Jurnal Multidisiplin Inovatif
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi
id-IDJurnal Multidisiplin InovatifDINAMIKA PERGESERAN GAYA KOMUNIKASI PADA AKUN INSTAGRAM @TXTDRTNG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/25144
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pesan dan konten yang digunakan oleh @txtdrtng dalam menyajikan realitas sosial di Kota Tangerang, serta untuk menganalisis karakteristik konten dan gaya komunikasi @txtdrtng dalam membangun keterikatan (engagement) dan kepercayaan audiens di tengah kompetisi media digital lokal. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus deskriptif serta mengacu pada model Komunikasi Dua-Arah Simetris James E. Grunig, penelitian ini menelaah bagaimana pengelola akun mempertahankan kepercayaan publik melalui manajemen konten kolaboratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi @txtdrtng dibangun berdasarkan pemahaman bersama yang bersumber dari keresahan sosial lokal, lingkaran umpan balik aktif melalui partisipasi pengguna, transparansi dalam manajemen krisis, serta gaya komunikasi egaliter yang memosisikan akun sebagai ruang komunitas digital partisipatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa autentisitas dan responsivitas gaya komunikasi menjadi kunci utama dalam memulihkan kredibilitas institusional serta mempertahankan loyalitas audiens.</p> <p><em>This study aims to analyze the message and content strategies used by @txtdrtng in presenting social realities in Tangerang City, as well as to analyze the content characteristics and communication style of @txtdrtng in building audience engagement and trust amidst local digital media competition. Using a qualitative approach with a descriptive case study design and drawing upon James E. Grunig's Two-Way Symmetrical Communication model, this research examines how the account administrators maintain public trust through collaborative content management. The results indicate that @txtdrtng's strategy is built upon a mutual understanding derived from local social anxieties, an active feedback loop through user participation, transparency in crisis management, and an egalitarian communication style that positions the account as a participatory digital community space. This study concludes that authenticity and responsiveness in communication style are key factors in restoring institutional credibility and maintaining audience loyalty.</em></p>Diane Syindah HabsariAulian KhairaniRiza Gusti Rahayu
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-08-312026-08-31108PRAKTIK KOMUNIKASI PEMASARAN KEDAI KOPI SANDWICH ATTACK DALAM PEMBENTUKAN BRAND AWARENESS
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/25378
<p>Pemasaran modern mengalami perkembangan yang sangat pesat seiring berjalannya waktu. Dengan demikian, meningkatnya persaingan di industri kedai kopi menuntut pemilik kedai kopi untuk mengembangkan praktik komunikasi pemasaran yang kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana Kedai Kopi Sandwich Attack menggunakan komunikasi pemasaran untuk meningkatkan kesadaran <em>Brand</em> di kalangan konsumennya. Studi kasus ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, dan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan menggunakan metode ini untuk mengumpulkan data. Karena keterbatasan sumber daya dan tingkat persaingan yang tinggi dalam jenis bisnis yang sama, penelitian ini menemukan bahwa praktik komunikasi pemasaran seperti menggunakan media sosial, mengadakan acara komunitas, dan bekerja sama dengan bisnis lokal memiliki potensi untuk membangun <em>Brand Awareness</em> konsumen dan memberikan pengalaman yang menyenangkan.</p> <p><em>Modern marketing has evolved rapidly over time. Consequently, increasing competition in the coffee shop industry has prompted coffee shop owners to develop creative marketing communication strategies. This study aims to examine how Sandwich Attack Coffee Shop uses marketing communication to increase brand awareness among its customers. This case study was conducted using a qualitative approach, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. Due to resource constraints and high levels of competition within the same industry, this study found that marketing communication practices—such as using social media, hosting community events, and collaborating with local businesses—have the potential to build brand awareness among consumers and provide an enjoyable experience.</em></p>Ramanda Dwi KusnantiMochammad MirzaFaisal Tomi Saputra
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-08-312026-08-31108ANTUSIASME VOLUNTEER DALAM KETERLIBATAN AKTIVITAS SOSIAL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/24939
<p>Penelitian ini bertujuan untuk memahami antusiasme volunteer dalam keterlibatan aktivitas sosial pada Komunitas Gembira Seharian. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya partisipasi volunteer yang tetap konsisten mengikuti kegiatan sosial meskipun terdapat kewajiban kontribusi finansial sebagai syarat keikutsertaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan paradigma konstruktivisme. Teori yang digunakan adalah Teori Interaksi Simbolik George Herbert Mead melalui konsep mind, self, dan society. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volunteer memaknai antusiasme sebagai rasa senang, semangat, kepedulian, dan kebahagiaan dalam aktivitas sosial. Pengalaman mengikuti kegiatan memberikan pembelajaran hidup, meningkatkan empati, rasa syukur, kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, serta memperluas relasi sosial. Antusiasme volunteer didorong oleh motivasi untuk membantu sesama, memperoleh pengalaman baru, mengembangkan diri, dan menjadi bagian dari komunitas yang hangat. Temuan tersebut menunjukkan bahwa mind tercermin pada proses volunteer memaknai pengalaman sosial, self pada pembentukan konsep diri melalui pengalaman dan interaksi, serta society pada terciptanya rasa memiliki, kebersamaan, dan hubungan sosial dalam komunitas. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian komunikasi intrapersonal, komunikasi organisasi, dan komunikasi sosial mengenai volunteer dalam aktivitas sosial berbasis komunitas.</p> <p><em>This study aims to understand volunteer enthusiasm in social activity involvement within the Gembira Seharian Community. The research is motivated by the high level of volunteer participation despite the requirement to make a financial contribution as a condition of participation. This study employed a qualitative approach using a case study method within a constructivist paradigm. The theoretical framework was George Herbert Mead's Symbolic Interaction Theory, focusing on the concepts of mind, self, and society. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that volunteers interpret enthusiasm as feelings of happiness, excitement, care, and joy in participating in social activities. Their experiences provide meaningful life lessons, foster empathy and gratitude, strengthen self-confidence and communication skills, and expand social relationships. Volunteer enthusiasm is driven by the desire to help others, gain new experiences, develop personal potential, and become part of a warm and supportive community. The findings further indicate that the concept of mind is reflected in volunteers' interpretation of their social experiences, self in the development of self-concept through experience and interaction, and society in the emergence of a sense of belonging, togetherness, and social relationships within the community. This study contributes to the development of intrapersonal, organizational, and social communication studies related to volunteerism in community-based social activities.</em></p>Silfa Auliya SintaraAulian KhairaniIsniyunisyafna Diah Delima
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-08-312026-08-31108SEMINAR MISIOLOGI GEREJA JUGA ADALAH KLINIK HOLISTIK “MENAWARKAN PELAYANAN KESEHATAN SEBAGAI WUJUD MISI HOLISTIK DAN DIAKONIA TRANSFORMATIF GEREJA”
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/25258
<p>Makalah ini membahas tentang pelayanan kesehatan sebagai bagian dari misi holistik gereja. Berdasarkan konsep shalom dan teladan Yesus Kristus, gereja dipanggil untuk melayani secara penuh mencakup aspek fisik, mental, sosial, dan spiritual. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui studi kepustakaan dan wawancara di GMI Maranata Kisaran. Hasil oenelitian menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan dilakukan melalui kerjasama dengan tenaga medis dan lembaga kesehatan memberikan manfaat bagi jemaat dan masyarakat. Pelayanan kesehatan menjadi wujud nyata kasih Allah dan bagian oenting dari Diakonia transformatif gereja.</p> <p><em>This paper discusses health mimistry as part of the church holostic mission. Based of concept shalom and the example of Jesus Christ, the church is called to serve people including their physical, mentap, social and spiritual. This study use a qualitative method trough literature riview and interview at GMI Maranatha Kisaran. The finding show that healtu ministrycarried out in colarorated at medical profesionals and healty institution benefts both church member and wide comunity. Health ministry is a tangible expression of god love and an essensial part of the church transformative diaconal mission.</em></p>Elli Silvia PurbaPayo SaragihFrendi SaragihMelki Apriadi SitorusDea Sari
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-08-312026-08-31108PENGARUH EDUWISATA TAWUN TERHADAP KEMAMPUAN VISUAL SPASIAL ANAK USIA 5 - 6 TAHUN DI TK DHARMA WANITA TAWUN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/25094
