupakan salah satu bentuk perilaku tidak disiplin yang dapat menghambat efektivitas proses pembelajaran dan menurunkan kualitas keterlibatan akademik. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengurangi perilaku tersebut adalah token economy sebagai teknik modifikasi perilaku berbasis penguatan positif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas token economy dalam menurunkan perilaku keterlambatan pada mahasiswa. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain Single Subject Research (SSR) tipe A-B-A yang terdiri atas fase baseline pertama (A1), fase intervensi (B), dan fase baseline kedua (A2). Subjek penelitian adalah seorang mahasiswa yang menunjukkan perilaku keterlambatan dalam mengikuti perkuliahan. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap frekuensi dan durasi keterlambatan selama 15 sesi pengamatan. Analisis dilakukan menggunakan analisis visual dalam penelitian SSR yang meliputi perubahan level, arah tren, dan overlap data antar fase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan token economy efektif dalam menurunkan perilaku keterlambatan. Rata-rata frekuensi keterlambatan menurun dari 1,2 kali per sesi pada fase baseline menjadi 0,4 kali per sesi pada fase intervensi, sedangkan rata-rata durasi keterlambatan menurun dari 13 menit menjadi 3,6 menit per sesi. Analisis visual juga menunjukkan perubahan level yang jelas dan rendahnya overlap data antara fase baseline dan intervensi. Meskipun terjadi peningkatan kembali perilaku keterlambatan setelah intervensi dihentikan, perubahan perilaku yang diperoleh selama intervensi menunjukkan bahwa token economy merupakan teknik yang efektif untuk meningkatkan kedisiplinan mahasiswa. Temuan ini memberikan dukungan empiris terhadap penerapan prinsip operant conditioning dalam konteks pendidikan tinggi.</p> <p><em>Student tardiness is a form of undisciplined behavior that may hinder learning effectiveness and reduce academic engagement. One behavioral intervention that can be applied to address this issue is token economy, a behavior modification technique based on positive reinforcement. This study aimed to examine the effectiveness of token economy in reducing tardiness among university students. The study employed an experimental method using a Single Subject Research (SSR) A-B-A design consisting of a first baseline phase (A1), an intervention phase (B), and a second baseline phase (A2). The participant was a university student who frequently demonstrated tardiness in attending classes. Data were collected through direct observation of the frequency and duration of tardiness across 15 observation sessions. Data were analyzed using visual analysis techniques commonly employed in SSR, including level changes, trend direction, and data overlap across phases. The results indicated that the implementation of token economy effectively reduced tardiness behavior. The average frequency of tardiness decreased from 1.2 occurrences per session during the baseline phase to 0.4 occurrences per session during the intervention phase, while the average duration of tardiness decreased from 13 minutes to 3.6 minutes per session. Visual analysis also revealed clear level changes and low data overlap between baseline and intervention phases. Although tardiness increased after the intervention was withdrawn, the behavioral improvements observed during the intervention phase suggest that token economy is an effective strategy for enhancing student discipline. These findings provide empirical support for the application of operant conditioning principles in higher education settings</em></p>Fakhri Akmal ZainRaihanah Alifah Mars SalsabilaMuhammad Jamaludin
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106KESADARAN MAHASISWA DALAM MENERAPKAN KODE ETIK DI KAMPUS IAI NUSANTARA ASH SHIDDIQIYAH
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23622
<p>Kesadaran mahasiswa dalam menerapkan kode etik merupakan salah satu aspek penting dalam menciptakan lingkungan akademik yang tertib, bermartabat, dan berintegritas. Kode etik berfungsi sebagai pedoman perilaku yang mengatur sikap, tindakan, serta tanggung jawab mahasiswa selama menjalani kehidupan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran mahasiswa dalam menerapkan kode etik di lingkungan IAI Nusantara Ash Shiddiqiyah. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket kepada mahasiswa aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa telah memahami pentingnya kode etik, namun masih ditemukan beberapa pelanggaran yang berkaitan dengan kedisiplinan, etika berkomunikasi, dan kepatuhan terhadap peraturan kampus. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang berkelanjutan dari pihak kampus untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran mahasiswa melalui sosialisasi, pembinaan, dan pengawasan yang efektif.</p> <p><em>Students' awareness of implementing the code of ethics is an essential aspect of creating an orderly, dignified, and integrity-based academic environment. The code of ethics serves as a guideline for regulating students' attitudes, behavior, and responsibilities throughout their academic life. This study aims to determine the level of students' awareness in implementing the code of ethics at IAI Nusantara Ash Shiddiqiyah. The research employed a descriptive quantitative approach. Data were collected through questionnaires distributed to active students. The findings indicate that most students understand the importance of the code of ethics; however, several violations are still found, particularly regarding discipline, communication ethics, and compliance with campus regulations. Therefore, continuous efforts from the institution are required to enhance students' understanding and awareness through effective socialization, guidance, and supervision.</em></p>Liana FadiaMat KosemMuhammad RaffiKhoirul Anam
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106PENGARUH KOMPETENSI PEGAWAI, ADOPSI TEKNOLOGI DAN KEPEMIMPINAN INKLUSIF TERHADAP KUALITAS LAYANAN PUBLIK INKLUSIF
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23713
<p>Artikel ini membahas pengaruh kompetensi pegawai, adopsi teknologi, dan kepemimpinan inklusif terhadap kualitas layanan publik inklusif melalui pendekatan studi pustaka dalam bidang manajemen sumber daya manusia sektor publik. Tujuan utama kajian ini adalah merumuskan hipotesis mengenai hubungan antarvariabel yang dapat dijadikan dasar penelitian lanjutan. Sumber data diperoleh dari literatur daring seperti Google Scholar, Mendeley, serta berbagai media akademik terbuka. Metode yang digunakan adalah library research dengan analisis deskriptif kualitatif berdasarkan e-book dan jurnal akses terbuka. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) kompetensi pegawai berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas layanan publik inklusif; (2) adopsi teknologi mendukung terciptanya layanan publik yang lebih inklusif; dan (3) kepemimpinan inklusif menjadi faktor penting dalam memperkuat kualitas layanan publik inklusif. </p> <p><em>This article discusses the influence of employee competence, technology adoption, and inclusive leadership on the quality of inclusive public services through a literature study approach within the field of public sector human resource management. The main objective of this study is to formulate hypotheses regarding the relationships among these variables, which can serve as a basis for further research. Data were obtained from online literature sources such as Google Scholar, Mendeley, and other open-access academic platforms. The research employed a library method with qualitative descriptive analysis, drawing upon e-books and open-access journals. The findings indicate that: (1) employee competence positively contributes to the improvement of inclusive public service quality; (2) technology adoption supports the creation of more inclusive public services; and (3) inclusive leadership is a key factor in strengthening the quality of inclusive public services.</em></p>Dannies Permata PutriHapzi Ali
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106UPAYA RECOVERY PERMINTAAN PRODUK KONFEKSI NAGARI SUNGAI PUA KABUPATEN AGAM DALAM MENGUNRANGI PENGANGGURAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/22462
<p>Menurunnya permintaan produk konfeksi di Nagari Sungai Pua, Kabupaten Agam, berdampak pada penurunan omzet, berkurangnya tenaga kerja, serta meningkatnya pengangguran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi recovery yang dilakukan oleh pelaku usaha konfeksi dalam mengurangi pengangguran dan meningkatkan daya saing. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi dari sejumlah pemilik usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya recovery meliputi perbaikan kualitas produk, pemanfaatan pemasaran digital dan e-commerce, penguatan hubungan dengan pelanggan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan. Kendala yang dihadapi adalah keterbatasan modal, akses teknologi, dan persaingan usaha yang semakin ketat. Temuan ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pengusaha, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lain untuk membangun ekosistem usaha konfeksi yang adaptif dan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam kajian pemulihan usaha kecil serta implikasi praktis bagi pengambil kebijakan dan pelaku usaha dalam merumuskan strategi keberlanjutan ekonomi lokal.</p> <p><em>The decline in demand for convection products in Nagari Sungai Pua, Agam Regency, has had a direct impact on business turnover, employment reduction, and the increase in unemployment. This study aims to analyze recovery strategies implemented by convection entrepreneurs to reduce unemployment and improve competitiveness in the local economy. Using a qualitative case study design, data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation from several business owners. The results show that recovery efforts include improving product quality, utilizing digital marketing and e-commerce, strengthening customer relationships, and enhancing human resource capacity through training. However, constraints such as limited access to capital, technology, and increasing competition hinder optimal recovery. The findings highlight the need for collaboration between entrepreneurs, local government, and other stakeholders in building a sustainable and adaptive business ecosystem. This study contributes to the literature on small business recovery and provides practical implications for policymakers and entrepreneurs in developing strategies to sustain local economic resilience.</em></p>Ami Aulia FatwaRika Widianita
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106PENGARUH SOLARISASI DENGAN PENUTUP TANAH TERHADAP KOMPOSISI VEGETASI DAN POPULASI GULMA PADA MAIN NURSERY KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.)
