Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi id-ID Thu, 30 Jul 2026 15:19:55 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 REKONSTRUKSI KONSEP TA’DIB SYED NAQUIB AL-ATTAS SEBAGAI SOLUSI KRISIS ADAB DI SEKOLAH UMUM: SEBUAH PENDEKATAN KEPEMIMPINAN DAN EKOSISTEM PENDIDIKAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23714 <p>Komodifikasi pendidikan modern telah mereduksi fungsi sekolah dari rahim peradaban menjadi sekadar pabrik pencetak tenaga kerja yang terampil secara teknis namun hampa secara etis. Paradigma ini melahirkan krisis moral yang parah di kalangan peserta didik, yang ditandai dengan hilangnya adab (disiplin etis dan pengakuan atas penempatan sesuatu pada hakikatnya). Penelitian kepustakaan kualitatif ini bertujuan untuk mendekonstruksi paradigma pendidikan sekuler dan merekonstruksi filsafat Ta'dib gagasan Syed Muhammad Naquib Al-Attas sebagai solusi komprehensif bagi sekolah umum dan kejuruan. Dengan menyintesiskan filsafat Al-Attas bersama manajemen pendidikan modern, Pembelajaran Sosial-Emosional (PSE), dan pedagogi Ki Hajar Dewantara, kajian ini berargumen bahwa reduksi makna pendidikan menjadi sekadar Ta'lim (transfer kognitif) adalah akar dari disorientasi moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi Ta'dib menuntut intervensi manajerial yang sistemik: desekularisasi kurikulum, transformasi guru menjadi muaddib melalui manajemen sumber daya manusia berbasis nilai, serta revitalisasi hubungan sekolah dengan masyarakat. Secara spesifik dalam pendidikan vokasi, seperti di SMK Jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), Ta'dib termanifestasi sebagai etika keruangan dan lingkungan, yang memastikan bahwa kompetensi teknis dikendalikan secara ketat oleh tanggung jawab spiritual dan sosial. Pendidikan harus berputar arah dari sekadar menciptakan warga negara yang pragmatis menuju pembentukan insan kamil (manusia paripurna).</p> <p><em>The commodification of modern education has reduced the function of schools from being centers of civilization to mere factories producing a technically skilled but ethically void workforce. This paradigm has birthed a severe moral crisis among students, characterized by a fundamental loss of adab (ethical discipline and recognition of proper placement). This qualitative library research aims to deconstruct the secular educational paradigm and reconstruct the philosophy of Ta'dib introduced by Syed Muhammad Naquib Al-Attas as a comprehensive solution for public and vocational schools. By synthesizing Al-Attas's philosophy with modern educational administration, Social-Emotional Learning (SEL), and the pedagogy of Ki Hajar Dewantara, this study argues that the reduction of education to Ta'lim (cognitive transfer) is the root cause of moral disorientation. The findings demonstrate that actualizing Ta'dib requires systemic managerial interventions: the desecularization of the curriculum, the transformation of teachers into muaddib through value-based human resource management, and the revitalization of school-community relations. Specifically within vocational education, such as Building Information Modeling and Architecture, Ta'dib manifests as spatial and environmental ethics, ensuring that technical competence is strictly guided by spiritual and social responsibility. Education must pivot from merely creating 'good citizens' to cultivating the insan kamil (the perfect human).</em></p> Fitri Wahyuna, Nawan Susilo, Ikhwani, Abdul Hadi, Iskandar Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23714 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMBENTUK SIKAP SOPAN SANTUN DAN TANGGUNG JAWAB SISWA DI SMP NEGERI 1 PARBULUAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23794 <p><em>Character education is the main goal of national education and the core subject of Christian Religious Education and Moral Education. This study aims to describe the roles, strategies, obstacles, and theological analysis of forming polite and responsible attitudes among students at SMP Negeri 1 Parbuluan. The research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques including participatory observation, in-depth interviews, and document review. The results show that Christian Religious Education teachers carry out their roles through teaching biblical values, providing living examples, applying routine habituation, and conducting pastoral guidance. Students' polite and responsible attitudes have shown improvement, although not yet evenly distributed. The main obstacles include influences from the social environment and social media, limited parental guidance, and inconsistent reinforcement of character values by all educators. Theologically, these attitudes are not merely cultural norms but a manifestation of obedience and love toward God and others. It is concluded that successful character formation requires integrated and sustainable cooperation between schools, families, and the church.</em></p> Junita Nababan, Nurliani Siregar Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23794 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG TUBERKULOSIS PARU MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 23 ILIR PALEMBANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23639 <p>Tuberkulosis paru (TB paru) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi. Rendahnya pengetahuan masyarakat serta kurangnya kepatuhan dalam menjalani pengobatan menjadi faktor utama tingginya angka penularan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat melalui kegiatan penyuluhan kesehatan dengan pendekatan komunikasi interpersonal dan pemberdayaan masyarakat. Metode yang digunakan adalah penyuluhan tatap muka dengan media leaflet, poster, serta demonstrasi etika batuk. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas 23 Ilir Palembang dengan sasaran masyarakat usia produktif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat dari 40% menjadi 90% terkait gejala utama TB paru setelah penyuluhan. Selain itu, terjadi perubahan sikap positif dalam pencegahan TB, seperti kesadaran menjaga ventilasi rumah, tidak merokok di dalam rumah, dan kepatuhan terhadap pengobatan. Kesimpulannya, penyuluhan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap pencegahan dan pengendalian TB paru.</p> <p><em>Pulmonary tuberculosis (TB) remains a major public health problem in Indonesia, particularly in densely populated areas. Low community knowledge and poor adherence to treatment are key factors contributing to the high transmission rate. This study aims to improve community knowledge and awareness through health education using interpersonal communication and community empowerment approaches. The method employed was faceto-face health education supported by leaflets, posters, and cough etiquette demonstrations. The activity was conducted in the working area of Puskesmas 23 Ilir Palembang targeting the productive-age population. The results showed a significant increase in community knowledge, from 40% to 90%, regarding the main symptoms of pulmonary TB after the intervention. In addition, positive behavioral changes were observed, including improved awareness of home ventilation, avoidance of indoor smoking, and better treatment adherence. In conclusion, health education is effective in improving knowledge and promoting behavioral changes in the prevention and control of pulmonary tuberculosis</em></p> Faiza Yuniati, Nadhinda Maharani, Balkis Syalshalisa, Nabila, Nadia Ramadhani, Nasya Anastasia, Dea Silvia Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23639 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PROGRAM ADIWIYATA DAN SEKOLAH RAMAH ANAK DALAM MEWUJUDKAN PENDIDIKAN BERKELANJUTAN DI MI/SD https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23724 <p><em>Sustainable education aims to foster students' awareness of environmental, social, and cultural issues, equipping them to navigate global challenges. In Indonesia, this approach is institutionalized through two key initiatives: the Adiwiyata Program (eco-schools) and Child-Friendly Schools (Sekolah Ramah Anak/SRA). This study analyzes how both programs contribute to realizing sustainable education in Islamic elementary schools (Madrasah Ibtidaiyah/MI) and primary schools (Sekolah Dasar/SD). Employing a qualitative literature review method (library research), data were gathered from relevant government regulations, national scientific journals, and books. The findings indicate that the Adiwiyata Program successfully promotes an environmentally conscious culture through school policies, eco-based curricula, participatory activities, and eco-friendly facility management. Concurrently, Child-Friendly Schools foster safe, comfortable, inclusive, and violence-free learning environments that respect children's rights. The integration of these two programs establishes an educational ecosystem that supports the United Nations' Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 4 regarding quality education. Ultimately, the successful implementation of both programs hinges on active synergy among schools, teachers, parents, communities, and the government.</em></p> Ghitsa Zahara Nurkholifah, Tasya Nursyalika, Surma Hayani Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23724 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 THE EFFECTIVENESS OF PROJECT-BASED LEARNING ON STUDENTS' SPEAKING SKILLS AT ELEVENTH GRADE OF SMK PANCA BHAKTI BANJARNEGARA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23953 <p>Keterampilan berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang paling kompleks karena menuntut penguasaan kosakata, tata bahasa, pelafalan, serta kepercayaan diri untuk berkomunikasi secara spontan. Observasi awal di SMK Panca Bhakti Banjarnegara menunjukkan bahwa kelancaran berbicara bahasa Inggris siswa kelas XI masih rendah akibat kurangnya rasa percaya diri, minimnya latihan, dan dominasi pembelajaran yang berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas Project-Based Learning (PjBL) berbasis poster biografi dalam meningkatkan kelancaran berbicara siswa. Penelitian menggunakan desain true experimental pretest-posttest control group yang dipadukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif (embedded mixed-methods). Sampel terdiri atas 37 siswa kelas eksperimen dan 37 siswa kelas kontrol yang dipilih melalui cluster random assignment. Data dikumpulkan melalui tes berbicara, lembar observasi, dan wawancara guru. Hasil uji-t sampel independen menunjukkan perbedaan signifikan pada skor pascates kedua kelompok (p &lt; 0,001), dengan rerata kelas eksperimen 86,14 dibanding kelas kontrol 75,57. Nilai N-Gain kelas eksperimen (0,57) berkategori sedang, jauh melampaui kelas kontrol (0,27) yang berkategori rendah. Temuan kualitatif memperkuat hasil tersebut melalui peningkatan partisipasi, kepercayaan diri, kolaborasi, dan komunikasi siswa. Disimpulkan bahwa PjBL efektif meningkatkan kelancaran berbicara siswa SMK.</p> <p><em>Speaking is widely regarded as the most complex language skill because it requires vocabulary mastery, grammatical accuracy, pronunciation, and the confidence to communicate spontaneously. Preliminary observation at SMK Panca Bhakti Banjarnegara revealed that the English speaking fluency of eleventh-grade students remained low due to limited confidence, insufficient practice, and teacher-centered instruction. This study examined the effectiveness of Biography-Poster Project-Based Learning (PjBL) in improving students' speaking fluency. A true experimental pretest-posttest control group design was combined with a qualitative descriptive approach within an embedded mixed-methods framework. The sample consisted of 37 students in the experimental class and 37 in the control class, selected through cluster random assignment. Data were collected through speaking tests, classroom observation, and teacher interviews. The independent samples t-test revealed a significant difference in post-test scores between the two groups (p &lt; 0.001), with the experimental class achieving a mean of 86.14 compared to 75.57 in the control class. The N-Gain score for the experimental class (0.57) fell into the moderate category, markedly higher than the control class (0.27), which fell into the low category. Qualitative findings reinforced these results through increased participation, confidence, collaboration, and communication. It is concluded that PjBL effectively improves the speaking fluency of vocational high school students</em></p> Apriliana Tri Maulidina, Buntara Adi Purwanto Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23953 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 DAMPAK HEGEMONI KEBUDAYAAN TIONGKOK DI PANTAI INDAH KAPUK TERHADAP GAYA HIDUP ANAK MUDA JAKARTA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23705 <p>Perkembangan kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) di Jakarta tidak hanya menghadirkan pusat kuliner dan hiburan modern, tetapi juga menjadi ruang penyebaran budaya populer Tiongkok di kalangan anak muda. Berbagai unsur budaya seperti arsitektur, dekorasi, festival, makanan, bahasa, hingga tren media sosial secara perlahan membentuk pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat urban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak hegemoni kebudayaan Tiongkok di PIK terhadap gaya hidup anak muda Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hegemoni budaya Tiongkok di PIK tampak melalui dominasi simbol budaya, tren kuliner, estetika tempat hiburan, serta aktivitas digital yang mendorong anak muda mengikuti gaya hidup tertentu demi kebutuhan eksistensi sosial. Kehadiran budaya tersebut diterima secara terbuka karena dianggap modern, menarik, dan sesuai dengan selera generasi muda perkotaan. Namun, di sisi lain, kondisi ini juga memunculkan perubahan pola konsumsi, perilaku sosial, dan kecenderungan gaya hidup yang lebih konsumtif dan berorientasi pada citra. Dengan demikian, hegemoni kebudayaan Tiongkok di PIK tidak hanya berpengaruh pada aspek hiburan, tetapi juga membentuk cara pandang dan identitas gaya hidup anak muda Jakarta di era globalisasi budaya.