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh eduwisata Tawun terhadap kemampuan visual spasial anak usia 5–6 tahun di TK Dharma Wanita Tawun. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya kemampuan visual spasial anak, seperti mengenali bentuk dan warna, memahami konsep ruang dan arah, serta menyusun pola sederhana. Selain itu, pembelajaran di PAUD masih cenderung berfokus pada kegiatan di dalam kelas dan penggunaan media konvensional sehingga kurang memberikan pengalaman belajar yang konkret bagi anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experiment dan desain one group pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah anak usia 5–6 tahun di TK Dharma Wanita Tawun. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi dan tes unjuk kerja dengan indikator kemampuan visual spasial meliputi mengenali bentuk dan warna, memahami arah dan posisi, menyusun pola sederhana, serta menghubungkan bagian-bagian menjadi satu kesatuan. Data diperoleh melalui kegiatan pretest, pemberian perlakuan berupa kegiatan eduwisata Tawun, dan posttest. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata -rata kemampuan visual spasialsebelum perlakuan sebesar 62,50 dan setelah diberikan kegiatan eduwisata Tawun meningkat menjadi 84,37. Berdasarkan hasil uji Paired Sample T-Test diperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Dengan demikian, kegiatan eduwisata Tawun berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan visual spasial anak usia 5–6 tahun di TK Dharma Wanita Tawun kegiatan eduwisata Tawun berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan visual spasial anak usia dini. Dengan demikian, eduwisata dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif, menyenangkan, dan berbasis pengalaman langsung dalam mengembangkan kemampuan visual spasial anak.</p>Abelia Wina NirwandaNurcahyati NgaisahDita Primashanti Koesmadi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-08-312026-08-31108ANALISIS KOMUNIKASI DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN TANGERANG DALAM PELAKSANAAN PROGRAM ANGKUTAN BUS SEKOLAH GRATIS 2026
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/25364
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya komunikasi Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang dalam menyosialisasikan Program Angkutan Bus Sekolah Gratis sebagai inovasi pelayanan publik di bidang transportasi yang bertujuan memperluas akses pendidikan dan meningkatkan keselamatan pelajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi Dinas Perhubungan dalam pelaksanaan program serta mendeskripsikan proses penyampaian informasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan metode deskriptif dalam paradigma konstruktivisme. Analisis penelitian menggunakan Teori Difusi Inovasi Everett M. Rogers (2003), meliputi unsur inovasi, saluran komunikasi, sistem sosial, dan waktu, serta didukung konsep komunikasi organisasi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Kepala Bidang dan staf Bidang Angkutan, guru, dan orang tua murid, serta observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dan diuji melalui triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dilakukan melalui koordinasi, sosialisasi, dan penyampaian informasi kepada sekolah, orang tua, dan masyarakat. Kebaruan penelitian terletak pada kajian difusi inovasi dalam komunikasi program transportasi pendidikan di tingkat daerah. Penelitian menyimpulkan bahwa komunikasi yang terkoordinasi mendukung penerimaan program. Penguatan sosialisasi dan pemanfaatan media komunikasi secara berkelanjutan direkomendasikan untuk meningkatkan efektivitas program.</p> <p><em>This study is motivated by the importance of communication conducted by the Transportation Agency of Tangerang Regency in socializing the Free School Bus Program as an innovation in public transportation services aimed at expanding access to education and improving students’ safety and comfort when traveling to and from school. This study aims to analyze the communication practices of the Transportation Agency in implementing the program and to describe the process of disseminating information and socializing the program to the community. This research employs a qualitative approach with a descriptive method and case study design within a constructivist paradigm. The analysis applies Everett M. Rogers’ Diffusion of Innovations Theory (2003), covering innovation, communication channels, social system, and time, supported by organizational communication concepts. Data were collected through in-depth interviews with the Head and staff of the Transportation Agency, teachers, and parents, complemented by observation and documentation. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model and validated through triangulation. The findings show that communication is conducted through coordination, socialization, and information dissemination to schools, parents, and the community. The novelty lies in examining innovation diffusion communication in the implementation of educational transportation services at the local level. The study recommends strengthening continuous socialization and utilizing communication media more effectively.</em></p>Muhammad Mars RebanggaAulian Khairani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-08-312026-08-31108PENOLONG SEPADAN (SUATU TINJAUAN DOGMATIS TENTANG PEMAHAMAN PENOLONG SEPADAN DIPERHADAPKAN DENGAN BUDAYA PATRIARKI DALAM KELUARGA DAN IMPLEMENTASINYA BAGI JEMAAT ONKP FA’OMASI)
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/25252
<p>Penelitian ini bertujuan menegaskan kepada masyarakat Nias bahwa patriarki bukanlah bentuk kekuasaan laki-laki, melainkan marga yang memang harus ada dalam kehidupan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui penyebaran angket dan metode kualitatif melalui wawancara. Hasil penelitian menemukan bahwa patriarki dianggap sebagai simbol laki-laki memiliki kekuasaan penuh dalam kehidupan. Namun, Gereja ONKP hadir untuk mengubah pemahaman tersebut melalui Tata Gereja ONKP yang menegaskan bahwa laki-laki dan perempuan tidak pernah dibeda-bedakan. Kesimpulannya, pemahaman jemaat ONKP Fa’omasi mengenai penolong sepadan pada umumnya sudah mengarah pada relasi yang setara sesuai ajaran Alkitab dan terang Tuhan. Akan tetapi, jemaat belum sepenuhnya memahami arti patriarki. Oleh karena itu, gereja perlu memberikan pengajaran yang benar tentang patriarki serta kesetaraan laki-laki dan perempuan melalui pembinaan jemaat, khotbah, dan pelayanan keluarga.</p> <p><em>This study aims to emphasize to the Nias community that patriarchy is not a form of male power, but rather a clan system that must exist in life. This study used quantitative methods through questionnaires and qualitative methods through interviews. The results found that patriarchy is perceived as a symbol of men having complete power in life. However, the ONKP Church is present to change this understanding through the ONKP Church Order, which emphasizes that men and women are never discriminated against. In conclusion, the ONKP Fa'omasi congregation's understanding of equal helpers generally leads to an equal relationship according to biblical teachings and God's light. However, the congregation does not yet fully understand the meaning of patriarchy. Therefore, the church needs to provide correct teaching about patriarchy and the equality of men and women through congregational development, sermons, and family ministry.</em></p>Agnes Cahyani HiaPardomuan Munthe
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-08-312026-08-31108PERSEPSI KHALAYAK TERHADAP KAMPANYE DONASI AL-QUR’AN ONLINE MELALUI META ADS DAN IMPLIKASINYA PADA MINAT BERDONASI: STUDI KASUS PADA YAYASAN HASHINAH UMAT INDONESIA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/25464
<p>Perkembangan media sosial mendorong organisasi keagamaan memanfaatkan iklan digital untuk menggalang donasi. Yayasan Hashinah Umat Indonesia memanfaatkan Meta Ads untuk mengampanyekan donasi Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi khalayak terhadap iklan donasi tersebut serta pembentukan minat berdonasi yang mengikutinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pihak internal yayasan serta khalayak yang sudah maupun belum berdonasi, kemudian dianalisis menggunakan Teori Persepsi dengan dimensi seleksi, organisasi, dan interpretasi, serta Theory of Reasoned Action dengan dimensi sikap, norma subjektif, dan minat. Hasil penelitian menunjukkan khalayak membentuk persepsi positif terhadap iklan pada ketiga dimensi persepsi, terutama karena kesesuaian pesan dengan nilai religiusitas. Persepsi positif tersebut menumbuhkan sikap positif dan minat berdonasi, namun terbentuknya minat tidak otomatis menjadi donasi nyata karena dipengaruhi norma subjektif dari lingkungan sosial dan keterbatasan ekonomi. Penelitian menyimpulkan bahwa persepsi positif merupakan faktor penting, namun belum mencukupi bagi terealisasinya donasi.</p> <p><em>The growth of social media encourages religious organizations to use digital advertising to raise donations. Yayasan Hashinah Umat Indonesia uses Meta Ads to promote Qur’an donation. This study aims to analyze audience perception of the donation advertisement and the formation of donation interest that follows. It uses a qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving the foundation’s internal staff and audiences who had and had not donated, then analyzed using Perception Theory with the dimensions of selection, organization, and interpretation, and the Theory of Reasoned Action with the dimensions of attitude, subjective norm, and intention. The results show that the audience formed a positive perception of the advertisement across the three perception dimensions, mainly because the message aligned with religious values. This positive perception fostered a positive attitude and donation interest; however, the interest did not automatically result in an actual donation due to subjective norms and economic limitations. The study concludes that positive perception is important but not sufficient for a donation to materialize.</em></p>Jagat PutriSelvy maria Widuhung
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-08-312026-08-31108ANALISIS PENGARUH SISTEM PEMBELAJARAN DARING TERHADAP KECURANGAN AKADEMIK MAHASISWA PADA PRODI AKUNTANSI UNIVERSITAS TANGERANG RAYA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/25005
