Jurnal Multidisiplin Inovatif
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi
id-IDJurnal Multidisiplin InovatifIMPLEMENTASI ETIKA BISNIS SYARIAH DALAM PERLINDUNGAN KONSUMEN: STUDI KASUS GAMBIA DEPARTMENT STORE PONDOKMODERN DARUSSALAM GONTOR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18711
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi etika bisnis syariah dalam perlindungan konsumen pada Gambia Department Store Pondok Modern Darussalam Gontor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap pihak pengelola serta observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan etika bisnis syariah tercermin dalam lima aspek utama. Pertama, penguasaan pengetahuan produk dilakukan dengan pemeriksaan kelayakan, pengenalan kandungan yang berpotensi haram seperti babi atau kolagen tertentu, serta pengambilan produk baru dalam jumlah terbatas untuk uji coba di lingkungan pondok yang selektif. Kedua, perlindungan konsumen diwujudkan melalui pengecekan berkala atas kehalalan dan masa kedaluwarsa, penarikan barang cepat rusak sebelum jatuh tempo, serta retur produk bermasalah. Ketiga, penanganan keluhan dilakukan secara terbuka, baik dari santri maupun para guru pengabdian, dengan mencatat adanya keluhan umum seperti antrean panjang serta tindak tegas terhadap kasus pencurian. Keempat, kebijakan retur dan tukar barang menyesuaikan aturan distributor, baik melalui sistem potong nota maupun tukar guling. Kelima, persaingan harga lebih difokuskan pada koperasi internal pondok, di mana Gambia Department Store mampu menawarkan harga relatif lebih murah dibandingkan kompetitor. Tantangan yang dihadapi adalah menjaga kehalalan, kualitas, dan kesesuaian produk. Penelitian menyimpulkan bahwa praktik etika bisnis syariah telah diterapkan dengan baik, meskipun diperlukan optimalisasi melalui selektivitas produk serta penguatan mekanisme pengawasan.</p> <p><em>This study aims to examine the implementation of Islamic business ethics in consumer protection at Gambia Department Store, Pondok Modern Darussalam Gontor. The research employs a qualitative approach with a case study method, using in-depth interviews with store management and direct observation in the field. The findings reveal that the application of Islamic business ethics is reflected in five main aspects. First, product knowledge is enhanced through eligibility checks, identification of potentially unlawful ingredients such as pork or certain collagen, and limited trials of new products in the selective environment of the pesantren. Second, consumer protection is carried out through periodic inspection of halal certification and expiration dates, withdrawal of perishable goods before they expire, and return of defective products. Third, complaints are handled openly, both from students and teachers, including common issues such as long queues and strict action against theft cases. Fourth, return and exchange policies are adjusted to distributor regulations, either through invoice deduction or product replacement. Fifth, price competition is mainly directed towards internal cooperative stores, where Gambia Department Store generally offers more affordable prices compared to its competitors. The main challenges identified are ensuring halal status, product quality, and consumer needs. The study concludes that the practice of Islamic business ethics has been implemented fairly well, although further optimization is still required through selective product choices and strengthening of monitoring mechanisms.</em></p>R. M Fathan Labib Himawan
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101PENGARUH PROMOSI MEDIA SOSIAL, FASILITAS WISATA, DAN DAYA TARIK DESTINASI TERHADAP MINAT BERKUNJUNG WISATAWAN ASAL TANJUNGPINANG DI KAWASAN LAGOI BAY
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18781
<p>Artikel ini bertujuan menganalisis pengaruh promosi media sosial, fasilitas wisata, dan daya tarik destinasi terhadap minat berkunjung wisatawan asal Kota Tanjungpinang ke Kawasan Lagoi Bay, Kabupaten Bintan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah masyarakat Tanjungpinang yang memiliki minat untuk berkunjung ke Lagoi Bay, sedangkan sampel ditentukan melalui teknik non-probability sampling secara accidental terhadap 96 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis dengan regresi linear berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi melalui IBM SPSS. Hasil membuktikan bahwa ketiga variabel independen berpengaruh positif dan signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap minat berkunjung. Model penelitian memiliki nilai R Square 0,926 yang menunjukkan kontribusi penjelasan sebesar 92,6% terhadap variasi minat berkunjung.</p> <p><em>This article aims to analyze the influence of social media promotion, tourism facilities, and destination attractiveness on tourists’ visiting intention from Tanjungpinang to Lagoi Bay Area, Bintan Regency. The study applied a quantitative approach with a survey method. The population consisted of Tanjungpinang residents with interest to visit Lagoi Bay, and samples of 96 respondents were selected using accidental non-probability sampling. Data were collected through Likert-scale questionnaires and analyzed using multiple linear regression, t-test, F-test, and coefficient of determination with IBM SPSS. The findings indicate that all independent variables have a positive and significant effect both partially and simultaneously on visiting intention. The model produced an R Square value of 0.926, showing a strong explanatory contribution.</em></p>Chiska Hoseana Manalu
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101ANALISIS KONSEP GOOD GOVERNANCE DALAM BUKU REFORMASI BIROKRASI SEDARMAYANTI DAN RELEVANSINYA TERHADAP PEMERINTAHAN MODERN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19350
<p>Artikel ini mengkaji konsep good governance sebagaimana dikembangkan oleh Sedarmayanti dalam karya Reformasi Birokrasi dan Good Governance, serta mengevaluasi relevansinya terhadap dinamika pemerintahan modern yang ditandai oleh digitalisasi administrasi, tuntutan efisiensi, serta meningkatnya pengawasan publik. Penelitian dilakukan melalui studi kepustakaan dengan menelaah literatur administrasi publik, regulasi reformasi birokrasi, serta dokumen resmi pemerintah terkait transformasi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip good governance—meliputi transparansi, akuntabilitas, efektivitas, supremasi hukum, dan partisipasi publik—tetap relevan sebagai fondasi tata kelola pemerintahan. Namun, perkembangan teknologi dan meningkatnya kompleksitas sosial menuntut reinterpretasi konsep tersebut agar sesuai dengan era digital governance. Dengan demikian, penerapan good governance modern perlu memperhatikan aspek keamanan data, integrasi sistem, partisipasi digital masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor.</p> <p><em>This article examines the concept of good governance as developed by Sedarmayanti in Reformasi Birokrasi dan Good Governance, and evaluates its relevance to the dynamics of modern governance marked by administrative digitalization, demands for efficiency, and increasing public oversight. The study was conducted through a literature review by analyzing public administration literature, bureaucratic reform regulations, and official government documents related to digital transformation. The findings indicate that the principles of good governance including transparency, accountability, effectiveness, rule of law, and public participation remain relevant as the foundation of governmental management. However, technological advancements and growing social complexity require a reinterpretation of these concepts to align with the era of digital governance. Therefore, the contemporary application of good governance must consider aspects such as data security, system integration, digital public participation, and cross-sector collaboration.</em></p>Maria Vanessa RasuhSiti Fatima SutiawanAngelina Valentina MundiahiDjelly Wulan Sarah SigarlakiNathaniel TarunadjayaDewi WalaheRobby Humawa
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101MATERIALISME DAN TANTANGANNYA BAGI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN: SEBUAH TINJAUAN FILSAFAT
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19450
<p>Jurnal ini membahas aliran filsafat materialisme serta implikasinya terhadap pendidikan, khususnya Pendidikan Agama Kristen (PAK). Materialisme beranggapan bahwa seluruh realitas berakar pada materi dan menolak keberadaan entitas non-fisik seperti jiwa dan roh. Pandangan ini memberikan pengaruh besar terhadap pendekatan pendidikan modern yang menekankan aspek empiris, ilmiah, dan relevansi terhadap kehidupan nyata. Namun, dari perspektif iman Kristen, aliran ini menjadi tantangan karena mengabaikan dimensi spiritual dan keberadaan Allah sebagai pusat kehidupan. Melalui kajian terhadap pemikiran tokoh-tokoh seperti Demokritus, Feuerbach, dan Karl Marx, makalah ini menunjukkan bahwa walaupun materialisme berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, ia gagal menjelaskan aspek rohani manusia. Oleh karena itu, Pendidikan Agama Kristen perlu mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, moral, dan karakter Kristiani dalam proses pembelajaran agar dapat menyeimbangkan pandangan materialistik dengan kebenaran iman yang berlandaskan Alkitab.</p> <p><em>This journal discusses the philosophical school of materialism and its implications for education, particularly Christian Religious Education (CRE). Materialism holds that all reality is rooted in matter and denies the existence of non-physical entities such as the soul and spirit. This perspective greatly influences modern educational approaches that emphasize empirical, scientific, and real-life relevance. However, from the Christian faith perspective, this philosophy poses a challenge because it neglects the spiritual dimension and the existence of God as the center of life. Through an examination of the thoughts of figures such as Democritus, Feuerbach, and Karl Marx, this paper shows that although materialism contributes to the advancement of science and technology, it fails to explain the spiritual aspect of human existence. Therefore, Christian Religious Education needs to integrate spiritual, moral, and Christian values into the learning process to balance materialistic perspectives with the truth of faith grounded in the Bible.</em></p>Margareth Julia MalelakIvana Clairine MailauRino BenuYusmin Asrolin TapeunIreni Irnawati Pellokila
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK DENGAN PENERAPAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP MASALAH KEPERAWATAN NYERI DENGAN PENDERITA OSTEOARTHRITIS PADA LANSIA DI DESA KARYA INDAH KEC. TAPUNG KAB. KAMPAR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19569
<p><em>The elderly are an age group that has reached the final stage of the human life cycle. In this group, a natural stage occurs known as the aging process. As age increases, there is a gradual decline in physiological capacity in various body systems, such as the musculoskeletal, cardiovascular, neuropsychiatric, and immune systems. This condition makes the elderly more susceptible to certain diseases, one of which is osteoarthritis. The purpose of the final scientific paper for nurses is to explain the description of the results of the practice of the Nursing Profession with the application of Gerontic Nursing Care with the Application of Progressive Muscle Relaxation Therapy for Nursing Problems of Pain in Osteoarthritis Patients in the Elderly in Karya Indah Village, Tapung District, Kampar Regency. The method used in implementing nursing interventions is providing progressive muscle relaxation therapy for osteoarthritis. Writing starts from September 22-26, 2025. The advantages of progressive muscle relaxation therapy are that it is easy to do, does not require special tools, and is safe to apply to the elderly and is effective in reducing pain perception by reducing muscle tension and activating the parasympathetic nervous system, so that the body becomes calmer and more relaxed. Progressive muscle relaxation therapy was administered for five days, lasting 10-15 minutes. A case study of patients with osteoarthritis showed that after five days of therapy, pain levels significantly decreased. Pain scores decreased from moderate to mild, from moderate to mild.</em></p> <p>Lansia adalah kelompok usia yang telah berada pada tahap akhir dalam siklus kehidupan manusia. Pada kelompok ini terjadi suatu tahapan alami yang dikenal dengan proses penuaan (aging process). Seiring bertambahnya usia, terjadi penurunan bertahap pada kapasitas fisiologis di berbagai sistem tubuh, seperti sistem muskuloskeletal, kardiovaskular, neuropsikiatri, dan sistem imun. Kondisi ini menjadikan lansia lebih mudah terserang penyakit tertentu, salah satunya adalah osteoartritis. Tujuan karya ilmiah akhir ners adalah menjelaskan gambaran tentang hasil praktik Profesi Ners dengan aplikasi Asuhan Keperawatan Gerontik Dengan Penerapan Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Masalah Keperawatan Nyeri Pada Penderita Osteoarthritis Pada Lansia Di Desa Karya Indah Kec. Tapung Kab. Kampar.metode yang digunakan dalam pelaksanakan intervensi keperawatan pemberian terapi relaksasi otot progresif terhadap osteoarthritis. Penulisan mulai tanggal 22 - 26 September 2025. Keunggulan terapi relaksasi otot progresif yaitu mudah dilakukan, tidak membutuhkan alat khusus, serta aman diterapkan pada lansia serta efektif dalam mengurangi persepsi nyeri dengan menurunkan ketegangan otot dan mengaktifkan sistem saraf parasimpatis, sehingga tubuh menjadi lebih tenang dan rileks. Pelaksanaan terapi relaksasi otot progresif dilakukan selama 5 hari dilakukan selama 10 - 15 menit. Hasil dari studi kasus pada pasien dengan osteoarthritis menunjukkan bahwa setelah lima hari pemberian intervensi terapi, terjadi penurunan tingkat nyeri yang signifikan. Skor skala nyeri yang awalnya berada pada kategori sedang mengalami penurunan menjadi skala nyeri ringan.</p>Rahayu Kesuma MahdaniEzalinaCandra Saputra
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101STUDI PEMANFAATAN LIMBAH PADAT KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKAR PLTU (STUDI KASUS PKS PT. MULTI PERKASA SEJAHTERA)
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19714
<p>Pemanfaatan limbah padat kelapa sawit sebagai bahan bakar boiler merupakan sebuah pilihan dalam usaha penanggulangan limbah di pabrik kelapa sawit. Salah satu yang menjadi hal utama dari pemanfaatan tersebut adalah guna terwujudnya kebutuhan energi listrik untuk proses pembangkitan daya listrik oleh pembangkit. PKS PT. Multi Perkasa Sejahtera adalah perusahaan yang bergerak dibidang agroindustri pengolahan kelapa sawit menjadi CPO (Crude Palm Oil). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi pemanfaatan limbah padat kelapa sawit sebagai bahan bakar boiler (PLTU) guna memenuhi kebutuhan energi listrik pada proses pengolahan kelapa sawit di PKS PT. Multi Perkasa Sejahtera. Setelah melakukan kajian dengan pengamatan analisa data di lapangan, diketahui potensi jumlah bahan bakar cangkang dan serat sebesar 2400 kg/jam dan perhitungan kebutuhan bahan bakar boiler diketahui sebesar 5736,07 kg/jam, dan kebutuhan energi listrik untuk proses pengolahan kelapa sawit sebesar 444.937 Wh. Perbedaan jumlah kebutuhan bahan bakar boiler dengan bahan bakar yang dihasilkan mengakibatkan masih adanya kekurangan bahan bakar cangkang dan serat sebesar 3336,07 kg/jam. Dari hasil analisa data tersebut, maka penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan limbah padat kelapa sawit yaitu cangkang dan serat menjadi bahan bakar boiler (PLTU) belum mampu mencukupi kebutuhan energi listrik pada proses pengolahan kelapa sawit PKS PT. Multi Perkasa Sejahtera.</p> <p><em>Utilization of palm oil solid waste as boiler fuel is an option in an effort to reduce waste in palm oil mills. One of the main things of this utilization is to realize the need for electrical energy for the process of generating electrical power by the generator. PT Multi Perkasa Sejahtera palm oil mill is a company engaged in agro-industry processing palm oil into CPO (Crude Palm Oil). This research aims to conduct a study of the utilization of palm oil solid waste as boiler fuel (PLTU) to meet the needs of electrical energy in the palm oil processing process at PT Multi Perkasa Sejahtera PKS. After conducting a study with data analysis observations in the field, it is known that the potential amount of shell and fiber fuel is 2400 kg/hour and the calculation of boiler fuel requirements is known to be 5736.07 kg/hour, and the need for electrical energy for the palm oil processing process is 444,937 Wh. The difference in the amount of boiler fuel requirements with the fuel produced resulted in a shortage of shell and fiber fuel of 3336.07 kg/hour. From the results of the data analysis, this study concludes that the utilization of palm oil solid waste, namely shells and fibers into boiler fuel (PLTU) has not been able to meet the needs of electrical energy in the palm oil processing of PT Multi Perkasa Sejahtera PKS.</em></p>Muhammad RifaiIsmail YusufKho Hie Khwee
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101PERSEPSI INVESTOR PEMULA TERHADAP KUALITAS PITCHING DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI SAHAM: STUDI LITERATUR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18430
<p>Perkembangan pasar modal di Indonesia ditandai dengan meningkatnya partisipasi investor pemula yang umumnya masih memiliki keterbatasan pengalaman dan pengetahuan dalam pengambilan keputusan investasi saham. Kondisi tersebut menyebabkan investor pemula cenderung bergantung pada kualitas informasi yang diperoleh melalui kegiatan edukasi pasar modal. Salah satu bentuk penyampaian informasi yang banyak digunakan adalah pitching saham, yaitu pemaparan singkat dan terstruktur mengenai prospek suatu saham. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi investor pemula terhadap kualitas pitching saham dalam proses pengambilan keputusan investasi melalui pendekatan studi literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik studi literatur terhadap artikel jurnal nasional dan internasional yang relevan dan dipublikasikan pada periode 2023–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa kualitas pitching saham, yang meliputi kejelasan penyampaian, kelengkapan informasi, struktur presentasi, dan kredibilitas penyaji, berperan penting dalam membentuk persepsi, pemahaman risiko, serta keyakinan investor pemula dalam pengambilan keputusan investasi saham. Pitching yang disampaikan secara sistematis dan informatif dapat membantu investor pemula memahami karakteristik saham secara lebih rasional. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan kajian perilaku investor pemula serta menjadi rujukan bagi penyelenggara edukasi pasar modal dalam meningkatkan kualitas pitching saham.</p> <p><em>The development of the Indonesian capital market has been marked by an increasing number of novice investors who generally have limited experience and knowledge in making stock investment decisions. This condition leads novice investors to tend to rely on the quality of information obtained through capital market education activities. One commonly used method of information delivery is stock pitching, which refers to a concise and structured presentation of a stock’s prospects. This study aims to examine novice investors’ perceptions of stock pitching quality in the investment decision-making process through a literature review approach. The research employs a descriptive qualitative method using a literature study of relevant national and international journal articles published between 2023 and 2025. The findings indicate that stock pitching quality—reflected in clarity of delivery, completeness of information, presentation structure, and presenter credibility—plays an important role in shaping novice investors’ perceptions, risk understanding, and confidence in making stock investment decisions. Well-structured and informative pitching can support novice investors in understanding stock characteristics more rationally. This study is expected to contribute conceptually to the literature on novice investor behavior and serve as a reference for capital market education organizers in improving the quality of stock pitching.</em></p>Irviandra Hafitz NatansyahSelvy Afrioza
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101AGROEKOLOGI SEBAGAI SOLUSI PERKEBUNAN SAWIT BERKELANJUTAN: KAJIAN LITERATUR GLOBAL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18740
<p>Kebun kelapa sawit berkontribusi dalam perekonomian dunia tetapi juga berkontribusi terhadap masalah lingkungan, misalnya deforestasi, penggurunan, dan penurunan keanekaragaman hayati. Mengembangkan golongan agroekologi dan berfokus pada pengembangan berkelanjutan dan mempertimbangkan faktor ekonomi dan fungsi ekologi, bisa meminimalkan dampak negatif aktivitas. Dalam penelitian, penulis berusaha untuk menganalisis penerapan prinsip agroekologi dalam sistem kebun kelapa sawit berkelanjutan. Penelitian ini bersifat metode kualitatif dan dilakukan melalui studi dokumen yang menjelajahi masing-masing literatur dan mempertimbangkan integrasi agroekologi dalam praktik kebun tropis dalam 5 tahun terakhir. Berdasarkan penelitian, wilayah agroekologi terbukti meningkatkan kesehatan tanah, efisiensi penggunaan air dan nutrisi, dan meningkatkan keanekaragaman hayati. Penelitian juga memaparkan penguatan ketahanan sosial ekologi, keopean, dan pengurangan ketergantungan masyarakat pada bahan baku kimia beracun yang mesti sintetis. Penelitian ini berusaha mendekati dan menjadikan agroekologi sebagai sebuah teknis. Penelitian ini bertujuan mendekati agroekologi sebagai batasan pada pengembangan kebun kelapa sawit, dengan mempertimbangkan ekologi, ekonomi, dan faktor sosial dalam sebuah pengelolaan terpadu.</p> <p><em>Oil palm plantations contribute to the global economy but also contribute to environmental problems, such as deforestation, desertification, and biodiversity loss. Developing agroecology and focusing on sustainable development while considering economic factors and ecological functions can minimize the negative impacts of these activities. In this study, the author attempts to analyze the application of agroecological principles in sustainable oil palm plantation systems. This study is qualitative in nature and was conducted through a document study that explored the literature and considered the integration of agroecology in tropical plantation practices over the past 5 years. Based on the research, agroecology has been proven to improve soil health, water and nutrient use efficiency, and increase biodiversity. The study also highlights the strengthening of socio-ecological resilience, openness, and reduced community dependence on toxic synthetic chemicals. This research seeks to approach and establish agroecology as a technical discipline. This research aims to approach agroecology as a constraint on oil palm plantation development, taking into account ecological, economic, and social factors in integrated management.</em></p>Ibrena Joelta SitepuAulia Juanda Djaingsastro
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101TANGGUNG JAWAB HUKUM ATAS RISIKO LINGKUNGAN DARI PEMANFAATAN TEKNOLOGI PERTAMBANGAN MODERN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 2020 TENTANG PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18892
<p>Penelitian ini menganalisis tanggung jawab hukum atas risiko lingkungan yang timbul dari pemanfaatan teknologi pertambangan modern berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pemanfaatan teknologi seperti open pit mining, high capacity hauling system, blasting technology, dan tailings management facility meningkatkan efisiensi produksi namun memperbesar probabilitas dan magnitudo dampak lingkungan berupa degradasi lahan, pencemaran air, serta kegagalan pengelolaan limbah tambang. Kerangka hukum positif Indonesia mewajibkan pemegang Izin Usaha Pertambangan untuk menginternalisasi risiko tersebut melalui instrumen perizinan berusaha berbasis risiko, AMDAL, rencana reklamasi dan pascatambang, serta jaminan keuangan lingkungan sebagaimana diatur dalam Pasal 96, Pasal 99, dan Pasal 100 UU Minerba jo. Pasal 22, Pasal 36, Pasal 67, dan Pasal 69 UU PPLH.Metode yang digunakan berupa penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Analisis diarahkan pada doktrin polluter pays principle, precautionary principle, dan strict liability sebagai dasar pertanggungjawaban lingkungan modern. Norma Pasal 88 UU PPLH menetapkan tanggung jawab mutlak bagi pelaku usaha atas kerugian akibat pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan tanpa pembuktian unsur kesalahan sehingga relevan untuk risiko teknologi berbahaya berintensitas tinggi dalam kegiatan pertambangan. Temuan menunjukkan adanya kesenjangan antara kewajiban normatif pengendalian risiko teknologi dan efektivitas penegakan tanggung jawab lingkungan melalui sanksi administratif, perdata, dan pidana. Desain regulasi telah memadai pada tingkat normatif namun membutuhkan penguatan standar teknis berbasis risiko, transparansi data lingkungan, dan penegakan environmental liability yang konsisten untuk menjamin perlindungan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.</p> <p><em>This study analyses legal liability for environmental risks arising from the use of modern mining technologies under Law No. 3 of 2020 on Mineral and Coal Mining and Law No. 32 of 2009 on Environmental Protection and Management. The use of technologies such as open-pit mining, high-capacity hauling systems, blasting technology, and tailings management facilities significantly increases production efficiency while simultaneously enlarging both the probability and magnitude of environmental impacts, including land degradation, water pollution, and failures in mine waste management. Indonesia’s positive legal framework requires holders of Mining Business Licences (Izin Usaha Pertambangan – IUP) to internalise these risks through risk-based business licensing, Environmental Impact Assessments (AMDAL), reclamation and post-mining plans, and environmental financial guarantees as regulated in Articles 96, 99, and 100 of the Mining Law in conjunction with Articles 22, 36, 67, and 69 of the Environmental Protection Law. The research adopts a normative legal method using statutory and conceptual approaches. The analysis is grounded in the doctrines of the polluter pays principle, the precautionary principle, and strict liability as the foundations of modern environmental liability. Article 88 of the Environmental Protection Law establishes strict liability for business actors for losses caused by environmental pollution and/or damage without the need to prove fault, making it particularly relevant for high-intensity hazardous technologies in mining operations. The findings reveal a gap between the normative obligations for technological risk control and the actual effectiveness of environmental liability enforcement through administrative, civil, and criminal sanctions. Although the regulatory framework is normatively adequate, it requires strengthening through risk-based technical standards, environmental data transparency, and consistent enforcement of environmental liability in order to ensure the protection of the right to a good and healthy environment.</em></p>RikiyantoNanik Sutarni
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101KRITIK TERHADAP PARADIGMA DAN KONSEPSI SAINS BARAT
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19363
<p>Perkembangan sains Barat modern telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan peradaban manusia melalui pencapaian teknologi dan ilmu pengetahuan. Namun, sains modern juga lahir dari paradigma filosofis tertentu, terutama rasionalisme, empirisme, dan positivisme, yang cenderung membatasi pengetahuan pada aspek empiris dan mengabaikan dimensi nilai, moral, serta spiritual. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji paradigma dan konsepsi dasar sains Barat, mengidentifikasi berbagai kritik filosofis, etis, dan religius terhadapnya, serta menawarkan konsep integrasi ilmu dan agama sebagai alternatif paradigma keilmuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif kepustakaan dengan teknik pengumpulan data berupa studi dokumen dan analisis data model Miles dan Huberman. Hasil kajian menunjukkan bahwa klaim objektivitas dan netralitas sains Barat bersifat problematis karena sains tidak pernah lepas dari konteks budaya dan worldview tertentu. Kritik dari para pemikir seperti Thomas Kuhn, Seyyed Hossein Nasr, Syed Muhammad Naquib al-Attas, dan Ziauddin Sardar menegaskan perlunya rekonstruksi paradigma sains agar lebih manusiawi dan bermakna. Oleh karena itu, integrasi ilmu dan agama dipandang sebagai pendekatan alternatif yang mampu melengkapi sains dengan dimensi etis dan spiritual, sehingga pengembangan ilmu pengetahuan tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologis, tetapi juga pada pembentukan peradaban yang berkeadaban.</p> <p><em>The development of modern Western science has made a significant contribution to the advancement of human civilization through scientific and technological achievements. However, modern science emerged from particular philosophical paradigms—namely rationalism, empiricism, and positivism—which tend to restrict knowledge to empirical aspects while neglecting moral, ethical, and spiritual dimensions. This paper aims to examine the paradigm and fundamental conception of Western science, identify philosophical, ethical, and religious critiques of it, and propose the integration of science and religion as an alternative scientific paradigm. This study employs a qualitative library research approach, with data collected through document analysis and analyzed using the Miles and Huberman model. The findings indicate that the claims of objectivity and value-neutrality in Western science are problematic, as science is always embedded within specific cultural contexts and worldviews. Critiques from thinkers such as Thomas Kuhn, Seyyed Hossein Nasr, Syed Muhammad Naquib al-Attas, and Ziauddin Sardar emphasize the need for reconstructing the scientific paradigm to be more humane and meaningful. Therefore, the integration of science and religion is viewed as an alternative approach capable of complementing science with ethical and spiritual dimensions, ensuring that the development of knowledge is oriented not only toward technological progress but also toward the formation of a civilized and ethical human civilization.</em></p>Dede Rubai Misbahul AlamAyatullahYahya Muhaimin