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/22560
<p>Gulma pada fase main nursery kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) dapat menghambat pertumbuhan bibit akibat persaingan unsur hara, air, cahaya, dan ruang tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan penutup tanah terhadap komposisi dan populasi gulma serta menentukan perlakuan yang paling efektif dalam menekan gulma. Penelitian dilaksanakan pada April–Mei 2026 di Mendel Nursery, Institut Teknologi Sawit Indonesia, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial dengan tiga perlakuan, yaitu tanpa penutup tanah (P1), kain hitam (P2), dan mulsa plastik hitam (P3), masing-masing 9 ulangan. Pengamatan dilakukan pada umur 5 MST dengan menghitung jumlah gulma dan dianalisis menggunakan ANOVA serta uji BNT 5%. Hasil menunjukkan bahwa P1 menghasilkan gulma tertinggi (217; rataan 24,11), P2 (176; rataan 19,56), dan P3 terendah (59; rataan 6,56). Hasil uji BNT menunjukkan perbedaan nyata terutama antara P1 dan P3. Kesimpulannya, penutup tanah berpengaruh dalam menekan gulma dan mulsa plastik hitam merupakan perlakuan paling efektif.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Kelapa Sawit, Main Nursery, Gulma, Penutup Tanah, Mulsa</p> <p><em>Weeds in the main nursery stage of oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) can hinder seedling growth due to competition for nutrients, water, light, and growing space. This study aimed to analyze the effect of ground cover application on weed composition and population, and to determine the most effective treatment in suppressing weed growth. The research was conducted from April to May 2026 at Mendel Nursery, Indonesian Oil Palm Institute, using a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with three treatments: no ground cover (P1), black fabric (P2), and black plastic mulch (P3), each with nine replications. Observations were carried out at 5 weeks after planting (WAP) by counting weed populations. The data were analyzed using ANOVA followed by a 5% LSD test. The results showed that P1 had the highest weed population (217; mean 24.11), followed by P2 (176; mean 19.56), while P3 had the lowest (59; mean 6.56). The LSD test indicated a significant difference, especially between P1 and P3. In conclusion, ground cover application affects weed suppression, and black plastic mulch is the most effective treatment in reducing weed growth in the oil palm main nursery.</em></p>Rio Khristianto LimbongSeptia Wulandari WulandariEnjelita Br PurbaSinar Bintang HasibuanImam PrastiyanFerdi Juanda ManaluGuntoro
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106PENDEKATAN PAK DALAM MASYARAKAT MAJEMUK: PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN SEBAGAI JEMBATAN PERDAMAIAN DI RUANG LINGKUP MASYARAKAT
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23408
<p>Masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk yang terdiri atas berbagai suku, bahasa, budaya, dan agama. Keberagaman ini berpotensi menimbulkan konflik sosial apabila tidak dikelola dengan baik. Pendidikan Agama Kristen (PAK) memiliki peran strategis sebagai jembatan perdamaian dalam masyarakat yang plural. Artikel ini bertujuan mengkaji bagaimana pendekatan dialogis dan inklusif dalam PAK dapat memperkuat toleransi dan persatuan di tengah masyarakat majemuk. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber teologis, pedagogis, dan sosiologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAK yang dialogis dan inklusif mampu membentuk peserta didik yang menghargai perbedaan, membangun komunikasi lintas budaya, serta menjadi agen perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat. PAK tidak hanya memperkuat identitas keagamaan internal, tetapi juga mendorong pemahaman antar-umat beragama yang harmonis.</p> <p><em>Indonesian society is a pluralistic society composed of various ethnicities, languages, cultures, and religions. This diversity has the potential to create social conflict if not properly managed. Christian Religious Education (CRE) has a strategic role as a bridge for peace in a plural society. This article aims to examine how a dialogical and inclusive approach in CRE can strengthen tolerance and unity within a pluralistic society. This research uses a literature study method by analyzing various theological, pedagogical, and sociological sources. The results show that dialogical and inclusive CRE is capable of shaping learners who respect differences, build cross-cultural communication, and become agents of peace in community life. CRE not only strengthens internal religious identity but also promotes harmonious inter-religious understanding.</em></p> Sanherib Yonnyc Tabun Eurica Bunga Nubatonis Sarlince Soares Jeni FaotInce Nino Nabuasa Fransiska Nggeong
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106ANALISIS PERBEDAAN KARAKTERISTIK MATERIAL STAINLESS STEEL, KACA DAN KERAMIK TERHADAP LAJU PENURUNAN SUHU AIR PANAS
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23519
<p>Ketika air bersuhu tinggi ditempatkan dalam suatu wadah, secara perlahan temperaturnya akan menurun sebagai konsekuensi dari adanya aliran kalor dari air menuju udara di sekitarnya. Cepat atau lambatnya proses ini sangat bergantung pada beberapa aspek, dan salah satu yang paling menentukan adalah sifat termal dari bahan wadah itu sendiri. Adapun tujuan dari studi ini ialah untuk menelaah sejauh mana pengaruh tiga jenis bahan, yakni stainless steel, kaca, serta keramik, terhadap kecepatan turunnya suhu air panas, sekaligus mengidentifikasi bahan mana yang paling unggul dalam menjaga kestabilan temperatur air. Untuk menjawab tujuan tersebut, pendekatan eksperimental dipilih dengan menggunakan tiga buah wadah yang seluruhnya memiliki ukuran dan daya tampung serupa, tetapi dibuat dari material yang berlainan. Sebanyak 300 mL air bersuhu awal 90°C dituangkan ke dalam tiap wadah, lalu suhunya dicatat dengan interval waktu lima menit sepanjang satu jam pengamatan. Dari pengamatan tersebut, terlihat jelas bahwa jenis material wadah memberi dampak yang cukup nyata terhadap kecepatan pendinginan air. Pada wadah berbahan stainless steel, suhu air menurun paling drastis hingga menyentuh angka 54°C, sementara wadah kaca berhenti di suhu 60°C, dan wadah keramik justru mampu menjaga suhu tetap berada di 65°C pada akhir pengukuran. Apabila ditinjau dari laju pendinginan rata-rata, diperoleh nilai berturut-turut 0,60°C/menit untuk stainless steel, 0,50°C/menit untuk kaca, dan 0,42°C/menit untuk keramik. Temuan ini mengindikasikan bahwa di antara ketiga material yang diuji, keramik tampil sebagai isolator termal paling andal, mengungguli kaca maupun stainless steel. Dengan demikian, studi ini menegaskan bahwa besar kecilnya konduktivitas termal suatu bahan secara langsung berdampak pada cepatnya perpindahan kalor sekaligus menentukan seberapa baik bahan tersebut menjaga suhu fluida yang dikandungnya.</p> <p><em>When high-temperature water is placed in a container, its temperature gradually decreases as a result of heat transfer from the water to the surrounding environment. The rate of this cooling process is influenced by several factors, one of the most important being the thermal properties of the container material. This study aims to examine the effect of three different materials—stainless steel, glass, and ceramic—on the cooling rate of hot water and to determine which material is the most effective in maintaining water temperature. An experimental approach was employed using three containers with identical dimensions and capacities but made from different materials. Each container was filled with 300 mL of water at an initial temperature of 90°C, and temperature measurements were recorded at five-minute intervals over a period of 60 minutes. The results clearly indicate that the container material has a significant effect on the cooling rate of hot water. The stainless-steel container exhibited the greatest temperature decrease, reaching 54°C at the end of the experiment, while the glass container reached 60°C and the ceramic container maintained the highest final temperature of 65°C. The average cooling rates were found to be 0.60°C/min, 0.50°C/min, and 0.42°C/min for stainless steel, glass, and ceramic, respectively. These findings suggest that ceramic provides the most effective thermal insulation among the tested materials, outperforming both glass and stainless steel. Therefore, this study confirms that the thermal conductivity of a material directly influences the rate of heat transfer and determines its ability to maintain the temperature of the fluid it contains</em></p>Muhammad Aroyan Noer FahrezyAlthesa AndrovaMuhamad Safi'i
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106EFEKTIVITAS MEDIA INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA KELAS III SEKOLAH DASAR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23596
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media interaktif terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas III Sekolah Dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (<em data-start="432" data-end="459">quasi experimental design</em>) menggunakan desain <em data-start="480" data-end="512">pretest-posttest control group</em>. Subjek penelitian terdiri atas siswa kelas III yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes hasil belajar, lembar observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji <em data-start="772" data-end="775">t</em> untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media interaktif memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa. Rata-rata nilai posttest pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Dengan demikian, media interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas III Sekolah Dasar karena mampu meningkatkan motivasi, keaktifan, dan pemahaman siswa selama proses pembelajaran.</p> <p data-start="1313" data-end="1405"><em>This study aims to determine the effectiveness of interactive media on the Indonesian language learning outcomes of third-grade elementary school students. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a pretest-posttest control group design. The participants consisted of third-grade students divided into an experimental class and a control class. The research instruments included learning achievement tests, observation sheets, and documentation. The data were analyzed using normality tests, homogeneity tests, and an independent t-test to determine differences in learning outcomes between the two groups. The findings indicate that the use of interactive media has a significant positive effect on students' Indonesian language learning outcomes. The average posttest score of the experimental class was higher than that of the control class. Therefore, interactive media is proven to be effective in improving the Indonesian language learning outcomes of third-grade elementary school students by enhancing their motivation, participation, and understanding during the learning process.</em></p>Alya Fadillah FikriShabrina Natasha EffendiAfriliyanti LubisFadila Fadliannisa