<p>Penelitian ini menginvestigasi dampak sistem perkuliahan daring terhadap intensitas kecurangan akademik di kalangan mahasiswa program studi akuntansi Universitas Tangerang Raya. Pendekatan kuantitatif diterapkan dengan menyasar populasi mahasiswa aktif kelas karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang menjalani metode belajar jarak jauh. Melalui penerapan rumus Slovin, terpilih 72 responden sebagai sampel representatif yang datanya dihimpun secara langsung lewat instrumen kuesioner primer. Pengujian data dijalankan menggunakan metode analisis deskriptif. Konklusi empiris mengindikasikan bahwa faktor tekanan (pressure) dan peluang (opportunity) tidak terbukti memengaruhi tindakan kecurangan akademik secara signifikan dalam ekosistem daring, sedangkan aspek rasionalisasi justru terbukti berkontribusi secara positif dan signifikan terhadap eskalasi tindakan tidak jujur tersebut.</p> <p><em>This study investigates the impact of online learning systems on the intensity of academic dishonesty among accounting study program students at Universitas Tangerang Raya. A quantitative approach was applied, targeting a population of active employee-class students from the Faculty of Economics and Business who undergo distance learning methods. Through the application of Slovin's formula, 72 respondents were selected as a representative sample, whose data were gathered directly via primary questionnaire instruments. Data evaluation was carried out using descriptive analysis methods. Empirical conclusions indicate that the factors of pressure and opportunity do not significantly affect academic dishonesty within the online ecosystem, whereas the aspect of rationalization proves to contribute positively and significantly to the escalation of such dishonest behavior.</em></p>Harini Eka Puji HastutiIqlima AwallunisaPutri SilvaniRagil FitrianiPuspa Pujia
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-08-312026-08-31108PENERAPAN LATIHAN GENGGAM BOLA KARET TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT GENGGAM PASIEN STROKE
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/25357
<p>Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat menyebabkan penurunan fungsi motorik, termasuk kekuatan otot genggam sehingga menghambat aktivitas sehari-hari. Latihan genggam bola karet belum pernah diterapkan sebagai intervensi rehabilitatif pada pasien stroke di wilayah kerja Puskesmas Sangkrah Kota Surakarta. Tujuan: Mendeskripsikan hasil penerapan latihan genggam bola karet terhadap peningkatan kekuatan otot genggam pada dua pasien stroke. Metode: Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan deskriptif pada dua pasien stroke iskemik di wilayah kerja Puskesmas Sangkrah Kota Surakarta. Pengukuran kekuatan otot dilakukan menggunakan handgrip dynamometer melalui pretest dan posttest. Intervensi berupa latihan genggam bola karet dilakukan selama 10–15 menit, dua kali sehari selama empat hari berturut-turut. Hasil: Kekuatan otot genggam Responden I meningkat dari 1,8 kg menjadi 2,3 kg (selisih 0,5 kg), sedangkan Responden II meningkat dari 6,3 kg menjadi 6,6 kg (selisih 0,3 kg). Kedua responden masih berada pada kategori kekuatan otot rendah, namun menunjukkan peningkatan setelah intervensi. Kesimpulan: Latihan genggam bola karet memberikan perkembangan positif terhadap peningkatan kekuatan otot genggam pada pasien stroke dan dapat menjadi intervensi keperawatan sederhana dalam rehabilitasi fungsi motorik.</p> <p><em>Background: Stroke is a health problem that can cause a decline in motor function, including handgrip muscle strength, thus hindering daily activities. Rubber ball grip exercise has never been applied as a rehabilitative intervention for stroke patients in the working area of Sangkrah Public Health Center, Surakarta. Objective: To describe the results of rubber ball grip exercise on improving handgrip muscle strength in two stroke patients. Methods: This descriptive case study involved two ischemic stroke patients in the working area of Sangkrah Public Health Center, Surakarta. Muscle strength was measured using a handgrip dynamometer through pretest and posttest. The intervention, rubber ball grip exercise, was performed for 10–15 minutes twice daily for four consecutive days. Results: Handgrip strength of Respondent I increased from 1.8 kg to 2.3 kg (0.5 kg difference), while Respondent II increased from 6.3 kg to 6.6 kg (0.3 kg difference). Both respondents remained in the low muscle strength category, though improvement was observed after the intervention. Conclusion: Rubber ball grip exercise showed positive development in improving handgrip muscle strength and can serve as a simple nursing intervention in motor rehabilitation.</em></p>Isnawati Salwa NurjannahIka Silvitasari
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-08-312026-08-31108PENGARUH PENGGUNAAN FLY ASH SEBAGAI SUBSTITUSI SEBAGIAN SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN DAN DAYA SERAP AIR PAVING BLOCK
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/25218
<p>Paving block merupakan salah satu material perkerasan yang banyak digunakan pada jalan lingkungan, trotoar, area parkir, dan pelataran karena mudah dipasang, ekonomis, serta memiliki nilai estetika yang baik. Di sisi lain, penggunaan semen Portland sebagai bahan pengikat utama masih menimbulkan dampak lingkungan berupa emisi karbon yang cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan alternatif material yang dapat mengurangi konsumsi semen tanpa menurunkan kualitas produk. Salah satu bahan yang berpotensi digunakan adalah fly ash, yaitu limbah hasil pembakaran batu bara yang memiliki sifat pozzolanik. Sifat tersebut memungkinkan fly ash bereaksi dengan kalsium hidroksida dan membentuk senyawa pengikat tambahan yang dapat meningkatkan kekuatan serta memperbaiki struktur mikro paving block. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi sebagian semen dengan fly ash terhadap kuat tekan dan daya serap air paving block melalui metode eksperimental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan fly ash mampu meningkatkan kuat tekan dari 24,25 MPa menjadi 27,85 MPa pada variasi optimum 10%, serta menurunkan daya serap air sehingga menghasilkan paving block yang lebih padat, kuat, dan tahan terhadap penetrasi air.</p> <p><em>Paving blocks are one of the most widely used pavement materials for residential roads, sidewalks, parking areas, and open spaces due to their ease of installation, cost-effectiveness, and aesthetic value. On the other hand, the use of Portland cement as the primary binding material still has a significant environmental impact through high carbon emissions. Therefore, alternative materials are needed to reduce cement consumption without compromising product quality. One potential material is fly ash, a by-product of coal combustion that possesses pozzolanic properties. These properties enable fly ash to react with calcium hydroxide and form additional cementitious compounds that can enhance strength and improve the microstructure of paving blocks. This study aims to analyze the effect of partial cement substitution with fly ash on the compressive strength and water absorption of paving blocks using an experimental method. The results indicate that the addition of fly ash increased compressive strength from 24.25 MPa to 27.85 MPa at the optimum variation of 10%, while also reducing water absorption. Consequently, the paving blocks became denser, stronger, and more resistant to water penetration.</em></p>Siti Nurhalizah RasyidAndi SulfanitaAndi Bustan Didi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-08-312026-08-31108PENGARUH KEMUDAHAN PENGGUNAAN DAN KEAMANAN TRANSAKSI TERHADAP KEPUASAN NASABAH PADA PENGGUNA APLIKASI BCA MOBILE DI JAKARTA BARAT
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/25415
<p>Perkembangan teknologi digital mendorong perbankan menghadirkan layanan mobile banking yang memberikan kemudahan dan keamanan dalam bertransaksi. Kedua faktor tersebut menjadi pertimbangan penting dalam membentuk kepuasan nasabah saat menggunakan BCA Mobile. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kemudahan penggunaan terhadap kepuasan nasabah secara parsial, pengaruh keamanan transaksi secara parsial, serta pengaruh keduanya secara simultan pada pengguna aplikasi BCA Mobile di Jakarta Barat. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 21 melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji f, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan nasabah (thitung = 4,493; sig. = 0,000). Keamanan transaksi juga berpengaruh positif dan signifikan (thitung = 6,506; sig. = 0,000). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan nasabah (f-hitung = 75,409; sig. = 0,000) dengan koefisien determinasi sebesar 60,9%.</p> <p><em>The rapid growth of digital technology has encouraged banks to provide mobile banking services that offer convenience and security in financial transactions. These factors play an important role in shaping customer satisfaction when using BCA Mobile. This study aims to examine the partial effect of perceived ease of use on customer satisfaction, the partial effect of transaction security, and the simultaneous effect of both variables on customer satisfaction among BCA Mobile users in West Jakarta. A quantitative research approach was employed using questionnaires as the data collection instrument. The study involved 100 respondents selected through purposive sampling. Data were analyzed using SPSS version 21, including validity, reliability, classical assumption, multiple linear regression, t-test, f-test, and coefficient of determination analyses. The results indicate that perceived ease of use has a positive and significant effect on customer satisfaction (t = 4.493; p = 0.000). Transaction security also has a positive and significant effect (t = 6.506; p = 0.000). Simultaneously, both variables have a positive and significant effect on customer satisfaction (f= 75.409; p = 0.000), with a coefficient of determination of 60.9%.</em></p>Indri Theresia Veronica SimanjuntakRani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-08-312026-08-31108ANALISIS SWOT TERHADAP PROGRAM BANGUN DESA YANG DILAKSANAKAN OLEH SMK NEGERI 4 KOTA KUPANG di PULAU SEMAU TAHUN 2024
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/24989