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101PERANAN BANK SYARIAH INDONESIA DALAM MENINGKATKAN MODAL USAHA BAGI UMKM DI KECAMATAN TEBO TENGAH
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19542
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran bank Syariah Indonesia (BSI), dalam menudukung permodalan UMKM di kecamatan Tebo tengah, UMKM merupakan sektor prnting dalam dalam mendorong pertumbuhan ekonomi local, namun sering menghadapi hambatan dalam akses permodalan. bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai Lembaga keuangan berbasis perinsip Syariah memiiki peran strategis dalam menyediakan pembiayaan yang sesuai dengan nilai-nilai islam. penelitian ini mengunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriftif, data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder,sedanglan Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan juga dokumentasi. Hasil penelitian menunjukana bahwa bank Syariah Indonesia (BSI) berperan dalam membantu penyediaan modal usaha melalui prodak pembiayaan dengan menggunakan skema-skema sperti mudharabah, murabahah, dan musyarakah. namun penelitiaan ini juga menemukan adanya kendala dalam proses pembiayaan modal usaha UMKM seperti kurangnya pemahaman pelaku UMKM tentang sistem perbankan Syariah, serta ketatnya persyaratan pembiayaan yang membuat Sebagian pelaku UMKM gagal mendapatkan akses modal. BSI memliki peran positif dalam mendukung perkembangan UMKM, meskipun masih di perlukan upaya peningkatan sosialisasi dan pendampingan.</p> <p><em>This study aims to identify the role of bank Syariah Indonesia (BSI) in supporting the financing of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Tebo tengah sub-district, MSMEs are a crcial sctor in driving local economic growth, but they often face obstacles in accessing capital. bank Syariah Indonesia (BSI), as a financial institution based on sharia principles, has a strategic role in providing financing that aligns with Islamic values. This research uses a qualitative method with a descriptive approach to analyze both primary and secondary data. The techniques used in this research include observation, interviews, and documentation. The results of the study show that bank Syariah indonsia (BSI) plays a role in helping to provide business capital through financing products using schemes such as mudharabah, murabahah, and musyarakah. However, the research also found challenges in the process of financing MSME capital, such as the lack of understanding of sharing banking systems among MSME actor, and the strict requirements for financing that make it difflcult for some MSME players to obtain capital access. BSI plays a positive role in supporting MSME development, although there is still a need for increased socialization efforts and assistance.</em></p>Nurlia Fusfita MIndra Herawan
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101UPAYA PENINGKATAN PEMASARAN DIGITAL MELALUI KONTEN VIDEO TIKTOK UNTUK MENINGKATKAN BRAND AWARENESS PADA UMKM UD.MULTIRAYA FROZEN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19584
<p><em>Micro, Small, and Medium Enterprises (UMKM) play an integral role in the Indonesian economy by creating jobs and reducing unemployment. The digital era requires UMKM to improve their marketing strategies through social media platforms, such as tiktok, to expand their market reach and reduce operational costs. Tiktok’s Videos feature, characterized by engaging short videos, offers a significant opportunity for businesses to connect with audiences, build brand identity, and gain a competitive advantage. The logistics sector, despite experiencing consistent growth, faces stiff competition, requiring businesses to adopt targeted marketing strategies. Digital transformation has increased the need for delivery, not only of electronics but also food products, presenting both opportunities and challenges. Despite these prospects, many UMKM struggle to optimize their social media presence due to limited resources and lack of strategic planning. Effective content planning, which involves creating structured and engaging marketing materials, is critical to navigating the competitive landscape. A partnership with UD. Multiraya Frozen, a new UMKM focused on frozen food logistics, highlights the importance of digital marketing consulting, exploring tiktok’s features to increase engagement, and build trust among business owners in managing their social media effectively. This initiative yielded positive results in brand awareness and engagement, emphasizing the growth potential of UMKM in the digital world.</em></p> <p>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memainkan peran integral dalam perekonomian Indonesia dengan menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran. Era digital mengharuskan UMKM meningkatkan strategi pemasaran melalui platform media sosial, seperti tiktok, untuk memperluas jangkauan pasar dan menekan biaya operasional. Fitur Video tiktok, yang dicirikan dengan video pendek yang menarik, menawarkan peluang penting bagi bisnis untuk terhubung dengan pemirsa, membangun identitas merek, dan memperoleh keunggulan kompetitif. Sektor logistik, meskipun mengalami pertumbuhan yang konsisten, menghadapi persaingan yang ketat, yang mengharuskan bisnis untuk mengadopsi strategi pemasaran yang tepat sasaran. Transformasi digital telah meningkatkan kebutuhan pengiriman, tidak hanya barang elektronik tetapi juga produk makanan, sehingga menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Meski ada prospek ini, banyak UMKM kesulitan mengoptimalkan kehadiran media sosial mereka karena keterbatasan sumber daya dan kurangnya perencanaan strategis. Perencanaan konten yang efektif, yang melibatkan pembuatan materi pemasaran yang terstruktur dan menarik, sangat penting untuk menavigasi lanskap persaingan. Kemitraan dengan UD. Multiraya Frozen, sebuah UMKM baru yang berfokus pada logistik makanan beku, menyoroti pentingnya konsultasi pemasaran digital, mengeksplorasi fitur tiktok untuk meningkatkan keterlibatan, dan menumbuhkan kepercayaan di kalangan pemilik bisnis dalam mengelola media sosial mereka secara efektif. Inisiatif ini membuahkan hasil positif dalam kesadaran dan keterlibatan merek, menekankan potensi pertumbuhan UMKM di dunia digital.</p>Roy AndriansahAndry Rachmadany
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIVITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18702
<p><em>This study aims to explain the factors commonly studied in accounting information system (AIS) effectiveness implementation, the phenomena driving effective AIS implementation, and their research relevance. Using a Systematic Literature Review (SLR) method, 17 SINTA-accredited journal articles from 2021-2025 were analyzed through Google Scholar database using Publish or Perish software. The findings reveal that AIS effectiveness is influenced by various interrelated and contextual factors, with technical personal capability and information technology sophistication being the most dominant variables showing positive effects. This indicates that successful AIS implementation depends on both human resource readiness and adequate technological support, not merely system existence. The dominance of Technology Acceptance Model (TAM) shows that perceived usefulness and ease of use are fundamental in explaining AIS effectiveness, while variations in findings across contexts align with Contingency Theory, emphasizing that effectiveness depends on the fit between organizational characteristics, environment, technology, and system users.</em></p>Marcello AntonySeptianus AndreUun Sunarsih
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101KONTRIBUSI EKOLOGI SAWIT TERHADAPPENCAPAIAN SDGS 2 (ZERO HUNGER) DI NEGARA TROPIS: KAJIAN GLOBAL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18779
<p>Kelapa sawit memiliki pentingnya strategis bagi ketahanan pangan global negara-negara tropis, penciptaan lapangan kerja, dan bahan baku untuk produksi pangan. Sementara peran ekologi dari sistem perkebunan kelapa sawit terus diperdebatkan dengan potensi manfaat dan risiko lingkungan yang berlawanan, kebutuhan untuk memenuhi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 2 (Zero Hunger), semakin diperkuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi ekologi kelapa sawit terhadap pencapaian SDG 2 di negara-negara tropis melalui studi berbasis literatur global. Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematis terhadap publikasi ilmiah internasional dan nasional dalam lima tahun terakhir yang terkait dengan produktivitas kelapa sawit, fungsi ekosistem, keberlanjutan lanskap, dan ketahanan pangan, telah dilakukan. Sebagian besar literatur menyoroti aspek ekologis kelapa sawit dan beberapa mencakup aspek sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa, secara optimal dan ekologis, kelapa sawit memiliki efisiensi penggunaan lahan yang lebih baik dibandingkan dengan tanaman minyak nabati lainnya, sehingga mengurangi tekanan pada konversi lahan dan mendukung ketersediaan pangan. Praktik pengelolaan berkelanjutan seperti agroforestri, konservasi keanekaragaman hayati, dan manajemen tanah dan air yang terintegrasi dan adaptif juga berkontribusi positif terhadap stabilitas produksi dan ketahanan pangan sistem lokal. Namun, kontribusi positif tersebut sangat bergantung pada penerapan praktik pengelolaan yang kuat dan disengaja. Studi ini menyimpulkan bahwa kelapa sawit, apabila dikelola secara berkelanjutan, dapat memberikan kontribusi ekologis yang signifikan terhadap pencapaian SDGs 2 di negara tropis, sekaligus menyeimbangkan tujuan ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam sistem pangan global.</p> <p><em>Oil palm is strategically important for the global food security of tropical countries, job creation, and raw materials for food production. While the ecological role of oil palm plantation systems continues to be debated, with conflicting potential environmental benefits and risks, the need to meet the Sustainable Development Goals (SDGs), especially SDG 2 (Zero Hunger), is increasingly urgent. This study aims to analyze the ecological contribution of oil palm to the achievement of SDG 2 in tropical countries through a global literature-based study. The method used is a systematic review of international and national scientific publications in the last five years related to oil palm productivity, ecosystem functions, landscape sustainability, and food security. Most of the literature highlights the ecological aspects of oil palm, while some cover social aspects. This study shows that, optimally and ecologically, oil palm has better land use efficiency than other oil crops, thereby reducing pressure on land conversion and supporting food availability. Sustainable management practices such as agroforestry, biodiversity conservation, and integrated and adaptive soil and water management also contribute positively to production stability and local system food security. However, these positive contributions are highly dependent on the implementation of strong and deliberate management practices. This study concludes that oil palm, when managed sustainably, can make a significant ecological contribution to the achievement of SDG 2 in tropical countries, while balancing economic, social, and environmental goals in the global food system.</em></p>Muhammad Nanda HidayatAulia Juanda Djaingsastro
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101PENGATURAN HUKUM PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM BERKELANJUTAN SEBAGAI INSTRUMEN PERLINDUNGAN LINGKUNGAN HIDUP
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19274
<p>Pengelolaan sumber daya alam merupakan salah satu bidang strategis dalam hukum lingkungan yang memiliki implikasi langsung terhadap keberlanjutan lingkungan hidup dan pemenuhan hak masyarakat atas lingkungan yang baik dan sehat. Pengaturan hukum pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan diposisikan sebagai instrumen utama negara dalam mencegah eksploitasi berlebihan serta mengendalikan dampak kerusakan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan sebagai instrumen perlindungan lingkungan hidup dalam sistem hukum nasional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Analisis dilakukan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup dan sumber daya alam, doktrin hukum, serta prinsip pembangunan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan hukum pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan telah mengadopsi prinsip perlindungan lingkungan hidup, namun dalam praktik normatif masih ditemukan kelemahan berupa disharmonisasi regulasi, orientasi ekonomi yang dominan, serta lemahnya integrasi prinsip kehati-hatian dan keadilan antar generasi. Penguatan pengaturan hukum pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan diperlukan agar benar-benar berfungsi sebagai instrumen perlindungan lingkungan hidup yang efektif dan berkeadilan.</p> <p><em>The management of natural resources constitutes a strategic field within environmental law, as it has direct implications for environmental sustainability and for the fulfilment of the public’s right to a good and healthy environment. Legal regulation of sustainable natural resource management is positioned as a primary instrument of the state to prevent excessive exploitation and to control the impacts of environmental degradation. This study aims to analyse the legal regulation of sustainable natural resource management as an instrument of environmental protection within the national legal system. The research employs a normative legal research method, using a statutory approach and a conceptual approach. The analysis is conducted through an examination of environmental and natural resource legislation, legal doctrines, and the principles of sustainable development. The findings indicate that the legal framework governing sustainable natural resource management has incorporated principles of environmental protection. However, at the normative level, significant weaknesses remain, including regulatory disharmony, the dominance of economic-oriented approaches, and the insufficient integration of the precautionary principle and intergenerational justice. Strengthening the legal regulation of sustainable natural resource management is therefore necessary to ensure that it effectively and equitably functions as an instrument of environmental protection.</em></p>Eka WaliyatiNanik Sutarni
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101PENERAPAN LITERASI MEMBACA DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERCERITA PESERTA DIDIK KELAS IV DI SDN 3 ABUAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19410
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan literasi membaca dalam mengembangkan keterampilan bercerita peserta didik kelas IV di SDN 3 Abuan, serta mengidentifikasi kendala dan upaya yang dilakukan guru dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi terhadap guru, kepala sekolah, serta peserta didik kelas IV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan literasi membaca dilaksanakan secara terencana melalui kegiatan membaca rutin setiap hari Rabu di perpustakaan sekolah. Kegiatan ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu membaca mandiri, menulis ringkasan, dan menceritakan kembali isi bacaan secara lisan. Melalui penerapan tersebut, peserta didik menunjukkan peningkatan dalam pemahaman isi teks, penguasaan kosakata, serta keberanian berbicara di depan kelas. Literasi membaca juga membantu menumbuhkan minat baca dan rasa percaya diri dalam bercerita. penelitian menemukan beberapa kendala, antara lain rendahnya minat baca siswa, kurangnya kepercayaan diri saat bercerita, serta keterbatasan bahan bacaan yang menarik. Selain itu, penggunaan gadget di rumah juga menjadi faktor yang menghambat kebiasaan membaca. Upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi kendala tersebut antara lain dengan mengembangkan pojok baca di kelas, memberikan bimbingan menulis ringkasan, menerapkan kegiatan membaca, menulis, bercerita secara terstruktur, serta mendorong kolaborasi antara guru dan kepala sekolah dalam penyediaan bahan bacaan tambahan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan literasi membaca di SDN 3 Abuan berperan penting dalam meningkatkan keterampilan bercerita peserta didik. Program literasi membaca tidak hanya melatih kemampuan berbahasa, tetapi juga membangun karakter, kreativitas, dan kepercayaan diri siswa. Oleh karena itu, disarankan agar program literasi sekolah terus diperkuat secara berkelanjutan dengan dukungan sarana membaca yang memadai dan strategi pembelajaran yang inovatif. </p> <p><em>This study aims to describe the implementation of reading literacy in developing storytelling skills among fourth-grade students at SDN 3 Abuan, as well as to identify the challenges and efforts made by teachers in its implementation. This research employed a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through observation, interviews, literature review, and documentation involving teachers, the principal, and fourth-grade students as the main informants.The results showed that the implementation of reading literacy was carried out in a structured manner through regular reading activities every Wednesday in the school library. These activities consisted of three stages: independent reading, writing summaries, and orally retelling the content of the reading. Through this implementation, students demonstrated improvements in text comprehension, vocabulary mastery, and confidence in speaking in front of the class. Reading literacy also helped foster students’ interest in reading and their self-confidence in storytelling. However, the study also found several challenges, including low reading interest, lack of self-confidence during storytelling activities, and limited access to engaging reading materials. In addition, the use of gadgets at home was identified as a factor that hinders students’ reading habits. To overcome these issues, teachers made several efforts, such as developing classroom reading corners, providing guidance in writing summaries, implementing structured reading–writing–storytelling activities, and collaborating with the principal to provide more varied reading materials.The conclusion of this study indicates that the implementation of reading literacy at SDN 3 Abuan plays a crucial role in improving students’ storytelling skills. The reading literacy program not only enhances language skills but also contributes to building students’ character, creativity, and self-confidence. Therefore, it is recommended that the school’s literacy program be continuously strengthened through adequate reading facilities and the application of innovative learning strategies.</em></p>Ni Putu Nika Widya YantiNi Wayan AriniKd Jayanthi Riva Prathiwi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101THE BENEFITS OF DIGITAL MARKETING STRATEGY WHICH APPLIED TO MSMEs USING GROUNDED THEORY APPROACH
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19564
<p><em>The focus of this study is on digital marketing inventions in MSMEs. The goal is to find out the benefits of implementing digital marketing strategies in MSMEs. This study uses several case studies; the main focus is not on generalizations but on gaining in-depth knowledge of certain phenomena related to building a digital marketing strategy. This is used as a solution for MSME marketing, which in fact is far behind big companies. Digitalization will add to the challenges while providing convenience for MSMEs. Data obtained through semi-structured interviews to collect information related to MSME digital marketing activities, use of digital channels, and experiences in adopting digital media. The research object was selected based on purposive sampling technique. The analytical methods used in this study are the two main approaches to text analysis in interviews, namely the grounded theory approach. The results of this study are in the form of a digital marketing strategy where sellers do not have to bring products or product samples to consumers, but simply upload product images on social media or in the marketplace. Consumers only need to be directed to see product catalogs on social media or marketplaces. Utilization of social media or marketplaces, whose use is commonly referred to as digital marketing, makes it very easy for customers. Meanwhile, this strategy can be implemented and used by anyone with an internet connection by uploading digital information to be marketed. The coding scheme consists of 24 coding schemes, 4 categories, and 4 themes with a total score of 48. Where the theme of the ease of operation and the economical category then efficiently occupies the highest score. Economy or thrift means how to use things carefully and wisely in order to get the best results. Efficiency means acting in a way that minimizes loss or wastage of resources in carrying out or producing something.</em></p>Ratih PermanasariSari RiyaniNayla Azkia
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101PENGARUH PEMBIAYAAN IJARAH DAN MURABAHAH TERHADAP PROFITABILITAS PADA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19609
<p>Penelitian ini menelaah peran pembiayaan berbasis akad Ijarah dan Murabahah dalam membentuk tingkat profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia sepanjang periode 2022–2024. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui analisis regresi linear berganda dengan menggunakan data keuangan triwulanan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Indikator profitabilitas diukur menggunakan Return on Assets (ROA), sedangkan variabel pembiayaan menggambarkan total penyaluran masing-masing akad. Hasil pengujian menunjukkan bahwa masing-masing jenis pembiayaan secara terpisah memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. Ketika dianalisis secara simultan, kedua variabel tersebut terbukti berkontribusi signifikan dan mampu menjelaskan 35,2% variasi tingkat profitabilitas bank.Temuan ini menegaskan bahwa pembiayaan Ijarah dan Murabahah masih menjadi instrumen utama dalam menjaga kestabilan pendapatan serta memperkuat kinerja keuangan bank syariah.</p> <p><em>This study examines the extent to which Ijarah- and Murabahah-based financing influences the profitability dynamics of Indonesian Islamic Commercial Banks throughout 2022–2024. A quantitative approach is employed, utilizing multiple linear regression with quarterly financial data obtained from the Financial Services Authority (OJK). Profitability is captured through the Return on Assets (ROA) indicator, while the two financing modes are assessed through their respective disbursed financing volumes. The empirical results show that each financing type, when evaluated separately, exerts a positive and statistically significant influence on ROA. When incorporated jointly into the model, both variables also display a significant explanatory role, accounting for 35.2% of the variations in bank profitability. Overall, the findings underscore Ijarah and Murabahah as key financing mechanisms that reinforce revenue stability and enhance the financial performance of Islamic commercial banks.</em></p>Nova AndrianiRimal MahdaniAbrar Amri
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101AKSIOLOGI TAFSIR: NILAI DAN TUJUAN PENAFSIRAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18733
<p>Aksiologi tafsir merupakan kajian mengenai dimensi nilai dan tujuan di balik proses penafsiran al-Qur’an. Tidak hanya menjelaskan makna tekstual ayat, tafsir memiliki peran fungsional dalam membentuk orientasi moral, sosial, dan spiritual umat manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai yang melandasi penafsiran al-Qur’an meliputi nilai etis (akhlak mufasir), nilai sosial (kontribusi tafsir terhadap kehidupan masyarakat), dan nilai spiritual (pembentukan kesadaran ketuhanan) serta tujuan utama penafsiran dalam perspektif klasik dan kontemporer. Dengan menggunakan metode studi pustaka terhadap karya-karya ulama tafsir dan literatur modern, artikel ini menemukan bahwa tafsir yang berorientasi aksiologis mampu menautkan teks suci dengan realitas hidup manusia, memberikan kemaslahatan, menghadirkan pencerahan, dan menjaga relevansi pesan al-Qur’an sepanjang zaman. Temuan ini menegaskan bahwa penafsiran al-Qur’an tidak hanya bersifat kognitif-linguistik, tetapi juga normatif-transformasional untuk membangun peradaban yang adil, berakhlak, dan beradab.</p> <p><em>The axiology of interpretation is the study of the dimensions of values and objectives behind the process of interpreting the Qur'an. Not only does it explain the textual meaning of verses, but it also plays a functional role in shaping the moral, social, and spiritual orientation of humanity. This study aims to analyze the values underlying Qur'anic interpretation including ethical values (the interpreter's morals), social values (the interpretation's contribution to societal life), and spiritual values (the formation of divine awareness) as well as the primary objectives of interpretation from classical and contemporary perspectives. Using a literature study method on the works of scholars of interpretation and modern literature, this article finds that axiologically oriented interpretation is able to link the sacred text with the reality of human life, providing benefits, providing enlightenment, and maintaining the relevance of the Qur'an's message throughout the ages. This finding confirms that Qur'anic interpretation is not only cognitive-linguistic, but also normative-transformational in order to build a just, moral, and civilized civilization.</em></p>RamlanPanca Sakti KamalLa Ode Ismail Ahmad
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101PEMBAGIAN LABA RUGI PERSEKUTUAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18819
<p>Persekutuan sebagai bentuk badan usaha sederhana di Indonesia menawarkan kemudahan pendirian melalui akta di bawah tangan tanpa pengesahan otentik, namun menghadapi tantangan utama dalam pembagian laba rugi yang harus adil sesuai kontribusi sekutu. Penelitian deskriptif kuantitatif ini menganalisis enam metode pembagian laba berdasarkan kajian teori dari literatur seperti Pontoh (2013), Aisyah & Perdana (2024), Niarti (2018), dan Bab 2 BUKU AKL Dengan simulasi pada skenario hipotetis total laba Rp 150.000.000, modal A Rp 51.000.000, B Rp 54.000.000, C Rp 45.000.000, rasio 3:4:3, bunga modal 10%, serta gaji Rp 10.000.000 untuk sekutu aktif. Hasil menunjukkan metode kombinasi (bunga modal + gaji + rasio) paling komprehensif untuk persekutuan heterogen seperti firma dan CV, sementara pembagian sama cocok untuk egaliter; rekomendasi menekankan perjanjian tertulis selaras Pasal 20 KUHD guna mencegah konflik dan mendukung laporan keuangan andal bagi pengambilan keputusan pemangku kepentingan.</p> <p><em>Partnerships as a simple form of business in Indonesia offer ease of establishment through a private deed without notarial authentication, yet face major challenges in profit and loss sharing that must be fair according to partners' contributions. This descriptive quantitative research analyzes six profit-sharing methods based on theoretical reviews from literature such as Pontoh (2013), Aisyah & Perdana (2024), Niarti (2018), and Chapter 2 of BUKU_AKL. The simulation uses a hypothetical scenario with total profit Rp 150,000,000, capital A Rp 51,000,000, B Rp 54,000,000, C Rp 45,000,000, ratio 3:4:3, 10% capital interest, and Rp 10,000,000 salary for active partners. Results show the combination method (capital interest + salary + ratio) is most comprehensive for heterogeneous partnerships like firms and CVs, while equal sharing suits egalitarian cases; recommendations emphasize written agreements aligned with Article 20 KUHD to prevent conflicts and support reliable financial reporting for stakeholder decision-making.</em></p>Nur Anita Chandra PutryDewi Kusuma WardaniApria Intan Permata MagangOktovianus AgungSilva Novia Rhomadhoni