</p> <p><em>The development of the Pantai Indah Kapuk (PIK) area in Jakarta has not only created a modern culinary and entertainment center but has also become a space for the spread of Chinese popular culture among young people. Various cultural elements such as architecture, decoration, festivals, food, language, and social media trends are slowly shaping the consumption patterns and lifestyles of urban communities. This study aims to analyze the impact of Chinese cultural hegemony in PIK on the lifestyles of young people in Jakarta. The study used a qualitative approach with a literature review method. The results show that Chinese cultural hegemony in PIK is evident through the dominance of cultural symbols, culinary trends, the aesthetics of entertainment venues, and digital activities that encourage young people to adopt certain lifestyles for the sake of social existence. The presence of this culture is openly accepted because it is considered modern, attractive, and in line with the tastes of the younger generation in urban areas. However, on the other hand, this condition also gives rise to changes in consumption patterns, social behavior, and a tendency towards a more consumptive and image-oriented lifestyle. Thus, the hegemony of Chinese culture in PIK not only influences the entertainment aspect but also shapes the perspectives and lifestyle identities of young people in Jakarta in the era of cultural globalization.</em></p> Ismi Nur Azizah, Firzanah Khairunnajwa, Karisma Aulia Rosyidah, Achmad Zam Zidanfil, Syifa Syauqiyyah Halda, Muhammad Fikri Al Afif, Suryo Ediyono Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23705 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS FAKTOR RISIKO DAN PREDIKSI DATA BREACH MENGGUNAKAN ALGORITMA RANDOM FOREST BERBASIS VERIZON COMMUNITY DATABASE (VCDB) https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23762 <p>Di era transformasi digital, ancaman keamanan siber, khususnya insiden pelanggaran data (data breach), berkembang semakin canggih melalui skenario serangan multi-tahap yang mengeksploitasi kerentanan teknis maupun anomali perilaku manusia. Pendekatan keamanan tradisional yang bersifat reaktif terbukti tidak lagi memadai untuk melindungi aset digital secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam faktor-faktor risiko fundamental yang berkontribusi terhadap keberhasilan data breach sekaligus mengusulkan kerangka prediksi proaktif berbasis Machine Learning. Dengan memanfaatkan Verizon Community Database (VCDB) sebagai landasan data intelijen historis global, penelitian ini mengimplementasikan algoritma Random Forest untuk mengidentifikasi dan memprediksi anomali serangan siber. Penelitian ini mengolah total data awal sebanyak 10.586 insiden, yang kemudian menyisakan 10.364 data setelah melalui tahap cleansing. Dataset tersebut dibagi secara terstratifikasi menjadi 8.291 data untuk training (80%) dan 2.073 data untuk testing (20%). Mengingat adanya ketidakseimbangan kelas target yang ekstrem, teknik Synthetic Minority Over-sampling Technique (SMOTE) diterapkan pada data training sehingga menghasilkan 17.955 sampel seimbang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur data pribadi (Personally Identifiable Information) dan data rekam medis menjadi prediktor dengan tingkat kepentingan (feature importance) tertinggi dalam memicu kebocoran informasi. Model Random Forest Classifier yang dibangun berhasil mencapai tingkat akurasi akhir sebesar 83,12% (0,8312) dalam mengklasifikasikan status ancaman ke dalam tiga kategori (Data Breach, No Breach, dan Potential Breach). Pemodelan prediktif ini berkontribusi dalam menghadirkan sistem kecerdasan ancaman (threat intelligence) yang otomatis dan presisi, memungkinkan organisasi untuk merancang strategi mitigasi preventif sebelum intrusi siber berakibat fatal</p> Nasrullah Akbar Fadriansyah, Yudi Alfarizi, Achmad Syahrudin, Aditya April Riandi, Albert Riyandi Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23762 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PENGUNGKAPAN DIRI ORIENTASI SEKSUAL MINORITAS LGB (LESBIAN, GAY & BISEKSUAL) https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/24592 <p>Pengungkapan diri mengenai orientasi seksual merupakan proses komunikasi yang tidak terjadi secara spontan, tetapi melalui berbagai pertimbangan intrapersonal sebelum individu memutuskan untuk mengungkapkan identitas dirinya kepada orang lain. Bagi mahasiswa lesbian, gay, dan biseksual (LGB), proses tersebut menjadi lebih kompleks karena dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sosial yang masih mengandung stigma terhadap orientasi seksual minoritas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengungkapan diri orientasi seksual pada mahasiswa LGB di Kota Tangerang, mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakangi keputusan melakukan pengungkapan diri, serta memahami pengalaman sosial yang dialami setelah pengungkapan diri dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap enam mahasiswa LGB di Kota Tangerang dan dianalisis menggunakan Self Disclosure Theory Joseph A. DeVito. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan diri dilakukan secara bertahap melalui proses komunikasi intrapersonal yang melibatkan refleksi diri, pertimbangan terhadap risiko dan manfaat, serta penilaian terhadap tingkat kepercayaan dan keamanan lingkungan sosial. Keputusan melakukan pengungkapan diri dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, sedangkan pengalaman setelah pengungkapan diri menunjukkan respons yang beragam, mulai dari penerimaan dan dukungan hingga stigma, penolakan, serta perlakuan diskriminatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi intrapersonal menjadi landasan utama dalam proses pengungkapan diri mahasiswa LGB, sementara kondisi lingkungan sosial berperan dalam membentuk keputusan dan pengalaman setelah pengungkapan diri dilakukan.</p> <p><em>Self-disclosure of sexual orientation is not a spontaneous act but a communication process that involves intrapersonal considerations before individuals decide to reveal their identity to others. For lesbian, gay, and bisexual (LGB) university students, this process is often more complex due to social stigma and the surrounding social environment. This study aims to describe the process of sexual orientation self-disclosure among LGB university students in Tangerang City, identify the factors underlying their decision to disclose their sexual orientation, and explore their social experiences following self-disclosure. This study employed a qualitative approach using a phenomenological method. Data were collected through in-depth interviews with six LGB university students in Tangerang City and analyzed using Joseph A. DeVito’s Self-Disclosure Theory. The findings indicate that self-disclosure occurs gradually through intrapersonal communication, involving self-reflection, consideration of potential risks and benefits, and evaluation of trust and environmental safety. The decision to disclose is influenced by both internal and external factors, while the experiences following self-disclosure vary from acceptance and emotional support to stigma, rejection, and discriminatory treatment. The study concludes that intrapersonal communication serves as the foundation of the self-disclosure process among LGB university students, whereas the social environment plays a significant role in shaping both disclosure decisions and post-disclosure experiences.</em></p> Muhammad Zaki Andiva Kifli, Rini Hardiyanti, Aulian Khairani Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/24592 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH KEKURANGAN STAF DAN BEBAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI DENGAN PENGEMBANGAN KARIER SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23720 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kekurangan staf dan beban kerja terhadap kepuasan kerja pegawai dengan pengembangan karier sebagai variabel moderasi pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau. Kekurangan staf dan tingginya beban kerja menjadi tantangan yang dapat memengaruhi tingkat kepuasan kerja pegawai dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Di sisi lain, pengembangan karier diharapkan mampu memperkuat atau memperlemah hubungan antara kekurangan staf, beban kerja, dan kepuasan kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi moderasi (Moderated Regression Analysis/MRA) untuk menguji pengaruh langsung maupun pengaruh moderasi variabel pengembangan karier. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa kekurangan staf dan beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai. Selain itu, pengembangan karier diharapkan mampu memoderasi hubungan tersebut sehingga organisasi dapat meningkatkan kepuasan kerja melalui kebijakan pengembangan karier yang efektif. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi instansi pemerintah dalam menyusun strategi pengelolaan sumber daya manusia, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pegawai, pengelolaan beban kerja, serta pengembangan karier guna meningkatkan kepuasan kerja pegawai.</p> Said Najibullah, Nurhasanah, Firmansyah Kusasi Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23720 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 SEJARAH KODIFIKASI HADITS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23890 <p>Kedudukan hadis sebagai pedoman hidup umat Islam berada langsung di bawah Al-Qur’an, dengan fungsi utama memperjelas serta menggenapi pesan-pesan ilahi. Perjalanan dokumentasi verbal ini melewati rentang waktu yang sangat panjang, membentang dari era hidup Nabi Muhammad, masa para sahabat, hingga generasi tabi'in serta barisan pakar hukum Islam. Pada fase awal, tradisi lisan dan kekuatan hafalan menjadi tameng utama penyebaran hadis demi mengantisipasi risiko kerancuan teks dengan ayat suci. Kendati demikian, perluasan geografis wilayah kekuasaan Islam, berkurangnya jumlah penghafal karena wafat, beserta maraknya peredaran riwayat palsu memicu para ulama untuk segera merumuskan sistem pembukuan yang baku. Inisiasi pembukuan secara resmi digerakkan oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz demi memproteksi kemurnian dan keberlanjutan tuntunan rasul. Momentum tersebut melahirkan karya-karya monumental dari para muhaddis terkemuka seperti Imam Malik, Imam Al-Bukhari, dan Imam Muslim. Melalui pendekatan qualitative library research, kajian ini membedah kronologi historis serta motif di balik standardisasi teks keagamaan ini. Hasil analisis menegaskan bahwa pencatatan sistematis ini menjadi pilar paling krusial dalam menyelamatkan autentisitas sunnah, sekaligus meletakkan fondasi metodologis bagi perkembangan ilmu hadis dan hukum Islam di masa depan.