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106ANALISIS PENGELOLAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI PAUD TERATAI IX KARAWANG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23662
<p>Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peran penting dalam memberikan stimulasi perkembangan anak sejak usia dini, baik dalam aspek kognitif, sosial, emosional, motorik, maupun pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengelolaan dan pelaksanaan pendidikan di PAUD TERATAI IX, meliputi aspek manajemen sekolah, sumber daya manusia, metode pembelajaran, serta evaluasi pembelajaran. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil observasi menunjukkan bahwa PAUD TERATAI IX telah menerapkan pengelolaan sekolah yang cukup terstruktur melalui administrasi sekolah, penyusunan program pembelajaran, serta pembagian tugas guru dalam mendukung kegiatan belajar anak. Proses pembelajaran dilakukan dengan pendekatan bermain sambil belajar, gerak dan lagu, praktik langsung, serta kegiatan pembiasaan untuk membentuk karakter dan kemandirian anak. Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa kendala seperti perbedaan perkembangan anak dan harapan orang tua terhadap kemampuan akademik anak. Namun, guru tetap berupaya menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan dan karakteristik setiap anak. Evaluasi pembelajaran dilakukan melalui pengamatan perkembangan anak serta komunikasi dengan orang tua sebagai bentuk kerja sama dalam mendukung perkembangan peserta didik. Berdasarkan hasil observasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan PAUD yang baik memiliki peran penting dalam menciptakan proses pendidikan yang sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini.</p> <p><em>Early Childhood Education (PAUD) plays a vital role in stimulating child development from an early age, encompassing cognitive, social, emotional, and motor aspects, as well as character building. This study aims to examine the management and implementation processes at PAUD TERATAI IX, covering school management, human resources, teaching methods, and learning evaluation. A descriptive method with a qualitative approach was employed, utilizing observation, interviews, and documentation. Observations indicate that PAUD TERATAI IX has implemented a well-structured management system involving school administration, the development of learning programs, and the allocation of teacher duties to support children's learning activities. The learning process utilizes a "play-while-learning" approach, incorporating movement and songs, hands-on practice, and habit-forming activities to foster character and independence. Implementation faces certain challenges, such as variations in children's developmental stages and parental expectations regarding academic proficiency; however, teachers strive to tailor instruction to the specific needs and characteristics of each child. Learning evaluation is conducted through the observation of child development and communication with parents, fostering collaboration to support the students' growth. Based on these findings, it can be concluded that effective PAUD management is crucial for creating an educational process that aligns with the developmental stages of early childhood.<br><strong>Keywords:</strong></em> Early Childhood Education, Early Childhood Education Management, Teaching Methods, Learning Evaluation.</p>Zihan SyaharaZahwa Nadya BellaVeri Rizki AldiansyahDimaz Dliyaa UlhaqOka Arista KanakayanandaSyifa Ramadhana Isban
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106SOCIOLINGUISTIC ANALYSIS OF CODE-MIXING PRACTICES IN INDONESIAN BEAUTY VLOGGERS' YOUTUBE CONTENT: TYPES AND FUNCTIONS
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/22494
<p><em>Code-mixing, the simultaneous use of two or more languages within a single discourse, has become a pervasive feature of digital communication in Indonesia. This study examines code-mixing practices among popular Indonesian beauty vloggers on YouTube, a platform that commands millions of viewers and functions as a significant site of informal language socialisation. Drawing on Muysken's (2000) typological framework—which distinguishes between insertion, alternation, and congruent lexicalisation—and integrating sociolinguistic and psycholinguistic functions identified by scholars such as Hoffman (1991) and Auer (1998), this paper offers a qualitative descriptive analysis of code-mixing patterns documented across ten purposively selected video transcripts. Findings reveal that insertion of English lexical items into Indonesian utterances constitutes the dominant code-mixing type, frequently serving functions of lexical gap-filling, identity negotiation, and audience rapport-building. Alternation and congruent lexicalisation, while less frequent, emerge in contexts requiring affective emphasis or signalling cosmopolitan expertise. The study contributes to a growing body of research on language change in Indonesian digital spaces and carries implications for language educators navigating increasingly hybrid communicative norms among Indonesian youth.</em></p>Sri Dwi Lestari BobihuSarah Revadiah PanigoroAdriansyah Abu Katili
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106PENGARUH PEMBERIAN AIR CUCIAN BERAS TERHADAP SERANGAN PENYAKIT BERCAK DAUN PADA BIBIT TANAMAN SAWIT PADA MASA PRE NURSERY DI INSTITUT TEKNOLOGI SAWIT INDONESIA (ITSI) MEDAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/22674
<p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana air cucian beras mempengaruhi serangan penyakit bercak daun pada bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) pada masa pre nursery. Intensitas serangan penyakit bercak daun, tinggi bibit, jumlah daun, diameter batang, dan persentase pemulihan bibit adalah semua parameter yang diamati. Semua parameter yang diamati benar-benar dipengaruhi oleh air cucian beras, menurut hasil penelitian. ANOVA, Analisis Varian, dan Uji Duncan Multiple Range (DMRT) digunakan untuk menganalisis data pada taraf 5%. Perlakuan kontrol (P0) menunjukkan hasil terendah pada seluruh parameter pengamatan. Dosis 200 ml/polybag (P4) memiliki intensitas serangan penyakit terendah sebesar 12,75%, tinggi bibit tertinggi sebesar 28,63 cm, jumlah daun terbanyak sebanyak 6 helai, diameter batang terbesar sebesar 1,42 cm, dan persentase pemulihan bibit tertinggi sebesar 87,50%. Air cucian beras mampu meningkatkan pertumbuhan vegetatif bibit dan mencegah penyakit bercak daun karena kandungan hara dan bahan organiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air cucian beras dengan dosis 200 mililiter per polybag adalah metode terbaik untuk mengurangi intensitas serangan penyakit bercak daun. Selain itu, ini meningkatkan pertumbuhan dan pemulihan bibit kelapa sawit selama fase pre nursery. Untuk mendukung peningkatan kualitas bibit kelapa sawit, air cucian beras dapat digunakan sebagai alternatif bahan organik yang murah, mudah diperoleh, dan ramah lingkungan. Kata Kunci: air cucian beras, bercak daun, bibit kelapa sawit, pre nursery, pemulihan bibit</p> <p><em>The purpose of this study was to determine the effect of rice washing water on the incidence of leaf spot disease in oil palm seedlings (Elaeis guineensis Jacq.) during the pre-nursery stage. The observed parameters included disease severity of leaf spot, seedling height, number of leaves, stem diameter, and seedling recovery percentage. The results showed that rice washing water significantly affected all observed parameters. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) and Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at the 5% significance level. The control treatment (P0) produced the lowest results for all observed parameters. The application of 200 mL/polybag (P4) resulted in the lowest disease severity (12.75%), the highest seedling height (28.63 cm), the greatest number of leaves (6 leaves), the largest stem diameter (1.42 cm), and the highest seedling recovery percentage (87.50%). Rice washing water was able to enhance vegetative growth and suppress leaf spot disease due to its nutrient and organic matter content.The study concluded that the application of rice washing water at a dose of 200 mL per polybag was the most effective treatment for reducing the severity of leaf spot disease while improving the growth and recovery of oil palm seedlings during the pre-nursery stage. Furthermore, rice washing water can be utilized as an alternative organic material that is inexpensive, readily available, and environmentally friendly to support the production of high-quality oil palm seedlings</em></p>Damar Dwinatha IsdaBasila Agasi BatuahMuhammad AgymsyahAgung HasibuanNoval AfanzaGuntoro
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106DINAMIKAN PERUNDUNGAN (BULLYING) HALUS ( SEBTLE BULLYING ATAU SILENT BULYING ) TERHADAP ANAK YANG BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DI SEKOLAH INKLUSIF
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23451