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101LITERASI KESEHATAN PADA LANSIA: KONTRIBUSI APOTEKER DALAM MENJAMIN HAK ATAS INFORMASI OBAT YANG RASIONAL DAN AMAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19361
<p>Lansia sering menderita penyakit kronis yang mengharuskan mereka mengonsumsi banyak obat (polifarmasi), yang meningkatkan risiko interaksi obat dan efek samping akibat penurunan fungsi metabolisme tubuh. Rendahnya literasi kesehatan pada populasi ini menjadi hambatan utama yang menyebabkan ketidakpatuhan, kesalahan dosis, dan masalah terkait obat lainnya. Kajian ini menyoroti peran krusial apoteker dalam menjamin hak lansia memperoleh informasi obat yang rasional dan aman melalui edukasi, konseling personal, serta tinjauan pengobatan (medication review). Intervensi apoteker, termasuk layanan home care, terbukti berkorelasi positif dengan peningkatan pemahaman, kepatuhan pasien, dan keberhasilan terapi klinis. Namun, efektivitas pelayanan ini sering terkendala oleh beban kerja yang tinggi, keterbatasan waktu konsultasi, serta hambatan komunikasi akibat penggunaan istilah medis yang sulit dipahami dan penurunan kemampuan kognitif lansia.</p> <p><em>Elderly patients often suffer from chronic diseases requiring multiple medications (polypharmacy), which increases the risk of drug interactions and adverse effects due to declining metabolic functions. Low health literacy in this population remains a major barrier, leading to non-adherence, dosing errors, and other drug-related problems.This study highlights the crucial role of pharmacists in ensuring the rights of the elderly to receive rational and safe drug information through education, personalized counseling, and medication reviews. Pharmacist interventions, including home care services, have been proven to correlate positively with improved patient understanding, adherence, and clinical therapeutic outcomes. However, the effectiveness of these services is often hindered by high workloads, limited consultation time, and communication barriers caused by complex medical terminology and declining cognitive abilities in the elderly</em></p>Lisna OktavianiHelga Amanda Alodya OzoraM. Brilyan Nurul Firdaus Ihvan Bahti Yanda SiregarMeisya Tri Malina Chayani PutriSugiartiningsih
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101PENYALAHGUNAAN BADAN HUKUM DALAM PRAKTIK BISNIS
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19533
<p>Penyalahgunaan entitas hukum merupakan isu yang sering muncul dalam praktik bisnis di Indonesia, khususnya melalui eksploitasi konsep separate legal entity dan limited liability yang menyimpang dari maksud awalnya. Entitas hukum dimanfaatkan sebagai instrumen untuk mengelak dari kewajiban hukum, menutupi harta kekayaan, serta melaksanakan kejahatan ekonomi dengan membentuk perusahaan fiktif. Kajian ini bermaksud menelaah jenis-jenis penyalahgunaan entitas hukum, penyebab utamanya, serta mekanisme akuntabilitas hukum yang ada. Pendekatan penelitian yang diterapkan adalah yuridis normatif dengan metode analisis peraturan perundang-undangan dan konseptual. Temuan kajian mengungkapkan bahwa penyalahgunaan entitas hukum terpengaruh oleh kekurangan dalam regulasi, desakan ekonomi, serta kurangnya pengawasan. Akuntabilitas hukum dapat dicapai melalui jalur perdata, pidana, serta penerapan doktrin piercing the corporate veil, walaupun implementasinya masih terbatas.</p> <p><em>Penyalahgunaan entitas hukum merupakan isu yang sering muncul dalam praktik bisnis di Indonesia, khususnya melalui eksploitasi konsep separate legal entity dan limited liability yang menyimpang dari maksud awalnya. Entitas hukum dimanfaatkan sebagai instrumen untuk mengelak dari kewajiban hukum, menutupi harta kekayaan, serta melaksanakan kejahatan ekonomi dengan membentuk perusahaan fiktif. Kajian ini bermaksud menelaah jenis-jenis penyalahgunaan entitas hukum, penyebab utamanya, serta mekanisme akuntabilitas hukum yang ada. Pendekatan penelitian yang diterapkan adalah yuridis normatif dengan metode analisis peraturan perundang-undangan dan konseptual. Temuan kajian mengungkapkan bahwa penyalahgunaan entitas hukum terpengaruh oleh kekurangan dalam regulasi, desakan ekonomi, serta kurangnya pengawasan. Akuntabilitas hukum dapat dicapai melalui jalur perdata, pidana, serta penerapan doktrin piercing the corporate veil, walaupun implementasinya masih terbatas.</em></p>Hidayatul MustafidRamadhani Ajeng Mahesa DewiEnjum JumhanaRonal RamadhanAdinda Aisyah NabilaKurnia Nikmatussolekhah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101LEARNER-CENTERED APPROACH DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN: UPAYA MEMBANGUN SPIRITUALITAS YANG REFLEKTIF DAN MANDIRI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19582
<p><em>Learner-Centered Approach (LCA) is an educational paradigm that places students as active, creative and reflective learning subjects. In the context of Christian Religious Education (PAK), this approach becomes relevant for forming spirituality that is not only normative, but also grows reflectively and independently. This article aims to explain the concept of LCA, its relevance in Christian educational theology, as well as implementation strategies in Catholic Religious Education learning. By using a literature review and theoretical analysis, this paper confirms that LCA is able to help students develop mature faith, self-reflection skills, and the ability to apply Christian values in life contexts. Findings show that LCA strengthens the depth of spirituality through active participation, meaningful learning experiences, and integration of faith and life.</em></p> <p>Learner-Centered Approach (LCA) merupakan paradigma pendidikan yang menempatkan peserta didik sebagai subjek pembelajaran yang aktif, kreatif, dan reflektif. Dalam konteks Pendidikan Agama Kristen (PAK), pendekatan ini menjadi relevan untuk membentuk spiritualitas yang tidak hanya normatif, tetapi juga bertumbuh secara reflektif dan mandiri. Artikel ini bertujuan menjelaskan konsep LCA, relevansinya dalam teologi pendidikan Kristen, serta strategi implementasinya dalam pembelajaran PAK. Dengan menggunakan kajian literatur dan analisis teoretis, tulisan ini menegaskan bahwa LCA mampu membantu peserta didik mengembangkan iman yang matang, keterampilan refleksi diri, dan kemampuan mengaplikasikan nilai-nilai kekristenan dalam konteks hidup. Temuan menunjukkan bahwa LCA memperkuat kedalaman spiritualitas melalui partisipasi aktif, pengalaman belajar bermakna, serta integrasi antara iman dan kehidupan.</p>Priskila EdonSipora Enggelina LautangMaria Indriani Sesfao
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101KURIKLUM PAK BERBASIS KOPETENSI UNTUK MENINGKATKAN KETRAMPILAN PESERTA DIDIK
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18695
<p>Peserta didik zaman sekarang renta memiliki perubahan cara berpikir dan juga perubahan iman yang terus berputar sesuai dengan era globalisasi dan perubahan-perubahan yang terjadi baik dalam dalam situasi apapun sehingga kurikulum PAK berbasis kompetensi ini diterapkan dan menekankan dalam pembentukan peserta didik yang tidak hanya memahami ajaran Kristen tetapi juga menghayati mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari kurikulum ini mengembangkan pengetahuan siswa sikap siswa keterampilan atau karakter siswa Kristen dan keterampilan hidup secara utuh agar siswa mampu hidup bertanggung jawab sesuai dengan nilai Injil di tengah kehidupan modern dan, juga Pendidikan Agama Kristen menjadi relavan dan membantu siswa berkembang secara baik di era sekarang</p> <p><em>learners are prone to changes in their way of thinking and also changes in faith that continue to rotate in accordance with the era of globalization and changes that occur in any situation so that this competency-based PAK curriculum is implemented and emphasizes the formation of students who not only understand Christian teachings but also internalize and practice them in everyday life. This curriculum develops students' knowledge, attitudes, skills or character of Christian students and life skills as a whole so that students are able to live responsibly according to the values of the Gospel in the midst of modern life and, also Christian Religious Education becomes relevant and helps students develop well in today's era.</em></p>Oni Mirdan SirMaria Indriani SesfaoJurinto Tuka Lay
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101STRATEGI ADAPTASI EKOLOGIS TUMBUHAN TERHADAP VARIABILITAS LINGKUNGAN DAN RELEVANSINYA BAGI PRODUKTIVITAS SAWIT
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18771
<p>Variabilitas iklim dan faktor penyebabnya seperti perubahan curah hujan, kondisi tanah dan tekanan biotik, sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan produktivitas kelapa sawit. Tumbuhan memiliki berbagai macam strategi adaptasi dan dapat berproduksi secara optimal ditengah perubahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi adaptasi ekologi tumbuhan pada variabilitas iklim dan relevansinya terhadap produktivitas tanaman kelapa sawit. Penelitian ini menggunakan studi literatur sistematis dengan mengkaji jurnal-jurnal yang relevan secara nasional dan internasional dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Penelitian ini dapat dibuktikan secara empiris, dan merupakan yang pertama mencoba melaporkan adaptasi tumbuhan secara ekologi pada variabilitas iklim dan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi pada teori dan praktik dalam pengembangan strategi budidaya kelapa sawit yang berorientasi pada ketahanan ekologi dan peningkatan hasil produksi. Penelitian ini sangat relevan dengan mempelajari strategi adaptasi tumbuhan dan pengelolaan lingkungan. Kontribusi terhadap penelitian tentang adaptasi kelapa sawit dan kajian adaptasi ekologi dari tanaman yang bergantung pada kelapa sawit. Memberikan kelapa sawit kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan dan produksi yang optimal.</p> <p><em>Climate variability and its contributing factors, such as changes in rainfall, soil conditions, and biotic pressure, greatly affect the growth and productivity of oil palm. Plants have various adaptation strategies and can produce optimally amid these changes. This study aims to examine the ecological adaptation strategies of plants to climate variability and their relevance to oil palm productivity. This study uses a systematic literature review by examining relevant national and international journals over the past five years. This study can be proven empirically and is the first to attempt to report on the ecological adaptation of plants to climate variability and oil palm. This study aims to contribute to the theory and practice of developing oil palm cultivation strategies oriented towards ecological resilience and increased production. This study is highly relevant to the study of plant adaptation strategies and environmental management. It contributes to research on oil palm adaptation and the ecological adaptation of plants that depend on oil palm. It provides oil palms with conditions suitable for optimal growth and production.</em></p>MaisarahAulia Juanda Djaingsastro
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101POLICY-IMPLEMENTATION GAP PADA SOSIALISASI PAJAK REKLAME: ANALISIS PERAN PERANGKAT DAERAH DI BAPENDA KABUPATEN BADUNG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19163
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan implementasi pada sosialisasi pajak reklame di Kabupaten Badung. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode observasi dan wawancara. Informan di tentukan menggunakan metode purposive sampling yaitu perangkat daerah Bapenda Kabupaten Badung sebagai implementor dan wajib pajak reklame sebagai sasaran kebijakan. Penelitian ini dianalisis menggunakan dua konsep yaitu (1) teori implementasi kebijakan George Edward III yang meliputi indikator komunikasi, sumber daya, disposisi, dan stuktur birokrasi (2) konsep Policy-Implementation Gap Andrew Dunshire dengan dua indikator No Implementation dan Unsuccessful Imolementation yang memiliki tiga variabel yaitu bad policy, bad execution, dan bad luck. Hasil penelitian melalui dua konsep itu menunjukan bahwa terdapat beberapa indikator yang memperluas adanya kesenjangan dalam sosialisasi pajak reklame. Pada indikator komunikasi dan sumber daya, ditemukan bahwa sosialisasi belum dilaksanakan secara keberlanjutan akibat kurangnya kuantitas dan kualitas sumber daya manusia. Sedangkan dari indikator disposisi dan struktur birokrasi tidak memunculkan permasalahan karena telah berjalan sesuai regulasi dan standar pelayanan pemerintahan daerah. Berdasarkan keempat temuan tersebut, implementasi kebijakan sosialisasi pajak reklame di Kabupaten Badung tergolong sebagai unsuccessful implementation, yang bersumber dari (bad execution) dan (bad luck), bukan dari kelemahan perumusan kebijakan (bad policy).</p> <p><em>This study aims to analyze the implementation gap in the socialization of advertisement tax policy in Badung Regency. This research employs a qualitative approach using observation and interview methods. Informants were selected through purposive sampling, consisting of officials from the Regional Revenue Agency (BAPENDA) of Badung Regency as policy implementers and advertisement taxpayers as the policy targets. The analysis applies two conceptual frameworks: (1) George Edward III’s policy implementation theory, which includes the indicators of communication, resources, disposition, and bureaucratic structure; and (2) Andrew Dunsire’s Policy-Implementation Gap concept, focusing on unsuccessful implementation with three variables, namely bad policy, bad execution, and bad luck. The findings indicate that several indicators contribute to the widening implementation gap in advertisement tax socialization. In the communication and resource indicators, the socialization process has not been conducted continuously due to limited quantity and quality of human resources. Meanwhile, the disposition and bureaucratic structure indicators do not present significant problems, as they have operated in accordance with existing regulations and regional government service standards. Based on these findings, the implementation of advertisement tax socialization policy in Badung Regency is categorized as unsuccessful implementation, which is caused by bad execution and bad luck rather than weaknesses in policy formulation (bad policy).</em></p>Komang Tri Gun Wahyu SanjayaNi Putu Anik Prabawati
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101REALISME: KONSEP REALITAS OBJEKTIF, PERANAN PENGALAMAN DALAM PENDIDIKAN, DAN PENEGASAN KEBENARAN ALLAH YANG NYATA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19375
<p>Filsafat realisme adalah pandangan yang menegaskan keberadaan realitas secara objektif dan independen dari kesadaran manusia, berbeda dengan idealisme yang menganggap realitas bergantung pada pemikiran atau persepsi. Aliran pemikiran ini memiliki variasi utama dengan tokoh-tokoh pelopor seperti Aristoteles dan John Locke. Dalam pendidikan umum, realisme memprioritaskan kurikulum berbasis fakta dan metode pembelajaran logis untuk mempersiapkan siswa menghadapi kehidupan. Dalam konteks pendidikan agama Kristen, penerapannya mengintegrasikan pemahaman doktrinal dengan relevansi kehidupan sehari-hari, mendorong integrasi iman dan akal. Realisme juga mengakomodasi kepercayaan akan keberadaan Tuhan sebagai realitas konkret, di mana nilai-nilai moral diturunkan dari hukum alam yang ditetapkan Tuhan. Pandangan Alkitab tentang realisme menyelaraskan pengakuan akan keadaan dunia yang tidak sempurna dengan harapan akan realitas baru melalui karya penebusan. Terlepas dari keunggulannya seperti objektivitas dan kepraktisan, realisme juga menghadapi kritik yang berkaitan dengan pesimisme dan reduksionisme.</p> <p><em>The philosophy of realism is a view that affirms the existence of reality objectively and independently of human consciousness, in contrast to idealism, which considers reality dependent on thought or perception. This school of thought has major variations with pioneering figures such as Aristotle and John Locke. In general education, realism prioritizes a fact-based curriculum and logical learning methods to prepare students for life. In the context of Christian religious education, its application integrates doctrinal understanding with relevance to everyday life, encouraging the integration of faith and reason. Realism also accommodates belief in the existence of God as a concrete reality, where moral values are derived from God's established natural laws. The biblical view of realism aligns the recognition of the imperfect state of the world with the hope of a new reality through the work of redemption. Despite its advantages such as objectivity and practicality, realism also faces criticisms related to pessimism and reductionism.</em></p>Asta Lawu NediEsmy Anggelina TefaFriska M. BenuHever TaneoIreni Irnawati Pellokila
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101PENGUATAN PEMBENTUKAN KARAKTER HOLISTIK MELALUI KURIKULUM BERBASIS KARAKTER DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19555
<p>Artikel ini membahas penguatan pembentukan karakter holistik melalui kurikulum berbasis karakter dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK). Pendidikan karakter dipahami sebagai upaya sistematis untuk membentuk peserta didik secara menyeluruh, mencakup dimensi kognitif, afektif, moral, spiritual, sosial, dan budaya. Kurikulum berbasis karakter yang bersumber dari nilai-nilai Kristiani diharapkan mampu membentuk pribadi yang berintegritas, beriman, dan bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan zaman. Artikel ini menggunakan pendekatan literatur konseptual dengan mengkaji teori pendidikan karakter, kurikulum, serta prinsip-prinsip pedagogi Kristen. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguatan karakter holistik membutuhkan integrasi nilai, keteladanan guru, strategi pembelajaran aktif, serta budaya sekolah yang konsisten. Implikasi penelitian ini mengarahkan guru PAK untuk merancang pembelajaran transformatif yang memadukan iman, pengetahuan, dan karakter.</p>Ekha Yunike De Jesus KlauMaria Indriani SesfaoRevianti Hithaubesi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101PENGEMBANGAN APLIKASI HEALTH & SPORT SYSTEM BERBASIS AI UNTUK PENINGKATAN WELL-BEING PADA KARYAWAN DI JAKARTA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19607
<p>Employee well-being merupakan salah satu hal penting bagi kepentingan individual karyawan di Jakarta dalam hal menjaga kesehatan fisik maupun kesehatan mental, karena apabila employee well-being karyawan di tempat kerja tidak tercapai hal ini dapat memberikan efek yang buruk terhadap kinerja dan produktiftas karyawan secara keseluruhan Di tengah dinamika perkotaan seperti Jakarta, tantangan terhadap kesehatan karyawan semakin kompleks karena gaya hidup yang serba cepat, tekanan pekerjaan yang tinggi, dan polusi lingkungan, seringkali membuat karyawan mengalami penurunan kualitas kerja, di samping itu tuntutan peningkatan kualitas kerja yang semakin tinggi memerlukan stabilitas dan peningkatan well-being pada karyawan. Merujuk hal tersebut, beberapa elemen yang menjadi indikator kesejahteraan karyawan antara lain yakni kesejahteraan fisik dan mental yaitu kondisi kesehatan fisik dan mental yang baik, kesehatan fisik atau tubuh yang menurun juga berpengaruh terhadap efektivitas kerja karyawan. Dalam menghadapi tantangan kesehatan ini, teknologi digital memiliki peran yang tinggi dalam memantau kesehatan karyawan dan akan lebih mudah bila disisipkan fitur kecerdasan buatan (AI) di dalamnya yang menawarkan potensi untuk memberikan solusi inovatif yang dapat meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya di sektor pekerja atau karyawan, salah satunya pemantauan index massa tubuh atau BMI, kemudian ada fitur kesehatan fisik dan mental pada satu aplikasi, direncanakan juga ada fitur personal coach dan Virtual coach, serta program hypnotherapy. Penelitian ini menggunakan metodologi design thinking yang mengambil komponen well-being pada peningkatan kesehatan fisik dan pengendalian gaya hidup, serta psikologis well-being dimana akan dilakukan wawancara kepada para ahli di bidang olahraga dan kesehatan fisik, ahli terapi kesehatan mental, ahli IT sebagai web dan Ai developer serta beberapa karyawan sebagai user dari aplikasi yang akan dibuat.</p>Ratih Permanasari
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101PRINSIP-PRINSIP DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18727
<p>Pengembangan kurikulum merupakan salah satu hal yang penting dilakukan. Di Indonesia, terhitung telah terjadi sepuluh kali pergantian kurikulum yang dimulai dari Kurikulum 1947 hingga sekarang ini, Kurikulum 2013. Sejatinya, perubahan kurikulum tersebut menunjukkan bahwa prinsip dari pendidikan haruslah dapat menyesuaikan perkembangan zaman dengan tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya masyarakat yang relevan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prinsip-prinsip dalam pengembangan kurikulum. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sumber-sumber pengembangan kurikulum, meliputi; data empiris, data eksperimen, cerita rakyat dan pengetahuan umum masyarakat. Adapun prinsipprinsip dalam pengembangan kurikulum terbagi atas dua hal: 1. Prinsip Umum, yang meliputi; prinsip relevansi, prinsip fleksibilitas, prinsip kontinuitas, prinsip praktis, dan prinsip efektivitas, 2. Prinsip Khusus, yang meliputi; prinsip penentuan tujuan pendidikan, prinsip pemilihan isi pendidikan, prinsip pemilihan proses belajar mengajar, prinsip pemilihan media dan alat pengajaran, dan prinsip yang berkenaan dengan penilaian.</p>Ketrinandi Irna Nelena NubatonisWulan Dary TaekMaria Indriani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101STRATEGI PRESENTASI ALAT PENILAIAN HASIL BELAJAR YANG EFEKTIF
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18794
<p>Artikel ini membahas strategi presentasi alat penilaian hasil belajar yang efektif sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan hasil penilaian dalam proses pendidikan. Presentasi alat penilaian yang kurang jelas sering menimbulkan kesalahpahaman baik bagi guru maupun peserta didik. Melalui kajian konseptual dan analisis contoh berita pendidikan yang relevan, artikel ini menguraikan pentingnya penyajian tujuan, kriteria, serta hasil penilaian secara sistematis dan komunikatif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa strategi presentasi yang disesuaikan dengan audiens, didukung media visual yang tepat, dan disampaikan dengan bahasa yang sesuai kaidah ejaan bahasa Indonesia dapat meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas penilaian hasil belajar.</p> <p><em>This article discusses effective presentation strategies for learning outcome assessment tools to improve understanding and utilization of assessment results in the educational process. Unclear presentations of assessment tools often lead to misunderstandings for both teachers and students. Through a conceptual review and analysis of relevant educational news examples, this article outlines the importance of systematically and communicatively presenting objectives, criteria, and assessment results. The discussion demonstrates that presentation strategies tailored to the audience, supported by appropriate visual media, and delivered using language that adheres to Indonesian spelling rules can increase transparency, accountability, and the effectiveness of learning outcome assessment.</em></p>Aisyah FitrianiErdhita OktrifiantyLulu Atun AzizahJumarni Waruwu
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101TINJAUAN ISLAM MENGENAI PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN PENCEGAHAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA REMAJA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19359
<p>Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang rentan terjadi pada remaja akibat kurangnya pengetahuan dan perilaku berisiko. Edukasi kesehatan menjadi upaya penting dalam meningkatkan pemahaman remaja terhadap pencegahan IMS. Dalam perspektif Islam, menjaga kesehatan termasuk bagian dari maqāṣid al-syarī‘ah, khususnya dalam menjaga jiwa (ḥifẓ al-nafs) dan keturunan (ḥifẓ al-nasl). Penelitian ini bertujuan untuk meninjau pengaruh edukasi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan pencegahan infeksi menular seksual pada remaja berdasarkan pandangan Islam. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis sumber-sumber ilmiah, Al-Qur’an, hadis, serta literatur kesehatan terkait edukasi IMS. Hasil kajian menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang disampaikan secara komprehensif dan sesuai dengan nilai-nilai Islam mampu meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pencegahan IMS, sekaligus membentuk sikap dan perilaku yang selaras dengan ajaran Islam. Dengan demikian, integrasi edukasi kesehatan dan nilai-nilai keislaman sangat penting dalam upaya pencegahan IMS pada remaja.</p>Anisa Rahmawati GunawanSiti Marhamah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101EKSISTENSIALISME: KEUNIKAN PRIBADI DAN KEBEBASAN MANUSIA; IMPLIKASINYA BAGI TANGGUNG JAWAB MORAL DAN IMAN DALAM PENDIDIKAN KRISTEN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19497
<p>Eksistensialisme merupakan aliran filsafat yang menekankan kebebasan, keunikan pribadi, dan tanggung jawab manusia dalam menentukan makna hidupnya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep dasar eksistensialisme serta implikasinya terhadap tanggung jawab moral dan iman dalam konteks Pendidikan Agama Kristen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, yaitu mengkaji berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan karya tokoh-tokoh eksistensialisme. Hasil kajian menunjukkan bahwa eksistensialisme mendorong peserta didik menjadi pribadi yang otentik, bertanggung jawab, dan reflektif, namun tetap perlu diseimbangkan dengan pandangan teologis Kristen yang menekankan kedaulatan Allah. Dengan demikian, eksistensialisme dapat memberikan kontribusi positif dalam pendidikan Kristen jika diintegrasikan secara kritis dan kontekstual.</p> <p><em>Existentialism is a philosophical school that emphasizes freedom, personal uniqueness, and human responsibility in determining the meaning of life. This article aims to analyze the basic concepts of existentialism and apply them to moral responsibility and faith in the context of Christian Religious Education. This research uses a qualitative approach with a literature study method, namely reviewing various literary sources such as books, scientific journals, and the works of existentialist figures. The results of the study indicate that existentialism encourages students to become authentic, responsible, and reflective individuals, but still needs to be balanced with the Christian theological perspective that emphasizes God. Thus, existentialism can make a positive contribution to Christian education if integrated critically and contextually.</em></p>Sandriana Adirta LudjiNaomi UtanJunias SelanRista NiabIrniawati Pellokila
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101PERANCANGAN KURIKULUM MIKRO BERBASIS PARTICIPATORY ACTION RESEARCH (PAR) UNTUK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN TRANSFORMATIF
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19578
<p><em>This research aims to design a Christian Religious Education (PAK) micro curriculum based on Participatory Action Research (PAR) as an effort to provide contextual and transformative learning. Curriculum design is carried out through the active involvement of students, teachers, and faith communities in all stages of research, including identifying needs, planning, implementing actions, theological reflection, and ongoing evaluation. The PAR approach is used to ensure that PAK learning departs from the realities of students' lives and the values of the Christian faith that live in their social context. This research uses a qualitative method with a PAR design, which is carried out through participant observation, in-depth interviews, focus group discussions, and learning documentation. The research results show that the PAR-based PAK micro curriculum is able to increase the relevance of teaching material to the local context, strengthen students' participation and reflection on faith, and encourage integration between theological understanding and daily life practices. In addition, this curriculum contributes to the development of critical awareness, an attitude of social concern, and a commitment to transformation as a form of living the Christian faith. Thus, designing a PAR-based PAK micro curriculum can be an alternative model for learning development that is flexible, reflective, and oriented towards faith and social transformation.</em></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk merancang kurikulum mikro Pendidikan Agama Kristen (PAK) berbasis Participatory Action Research (PAR) sebagai upaya menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan transformatif. Perancangan kurikulum dilakukan melalui keterlibatan aktif peserta didik, guru, dan komunitas iman dalam seluruh tahapan penelitian, meliputi identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan tindakan, refleksi teologis, dan evaluasi berkelanjutan. Pendekatan PAR digunakan untuk memastikan bahwa pembelajaran PAK berangkat dari realitas kehidupan peserta didik serta nilai-nilai iman Kristen yang hidup dalam konteks sosial mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain PAR, yang dilaksanakan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, dan dokumentasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum mikro PAK berbasis PAR mampu meningkatkan relevansi materi ajar dengan konteks lokal, memperkuat partisipasi dan refleksi iman peserta didik, serta mendorong integrasi antara pemahaman teologis dan praktik kehidupan sehari-hari. Selain itu, kurikulum ini berkontribusi pada pengembangan kesadaran kritis, sikap kepedulian sosial, dan komitmen transformasi sebagai wujud penghayatan iman Kristen. Dengan demikian, perancangan kurikulum mikro PAK berbasis PAR dapat menjadi model alternatif pengembangan pembelajaran yang fleksibel, reflektif, dan berorientasi pada transformasi iman dan sosial.</p>Panoni DohMaria Indriani SesfaoNelci TafuliJunita Kesia Anggelina Taneo