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) terhadap pelaksanaan Program Bangun Desa yang dilaksanakan oleh SMK Negeri 4 Kota Kupang di Pulau Semau Tahun 2024. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pihak sekolah, pemerintah desa, masyarakat, serta peserta program yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, kemudian dipadukan dengan analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Bangun Desa memiliki kekuatan berupa dukungan institusi, keterlibatan peserta didik, serta kerja sama dengan masyarakat desa. Kelemahan yang ditemukan meliputi keterbatasan sarana, pendanaan, dan keberlanjutan program. Peluang yang tersedia berasal dari dukungan pemerintah, potensi kemitraan, dan kebutuhan masyarakat terhadap program pemberdayaan. Sementara itu, ancaman yang dihadapi meliputi keterbatasan akses wilayah, perubahan kebijakan, dan rendahnya partisipasi sebagian masyarakat. Berdasarkan hasil analisis SWOT, strategi yang direkomendasikan adalah memperkuat kolaborasi dengan pemangku kepentingan, meningkatkan kapasitas peserta, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal, serta menyusun program yang berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program Bangun Desa.</p> <p><em>This study aims to analyze the strengths, weaknesses, opportunities, and threats (SWOT) of the Village Development Program implemented by SMK Negeri 4 Kupang City on Semau Island in 2024. The study employed a qualitative descriptive approach, with data collected through interviews, observations, and documentation. The research informants consisted of school representatives, village government officials, community members, and program participants selected using purposive sampling. Data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing, followed by SWOT analysis to formulate program development strategies. The findings indicate that the Village Development Program possesses several strengths, including institutional support, active student participation, and collaboration with the local community. The identified weaknesses include limited facilities, funding constraints, and program sustainability issues. Opportunities arise from government support, potential partnerships, and community demand for empowerment programs. Meanwhile, the threats include limited accessibility, policy changes, and low participation from some community members. Based on the SWOT analysis, the recommended strategies include strengthening collaboration among stakeholders, enhancing participants' capacity, optimizing local resources, and developing sustainable programs to improve the effectiveness of the Village Development Program.</em></p>Iin Mirawati SamahLenny S.Bire ManoeImanta I. Perangin AnginYeheskial A. Roen
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-08-312026-08-31108KAJIAN ARSITEKTUR PERILAKU PADA SIRKULASI PENGGUNAAN RUANG PASA DWIKORA PARLUASAN PEMATANG SIANTAR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/25331
<p>Pasar Tradisonal Dwikora Parluasan berlokasi di Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematang Siantar. Pasar ini identik dengan sistem transaksi tawar menawar. Namun seiring berjalannya waktu, ruang pasar tradisional ini berubah menjadi semrawut. Salah satu fenomena yang terjadi pada pasar ini yakni adanya ruang yang sudah direncanakan dan sudah digunakan sebagaimana semestinya, dan adanya ruang yang direncanakan namun tidak optimal termanfaatkan. Pada hasil pengamatan awal yang dilakukan terlihat adanya ruang ruang yang tidak optimal termanfaatkan seperti ruang-ruang terpinggirkan/kosong (dead spots) di dalam bangunan dan kawasan inti pasar yang di sebabkan oleh bentuk pasar dan jalur sirkulasi yang kurang baik, sehingga kurang mendapat perhatian akibat jarangnya pembeli/pengunjung untuk sekedar melewati ruang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola perilaku pengguna ruang yang terjadi pada bangunan pasar tradisional Dwikora Parluasan, dan bagaimana kondisi sirkulasi pada ruang dalam pasar tradisional Dwikora Parluasan yang menyebabkan adanya ruang-ruang dalam pasar tidak optimal termanfaatkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran (mix method). Hasil penelitian ini memperlihatkan bagaimana perilaku pedagang dan pembeli/pengunjung disaat waktu operasional pasar dan bagaimana sirkulasi pasar dapat mempengaruhi ruang-ruang di dalam pasar tradisional Dwikora Parluasan.</p> <p><em>Dwikora Parluasan Traditional Market is located in the North Siantar District of Pematangsiantar City. This market is characteristically synonymous with a bargaining transaction system. However, over time, the space within this traditional market has become chaotic and disorganized. One phenomenon observed in this market is the discrepancy between spaces that function as planned and those that, despite planning, remain underutilized. Preliminary observations reveal the presence of underutilized spaces, such as marginalized or empty areas (dead spots) within the building and the market's core. These issues are caused by the market's form and poor circulation paths, resulting in these areas receiving little attention as buyers or visitors rarely traverse them. This study aims to determine the spatial user behavior patterns within the Dwikora Parluasan Traditional Market building and to analyze how internal circulation conditions contribute to the existence of underutilized spaces. This research employs a mixed-method approach. The results of this study illustrate the behavior of traders and buyers/visitors during operational hours and demonstrate how market circulation influences the spatial dynamics within the Dwikora Parluasan Traditional Market.</em></p>Fauzan Azima BatubaraEffan FahrizalEri Saputra
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-08-312026-08-31108PENGARUH METODE GALLERY WALK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN IPA DI SDN 106161 LAUT DENDANG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/25145
<p>Kemampuan berpikir kritis siswa kelas V dalam pembelajaran IPA di SDN 106161 Laut Dendang masih tergolong rendah. Dari 32 siswa, hanya 13 siswa (41%) yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), sedangkan sebagian besar siswa cenderung pasif dan kesulitan menganalisis serta menyimpulkan informasi secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Gallery Walk terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V pada pembelajaran IPA. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi-experiment dan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 64 siswa yang terbagi menjadi kelas eksperimen (V-A, n=32) yang diberi perlakuan metode Gallery Walk dan kelas kontrol (V-B, n=32) yang diberi pembelajaran konvensional, ditentukan melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa 15 soal pilihan ganda yang telah diuji validitas (korelasi Product Moment Pearson) dan reliabilitas (Alpha Cronbach). Analisis data meliputi uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, dan uji hipotesis Independent Sample T-Test dengan bantuan SPSS 28.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata pre-test kelas eksperimen sebesar 52,70 meningkat menjadi 82,5 pada post-test, dengan ketuntasan belajar meningkat dari 12,5% menjadi 84,4%. Sementara itu, kelas kontrol hanya meningkat dari 43,94 menjadi 52,5 dengan ketuntasan belajar dari 3,2% menjadi 9%. Uji Independent Sample T-Test memperoleh nilai t-hitung sebesar 8,594 dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05) dan mean difference sebesar 29,938, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Disimpulkan bahwa metode Gallery Walk berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V pada pembelajaran IPA di SDN 106161 Laut Dendang.</p> <p><em>The critical thinking ability of fifth-grade students in science learning at SDN 106161 Laut Dendang was still relatively low. Out of 32 students, only 13 students (41%) reached the Minimum Completeness Criteria (KKM), while most students tended to be passive and struggled to analyze and draw conclusions independently. This study aims to determine the effect of the Gallery Walk method on the critical thinking ability of fifth-grade students in science learning. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental type and a Nonequivalent Control Group Design. The research sample consisted of 64 students divided into an experimental class (V-A, n=32) treated with the Gallery Walk method and a control class (V-B, n=32) taught with conventional learning, determined using a total sampling technique. The research instrument consisted of 15 multiple-choice questions that had been tested for validity (Pearson Product Moment correlation) and reliability (Cronbach's Alpha). Data analysis included the Shapiro-Wilk normality test, Levene's homogeneity test, and the Independent Sample T-Test using SPSS 28.0 for Windows. The results showed that the average pre-test score of the experimental class was 52.70, increasing to 82.5 in the post-test, with learning completeness increasing from 12.5% to 84.4%. Meanwhile, the control class only increased from 43.94 to 52.5, with learning completeness rising from 3.2% to 9%. The Independent Sample T-Test obtained a t-value of 8.594 with a significance of 0.000 (p < 0.05) and a mean difference of 29.938, so H0 was rejected and Ha was accepted. It is concluded that the Gallery Walk method has a significant effect on improving the critical thinking ability of fifth-grade students in science learning at SDN 106161 Laut Dendang.</em></p>Siti AfsahWildansyah LubisIbrahim GultomElvi MailaniFahrur Rozi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-08-312026-08-31108PENERAPAN TERAPI FOOT MASSAGE DALAM MENINGKATKAN NILAI ANKLE BRACHIAL INDEX (ABI) PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/25398