<p>Artikel ini bertujuan untuk mengkaji merumuskan Pendidikan inklusif menempatkan anak berkebutuhan khusus ABK dalam lingkungan belajar bersama siswa reguler di mana tujuannya untuk menciptakan kesetaraan dan penerimaan yang layak dari sosial, namun dari semuanya itu pendidikan inklusi tersebut terdapat permasalahan yang kerap kali tidak lumpur dari perhatian yakni,di mana perundungan halus Subtle bullying) yang dialami anak berkebutuhan khusus saat berinteraksi dengan sesama di kehidupan sehari-hari di sekolah Ini juga sangat berbeda dengan perundungan fisik yang di mana mudah di didefinisikan sehingga perundungan halus berwujud pengabaian sosial,ejekan, non verbal, manipulasi sosial gosip dan eksklusi digital yang di mana terjadi secara tersembunyi dan berulang kali sehingga penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk perundungan yang halus di mana yang dialami anak ABK serta mencari tahu lebih dalam tentang faktor-faktor penyebabnya kemudian menganalisis dampak terhadap perkembangan psikologi, sosial, dan akademi abeka di sekolah inklusif.</p> <p><em>Inclusive education places children with special needs in a regular student learning environment where the aim is to create equality of access and acceptance in society but behind the spirit of inclusiveness there are problems that often go unnoticed, namely the first subtle bullying experienced by students with special needs, namely subtle bullying. This can also be distinguished from physical bullying where it is easy to identify while subtle bullying is in the form of social neglect, non-verbal steasing, social manipulation, gossip, being ostracized, ignored, and excluded from digital communication and others so that it is difficult for teachers and parents to integrate. This study aims to examine in depth the forms of subtle bullying experienced by children with special needs in inclusive schools, as well as to identify the causal factors of these impacts and the development of social psychology and academic children based on a review of relevant literature</em></p>Adriana Indra Santi SoleOni MirnasirJurinto Tuka Lay
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106ANALISIS YURIDIS KEKUATAN PEMBUKTIAN DOKUMEN YANG DITANDATANGANI SECARA ELEKTRONIK DALAM SENGKETA PERDATA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23550
<p>Perkembangan teknologi informasi memperluas penggunaan dokumen dan tanda tangan elektronik dalam aktivitas keperdataan, sehingga memerlukan kepastian hukum terkait kekuatan pembuktiannya saat terjadi sengketa. Penelitian hukum normatif ini bertujuan menganalisis pengaturan dan kekuatan pembuktian dokumen bertanda tangan elektronik dalam sistem peradilan perdata Indonesia. Pendekatan yang digunakan meliputi pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, dengan analisis kualitatif deskriptif-analitis terhadap data sekunder dari studi kepustakaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dokumen elektronik yang ditandatangani secara elektronik diakui sebagai alat bukti sah berdasarkan UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE (sebagaimana diubah terakhir melalui UU No. 1 Tahun 2024) dan PP No. 71 Tahun 2019. Kekuatan pembuktian dokumen tersebut sangat bergantung pada terpenuhinya aspek autentisitas, integritas, dan reliabilitas. Dokumen dengan tanda tangan elektronik tersertifikasi memiliki nilai pembuktian yang kuat karena identitas dan keutuhan datanya dapat diverifikasi secara akurat. Sebaliknya, tanda tangan tidak tersertifikasi memiliki keandalan rendah dan membutuhkan alat bukti pendukung lain. Dengan demikian, penggunaan tanda tangan elektronik tersertifikasi sangat krusial untuk menjamin kepastian hukum dan efektivitas pembuktian di era digital.</p> <p><em>The rapid development of information technology has expanded the use of electronic documents and digital signatures in civil litigation, necessitating legal certainty regarding their evidentiary value in disputes. This normative legal research aims to analyze the regulations and evidentiary strength of electronically signed documents in the Indonesian civil justice system. Using legal, conceptual, and case-based approaches, this study conducted a qualitative, descriptive-analytical analysis of secondary data collected through a literature review. The results indicate that electronically signed documents are recognized as valid legal evidence under Law Number 11 of 2008 concerning Electronic Information and Transactions (most recently amended by Law Number 1 of 2024) and Government Regulation Number 71 of 2019. Their evidentiary value depends heavily on authenticity, integrity, and reliability. Documents using certified electronic signatures have strong evidentiary value because the signer's identity and data integrity can be accurately verified. Conversely, uncertified signatures have lower reliability and require supporting evidence. Therefore, adopting certified electronic signatures is crucial to ensuring legal certainty and effective evidence in the digital age</em></p>Muhammad Ronaldinho Abdul JabarAdil Muhamad AkmalLintang SeliaIvana Rizki Adzani MuslimahFarahdinny Siswajanthy
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106TRANSFORMASI PARTAI POLITIK DI INDONESIA DARI DEMOKRASI LIBERAL SAMPAI REFORMASI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23617
<p>Transformasi partai politik di Indonesia merupakan bagian penting dari perkembangan demokrasi dan sistem ketatanegaraan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika serta perubahan sistem kepartaian di Indonesia mulai dari masa Demokrasi Liberal, Demokrasi Terpimpin, Orde Baru, hingga Era Reformasi beserta implikasinya terhadap perkembangan demokrasi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan historis, pendekatan perundang-undangan, dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem multipartai pada masa Demokrasi Liberal memberikan ruang partisipasi politik yang luas, namun menimbulkan instabilitas pemerintahan akibat tingginya fragmentasi politik. Pada masa Demokrasi Terpimpin dan Orde Baru terjadi sentralisasi kekuasaan yang diikuti dengan pembatasan terhadap peran partai politik serta penyederhanaan sistem kepartaian guna menjaga stabilitas politik. Sementara itu, Era Reformasi menghadirkan kembali sistem multipartai dan memperluas ruang demokrasi, tetapi juga melahirkan tantangan baru berupa fragmentasi politik, pragmatisme koalisi, serta melemahnya pelembagaan partai politik. Oleh karena itu, penguatan kelembagaan partai politik, konsistensi ideologi, dan reformasi sistem pemilu menjadi faktor penting dalam mendukung konsolidasi demokrasi dan efektivitas pemerintahan dalam sistem presidensial Indonesia.</p> <p><em>The transformation of political parties in Indonesia constitutes an essential aspect of the development of democracy and the national constitutional system. This study aims to analyze the dynamics and evolution of Indonesia's party system from the Liberal Democracy era, Guided Democracy, and the New Order period to the Reform Era, as well as its implications for democratic development in Indonesia. This research employs a normative legal research method using historical, statutory, and conceptual approaches. The legal materials consist of primary, secondary, and tertiary sources which are analyzed qualitatively through library research. The findings indicate that the multiparty system during the Liberal Democracy period provided broad opportunities for political participation but resulted in governmental instability due to high political fragmentation. During the Guided Democracy and New Order periods, political power became centralized, accompanied by restrictions on political parties and simplification of the party system in the interest of political stability. Meanwhile, the Reform Era reintroduced the multiparty system and expanded democratic space, yet also generated new challenges such as political fragmentation, coalition pragmatism, and weak institutionalization of political parties. Therefore, strengthening political party institutions, maintaining ideological consistency, and reforming the electoral system are essential factors in supporting democratic consolidation and effective governance within Indonesia's presidential system.</em></p>Insan Nur Rahmanda PutraErza Ahnaf HakimReynanda Aditya RionaldiMuhammad Azril ZibranMuhammad Ragil RyusroElviandri
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN MINDFULNESS DALAM AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23703
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kualitas tidur dengan mindfulness dalam aktivitas belajar mahasiswa Program Studi Psikologi UIN AR-Raniry Bnada Aceh. Pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional digunakan dalam penelitian ini. Sampel berjumlah 90 mahasiswa melalui teknik proportionate stratified random sampling dari populasi 900 mahasiswa. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI; Buysse et al., 1989) dan mindfulness belajar diukurmenggunakan FFMQ yang dimodifikasi ke konteks belajar (FFMQ-B; adaptasi dari Baer et al. 2006). Data dianalisis menggunakan korelasi Spearman Rho karena asumsi linearitas tidak terpenuhi. Hasil menunjukkan rerata PSQI = 7,92 (SD = 191) mengindikasikan mayoritas mahasiswa mengalami kualitas tidur buruk. Rerata FFMQ-B =46,47 (SD = 5,521) dengan 86,7% mahasiswa kategori sedang. Uji korelasi Spearman menunjukkan rs =0,125, p= 0,240 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidur dengan mindfulness belajar. Koefesien determinasi R2 = 1,56% mengidikasikan dominannya faktor lain seperti motivasi intrinsik, regulasi emosi, dan nilai-nilai spiritual Islam dalam membentuk kapasitas mindfulness belajar mahasiswa.</p> <p><em>This study aims to analyze the relationship between sleep quality and mindfulness in learning activities among students of the Psychology Study Program at UIN Ar-Raniry Banda Aceh. A quantitative approach with a coreelational design was employed in this study. The sample consisted of 90 students selected through proportionate stratified random sampling from a population of 900 students. Sleep quality was measure using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI; Buysse et al., 1989), and learning mindfulness was measure using a modified version of the of the FFMQ adapted to the learning context (FFMQ-B; adapted from Baer et al., 2006). Data were analyzed using Spearman Rho Correlation due to the unmet assumtion of linearity. Result indicated a mean PSQI score of 7,92 (SD = 3,191), suggesting that the mejority of students experienced poor sleep quality. The mean FFMQ-B score was 46.47 (SD = 5.521), with 86.7% of students categorized at a moderate level. The Spearman correlation test yielded rc =0,125, p = 0,240 (p > 0.05), indicating no significant relationship between sleep quality and learning mindfulness. A coefficient of determination of R2 =1,56% suggests that other factors, such as intrinsic motivation, emotional regulation, and Islamic spiritual values, play a more dominant role in shaping students’ mindfulness capacity in learning activities.</em></p>SuryadiZahara SalsabilaMiranda Chintya BellaMedina AzzahraT.M. HidayatullahAinun Qalbu SiregarHaya Nur Syahira
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106EFEKTIVITAS MODIFIKASI PERILAKU MELALUI TEKNIK TOKEN ECONOMY TERHADAP PENURUNAN KEBIASAAN CURSING PADA REMAJA AKHIR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/22458