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101PEMIKIRAN IMAM AL-GHAZALI TENTANG ETIKA EKONOMI BERBASIS MAQASHID AL-SYARIAH DALAM KONTEKS PERADABAN ISLAM KLASIK
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18527
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran Imam Al-Ghazali mengenai etika ekonomi berbasis maqashid al-syariah dalam peradaban Islam klasik. Kajian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan konseptual, menelaah karya-karya klasik Al-Ghazali serta literatur pendukung terkait etika ekonomi Islam dan maqashid al-syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Ghazali menekankan pentingnya integrasi antara moral, spiritual, dan praktik ekonomi, di mana harta bukan tujuan akhir tetapi sarana untuk mewujudkan kemaslahatan sosial dan spiritual. Prinsip-prinsip ini menekankan keadilan, tanggung jawab sosial, dan distribusi kekayaan yang seimbang, sehingga tetap relevan bagi pengembangan ekonomi syariah kontemporer. Pemikiran Al-Ghazali memberikan fondasi normatif yang kuat untuk membangun sistem ekonomi Islam yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan umat.</p> <p><em>This study aims to analyze Imam Al-Ghazali’s thought on economic ethics based on maqashid al-shariah within the context of classical Islamic civilization. The research employs a literature review method with a conceptual approach, examining Al-Ghazali’s classical works and supporting literature related to Islamic economic ethics and maqashid al-shariah. The findings indicate that Al-Ghazali emphasizes the integration of morality, spirituality, and economic practice, where wealth is not the ultimate goal but a means to achieve social and spiritual welfare. These principles highlight justice, social responsibility, and equitable wealth distribution, remaining relevant for the development of contemporary Islamic economics. Al-Ghazali’s thought provides a strong normative foundation for building a just, sustainable, and welfare-oriented Islamic economic system.</em></p>Abustan NurNahda Afniatul AtayaIftitah Amanah BachtiarRidwan MalikNur Asisah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101MEDIASI DAN DIPLOMASI: EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KECERDASAN EMOSIONAL DALAM RESOLUSI KONFLIK SAAT NEGOSIASI KOMERSIAL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18768
<p>Transformasi paradigma bisnis global menuju sistem interaksi yang kompleks menempatkan negosiasi komersial pada posisi strategis yang penuh dengan volatilitas kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Kecerdasan Emosional (EQ) sebagai instrumen mediasi dan diplomasi dalam meresolusi konflik bisnis. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksplanatori dengan teknik meta-analisis terhadap praktik negosiasi korporat periode 2020-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negosiator dengan tingkat EQ tinggi memiliki skor efektivitas resolusi konflik sebesar 78,5%, berbanding 58,9% pada negosiator dengan EQ rendah. Integrasi dimensi empati dan regulasi diri berkorelasi positif signifikan terhadap pencapaian kesepakatan integratif (r=0,72, p<0,01), dengan kemampuan reduksi biaya konflik operasional mencapai 35%. Penelitian menyimpulkan bahwa implementasi diplomasi emosional merupakan strategic imperative dalam memitigasi risiko kegagalan transaksi dan membangun resiliensi hubungan kemitraan jangka panjang.</p> <p><em>The transformation of the global business paradigm toward a complex interactive system places commercial negotiations in a strategic position fraught with volatile interests. This study aims to analyze the effectiveness of Emotional Intelligence (EQ) as a mediation and diplomacy instrument in resolving business conflicts. The research method used a qualitative explanatory approach with a meta-analysis technique on corporate negotiation practices for the period 2020-2024. The results show that negotiators with high EQ levels have a conflict resolution effectiveness score of 78.5%, compared to 58.9% for negotiators with low EQ. The integration of empathy and self-regulation dimensions has a significant positive correlation with achieving integrative agreements (r=0.72, p<0.01), with the potential to reduce operational conflict costs by up to 35%. The study concludes that implementing emotional diplomacy is a strategic imperative in mitigating the risk of transaction failure and building resilience in long-term partnerships.</em></p>Nisma Natasha ArlaSelvy Afrioza
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101PEMETAAN DESTINASI PARIWISATA BERBASIS KERENTANAN RESIKO BAHAYA BENCANA GUNUNG MERAPI DAN TANAH LONGSOR DI DAERAH ISTIMEWA YOGYKARTA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19108
<p>Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan sebuah daerah yang berada di selatan Provinsi Jawa Tengah dengan nuansa kebudayaan yang kental serta keindahan alam yang beragam. Kondisi tersebut menjadikan Yogyakarta sebagai salah satu daerah tujuan wisata utama yang sering dikunjungi oleh masyarakat, baik wisatawan lokal maupun internasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah rata-rata wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta pada bulan Mei 2025 mencapai 9.699 kunjungan, dengan peningkatan sebesar 35,94%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cakupan risiko bencana pada destinasi pariwisata yang berada di sekitar kawasan wisata, baik di wilayah Gunung Merapi, pantai selatan, maupun kawasan Gunungkidul. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data dan pemetaan risiko bencana, serta penentuan kriteria terhadap jenis bencana yang berpotensi terjadi dengan mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) Krisis Kepariwisataan yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 46 lokasi pariwisata di kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta, terdapat 3 kawasan wisata yang berada pada kategori risiko “Sedang” dengan parameter kerusakan akibat bencana longsor. Sementara itu, sebanyak 43 lokasi pariwisata lainnya masuk dalam kategori risiko “Rendah”. Berdasarkan temuan tersebut, upaya yang perlu dilakukan adalah pelaksanaan mitigasi bencana pada tiga kawasan pariwisata yang berada di wilayah Gunungkidul. Bentuk mitigasi tersebut meliputi pembuatan jalur evakuasi, pemasangan rambu-rambu jalur evakuasi, penguatan tebing, serta penetapan kawasan hutan untuk mencegah penebangan pohon secara berlebihan yang dapat memicu terjadinya longsor. Selain itu, diperlukan pula penyusunan aturan bagi wisatawan dan pengelola destinasi wisata untuk menjaga keamanan serta kebersihan lingkungan di kawasan rawan bencana.</p> <p><em>The Special Region of Yogyakarta is an area located in the south of Central Java Province with a strong cultural atmosphere and abundant natural beauty, making Yogyakarta a major tourist destination that is often visited by both local and international visitors. According to data from the Central Statistics Agency (BPS), the average number of tourists visiting Yogyakarta in May 2025 reached 9,699 visits, representing an increase of 35.94%. The purpose of this study is to determine the scope of disaster risk in tourist destinations located around tourist areas, including Mount Merapi, the southern coast, and Gunung Kidul, using data collection and disaster risk mapping methods, as well as to determine criteria for disasters that occur in accordance with the Tourism Crisis SOP, which is adapted to conditions in the field. The research results identified 46 tourist sites in the Yogyakarta area, with 3 tourist areas classified as “Moderate” based on landslide damage parameters and 43 others classified as “Low.” Therefore, mitigation measures need to be implemented in the 3 tourist areas located in the GunungKidul region, such as creating evacuation routes, evacuation route signs, slope reinforcement, and the designation of forest areas to prevent excessive tree felling, thereby mitigating landslides in disaster-prone areas. Additionally, regulations should be established for tourism activities in the destination area to ensure environmental protection and cleanliness.</em></p>Suhada' ArifBayu Dwi FachruzyLinggar IsmaraAnnisa Nur KhalifahAnnisa CahyaniWinda Amelia SariMaysuri FarkhahAnnisa SafriliaNatalis Situmorang
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101PENGARUH PRAKTIK PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA, HUBUNGAN SOSIAL DI LINGKUNGAN KERJA, DAN SISTEM REWARD PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19370
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Praktik Pengelolaan Sumber Daya Manusia, Hubungan Sosial di Lingkungan Kerja, dan Sistem Reward Perusahaan Terhadap Kinerja Karyawan melalui tinjauan literatur sistematis (Systematic Literature Review). Di tengah dinamika organisasi global, pemahaman mengenai interaksi antara kebijakan formal dan konteks sosial menjadi krusial untuk keberlanjutan produktivitas. Metode yang digunakan adalah SLR dengan mengikuti protokol PRISMA, melibatkan seleksi ketat terhadap delapan jurnal internasional bereputasi (2015–2022) yang mengeksplorasi variabel terkait. Proses analisis data dilakukan melalui ekstraksi tematik dan sintesis konten untuk mengidentifikasi mekanisme pengaruh antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Pengelolaan Sumber Daya Manusia strategis dan sistem reward yang adil merupakan prediktor utama kinerja karyawan, namun pengaruhnya sering kali dimediasi oleh kepuasan kerja dan modal psikologis. Temuan kunci mengungkapkan bahwa hubungan sosial di lingkungan kerja berfungsi sebagai moderator vital sebagai dukungan interpersonal yang kuat secara signifikan memperkuat dampak kebijakan Human Resources formal terhadap kinerja extra-role. Kesimpulannya, kinerja karyawan yang optimal tidak dapat dicapai hanya melalui insentif finansial atau prosedur administratif semata, melainkan memerlukan ekosistem kerja yang mengintegrasikan kesejahteraan karyawan dengan iklim sosial yang suportif. Penelitian ini merekomendasikan agar organisasi modern menyeimbangkan investasi pada sistem teknologi Human Resources dengan pengembangan modal sosial guna mempertahankan keunggulan kompetitif.</p>Zahara Tussoleha RibuSiti Dyah Permata Ningrum
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK DENGAN PENERAPAN TERAPI RELAKSASI (NAFAS DALAM) TERHADAP MASALAH KEPERAWATAN NYERI AKUT DENGAN PENDERITA HIPERTENSI PADA LANSIA DI DESA PANCURAN GADING, KEC. TAPUNG, KAB. KAMPAR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19549
<p>Menua adalah proses alami dalam kehidupan manusia yang tidak bisa dihindari dan berlangsung seiring bertambahnya usia. Seseorang dikatakan lansia apabila telah berusia lebih dari 60 tahun. Salah satu perubahan penting terjadi pada sistem kardiovaskular, di mana pembuluh darah menjadi kurang elastis dan kemampuan jantung dalam memompa darah (curah jantung) menurun, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya hipertensi. Tujuan Karya Ilmiah Ners adalah menjelaskan gambaran tentang hasil praktik Profesi Ners dengan aplikasi Asuhan Keperawatan Dengan Penerapan Terapi Relaksasi (Nafas Dalam) Terhadap Masalah Keperawatan Nyeri Akut Dengan Penderita Hipertensi Pada Lansia. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan intervensi keperawatan pemberian terapi relaksasi nafas dalam terhadap lansia penderita hipertensi. Pelaksanaan mulai dari tanggal 31 Juli – 5 Agustus 2025. Keunggulan terapi relaksasi nafas dalam untuk mengurangi ketegangan otot, meningkatkan sirkulasi dan mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri. Pelaksanaan terapi relaksasi nafas dalam selama 5 hari dilakukan selama 3 kali dalam waktu 5 menit. Hasil studi kasus ini setelah dilakukan sebanyak 5 hari subjek menerapkan terapi relaksasi nafas dalam menunjukkan rata-rata setelah diberikan terdapat perbedaan yang signifikan antara intensitas nyeri sebelum dan sesudah diberikan terapi relaksasi nafas dalam pada lansia hipertensi.</p> <p><em>Aging is a natural process in human life that cannot be avoided and occurs with age. A person is said to be elderly if they are over 60 years old. One of the important changes occurs in the cardiovascular system, where blood vessels become less elastic and the heart's ability to pump blood (cardiac output) decreases, which can increase the risk of hypertension. The purpose of the Nurse Scientific Paper is to explain the description of the results of the practice of the Nursing Profession with the application of Nursing Care with the Application of Relaxation Therapy (Deep Breathing) to Nursing Problems of Acute Pain with Hypertension Patients in the Elderly. The method used in implementing nursing interventions is providing deep breathing relaxation therapy to elderly people with hypertension. Implementation starts from July 31 to August 5, 2025. The benefits of deep breathing relaxation therapy are reducing muscle tension, improving circulation, and reducing or eliminating pain. Deep breathing relaxation therapy was performed three times for five minutes over five days. The results of this case study, after five days of deep breathing relaxation therapy, showed a significant difference in average pain intensity before and after deep breathing relaxation therapy in elderly hypertensive patients. </em></p>Tesa OktaviaEzalinaCandra Saputra
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101PENGARUH DANA ALOKASI UMUM DAN DANA ALOKASI KHUSUS TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI SUMATERA BARAT
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19604
<p><em>This research aims to analyze the effect of General Allocation Funds and Specific Allocation Funds on Economic Growth in West Sumatra Province. The method used in this study is a descriptive quantitative approach. Data analysis is conducted through classical assumption tests, including normality tests, multicollinearity tests, heteroscedasticity tests, and autocorrelation tests, as well as multiple linear regression, F-tests, t-tests, and the coefficient of determination (R²). The normality test results show an Asymp.Sig. (2-tailed) value of 0.220, indicating a normal distribution. The multicollinearity test shows tolerance values for variables X1 and X2 of 0.474 each, with VIF below 10, indicating no multicollinearity. The heteroscedasticity test shows significance values for X1 (0.066) and X2 (0.294) ≥ 0.05, meaning there is no heteroscedasticity. The autocorrelation test indicates no autocorrelation problems. The multiple linear regression analysis produces a constant of 83138136.636 with coefficients for the General Allocation Fund (X1) of 7429.655 and the Special Allocation Fund (X2) of 11190.050. The simultaneous test (F) shows a significant effect of the General Allocation Fund and the Special Allocation Fund on Economic Growth. The t-test indicates that both variables have a positive and significant impact on Economic Growth. An R² value of 67.5% shows that these two variables affect Economic Growth, while the rest is explained by other factors. These findings emphasize the importance of stable management of general allocation funds and the increase of special allocation funds to improve Economic Growth.</em></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Sumatera Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif. Analisis data dilakukan melalui uji asumsi klasik, termasuk uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi, serta regresi linear berganda, uji F, uji t, dan koefisien determinasi (R²). Hasil uji normalitas menunjukkan nilai Asymp.Sig. (2-tailed) sebesar 0.220, yang menunjukkan distribusi normal. Uji multikolinearitas menunjukkan nilai tolerance untuk variabel X1 dan X2 masing-masing 0.474, serta VIF di bawah 10, menandakan tidak ada multikolinearitas. Uji heteroskedastisitas menunjukkan nilai signifikansi X1 (0.066) dan X2 (0.294) ≥ 0.05, yang berarti tidak ada heteroskedastisitas. Uji autokorelasi menunjukkan tidak adanya masalah autokorelasi. Analisis regresi linear berganda menghasilkan konstanta sebesar 83138136.636 dengan koefisien untuk Dana Alokasi Umum (X1) sebesar 7429.655 dan Dana Alokasi Khusus (X2) sebesar 11190.050. Uji simultan (F) menunjukkan pengaruh signifikan dari Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Uji t menunjukkan bahwa kedua variabel berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Nilai R² sebesar 67,5% menunjukkan bahwa kedua variabel ini mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi, sementara sisanya dijelaskan oleh faktor lain. Temuan ini menekankan pentingnya pengelolaan dana alokasi umum yang stabil dan peningkatan dana alokasi khusus untuk meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi.</p>Annisa Nurul DienyaIlham IllahiZuwardiGusrianti
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101STUDI PREFERENSI MASYARAKAT TERHADAP RUMAH TRADISIONAL ACEH
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18718
<p>Rumah tradisional Aceh merupakan salah satu warisan arsitektur vernakular yang memiliki nilai budaya, sosial, dan lingkungan yang tinggi. Namun, seiring perkembangan zaman dan dominasi hunian modern, keberadaan rumah tradisional Aceh semakin berkurang dan kurang diminati sebagai tempat tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji preferensi masyarakat terhadap rumah tradisional Aceh di Desa Meunasah Mesjid, Kota Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif (mixed method) dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada masyarakat setempat. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase, sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif untuk memperkuat hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi masyarakat terhadap rumah tradisional Aceh dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain nilai budaya, kenyamanan termal, fungsi ruang, material bangunan, serta kesesuaian dengan kebutuhan hunian masa kini. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam upaya pelestarian dan pengembangan konsep rumah tradisional Aceh yang adaptif terhadap perkembangan zaman.</p>Julian Hafiz FahrusyArmelia DafrinaHendra A
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101KEDISIPLINAN KEHADIRAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEMAMPUAN HAFALAN SANTRI DI TPQ RAUDHATUT THOLIBIN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18791
<p>Kedisiplinan kehadiran merupakan faktor penting dalam pembelajaran hafalan Al-Qur’an karena menentukan kesinambungan proses belajar dan kualitas hasil hafalan santri. Kehadiran yang teratur memungkinkan terjadinya pengulangan, bimbingan, dan pembiasaan belajar secara konsisten, yang sangat dibutuhkan dalam proses menghafal Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedisiplinan kehadiran santri serta implikasinya terhadap kemampuan hafalan Al-Qur’an di TPQ Raudhatut Tholibin Desa Batu Ampar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas ustaz dan santri yang mengikuti program hafalan Al-Qur’an. Penentuan informan dilakukan secara purposive berdasarkan keterlibatan langsung dalam kegiatan pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kedisiplinan kehadiran santri berada pada kondisi yang beragam. Santri yang memiliki kehadiran konsisten menunjukkan hafalan yang lebih terstruktur, lancar, dan stabil karena memperoleh bimbingan serta pengulangan hafalan secara berkelanjutan. Sebaliknya, santri dengan kehadiran tidak konsisten mengalami keterputusan proses belajar yang berdampak pada rendahnya kualitas dan ketahanan hafalan. Selain berimplikasi pada aspek kognitif, kedisiplinan kehadiran juga berperan dalam pembentukan karakter santri, khususnya sikap disiplin, tanggung jawab, dan ketekunan dalam belajar Al-Qur’an. Penelitian ini menegaskan bahwa kedisiplinan kehadiran tidak sekadar aspek administratif, melainkan merupakan komponen pedagogis fundamental dalam keberhasilan pembelajaran hafalan Al-Qur’an di TPQ.</p> <p><em>Attendance discipline is a crucial factor in Qur’anic memorization learning, as it determines the continuity of the learning process and the quality of students’ memorization outcomes. Regular attendance enables consistent repetition, guidance, and habituation, which are essential elements in memorizing the Qur’an. This study aims to examine students’ attendance discipline and its implications for Qur’anic memorization ability at TPQ Raudhatut Tholibin, Batu Ampar Village. This research employed a qualitative approach with a descriptive design. The research subjects consisted of Qur’anic teachers (ustaz) and students participating in the memorization program. Informants were selected purposively based on their direct involvement in the learning activities. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation. Data analysis was conducted using an interactive model comprising data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source and technique triangulation. The findings reveal that students’ attendance discipline varied significantly. Students with consistent attendance demonstrated more structured, fluent, and stable memorization due to continuous guidance and regular repetition. In contrast, students with irregular attendance experienced interruptions in the learning process, which negatively affected the quality and retention of their memorization. In addition to its cognitive impact, attendance discipline also contributes to character formation, particularly in fostering discipline, responsibility, and perseverance in learning the Qur’an. This study confirms that attendance discipline should not be viewed merely as an administrative matter, but rather as a fundamental pedagogical component that plays a vital role in the success of Qur’anic memorization learning in TPQ.</em></p>Putri Aulia SelvianiAdischa Fitra Handayani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101DARI FYP KE HEADLINE: PENGARUH AKUN TIKTOK TOTAL POLITIK TERHADAP FRAMING MEDIA MASSA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19355
<p>Perkembangan media sosial, terutama TikTok, telah mengubah cara masyarakat Indonesia mengonsumsi informasi politik. TikTok memiliki algoritma yang memungkinkan konten tertentu dipromosikan ke halaman ForYouPage(FYP). Ini menciptakan dinamika baru di mana cerita politik yang pertama kali muncul di internet dapat dengan cepat memengaruhi pemberitaan media massa utama. Salah satu kanal politik yang berhasil memanfaatkan pola distribusi ini adalah akun TikTok Total Politik, yang memiliki konten yang lucu, berbicara, dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana konten Total Politik yang viral di TikTok memengaruhi framing berita di media Indonesia. Fokus penelitian ini adalah bagaimana konten politik yang dibuat oleh akun TikTok Total Politik, terutama konten yang masuk ke halaman For You Page (FYP), dapat memengaruhi pembuatan berita di media massa. Studi ini menyelidiki fitur konten viral, cara media mengambil atau mengembangkan narasi dari TikTok, dan bagaimana framing awal video membentuk perspektif media arus utama. Penelitian ini menganalisis konten video viral Total Politik. Ini juga menerapkan analisis framing model Robert Entman pada beberapa pemberitaan media online yang merujuk atau terinspirasi oleh konten tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian menunjukkan bahwa media massa sering kali menggunakan TikTok sebagai sumber informasi tambahan dan menggunakan narasi awal dari Total Politik untuk membangun berita. Media sering mengutip, memperluas, atau meniru elemen framing dari video TikTok, terutama untuk mendefinisikan masalah, menentukan alasan, dan membuat penilaian moral. Hasilnya menunjukkan bahwa TikTok sekarang berfungsi sebagai sumber framingawal yang memengaruhi pemberitaan di media arus utama Singkatnya, konten politik yang viral di TikTok tidak hanya memengaruhi opini publik secara langsung, tetapi juga memberikan arahan baru untuk strategi framing media massa. Ini menunjukkan perubahan besar dalam lingkungan media Indonesia, di mana media sosial memainkan peran penting dalam menetapkan agenda</p>Angelia Issabella KapojosVerselia SalindehoRexdy KapojosMelinda ModeongRidel MamangkeyDewi WalaheRobby Humawa
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101PEMBERDAYAAN TARIAN ADAT BONET PADA KOMONITAS ATONI PAH METO
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19474
<p>Tari tradisional adalah bentuk ekspresi dari hasrat manusia untuk menciptakan keindahan, yang didasari oleh latar belakang atau sistem budaya masyarakat yang memilikinya. Salah satu contoh tarian tradisional tersebut adalah tari Bonet. Tari Bonet adalah tarian yang dilakukan oleh masyarakat Atoni Pah Meto di Pulau Timor. Tarian ini mencerminkan budaya, kehidupan, dan cara hidup masyarakat suku Timor. Meskipun tari Bonet memiliki nilai penting sebagai sarana untuk meneruskan nilai-nilai budaya dari generasi ke generasi, kini tari ini kalah saing dengan kesenian modern yang lebih populer. Hal ini terlihat dari menurunnya minat masyarakat, terutama anak muda di Kota Soe, untuk menonton atau belajar tari Bonet. Salah satu penyebab utamanya adalah pengaruh perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat. Oleh karena itu, tari Bonet perlu dijaga agar tetap bertahan. Dalam upaya pelestarian, tari Bonet di Kecamatan Kota Soe dilakukan dengan cara mendirikan sanggar seni budaya, mengadakan lomba tari Bonet, pentas seni, pameran budaya, serta sanggar tari, dengan tujuan agar tari Bonet tidak hilang dan tetap hidup dari generasi ke generasi(Kasus et al. n.d.)</p> <p><em>Traditional dance is a form of expression of the human desire to create beauty, based on the cultural background or system of the community that possesses it. One example of such a traditional dance is the Bonet dance. Bonet dance is performed by the Atoni Pah Meto people on Timor Island. This dance reflects the culture, life, and way of life of the Timorese people. Although Bonet dance holds significant value as a means of passing on cultural values from generation to generation, it is now losing ground to more popular modern arts. This is evident in the declining interest of the public, especially young people in Soe City, in watching or learning Bonet dance. One of the main causes is the influence of the rapid development of information technology. Therefore, Bonet dance needs to be preserved to ensure its survival. In Soe City District, Bonet dance preservation efforts are carried out through the establishment of cultural arts studios, Bonet dance competitions, art performances, cultural exhibitions, and dance studios. The goal is to ensure Bonet dance remains alive and well from generation to generation.</em></p>Renya. A. PandieMilka Y. KabuMiseri. C. LiuNaomi UtanYenry Anastasia Pellondou
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101REVITALISASI PEMBELAJARAN ABAD KE-21: TINJAUAN KONSEPTUAL PRINSIP DAN IMPLEMENTASI LEARNER-CENTERED APPROACH (LCA)
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19575
<p><em>The change in the 21st century educational paradigm demands a learning model that is more adaptive, participatory and oriented towards competency development. The Learner-Centered Approach (LCA) is a relevant approach because it places students as active subjects in the learning process. This article aims to conceptually examine the principles of LCA and their implementation in the context of 21st century learning. The method used is a systematic literature review of constructivism theory, progressive pedagogy, 21st century competencies, and LCA practices in various educational contexts. The study results show that LCA is able to increase learning engagement, critical thinking, creativity, collaboration and digital literacy. However, its implementation faces challenges such as educator readiness, technological infrastructure, and traditional learning culture. This article concludes that revitalizing learning through LCA requires pedagogical transformation, institutional collaboration, and continuous development of teacher competency.</em></p> <p>Perubahan paradigma pendidikan abad ke-21 menuntut model pembelajaran yang lebih adaptif, partisipatif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi. Learner-Centered Approach (LCA) menjadi salah satu pendekatan yang relevan karena menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran. Artikel ini bertujuan mengkaji secara konseptual prinsip-prinsip LCA serta implementasinya dalam konteks pembelajaran abad ke-21. Metode yang digunakan ialah kajian literatur sistematis terhadap teori konstruktivisme, pedagogi progresif, kompetensi abad ke-21, serta praktik LCA di berbagai konteks pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa LCA mampu meningkatkan keterlibatan belajar, berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan literasi digital. Namun, penerapannya menghadapi tantangan seperti kesiapan pendidik, infrastruktur teknologi, dan budaya belajar yang masih tradisional. Artikel ini menyimpulkan bahwa revitalisasi pembelajaran melalui LCA menuntut transformasi pedagogis, kolaborasi kelembagaan, serta pengembangan kompetensi guru yang berkelanjutan.</p>Jeni Daiju PadakMaria Indriani SesfaoUlfa Berlina Tungga