<p>Latar Belakang; Diabetes melitus tipe 2 dapat menyebabkan gangguan sirkulasi perifer yang ditandai dengan penurunan nilai Ankle Brachial Index (ABI). Foot massage merupakan terapi nonfarmakologis yang dapat membantu meningkatkan aliran darah perifer. Tujuan; Mendeskripsikan hasil penerapan terapi foot massage dalam meningkatkan nilai ABI pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode; Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada dua pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Gambirsari Surakarta. Terapi foot massage diberikan selama 10 menit, dua kali sehari (pagi dan sore) selama 2 hari berturut-turut. Pengukuran ABI dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan tensimeter digital. Hasil; Nilai ABI sebelum intervensi pada responden pertama sebesar 0,83 dan responden kedua 0,85 yang termasuk kategori PAD ringan. Setelah dilakukan foot massage, nilai ABI meningkat menjadi 1,16 pada responden pertama dan 1,18 pada responden kedua dengan kategori normal. Kedua responden mengalami peningkatan nilai ABI yang sama yaitu sebesar 0,33. Kesimpulan; Terapi foot massage dapat meningkatkan nilai ABI pada pasien diabetes melitus tipe 2 sehingga berpotensi digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis untuk meningkatkan sirkulasi darah perifer.</p> <p><em>Background; Type 2 diabetes mellitus may cause peripheral circulation disorders indicated by decreased Ankle Brachial Index (ABI) values. Foot massage is a non-pharmacological therapy that may improve peripheral blood circulation. The objective of the research; To describe the implementation of foot massage therapy in improving ABI values among patients with type 2 diabetes mellitus. Methods; This case study involved two patients with type 2 diabetes mellitus in the Gambirsari Public Health Center area, Surakarta. Foot massage was administered for 10 minutes twice daily (morning and afternoon) for two consecutive days. ABI was measured before and after the intervention using a digital sphygmomanometer. Results; Before the intervention, ABI values were 0.83 and 0.85, indicating mild PAD. After foot massage therapy, ABI values increased to 1.16 and 1.18, respectively, reaching the normal category. Both respondents showed the same increase in ABI value of 0.33. Summary; Foot massage therapy can improve ABI values in patients with type 2 diabetes mellitus and may be used as a non-pharmacological nursing intervention to enhance peripheral blood circulation.</em></p>Regina Zahwa ZevinaIka Silvitasari
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-08-312026-08-31108PENERAPAN KOMPRES HANGAT DALAM PENURUNAN NYERI DISMENORE PRIMER PADA MAHASISWI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/24986
<p>Latar Belakang: Dismenore primer merupakan nyeri menstruasi tanpa kelainan patologis pada organ reproduksi yang sering dialami oleh remaja putri dan mahasiswi. Nyeri dismenore dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, konsentrasi belajar, dan kualitas hidup. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri adalah kompres hangat. Tujuan: Mendeskripsikan hasil penerapan kompres hangat dalam menurunkan nyeri dismenore primer pada mahasiswi Universitas 'Aisyiyah Surakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif pada dua mahasiswi yang mengalami dismenore primer. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) sebelum dan sesudah pemberian kompres hangat bersuhu 37-40°C selama 15-20 menit pada area perut bagian bawah. Hasil: Sebelum dilakukan kompres hangat, kedua responden mengalami nyeri berat dengan skala nyeri 7 dan 8. Setelah dilakukan kompres hangat, skala nyeri kedua responden menurun menjadi 4 dengan kategori nyeri sedang. Responden pertama mengalami penurunan nyeri sebesar 3 poin dan responden kedua sebesar 4 poin. Kesimpulan: Penerapan kompres hangat dapat membantu menurunkan intensitas nyeri dismenore primer pada mahasiswi dari kategori nyeri berat menjadi nyeri sedang.</p> <p><em>Background: Primary dysmenorrhea is menstrual pain without pathological abnormalities in the reproductive organs and is commonly experienced by adolescent girls and female college students. It may interfere with daily activities, learning concentration, and quality of life. Warm compresses are one of the non-pharmacological therapies used to relieve menstrual pain. Objective: To describe the implementation of warm compress therapy in reducing primary dysmenorrhea pain among female students at Universitas 'Aisyiyah Surakarta. Methods: This descriptive case study involved two female students with primary dysmenorrhea. Pain intensity was measured using the Visual Analogue Scale (VAS) before and after applying a warm compress at 37–40°C for 15–20 minutes to the lower abdomen. Results: Before the intervention, both respondents experienced severe pain with VAS scores of 7 and 8. After the intervention, both pain scores decreased to 4, indicating moderate pain. Pain intensity decreased by 3 points in the first respondent and 4 points in the second respondent. Conclusion: Warm compress therapy helped reduce the intensity of primary dysmenorrhea pain from severe to moderate among the respondents</em></p>Nabila Fitriyani Putri NatasiyaDyah Rahmawatie Ratna Budi Utami
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-08-312026-08-31108TUKUR DALAM PERNIKAHAN ADAT KARO BERDASARKAN PERSPEKTIF PATRIARKI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/25259
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pergeseran makna tukur dalam pernikahan adat Karo, khususnya di desa Limas (Lingga Muda Ari Mas), Kecamatan, Lau Baleng, Kabupaten Karo, di mana tukur kerap disalahpahami sebagai bentuk pembelian perempuan akibat kuatnya pengaruh budaya patriarki. Pergeseran makna ini berpotensi menimbulkan ketimpangan relasi gender dalam rumah tangga serta bertentangan dengan ajaran Kristiani tentang martabat manusia sebagai Imago Dei. Penelitian ini bertujuan untuk menegaskan bahwa tukur merupakan simbol penghormatan dan pengikat hubungan kekerabatan, bukan alat tukar atau pembelian perempuan. Metode yang digunakan adalah mixed methods, yakni pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap 5 narasumber dan pendekatan kuantitatif melalui angket kepada 40 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di lapangan terdapat dualisme pemahaman: tokoh gereja dan adat memahami tukur sebagai simbol penghormatan, namun sebagian jemaat awam masih memaknainya sebagai transaksi kepemilikan; bahkan 70% responden mengakui bahwa tukur memengaruhi relasi suami-istri dalam rumah tangga, sebagai cerminan kuatnya pengaruh budaya patriarki. Maka disimpulkan bahwa pemahaman tukur sebagai pembelian perempuan bertentangan secara teologis dengan prinsip Imago Dei dan ajaran pernikahan Kristen sebagai perjanjian kudus; tukur perlu direinterpretasi sebagai simbol penghormatan dan tanggung jawab, bukan transaksi kepemilikan. Oleh karena itu, disarankan agar GBKP Runggun Limas meningkatkan pembinaan iman melalui katekisasi dan bimbingan pra-nikah, mengembangkan teologi kontekstual yang kritis terhadap budaya, serta menjalankan peran profetis gereja untuk meluruskan pemahaman yang bertentangan dengan nilai Injil.</p> <p><em>This study is motivated by the shift in the meaning of tukur in Karo traditional marriage, particularly within the congregation of GBKP Runggun Limas, where tukur which is essentially a symbol of respect toward the bride’s family (kalimbubu) is frequently misunderstood as the purchase of women due to the strong influence of patriarchal culture. This misinterpretation risks creating gender inequalities within households and contradicts Christian teachings on human dignity as Imago Dei. This study aims to examine the practice of tukur (bride price) in Karo traditional weddings at GBKP Runggun Limas through a dogmatic approach, affirming that tukur is a symbol of respect and a kinship bond, not a means of exchange or the purchase of women. The methods used are mixed methods: a qualitative approach through in-depth interviews with 5 informants and a quantitative approach through questionnaires distributed to 40 respondents. The findings reveal a dualism of understanding in the field: church and customary leaders understand tukur as a symbol of respect, while some lay members still interpret it as a transaction of ownership; notably, 70% of respondents acknowledged that tukur influences the husband-wife relationship in the household, reflecting the strong influence of patriarchal culture. This study concludes that the understanding of tukur as the purchase of women is theologically inconsistent with the principle of Imago Dei and the Christian understanding of marriage as a holy covenant; tukur must be reinterpreted as a symbol of honor and responsibility, not a transaction of ownership. Therefore, it is recommended that GBKP Runggun Limas strengthen faith formation through catechesis and pre-marital counseling, develop a critical contextual theology toward culture, and carry out the prophetic role of the church to correct understandings that contradict Gospel values</em></p>Aldi Armana SembiringPardomuan Munthe
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-08-312026-08-31108PERUBAHAN SENSE OF PLACE BERDASARKAN WAKTU AKTIVITAS RUANG PUBLIK DI TANAH LAPANG MERDEKA KOTA BINJAI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/25131
<p>Ruang publik memiliki peran penting dalam membentuk identitas kota dan pengalaman masyarakat terhadap lingkungan binaan. Salah satu konsep yang menjelaskan hubungan tersebut adalah Sense of Place, yaitu makna dan keterikatan yang terbentuk melalui interaksi manusia dengan ruang. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan Sense of Place berdasarkan waktu aktivitas di Tanah Lapang Merdeka Kota Binjai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis dilakukan pada empat periode waktu, yaitu pagi, siang, sore, dan malam, berdasarkan indikator identitas tempat, aktivitas, interaksi sosial, kenyamanan, dan makna tempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sense of Place bersifat dinamis dan berubah mengikuti pola aktivitas masyarakat. Pagi hari didominasi aktivitas olahraga, sore menjadi ruang interaksi sosial dan rekreasi, sedangkan malam berkembang sebagai ruang kuliner dan berkumpul. Temuan ini menunjukkan bahwa dimensi waktu berpengaruh terhadap pembentukan identitas dan pengalaman ruang, sehingga perlu menjadi pertimbangan dalam perencanaan dan pengelolaan ruang publik.</p>Anis ArsytaSoraya Masthura HassanFidyati
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-08-312026-08-31108PENERAPAN LATIHAN SENAM PROLANIS UNTUK MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DM DI PUSKESMAS NGORESAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/25375