<p>Perilaku cursing merupakan bentuk perilaku verbal berupa penggunaan kata-kata kasar, profan, atau ofensif yang dapat berkembang menjadi habitual behavior pada remaja akhir dan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan teknik token economy dalam menurunkan frekuensi perilaku cursing pada remaja akhir. Penelitian menggunakan metode eksperimen Single Subject Design (SSD) pola A–B–A yang terdiri atas fase baseline awal (A1), fase intervensi (B), dan fase evaluasi atau withdrawal (A2). Subjek penelitian adalah seorang mahasiswa perempuan berusia 21 tahun yang menunjukkan frekuensi cursing habitual tinggi. Data dikumpulkan melalui self-monitoring harian berbasis spreadsheet digital dan dianalisis menggunakan visual analysis of graphed data meliputi within-condition analysis dan between-condition analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan token economy berasosiasi dengan penurunan frekuensi perilaku cursing. Mean frekuensi menurun dari 58,5 kali per hari pada fase A1 menjadi 38,6 kali per hari pada fase B, dan 21,0 kali per hari pada fase A2, dengan penurunan 64,1% dan overlap 0%. Temuan ini menunjukkan potensi token economy sebagai strategi modifikasi perilaku verbal habitual pada remaja akhir, khususnya ketika dipadukan dengan self-monitoring dan strategi regulasi perilaku lainnya.</p> <p><em>Cursing behavior refers to a form of verbal behavior characterized by the use of harsh, profane, or offensive language that may develop into a habitual behavior among late adolescents and university students. This study aimed to evaluate the implementation of the token economy technique in reducing the frequency of cursing behavior among late adolescents. The study employed an experimental method using a Single Subject Design (SSD) with an A–B–A pattern consisting of an initial baseline phase (A1), an intervention phase (B), and an evaluation or withdrawal phase (A2). The participant was a 21-year-old female university student who exhibited a high frequency of habitual cursing behavior. Data were collected through daily self-monitoring using a digital spreadsheet and analyzed using visual analysis of graphed data, including within-condition analysis and between-condition analysis. The results indicated that the implementation of the token economy technique was associated with a reduction in the frequency of cursing behavior. The mean frequency decreased from 58.5 occurrences per day during the A1 phase to 38.6 occurrences per day during the B phase, and further decreased to 21.0 occurrences per day during the A2 phase, with a 64.1% reduction and 0% data overlap between the A1 and A2 phases. These findings suggest that token economy has the potential to serve as an effective strategy for modifying habitual verbal behavior among late adolescents, particularly when combined with self-monitoring and other behavioral regulation strategies.</em></p>Salwa Rifda SobirohNaila Yasmin FirdausMuhammad
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106Pengaruh Konseling Kelompok dengan Teknik Self Regulated Learning terhadap Burnout pada Siswa SMA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/22525
<p>Burnout adalah kondisi kelelahan fisik, emosional dan mental yang dialami seseorang akibat tekanan belajar yang terjadi secara terus menerus tanpa adanya waktu istirahat atau pemulihan yang cukup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat burnout siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan konseling kelompok dengan teknik Self Regulated Learning (SRL), mengetahui perbedaan burnout siswa sebelum dan sesudah perlakuan, serta mengetahui pengaruh layanan konseling kelompok dengan teknik Self Regulated Learning terhadap burnout siswa di SMA Negeri 19 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan teknik Purposive Sampling terhadap 7 siswa yang memiliki tingkat burnout tinggi. Instrumen penelitian menggunakan skala burnout yang mencakup aspek kelelahan emosional, sinisme, dan penurunan efikasi diri akademik. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dan uji N-Gain Ternormalisasi dengan bantuan PSPP dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat burnout siswa sebelum diberikan layanan berada pada kategori sedang dan tinggi, sedangkan setelah diberikan layanan seluruh siswa berada pada kategori rendah. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,091 yang menunjukkan adanya perbedaan burnout siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Selain itu, hasil uji N-Gain memperoleh skor sebesar 0,48 yang termasuk kategori sedang. Dengan demikian, layanan konseling kelompok dengan teknik Self-Regulated Learning berpengaruh dalam mengurangi burnout pada siswa SMA Negeri 19 Pekanbaru.</p> <p><em>Burnout is a condition of physical, emotional and mental exhaustion experienced by a person due to continuous study pressure without sufficient rest or recovery time. This study aimed to determine the level of student burnout before and after group counseling services using the Self Regulated Learning (SRL) technique, to identify differences in burnout levels before and after treatment, and to determine the effect of group counseling services using the Self Regulated Learning technique on student burnout at SMA Negeri 19 Pekanbaru. This study employed a quantitative experimental method with purposive sampling involving 7 students who had high levels of burnout. The research instrument used a burnout scale covering aspects of emotional exhaustion, cynicism, and reduced academic self-efficacy. Data analysis was conducted using the Wilcoxon test and normalized N-Gain test with the assistance of PSPP and Microsoft Excel. The results showed that students’ burnout levels before receiving the service were in the moderate and high categories, while after receiving the service all students were in the low category. The Wilcoxon test results showed an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.091, indicating differences in student burnout levels before and after treatment. In addition, the N-Gain test obtained a score of 0.48, which was categorized as moderate. Therefore, group counseling services using the Self Regulated Learning technique had an effect on reducing burnout among students at SMA Negeri 19 Pekanbaru.</em></p>Aura Anisa Maharani Putri SimarmataTri UmariDonal
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106PENGEMBANGAN LINGKUNGAN BELAJAR HIJAU, AMAN, DAN RAMAH ANAK BERBASIS PROGRAM ADIWIYATA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23405
<p>membangun lingkungan belajar yang sekaligus hijau, aman, dan ramah anak di satuan pendidikan dasar dan menengah. Melalui kajian literatur sistematis, artikel ini mengidentifikasi empat dimensi utama pengembangan lingkungan belajar tersebut: dimensi ekologis, dimensi keamanan fisik dan psikologis, dimensi partisipasi anak, serta dimensi tata kelola kelembagaan. Temuan menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi Adiwiyata sangat ditentukan oleh kapasitas kepemimpinan kepala sekolah, keterlibatan aktif warga sekolah, dan sinergi lintas pemangku kepentingan. Artikel ini menawarkan model integratif yang dapat dijadikan acuan bagi sekolah dalam merancang dan mengevaluasi program lingkungan belajar yang berkelanjutan.</p>AzafitrianiSiti AgustriaSurma Hayani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106ISU-ISU AKTUAL DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS)
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23514
<p>Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di era kontemporer menghadapi berbagai isu aktual yang kompleks dan multidimensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mendiskusikan isu-isu aktual yang muncul dalam pembelajaran IPS, baik pada jenjang sekolah dasar maupun menengah, serta merumuskan strategi penanganannya. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis (systematic literature review) terhadap 45 artikel jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan dalam rentang tahun 2018–2024. Hasil kajian mengidentifikasi tujuh isu aktual utama dalam pembelajaran IPS, yaitu: (1) integrasi teknologi digital dan kecerdasan buatan; (2) pendidikan multikultural dan toleransi; (3) pembelajaran berbasis masalah global; (4) krisis literasi sosial siswa; (5) relevansi kurikulum dengan kebutuhan abad ke-21; (6) isu lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan; serta (7) penguatan pendidikan karakter dan nilai kebangsaan. Temuan menunjukkan bahwa respons guru terhadap isu-isu tersebut masih beragam dan belum merata, dipengaruhi oleh keterbatasan kompetensi pedagogik, sarana prasarana, dan dukungan kebijakan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya reformasi kurikulum IPS yang lebih responsif terhadap isu-isu kontemporer, peningkatan kompetensi guru, dan penguatan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.</p> <p><em>Social Studies (IPS) learning in the contemporary era faces various complex and multidimensional current issues. This study aims to identify, analyze, and discuss the current issues that arise in Social Studies learning, both at the elementary and secondary school levels, and to formulate strategies for addressing them. The method used is a systematic literature review of 45 national and international journal articles published between 2018 and 2024. The review results identify seven main current issues in Social Studies learning: (1) integration of digital technology and artificial intelligence; (2) multicultural education and tolerance; (3) problem-based learning on global issues; (4) students' social literacy crisis; (5) curriculum relevance to 21st century needs; (6) environmental issues and sustainable development; and (7) strengthening character education and national values. The findings show that teachers' responses to these issues are still varied and uneven, influenced by limited pedagogical competence, infrastructure, and policy support. This study recommends the need for a Social Studies curriculum reform that is more responsive to contemporary issues, improving teacher competence, and strengthening collaboration between schools, families, and communities</em></p>AzafitrianiAsnainiNazwa AuraZelfikriati FadhliIin Gusmana
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106PSIKOEDUKASI MENGENAI QUARTER LIFE CRISIS PADA DEWASA AWAL MELALUI MINI WORKSHOP 'TERSESAT ATAU SEDANG BERTUMBUH?