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101KONSTRUKSI HUKUM SERTIFIKAT LAIK OPERASI (SLO) BAGI PELANGGAN LISTRIK DAYA RENDAH DALAM PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NOMOR 30 TAHUN 2009 SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PENERIMA SUBSIDI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18505
<p>Penelitian ini menganalisis konstruksi hukum kewajiban Sertifikat Laik Operasi (SLO) bagi pelanggan listrik berdaya rendah, khususnya 450 VA dan 900 VA, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. SLO pada prinsipnya dimaksudkan untuk menjamin keselamatan instalasi listrik dan melindungi kepentingan umum. Namun, penerapan kewajiban tersebut terhadap pelanggan listrik daya rendah menimbulkan persoalan normatif terkait keadilan sosial, proporsionalitas pembebanan biaya, serta perlindungan hukum bagi masyarakat penerima subsidi listrik. Secara empiris, pelanggan listrik dengan daya 450 VA dan 900 VA didominasi oleh kelompok masyarakat prasejahtera, sehingga pemberlakuan kewajiban dan biaya SLO berpotensi bertentangan dengan tujuan kebijakan subsidi listrik dan asas keterjangkauan pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Analisis dilakukan terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009, peraturan pelaksana di bidang ketenagalistrikan, serta doktrin hukum yang berkaitan dengan asas keadilan sosial, perlindungan kelompok rentan, dan peran negara dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan yang meliputi peraturan perundang-undangan, literatur hukum, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan kewajiban SLO bagi pelanggan listrik berdaya 450 VA dan 900 VA belum sepenuhnya mencerminkan asas keadilan dan proporsionalitas apabila diterapkan secara seragam tanpa mempertimbangkan kondisi sosial-ekonomi dan geografis masyarakat. Penerapan tersebut berpotensi menambah beban biaya bagi masyarakat prasejahtera dan menimbulkan ketidaksesuaian dengan tujuan pemberian subsidi listrik oleh negara. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya reformulasi norma dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009, baik melalui pengecualian kewajiban SLO bagi pelanggan listrik daya rendah maupun melalui penyesuaian biaya SLO secara diferensial, guna menjamin perlindungan masyarakat prasejahtera dan mewujudkan keadilan sosial dalam penyelenggaraan ketenagalistrikan nasional.</p> <p><em>This research examines the legal construction of the obligation to obtain an Operation Worthiness Certificate (Sertifikat Laik Operasi/SLO) for low-capacity electricity consumers, particularly those using 450 VA and 900 VA, as regulated under Law Number 30 of 2009 on Electricity. In principle, the SLO is intended to ensure the safety of electrical installations and to protect the public interest. Nevertheless, the imposition of this obligation on low-capacity electricity consumers raises normative concerns related to social justice, the proportionality of cost burdens, and legal protection for recipients of state electricity subsidies. Empirically, electricity consumers with capacities of 450 VA and 900 VA are predominantly drawn from economically disadvantaged groups. Consequently, the enforcement of SLO obligations and associated costs potentially conflicts with the objectives of electricity subsidy policies and the principle of affordability in public service provision. This research employs a normative legal research method using statutory and conceptual approaches. The analysis focuses on the provisions of Law Number 30 of 2009, implementing regulations in the field of electricity, and legal doctrines concerning social justice, the protection of vulnerable groups, and the role of the state in delivering public services. Legal materials are obtained through library research, encompassing legislation, legal literature, and relevant scholarly articles. The findings indicate that the regulation of SLO obligations for electricity consumers with capacities of 450 VA and 900 VA does not fully reflect the principles of justice and proportionality when applied uniformly without regard to the socio-economic and geographical conditions of the community. Such application has the potential to increase financial burdens on disadvantaged groups and to create inconsistencies with the state’s objectives in providing electricity subsidies. Accordingly, this research recommends a reformulation of norms within Law Number 30 of 2009, either by introducing exemptions from SLO obligations for low-capacity electricity consumers or by implementing differentiated SLO cost schemes. Such measures are necessary to ensure the protection of economically disadvantaged communities and to realise social justice in the administration of the national electricity sector.</em></p>DaryantoLio Bijumes
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101JENIS-JENIS PENGEMBANGAN KURIKULUM
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18760
<p>Penelitian ini untuk memahami jenis-jenis pengembangan kurikulum yang mencakup beberapa jenis seperti jenis separated subject curriculim,correlated curriculim dan integrated curriculim.Penelitian ini menggunakan pendekatan yang berbeda -beda seperti Ketiga pendekatan kurikulum tersebut menggambarkan tingkat keterkaitan antara berbagai mata pelajaran, mulai dari yang sepenuhnya terpisah hingga yang terintegrasi penuh. Data yang di kumpulankan melalui wawancara, observasi,dan analisis dokumen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis -jenis pengembangan kurikulum sangat penting dalam proses pembelajaran dan menciptakan lingkungan belajar yang efektif,Namun masih banyak kekurangan dari setiap jenis kurikulum tersebut dan akan banyak tantangan yang di hadapi oleh guru dan siswa.Penilitian ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menghadapi tantangan pada setiap jenis kurikulum dan meningkatkan kemampuan siswa dalam setiap mata pelajaran.</p>Serin Nofrilia NabuasaMaria Indriani SesfaoEtrinsi Rambu Sida
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101ANALISIS EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERNAL UNTUK MENGURANGI RISIKO PADA UMKM: STUDI KASUS PADA TOKO ABC
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18995
<p>Pengendalian internal dirancang untuk memberikan keyakinan memadai bahwa tujuan pengendalian dapat dicapai. Pengendalian internal memiliki peran penting dalam proses bisnis untuk meyakinkan para pemangku kepentingan internal maupun eksternal bahwa tujuan perusahaan dapat dicapai. Dalam implementasi pengendalian internal, analisis sistem yang telah diimplementasikan tersebut diperlukan untuk menilai efektivitasnya dalam meminimalisir risiko-risiko yang dihadapi perusahaan. Toko ABC merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Cimahi, Jawa Barat yang bergerak di bidang jasa tata boga dengan volume pesanan yang cukup tinggi setiap bulannya. Namun, kegiatan operasionalnya masih dilakukan secara manual tanpa sistem pengendalian internal yang memadai, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan, pemborosan bahan baku, dan ketidakefisienan biaya produksi. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengendalian internal pada siklus produksi di Toko ABC. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Analisis dilakukan berdasarkan lima komponen pengendalian internal menurut COSO, yaitu lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal pada Toko ABC belum berjalan secara efektif, terutama dalam aspek penilaian risiko dan aktivitas pengendalian sehingga menimbulkan risiko seperti tidak teratasinya risiko yang dihadapi perusahaan dan diotorisasinya transaksi-transaksi tidak sah.</p> <p><em>Internal control is designed to provide reasonable assurance that control objectives can be achieved. It plays a critical role in business processes by assuring both internal and external stakeholders that organizational objectives are attainable. In practice, an analysis of the implemented internal control system is required to assess its effectiveness in minimizing the risks faced by the company. Toko ABC is a micro, small, and medium-sized enterprise (MSME) located in Cimahi City, West Java, operating in the catering services sector with a relatively high monthly order volume. However, its operational activities are still conducted manually and are not supported by an adequate internal control system. This condition creates the potential for recording errors, wastage of raw materials, and inefficiencies in production costs. Based on these conditions, this study aims to analyze the effectiveness of internal control in the production cycle at Toko ABC. The study employs a qualitative approach with a descriptive method. The analysis is conducted using the five components of internal control according to the COSO framework: control environment, risk assessment, control activities, information and communication, and monitoring. The results indicate that the internal control system at Toko ABC has not been implemented effectively, particularly in the areas of risk assessment and control activities. As a consequence, risks faced by the company are not adequately addressed, and unauthorized transactions may be approved.</em></p>Muhammad Riffat ArraziStevan SukandiElizabeth Tiur Manurung
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101DINAMIKA BUDAYA LOKAL DALAM ERA GLOBALISASI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19365
<p>Penelitian ini menyoroti interaksi antara budaya lokal dan arus globalisasi yang semakin intens di era modern. Budaya lokal, sebagai identitas dan warisan masyarakat, menghadapi tantangan berupa homogenisasi bahasa, pakaian, kuliner, dan adat istiadat, namun sekaligus memperoleh peluang untuk berkembang melalui adaptasi kreatif. Globalisasi membawa pengaruh besar dalam bidang ekonomi, teknologi, dan informasi, yang berdampak pada cara masyarakat memaknai tradisi. Studi kasus di Nusa Tenggara Timur menunjukkan bahwa masyarakat mampu mempertahankan tradisi sambil menyesuaikan diri dengan perubahan, misalnya melalui inovasi tenun ikat, komersialisasi kuliner se’i, serta ritual adat yang dikemas untuk pariwisata. Hasil kajian menegaskan bahwa budaya lokal bersifat dinamis dan relisien, mampu bertransformasi tanpa kehilangan makna spiritual dan sosial. Dengan strategi pelestarian berbasis pendidikan, pemanfaatan media digital, serta kolaborasi antar-pihak, budaya lokal dapat tetap relevan, menjadi sumber kebangaan, dan memperkuat identitas bangsa di tengah arus globalisasi.</p>Bartolomeus Apa LerekLusius Sneo LasarMarianus KaringOswaldus Lambi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA NN. R DENGAN MIOMA UTERI MIOMECTOMI DI RUANGAN JABAL UHUD RUMAH SAKIT UMUM HAJI MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19546
<p>Mioma uteri merupakan neoplasma jinak yang berasal dari proliferasi sel otot polos miometrium dan termasuk salah satu gangguan kesehatan reproduksi yang paling sering ditemukan pada perempuan usia reproduktif hingga masa perimenopause. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai manifestasi klinis, antara lain nyeri pelvis, perdarahan uterus abnormal, anemia, serta keterbatasan dalam aktivitas sehari-hari yang berdampak pada penurunan kualitas hidup pasien. Penatalaksanaan mioma uteri ditentukan oleh beberapa faktor, meliputi usia pasien, ukuran dan lokasi mioma, derajat keparahan gejala, serta kondisi umum pasien. Laporan kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen asuhan kebidanan pada pasien dengan mioma uteri yang menjalani tindakan laparotomi atau miomektomi di RSU Haji Medan. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan laporan kasus. Subjek dalam laporan ini adalah Nn. R berusia 56 tahun dengan diagnosis mioma uteri yang dirawat di Ruang Jabal Uhud RSU Haji Medan pada tahun 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, serta telaah dokumentasi rekam medis. Asuhan kebidanan diberikan berdasarkan pendekatan manajemen kebidanan tujuh langkah Varney. Hasil asuhan menunjukkan bahwa setelah pelaksanaan tindakan operatif dan pemberian pendampingan kebidanan yang komprehensif, kondisi klinis pasien mengalami perbaikan tanpa ditemukannya komplikasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa asuhan kebidanan yang sistematis dan berkesinambungan memiliki peran penting dalam menunjang proses pemulihan pasien mioma uteri pasca tindakan operatif.</p> <p><em>Uterine fibroids are benign neoplasms that originate from the proliferation of smooth muscle cells in the myometrium and are one of the most common reproductive health disorders found in women of reproductive age up to perimenopause. This condition can cause various clinical manifestations, including pelvic pain, abnormal uterine bleeding, anemia, and limitations in daily activities that impact the patient's quality of life. The management of uterine fibroids is determined by several factors, including the patient's age, the size and location of the fibroids, the severity of symptoms, and the patient's general condition. This case report aims to describe the midwifery care management of a patient with uterine fibroids who underwent laparotomy or myomectomy at the Haji Medan General Hospital. The method used was descriptive with a case report approach. The subject in this report was Ms. R, aged 56 years, with a diagnosis of uterine fibroids who was treated in the Jabal Uhud Room at Haji Medan General Hospital in 2025. Data collection was conducted through anamnesis, physical examination, supporting examinations, and review of medical records. Midwifery care was provided based on Varney's seven-step midwifery management approach. The results of the care showed that after the surgical procedure and comprehensive midwifery support, the patient's clinical condition improved without any complications. Thus, it can be concluded that systematic and continuous midwifery care plays an important role in supporting the recovery process of uterine myoma patients after surgery.</em></p>Yeni ApriliaNora C. LumbantoruanSrimaya PurbaMedia MarbunTetti Seriati SitumorangNelly Zahara
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN: TELAAH TEOLOGIS DAN PEDAGOGIS
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19587
<p><em>Curriculum development in Christian Religious Education (PAK) is a fundamental aspect that determines the relevance, depth and transformation of learning for students. This study aims to analyze the core principles in developing the PAK curriculum through theological and pedagogical approaches. Analysis is carried out through literature studies of Biblical foundations, Christian educational philosophy, modern curriculum theory, and contemporary teaching practices. The results of the study show that the development of the PAK curriculum must be rooted in an understanding of humans as the image and likeness of God (imago Dei), while integrating a learning approach that is learner-centered, contextual, holistic and sustainable. A curriculum designed based on these principles not only enriches the cognitive aspects of students, but also facilitates the formation of spirituality, Christian character, and active participation in church and social life. Thus, this article emphasizes that complementary theological and pedagogical principles are very necessary to strengthen the quality of PAK learning in schools and churches</em></p> <p>Pengembangan kurikulum dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK) merupakan aspek fundamental yang menentukan relevansi, kedalaman, dan transformasi pembelajaran bagi peserta didik. Kajian ini bertujuan menganalisis prinsip-prinsip inti dalam pengembangan kurikulum PAK melalui pendekatan teologis dan pedagogis. Analisis dilakukan melalui studi literatur terhadap landasan Alkitabiah, filosofi pendidikan Kristen, teori kurikulum modern, serta praktik pengajaran kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum PAK harus berakar pada pemahaman tentang manusia sebagai gambar dan rupa Allah (imago Dei), sekaligus mengintegrasikan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, kontekstual, holistik, dan berkelanjutan. Kurikulum yang dirancang berdasarkan prinsip-prinsip tersebut tidak hanya memperkaya aspek kognitif peserta didik, tetapi juga memfasilitasi pembentukan spiritualitas, karakter kristiani, dan partisipasi aktif dalam kehidupan bergereja serta bermasyarakat. Dengan demikian, artikel ini menegaskan bahwa prinsip-prinsip teologis dan pedagogis yang saling melengkapi sangat diperlukan untuk memperkuat kualitas pembelajaran PAK di sekolah maupun gereja.</p>Ermince Into HoloMaria Indriani SesfaoRisti Desiana Pasutan
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101KONSEP PEMBEBASAN BAITUL MAQDIS DENGAN ILMU PENGETAHUAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN (ANALISIS TAFSIR AL-AZHAR TERHADAP SURAT AL-ISRA AYAT 1)
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18708
<p>Baitul Maqdis, sebagai kota suci yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan sejarah Islam, memegang peran sentral dalam spiritualitas Islam, Yahudi, dan Kristen. Kota ini menjadi saksi peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dan simbol kiblat pertama umat Islam. Sebagai Ardhul Mubarakah (tanah yang diberkahi), Baitul Maqdis juga menjadi lokasi penting bagi keyakinan Kristen tentang kebangkitan Yesus. Namun, konflik geopolitik, sengketa teritorial, dan pembatasan akses ke Masjid Al-Aqsa mengancam keberlangsungan nilai spiritualnya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis konsep pembebasan Baitul Maqdis dalam Tafsir Al-Azhar Buya Hamka pada Surah Al-Isra’ Ayat 1, dan (2) mengungkap urgensi Baitul Maqdis Baitul Maqdis bagi umat Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji sumber primer seperti Tafsir Al-Azhar, teks hadis, dan literatur sejarah Islam. Analisis tematik diterapkan untuk mengeksplorasi makna simbolis pembebasan Baitul Maqdis dalam perspektif teologis dan historis. Data sekunder meliputi kajian akademis tentang peran Khalifah Umar bin Khattab dan Shalahuddin Al-Ayyubi dalam konteks pembebasan kota suci tersebut. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembebasan Baitul Maqdis dalam Surah Al-Isra’ Ayat 1 bersifat spiritual-transendental, dengan penekanan pada ketaatan total kepada Allah SWT dan integrasi ilmu, iman, serta strategi. Tafsir Hamka menegaskan bahwa kemenangan fisik (seperti pada era Umar dan Shalahuddin) mustahil tercapai tanpa landasan ketakwaan dan pengetahuan. Urgensi Baitul Maqdis terletak pada statusnya sebagai simpul warisan kenabian dan simbol kesatuan tauhid. Rekomendasi mencakup: (1) pengembangan modul pendidikan berbasis narasi integratif Baitul Maqdis, (2) kolaborasi lembaga keagamaan dan akademis untuk merumuskan strategi soft power, serta (3) kajian komparatif tafsir kontemporer yang memasukkan dimensi sosial-politik modern.</p> <p><em>Baitul Maqdis, as the holy city mentioned in the Qur'an and Islamic history, plays a central role in Islamic, Jewish and Christian spirituality. The city witnessed the Isra' Mi'raj of Prophet Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam and the first qibla of Muslims. As Ardhul Mubarakah (blessed land), Baitul Maqdis is also an important location for the Christian belief in the resurrection of Jesus. However, geopolitical conflicts, territorial disputes, and access restrictions to Al-Aqsa Mosque threaten its spiritual value. This study aims to: (1) analyze the concept of liberation of Baitul Maqdis in Tafsir Al-Azhar Buya Hamka on Surah Al-Isra' Verse 1, and (2) reveal the urgency of Baitul Maqdis as the spiritual center and identity of Islam. This research uses a qualitative approach through library research by examining primary sources such as Tafsir Al-Azhar, hadith texts, and Islamic historical literature. Thematic analysis is applied to explore the symbolic meaning of the liberation of Bait al-Maqdis in theological and historical perspectives. Secondary data includes academic studies on the roles of Caliph Umar bin Khattab and Saladin Al-Ayyubi in the context of the liberation of the holy city. The research findings show that the liberation of Baitul Maqdis in Surah Al-Isra' Verse 1 is spiritual-transcendental, with an emphasis on total obedience to Allah SWT and the integration of science, faith, and strategy. Tafsir Hamka emphasizes that physical victory (as in the era of Umar and Saladin) is impossible without the foundation of piety and knowledge. The urgency of Baitul Maqdis lies in its status as a node of prophetic heritage and a symbol of the unity of tawhid. Recommendations include: (1) development of educational modules based on the integrative narrative of Baitul Maqdis, (2) collaboration of religious and academic institutions to formulate soft power strategies, and (3) comparative studies of contemporary interpretations that include modern socio-political dimensions.</em></p>Heri BudiantoRijal Abdul LatifNurhabibi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101PENGATURAN HUKUM PENAMBANGAN GALIAN C MATERIAL NON-LOGAM DALAM PERSPEKTIF HUKUM LINGKUNGAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18780
<p>Penambangan Galian C material non-logam memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi daerah. Namun demikian, aktivitas penambangan tersebut juga mengandung potensi risiko serius terhadap kelestarian lingkungan hidup dan ketertiban tata ruang wilayah. Kondisi ini menuntut adanya pengaturan hukum yang jelas, terpadu, dan konsisten antara rezim hukum pertambangan, hukum lingkungan, dan hukum tata ruang. Kenyataannya, pengaturan penambangan Galian C masih menunjukkan adanya tumpang tindih norma, perbedaan pendekatan pengaturan, serta potensi konflik kewenangan yang berimplikasi pada ketidakpastian hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum penambangan Galian C material non-logam dalam perspektif hukum pertambangan, hukum lingkungan, dan hukum tata ruang, serta mengkaji sejauh mana keterpaduan pengaturan tersebut dalam sistem hukum nasional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan di bidang pertambangan, perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, serta penataan ruang, serta bahan hukum sekunder berupa literatur hukum dan artikel jurnal ilmiah yang terindeks Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan hukum penambangan Galian C material non-logam belum sepenuhnya terintegrasi secara sistemik. Hukum pertambangan cenderung menekankan aspek pemanfaatan sumber daya alam dan kepastian usaha, sementara hukum lingkungan berorientasi pada prinsip pencegahan dan perlindungan ekologis, serta hukum tata ruang menitikberatkan pada kesesuaian pemanfaatan ruang. Perbedaan orientasi pengaturan tersebut berpotensi menimbulkan ketidaksinkronan norma dalam praktik pemberian izin dan pengawasan penambangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan penguatan harmonisasi pengaturan hukum penambangan Galian C material non-logam melalui penafsiran sistematis dan integratif antar rezim hukum, guna menjamin kepastian hukum, perlindungan lingkungan hidup, serta keberlanjutan pemanfaatan ruang. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan hukum sumber daya alam dan menjadi rujukan bagi pembentuk kebijakan dalam merumuskan pengaturan penambangan yang berkeadilan dan berkelanjutan.</p> <p><em>The mining of non-metallic Class C minerals plays a strategic role in supporting infrastructure development and regional economic growth. Nevertheless, such mining activities also entail serious potential risks to environmental sustainability and the orderly use of spatial planning. This condition necessitates a clear, integrated, and consistent legal framework that aligns mining law, environmental law, and spatial planning law. In practice, the regulation of Class C mining continues to exhibit normative overlap, divergent regulatory approaches, and potential conflicts of authority, all of which contribute to legal uncertainty. This study aims to analyse the legal regulation of non-metallic Class C mineral mining from the perspectives of mining law, environmental law, and spatial planning law, and to examine the extent to which these regulatory regimes are integrated within the national legal system. The research adopts a normative legal research method, employing statutory and conceptual approaches. The legal materials consist of primary legal sources in the fields of mining, environmental protection and management, and spatial planning, as well as secondary legal materials in the form of legal literature and scholarly journal articles indexed in Google Scholar. The findings indicate that the legal regulation of non-metallic Class C mineral mining has not yet been fully integrated in a systemic manner. Mining law tends to emphasise the utilisation of natural resources and business certainty, environmental law focuses on preventive principles and ecological protection, while spatial planning law prioritises conformity with designated land-use plans. These differing regulatory orientations have the potential to generate normative inconsistencies in licensing and supervisory practices. This study concludes that strengthening the harmonisation of legal regulations governing non-metallic Class C mineral mining through systematic and integrative legal interpretation across regulatory regimes is essential to ensure legal certainty, environmental protection, and the sustainability of spatial utilisation. The study is expected to contribute conceptually to the development of natural resources law and to serve as a reference for policymakers in formulating fair and sustainable mining regulations.</em></p>Andy SetiawanNanik Sutarni
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KEPERCAYAAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN E-COMMERCE DI INDONESIA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19340
<p>Pertumbuhan e-commerce di Indonesia mengalami peningkatan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, tingginya persaingan menuntut pelaku usaha untuk memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan kepercayaan terhadap kepuasan pelanggan e-commerce di Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei terhadap 150 responden pengguna e-commerce. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan software SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan (β=0,412, p<0,05). Kepercayaan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan (β=0,389, p<0,05). Secara simultan, kualitas pelayanan dan kepercayaan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan sebesar 67,8% (R²=0,678). Penelitian ini merekomendasikan agar pelaku usaha e-commerce meningkatkan kualitas pelayanan melalui optimalisasi user interface, kecepatan pengiriman, dan responsivitas customer service, serta membangun kepercayaan melalui sistem keamanan yang baik dan transparansi informasi.</p> <p><em>The growth of e-commerce in Indonesia has experienced rapid increase in recent years. However, high competition requires business actors to pay attention to factors that influence customer satisfaction. This study aims to analyze the influence of service quality and trust on e-commerce customer satisfaction in Indonesia. The research method uses a quantitative approach with survey techniques on 150 e-commerce user respondents. Data were analyzed using multiple linear regression analysis with SPSS 25 software. The results showed that service quality has a positive and significant effect on customer satisfaction (β=0.412, p<0.05). Trust also has a positive and significant effect on customer satisfaction (β=0.389, p<0.05). Simultaneously, service quality and trust affect customer satisfaction by 67.8% (R²=0.678). This study recommends that e-commerce business actors improve service quality through user interface optimization, delivery speed, and customer service responsiveness, as well as build trust through good security systems and information transparency.</em></p>Danda WiranataMuhammad WildanFaisal AsmenAulia Rahmadani Sahputra Ritonga
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101STRATEGI INFLUENCER MARKETING DALAM MENINGKATKAN BRAND AWARENESS PADA E-COMMERCE LOKAL DI INDONESIA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19416