</p> <p><em>Serving as the secondary cornerstone of Islamic theology, the Hadith elucidates and complements the mandates within the Quran. The institutionalization of these prophetic traditions evolved through an extensive historical trajectory, spanning from the era of Prophet Muhammad and his immediate companions to the tabi'in and subsequent generations of Islamic legal scholars. Initially, oral transmission and memorization were heavily prioritized to prevent any textual integration or confusion with the Quranic text. However, rapid territorial expansion, the passing of primary companions, and the proliferation of fabricated narrations compelled scholars to establish a systematic compilation framework. Official state-sponsored codification commenced under Caliph Umar bin Abdul Aziz to secure the longevity and purity of the prophetic legacy. This historical effort subsequently culminated in the definitive compendiums authored by prominent muhaddithun such as Imam Malik, Imam Al-Bukhari, and Imam Muslim. Utilizing a qualitative library research methodology, this inquiry unpacks the historical catalysts and frameworks behind this preservation movement. The structural evaluation confirms that this codification process played a decisive role in safeguarding the authenticity of the sunnah, while simultaneously laying the methodological foundations for Hadith sciences and Islamic jurisprudence.</em></p> Azkyatur Rizky Maulidia, Agus Rifki Ridwan, Surnaningsih, Aqila Azzahra, Alpani Putra Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23890 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 MANUSIA DAN TUBUH DALAM PERSPEKTIF PERJANJIAN LAMA: KAJIAN TEOLOGIS TENTANG MARTABAT, TANGGUNG JAWAB, DAN RELEVANSINYA BAGI KEHIDUPAN ORANG PERCAYA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23697 <p>Manusia merupakan ciptaan Allah yang memiliki kedudukan yang sangat istimewa di antara seluruh ciptaan. Dalam Perjanjian Lama dijelaskan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Imago Dei), sehingga memiliki martabat, nilai, dan tanggung jawab yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya. Pemahaman ini menjadi dasar penting dalam teologi Kristen untuk memahami siapa manusia, bagaimana hubungan manusia dengan Allah, sesama, dan alam semesta. Artikel ini bertujuan menjelaskan konsep manusia dan tubuh dalam perspektif Perjanjian Lama, meliputi penciptaan manusia, konsep tubuh, jiwa, dan roh, manusia sebagai gambar Allah, dampak dosa terhadap kehidupan manusia, serta relevansinya bagi kehidupan orang percaya pada masa kini. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis teks-teks Alkitab dan pendapat para ahli teologi Perjanjian Lama. Hasil kajian menunjukkan bahwa manusia dipahami sebagai pribadi yang utuh, terdiri atas tubuh, jiwa, dan roh yang tidak dapat dipisahkan. Walaupun dosa telah merusak hubungan manusia dengan Allah, sesama, dan alam, Allah tetap menunjukkan kasih karunia-Nya melalui janji keselamatan. Oleh sebab itu, setiap orang percaya dipanggil untuk menjaga martabat sesama manusia, memelihara tubuh sebagai anugerah Allah, merawat lingkungan, dan hidup sesuai dengan kehendak Allah.</p> <p><em>Humans are God's creations, occupying a very special position among all creation. The Old Testament explains that humans were created in the image and likeness of God (Imago Dei), thus possessing dignity, worth, and responsibilities unlike any other creature. This understanding forms an important foundation in Christian theology for understanding who humans are and their relationship to God, others, and the universe. This article aims to explain the concept of humans and the body from an Old Testament perspective, covering the creation of humans, the concepts of body, soul, and spirit, humans as the image of God, the impact of sin on human life, and its relevance for the lives of believers today. This research uses a literature review method by analyzing biblical texts and the opinions of Old Testament theologians. The results indicate that humans are understood as whole persons, consisting of body, soul, and spirit, which cannot be separated. Although sin has damaged humans' relationship with God, others, and nature, God continues to show His grace through the promise of salvation. Therefore, every believer is called to uphold the dignity of others, care for their bodies as gifts from God, care for the environment, and live according to God's will</em></p> Wasti Weo Huky, Gloria Yulita Teuf, Marden Ofrianto Moy Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23697 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS PENGELOLAAN LEMBAGA PENDIDIKAN NONFORMAL PADA PAUD GEMANIS KARAWANG: STUDI KASUS HASIL OBSERVASI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23745 <p>Pendidikan nonformal memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama melalui layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan lembaga, sumber daya manusia, metode pembelajaran, sistem evaluasi, serta kendala yang dihadapi PAUD Gemanis Karawang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAUD Gemanis telah menerapkan pengelolaan lembaga yang cukup baik melalui koordinasi antara kepala sekolah dan tenaga pendidik. Metode pembelajaran yang digunakan adalah bermain sambil belajar dengan penekanan pada perkembangan aspek kognitif, sosial, emosional, motorik, dan nilai-nilai keagamaan. Evaluasi pembelajaran dilakukan secara berkelanjutan melalui observasi perkembangan peserta didik. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan dana operasional dan meningkatnya persaingan antar lembaga PAUD. Meskipun demikian, PAUD Gemanis tetap berupaya memberikan layanan pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat.</p> <p><em>Non-formal education plays an important role in improving the quality of human resources, especially through Early Childhood Education (PAUD). This study aims to analyze institutional management, human resources, learning methods, evaluation systems, and challenges faced by PAUD Gemanis Karawang. This research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results indicate that PAUD Gemanis has implemented effective institutional management through coordination between the principal and teachers. The learning process applies a learning-through-play approach emphasizing cognitive, social, emotional, motor, and religious development. Student evaluation is conducted continuously through observation. The main challenges include limited operational funding and increasing competition among PAUD institutions. Despite these challenges, PAUD Gemanis continues to provide quality educational services to the community.</em></p> Neni Rismayanti, Ia Nursyabaniyah, Zidny Syafara Ismail, Abdan Shibrul Wafa Hermawan, Muhammad Fahri Ardani Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23745 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 KARAKTERISTIK SEL TUMOR PADA KARSINOMA NASOFARING MELALUI PEMERIKSAAN HISTOPATOLOGI: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/24252 <p>Karsinoma Nasofaring (KNF) memiliki karakteristik biologis unik dengan pola penyebaran geografis spesifik di Asia. Pemeriksaan histopatologi krusial untuk menentukan subtipe, mengevaluasi lingkungan mikro tumor, dan memandu tata laksana klinis. Menelaah karakteristik sel tumor KNF berdasarkan pemeriksaan histopatologi, distribusi klinis, lingkungan mikro, dan perkembangan biomarker prognostik. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review terhadap literatur ilmiah internasional dan nasional yang berfokus pada gambaran laboratorium patologi anatomi dan aspek molekuler KNF. Pemeriksaan histopatologi mengonfirmasi dominasi subtipe non-keratinisasi pada populasi Asia dan pasien usia muda. Karakteristik sel tumor dipengaruhi oleh lingkungan mikro tumor (TME), termasuk infiltrasi limfosit (TILs) yang kini dapat dikuantifikasi menggunakan deep learning. Di samping itu, pathway alteration load dan biomarker spesifik menjadi penentu prognosis, sementara kemoterapi induksi gemcitabine-cisplatin dioptimalkan untuk mengendalikan sel tumor stadium lanjut. Karakteristik histopatologi KNF tidak hanya menentukan diagnosis sitologis, tetapi berintegrasi dengan profil molekuler dan respons imun lingkungan mikro yang memengaruhi hasil klinis pasien.</p> <p><em>Nasopharyngeal Carcinoma (NPC) exhibits unique biological features with specific geographic distribution in Asia. Histopathological examination is crucial for determining subtypes, evaluating the tumor microenvironment, and guiding clinical management. To systematically review NPC tumor cell characteristics based on histopathological examination, clinical distribution, microenvironment, and prognostic biomarker developments. This study employed a Systematic Literature Review method, analyzing international and national scientific literature focusing on anatomical pathology laboratory findings and molecular aspects of NPC. Histopathological examinations confirm the predominance of non-keratinizing subtypes in Asian populations and young patients. Tumor cell characteristics are heavily influenced by the tumor microenvironment (TME), including tumor-infiltrating lymphocytes (TILs), which can now be quantified via deep learning. Furthermore, pathway alteration load and specific biomarkers serve as prognostic determinants, while gemcitabine-cisplatin induction chemotherapy is optimized to control advanced-stage tumor cells. NPC histopathological characteristics do not merely establish cytological diagnosis but integrate with molecular profiles and microenvironmental immune responses affecting clinical outcomes.</em></p> Putri Almellia, Stella Migia Putri Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/24252 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 BAHASA DAN KEKUASAAN: REAKSI NETIZEN TERHADAP PERNYATAAN PRESIDEN PRABOWO TENTANG DOLLAR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23718 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respons netizen terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai pelemahan nilai tukar rupiah dalam kolom komentar TikTok serta menganalisis relasi bahasa dan kekuasaan yang tercermin dalam respons tersebut berdasarkan perspektif kekuasaan simbolik Pierre Bourdieu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Data penelitian berupa komentar netizen pada unggahan TikTok yang memuat pernyataan Presiden Prabowo Subianto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons netizen mencerminkan bentuk penerimaan, resistensi, dan negosiasi terhadap kekuasaan simbolik presiden. Temuan ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan oleh netizen untuk merespons, menafsirkan, dan menegosiasikan wacana yang disampaikan oleh pemegang kekuasaan di ruang digital.</p> <p><em>This study aims to describe netizens' responses to President Prabowo Subianto's statement regarding the depreciation of the Indonesian rupiah in TikTok comment sections and to analyze the relationship between language and power reflected in those responses from the perspective of Pierre Bourdieu's symbolic power theory. This study employs a qualitative descriptive method using observation and note-taking techniques. The data consist of netizens' comments on TikTok posts containing President Prabowo Subianto's statement. The findings indicate that netizens' responses reflect forms of acceptance, resistance, and negotiation toward the president's symbolic power. These findings show that language is used by netizens to respond to, interpret, and negotiate the discourse conveyed by those in positions of power within digital spaces.</em></p> Dessy Setyasih Santoso, Schellin Bunga Rheynisa, Sagito Puan Agustio, Muhamad Rizki Pahlevi, Ulfah Julianti Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23718 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS EKSTRAK BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM) SEBAGAI INSEKTISIDA TERHADAP MORTALITAS LALAT RUMAH (MUSCA DOMESTICA) https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23843 <p>Lalat rumah (Musca domestica) merupakan vektor mekanis yang dapat menyebarkan berbagai penyakit, seperti diare, disentri, kolera, dan tifus. Penggunaan insektisida kimia untuk mengendalikan lalat berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif yang lebih aman, salah satunya insektisida nabati dari bawang putih (Allium sativum) yang mengandung senyawa aktif allicin, flavonoid, saponin, alkaloid, tanin, dan minyak atsiri yang bersifat insektisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak bawang putih terhadap mortalitas lalat rumah (Musca domestica) pada konsentrasi 20%, 40%, 60% serta menganalisis perbedaan efetivitas konsentrasi 20%, 40%, 60%. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasi Experimental) dengan rancangan acak kelompok (RAK). Sampel penelitian berjumlah 200 ekor lalat rumah yang dibagi ke dalam kelompok kontrol dan perlakuan. Masing-masing perlakuan dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan. Analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk, uji Levene, uji One Way ANOVA, dan uji lanjut LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata mortalitas lalat rumah pada kelompok kontrol sebesar 0%, konsentrasi 20% sebesar 75%, konsentrasi 40% sebesar 80%, dan konsentrasi 60% sebesar 95%. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal (p=0,435) dan uji homogenitas menunjukkan varians data homogen (p=0,471). Uji One Way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (p=0,014). Uji LSD menunjukkan bahwa konsentrasi 60% memiliki efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan konsentrasi 20%, 40%. Disimpulkan bahwa ekstrak bawang putih efektif sebagai insektisida nabati terhadap lalat rumah (Musca domestica), dengan konsentrasi 60% sebagai konsentrasi yang paling efektif. Disarankan kepada masyarakat untuk menggunakan ekstrak bawang putih sebagai alternatif pengendalian lalat rumah yang lebih aman.</p> <p><em>The housefly (Musca domestica) is a mechanical vector capable of transmitting various diseases, including diarrhea, dysentery, cholera, and typhoid fever The use of chemical insecticides to control houseflies may pose adverse effects on human health and the environment Therefore, safer alternatives are needed, such as botanical insecticides derived from garlic (Allium sativum), which contain bioactive compounds including allıcın, flavonoids, saponins, alkaloids, tannins, and essential oils with insecticidal properties. This study aims to evaluate the effectiveness of garlic extract at concentrations of 20%, 40%, and 60% on the mortality of houseflies (Musca domestica) and to analyze differences in effectiveness among these concentrations. This quasi-experimental study employed a Randomized Block Design (RBD), with 200 houseflies divided into control and treatment groups. Each treatment was conducted with three replications. The data were analyzed using the Shapiro-Wilk normality test, Levene's homogeneity test, One-Way ANOVA, and the Least Significant Difference (LSD) post hoc test. The results showed that the average mortality rate of houseflies was 0% in the control group, 75% at the 20% concentration, 80% at the 40% concentration, and 95% at the 60% concentration. The normality test indicated that the data were normally distributed (p = 0.435), while the homogeneity test confirmed homogeneous variances (p = 0.471). The One-Way ANOVA also revealed a statistically significant difference among the treatment groups (p=0.014). In addition, the LSD post hoc analysis demonstrated that the 60% concentration was significantly more effective than the 20% and 40% concentrations. In conclusion, garlic (Allium sativum) extract is an effective botanical insecticide against houseflies (Musca domestica), with the 60% concentration providing the highest mortality rate. Therefore, the use of garlic extract is recommended as a safer and environmentally friendly alternative for housefly control.</em></p> Kasmita H Ibrahim, Laksmyn Kadir, Sarinah Basri, Rivai Nakoe, Ayu Rofiah Nurfadilah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23843 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 KONSEP FITRAH DALAM AL-QURAN: IMPLIKASI FILOSOFIS TERHADAP PERKEMBANGAN TEORI PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23692 <p>Artikel ini mengkaji konsep fitrah sebagaimana terdapat dalam Al-Quran dan menganalisis implikasinya secara filosofis terhadap teori perkembangan peserta didik. Menggunakan pendekatan studi pustaka (library research) dengan metode tafsir tematik (maudhu'i), penelitian ini menelaah ayat-ayat kunci seperti QS. Ar-Rum [30]: 30, QS. An-Nahl [16]: 78, QS. Al-A'raf [7]: 172, dan QS. Asy-Syams [91]: 7-8, serta mengkomparasikannya dengan teori-teori perkembangan Barat: Nativisme (Schopenhauer), Empirisme (John Locke), Konvergensi (William Stern), dan Konstruktivisme (Jean Piaget dan Lev Vygotsky). Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep fitrah dalam Al-Quran bersifat teo-antropologis—melampaui dikotomi nature vs. nurture yang mendominasi wacana psikologi perkembangan konvensional. Fitrah mengandung tiga dimensi potensi: (1) fitrah jasmaniyyah (al-jism), (2) fitrah ruhani (al-ruh), dan (3) fitrah nafsiyyah (al-nafs), yang ketiganya harus dikembangkan secara sinergis dalam proses pendidikan. Secara filosofis, fitrah memberikan landasan ontologis bahwa manusia dilahirkan dengan disposisi ketuhanan yang bersifat aktif dan berkembang, serta landasan epistemologis bahwa pengetahuan diperoleh melalui integrasi wahyu, akal, dan pengalaman inderawi. Implikasi pedagogisnya mencakup pentingnya pendidikan holistik, peran lingkungan sosial yang konduktif, dan penyelarasan tujuan pendidikan dengan visi pembentukan insan kamil.</p> <p><em>This article examines the concept of fitrah (innate disposition) as found in the Quran and analyzes its philosophical implications for theories of learner development. Employing a library research approach with a thematic (maudhu'i) exegetical method, this study explores key Quranic verses—including QS. Ar-Rum [30]: 30, QS. An-Nahl</em> <em>[16]: 78, QS. Al-A'raf [7]: 172, and QS. Asy-Syams [91]: 7-8—comparing them with Western developmental theories: Nativism (Schopenhauer), Empiricism (John Locke), Convergence Theory (William Stern), and Constructivism (Jean Piaget and Lev Vygotsky). The findings indicate that the Quranic concept of fitrah is theo-anthropological in nature, transcending the nature-versus-nurture dichotomy that dominates conventional developmental psychology. Fitrah encompasses three dimensions: (1) physical fitrah (al-jism), (2) spiritual fitrah (al-ruh), and (3) psychical fitrah (al-nafs), all of which must be developed synergistically through education. Philosophically, fitrah offers an ontological foundation asserting that humans are born with an active and developing divine disposition, and an epistemological framework in which knowledge is acquired through the integration of revelation, reason, and sensory experience. Its pedagogical implications include holistic education, a supportive social environment, and alignment of educational aims with the formation of insan kamil (the perfect human being).</em></p> Sri Wahyuni , ST, Mizan Ali, Azwirda, Mira Ardila, Iskandar Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23692 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 STUDI FENOMENOLOGI: TANTANGAN MAHASISWA MAGANG DALAM MENJAGA FOOD SAFETY DI TENGAH TEKANAN PEAK SEASON https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23732 <p>Kajian ini berupaya mendalami pengalaman mahasiswa magang dari program Pendidikan Tata Boga di Hotel Howard Johnson Pekalongan selama periode permintaan tinggi. Melalui pendekatan fenomenologi deskriptif dengan menggunakan observasi partisipan dan wawancara mendalam selama kegiatan magang tiga bulan (Desember 2025 hingga Maret 2026), studi ini mengungkap tiga kendala utama. Pertama, adanya tekanan operasional yang signifikan akibat lonjakan volume produksi hingga 280% dari kapasitas normal. Kedua, kesenjangan antara pemahaman teoritis dengan implementasi praktis di lapangan. Ketiga, dinamika sosial berupa struktur hierarki di dapur yang kerap menghambat mahasiswa magang dalam menerapkan standar keamanan pangan. Hasil temuan menunjukkan bahwa para mahasiswa magang mengembangkan beragam strategi adaptif untuk menghadapi situasi tersebut, meliputi kepatuhan diam-diam (silent compliance), kepatuhan selektif (selective adherence), dan pembelajaran berbasis rekan (peer-based learning). Aspek kebaruan dari penelitian ini terletak pada gagasan "food safety agency gap," yaitu suatu celah antara pemahaman mahasiswa magang mengenai standar keamanan pangan dan kapasitas mereka untuk mengimplementasikannya secara efektif di bawah tekanan lingkungan institusional. Temuan-temuan ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan kurikulum pendidikan vokasi serta perumusan kebijakan magang di sektor perhotelan.</p> <p><em>This study aims to explore the lived experiences of culinary education internship students in maintaining food safety standards at Howard Johnson Hotel Pekalongan during peak season periods. Using a descriptive phenomenological approach through participant observation and in-depth interviews conducted during a three-month internship (December 2025 to March 2026), this research identifies three major challenge clusters: (1) operational pressure characterized by production volume surges reaching 280% of normal capacity, (2) a gap between theoretical knowledge and practical field application, and (3) social dynamics involving kitchen hierarchy that impedes intern students from upholding food safety standards. Findings indicate that intern students develop adaptive coping strategies through silent compliance, selective adherence, and peer-based learning. The novelty of this research lies in the concept of "food safety agency gap" — the discrepancy between intern students’ capacity to know food safety standards and their ability to actually implement them under institutional pressure. These findings have implications for vocational education curricula and internship policies in the hospitality industry.</em></p> Siti Fathonah, Syifani Afrivania Lukito Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23732 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH FLEKSIBILITAS KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KESEIMBANGAN KEHIDUPAN KERJA KARYAWAN GEN Z https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/24075 <p>Tingginya tingkat masuknya Generasi Z ke dalam angkatan kerja membawa dinamika baru, di mana fleksibilitas dan keseimbangan kehidupan kerja lebih diprioritaskan dibandingkan model kerja konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fleksibilitas kerja dan komitmen organisasi terhadap keseimbangan kehidupan kerja karyawan Generasi Z. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan teknik penyebaran kuesioner elektronik. Sampel penelitian terdiri dari 115 karyawan Generasi Z yang dipilih menggunakan simple random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fleksibilitas kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap keseimbangan kehidupan kerja. Demikian pula, komitmen organisasi terbukti memiliki kontribusi positif terhadap pencapaian keseimbangan kehidupan kerja karyawan. Secara simultan, kedua variabel secara signifikan memprediksi keberhasilan implementasi keseimbangan kehidupan kerja dalam organisasi. Implikasi dari temuan ini adalah manajemen sumber daya manusia harus beradaptasi dengan pengaturan kerja fleksibel yang dinamis dengan tetap mengikat komitmen karyawan melalui budaya perusahaan yang mendukung untuk menjaga retensi dan produktivitas generasi muda.</p> <p><em>The high entry rate of Generation Z into the workforce brings new dynamics, where flexibility and work-life balance are prioritized over conventional working models. This study aims to analyze the effect of work flexibility and organizational commitment on the work-life balance of Generation Z employees. The method used is quantitative descriptive analysis using an electronic questionnaire distribution technique. The research sample consisted of 115 Generation Z employees selected using simple random sampling. Data analysis was performed using Multiple Linear Regression. The results showed that work flexibility had a positive and significant effect on work-life balance. Likewise, organizational commitment was proven to have a positive contribution to achieving employee work-life balance. Simultaneously, both variables significantly predict the success of work-life balance implementation in organizations. These findings imply that human resource management must adapt to dynamic flexible working arrangements while still binding employee commitment through a supportive corporate culture to maintain the retention and productivity of the younger generation.</em></p> Muhamad Tarsoni Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/24075 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 KEAMANAN PANGAN DI DAPUR HOTEL HORISON ULTIMA SENTRALAND SEMARANG: PERAN CUTTING BOARD BERWARNA DALAM MENCEGAH KONTAMINASI SILANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23716 <p>Himbauan tentang penggunaan cutting board berwarna di Hotel Horison Ultima Sentraland Semarang menekankan pentingnya memisahkan peralatan pengolahan makanan berdasarkan kategori bahan (sayur, daging, unggas, ikan, roti/makanan siap saji). Pemisahan ini bertujuan mencegah perpindahan mikroba patogen antar bahan makanan. Selain itu, keamanan pangan menggarisbawahi pentingnya membersihkan cutting board dengan air sabun panas setelah pemakaian guna menghilangkan sisa kontaminan. Artikel ini membahas temuan tersebut dalam konteks literatur ilmiah modern tentang keamanan pangan dan kontaminasi silang. Kajian pustaka menunjukkan bahwa memisahkan bahan mentah dan matang serta membersihkan peralatan adalah praktik utama WHO dalam pencegahan penyakit bawaan makanan. Penelitian Kurniawan et al. (2026) mengingatkan bahwa peralatan memasak yang terkontaminasi dapat menjadi jalur utama penyebaran patogen, yang berujung pada peningkatan penyakit bawaan makanan, penarikan produk massal, dan kerugian ekonomi. Di sisi lain, Karanth et al. (2023) menegaskan bahwa pertumbuhan mikroba dan kontaminasi silang mempercepat pembusukan makanan dan pemborosan pangan. Dengan demikian, penggunaan cutting board khusus warna-warni dan pencucian rutin adalah bagian integral dari sistem manajemen keamanan pangan (misalnya HACCP) untuk menjaga mutu, cita rasa, dan keamanan makanan di operasional dapur Hotel Horison Ultima Sentraland Semarang.