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23586
<p>Masa dewasa awal merupakan periode perkembangan yang ditandai dengan berbagai tuntutan kehidupan, seperti penyelesaian pendidikan, pemilihan karier, kemandirian finansial, serta pembentukan hubungan interpersonal. Berbagai tuntutan tersebut dapat memunculkan tekanan psikologis yang dikenal sebagai Quarter Life Crisis (QLC), yaitu kondisi ketika individu mengalami kebingungan, kecemasan, dan ketidakpastian terkait masa depan. Kurangnya pemahaman mengenai QLC dapat menyebabkan individu kesulitan mengenali kondisi yang dialami serta menentukan strategi penanganan yang tepat. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dewasa awal mengenai Quarter Life Crisis melalui mini workshop bertema ‘Tersesat atau Sedang Bertumbuh?’. Kegiatan dilaksanakan di Mamika Coffee, Mataram dengan melibatkan 7 peserta menggunakan teknik purposive sampling yang berusia 18-29 tahun. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang terdiri atas 15 item pertanyaan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor peserta dari 17,57 pada pre-test menjadi 19,86 pada post-test. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan. Dengan demikian, psikoedukasi melalui mini workshop efektif dalam meningkatkan pemahaman awal mengenai Quarter Life Crisis.</p>Yossy Dwi ErlianaIndah Amelia SariFaida YasrimFanny Saputri
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106IMPLEMENTASI PENGELOLAAN DAN METODE PEMBELAJARAN PADA PENDIDIKAN NON FORMAL DI PAUD FLAMBOYAN 5 SUKAHARJA KARAWANG: STUDI OBSERVASI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23654
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem pengelolaan, metode pembelajaran, serta tantangan yang dihadapi PAUD Flamboyan 5 Sukaharja sebagai lembaga pendidikan nonformal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAUD Flamboyan 5 berkembang dari kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan anak usia dini dan telah menerapkan pengelolaan lembaga yang cukup baik. Proses pembelajaran menggunakan metode sentra, pendekatan alam, dan Kurikulum Merdeka yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Meskipun masih menghadapi keterbatasan sarana, tenaga pendidik, serta penanganan anak berkebutuhan khusus, sekolah terus berupaya meningkatkan kualitas layanan melalui evaluasi rutin dan kerja sama dengan orang tua serta masyarakat. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan yang baik dan metode pembelajaran yang sesuai mampu mendukung perkembangan peserta didik secara optimal.</p> <p><em>This study aims to describe the management system, learning methods, and challenges faced by PAUD Flamboyan 5 Sukaharja as a non-formal educational institution. The study employs a qualitative approach, utilizing data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. The results indicate that PAUD Flamboyan 5 emerged in response to the community’s need for early childhood education services and has implemented effective institutional management. The learning process incorporates the “center” method, a nature-based approach, and the *Kurikulum Merdeka* (Independent Curriculum), all tailored to the students’ characteristics. Despite facing limitations regarding facilities, teaching staff, and the handling of children with special needs, the school continuously strives to improve service quality through regular evaluations and collaboration with parents and the community. This study demonstrates that effective management and appropriate learning methods can optimally support student development</em></p>ZulfiyanaKirana Divya IskandarNurul KomariaMuhammad Jan Padly NugrohoFadli Azizal Mukhli
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106THE INTERCONNECTION BETWEEN LANGUAGE, CULTURE, AND SOCIETY
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/22482
<p><em>Language, culture, and society are inseparable components of human life that continuously influence one another in shaping communication, identity, and social interaction. This study aims to examine the interconnection between language, culture, and society by exploring how these elements interact and contribute to the development of human communication. The study employs a qualitative descriptive method using a library research design. Data were collected from scholarly sources, including journal articles, books, and previous studies related to sociolinguistics, cultural studies, and communication. The findings reveal that language serves as a medium for cultural representation and preservation, social interaction, and identity construction. Cultural and social factors significantly influence language use and development, while globalization and digital communication have accelerated language change through the emergence of new linguistic forms and intercultural interactions. Furthermore, the study demonstrates that language, culture, and society form a dynamic and interdependent system in which changes in one aspect inevitably affect the others. In contemporary society, digital technologies and global communication networks have strengthened this interconnected relationship, creating both opportunities and challenges for cultural diversity and linguistic sustainability. Therefore, understanding language requires consideration of the cultural values and social contexts that shape communication practices.</em></p> <p> </p>Meilanda K. SunaFrischa MonoarfaAdriansyah Abu Katili
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106UPAYA PENANAMAN NILAI BELA NEGARA PADA PELAJAR MELALUI KEGIATAN EDUKASI DAN SOSIALISASI BERBASIS SEKOLAH
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/22634
<p>Nilai-nilai Bela Negara merupakan aspek penting yang perlu ditanamkan kepada generasi muda sejak dini, terutama bagi pelajar Sekolah Menengah Kejuruan. Penelitian ini bertujuan mengkaji upaya penanaman nilai Bela Negara kepada peserta didik di era digital serta mengetahui sejauh mana pendidikan karakter dapat membentuk generasi muda yang memiliki rasa cinta tanah air dan kepedulian terhadap bangsa. Metode yang digunakan merupakan kombinasi antara studi literatur dan kegiatan sosialisasi langsung di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan dengan data diperoleh melalui observasi, partisipasi aktif siswa, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi Bela Negara efektif meningkatkan pemahaman siswa mengenai konsep Bela Negara, nilai-nilai dasarnya, serta penerapan sikap tersebut dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat disimpulkan bahwa sosialisasi dan pendidikan karakter di lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang patriotis, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa.</p>Safrila Zikrina RismaShafira Mutia AsihNazifah Zahwa AurellyaMuhammad Fatih ArdhShafa ZaharanNadya Rafa MaladonaNayla Salsabilla Arbaina SeptaSeptaIlham Hudi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106PERAN KOPERASI MERAH PUTIH DALAM MEWUJUDKAN EKOSISTEM KEUANGAN SYARIAH YANG INKLUSIF BAGI UMKM
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23445
<p>Koperasi Merah Putih hadir sebagai respons nyata pemerintah Indonesia terhadap dua tantangan sekaligus: lemahnya akses keuangan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta belum optimalnya ekosistem keuangan syariah di tingkat akar rumput. Artikel ini mengkaji peran strategis Koperasi Merah Putih dalam membangun ekosistem keuangan syariah yang inklusif, dengan fokus pada mekanisme pembiayaan berbasis akad syariah, penguatan modal sosial komunitas, serta dampaknya terhadap kemandirian ekonomi UMKM. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan analisis deskriptif terhadap data sekunder dari berbagai sumber akademik dan regulasi yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Koperasi Merah Putih mampu menjadi jembatan antara prinsip-prinsip ekonomi Islam dengan kebutuhan praktis UMKM, terutama melalui produk murabahah, mudharabah, dan musyarakah yang lebih mudah diakses oleh pelaku usaha kecil. Integrasi nilai gotong royong sebagai fondasi kelembagaan koperasi terbukti selaras dengan maqashid syariah, sehingga mendorong terciptanya inklusi keuangan berbasis keadilan. Artikel ini berkontribusi pada diskursus pengembangan lembaga keuangan mikro syariah di Indonesia yang masih memerlukan penguatan dari sisi regulasi, kapasitas sumber daya manusia, dan digitalisasi layanan.</p>Abd. RizalAkbarFahraniMar’iyah Qibthiyah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106ORIENTASI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMBANGUN SIKAP TOLERANSI DI TENGAH MASYARAKAT
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23543
<p>Indonesia adalah negara yang sangat beragam, dengan ratusan suku bangsa, bahasa daerah, dan agama yang hidup berdampingan. Keberagaman ini adalah kekayaan sekaligus tantangan, karena tanpa pengelolaan yang baik, perbedaan dapat memicu konflik dan perpecahan. Di tengah meningkatnya kasus intoleransi beragama dan penyebaran narasi-narasi keagamaan yang memecah belah melalui media digital, peran Pendidikan Agama Kristen (PAK) sebagai pembentuk karakter toleran menjadi semakin penting. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan orientasi, model, dan strategi PAK yang dapat membangun sikap toleransi di tengah masyarakat yang majemuk. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui analisis isi dan analisis kritis-teologis terhadap berbagai literatur akademis, teks teologis, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAK memiliki landasan teologis yang kuat untuk membangun toleransi, yaitu doktrin Imago Dei, hukum kasih, dan kisah Orang Samaria yang Murah Hati. Selain itu, pergeseran paradigma PAK dari pendekatan eksklusif menuju inklusif-dialogis, penguatan peran guru sebagai teladan, serta penerapan model pembelajaran berbasis perjumpaan dan inovasi media pembelajaran diidentifikasi sebagai strategi utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PAK yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan universal, tanpa meninggalkan identitas iman Kristiani, dapat menjadi jembatan penting dalam membangun kerukunan antarumat beragama di Indonesia.</p> <p><em>Indonesia is one of the most diverse countries in the world, home to hundreds of ethnic groups, regional languages, and religions living side by side. This diversity is both a treasure and a challenge, as differences that are not well managed can trigger conflict and social division. Amid the rising cases of religious intolerance and the spread of divisive religious narratives through digital media, the role of Christian Religious Education (CRE) in building a tolerant character becomes increasingly important. This study aims to formulate the orientation, models, and strategies of CRE that can foster tolerance in a pluralistic society. A qualitative approach with library research method was used, through content analysis and critical-theological analysis of academic literature, theological texts, and relevant education policy documents. The findings show that CRE has a strong theological foundation for building tolerance, namely the doctrine of Imago Dei, the law of love, and the parable of the Good Samaritan. Furthermore, a shift in the CRE paradigm from an exclusive to an inclusive-dialogical approach, strengthening the role of teachers as role models, and applying encounter-based learning models and creative media innovations are identified as the main strategies. This study concludes that CRE oriented toward universal human values, without abandoning Christian identity, can serve as an important bridge in building interreligious harmony in Indonesia.</em></p>Cristina DubuErna MbauGreishinda E. KanafuYopi BoisZem SnaeFransiska Nggeong