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas strategi influencer marketing terhadap peningkatan brand awareness pada platform e-commerce lokal di Indonesia, serta membandingkan dampak antara penggunaan macro-influencer dan micro-influencer. Latar belakang penelitian ini didasari oleh tingginya persaingan industri e-commerce pasca-pandemi yang menuntut strategi pemasaran digital yang lebih adaptif. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan menyebarkan kuesioner kepada 150 responden pengguna aktif e-commerce lokal di Jabodetabek. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredibilitas influencer dan relevansi konten berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand awareness. Temuan menarik menunjukkan bahwa micro-influencer memiliki tingkat engagement dan kepercayaan yang lebih tinggi dibandingkan macro-influencer dalam konteks produk lokal. Kesimpulan dari penelitian ini menyarankan agar pelaku e-commerce lokal lebih memprioritaskan kolaborasi jangka panjang dengan influencer yang memiliki audiens niche yang relevan daripada sekadar mengejar jumlah pengikut.</p> <p><em>This study aims to analyze the effectiveness of influencer marketing strategies on increasing brand awareness in local e-commerce platforms in Indonesia, and to compare the impact between the use of macro-influencers and micro-influencers. The background of this research is based on the high competition in the e-commerce industry post-pandemic which demands more adaptive digital marketing strategies. The research method used is quantitative descriptive by distributing questionnaires to 150 active local e-commerce user respondents in Jabodetabek. Data analysis used Structural Equation Modeling (SEM) with SmartPLS software. The results showed that influencer credibility and content relevance had a positive and significant effect on brand awareness. Interesting findings show that micro-influencers have higher engagement and trust levels than macro-influencers in the context of local products. The conclusion of this study suggests that local e-commerce players should prioritize long-term collaboration with influencers who have relevant niche audiences rather than just chasing follower counts.</em></p>Bagas RahmadaniSri EvayaniSiti WahyuniFaisal Asmen
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101ANALISIS KEJAHATAN GENOSIDA DALAM KONFLIK RWANDA 1994
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19565
<p><em>Genocide constitutes one of the gravest categories of international offenses, characterized by deliberate and systematic actions intended to eliminate a particular human group defined by national, ethnic, racial, or religious characteristics. Within the framework of international criminal law, genocide is regarded as an exceptional crime because of its organized execution, large-scale impact, and its direct threat to the survival of an entire group. This research seeks to explore the definition and essential elements of genocide under international criminal law and to assess their implementation in the context of the 1994 genocide in Rwanda. The study applies a normative legal research method using statutory and conceptual analyses by reviewing primary and secondary legal sources, such as the 1948 Convention on the Prevention and Punishment of the Crime of Genocide, the 1998 Rome Statute of the International Criminal Court, and decisions issued by the International Criminal Tribunal for Rwanda (ICTR). The results demonstrate that the presence of specific intent (dolus specialis) serves as the key element distinguishing genocide from other forms of international crimes. Moreover, the Rwandan case highlights the critical role of individual criminal accountability within the system of international criminal justice.</em></p> <p>Genosida merupakan salah satu bentuk kejahatan internasional paling serius, yang ditandai dengan tindakan yang dilakukan secara sengaja dan sistematis untuk memusnahkan suatu kelompok manusia berdasarkan identitas nasional, etnis, ras, atau agama. Dalam kerangka hukum pidana internasional, genosida dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa karena pelaksanaannya yang terorganisasi, berdampak luas, serta mengancam keberlangsungan hidup suatu kelompok secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dan unsur-unsur pembentuk genosida dalam perspektif hukum pidana internasional, serta menelaah penerapannya dalam peristiwa genosida Rwanda tahun 1994. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual melalui penelaahan bahan hukum primer dan sekunder, antara lain Konvensi Pencegahan dan Penghukuman Kejahatan Genosida tahun 1948, Statuta Roma tahun 1998, serta putusan-putusan International Criminal Tribunal for Rwanda (ICTR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur niat khusus (dolus specialis) merupakan faktor utama yang membedakan genosida dari kejahatan internasional lainnya. Selain itu, genosida Rwanda menegaskan pentingnya prinsip pertanggungjawaban pidana individual dalam hukum pidana internasional.</p>FaturohmanMochamad Reggy SyahOkti Siti AwaliahTarmiziMohamad Dian Ferriawan
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA TERINTEGRASI AL-QUR'AN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DI SMA ISLAM TERPADU RAUDHATUL ULUM
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19662
<p>Kurikulum dengan pendekatan saintifik ini lebih menitik beratkan tentang penggunaan bahan ajar dengan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di semua bidang studi yang diajarkan guru. Kenyataannya pembelajaran fisika lebih sering dilakukan dengan membaca buku dan menghafal persamaan-persamaan dan siswa kurang berinteraksi dengan lingkungan sekitar untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam memecahakan masalah fisika. Solusi alternative dari permasalahan ini adalah pengembangan bahan ajar digital berupa E-modul untuk mata pelajaran fisika. Sebelum mengembangkan bahan ajar tersebut, perlu diadakan pendahuluan dari penelitian utama tentang pengembangan bahan ajar digital. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis kebutuhan untuk merancang draft bahan ajar fisika berupa E-modul berbasis Al-Quran. Adapun manfaat dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis kebutuhan bahan ajar digital untuk mata pelajaran fisika. Metode penelitian yang digunakan kualitatif deskriptif dengan objek penelitian peserta didik kelas XI I SMA Islam Terpadu berjumlah 52 peserta didik. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan angket. Analisis kebutuhan dilakukan untuk mengidentifikasi ruang lingkup guru, sarana dan prasarana serta mengidentifikasi karakteristik peserta didik. Hasil penelitian ini terdapat 93,3% peserta didik setuju apabilah dikembangkannya bahan ajar digital seperti E-modul materi Fisika Berbasis Al-Qur’an dan 90% peserta didik setuju apabilah dikembangkannya bahan ajar digital seperti E-modul Fisika. Hal tersebut memberikan gambaran nyata tentang perlunya pengembangan sumber belajar digital untuk materi Fisika berbasis Al-Quran pada peserta didik di SMA Islam Terpadu Raudhatul Ulum.</p>Erwin PratamaJannatul HusnaMuhammad Chirzin
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101PERMASALAHAN PENGAKUAN PENDAPATAN PADA TRANSAKSI KONSINYANSI DALAM PRAKTIK AKUNTANSI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18734
<p>Transaksi konsinyasi adalah jenis kerja sama bisnis dengan fitur unik, terutama dalam hal pengakuan pendapatan. Ketidaktepatan dalam menentukan waktu pengakuan pendapatan sering menyebabkan masalah dalam akuntansi. Ini terutama berlaku ketika barang dikirim kepada pihak consignee dianggap sebagai dasar pengakuan pendapatan. Namun, berdasarkan IFRS 15 dan PSAK 72, pengakuan pendapatan hanya dapat dilakukan setelah pengendalian barang telah ditransfer kepada pelanggan akhir. Penelitian ini menyelidiki masalah pengakuan pendapatan transaksi konsinyasi secara menyeluruh. Sistematic Literature Review (SLR) digunakan untuk melakukan penelitian dengan memeriksa artikel jurnal ilmiah, buku teks akuntansi, dan publikasi profesional yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan pengakuan pendapatan konsinyasi biasanya disebabkan oleh pemahaman yang buruk tentang konsep pengendalian, kelemahan sistem pelaporan dan pengendalian internal, dan peran yang tidak jelas antara principal dan agen. Hasil ini menegaskan bahwa penerapan PSAK 72 secara teratur dan penguatan sistem pelaporan sangat penting untuk memastikan bahwa laporan keuangan yang dihasilkan mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya dan memiliki kualitas informasi yang dapat diandalkan.</p> <p><em>Consignment transactions are a type of business cooperation with unique features, especially in terms of revenue recognition. Inaccuracies in determining the timing of revenue recognition often cause problems in accounting. This is especially true when goods are shipped to the consignee as the basis for revenue recognition. However, based on IFRS 15 and PSAK 72, revenue recognition can only be made after control of the goods has been transferred to the end customer. This study investigates the issue of revenue recognition in consignment transactions comprehensively. A Systematic Literature Review (SLR) was used to conduct the research by examining scientific journal articles, accounting textbooks, and relevant professional publications. The results of the study show that errors in recognizing consignment revenue are usually caused by a poor understanding of the concept of control, weaknesses in reporting and internal control systems, and unclear roles between the principal and the agent. These results confirm that the regular application of PSAK 72 and the strengthening of reporting systems are very important to ensure that the financial statements produced reflect the actual economic conditions and have reliable information quality.</em></p>Nur Anita Chandra PutryUmi WahidahMelina AdiliaHanifah Nur 'AainiIcha Anggreina Ramadhani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101ANALISIS EFEKTIVITAS ORGANISASI BERDASARKAN LAPORAN HASIL KINERJA KEMENTERIAN PADA KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18821
<p>Evaluasi efektivitas kelembagaan merupakan elemen penting dalam menilai kinerja organisasi publik, khususnya kementerian yang memiliki mandat strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kelembagaan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) berdasarkan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun 2024 dengan menggunakan Model Efektivitas Organisasi Georgopoulos dan Tannenbaum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian pustaka dan analisis dokumen, dengan LAKIP sebagai sumber data utama yang merepresentasikan capaian kinerja, pengelolaan sumber daya, serta tata kelola internal kementerian. Analisis difokuskan pada empat dimensi efektivitas organisasi, yaitu goal attainment, internal integration, external adaptation, dan resource utilization. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum Kemenkumham memiliki tingkat efektivitas kelembagaan yang tinggi, terutama pada dimensi pencapaian tujuan dan adaptasi eksternal, yang tercermin dari capaian indikator kinerja strategis serta peningkatan persepsi publik terhadap kualitas layanan. Namun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi sejumlah tantangan pada aspek integrasi internal dan pemanfaatan sumber daya, khususnya terkait pengelolaan aset, koordinasi antar-unit kerja, dan ketimpangan capaian kinerja antar wilayah. Temuan ini menegaskan bahwa evaluasi efektivitas kelembagaan tidak hanya bergantung pada capaian indikator kinerja agregat, tetapi juga pada konsistensi tata kelola internal dan keberlanjutan kinerja organisasi.</p>Audrey Sheryl Giovani WillemNi Putu Karnhura Wetarani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101PERAN LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DALAM RITUAL BELIS BAGI KOMUNITAS SUKU TIMOR SOE
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19362
<p>Ritual belis merupakan bagian penting dalam sistem perkawinan adat masyarakat suku Timor Soe yang memiliki makna sosial, budaya, dan simbolik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran laki-laki dan perempuan dalam ritual belis serta makna sosial dan gender yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif etnografis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap tokoh adat serta masyarakat yang terlibat langsung dalam pelaksanaan ritual belis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laki-laki berperan dalam musyawarah adat, pengambilan keputusan, dan penyediaan belis, sedangkan perempuan berperan dalam persiapan ritual, pengelolaan simbol adat, serta pewarisan nilai budaya. Pembagian peran tersebut mencerminkan relasi gender yang bersifat saling melengkapi. Ritual belis tidak dimaknai sebagai transaksi ekonomi, melainkan sebagai simbol penghargaan terhadap perempuan dan pengikat hubungan kekerabatan dalam masyarakat suku Timor Soe.</p> <p><em>The belis ritual is an important part of the traditional marriage system of the Timorese people, possessing social, cultural, and symbolic significance. This study aims to explain the roles of men and women in the belis ritual and the social and gender meanings contained within it. The study used a qualitative approach with a descriptive ethnographic approach. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies of traditional leaders and community members directly involved in the belis ritual. The results show that men play a role in customary deliberations, decision-making, and the provision of belis, while women play a role in ritual preparation, management of traditional symbols, and the inheritance of cultural values. This division of roles reflects a complementary gender relationship. The belis ritual is not interpreted as an economic transaction, but rather as a symbol of respect for women and a bond of kinship in the Timorese people. </em></p>Sandriana Adirta LudjiStevani BabisRino BenuAnjeli TefaYenry Anastasia Pellondou
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101TANGGUNG JAWAB DIREKSI PERSEROAN TERBATAS ATAS KERUGIAN PERUSAHAAN DITINJAU DARI PRINSIP FIDUCIARY DUTY
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19538
<p>Direksi dalam perseroan terbatas memiliki peran strategis dalam pengelolaan perusahaan serta pengambilan keputusan bisnis. Namun, tidak seluruh keputusan yang diambil selalu menghasilkan keuntungan, karena dalam praktiknya keputusan tersebut dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Kondisi ini menimbulkan permasalahan hukum terkait batas pertanggungjawaban direksi atas kerugian yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tanggung jawab direksi terhadap kerugian perusahaan berdasarkan prinsip fiduciary duty. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan yang mengatur perseroan terbatas, sedangkan bahan hukum sekunder meliputi buku teks hukum, jurnal ilmiah, dan artikel akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa direksi dapat dimintai pertanggungjawaban hukum apabila kerugian perusahaan disebabkan oleh kelalaian atau tindakan yang melanggar prinsip fiduciary duty, khususnya kewajiban kehati-hatian dan loyalitas. Sebaliknya, direksi tidak dapat dimintai pertanggungjawaban apabila kerugian timbul sebagai akibat dari risiko bisnis yang diambil secara itikad baik dan sesuai dengan prinsip business judgment rule. Dengan demikian, prinsip fiduciary duty berfungsi sebagai instrumen hukum untuk menyeimbangkan kebebasan direksi dalam mengambil keputusan dengan perlindungan terhadap kepentingan perusahaan.</p> <p><em>The board of directors in a limited liability company holds a central position in conducting management functions and determining strategic business policies. In practice, the decisions taken by directors do not always generate financial gains and may, under certain circumstances, cause losses to the company. This condition gives rise to legal issues concerning the extent of directors’ responsibility for such losses. This research examines the accountability of directors for company losses based on the fiduciary duty principle. The study applies a normative legal research method using statutory and conceptual approaches. Primary legal sources consist of legislation governing limited liability companies, while secondary sources include legal textbooks, scholarly journals, and relevant academic publications. The findings indicate that directors may be legally responsible when company losses arise from negligence or actions that breach fiduciary obligations, particularly the duties of care and loyalty. On the other hand, directors cannot be held liable for losses resulting from business decisions made prudently and in good faith under the business judgment rule. Therefore, the fiduciary duty principle functions as a legal framework to ensure a fair balance between managerial discretion and the protection of corporate interests.</em></p>Haicel MuhammadMuhammad Dzikri Fadli Ramadhan Enjum JumhanaMuhammad Rizki MusliarozaAgus Umar SholehFathanusalasFarthurrahman
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101PENGEMBANGAN INOVASI REBRANDING DAN REMARKETING TERHADAP UMKM KOPITIAM PORT 99
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19583
<p>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, namun masih menghadapi tantangan dalam hal daya saing dan pemasaran. Kopitiam Port 99 sebagai salah satu UMKM di sektor kuliner mengalami keterbatasan dalam identitas merek dan strategi pemasaran yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi melalui strategi rebranding dan remarketing guna meningkatkan citra merek, daya tarik konsumen, serta penjualan Kopitiam Port 99. Metode yang digunakan meliputi analisis kondisi awal usaha, perancangan identitas visual baru, penguatan nilai merek, serta penerapan strategi pemasaran digital dan offline. Hasil dari pengembangan ini menunjukkan bahwa penerapan rebranding dan remarketing mampu meningkatkan brand awareness, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan minat beli konsumen. Dengan demikian, inovasi rebranding dan remarketing dapat menjadi solusi strategis bagi UMKM dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin kompetitif.</p>Kelvin YovankaGolan Hasan
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101KARAKTERISTIK PRODUK BAGEA FORTIFIKASI NANOKALSIUM IKAN TERI JENGKI (Stolephorus indicus)
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18699
<p>Ikan teri jengki (Stolephorus indicus) dimanfaatkan sebagai olahan ikan teri kering sebesar 51.4% dan masih terbatas pada diversifikasi produk. Diversifikasi produk berbahan baku ikan teri kering perlu dilakukan untuk pemenuhan gizi protein dan mineral. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakteristik nanokalsium ikan teri jengki kering, karakteristik produk kue bagea fortifikasi nanokalsium ikan teri jengki kering berdasarkan parameter organoleptik kenampakkan tekstur, warna, aroma dan rasa, kadar kimia meliputi kadar kalsium dan daya larut air. Metode eksperimen dengan 4 taraf perlakuan dengan 2 kali ulangan yaitu P0 (tepung sagu 100 gr : nanokalsium 0 gr), P1 (tepung sagu 85 gr : nanokalsium 15 gr), P2 (tepung sagu 75 gr : nanokalsium 25 gr), P3 (tepung sagu 65 gr : nanokalsium 35 gr). Parameter yang diuji meliputi karakteristik nanokalsium, pengujian produk kue bagea fortifikan (organoleptik), kadar kimia kadar kalsium dan daya larut air. Metode penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dianalisis dengan ANOVA dan diuji lanjut Duncan. Data organoleptik dirancang dengan Kruskal-wallis yang dianalisis dengan K-Independent dan diuji lanjut Duncan. Hasil penelitian diperoleh karakteristik nanokalsium teri jengki kering diperoleh ukuran 464,94 nm – 14,76 nm. Parameter organoleptik menunjukkan bahwa produk kue bagea fortifikasi nanokalsium ikan teri jengki kering berpengaruh nyata (p<0.05) terhadap semua parameter yaitu kenampakkan, warna, aroma, rasa, dan tekstur. Fortifikasi nanokalsium ikan teri jengki kering dapat meningkatkan kadar kalsium sebesar 0,2140 mg/g – 0,4335 mg/g. Daya larut air berkisar 2,57% - 3,20%. Produk kue bagea yang direkomendasikan berdasarkan parameter organoleptik dan kadar kalsium yaitu pada perlakuan P1 (tepung sagu 85 gr : nanokalsium 15 gr) namun pada daya larut air direkomendasikan pada pada perlakuan P3 (tepung sagu 65 gr : nanokalsium 35 gr). Berdasarkan Standard Nasional Indonesia (SNI) Nomor 01-3729-1995 tentang kue kering, bahwa produk kue bagea fortifikasi nanokalsium teri jengki kering sudah memenuhi standard secara organoleptik yaitu bau dan rasa pada kue bagea normal dan tidak tengik.</p> <p><em>Anchovy jengki (Stolephorus indicus) is utilized as processed dried anchovy by 51.4% and is still limited to product diversification. Diversification of products made from dried anchovy needs to be done to fulfill protein and mineral nutrition. This study aims to characterize nanocalcium of dried anchovy jengki, characteristics of bagea cake products fortified with nanocalcium of dried anchovy jengki based on organoleptic parameters of texture, color, aroma and taste, chemical content including calcium content and water solubility. Experimental method with 4 levels of treatment with 2 replications, namely P0 (sago flour 100 gr: nanocalcium 0 gr), P1 (sago flour 85 gr: nanocalcium 15 gr), P2 (sago flour 75 gr: nanocalcium 25 gr), P3 (sago flour 65 gr: nanocalcium 35 gr). The parameters tested include the characteristics of nanocalcium, testing of fortified bagea cake products (organoleptic), chemical content of calcium and water solubility. This research method was designed using a Completely Randomized Design (CRD) which was analyzed by ANOVA and further tested by Duncan. Organoleptic data was designed with Kruskal-wallis which was analyzed by K-Independent and further tested by Duncan. The results of the study obtained the characteristics of dried anchovy nanocalcium obtained a size of 464.94 nm - 14.76 nm. Organoleptic parameters showed that the fortified bagea cake product with dried anchovy nanocalcium had a significant effect (p <0.05) on all parameters, namely appearance, color, aroma, taste, and texture. Fortification of dried anchovy nanocalcium can increase calcium levels by 0.2140 mg / g - 0.4335 mg / g. Water solubility ranges from 2.57% - 3.20%. Recommended bagea cake products based on organoleptic parameters and calcium content are in treatment P1 (sago flour 85 gr: nanocalcium 15 gr) but in water solubility it is recommended in treatment P3 (sago flour 65 gr: nanocalcium 35 gr). Based on the Indonesian National Standard (SNI) Number 01-3729-1995 concerning dry cakes, that the bagea cake product fortified with nanocalcium of dried anchovies has met the organoleptic standards, namely the smell and taste of bagea cakes are normal and not rancid.</em></p>Ardiansyah LaluRita Masruci HarmainRahim Husain
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101PENGEMBANGAN BUTIR SOAL HOTS PADA PENDIDIKAN TINGGI: MODEL BERBASIS STIMULUS, PENALARAN, DAN ANALISIS BUTIR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18774
<p>Penguatan Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada pendidikan tinggi menuntut asesmen yang mampu mengukur penalaran, pengambilan keputusan berbasis bukti, dan kemampuan merancang solusi dalam konteks keilmuan yang autentik. Tantangan umum di perguruan tinggi ialah penyusunan butir yang tampak kompleks namun tidak benar-benar menilai penalaran (misalnya hanya memperpanjang stem atau menaikkan kesulitan hitung). Artikel ini menyajikan model terpadu penyusunan butir HOTS untuk mahasiswa melalui kajian pustaka dan sintesis kerangka teoretik taksonomi kognitif, constructive alignment, prinsip penulisan item, serta standar kualitas tes dan interpretasi skor. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka naratif dengan analisis tematik untuk merumuskan langkah operasional, kriteria stimulus, desain tugas (task), dan prosedur penjaminan mutu. Hasil kajian merumuskan delapan tahap pengembangan butir HOTS (penyelarasan capaian pembelajaran, indikator C4-C6, desain stimulus, perumusan task, pemilihan format, penyusunan kunci/rubrik, telaah ahli, uji coba dan analisis butir). Artikel ini juga menyediakan contoh butir pilihan ganda berbasis kasus dan soal uraian berbasis desain solusi, lengkap dengan rubrik analitik dan checklist telaah. Implikasi praktisnya adalah penyusunan asesmen HOTS yang lebih sahih, adil, dan selaras dengan capaian pembelajaran lulusan di pendidikan tinggi.</p> <p><em>Strengthening Higher Order Thinking Skills (HOTS) in higher education requires assessments that can capture reasoning, evidence-based decision making, and solution design in authentic disciplinary contexts. A recurring challenge in universities is the construction of items that appear complex yet fail to elicit higher-order reasoning (e.g., lengthy stems or inflated computational burden). This paper proposes an integrated model for HOTS item development for undergraduate students through a narrative literature review and thematic synthesis of key frameworks: the revised Bloom's taxonomy, constructive alignment, item-writing principles, and testing standards for validity-oriented score interpretation. The study synthesizes operational steps, stimulus quality criteria, task design patterns, and quality assurance procedures. The proposed model comprises eight stages: alignment with learning outcomes, C4-C6 indicator specification, stimulus design, task formulation, format selection, key/rubric development, expert review, and pilot testing with item analysis. We also provide sample case-based multiple-choice items and design-oriented essay tasks with analytic rubrics and a review checklist. The model supports more valid, fair, and outcome-aligned HOTS assessment practices in higher education.</em></p>Reva Arda Try PradimaErdhita OktrifiantyMohammad Zenith Zacky AyyashriZulfa Muthia BilqisUlfa Tuzzami
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101PENERAPAN KONSEP PRODUKSI BERSIH DAN MINIMASI LIMBAH PADA INDUSTRI RUMAHAN BAWANG GORENG DI KABUPATEN KUBU RAYA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19168
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan konsep produksi bersih dan minimasi limbah pada industri rumahan bawang goreng di Kabupaten Kubu Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi langsung dan wawancara untuk mengidentifikasi aliran proses produksi, jenis limbah yang dihasilkan, serta potensi pemanfaatan limbah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa limbah utama yang dihasilkan berupa kulit bawang merah dan minyak jelantah. Kulit bawang merah dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan kompos, zat pewarna alami serta tambahan pakan ternak, sedangkan minyak jelantah dapat diolah menjadi sabun dan lilin aromaterapi. Selain itu, penerapan sistem reuse air dalam proses perendaman dan penggunaan alat peniris stainless steel mampu mengurangi timbulan limbah cair dan padat. Dari hasil analisis ekonomi sederhana, penerapan teknologi bersih memberikan keuntungan finansial yang signifikan dengan peningkatan pendapatan dari produk olahan limbah. Penerapan konsep produksi bersih terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi produksi serta mewujudkan industri bawang goreng yang ramah lingkungan.</p> <p><em>This study aims to apply the concept of cleaner production and waste minimization in home-based fried shallot industries in Kubu Raya Regency. The research employed a qualitative descriptive method through direct observation and interviews to identify the production flow, types of waste generated, and potential waste utilization. The results show that the main wastes produced are shallot skins and used cooking oil. Shallot skins can be utilized as raw materials for compost, natural dyes, and animal feed supplements, while used cooking oil can be processed into soap and aromatherapy candles. In addition, the implementation of water reuse systems in the soaking process and the use of stainless-steel oil drainers effectively reduce the generation of liquid and solid waste. Based on a simple economic analysis, the application of cleaner technology provides significant financial benefits by increasing income from processed waste products. The implementation of the cleaner production concept has proven effective in improving production efficiency and realizing an environmentally friendly fried shallot industry.</em></p>Annisa Olga SadinaRachmania PuspitaIsna Apriani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101PENELITIAN TENTANG PENERAPAN SISTEM INFORMASI DAN KOMUNIKASI TERHADAP MASYARAKAT PUJUD
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19386
<p>Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membawa perubahan signifikan dalam tata kelola pemerintahan, termasuk pada tingkat desa. Desa Pujud sebagai salah satu desa yang terus berkembang perlu memanfaatkan sistem informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, transparansi, serta partisipasi masyarakat. Jurnal ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep sistem informasi dan komunikasi di Desa Pujud, menjelaskan fungsi dan tujuannya, serta menguraikan hasil yang diharapkan dari penerapan sistem tersebut.</p>ArmiraWeni MulyasariFaisal Asmen
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101THE INFLUENCE OF CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PROGRAMS BASED ON ISO 26000 AND GRI STANDARDS ON CORPORATE BUSINESS STRATEGY: A QUALITATIVE CASE STUDY OF PT ADARO ENERGY INDONESIA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19560