</p> <p>&nbsp;</p> Raina Azalia Gunawan, Mazaya Sausan, Khoirun Nisa Salsabila, Siti Nur Hidayatul Maliah, Octavianti Paramita, Agus Sriyanto Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23716 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PERAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH MELALUI PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN DALAM MENINGKATKAN LIFE SKILL MASYARAKAT https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23810 <p>Pendidikan luar sekolah memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. Salah satu program yang banyak dikembangkan adalah pelatihan kewirausahaan yang bertujuan untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan dalam mengembangkan usaha secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan luar sekolah melalui pelatihan kewirausahaan dalam meningkatkan life skill masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan kewirausahaan berkontribusi terhadap peningkatan kecakapan personal, sosial, dan vokasional peserta. Pelatihan mampu meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan komunikasi, kerja sama, pengambilan keputusan, serta keterampilan dalam mengelola usaha. Selain itu, program pelatihan juga mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan keterampilan yang diperoleh selama kegiatan berlangsung. Meskipun demikian, pelaksanaan pelatihan masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, perbedaan tingkat kemampuan peserta, serta keterbatasan waktu pelaksanaan. Oleh karena itu, diperlukan dukungan yang berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas program pelatihan kewirausahaan sebagai sarana pengembangan life skill masyarakat.</p> <p><em>Non-formal education plays a strategic role in improving the quality of human resources through various community empowerment programs. One of the most widely implemented programs is entrepreneurship training, which aims to equip community members with the knowledge, skills, and attitudes needed to develop independent businesses. This study aims to analyze the role of non-formal education through entrepreneurship training in improving community life skills. The research employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that entrepreneurship training contributes significantly to the improvement of participants’ personal, social, and vocational skills. The training enhances self-confidence, communication skills, teamwork, decision-making abilities, and business management competencies. Furthermore, the program promotes economic independence by encouraging participants to apply the skills acquired during the training process. However, several challenges were identified, including limited facilities and infrastructure, differences in participants’ educational backgrounds and abilities, and limited training duration. Therefore, continuous support is needed to optimize the effectiveness of entrepreneurship training programs as a means of developing community life skills.</em></p> Muhammad Aufa Muis, Muhammad Rizki, M. Risky Noviandi Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23810 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS PENGELOLAAN PENDIDIKAN NONFORMAL DI PAUD AL-FATH KARAWANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23674 <p>Pendidikan nonformal memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, khususnya pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pengelolaan lembaga yang efektif menjadi faktor utama dalam mewujudkan layanan pendidikan yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan pendidikan nonformal di PAUD Al-Fath Karawang, yang meliputi aspek manajemen lembaga, sumber daya manusia, metode pembelajaran, evaluasi pembelajaran, serta tantangan dan upaya pengembangannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh gambaran mengenai pengelolaan pendidikan di PAUD Al-Fath Karawang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pendidikan di PAUD Al-Fath telah dilaksanakan dengan cukup baik melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi yang terstruktur. Pembelajaran menerapkan konsep bermain sambil belajar dengan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dan Kurikulum Merdeka. Guru berperan sebagai fasilitator dalam menciptakan lingkungan belajar yang aktif, kreatif, dan menyenangkan. Meskipun demikian, lembaga masih menghadapi tantangan berupa pengaruh penggunaan gadget pada anak serta keterbatasan sarana pembelajaran. Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut, seperti meningkatkan kompetensi pendidik, memperkuat kerja sama dengan orang tua, dan mengoptimalkan media pembelajaran yang tersedia. Secara keseluruhan, pengelolaan pendidikan nonformal di PAUD Al-Fath Karawang telah berjalan dengan baik dan terus dikembangkan untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan anak usia dini.</p> <p><em>Non-formal education plays an important role in supporting children's growth and development, particularly in Early Childhood Education (ECE). Effective institutional management is a key factor in providing high-quality educational services. This study aims to analyze the management of non-formal education at PAUD Al-Fath Karawang, focusing on institutional management, human resources, learning methods, learning evaluation, as well as the challenges and development efforts undertaken by the institution. This research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were analyzed descriptively to obtain a comprehensive understanding of the educational management practices at PAUD Al-Fath Karawang. The findings indicate that educational management has been implemented effectively through systematic planning, organizing, implementation, and evaluation. The learning process applies a learning-through-play approach integrated with Islamic values and the Merdeka Curriculum. Teachers act as facilitators in creating an active, creative, and enjoyable learning environment. However, the institution still faces several challenges, including excessive gadget use among children and limited learning facilities. To address these issues, the institution has made various efforts, such as improving teachers' competencies, strengthening collaboration with parents, and optimizing the use of available learning media. Overall, the management of non-formal education at PAUD Al-Fath Karawang has been implemented effectively and continues to be improved to enhance the quality of early childhood education services</em></p> Dena Khaerunnisa Kirei Desu, Tasya Intan Ramadhany Ramadhany, Rafi Fadhil, Kevin Maula Akbar Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23674 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PERKEMBANGAN SISTEM MONETER INTERNASIONAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP STABILITAS EKONOMI GLOBAL: STUDI LITERATUR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23726 <p>Sistem moneter internasional memainkan peran kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi global dengan mengatur hubungan keuangan dan mekanisme pembayaran antarnegara. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan sistem moneter internasional, mengevaluasi dampaknya terhadap stabilitas ekonomi global, dan mengidentifikasi tantangan yang muncul di era modern. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif, melalui analisis jurnal, buku, dan laporan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem moneter internasional telah berevolusi dari Gold Standard ke era Bretton Woods, lalu ke sistem kurs mengambang, hingga memasuki fase digital. Perkembangan ini mendukung kenaikan perdagangan internasional dan pertumbuhan ekonomi global, tetapi juga memunculkan isu seperti volatilitas nilai tukar, krisis keuangan global, dominasi dolar Amerika Serikat, serta kemunculan CBDC dan cryptocurrency. Oleh karena itu, diperlukan reformasi sistem moneter internasional serta penguatan kerja sama antarnegara untuk mempertahankan stabilitas ekonomi global ke depan.</p> Irene Sinambela, Fernando, Johansen Aprianda Purba, Yehezkiel Siregar, Putri Alesia Nadeak, Gledis Maria Angelika Sianipar, Samuel Bintang Negara Simorangkir, Raya Panjaitan Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23726 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 KONSEP HAKEKAT, KONSEP DAN TUJUAN PEMBELAJARAN IPS DI SD/MI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23957 <p><em>Social Studies (IPS) at the elementary school level plays an important role in shaping students’ character and social understanding. This study aims to explain the nature, objectives, philosophical foundations, urgency, and dimensions of Social Studies learning. The method used is a literature review that analyzes various theoretical sources and previous research findings. As a field of study, Social Studies integrates several social science disciplines such as geography, history, economics, and sociology. Social Studies instruction in elementary schools does not focus solely on cognitive knowledge, but also instills moral values, social attitudes, and critical thinking skills. The dimensions of Social Studies learning include knowledge, skills, attitudes, and actions that aim to develop students into active, tolerant, and responsible citizens. Fundamentally, Social Studies is essential to teach from the beginning of formal education. This need is evident from the many students who still do not fully understand the materials taught in Social Studies. However, Social Studies learning at the elementary level faces several challenges, including limited resources, teachers’ insufficient content knowledge, and restricted instructional time. Social Studies at the elementary level should be taught to students using a constructivist approach.</em></p> Rahmadani Hasbi, Suci Mayang Sari, Ghitsa Zahara Nurkholifah , Iin Gusmana Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23957 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 ISLAM DAN MEDIA: ANALISIS KOMUNIKASI DAKWAH HABIB JA'FAR DI MEDIA SOSIAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23708 <p>Pertumbuhan media sosial yang sangat pesat telah mengubah lanskap dakwah Islam, menggeser komunikasi keagamaan dari mimbar konvensional menuju platform digital yang lebih interaktif, personal, dan mudah diakses oleh generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi dakwah yang digunakan oleh Habib Husein Ja'far Al-Hadar, seorang da'i kontemporer Indonesia yang dikenal luas atas pendekatan dakwahnya yang humanis dan dialogis di platform media sosial seperti YouTube, Instagram, dan TikTok. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi pustaka (library research), dengan menelaah penelitian terdahulu, artikel jurnal, dan sumber akademik relevan mengenai pola komunikasi dakwah Habib Ja'far. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Habib Ja'far mengembangkan gaya komunikasi persuasif dan humanis yang menekankan empati, dialog terbuka, serta pesan keagamaan yang kontekstual dan disesuaikan dengan karakter mad'u generasi milenial dan Generasi Z. Strategi dakwahnya melalui podcast seperti "Login" dan "Jeda Nulis" memperlihatkan teknik self-presentation yang membangun otoritas keagamaan tanpa kehilangan keakraban dan sifat inklusif, termasuk dalam merespons dialog antarumat beragama dan isu politik identitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi dakwah digital sebagaimana dipraktikkan oleh Habib Ja'far merefleksikan fenomena mediatisasi agama, di mana otoritas keagamaan dikonstruksi ulang melalui visibilitas algoritmik, keterlibatan audiens, dan strategi konten yang adaptif, sekaligus menghadirkan tantangan terkait autentisitas, moderasi beragama, dan penguatan karakter religius generasi muda Muslim.