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106ETIKA BERMEDIA SOSIAL DALAM AL-QUR’AN: ANALISIS PENAFSIRAN AYAT-AYAT TABAYYUN TERHADAP FENOMENA HOAKS DI ERA DIGITAL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23609
<p>Di era digital, integrasi sosial dan validitas informasi sangat terancam oleh maraknya hoaks serta disinformasi di jejaring sosial. Lewat studi kepustakaan berbasis metode kualitatif dan pendekatan tafsir tematik (maudhu'i), penelitian ini mengeksplorasi etika digital dengan membedah interpretasi ayat-ayat tabayyun, terutama Surah Al-Hujurat [49]: 6. Temuan studi mengindikasikan bahwa tabayyun bukan sekadar validasi teori, melainkan sebuah tanggung jawab moral dan spiritual yang menuntut pemeriksaan mendalam terhadap asal-usul (as-sanad) serta substansi (al-matn) berita. Di dunia maya, prinsip ini dapat diwujudkan menjadi panduan bermedia sosial yang menekankan pemikiran kritis, kehati-hatian dalam menyebarkan konten, serta keberpihakan pada kepentingan masyarakat demi menekan peredaran berita bohong.</p> <p><em>In the digital era, social integration and the validity of information are severely threatened by the rampant spread of hoaxes and disinformation on social networks. Through a qualitative library research method and a thematic exegesis (maudhu'i) approach, this study explores digital ethics by dissecting the interpretation of tabayyun verses, particularly Surah Al-Hujurat [49]: 6. The study's findings indicate that tabayyun is not merely a theoretical validation, but a moral and spiritual responsibility that demands a profound examination of both the source (as-sanad) and the substance (al-matn) of the news. In the cyber world, this principle can be manifested into social media guidelines that emphasize critical thinking, caution in sharing content, and alignment with the public interest in order to suppress the circulation of fake news.</em></p>Asa IzzatiAgus Rifki RidwanElsa AsmirandaNur FalahSepti IkhlasiaYogiana Iftahul Barokah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106MANAJEMEN PEMBELAJARAN PADA LEMBAGA PENDIDIKAN NONFORMAL: STUDI OBSERVASI DI PKBM RIKSA ILMU KARAWANG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23669
<p>Pendidikan nonformal di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi masyarakat yang tidak dapat mengakses pendidikan formal. PKBM menjadi wadah pembelajaran yang fleksibel melalui program pendidikan kesetaraan, pelatihan keterampilan, serta pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran PKBM dalam meningkatkan kesempatan belajar dan keterampilan masyarakat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKBM mampu membantu masyarakat memperoleh pendidikan yang layak, meningkatkan keterampilan kerja, serta menumbuhkan kemandirian ekonomi. Selain itu, PKBM juga berperan dalam mengurangi angka putus sekolah dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan sepanjang hayat. Dengan demikian, pendidikan nonformal di PKBM menjadi alternatif strategis dalam mendukung pembangunan pendidikan yang inklusif dan merata di Indonesia.</p> <p><em>Non-formal education at Community Learning Activity Centers (PKBM) plays an important role in improving the quality of human resources, especially for people who have limited access to formal education. PKBM serves as a flexible learning institution through equivalency education programs, skills training, and community empowerment activities. This study aims to determine the role of PKBM in improving learning opportunities and community skills. The method used is descriptive qualitative with data collection through observation, interviews, and documentation. The results show that PKBM helps communities gain proper education, improve work skills, and increase economic independence. In addition, PKBM contributes to reducing school dropout rates and raising public awareness about the importance of lifelong education. Therefore, non-formal education in PKBM becomes a strategic alternative in supporting inclusive and equitable educational development in Indonesia.</em></p>Naesa SyabiraSiti NurhalizahSiti NurhasanahRoihan Almuhtadi BillahAgits Bahtiar HilmiMuhammad Rayhan Suwandana
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106INTEGRASI KUALITAS PSIKOMETRIK, KOMPETENSI GURU, DAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PENGEMBANGAN SOAL PILIHAN GANDA BERBASIS HIGHER-ORDER THINKING SKILLS (HOTS) A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/22442
<p>Soal pilihan ganda masih menjadi instrumen asesmen yang paling banyak digunakan dalam pendidikan, namun sebagian besar belum dirancang untuk mengukur Higher-Order Thinking Skills (HOTS) secara optimal. Penelitian ini bertujuan mensintesis temuan empiris mengenai penggunaan soal pilihan ganda sebagai instrumen asesmen formatif dan sumatif serta implikasinya terhadap pengembangan HOTS. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti pedoman PRISMA 2020. Sebanyak 16 artikel ilmiah nasional dan internasional yang diterbitkan pada periode 2015–2026 dipilih melalui proses identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Data dianalisis menggunakan thematic analysis untuk mengidentifikasi pola dan tema utama penelitian. Hasil sintesis menunjukkan lima tema utama, yaitu: (1) pengembangan dan validasi soal pilihan ganda HOTS, (2) analisis kualitas butir soal, (3) kompetensi guru dalam pengembangan instrumen, (4) implementasi soal pilihan ganda dalam asesmen formatif dan sumatif berbasis digital, dan (5) penggunaan three-tier multiple choice untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa. Temuan menunjukkan bahwa soal pilihan ganda yang dirancang berdasarkan indikator HOTS, didukung validitas dan reliabilitas yang memadai, serta diintegrasikan dengan teknologi digital mampu mendukung keterampilan berpikir kritis, kreatif, analitis, dan pemecahan masalah. Kajian ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik yang mengintegrasikan kualitas instrumen, kompetensi guru, dan inovasi teknologi dalam pengembangan asesmen berbasis HOTS.</p>Isa Faizul HaqAji Joko Budi Pramono
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106ANALISIS PENYELESAIAN SENGKETA TANAH WARISAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM PERDATA INDONESIA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/22511
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis penyelesaian sengketa tanah warisan dalam perspektif hukum perdata Indonesia dengan studi kasus sengketa tanah warisan di Putro Agung, Surabaya. Sengketa tanah warisan sering terjadi akibat perbedaan klaim kepemilikan, ketidakjelasan administrasi pertanahan, dan peralihan hak yang tidak disetujui seluruh ahli waris. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Bahan hukum primer terdiri atas Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, serta Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah. Bahan hukum sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hak atas tanah warisan beralih kepada ahli waris sejak pewaris meninggal dunia dan peralihannya wajib didaftarkan untuk menjamin kepastian hukum. Penyelesaian sengketa dapat dilakukan melalui musyawarah, mediasi, maupun litigasi di pengadilan. Dalam penyelesaian sengketa, alat bukti seperti sertifikat tanah, surat keterangan ahli waris, surat hibah, dan akta autentik memiliki peranan penting dalam menentukan kekuatan hak para pihak. Kasus Putro Agung Surabaya menunjukkan bahwa ketidakjelasan administrasi pertanahan dan perbedaan dasar klaim kepemilikan dapat menimbulkan sengketa hukum yang kompleks.</p> <p><em>This study aims to analyze the resolution of inheritance land disputes from the perspective of Indonesian civil law with a case study of an inheritance land dispute in Putro Agung, Surabaya. Inheritance land disputes often arise due to differences in ownership claims, unclear land administration, and transfers of rights that are not agreed upon by all heirs. This study uses a normative juridical method with a statutory and case approach. Primary legal materials consist of the Civil Code, Law Number 5 of 1960 concerning Basic Agrarian Principles, and Government Regulation Number 24 of 1997 concerning Land Registration. Secondary legal materials are obtained from books, journals, and relevant previous research results. The results of the study indicate that rights to inherited land are transferred to the heirs upon the testator's death and the transfer must be registered to ensure legal certainty. Dispute resolution can be carried out through deliberation, mediation, or litigation in court. In dispute resolution, evidence such as land certificates, heir statements, gift letters, and authentic deeds play an important role in determining the strength of the parties' rights. The Putro Agung Surabaya case demonstrates how unclear land administration and differing grounds for ownership claims can give rise to complex legal disputes.</em></p>Agnia TussifahAisyah Nanda PutriFikri Aditya HasibuanJessica Br. SinulinggaMerci Naomi Exaudita PakpahanNida Suhaila Br. SembiringQaulia AmandaRomiana GultomSri Hadriningrum
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106ANALISIS YURIDIS PERTIMBANGAN HAKIM DALAM PUTUSAN PEMBUNUHAN BERENCANA FERDY SAMBO DITINJAU DARI PERSPEKTIF KUHAP TAHUN 2025
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23393