<p>Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis akibat gangguan insulin yang berisiko memicu komplikasi vaskular. Senam Prolanis sebagai intervensi nonfarmakologis terstruktur untuk membantu mengendalikan kadar glukosa darah pasien. Tujuan: Mendeskripsikan hasil penerapan sebelum dan sesudah penerapan senam Prolanis terhadap penurunan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus di wilayah kerja UPTD Puskesmas ngoresan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian terapan dengan pendekatan studi kasus menggunakan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 2 responden penderita diabetes melitus yang memenuhi kriteria inklusi. senam Prolanis dilakukan selama 6 kali dalam 2 minggu. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan sebelum dan sesudah menggunakan glukometer serta didokumentasikan dalam lembar observasi.Hasil: Sebelum dilakukan penerapan, Ny. S memiliki kadar glukosa darah sebesar 247 mg/dL dan Ny. M sebesar 195 mg/dL. Setelah dilakukan penerapan senam Prolanis selama 6 kali pertemuan, kadar glukosa darah Ny. S menurun menjadi 143 mg/dL (penurunan 104 mg/dL), sedangkan Ny. M menurun menjadi 102 mg/dL (penurunan 93 mg/dL). Kesimpulan: Penerapan senam Prolanis selama 6 kali pertemuan efektif menurunan kadar glukosa darah pada kedua responden penderita diabetes melitus. Senam Prolanis dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis pengendalian kadar glukosa darah apabila dilakukan secara rutin dan disertai penerapan pola hidup sehat.</p> <p><em>Background: Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease caused by insulin dysfunction that carries a risk of triggering vascular complications. Prolanis exercise is a structured nonpharmacological intervention designed to help control patients’ blood glucose levels. Objective: To describe the results of the pre- and post-intervention effects of Prolanis exercise on blood glucose levels in patients with diabetes mellitus within the service area of the Ngoresan Community Health Center (UPTD Puskesmas). Methods: This study is an applied research using a case study approach with a descriptive method. The study subjects consisted of 2 participants with diabetes mellitus who met the inclusion criteria. Prolanis exercise was conducted 6 times over 2 weeks. Blood glucose levels were measured before and after each session using a glucometer and documented in an observation sheet. Results: Before the intervention, Mrs. S had a blood glucose level of 247 mg/dL and Mrs. M had a level of 195 mg/dL. After completing the Prolanis exercise program over 6 sessions, Mrs. S’s blood glucose level decreased to 143 mg/dL (a decrease of 104 mg/dL), while Mrs. M’s decreased to 102 mg/dL (a decrease of 93 mg/dL). Conclusion: The implementation of the Prolanis exercise program over six sessions was effective in lowering blood glucose levels in both participants with diabetes mellitus. The Prolanis exercise program can serve as a nonpharmacological intervention for blood glucose control when performed regularly and accompanied by lifestyle changes healthy.</em></p>Faizal AkbarHermawati
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-08-312026-08-31108PEMBENARAN OLEH IMAN (SUATU TINJAUAN DOGMATIKA TENTANG KETERKAITAN PEMBENARAN OLEH IMAN DENGAN PERBUATAN BAIK DAN IMPLIKASINYA DIJEMAAT GBKP RUNGGUN SUKATENDEL)
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/25253
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menegaskan bahwa pembeneran bukan oleh perbuatan baik melainkan oleh iman, serta implikasinya bagi jemaat GBKP Runggun Sukatendel. Metode yang digunakan adalah kualitatif dan kuantatif hasilnya ditemukan pemahaman jemaat bahwa pembenaran oleh perbuatan baik. Secara teologis dan dogmatis, penelitian ini menegaskan bahwa pembenaran manusia terjadi hanya oleh iman berdasarkan karya penebusan Yesus Kristus, sedangkan perbuatan baik merupakan buah atau respons dari iman yang hidup, bukan syarat keselamatan sesuai kesaksian Kitab Suci yang terdapat dalam Yohanes 15:16, Titus 2:13-14, Matius 5:16. Maka disarankan bagi gereja untuk mengajarkan bahwa perbuatan baik merupakan tanda pembenaran.</p> <p><em>This study aims to examine the relationship between justification by faith and good works, and its implications for the GBKP Runggun Sukatendel congregation. The method used was a survey using a questionnaire and interviews with the GBKP Sukatendel congregation, using a theological dogmatic approach. The results indicate that some members still understand that good works play a role in human justification before God. Theologically and dogmatically, this study confirms that human justification occurs only by faith based on the redemptive work of Jesus Christ, while good works are the fruit or response of living faith, not a requirement for salvation. Therefore, the church needs to improve teaching and faith formation so that the congregation has a correct understanding of salvation, grace, and the relationship between faith and good works in the Christian life</em></p>Efrata Sevanya SingarimbunPardomuan Munthe
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-08-312026-08-31108PENGARUH KUALITAS LAYANAN DIGITAL DAN DIGITALISASI TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA PLN MOBILE WILAYAH BEKASI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/25752
<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Kualitas Layanan Digital dan Digitalisasi Terhadap Kepuasan Pengguna PLN Mobile Wilayah Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling menggunakan rumus slovin dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Kualitas Layanan Digital berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Pengguna PLN Mobile dengan nilai thitung sebesar 3,253 dan nilai signifikansi sebesar 0,002 < 0,05. Digitalisasi berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Pengguna PLN Mobile dengan nilai thitung sebesar 7,443 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Secara simultan, Kualitas Layanan Digital dan Digitalisasi berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Pengguna PLN Mobile dengan nilai Fhitung sebesar 154,473 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Hasil koefisien determinasi menunjukkan nilai R Square sebesar 0,761 yang berarti bahwa Kualitas Layanan Digital dan Digitalisasi mampu menjelaskan Kepuasan Pengguna sebesar 76,1%, sedangkan sisanya sebesar 23,9% dipengaruhi oleh faktor lain.</p>Clara Fioretti JovancaEnggar Widianigrum
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-08-312026-08-31108EFEKTIVITAS PERENDAMAN MENGGUNAKAN JERUK NIPIS SEBAGAI ALTERNATIF PENURUNAN KADAR KADMIUM (Cd) PADA CUMI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/25024
<p>Cumi <em>(Loligo sp.)</em> merupakan hasil perikanan yang banyak dikonsumsi masyarakat, namun berisiko terkontaminasi logam berat kadmium (Cd) akibat pencemaran perairan. Hasil pemeriksaan kadar Cd pada cumi di Desa Langgula sebesar 1,766 mg/kg, melebihi batas maksimum BPOM RI yaitu 0,10 mg/kg. Salah satu upaya untuk menurunkan kadar Cd pada cumi adalah dengan memanfaatkan jeruk nipis yang mengandung asam sitrat sebagai agen pengkelat logam. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas perendaman jeruk nipis dalam menurunkan kadar Cd pada cumi serta mengetahui perbedaan efektivitas kedua jenis jeruk tersebut. Penelitian menggunakan desain true experimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Sampel cumi direndam menggunakan larutan jeruk nipis konsentrasi 75% dan 85% selama 30 menit dengan tiga kali pengulangan. Kadar Cd dianalisis melalui uji laboratorium dan data dianalisis menggunakan uji t independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman jeruk nipis efektif menurunkan kadar Cd pada cumi. Jeruk nipis dengan konsentrasi 75% menurunkan kadar Cd sebesar 29,9%, sedangkan konsentrasi 85% sebesar 55,1%. Perlakuan jeruk nipis konsentrasi 85% menunjukkan penurunan kadar Cd terbesar dibandingkan perlakuan lainnya. Disarankan kepada masyarakat untuk menerapkan perendaman menggunakan jeruk nipis sebelum pengolahan cumi serta kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti pengaruh waktu perendaman terhadap penurunan kadar Cd pada cumi.</p>Zihan PomalingoSirajuddien BialangiAyu Rofia Nurfadillah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-08-312026-08-31108PENGARUH TERPAAN KONTEN JOBLESS DI TIKTOK TERHADAP KECEMASAN FRESH GRADUATE DI UNIVERSITAS ISLAM SYEKH YUSUF TAHUN 2025
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/25360
<p>Meningkatnya penyebaran konten mengenai pengangguran (jobless) di media sosial, khususnya TikTok, berpotensi memengaruhi kondisi psikologis fresh graduate yang tengah memasuki masa transisi menuju dunia kerja. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh terpaan konten jobless di TikTok terhadap tingkat kecemasan fresh graduate lulusan tahun 2025 Universitas Islam Syekh-Yusuf Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif dan paradigma positivisme. Sampel sebanyak 87 responden ditentukan melalui purposive sampling dengan rumus Slovin, dan data dihimpun melalui kuesioner skala Likert lima poin yang mengukur dimensi frekuensi, durasi, dan atensi pada variabel terpaan berita, serta dimensi kecemasan ringan, sedang, berat, dan tingkat panik pada variabel kecemasan. Analisis data meliputi uji instrumen, uji asumsi klasik, uji korelasi, koefisien determinasi, uji t, dan regresi linear sederhana menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan korelasi positif yang kuat antara terpaan berita (X) dan kecemasan (Y) sebesar 0,783 dengan signifikansi 0,000, koefisien determinasi 61,3%, serta persamaan regresi Y = 24,322 + 0,643X. Hipotesis alternatif (H1) diterima, yang berarti terpaan konten jobless di TikTok berpengaruh signifikan terhadap kecemasan fresh graduate. Temuan ini memperkuat relevansi teori Uses and Effects dalam menjelaskan dampak psikologis konsumsi media digital pada generasi muda.</p> <p><em>The growing circulation of jobless-related content on social media, particularly TikTok, has raised concern about its potential impact on the psychological condition of fresh graduates entering the labor market transition period. This study examines the effect of exposure to jobless content on TikTok on the anxiety levels of fresh graduates who graduated in 2025 from Universitas Islam Syekh-Yusuf Tangerang. A quantitative approach with an associative design and a positivist paradigm was employed. A sample of 87 respondents was determined through purposive sampling using the Slovin formula, and data were collected through a five-point Likert-scale questionnaire measuring frequency, duration, and attention for news exposure, and mild, moderate, severe, and panic-level anxiety for the anxiety variable. Data analysis included instrument testing, classical assumption tests, correlation analysis, the coefficient of determination, a t-test, and simple linear regression using SPSS. Results show a strong positive correlation between news exposure (X) and anxiety (Y) of 0.783, significance of 0.000, a coefficient of determination of 61.3%, and the regression equation Y = 24.322 + 0.643X. The alternative hypothesis (H1) was accepted, indicating that exposure to jobless content on TikTok significantly affects fresh graduates’ anxiety. These findings reinforce the relevance of the Uses and Effects theory in explaining the psychological impact of digital media consumption among young peoplen.</em></p>Rendy SeptianEen IriantiAulian Khairani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-08-312026-08-31108MEMBENTENGI PENGARUH AJARAN HYPER GRACE DI JEMAAT GBKP RUNGGUN SIMPANG ENEM KABANJAHE