</p> <p><em>The rapid growth of social media has transformed the landscape of Islamic da'wah, shifting religious communication from conventional pulpits toward digital platforms that are more interactive, personal, and accessible to younger audiences. This study aims to analyze the communication strategy employed by Habib Husein Ja'far Al-Hadar, a contemporary Indonesian preacher widely known for his humanistic and dialogical approach to da'wah on social media platforms such as YouTube, Instagram, and TikTok. This research employs a qualitative descriptive method through literature review (library research), examining previous studies, journal articles, and relevant academic sources concerning Habib Ja'far's da'wah communication pattern. The findings indicate that Habib Ja'far develops a persuasive and humanistic communication style that emphasizes empathy, open dialogue, and contextual religious messages tailored to the millennial and Generation Z mad'u (audience). His da'wah strategy on platforms such as the "Login" and "Jeda Nulis" podcasts demonstrates self-presentation techniques that build religious authority while maintaining relatability and inclusiveness, including in addressing interfaith dialogue and identity politics. This study concludes that digital da'wah communication, as practiced by Habib Ja'far, reflects a mediatization of religion in which religious authority is reconstructed through algorithmic visibility, audience engagement, and adaptive content strategies, while also presenting challenges related to authenticity, religious moderation, and the strengthening of Muslim youth's religious character.</em></p> Fitra Alim Znow, Prof. Dr.H. Mahmuddin M. Ag Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23708 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PENERAPAN TEKNIK PLATING PADA SALAD BUFFET UNTUK MENINGKATKAN NILAI ESTETIKA HIDANGAN DI HOTEL BEST WESTERN PREMIER THE HIVE JAKARTA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23780 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teknik plating pada salad buffet dalam meningkatkan nilai estetika hidangan di Hotel Best Western Premier The Hive. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi langsung terhadap penyajian salad buffet sebelum dan sesudah dilakukan plating. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan inovasi plating, tampilan salad buffet terlihat sederhana dan kurang menarik sehingga minat tamu terhadap salad relatif rendah. Setelah dilakukan penataan ulang melalui pengaturan warna, penggunaan garnish, pengaturan tinggi rendah bahan, serta komposisi plating yang lebih estetik, salad buffet menjadi lebih menarik secara visual dan lebih banyak dipilih oleh tamu hotel. Selain meningkatkan nilai estetika hidangan, penerapan plating juga mampu menciptakan kesan elegan dan meningkatkan pengalaman kuliner tamu pada penyajian buffet hotel. Kesimpulannya, teknik plating memiliki peran penting dalam meningkatkan daya tarik visual makanan serta minat konsumen terhadap hidangan salad buffet.</p> Najmah Zahirah Fatin, Bambang Sugeng Suryatna, Jessica Yopi Anggraeni Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23780 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PARADIGMA DAN REALITAS PLURALISME MASYARAKAT MAJEMUK https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/24747 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji paradigma pluralisme dalam konteks masyarakat majemuk di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, yaitu data dikumpulkan dari jurnal ilmiah, buku, artikel, dan sumber akademik lain yang relevan, kemudian dibaca, dipahami, dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pluralisme bukan sekadar kondisi faktual keberagaman, melainkan sebuah paradigma yang mensyaratkan pengakuan aktif dan penghormatan terhadap perbedaan dalam kehidupan bersama. Realitas masyarakat majemuk Indonesia mencerminkan tegangan yang terus berlangsung antara dua paradigma, yaitu paradigma deskriptif yang memandang keberagaman sebagai fakta sosial alamiah, dan paradigma normatif yang menilai pluralisme sebagai nilai yang harus diperjuangkan dan dipertahankan secara aktif. Berbagai tantangan masih ditemukan dalam penerapan nilai-nilai pluralisme, antara lain intoleransi, konflik sosial, diskriminasi, serta penyalahgunaan media sosial untuk menyebarkan ujaran kebencian dan provokasi. Dalam perspektif Pendidikan Agama Kristen, paradigma pluralisme berakar pada ajaran kasih Kristus kepada sesama manusia yang menuntut penghormatan terhadap martabat manusia tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun budaya. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pluralisme yang sehat memerlukan fondasi nilai toleransi, dialog antaragama, dan pendidikan yang inklusif sebagai prasyarat terwujudnya kohesi sosial dalam keberagaman.</p> <p><em>This study aims to examine the paradigm of pluralism in the context of a plural society in Indonesia. The method used is a qualitative literature study, in which data were collected from scholarly journals, books, articles, and other relevant academic sources, then read, interpreted, and analyzed descriptively. The results show that pluralism is not merely a factual condition of diversity, but a paradigm that requires active recognition of and respect for differences in social life. The reality of Indonesia's plural society reflects ongoing tension between two paradigms: a descriptive paradigm that views diversity as a natural social fact, and a normative paradigm that regards pluralism as a value to be actively pursued and defended. Various challenges persist in the application of pluralist values, including intolerance, social conflict, discrimination, and the misuse of social media to spread hate speech and provocation. From the perspective of Christian Religious Education, the paradigm of pluralism is rooted in Christ's teaching of love for one's neighbour, which calls for respect for human dignity regardless of religious, ethnic, or cultural background. The conclusion of this study is that healthy pluralism requires a foundation of tolerance, interfaith dialogue, and inclusive education as prerequisites for achieving social cohesion amid diversity.</em></p> Feliandi P. Mobata, Stifani Dalle, Semry No Pepe, Anita Enjelina Frare, Jen Asti Stevania Bait, Fransiska Nggeong, Yefri Manane Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/24747 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 GAMBARAN PROKRASTINASI DAN BURNOUT PADA MAHASISWA UIN AR-RANIRY https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23723 <p>Prokrastinasi akademik dan burnout merupakan dua fenomena yang sering dialami mahasiswa dalam menghadapi berbagai tuntutan akademik. Kebiasaan menunda pengerjaan tugas dapat menyebabkan akumulasi pekerjaan yang berdampak pada kelelahan fisik, emosional, maupun mental. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran prokrastinasi dan burnout pada mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh serta memahami keterkaitan antara kedua fenomena tersebut berdasarkan pengalaman mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari empat mahasiswa aktif UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, yaitu pernah atau sedang mengalami prokrastinasi akademik dan menunjukkan gejala burnout akademik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prokrastinasi akademik pada mahasiswa ditandai oleh kecenderungan menunda memulai maupun menyelesaikan tugas, adanya kesenjangan antara rencana dan pelaksanaan tugas, serta kecenderungan melakukan aktivitas lain yang dianggap lebih menyenangkan. Sementara itu, burnout ditunjukkan melalui munculnya kelelahan emosional dan fisik, menurunnya minat terhadap aktivitas akademik, serta berkurangnya keyakinan terhadap kemampuan diri dalam menyelesaikan tuntutan perkuliahan. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa perilaku prokrastinasi yang berlangsung secara terus-menerus dapat memperkuat munculnya gejala burnout pada mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan kemampuan manajemen waktu dan regulasi diri yang baik untuk meminimalkan perilaku prokrastinasi dan mencegah terjadinya burnout akademik.</p> <p><em>Academic procrastination and burnout are two phenomena frequently experienced by students when facing various academic demands. The habit of postponing assignments can lead to work accumulation that results in physical, emotional, and mental exhaustion. This study aims to describe the picture of procrastination and burnout among students of UIN Ar-Raniry Banda Aceh and understand the relationship between the two phenomena based on student experiences. This study uses a qualitative approach with descriptive methods. The research subjects consisted of four active students of UIN Ar-Raniry Banda Aceh who were selected using purposive sampling technique based on certain criteria, namely having experienced or currently experiencing academic procrastination and showing symptoms of academic burnout. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, then analyzed using data reduction techniques, data presentation, and drawing conclusions. The results show that academic procrastination in students is characterized by a tendency to delay starting or completing assignments, a discrepancy between plans and task implementation, and a tendency to engage in other activities that are considered more enjoyable. Meanwhile, burnout is manifested through the emergence of emotional and physical exhaustion, decreased interest in academic activities, and decreased confidence in one's ability to complete the demands of the lecture. Research findings also indicate that persistent procrastination can exacerbate burnout symptoms in students. Therefore, effective time management and self-regulation skills are essential to minimize procrastination and prevent academic burnout.</em></p> Dina Purwati, Ayla Azzuhra, Cut Azahara Ajwa, Aida Rachmiana, Sarah Vionisa Siregar, Lia Sapura Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23723 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PENERAPAN TERAPI SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI RT 003 RW 27 GUWOSARI JEBRES SURAKARTA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23898 <p>Latar Belakang: Populasi lansia menjadi fenomena global diperkirakan melebihi 1,1 miliar jiwa pada tahun 2025 dan terus meningkat. Proses penuaan menyebabkan penurunan fungsi tubuh yang meningkatkan risiko penyakit tidak menular, seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung. Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang diperkirakan dialami oleh sekitar 1,4 miliar. Pengendalian tekanan darah dapat dilakukan melalui terapi farmakologis maupun nonfarmakologis, salah satunya dengan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Tujuan: Mengetahui hasil penerapan terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan rancangan deskriptif. Subjek penelitian adalah dua lansia yang mengalami hipertensi. Intervensi berupa terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) diberikan selama 8 menit, satu kali sehari selama 3 hari berturut-turut. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah setiap sesi terapi untuk mengetahui perubahan tekanan darah. Hasil: Penerapan terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) menunjukkan adanya penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi setelah diberikan intervensi selama 3 hari berturut-turut. Kesimpulan: Hasil penerapan terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) menunjukkan adanya penurunan tekanan darah pada kedua lansia dengan hipertensi setelah diberikan terapi.</p> <p><em>Background: The elderly population has become a global phenomenon and is projected to exceed 1.1 billion people by 2025, with the number continuing to increase. Aging causes a decline in physiological functions, increasing the risk of non-communicable diseases such as hypertension, diabetes mellitus, and heart disease. Hypertension is a major global health problem affecting approximately 1.4 billion people worldwide. Blood pressure can be controlled through pharmacological and non-pharmacological approaches, one of which is the Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Objective: To describe the outcomes of implementing the Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) on blood pressure in older adults with hypertension. Methods: This descriptive case study involved two older adults with hypertension. SEFT was administered for approximately 8 minutes once daily for three consecutive days. Blood pressure was measured before and after each therapy session to observe changes. Results: The implementation of SEFT therapy showed a reduction in blood pressure after three consecutive days of intervention. Conclusion: The implementation of SEFT was associated with decreased blood pressure in the two older adults with hypertension and may serve as a complementary non-pharmacological nursing intervention.