<p><em>Corporate Social Responsibility (CSR) has increasingly evolved from a philanthropic initiative into a strategic governance mechanism, particularly within resource-intensive industries such as mining and energy. Corporations operating in these sectors are subject to heightened environmental, social, and regulatory pressures, requiring CSR to be systematically integrated into business strategy. This study examines the influence of CSR programs aligned with ISO 26000 and Global Reporting Initiative (GRI) Standards on corporate business strategy, using PT Adaro Energy Indonesia as an in-depth qualitative case study. Employing a descriptive qualitative methodology and document-based analysis, this research evaluates CSR implementation and disclosure based on sustainability reports, academic literature, and regulatory frameworks. The findings indicate that Adaro’s CSR initiatives are institutionally embedded within its corporate strategy through centralized governance, stakeholder engagement, and alignment with national sustainability priorities. However, challenges remain in the consistency of sustainability reporting, environmental materiality disclosure, and occupational health and safety risk mitigation. This study contributes to international CSR and management literature by demonstrating how global CSR frameworks can enhance strategic legitimacy, risk management, and long-term value creation in emerging economies.</em></p>Ratih Permanasari
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101KEJAHATAN TERHADAP KEMANUSIAAN DAN PERAN MAHKAMAH PIDANA INTERNASIONAL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19608
<p>Kejahatan terhadap kemanusiaan merupakan salah satu bentuk kejahatan internasional paling serius karena dilakukan secara meluas atau sistematis terhadap penduduk sipil serta melanggar hak-hak dasar manusia yang bersifat non-derogable. Kejahatan ini tidak hanya mencerminkan kegagalan negara dalam memberikan perlindungan terhadap warga negaranya, tetapi juga menimbulkan kepentingan hukum bagi masyarakat internasional secara keseluruhan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep kejahatan terhadap kemanusiaan serta mengkaji peran Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) dalam menangani kejahatan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, Statuta Roma 1998, serta literatur hukum pidana internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa ICC memiliki peran strategis dalam menegakkan akuntabilitas pidana individual, mencegah impunitas, dan melengkapi sistem peradilan nasional melalui prinsip komplementaritas. Namun demikian, peran ICC masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan yurisdiksi, ketergantungan pada kerja sama negara, serta tekanan politik internasional. Oleh karena itu, penguatan kerja sama internasional dan peran aktif masyarakat sipil menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas ICC dalam menegakkan keadilan internasional.</p> <p><em>Crimes against humanity are among the most serious forms of international crimes, committed widely or systematically against civilians and violating basic, non-derogable human rights. These crimes not only reflect a state's failure to protect its citizens but also raise legal concerns for the international community as a whole. This article aims to analyze the concept of crimes against humanity and examine the role of the International Criminal Court (ICC) in addressing these crimes. The research method used is normative juridical, with a legislative and conceptual approach, through a literature review of legislation, the 1998 Rome Statute, and international criminal law literature. The study's findings indicate</em> <em>that the ICC plays a strategic role in upholding individual criminal accountability, preventing impunity, and complementing national justice systems through the principle of complementarity. However, the ICC's role still faces various challenges, such as limited jurisdiction, dependence on state cooperation, and international political pressure. Therefore, strengthening international cooperation and the active role of civil society are crucial factors in supporting the ICC's effectiveness in upholding international justice.</em></p>Virda Sofiatul HusnaHanum FebrianaFaturohmanAat Nuraini AgustinRaihan Adhi Saputra
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101UNIFIKASI MUSHAF USMANI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18730
<p>Unifikasi Mushaf ‘Utsmani merupakan tonggak penting dalam sejarah pelestarian Al-Qur’an. Artikel ini mengkaji latar belakang historis, proses metodologis, serta dampak dan relevansi unifikasi mushaf yang dilakukan pada masa Khalifah ‘Utsman bin ‘Affan. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan menelaah sumber-sumber klasik ‘ulūm al-Qur’ān dan literatur sejarah Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa unifikasi Mushaf ‘Utsmani berhasil menjaga keaslian teks Al-Qur’an, meredam potensi konflik akibat perbedaan bacaan, serta menjadi fondasi utama bagi qirā’āt mutawātir yang sah. Hingga kini, Mushaf ‘Utsmani tetap menjadi standar utama dalam penulisan dan digitalisasi Al-Qur’an di dunia Islam.</p> <p><em>The unification of the ‘Uthmānic Mushaf represents a crucial milestone in the history of the Qur’an’s preservation. This article examines the historical background, methodological process, and long-term implications of the unification undertaken during the caliphate of ‘Uthmān ibn ‘Affān. Employing a qualitative library research method, this study analyzes classical sources of ‘ulūm al-Qur’ān and historical works to explain how the standardization of the mushaf successfully prevented textual divergence and communal conflict. The findings demonstrate that the ‘Uthmānic unification ensured the authenticity of the Qur’anic text, preserved valid qirā’āt mutawātir, and established a stable textual foundation that remains authoritative in both printed and digital Qur’anic manuscripts today.</em></p>RamlanHalimah Basri
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TRANSFER PRICING: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18818
<p><em>This study aims to explain the factors influencing transfer pricing, the phenomena driving these practices, and their relevance to current research. Using a Systematic Literature Review (SLR) method, 25 accredited SINTA journal articles from 2021-2025 were analysed through Google Scholar and Scopus databases using Publish or Perish software. The findings reveal that transfer pricing is a complex phenomenon influenced by various interrelated factors, with tax and tunnelling incentives being the most frequently examined variables. However, research results show varied outcomes positive, negative, or no significant effects indicating that transfer pricing decisions depend heavily on company context, ownership structure, governance mechanisms, and management strategies rather than a single dominant factor. The dominance of Agency Theory and Positive Accounting Theory supports the view that transfer pricing practices are driven by conflicts of interest between principals and agents and management's efforts to maximize their interests through specific accounting policies.</em></p>Septianus AndreMarcello AntonyUun Sunarsih
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101ANALISIS URGENSI SERTIFIKASI PELATIHAN TENAGA KERJA KONSTRUKSI DALAM MENDUKUNG PERCEPATAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI KOTA TANGERANG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19360
<p>Kota Tangerang sebagai kota satelit dan pusat industri menghadapi tantangan besar dalam kualitas pembangunan infrastruktur. Masalah kegagalan struktur dan rendahnya standar keselamatan kerja seringkali berakar pada kurangnya kompetensi tenaga kerja yang terstandarisasi. Penelitian/jurnal ini bertujuan untuk merumuskan urgensi sertifikasi pelatihan konstruksi dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun terdapat peluang besar dari proyek strategis nasional di Tangerang, kelemahan pada legalitas tenaga kerja lokal menjadi ancaman serius. Rekomendasi jurnal ini mendorong sinergi antara pemerintah kota dan sektor swasta untuk percepatan sertifikasi berbasis digital.</p> <p><em>Tangerang City, as a satellite city and industrial hub, faces significant challenges in the quality of infrastructure development. Structural failures and low occupational safety standards are often rooted in a lack of standardized workforce competencies. This research/journal aims to formulate the urgency of construction training certification using a SWOT analysis. The analysis results indicate that despite significant opportunities from national strategic projects in Tangerang, weaknesses in the legality of local labor pose a serious threat. This journal's recommendation encourages synergy between the city government and the private sector to accelerate digital-based certification.</em></p>Muhammad Abid Djazuli Sri Prasetya Widodo
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101PENGABDIAN MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG SISWA DENGAN ALAT PERAGA MISTAR HITUNG OPERASI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT DI SMP N 1 UMALULU
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19522
<p>Media adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan ide, pesan, atau informasi dari satu orang ke orang lain. Dalam pendidikan, media juga mencakup alat pembelajaran seperti buku, papan tulis, alat peraga, dan teknologi digital seperti komputer dan internet, serta interaksi langsung antara orang. Tujuan utama media adalah untuk memudahkan komunikasi dan transfer pengetahuan antara pengirim dan penerima pesan. Di SMP Negeri 1 Umalulu, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, pengabdian ini dilakukan untuk memperkenalkan dan menerapkan alat peraga mistar hitung. Pembelajaran dengan menggunakan alat peraga mistar bilangan bulat pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dapat meningkatkan hasil belajar siswa, berdasarkan tahapan pengamatan yang telah dilakukan.</p> <p><em>The Media is a tool or means used to convey ideas, messages, or information from one person to another. In education, media also encompasses learning tools such as books, whiteboards, teaching aids, and digital technologies, including computers and the internet, as well as direct interaction between people. The main purpose of media is to facilitate communication and the transfer of knowledge between the sender and receiver of the message. At SMP Negeri 1 Umalulu, Umalulu District, East Sumba Regency, East Nusa Tenggara, this community service was carried out to introduce and apply slide rule teaching aids. Learning using whole number rule teaching aids on addition and subtraction of whole numbers can improve student learning outcomes, based on the stages of observation that have been carried out.</em></p>Julian Kendini Putri DikiJesni Trisnasari Hana NidaMayun Erawati Nggaba
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101PENDEKATAN KURIKULUM BERBASIS TUJUAN: ANALISIS MODEL RALPH TYLER DALAM KONTEKS PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19581
<p>Model kurikulum Tyler atau Tyler Rationale merupakan salah satu model pengembangan kurikulum yang paling berpengaruh dalam sejarah pendidikan modern. Model ini menekankan perumusan tujuan pendidikan yang jelas, pemilihan dan pengorganisasian pengalaman belajar, serta evaluasi yang sistematis. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep dasar Model Tyler, kelebihan dan kekurangannya, serta penerapannya dalam konteks Pendidikan Agama Kristen (PAK). Metode penulisan menggunakan studi literatur dengan menganalisis sumber-sumber yang relevan mengenai teori kurikulum. Hasil kajian menunjukkan bahwa Model Tyler memiliki struktur yang logis dan mudah diterapkan, namun dianggap terlalu linear dan kurang responsif terhadap dinamika pembelajaran modern. Dalam konteks PAK, model ini membantu merancang pembelajaran yang berpusat pada nilai-nilai Kristiani melalui tujuan yang terarah dan pengalaman belajar yang bermakna. Dengan demikian, Model Tyler tetap relevan sebagai kerangka pengembangan kurikulum yang terstruktur dan berorientasi pada transformasi karakter peserta didik.</p>Aryanansi Day MbanaDjidon LoinatiMaria Indriani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101SOSIALISASI DAN EDUKASI TERKAIT BEBRAS
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18670
<p>Kegiatan sosialisasi dan pengenalan Bebras Computational Thinking bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan pemecahan masalah pada siswa SMP kelas 8. Bebras merupakan metode pembelajaran yang menekankan kemampuan berpikir komputasional, seperti penalaran logis, pengenalan pola, dekomposisi, dan perancangan langkah-langkah solusi secara sistematis. Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa sekolah tingkat SMP melalui penyampaian materi, pemberian contoh soal, latihan mandiri, serta diskusi interaktif untuk membantu siswa memahami cara menyelesaikan tantangan Bebras dengan efektif. Untuk mengukur tingkat pemahaman siswa, tim pelaksana membagikan angket dan kuesioner terkait persepsi serta tingkat penguasaan siswa terhadap materi yang disampaikan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa siswa memberikan respon positif dan mengalami peningkatan kemampuan dalam menganalisis masalah, menemukan pola, serta menyusun langkah penyelesaian yang logis. Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat literasi digital dan berpikir komputasional bagi pelajar, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan era teknologi yang terus berkembang.</p> <p><em>The socialization activity on Bebras computational thinking aims to improve students’ understanding and problem-solving skills through structured digital-era challenges. This program was conducted for eighth-grade students at several junior high schools, focusing on strengthening their logical reasoning, pattern recognition, decomposition, and algorithmic thinking abilities. The learning process was delivered through interactive explanations, practice questions, and discussion sessions to help students understand how to solve Bebras tasks effectively. A questionnaire was then distributed to evaluate students’ comprehension and perceptions toward the Bebras materials. The results showed that students demonstrated a positive response and increased understanding in identifying problems, analyzing patterns, and proposing systematic solutions. This activity is expected to support schools in introducing computational thinking from an early age and preparing students to face digital-era challenges more thoughtfully and critically.</em></p>Grace Indah Avrilita PaneGrace SiregarEster Meika SimanjuntakHelen Lestari Agatha SimbolonErica D.F. Hutahaean
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101PERANAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENGUATAN KAPASITAS BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI DESA BAOBOLAK KECAMATAN NAGAWUTUNG KABUPATEN LEMBATA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18770
<p>Budidaya rumput laut merupakan salah satu sektor penting bagi penghidupan masyarakat pesisir di Desa Baobolak, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata. Namun, praktik budidaya masih menghadapi berbagai kendala yang berkaitan dengan kapasitas petani rumput laut dan dukungan kelembagaan, sehingga diperlukan intervensi pemerintah untuk mendorong pengembangan usaha secara lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah dalam penguatan kapasitas petani rumput laut, serta mengidentifikasi manfaat yang dihasilkan bagi peningkatan kualitas produksi dan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir. Kajian ini menggunakan konsep penguatan kapasitas masyarakat, meliputi peningkatan pengetahuan dan keterampilan, penguatan kelembagaan, akses terhadap sumber daya dan informasi, serta kemampuan adaptasi dan inovasi sebagai kerangka analisis dalam melihat efektivitas peran pemerintah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan, yang terdiri dari aparat pemerintah desa dan petani rumput laut, serta didukung dengan observasi lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa telah berperan melalui penyelenggaraan pelatihan teknis, pembentukan kelompok tani, serta fasilitasi bantuan sarana produksi. Namun, program tersebut belum dilaksanakan secara berkelanjutan dan kelembagaan kelompok tani masih belum mandiri. Petani memiliki kemampuan adaptasi terhadap dinamika lingkungan, tetapi tetap menghadapi keterbatasan modal dan akses informasi pasar. Kesimpulannya, peran pemerintah dalam penguatan kapasitas petani rumput laut di Desa Baobolak sudah berjalan, namun masih perlu ditingkatkan. Peran pemerintah ini dibutuhkan dalam pendampingan teknis yang berkesinambungan, penguatan kelembagaan partisipatif, serta perluasan akses terhadap sumber daya dan informasi pasar. Agar penguatan kapasitas petani rumput laut ini semakin baik dan berkelanjutan guna mewujudkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui budidaya rumput laut maka perlu dilakukan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, kelompok tani dan pihak terkait.</p> <p><em>Seaweed cultivation is an important livelihood sector for coastal communities in Baobolak Village, Nagawutung Subdistrict, Lembata Regency. However, cultivation practices face several challenges related to farmers’ capacities and institutional support, requiring government intervention to promote optimal development. This study aims to analyze the role of the government in strengthening the capacities of seaweed farmers and to identify the benefits for improving production quality and the economic independence of coastal communities. The study applies the concept of community capacity, including the enhancement of knowledge and skills, institutional strengthening, access to resources and information, and adaptive and innovative abilities, as a framework to examine the effectiveness of government roles. A qualitative approach was used in this study. Data were collected through in-depth interviews with eight informants, comprising three village government officials and five seaweed farmers, supported by field observation and documentation. The results indicate that the village government has played a role through technical training, the formation of farmer groups, and facilitation of production support. However, these programs have not been implemented sustainably, and farmer groups are not yet fully independent. Farmers have adaptive abilities to environmental changes but are still constrained by limited capital and market information access. In conclusion, the government’s role in strengthening the capacities of seaweed farmers in Baobolak Village has been underway but needs to be enhanced through continuous technical assistance, participatory institutional strengthening, and expanded access to resources and markets. It is recommended that stronger collaboration among the government, farmer groups, and relevant stakeholders be established to achieve the economic independence of coastal communities. To further strengthen and sustain the capacity building of seaweed farmers in order to achieve economic independence and improve the welfare of coastal communities through seaweed cultivation, stronger collaboration is needed among the government, farmer groups, and relevant stakeholders.</em></p>Hendrikus Lawe BoliUrbanus OlaYohana Fransiska Medho
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101KEKOSONGAN PENGAWASAN DAN LEMAHNYA PENEGAKAN HUKUM BPOM TERHADAP PEREDARAN PRODUK PANGAN BERIZIN EDAR DI KABUPATEN KLATEN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19112
<p>Penelitian ini menganalisis kinerja Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam pengawasan pasca-peredaran terhadap produk pangan berizin edar yang beredar di Kabupaten Klaten dalam perspektif hukum perlindungan konsumen. Pendekatan yang digunakan adalah yuridis-empiris dengan mengkaji keterpaduan antara norma hukum dan realitas pelaksanaannya di lapangan. Fakta empiris menunjukkan bahwa pada tahun 2025 tidak terdapat kegiatan pengawasan BPOM di Kabupaten Klaten meskipun peredaran produk pangan terus berlangsung secara aktif. Kondisi ini membentuk vacuum of oversight yang secara yuridis bertentangan dengan kewajiban pengawasan berkelanjutan sebagaimana diperintahkan Pasal 86 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Pasal 10 Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan. Ketiadaan pengawasan tersebut menyebabkan izin edar MD, ML, dan PIRT kehilangan fungsi protektifnya dan berubah menjadi instrumen administratif semata tanpa mekanisme verifikasi berkelanjutan. Keadaan ini menimbulkan ilusi kepastian hukum, karena produk yang beredar dianggap aman hanya berdasarkan kepemilikan nomor izin edar tanpa adanya inspeksi, pengujian, dan penindakan oleh otoritas pengawas. Dalam perspektif Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, situasi ini merupakan pelanggaran langsung terhadap hak konsumen atas keamanan dan informasi yang benar sebagaimana dijamin dalam Pasal 4. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kinerja BPOM dalam pengawasan pangan di Kabupaten Klaten bersifat tidak efektif dan tidak tegas karena gagal menjalankan fungsi preventif dan represif dalam sistem keamanan pangan nasional. Lemahnya pengawasan berimplikasi pada rendahnya tingkat kepatuhan pelaku usaha serta meningkatnya risiko kesehatan masyarakat, sehingga diperlukan penguatan mekanisme inspeksi rutin, sanksi administratif berbasis risiko, dan integrasi pengawasan pusat–daerah sebagai langkah korektif.</p> <p><em>This study analyses the performance of the Indonesian Food and Drug Authority (BPOM) in post-market supervision of licensed food products circulating in Klaten Regency from the perspective of consumer protection law. The research adopts a juridical-empirical approach by examining the coherence between legal norms and their implementation in practice. Empirical findings indicate that in 2025 no BPOM inspection activities were conducted in Klaten Regency, despite the continuous circulation of food products in the market. This condition constitutes a vacuum of oversight that is legally inconsistent with the obligation of continuous supervision as mandated by Article 86 of Law No. 18 of 2012 on Food and Article 10 of Government Regulation No. 86 of 2019 on Food Safety. The absence of supervision has caused MD, ML, and PIRT distribution permits to lose their protective function and to be reduced to mere administrative instruments without ongoing verification mechanisms. This situation creates an illusion of legal certainty, as products are deemed safe solely on the basis of holding a distribution permit number without inspection, testing, or enforcement by the supervisory authority. From the perspective of Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection, this condition constitutes a direct violation of consumers’ rights to safety and accurate information as guaranteed under Article 4. This study concludes that BPOM’s performance in food supervision in Klaten Regency is ineffective and lacks firmness, as it fails to fulfil its preventive and repressive functions within the national food safety system. Weak supervision leads to low compliance among business actors and increases public health risks, thereby necessitating the strengthening of routine inspection mechanisms, risk-based administrative sanctions, and integrated central–local supervision as corrective measures.</em></p> <p><em>This study analyses legal liability for environmental risks arising from the use of modern mining technologies under Law No. 3 of 2020 on Mineral and Coal Mining and Law No. 32 of 2009 on Environmental Protection and Management. The use of technologies such as open-pit mining, high-capacity hauling systems, blasting technology, and tailings management facilities significantly increases production efficiency while simultaneously enlarging both the probability and magnitude of environmental impacts, including land degradation, water pollution, and failures in mine waste management. Indonesia’s positive legal framework requires holders of Mining Business Licences (Izin Usaha Pertambangan – IUP) to internalise these risks through risk-based business licensing, Environmental Impact Assessments (AMDAL), reclamation and post-mining plans, and environmental financial guarantees as regulated in Articles 96, 99, and 100 of the Mining Law in conjunction with Articles 22, 36, 67, and 69 of the Environmental Protection Law. The research adopts a normative legal method using statutory and conceptual approaches. The analysis is grounded in the doctrines of the polluter pays principle, the precautionary principle, and strict liability as the foundations of modern environmental liability. Article 88 of the Environmental Protection Law establishes strict liability for business actors for losses caused by environmental pollution and/or damage without the need to prove fault, making it particularly relevant for high-intensity hazardous technologies in mining operations. The findings reveal a gap between the normative obligations for technological risk control and the actual effectiveness of environmental liability enforcement through administrative, civil, and criminal sanctions. Although the regulatory framework is normatively adequate, it requires strengthening through risk-based technical standards, environmental data transparency, and consistent enforcement of environmental liability in order to ensure the protection of the right to a good and healthy environment.</em></p>Melinda RatnawatiNanik SutarniBurham Pranwa
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101FILSAFAT ISLAM DALAM INTEGRASI AKAL BUDI DAN WAHYU
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19373
<p>Filsafat Islam merupakan disiplin rasional yang berupaya memahami ajaran Islam melalui pendekatan akal budi, tanpa melepaskan diri dari otoritas wahyu sebagai sumber kebenaran utama. Akal budi dipandang sebagai anugerah ilahi yang memungkinkan manusia merenungi, memahami nilai-nilai moral, dan menemukan kearifan dalam hidup. Sementara itu, wahyu berfungsi sebagai pedoman absolut yang menjadi landasan kesahihan pengetahuan. Hubungan antara wahyu dan filsafat dalam tradisi intelektual Islam sering menjadi diskursus penting, terutama dalam upaya mengharmonikan kebenaran wahyu dengan temuan rasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka untuk mengkaji integrasi antara akal budi dan wahyu dalam filsafat Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa akal memiliki peran penting dalam memahami wahyu, namun tetap tidak dapat mendahului atau menandingi otoritas wahyu sebagai sumber pengetahuan tertinggi. Dengan demikian, filsafat Islam berfungsi sebagai jembatan rasional dalam memperkuat pemahaman keagamaan yang bersumber dari wahyu</p> <p><em>Islamic philosophy is a rational discipline that attempts to understand Islamic teachings thru an intellectual approach, without abandoning the authority of revelation as the primary source of truth. Reason is seen as a divine gift that allows humans to contemplate, understand moral values, and find wisdom in life. Meanwhile, revelation serves as an absolute guide that forms the foundation for the validity of knowledge. The relationship between revelation and philosophy in the Islamic intellectual tradition is often a significant discourse, especially in the effort to harmonize the truth of revelation with rational findings. This research uses a qualitative method thru literature review to examine the integration between reason and revelation in Islamic philosophy. The study's findings indicate that reason plays an important role in understanding revelation, but it cannot precede or surpass the authority of revelation as the highest source of knowledge. Thus, Islamic philosophy serves as a rational bridge in strengthening religious understanding derived from revelation.</em></p>Yan Fathur Rahman MMuntaha Nour
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101BUSINESS FEASIBILITY OF BLACK SOLDIER FLY (BSF) MAGGOT CULTIVATION: FINANCIAL INDICATORS AND SWOT-BASED STRATEGY
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19552
<p><em>Black Soldier Fly (BSF) maggot cultivation is increasingly recognized as a circular-economy solution that converts organic waste into protein-rich biomass for animal feed while reducing the burden of organic waste management. This manuscript rewrites an Indonesian-language business plan into a journal-ready feasibility paper using financial indicators and SWOT-based strategy. Feasibility is evaluated using Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), and Break-Even Point (BEP), while strategic diagnosis uses Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), and SWOT positioning with an explicit strategy matrix. Results from the provided dataset show a positive NPV of IDR 96,766,363,636 at a 10% discount rate and an IRR of 1635%, with a short payback period of 0.061 years (approximately 88 days). The IFE score (2.77) and EFE score (3.30) position the business in Quadrant I at coordinates (1.21, 0.67), indicating an aggressive growth orientation. The main managerial implications are (i) prioritizing capacity and facility upgrades to avoid growth bottlenecks; (ii) strengthening promotion and market education to address awareness gaps; and (iii) adopting practical technology for traceability and quality assurance to sustain differentiation amid competition. Overall, the feasibility evidence suggests strong investment attractiveness and strategic potential, conditioned on disciplined scaling and partnership execution.</em></p>Ratih PermanasariSuwandi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101Pengunaan Teknologi Dalam Bidang Pendidikan