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/25251
<p>Penelitian ini dilatar belakangi oleh menjamurnya pengaruh Hyper Grace. Tujuan penelitian ini untuk membentengi iman jemaat dari pengaruh ajaran Hyper Grace secara dogmatis di GBKP Runggun Simpang Enem Kabanjahe. Metode yang digunakan adalah kualitatif (wawancara dan studi literatur) dan kuantitatif (angket). Anugerah tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab iman yang diwujudkan dalam pertobatan, ketaatan, dan kekudusan hidup. Oleh karena itu, disarankan agar gereja memberikan pengajaran yang seimbang dan berkesinambungan mengenai anugerah, para pelayan gereja menekankan keseimbangan antara kasih karunia dan pertobatan, serta jemaat diajak untuk membangun kehidupan rohani yang sehat melalui disiplin rohani sebagai respons atas anugerah Allah.</p> <p><em>This study aims to strengthen the faith of the congregation against the influence of Hyper Grace teachings in a dogmatic manner at GBKP Runggun Simpang Enem Kabanjahe. The methods used are qualitative (interviews and literature study) and quantitative (questionnaires). Grace cannot be separated from the responsibility of faith expressed in repentance, obedience, and holiness of life. Therefore, it is recommended that the church provide balanced and continuous teaching on grace, church ministers emphasize the balance between grace and repentance, and the congregation be encouraged to build a healthy spiritual life through spiritual discipline as a response to God’s grace</em></p>Aditia Oloan Delon SitorusPardomuan Munthe
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-08-312026-08-31108ANALISIS FRAMING MEDIA ONLINE REPUBLIKA.CO.ID DAN KOMPAS.COM TERHADAP SIKAP B.O.P (BOARD OF PEACE) DALAM KASUS GENOSIDA PALESTINA 2026
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/25429
<p>Eskalasi konflik Israel-Palestina di Jalur Gaza sejak 2023 hingga 2026 menimbulkan krisis kemanusiaan besar dan tuduhan genosida dari komunitas internasional. Sebagai respons, dibentuk forum Board of Peace (BoP) yang turut diikuti Indonesia, namun keberadaannya menuai pro-kontra karena dinilai berpotensi menjadi alat kepentingan politik negara besar dan belum tegas menekan Israel. Perdebatan ini banyak dibingkai oleh media massa, termasuk Republika.co.id sebagai media dengan identitas keislaman kuat yang konsisten mengangkat isu Palestina. Penelitian ini menganalisis bagaimana Republika.co.id membingkai sikap BoP dalam pemberitaan genosida Palestina menggunakan model framing Robert N. Entman (define problems, diagnose causes, make moral judgement, suggest remedies). Hasil awal menunjukkan Republika.co.id cenderung mempertanyakan efektivitas dan keberpihakan BoP, dengan menonjolkan aspek kemanusiaan serta kekhawatiran bahwa forum tersebut menggeser fokus dari kemerdekaan Palestina ke kepentingan politik global.</p> <p><em>The escalation of the Israeli-Palestinian conflict in the Gaza Strip between 2023 and 2026 has triggered a major humanitarian crisis and allegations of genocide from the international community. In response, the Board of Peace (BoP) forum was established with Indonesia participating yet its existence has sparked controversy; critics argue it risks becoming a tool for the political interests of major powers and has failed to exert firm pressure on Israel. This debate has been extensively framed by mass media, including Republika.co.id, an outlet with a strong Islamic identity that consistently highlights the Palestinian cause. This study analyzes how Republika.co.id frames the BoP’s stance regarding the genocide in Palestine, utilizing Robert N. Entman’s framing model (defining problems, diagnosing causes, making moral judgments, and suggesting remedies). Preliminary findings indicate that Republika.co.id tends to question the BoP’s effectiveness and impartiality, emphasizing humanitarian concerns and the apprehension that the forum shifts the focus away from Palestinian independence toward global political interests.</em></p>Farikana AdillaAde IrfanMochammad Mirza
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-08-312026-08-31108IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI PEMERINTAHAN DAERAH DALAM MENINGKATKAN TRANSPARANSI, AKUNTABILITAS, DAN KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PADA KANTOR KECAMATAN GUBENG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/24997
<p>Penelitian ini menganalisis implementasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dalam pengelolaan anggaran di Kantor Kecamatan Gubeng Kota Surabaya guna mewujudkan transparansi dan akuntabilitas. Pendekatan kualitatif studi kasus digunakan dengan informan kunci Bendahara Pengeluaran dan Operator SIPD. Hasil penelitian menunjukkan implementasi SIPD berjalan efektif dari dimensi komunikasi dan kompetensi SDM. SIPD terbukti mendukung transparansi melalui penyediaan data pagu belanja secara digital dan real-time. Akuntabilitas meningkat melalui sistem pengendalian intern otomatis (system-enforced compliance) dan kehadiran rekam jejak digital (audit trail) transaksi non-tunai yang valid untuk diaudit. Namun, hambatan teknis berupa gangguan server pusat yang lambat mengharuskan instansi bergantung pada aplikasi lokal pendukung (E-Payment) sebagai back-up system. Disarankan peningkatan integrasi sistem oleh dinas terkait untuk menghindari duplikasi input data.</p> <p><em>This study analyzes the implementation of the Regional Government Information System (SIPD) in budget management at the Gubeng District Office, Surabaya City, to achieve transparency and accountability. A qualitative case study was applied, interviewing the Expenditures Treasurer and the SIPD Operator. The results indicate that SIPD implementation is effective regarding communication and human resource competency. SIPD supports transparency by providing digital, real-time budget data. Accountability is enhanced through system-enforced compliance and an unalterable digital audit trail for non-cash transactions. However, technical constraints regarding central server instability require the agency to depend on a local application (E-Payment) as a back-up system. Better system integration by related agencies is recommended to avoid duplicated data entry.</em></p>Sudarynianto Nurathaya SutartoMaulidah Narastri
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-08-312026-08-31108HUBUNGAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN TINGKAT KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI DI MTSN 2 JEMBER
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/25355
<p>Latar Belakang: Remaja putri merupakan kelompok usia yang membutuhkan asupan nutrisi yang baik, salah satunya asupan zat besi. Asupan zat besi sangat penting untuk mencegah terjadinya anemia. Kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah merupakan salah satu indikator dalam mencegah anemia pada remaja yang dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal. Faktor eksternal diantaranya adalah dukungan teman sebaya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 135 remaja putri kelas IX MTsN 2 Jember, dengan 101 responden sebagai sampel yang dipilih menggunakan stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dukungan teman sebaya dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan α = 0,05. Hasil: Mayoritas responden memiliki dukungan teman sebaya dalam kategori baik dan patuh mengonsumsi tablet tambah darah. Kesimpulan dan Implikasi Keperawatan: Terdapat hubungan signifikan antara dukungan teman sebaya dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di MTsN 2 Jember. Dukungan teman sebaya dapat menjadi faktor penguat perilaku sehat dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah. Perawat anak dan perawat kesehatan masyarakat dapat mengembangkan edukasi berbasis teman sebaya melalui peer educator dan promosi kesehatan di sekolah sebagai upaya pencegahan anemia.</p> <p><em>Background: Adolescent girls were an age group that required adequate nutritional intake, particularly iron. Adequate iron intake was essential for preventing anemia. Adherence to iron tablet consumption among adolescent girls was one of the indicators of anemia prevention and could be influenced by external factors, including peer support. Methods: This study used a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. The study population consisted of 135 ninth-grade female students at MTsN 2 Jember, with 101 respondents selected using stratified random sampling. Data were collected using questionnaires measuring peer support and adherence to iron tablet consumption, which had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test with α = 0.05. Results: Most respondents had good peer support and were adherent to iron tablet consumption. Conclusion and Nursing Implications: There was a significant relationship between peer support and adherence to iron tablet consumption among adolescent girls at MTsN 2 Jember. Peer support could serve as a reinforcing factor for healthy behavior and improve adherence to iron tablet consumption. Pediatric and community health nurses could develop peer-based education through peer educators and school health promotion as an effort to prevent anemia.</em></p> Mareta MaekySusi Wahyu Ning Asih Sri Wahyuni