<p>Perkara pembunuhan berencana yang berkaitan dengan Ferdy Sambo merupakan salah satu perkara pidana yang memperoleh perhatian luas dari masyarakat Indonesia karena melibatkan aparat penegak hukum serta menimbulkan berbagai perdebatan mengenai mekanisme pembuktian serta pertimbangan hakim guna merumuskan putusan. Penelitian ini memiliki tujuan dalam meninjau pertimbangan yuridis hakim terhadap Putusan Nomor 796/Pid.B/2022/PN Jkt.Sel. serta mengkaji relevansinya apabila ditinjau berdasarkan perspektif Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) Tahun 2025. Penelitian menerapkan metode penelitian hukum normatif disertai pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, serta pendekatan kasus. Data yang diterapkan mencakup bahan hukum primer serta sekunder yang didapatkan menggunakan studi kepustakaan. Hasil penelitian memperlihatkan hakim melandasi putusannya terhadap alat bukti sah, keterangan saksi, petunjuk, dan fakta persidangan yang menguatkan adanya unsur pembunuhan berencana. Dari perspektif KUHAP Tahun 2025, pertimbangan hakim dalam perkara tersebut pada umumnya telah merepresentasikan prinsip due process of law, perlindungan hak para pihak, serta penguatan penggunaan alat bukti elektronik. Dengan demikian, putusan tersebut masih relevan dengan semangat pembaruan hukum acara pidana yang berkembang di Indonesia</p> <p><em>The criminal trial stemming from the premeditated murder case involving Ferdy Sambo captured extraordinary public attention across Indonesia, not merely due to the defendant's status as a senior law enforcement official, but because it exposed deep tensions surrounding evidentiary mechanisms and judicial reasoning in high-profile criminal proceedings. Against this backdrop, the present study examines the juridical considerations underlying Decision No. 796/Pid.B/2022/PN Jkt.Sel. and evaluates their continued relevance when assessed through the framework of the 2025 Criminal Procedure Code (KUHAP). A normative legal research method was employed, integrating statutory, conceptual, and case-based approaches, with primary and secondary legal materials gathered through systematic library research. Findings reveal that the court grounded its ruling in a convergence of valid evidence, witness testimony, circumstantial indicators, and trial facts collectively establishing the constituent elements of premeditated murder. When scrutinized against the 2025 KUHAP, the judicial reasoning in this case broadly aligns with the principles of due process of law, protection of the rights of all parties, and expanded recognition of electronic evidence. The study concludes that the decision retains substantial relevance within the trajectory of ongoing criminal procedural law reform in Indonesia.</em></p>Brigitta Samuella GunawanAmanda PutriMutyara Devi Maharani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106PENERAPAN TEKNIK REINFORCEMENT POSITIF DALAM MENGURANGI BURNOUT AKADEMIK PADA MAHASISWA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23508
<p>Burnout akademik merupakan salah satu permasalahan psikologis yang banyak dialami mahasiswa akibat tuntutan akademik yang berkepanjangan. Kondisi ini ditandai oleh kelelahan emosional, sikap sinis terhadap aktivitas akademik, dan menurunnya motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas teknik reinforcement positif dalam mengurangi burnout akademik pada mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental One Group Pretest–Posttest Design. Partisipan penelitian berjumlah 11 mahasiswa semester 6 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan hasil screening Academic Burnout Scale (ABS). Intervensi dilakukan selama lima hari melalui pemberian reinforcement positif terhadap ketercapaian target perilaku akademik. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Academic Burnout Scale (ABS), sedangkan analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor burnout akademik menurun dari 86,36 pada saat pretest menjadi 74,09 pada saat posttest. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,009 (p < 0,05) dengan ukuran efek yang besar (r = 0,79), yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara skor burnout akademik sebelum dan sesudah intervensi. Dengan demikian, teknik reinforcement positif terbukti efektif dalam mengurangi burnout akademik pada mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa reinforcement positif dapat menjadi salah satu alternatif intervensi berbasis perilaku untuk membantu mahasiswa mengatasi burnout akademik.</p> <p><em>Academic burnout is one of the psychological problems frequently experienced by university students due to prolonged academic demands. This condition is characterized by emotional exhaustion, cynicism toward academic activities, and decreased learning motivation. This study aimed to examine the effectiveness of positive reinforcement techniques in reducing academic burnout among university students. The study employed a quantitative approach using a pre-experimental One Group Pretest–Posttest Design. Participants consisted of 11 sixth-semester students selected through purposive sampling based on the results of the Academic Burnout Scale (ABS) screening. The intervention was conducted over five consecutive days by providing positive reinforcement for achieving academic behavior targets. Data were collected using the Academic Burnout Scale (ABS) and analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test. The results indicated that the mean academic burnout score decreased from 86.36 at pretest to 74.09 at posttest. The Wilcoxon Signed-Rank Test yielded a significant result (Z = -2.625, p = 0.009), with a large effect size (r = 0.79). These findings indicate a significant reduction in academic burnout following the positive reinforcement intervention. Therefore, positive reinforcement was found to be effective in reducing academic burnout among university students. These findings suggest that positive reinforcement can serve as a behavioral intervention alternative to help students cope with academic burnout. </em></p>Adhimah LailiyahAfrina Alivia InatsaMuhammad Jamaluddin
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106KAJIAN ANROPOLINGUISTIK TERHADAP MITOS LARANGAN MENIKAH DI BULAN SURO PADA MASYARAKAT DI KAMPUNG DESA WOTGALIH, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23582
<p>Mitos tradisi Jawa sudah tidak asing didengar, salah satunya keyakinan masyarakat terhadap perhitungan waktu berupa bulan dalam kalender Jawa, seperti bulan Suro, yang diyakini sebagai bulan yang tidak baik untuk menyelenggarakan hajatan pernikahan. Penelitian ini mengkaji mitos larangan menikah di bulan Suro pada masyarakat Kampung Desa Wotgalih, Kabupaten Tegal, dengan menggunakan pendekatan antropolinguistik, yaitu kajian yang menelaah hubungan antara bahasa dan budaya melalui leksikon, ungkapan, serta tuturan masyarakat penuturnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara langsung kepada tokoh masyarakat dan warga setempat, observasi, serta studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi leksikon budaya (seperti pamali, petaka, kesialan, dan bulan keramat) yang muncul dalam tuturan informan, serta menelaah dimensi performansi, indeksikalitas, dan partisipasi sebagaimana dirumuskan dalam kajian antropolinguistik (Sibarani, 2015; Duranti, 1997). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitos larangan menikah di bulan Suro pada masyarakat Desa Wotgalih tercermin dalam pilihan leksikon dan tuturan yang sarat nilai kepatuhan terhadap leluhur, serta berfungsi sebagai sarana pengendalian sosial yang diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi. Bahasa yang digunakan masyarakat dalam menuturkan mitos ini, seperti istilah pamali dan ora ilok, menjadi indeks identitas budaya Jawa serta sarana penanaman norma sosial, meskipun secara hukum Islam tidak terdapat larangan menikah pada bulan tersebut.</p>Ayu AristaDina Usturiyah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106ANALISIS PELAKSANAAN PENDIDIKAN NONFORMAL PADA PAUD AISYAH
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23647
<p>Observasi ini menggambarkan pelaksanaan manajemen dan proses pembelajaran di PAUD Aisyah sebagai bentuk pendidikan nonformal yang mengarah pada penerapan Kurikulum Merdeka, meskipun implementasinya masih dalam tahap transisi karena beberapa administrasi lama masih dipertahankan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, dan pencatatan lapangan untuk mengumpulkan data tentang perencanaan pembelajaran, struktur tenaga kerja, evaluasi, serta tantangan lembaga. Temuan utama menunjukkan penggunaan modul ajar sebagai dokumen inti pengganti silabus dan RPP, jadwal pembelajaran yang kini rutin setiap hari, serta evaluasi perkembangan anak yang dilakukan berkala (setiap 3 bulan, 6 bulan, dan akhir semester). Kendala yang ditemukan meliputi perangkapan tugas tenaga pendidik dan kependidikan, persepsi masyarakat yang kurang memahami pentingnya PAUD, serta keterbatasan ekonomi orang tua; upaya mitigasi meliputi pengembangan program unggulan seperti pembelajaran bahasa Jepang dan pendidikan keagamaan. Kesimpulannya, PAUD Aisyah menunjukkan upaya pengelolaan yang baik namun memerlukan standarisasi administrasi, pemisahan tugas yang lebih jelas, dan penguatan sosialisasi kepada masyarakat agar implementasi Kurikulum Merdeka lebih optimal.</p> <p><em>This observational study describes the management and learning processes at PAUD Aisyah as a non-formal early childhood education institution moving toward implementing the Kurikulum Merdeka, although implementation remains in transition because some previous administrative formats are still used. The research employed a descriptive qualitative approach using participant observation, semi-structured interviews, document analysis, and field notes to collect data on lesson planning, workforce structure, evaluation, and institutional challenges. Key findings show that the teaching module is used as the main document replacing separate syllabus and lesson plans, daily learning sessions are now regularly held, and child development assessments are conducted periodically (every 3 months, 6 months, and at semester end). Challenges include task overlapping among staff, public misconceptions about PAUD’s role, and parents’ economic constraints; mitigation strategies include offering flagship programs such as Japanese language</em></p>Azizah Nurul KhasanahSaskia Fildzah HamdaniYulia Eka PutriMuhammad Sennigi BintangMuhammad Al - Fikri Faturohman
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-06-292026-06-29106