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19606
<p><em>Technology in the world of education emerges in various forms, ranging from hardware such as laptops and tablets, applications like Google Classroom and Moodle, to online learning platforms such as MOOCs and interactive videos. Some of the main benefits obtained include expanded access to learning, customization of learning methods according to individual needs, increased student participation through interactive approaches, administrative efficiency, and the development of essential digital skills. The use of technology also supports global collaboration and effective distance learning. Nevertheless, there are significant challenges that must be addressed, such as disparities in technology access, inadequate infrastructure especially in remote areas, lack of teachers' ability to use technology, high investment costs, and issues of privacy and information security. To achieve effective implementation, proper planning is required, along with continuous training for educators, development of adequate infrastructure, selection of technology appropriate to the educational context, and regular evaluation for system improvement.</em></p> <p>Teknologi dalam dunia pendidikan muncul dalam berbagai wujud, mulai dari perangkat keras seperti laptop dan tablet, aplikasi seperti Google Classroom dan Moodle, hingga platform pembelajaran daring seperti MOOC dan video interaktif. Beberapa keuntungan utama yang diperoleh mencakup perluasan akses pembelajaran, penyesuaian metode belajar sesuai dengan kebutuhan individu, peningkatan partisipasi siswa melalui cara-cara yang interaktif, efisiensi dalam administrasi, serta pengembangan keterampilan digital yang sangat penting. Penggunaan teknologi juga mendukung kerjasama global dan pembelajaran jarak jauh yang efektif. Meskipun demikian, ada tantangan besar yang harus dihadapi, seperti kesenjangan dalam akses teknologi, infrastruktur yang kurang memadai terutama di daerah terpencil, kurangnya kemampuan guru dalam menggunakan teknologi, biaya investasi yang tinggi, serta masalah privasi dan keamanan informasi. Untuk melakukan implementasi yang efektif, diperlukan perencanaan yang baik, pelatihan berkelanjutan bagi pengajar, pengembangan infrastruktur yang layak, pemilihan teknologi yang sesuai dengan konteks pendidikan, dan evaluasi rutin untuk peningkatan sistem.</p>Menci Lorensa TefaJonatan Yedija SnaeBeci Yumida BenuShandy Agung Saputra NinuPedit StevensonPerpetua Lili Sula
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101PENGARUH PROFITABILITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN REAL ESTATE
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18720
<p>Sektor properti dan real estate di Indonesia memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Nilai perusahaan merupakan indikator yang mencerminkan persepsi investor terhadap prospek dan kinerja perusahaan di masa depan. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi nilai perusahaan adalah profitabilitas, yaitu kemampuan perusahaan menghasilkan laba secara efisien dari aset yang dimiliki. Profitabilitas yang tinggi diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor, memperkuat sinyal kinerja keuangan, dan pada akhirnya meningkatkan nilai perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode hypothetico–deductive dan teknik purposive sampling. Profitabilitas diukur menggunakan Return on Assets (ROA), sedangkan nilai perusahaan diukur menggunakan Price to Book Value (PBV). Analisis data dilakukan menggunakan analisis jalur dengan software LISREL 8.8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini berarti peningkatan profitabilitas memberikan sinyal positif kepada pasar, sehingga mendorong kenaikan nilai perusahaan. Temuan ini memberikan implikasi bagi perusahaan dan investor mengenai pentingnya peningkatan kinerja profitabilitas dalam rangka memperkuat nilai perusahaan.</p> <p><em>The property and real estate sector in Indonesia plays an important role in national economic growth. Firm value is an indicator that reflects investors’ perceptions of a company’s prospects and performance in the future. One of the factors suspected to influence firm value is profitability, namely the company’s ability to generate profit efficiently from its assets. High profitability is expected to increase investor confidence, strengthen financial performance signals, and ultimately enhance firm value. This study aims to analyze the effect of profitability on firm value in real estate companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2019–2024 period. The study employs a quantitative approach using the hypothetico–deductive method and a purposive sampling technique. Profitability is measured using Return on Assets (ROA), while firm value is measured using Price to Book Value (PBV). Data analysis is conducted using path analysis with LISREL 8.8 software. The results show that profitability has a positive and significant effect on firm value. This finding indicates that an increase in profitability provides a positive signal to the market, thereby encouraging an increase in firm value. The results also provide implications for companies and investors regarding the importance of improving profitability performance in order to strengthen firm value.</em></p>Nicholas MarganatanRynaldi AlloranteRaymond Christopher Roberto PranataElizabeth Tiur Manurung
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101TINJAUAN: INTEGRASI KURIKULUM AGAMA DAN UMUM PADA PERGURUNA TINGGI ISLAM
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18792
<p>Integrasi kurikulum agama dan umum merupakan paradigma strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dituntut untuk mampu menghilangkan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum guna melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi intelektual, spiritual, dan sosial secara seimbang. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis landasan filosofis dan epistemologis integrasi kurikulum, mengkaji model-model integrasi yang diterapkan di PTKI, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis terhadap buku, jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi kurikulum agama dan umum berlandaskan pada prinsip tauhid dan kesatuan ilmu yang menghubungkan wahyu, akal, dan pengalaman empiris. Implementasi integrasi kurikulum di PTKI, seperti model integrasi-interkoneksi, twin towers, dan islamisasi ilmu pengetahuan, terbukti mampu meningkatkan kualitas lulusan yang berwawasan multidisipliner dan berkarakter Islami. Namun demikian, implementasi integrasi kurikulum masih menghadapi tantangan berupa dualisme paradigma dosen, keterbatasan sumber daya, dan hambatan kultural. Oleh karena itu, penguatan kebijakan, peningkatan kompetensi dosen, serta pengembangan budaya akademik kolaboratif menjadi kunci keberhasilan kurikulum integratif di perguruan tinggi Islam.</p>Safry AndiR. Risel OktoberiadiNova Rio NandesMarniAhmad Lahmi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101STRATEGI GURU DALAM PENGUATAN KARAKTER KEMANDIRIAN PADA PENERAPAN P5 DI KELAS VI SDN 1 MARGA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19357
<p>Pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat. Karakter kemandirian menjadi salah satu nilai utama dalam Profil Pelajar Pancasila yang diusung dalam Kurikulum Merdeka. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) diharapkan mampu menjadi media efektif dalam menanamkan nilai-nilai tersebut melalui pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang digunakan guru dalam penguatan karakter kemandirian siswa kelas VI melalui penerapan P5. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru kelas VI, siswa, dan kepala sekolah di SDN 1 Marga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam penerapan P5, mulai dari perencanaan hingga evaluasi, secara signifikan mampu meningkatkan karakter kemandirian siswa.</p> <p><em>Character education is a fundamental component in shaping students who are not only academically competent but also possess strong personal values. Independence is one of the key traits promoted in the Pancasila Student Profile (Profil Pelajar Pancasila), as emphasized in the Merdeka Curriculum. The Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) is expected to serve as an effective platform for instilling these values through project-based learning. This study aims to describe the strategies used by teachers to strengthen the independence character of Grade VI students through the implementation of P5. The research uses a descriptive qualitative method. The findings show that teacher strategies in P5 implementation significantly enhance students’ independence, evident through improved decision-making, initiative, and responsibility</em></p>I Kadek Adi SaputraNi Nyoman PerniGusti Ayu Agung Riesa Mahendradhani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA MENGGUNAKAN PENDEKATAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALISIS (FMEA) DI PT.XYZ
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19487
<p>Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam kegiatan industri, khususnya pada proses produksi yang melibatkan interaksi antara pekerja dan mesin. Penelitian ini dilakukan di PT Innagroup Textile Manufacture dengan fokus pada proses pengoperasian mesin sueding yang memiliki potensi risiko kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan menentukan prioritas risiko kecelakaan kerja menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dengan parameter Severity, Occurrence, dan Detection, serta didukung oleh diagram Fishbone untuk menganalisis penyebab risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan debu serat kain merupakan potensi risiko dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi, sehingga diperlukan upaya pengendalian risiko guna meningkatkan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di area mesin sueding.</p> <p><em>Occupational Health and Safety (OHS) is an important aspect in industrial activities, especially in production processes involving direct interaction between workers and machines. This research was conducted at PT XYZ with a focus on the operation of the sueding machine, which has potential occupational accident risks. The purpose of this study is to identify potential hazards and determine the priority of occupational risks using the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method based on the parameters of Severity, Occurrence, and Detection, supported by a Fishbone Diagram to analyze the causes of risks. The results show that exposure to fabric fiber dust inhaled by operators has the highest Risk Priority Number (RPN), indicating the need for risk control efforts to improve the implementation of Occupational Health and Safety (OHS) in the sueding machine area.</em></p>Dewangga Ricco PinandhitaSuseno
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19577
<p><em>This study aims to investigate the role of Christian Religious Education (PAK) teachers in the implementation of the Independent Curriculum in educational institutions. The Independent Curriculum places special emphasis on student-centered learning, character building, and holistic competency development. Christian Religious Education (PAK) teachers play a crucial role in instilling the principles of Christian faith, love, and morals, aligned with the Pancasila Student Profile. The method employed in this study is a literature review, analyzing various literature and policies related to the implementation of the Independent Curriculum, particularly in the context of Christian education. The findings indicate that Christian Religious Education (PAK) teachers function as facilitators, spiritual role models, and character builders through contextual and reflective learning methods. Furthermore, it is hoped that PAK teachers can incorporate biblical values into every aspect of learning to strengthen students' faith and acts of love. In conclusion, the successful implementation of the Independent Curriculum in Christian Religious Education is greatly influenced by teachers' ability to adopt innovative learning methods based on Christian values.</em></p> <p>Studi ini bertujuan untuk menyelidiki fungsi guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka di lembaga pendidikan. Kurikulum Merdeka memberikan perhatian khusus pada pembelajaran yang menempatkan peserta didik sebagai pusat, penguatan karakter, serta pengembangan kompetensi secara menyeluruh. Guru PAK memiliki peranan penting dalam menanamkan asas-asas iman, kasih, dan moral Kristiani yang sejalan dengan Profil Pelajar Pancasila. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah tinjauan pustaka dengan menganalisis beragam literatur dan kebijakan yang berkaitan dengan pelaksanaan Kurikulum Merdeka, terutama dalam konteks pendidikan Kristen. Temuan menunjukkan bahwa guru PAK berfungsi sebagai fasilitator, panutan spiritual, dan pembentuk karakter siswa melalui metode pembelajaran yang kontekstual dan reflektif. Selain itu, diharapkan guru PAK dapat memasukkan nilai-nilai Alkitab dalam setiap aspek pembelajaran untuk memperkuat dimensi iman dan tindakan kasih siswa. Sebagai kesimpulan, keberhasilan pelaksanaan Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Kristen sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam mengadopsi metode pembelajaran yang inovatif dan berdasarkan pada nilai-nilai Kristiani.</p>Henifilkda Klau MalikMaria Indriani SesfaoAtni Anabanu
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101ANALISIS SISTEM PERSURATAN DIGITAL (E-SURAT) DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS LAYANAN ADMINSITRASI DIGITAL PADA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BADUNG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18526
<p>Penerapan sistem persuratan digital merupakan bagian dari upaya transformasi administrasi pemerintahan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem persuratan digital dalam meningkatkan efektivitas pelayanan publik di Sekretariat Daerah Kabupaten Badung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan kerangka Technology-Organization-Environment (TOE) untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi adopsi dan pemanfaatan sistem persuratan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Sistem Informasi Persuratan Digital SuratArsipBadung berbasis web mampu meningkatkan efektivitas pelayanan administrasi melalui percepatan proses persuratan, peningkatan ketertiban administrasi, transparansi alur disposisi, serta kemudahan pelacakan dokumen. Namun, optimalisasi pemanfaatan sistem masih menghadapi kendala berupa keterbatasan infrastruktur teknologi, khususnya kualitas jaringan internet, keterbatasan kompetensi sumber daya manusia, serta belum optimalnya pemanfaatan sistem oleh seluruh pihak yang telah terintegrasi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan infrastruktur teknologi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta perluasan sosialisasi untuk mendukung pemanfaatan sistem persuratan digital secara optimal dan berkelanjutan.</p> <p><em>The implementation of digital correspondence systems is part of administrative transformation efforts to enhance public service effectiveness. This study aims to analyze the implementation of a digital correspondence system in improving public service effectiveness at the Regional Secretariat of Badung Regency. This research employed a descriptive qualitative method, with data collected through interviews, observations, and documentation studies. Data were analyzed using the Technology-Organization-Environment (TOE) framework to identify factors influencing the adoption and utilization of the digital correspondence system. The findings indicate that the implementation of the web-based digital correspondence information system, SuratArsipBadung, has improved administrative service effectiveness through faster correspondence processing, better administrative order, increased transparency in the disposition process, and easier document tracking. However, the system has not yet been optimally utilized due to limitations in technological infrastructure, particularly internet network quality, limited human resource competencies, and suboptimal utilization by all integrated stakeholders. Therefore, improvements in technological infrastructure, strengthening human resource capacity, and expanding system socialization are necessary to optimize the implementation of digital correspondence systems in a sustainable manner</em></p>Ni Komang Sri Kusuma DewiNi Putu Karnhura Wetarani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101PERAN ILMU AL-QUR’AN DALAM MEMBUAT KURIKULUM PENDIDIKAN NASIONAL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18764
<p>Penelitian ini berangkat dari kebutuhan pendidikan nasional akan kurikulum yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai al-Qur’an sebagai sumber utama pembentukan karakter dan moral bangsa. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap kajian mengenai peran ‘Ulūm al-Qur’ān dalam membangun dan mengarahkan kurikulum pendidikan nasional agar sejalan dengan nilai-nilai spiritual, intelektual, dan sosial yang terkandung dalam wahyu Ilahi. Penelitian ini menggunakan pendekatan tafsīr dari aspek bahasa dan fiqhī dengan metode studi pustaka yang menelaah literatur klasik dan kontemporer tentang ‘Ulūm al-Qur’ān, pengembangan kurikulum, serta kebijakan pendidikan nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ‘Ulūm al-Qur’ān dalam kurikulum pendidikan nasional mampu memperkuat dimensi moral, etika, dan spiritual peserta didik sekaligus meningkatkan relevansi pendidikan terhadap tantangan global. Rekomendasi akademik yang diajukan adalah perlunya pengembangan kurikulum berbasis nilai-nilai al-Qur’an yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta peningkatan kompetensi guru dalam memahami dan mengimplementasikan prinsip-prinsip al-Qur’an dalam proses pembelajaran.</p> <p><em>This study arises from the need for a national education curriculum that is not only oriented toward academic achievement but also grounded in the values of the Qur’an as the primary source for shaping the nation’s character and morality. This article aims to explore the role of ‘Ulūm al-Qur’ān (Qur’anic Sciences) in constructing and guiding the national education curriculum so that it aligns with the spiritual, intellectual, and social values contained in the Divine revelation. The research employs a tafsīr-based approach from linguistic and fiqhī perspectives, using a literature review method that examines classical and contemporary works on ‘Ulūm al-Qur’ān, curriculum development, and national education policies. The findings indicate that integrating ‘Ulūm al-Qur’ān into the national education curriculum can strengthen students’ moral, ethical, and spiritual dimensions while enhancing the relevance of education in facing global challenges. The academic recommendation proposed is the development of a Qur’an-based curriculum that is adaptive to technological advancements, along with improving teachers’ competence in understanding and implementing Qur’anic principles in the learning process.</em></p>Panca Sakti KamalAchmad AbubakarSitti Aisyah Chalik
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PLATFORM E-KOST BERBASIS WEB TERHADAP 5 KOST DI MENDALO
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19031
<p>Industri kost-kostan di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat dan diprediksi tetap memiliki potensi tinggi hingga lima tahun mendatang. Perkembangan teknologi informasi mendorong masyarakat memanfaatkannya untuk mengelola, mengakses, dan menyebarkan informasi, termasuk pada sektor properti. Mendalo, salah satu wilayah di Kabupaten Muaro Jambi yang memiliki universitas, perusahaan, dan lapangan kerja, menjadi tujuan utama mahasiswa dan pekerja migran. Namun, pencarian dan pemesanan kost di wilayah ini masih banyak dilakukan secara konvensional melalui tanya langsung atau media promosi yang kurang efektif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem informasi sewa kost berbasis web (E-kost) yang menyediakan informasi alamat, fasilitas, foto terkini, status ketersediaan kamar, serta fitur pemesanan. Pengembangan sistem menggunakan model Waterfall dengan pemodelan UML, bahasa pemrograman PHP, dan framework Laravel untuk meningkatkan keamanan, efisiensi, dan kinerja aplikasi. Studi kasus dilakukan pada lima kost di wilayah Mendalo. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mempermudah pencarian kost bagi calon penyewa dan membantu pemilik kost mempromosikan propertinya secara lebih efektif, cepat, dan akurat di era digital.</p> <p><em>The boarding house industry in Indonesia has experienced rapid growth and is projected to maintain strong potential over the next five years. The advancement of information technology enables people to manage, access, and distribute information more efficiently, including in the property sector. Mendalo, a district in Muaro Jambi Regency with universities, companies, and workplaces, attracts many students and migrant workers. However, the search and booking process for boarding houses in this area is still often conducted conventionally, relying on direct inquiries or less effective promotional media. This study aims to develop a web-based boarding house rental information system (E-kost) integrated with Google Maps to display location and property details. The system offers address information, facilities, updated room photos, availability status, and online booking. The development follows the Waterfall model, employing UML modeling, PHP programming language, and Laravel framework to enhance security, efficiency, and application performance. A case study was conducted on five boarding houses in the Mendalo area. The system is expected to simplify the search process for potential tenants and help boarding house owners promote their properties more effectively, quickly, and accurately in the digital era. </em></p>Dahana Nabila RizkiAlbet Triadi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101FILSAFAT ILMU DALAM TELAAH PARADIGMA THOMAS S. KUHN: IMPLIKASI EPISTEMOLOGIS DAN DINAMIKA ILMU PENGETAHUAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19368
<p>Pemikiran Thomas S. Kuhn tentang paradigma dan revolusi ilmiah merupakan salah satu titik balik paling signifikan dalam filsafat ilmu abad ke-20. Paradigma Kuhn menolak asumsi positivisme bahwa perkembangan sains bersifat linear, objektif, dan kumulatif. Sebaliknya, Kuhn menekankan bahwa perkembangan ilmu dipengaruhi oleh dinamika sosial, historis, dan psikologis ilmuwan yang bekerja dalam komunitas ilmiah tertentu. Melalui konsep paradigma, ilmu normal, anomali, krisis, dan revolusi ilmiah, Kuhn menjelaskan bahwa perubahan ilmu terjadi secara non-kumulatif menuju paradigma baru yang tidak selalu kompatibel dengan paradigma lama. Artikel ini mengkaji paradigma Kuhn dalam konteks filsafat ilmu dan epistemologi, dengan merujuk pada literatur klasik dan kontemporer, khususnya dua jurnal yang ditinjau. Analisis mencakup kritik Kuhn terhadap positivisme, konstruksi epistemologi modern, serta relevansinya terhadap dinamika ilmu pengetahuan kontemporer seperti pluralisme pengetahuan, globalisasi sains, dan perkembangan teknologi. Kajian ini menyimpulkan bahwa paradigma Kuhn menyediakan kerangka berpikir kritis bagi pemahaman sifat ilmu yang dinamis, kontekstual, dan sarat nilai, membuka ruang bagi dialog epistemologis antara berbagai tradisi pengetahuan.</p> <p><em>Thomas S. Kuhn’s ideas on paradigms and scientific revolutions represent one of the most influential shifts in the philosophy of science in the twentieth century. Kuhn’s paradigm challenges positivist assumptions that scientific progress is linear, objective, and cumulative. Instead, Kuhn argues that science develops through socio-historical and psychological dynamics within scientific communities. Through the concepts of paradigm, normal science, anomaly, crisis, and scientific revolution, Kuhn explains that scientific change occurs in non-cumulative leaps toward a new paradigm that is often incompatible with the old one. This article examines Kuhn’s framework within contemporary philosophy of science and epistemology, drawing from classical and modern literature as well as two primary journals. The analysis includes Kuhn’s critique of positivism, epistemological implications, and the relevance of his ideas in today’s scientific landscape marked by pluralism, interdisciplinarity, globalization of knowledge, and technological change. The study concludes that Kuhn’s paradigm offers a critical lens for understanding science as a dynamic, contextual, and value-laden enterprise, encouraging epistemic dialogue across various traditions of knowledge.</em></p>Muhamad Fikrun NajibMuntaha Nour
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101HUBUNGAN DESAIN TATA LETAK RUANGAN DENGAN MOTIVASI DAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN DI COFFE SHOP CASA TERRACE
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19547
<p>Investigasi ini berupaya untuk mengidentifikasi korelasi antara rancangan tata ruang dan dorongan serta efisiensi kerja staf di Coffe Shop Casa Terrace. Tata ruang yang dirancang untuk ergonomi, kenyamanan, dan kelancaran operasional diharapkan dapat meningkatkan dorongan kerja staf, yang selanjutnya berkontribusi pada peningkatan efisiensi. Studi ini menggunakan metodologi kuantitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner berskala Likert kepada staf Casa Terrace. Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS, mencakup uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis korelasi dan regresi. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa semua instrumen yang digunakan telah dinyatakan valid dan reliabel. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa rancangan tata ruang memiliki korelasi positif dan signifikan dengan dorongan kerja staf. Lebih lanjut, dorongan kerja menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan terhadap efisiensi kerja. Secara simultan, desain tata letak ruangan dan motivasi kerja berhubungan sigifikan dengan produktivitas kerja karyawan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa desain tata letak ruangan yang menunjang kenyamanan dan efektivitas kerja berperan penting dalam meningkatkan motivasi dan produktivitas kerja karyawan.</p>Aulia RahmahAgni NurqalammurtiIntan Nur HaeniEteh Resa Asyifa
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101PENGEMBANGAN SISTEM RAPORT DIGITAL BERBASIS WEB PADA SEKOLAH DASAR LAMAHOLOT
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/19598
<p>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan inefisiensi administrasi akademik di SD Lamaholot, Cengkareng, Jakarta Barat. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah sistem pengelolaan nilai dan rapor yang masih dilakukan secara manual, sehingga rentan terhadap kesalahan perhitungan (human error), memakan waktu lama, dan sulit dalam pengarsipan data. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah Waterfall, meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, serta pelatihan dan pendampingan. Solusi yang ditawarkan berupa pengembangan sistem rapor digital berbasis web yang menggunakan basis data MySQL. Hasil dari kegiatan ini adalah tersedianya aplikasi rapor digital yang memudahkan guru dalam menginput, mengelola, dan mencetak hasil belajar siswa. Selain itu, pelatihan yang diberikan telah meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi informasi. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi data, efisiensi waktu kerja guru, dan transparansi akademik di lingkungan SD Lamaholot.</p> <p><em>This Community Service Activity (PKM) aims to address administrative inefficiencies at SD Lamaholot, Cengkareng, West Jakarta. The main problem faced by the partner is the manual management of grades and report cards, which is prone to calculation errors (human error), time-consuming, and difficult to archive. The implementation method used is Waterfall, which includes needs analysis, system design, implementation, testing, as well as training and mentoring. The solution offered is the development of a web-based digital report card system using a MySQL database. The result of this activity is the availability of a digital report card application that makes it easier for teachers to input, manage, and print student learning outcomes. In addition, the training provided has improved teachers' competence in utilizing information technology. This activity is expected to increase data accuracy, teacher work efficiency, and academic transparency in the SD Lamaholot environment.</em></p>Paulus Satriawan HarsonRajin NahampunAhmad Akbar RamadhanAlfin Hindra SaputraAnsgeriaEdeltrudis KueRizki ArdiansyahSelviantiAbdul Khamid
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-01-302026-01-30101