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-08-312026-08-31108MOTIF DAN KONSTRUKSI PESAN DALAM UNGGAHAN KONTEN SEKSUAL PERSONAL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/25147
<p>Fenomena unggahan konten seksual personal di Platform X menunjukkan adanya perubahan cara individu mengekspresikan diri di ruang digital, di mana pengalaman yang bersifat privat semakin sering dibagikan kepada publik melalui narasi, foto, video, maupun bentuk konten lainnya. Kondisi tersebut memunculkan beragam respons karena berada di antara kebebasan berekspresi yang difasilitasi platform dan norma sosial yang berkembang di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motif yang melatarbelakangi pengguna mengunggah konten seksual personal serta memahami bagaimana pengguna mengonstruksi pesan sebelum dipublikasikan. Permasalahan penelitian difokuskan pada alasan yang mendorong pengguna melakukan unggahan tersebut dan proses penyusunan pesan yang dilakukan agar sesuai dengan tujuan komunikasi yang ingin dicapai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi berdasarkan perspektif Alfred Schutz dan paradigma konstruktivisme. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pengguna Platform X yang secara sadar mengunggah konten seksual personal, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif unggahan didorong oleh kebutuhan mengekspresikan diri, memperoleh validasi sosial, pengaruh lingkungan digital, serta kepentingan ekonomi. Sementara itu, konstruksi pesan dilakukan secara sadar melalui pemilihan bentuk konten, penyusunan narasi, penggunaan unsur visual, pembentukan persona, penyesuaian waktu unggahan, dan pertimbangan terhadap karakteristik audiens. Penelitian menyimpulkan bahwa unggahan konten seksual personal merupakan bentuk pengungkapan diri yang dilakukan secara sadar melalui proses perencanaan pesan untuk memenuhi tujuan komunikasi tertentu di ruang digital.</p> <p><em>The phenomenon of personal sexual content uploads on Platform X reflects a shift in digital communication, where experiences that were once considered private are increasingly shared publicly through narratives, photographs, videos, and other forms of content. This phenomenon has generated diverse public responses because it exists at the intersection of freedom of expression provided by the platform and the social norms prevailing in Indonesian society. This study aims to analyze the motives that encourage users to upload personal sexual content and to examine how they construct messages before publishing them. The research focuses on identifying the reasons behind such uploads and understanding the process through which users design their messages to achieve specific communication objectives. This study employed a qualitative approach using a phenomenological research method based on Alfred Schutz's perspective within a constructivist paradigm. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving Platform X users who consciously uploaded personal sexual content. The data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that users are motivated by self-expression, the pursuit of social validation, the influence of the digital environment, and economic interests. Furthermore, message construction is carried out deliberately through the selection of content format, narrative development, visual presentation, persona creation, posting timing, and consideration of audience characteristics. The study concludes that uploading personal sexual content represents a deliberate form of self-disclosure involving a planned message construction process to achieve particular communication purposes in the digital environment.</em></p>Imtiyaz Nasywa RizqiAulian KhairaniAde Irfan Abdurahman
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-08-312026-08-31108ANALISIS PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PT. SUMBER ALFARIA TRIJAYA TBK CABANG CITRA GARDEN 3 EXT JAKARTA BARAT
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/25403
<p>Persaingan bisnis ritel modern yang semakin kompetitif menuntut perusahaan mampu memberikan nilai terbaik kepada konsumen melalui penetapan harga yang sesuai dan kualitas pelayanan yang optimal. Harga yang kompetitif serta pelayanan yang berkualitas berperan penting dalam meningkatkan kepuasan konsumen. Namun, ketidaksesuaian antara harga dan kualitas pelayanan masih menjadi permasalahan pada PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk Cabang Citra Garden 3 Ext Jakarta Barat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh harga dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics 26 melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen (thitung = 6,718; Sig. = 0,000), sedangkan kualitas pelayanan juga berpengaruh positif dan signifikan (thitung = 3,441; Sig. = 0,001). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen (Fhitung = 179,971; Sig. = 0,000) dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,788, sehingga harga dan kualitas pelayanan berkontribusi sebesar 78,8% terhadap kepuasan konsumen.</p> <p><em>The increasingly competitive modern retail business demands companies to be able to provide the best value to consumers through appropriate pricing and optimal service quality. Competitive prices and quality services play an important role in increasing customer satisfaction. However, the mismatch between price and service quality remains a problem at PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Citra Garden 3 Ext Branch, West Jakarta. This study aims to analyze the effect of price and service quality on customer satisfaction, both partially and simultaneously. The study uses a quantitative method with an associative approach. The research sample consisted of 100 respondents selected using a Purposive Sampling technique. Data were collected through questionnaires, observation, and documentation, then analyzed using IBM SPSS Statistics 26 through validity tests, reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, t-tests, F-tests, and coefficients of determination. The results showed that price had a positive and significant effect on customer satisfaction (t count = 6.718; Sig. = 0.000), while service quality also had a positive and significant effect (t count = 3.441; Sig. = 0.001). Simultaneously, both variables have a positive and significant effect on consumer satisfaction (Fcount = 179.941; Sig. = 0.000) with a coefficient of determination (R²) of 0.788, so that price and service quality explain 78.8% to consumer satisfaction.</em></p>Anggi AstutiRoy IrawanYandri Ahmad Rifandi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-08-312026-08-31108PENGGUNAAN MEDIA CERITA BERGAMBAR PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PESERTA DIDIK DI KELAS IIIA MIN 1 PADANGSIDIMPUAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/24988
<p>Keterampilan membaca merupakan salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki peserta didik sekolah dasar karena menjadi landasan dalam memperoleh berbagai pengetahuan. Kenyataannya, keterampilan membaca peserta didik kelas IIIA MIN 1 Padangsidimpuan masih tergolong rendah. Rendahnya kemampuan tersebut dipengaruhi oleh kurangnya minat membaca serta penggunaan media pembelajaran yang belum mampu menarik perhatian peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca peserta didik melalui penggunaan media cerita bergambar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kurt Lewin yang dilaksanakan dalam dua siklus yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 38 peserta didik kelas IIIA MIN 1 Padangsidimpuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes keterampilan membaca, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media cerita bergambar mampu meningkatkan keterampilan membaca peserta didik. Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 23,7% pada prasiklus menjadi 34,3% pada Siklus I Pertemuan I, meningkat menjadi 48% pada Siklus I Pertemuan II, kemudian menjadi 58% pada Siklus II Pertemuan I, dan mencapai 77% pada Siklus II Pertemuan II. Nilai rata-rata peserta didik juga meningkat dari 59,07 menjadi 78,78. Dengan demikian, media cerita bergambar efektif digunakan dalam meningkatkan keterampilan membaca peserta didik sekolah dasar.</p>Widya Handayani LubisNursyaidahPika Tampubolon
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-08-312026-08-31108PERAN KOMUNIKASI LINGKUNGAN DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI WARGA PADA PENGELOLAAN SAMPAH
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/25325
<p><em>This study was conducted based on the phenomenon of suboptimal community involvement in waste management in RT 03/RW 05, Pasir Jaya Subdistrict, Jatiuwung District, Tangerang City. This condition indicates the importance of environmental communication in developing community understanding, awareness, and supporting citizen participation in waste management. This study aims to examine the role of environmental communication in supporting citizen participation and to identify supporting and inhibiting factors in waste management. This study employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing, with triangulation applied to ensure data validity. The findings indicate that environmental communication contributes to supporting citizen participation through information delivery, socialization, education, direct and interpersonal communication, the use of communication media, and coordination among the subdistrict government, environmental community leaders, and residents. Supporting factors include support from the local government and environmental community leaders, the benefits of waste management programs perceived by residents, as well as awareness and concern for environmental cleanliness. Meanwhile, inhibiting factors include limited understanding among some residents, busy schedules and time constraints, inconsistent participation, and limited supporting facilities. Thus, environmental communication plays a role in supporting residents’ understanding and involvement in waste management in RT 03/RW 05, Pasir Jaya Subdistrict, Jatiuwung District, Tangerang City</em></p>Dhea Anggun AprillyanaIsniyunisyafna Diah DelimaAjeng Pradesti
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif
2026-08-312026-08-31108