</em></p> Wahyu Putri Lestari, Fida’ Husain, Nur Haryani Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23898 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 KONSEP RULE OF LAW SEBAGAI IDE MORAL DAN INSTITUSIONAL DALAM FILSAFAT HUKUM MODERN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23701 <p>Urgensi penulisan makalah ini disebabkan oleh adanya tantangan pelaksanaan rule of law di Indonesia yaitu ketegangan antara kepastian hukum formal dan keadilan substansial yang berlandaskan Pancasila serta masih tingginya kasus penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi. Tujuan dari makalah ini ialah untuk menganalisis rule of law sebagai sebuah konsep moral dan institusional di dalam filsafat hukum modern serta juga mengusulkan solusi yang relevan untuk konteks Indonesia. Hasil analisisnya menunjukkan bahwa rule of law bukan hanya sekadar prinsip institusional seperti yang dinyatakan oleh Dicey, Fuller, Hayek, dan Raz namun juga merupakan ide moral yang perlu dipadukan dengan nilai-nilai etika, kearifan lokal, dan Pancasila. Oleh karena itu makalah ini mengajukan konsep “Progressive Rule of Law Pancasila” yang mengintegrasikan moralitas hukum didalamnya dengan hukum yang hidup serta penguatan dari lembaga-lembaga independen. Rekomendasi yang diberikan dari reformasi pendidikan hukum, penguatan Mahkamah Konstitusi dan Komisi Yudisial dengan pendekatan teknologi transparansi, serta menginventarisasi hukum adat dalam sistem perundang-undangan nasional. Dengan langkah-langkah tersebut, rule of law dapat diwujudkan dengan cara yang lebih humanis, kontekstual, dan sesuai dengan karakter dari bangsa Indonesia</p> <p><em>The urgency of writing this paper is driven by the challenges facing the implementation of the rule of law in Indonesia, namely the tension between formal legal certainty and substantive justice based on Pancasila, as well as the persistently high number of cases of abuse of power and corruption. The purpose of this paper is to analyze the rule of law as a moral and institutional concept within modern legal philosophy and to propose solutions relevant to the Indonesian context.</em> <em>The analysis demonstrates that the rule of law is not merely an institutional principle, as articulated by Dicey, Fuller, Hayek, and Raz, but also a moral idea that needs to be integrated with ethical values, local wisdom, and Pancasila. Therefore, this paper proposes the concept of a "Progressive Rule of Law Pancasila," which integrates legal morality with living law and the strengthening of independent institutions.</em> <em>Recommendations include legal education reform, strengthening the Constitutional Court and the Judicial Commission through a technology-based transparency approach, and an inventory of customary law within the national legal system. With these steps, the rule of law can be realized in a more humane, contextual manner, and in keeping with the character of the Indonesian nation</em></p> Muhammad Aswar, Muhammad Rezy Abdurahman, Muhammad Liwinardi, Elviandri Elviandri Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23701 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS TOKEN ECONOMY DALAM MENGURANGI PERILAKU OFF-TASK MAHASISWA SAAT PEMBELAJARAN DI KELAS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23751 <p>Perilaku off-task pada mahasiswa, seperti penggunaan ponsel di luar instruksi, mengobrol di luar materi, dan melamun, merupakan permasalahan yang umum terjadi di ruang kuliah namun jarang diintervensi secara terstruktur dalam konteks pendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas token economy dalam mengurangi perilaku off-task mahasiswa selama perkuliahan berlangsung. Penelitian menggunakan rancangan subjek tunggal (single subject design) dengan pola A-B yang melibatkan satu mahasiswa Program Studi Psikologi semester enam di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai partisipan. Observasi dilakukan menggunakan metode interval parsial berdurasi lima menit selama delapan sesi yang terbagi pada Fase Baseline (A) dan Fase Intervensi (B), dengan reliabilitas antar-observer berkisar 84%–91%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase perilaku off-task pada Fase A sebesar 66% dengan tren meningkat, sedangkan pada Fase B menurun menjadi rata-rata 34% dengan tren menurun secara konsisten, mencapai titik terendah 26% pada sesi terakhir. Penurunan total sebesar 32 poin persentase dari baseline ke intervensi mengindikasikan bahwa penerapan token economy efektif dalam menurunkan frekuensi perilaku off-task subjek. Temuan ini memberikan kontribusi empiris terhadap literatur modifikasi perilaku di lingkup pendidikan tinggi, yang selama ini didominasi oleh penelitian pada populasi siswa usia sekolah, serta membuka peluang pengembangan intervensi berbasis reinforcement yang lebih kontekstual bagi mahasiswa.</p> <p><em>Off-task behavior among college students, such as off-instruction phone use, off-topic conversation, and mind wandering, is a common yet rarely structurally addressed problem in higher education classrooms. This study aims to examine the effectiveness of a token economy in reducing college students' off-task behavior during lectures. The study used a single subject design with an A-B pattern, involving one sixth-semester Psychology student at UIN Maulana Malik Ibrahim Malang as the participant. Observations were conducted using a five-minute partial-interval method across eight sessions divided into a Baseline Phase (A) and an Intervention Phase (B), with inter-observer agreement ranging from 84% to 91%. Results showed that the average percentage of off-task behavior in Phase A was 66% with an increasing trend, while in Phase B it decreased to an average of 34% with a consistently decreasing trend, reaching a lowest point of 26% in the final session. The total decrease of 32 percentage points from baseline to intervention indicates that the implementation of a token economy was effective in reducing the frequency of the subject's off-task behavior. These findings contribute empirically to the behavior modification literature in higher education, which has so far been dominated by research on school-age populations, and open opportunities for developing more contextual reinforcement-based interventions for college students</em></p> Nia Febrianti, Zilda Fakhriya Pasha, Muhammad Jamaluddin Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23751 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH MOTIVASI DAN KOMITMEN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. INTERNUSA MEGA MANDIRI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/24401 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh gejala menurunnya kedisiplinan kerja di PT Internusa Mega Mandiri, sebuah produsen kemasan karton, yang tampak dari naiknya angka keterlambatan absensi karyawan serta persentase produk cacat (reject) yang secara konsisten melampaui ambang toleransi perusahaan selama periode September 2025 hingga Februari 2026. Studi ini disusun untuk mengukur kontribusi motivasi kerja dan komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan, baik secara terpisah maupun secara bersamaan. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif asosiatif, dengan seluruh 80 karyawan perusahaan dijadikan responden melalui teknik sensus (sampling jenuh). Instrumen kuesioner berskala Likert lima poin disebarkan secara daring, kemudian data diolah dengan regresi linear berganda berbantuan SPSS versi 24, didahului uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Temuan menunjukkan bahwa motivasi kerja maupun komitmen organisasi sama-sama memberi pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan secara parsial, dengan komitmen organisasi menyumbang pengaruh yang jauh lebih besar dibandingkan motivasi kerja. Secara simultan, kedua variabel ini mampu menerangkan variasi kinerja karyawan sebesar 86,7 persen. Temuan ini mengarahkan rekomendasi agar manajemen memprioritaskan penguatan keterikatan psikologis karyawan terhadap perusahaan tanpa mengesampingkan pemenuhan kebutuhan motivasional dasar.</p> <p><em>This study responds to a documented decline in work discipline at PT Internusa Mega Mandiri, a carton-packaging manufacturer, evidenced by rising attendance tardiness and product reject rates that consistently exceeded the firm's tolerance threshold between September 2025 and February 2026. The research sought to measure how work motivation and organizational commitment relate to employee performance, both individually and jointly. An associative quantitative design was applied, drawing on the entire workforce of 80 employees through a saturated (census) sampling technique. A five-point Likert questionnaire was distributed online, and the resulting data were processed with multiple linear regression in SPSS 24 following validity, reliability, and classical assumption testing. Findings indicate that work motivation and organizational commitment each exert a positive and significant partial effect on employee performance, with commitment contributing a substantially larger share of that effect than motivation. Jointly, the two predictors account for 86.7 percent of the variance in employee performance. These results suggest that management should prioritize strengthening employees' psychological attachment to the organization while still attending to fundamental motivational needs.</em></p> Indri Handayani Situmorang, Mulyati, Novi Cholisoh Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/24401 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PERAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMBANGUN SIKAP INKLUSIF DI TEGAH KEMAJEMUKAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23719 <p>Indonesia merupakan bangsa yang memiliki tingkat keberagaman yang tinggi, baik dari aspek agama, budaya, suku, bahasa, maupun adat istiadat. Kondisi tersebut menuntut adanya pendidikan yang mampu membentuk karakter peserta didik agar memiliki sikap inklusif, toleran, dan menghargai perbedaan. Pendidikan Agama Kristen (PAK) memiliki peran strategis dalam membangun sikap inklusif melalui penanaman nilai kasih, keadilan, penghormatan terhadap martabat manusia, dan kehidupan yang harmonis dalam masyarakat majemuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Agama Kristen dalam membangun sikap inklusif di tengah kemajemukan masyarakat Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai jurnal ilmiah nasional dan buku akademik yang terbit dalam lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Kristen berkontribusi secara signifikan dalam membentuk sikap inklusif peserta didik melalui pembelajaran berbasis kasih, dialog antaragama, pendidikan multikultural, dan penguatan moderasi beragama. Oleh karena itu, Pendidikan Agama Kristen perlu terus dikembangkan sebagai sarana pembentukan karakter yang mendukung kehidupan damai dalam masyarakat plural.</p> <p><em>Indonesia is a nation with a high level of diversity, encompassing religion, culture, ethnicity, language, and customs. This situation demands education that can shape students' character, fostering inclusive attitudes, tolerance, and respect for differences. Christian Religious Education (PAK) plays a strategic role in fostering inclusive attitudes by instilling the values of love, justice, respect for human dignity, and harmonious living in a pluralistic society. This study aims to analyze the role of Christian Religious Education in fostering inclusive attitudes amidst the diversity of Indonesian society. The research method used was library research, analyzing various national scientific journals and academic books published in the past five years. The results indicate that Christian Religious Education contributes significantly to shaping inclusive attitudes in students through love-based learning, interfaith dialogue, multicultural education, and strengthening religious moderation. Therefore, Christian Religious Education needs to be continuously developed as a means of character development that supports peaceful living in a pluralistic society.</em></p> Astri Delila Mooy, Vesti Yesra Romeku Kristen S, Shandra Maryanie Buraen, Ferni Adelfia Mboro, Susana Mananel, Reni Banunaek, Fransiska Nggeong Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23719 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 SIMBOL WARISAN NILAI SEJARAH DAN BUDAYA PADA MASA HINDU – BUDDHA DI MINANGKABAU https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23851 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis makna filosofis yang terkandung pada era hindu buddha di minangkabau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur (literature review). Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran pustaka secara mendalam terhadap berbagai sumber sekunder, seperti jurnal ilmiah terakreditasi, buku sejarah, prasasti, serta laporan penelitian terdahulu yang relevan dengan perkembangan peradaban klasik di Sumatra Barat. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan teknik reduksi data, interpretasi teks, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya muatan nilai Sejarah dan nilai budaya yang sangat kuat dalam proses akulturasi kemasyarakatan. Secara historis, era ini merekam jejak pelembagaan tradisi musyawarah perdamaian, resolusi konflik antar-sistem adat, serta proses transisi menuju tradisi literasi kuno di pedalaman Sumatra Barat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengaruh eksternal pada masa Hindu-Buddha tidak menghapus tatanan aturan lokal yang telah mapan, melainkan menghasilkan hibridasi budaya yang dinamis. Tradisi klasik dan hukum adat asli berjalan beriringan membentuk fondasi kebudayaan Minangkabau yang unik, di mana warisannya masih dapat dilacak secara nyata dalam sistem kekerabatan matrilineal serta tradisi musyawarah mufakat hingga masa kini.</p> <p><em>This study aims to identify and analyze the philosophical meanings embedded in the Hindu-Buddhist period in Minangkabau. The research employs a qualitative method with a literature review approach. Data collection was conducted through an in-depth literature search of various secondary sources, such as accredited scientific journals, history books, inscriptions, and previous research reports relevant to the development of classical civilization in West Sumatra. Data analysis was carried out descriptively and analytically using data reduction, text interpretation, and conclusion-drawing techniques. The findings indicate the existence of strong historical values and cultural values within the process of social acculturation. Historically, this era recorded the institutionalization of peaceful deliberation traditions, conflict resolution between customary systems, and the transition process toward ancient literacy traditions in the interior of West Sumatra. The study concludes that external influences during the Hindu-Buddhist period did not eliminate the established local customs; rather, they produced a dynamic cultural hybridization. Both classical traditions and original customary laws developed side by side to form the unique foundation of Minangkabau culture, whose legacy can still be clearly traced today in the matrilineal kinship system and the tradition of consensus (musyawarah mufakat) to this day. </em></p> Gregorius Zuvensius Gea, Keisya Nabila, Laura Marina Silva Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23851 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 BETUTU CREAMY PASTA SEBAGAI BENTUK MODERNISASI KULINER TRADISIONAL INDONESIA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23694 <p>Pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi produk kuliner berbasis fusion food melalui pengolahan Ayam Betutu menjadi Betutu Creamy Pasta sebagai bentuk modernisasi kuliner tradisional Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&amp;D), yang meliputi tahap perencanaan, studi literatur, pengembangan produk, uji coba, serta evaluasi oleh praktisi industri. Proses produksi dilakukan di dapur utama Hotel Grand Arkenso Semarang dengan melibatkan penilaian dari chef dan pihak manajemen hotel. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Betutu Creamy Pasta memiliki potensi sebagai inovasi kuliner yang menggabungkan cita rasa tradisional dengan konsep hidangan modern. Dari aspek rasa, produk ini dinilai memiliki perpaduan yang harmonis antara bumbu khas betutu dan saus creamy. Dari segi aroma, rempah-rempah khas betutu tetap dominan dan menjadi keunggulan utama. Sementara itu, dari aspek tampilan, produk memiliki daya tarik visual yang sesuai dengan standar penyajian modern. Dengan demikian, inovasi Betutu Creamy Pasta dapat menjadi alternatif pengembangan kuliner tradisional yang lebih adaptif terhadap selera konsumen masa kini, serta berpotensi meningkatkan daya saing kuliner Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.</p> <p><em>This study aims to develop an innovative culinary product based on fusion food by transforming traditional Ayam Betutu into Betutu Creamy Pasta as a form of modernization of Indonesian traditional cuisine. The method used in this research is Research and Development (R&amp;D), which includes planning, literature study, product development, product testing, and evaluation by industry practitioners. The production process was carried out in the main kitchen of Hotel Grand Arkenso Semarang, involving assessments from the chef and hotel management. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation.</em> <em>The results show that Betutu Creamy Pasta has strong potential as a culinary innovation that combines traditional flavors with modern dish concepts. In terms of taste, the product offers a harmonious blend between the distinctive Betutu spices and creamy sauce. From the aroma aspect, the characteristic spices of Betutu remain dominant and become the product’s main advantage. Meanwhile, in terms of appearance, the product presents an appealing visual that meets modern plating standards.</em> <em>In conclusion, Betutu Creamy Pasta can serve as an alternative approach to developing traditional cuisine that is more adaptable to contemporary consumer preferences, while also having the potential to enhance the competitiveness of Indonesian culinary products at both national and international levels.</em></p> Elsa Leila Trisna Prasista, Aulia Rahma Utami, Rhisma Aprilia Sukmawati, Vadia Rahma Angraeni, Muhammad Ansori, Jerry Arianto Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23694 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PENCIPTAAN KARYA MAKANAN BERUPA CHICKEN SPINACH ROLL WITH MUSHROOM SAUCE SEBAGAI KONTRIBUSI NYATA SELAMA PROSES MAGANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23740 <p>Industri kuliner modern, Khususnya sektor perhotelan dan food service, menuntut tenaga kerja yang tidak hanya memahami teknik produksi makanan, tetapi juga mampu berinovasi dalam menciptakan produk baru yang berkualitas, bernilai gizi, dan memiliki daya jual tinggi. Kegiatan magang menjadi salah satu sarana implementasi pembelajaran berbasis praktik yang memungkinkan mahasiswa memberikan kontribusi nyata melalui penciptaan karya kuliner. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penciptaan karya makanan berupa Chicken Spinach Roll With Mushroom Sauce sebagai bentuk inovasi produk selama kegiatan magang, menjelaskan tahapan produksi, serta menganalisis hasil produk berdasarkan observasi deskriptif terhadap tampilan, tekstur, aroma, dan kesesuaian dengan standar industri. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan praktik langsung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan evaluasi deskriptif selama proses produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk Chicken Spinach Roll with Mushroom Sauce berhasil diciptakan melalui tahapan sistematis mulai dari perencanaan menu, pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga penyajian. Produk ini memiliki karakteristik visual modern, tekstur yang baik, perpaduan rasa gurih dan creamy, serta berpotensi menjadi variasi menu di industri perhotelan. Penciptaan karya ini membuktikan bahwa kegiatan magang tidak hanya menjadi sarana pembelajaran teknis, tetapi juga media pengembangan kreativitas, profesionalisme, dan kontribusi nyata mahasiswa dalam bidang tata boga.</p> <p><em>The modern culinary industry, particularly the hospitality and food service sectors, requires professionals who not only possess strong food production skills but are also capable of developing innovative, nutritious, and marketable culinary products. Industrial internships provide students with valuable opportunities to apply their academic knowledge in real-world settings while contributing through the creation of original culinary works. This study aims to describe the development process of a culinary product entitled Chicken Spinach Roll with Mushroom Sauce as an innovation created during an industrial internship. It also explains the production stages and analyzes the final product based on descriptive observations of its appearance, texture, aroma, and compliance with industry standards. This research employed a qualitative descriptive approach through direct practical implementation. Data were collected using observation, documentation, and descriptive evaluation throughout the production process. The findings indicate that Chicken Spinach Roll with Mushroom Sauce was successfully developed through a systematic process, including menu planning, ingredient selection, food preparation, cooking, and final presentation. The product demonstrates a modern visual appearance, a desirable texture, a well-balanced savory and creamy flavor, and strong potential to be incorporated into hotel food service menus. Furthermore, this culinary creation highlights that industrial internships serve not only as a platform for developing technical competencies but also as an effective medium for enhancing students' creativity, professionalism, and practical contributions to the culinary field</em></p> Siti Fathonah, Sunarso , Zulfati Azizah, Revalizka Putri Ahmadina, Balqis Husniyah Fauziyah, Armelia Tata Kencana, Yuan Aurora Laksmi Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23740 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS KEPATUHAN PAJAK KARYAWAN TERHADAP PPH PASAL 21 ATAS GAJI KARYAWAN PADA BANK SYARIAH INDONESIA KCP MOJOKERTO MOJOSARI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/24201 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepatuhan pajak karyawan terhadap Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 atas gaji karyawan pada Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Mojokerto Mojosari. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data primer yang diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pimpinan dan karyawan BSI KCP Mojosari. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pemotongan PPh Pasal 21 di BSI KCP Mojosari telah dilaksanakan sesuai ketentuan perpajakan melalui sistem withholding tax, di mana perusahaan bertindak sebagai pihak yang menghitung, memotong, menyetor, dan melaporkan pajak karyawan. Tingkat pemahaman karyawan terhadap PPh Pasal 21 tergolong cukup baik pada aspek umum, namun masih terbatas pada pemahaman teknis terkait perhitungan pajak. Faktor yang memengaruhi kepatuhan pajak karyawan meliputi pengetahuan perpajakan, kesadaran wajib pajak, kemudahan administrasi melalui sistem pemotongan otomatis, dukungan perusahaan, kepastian regulasi, dan sanksi perpajakan. Upaya perusahaan dalam meningkatkan kepatuhan pajak dilakukan melalui sosialisasi perpajakan, penyediaan informasi, pendampingan pelaporan SPT Tahunan, serta penguatan budaya kepatuhan. Meskipun demikian, peningkatan literasi perpajakan masih diperlukan agar kepatuhan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga didasarkan pada kesadaran dan pemahaman yang lebih mendalam.</p> <p><em>This study aims to analyze employee tax compliance regarding Income Tax (PPh) Article 21 on employee salaries at Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Mojokerto Mojosari. The research employed a descriptive qualitative method using primary data collected through interviews and documentation. The informants consisted of management and employees of BSI KCP Mojosari. Data analysis was conducted through data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the implementation of Article 21 Income Tax withholding at BSI KCP Mojosari has been carried out in accordance with applicable tax regulations through the withholding tax system, in which the company acts as the party responsible for calculating, withholding, depositing, and reporting employee taxes. Employees generally have a sufficient understanding of Article 21 Income Tax; however, their knowledge of the technical aspects of tax calculation remains limited. Several factors influencing employee tax compliance include tax knowledge, taxpayer awareness, administrative convenience through an automatic withholding system, company support, regulatory certainty, and tax sanctions. The company has undertaken various efforts to improve tax compliance, such as tax socialization programs, provision of tax-related information, assistance in annual tax return (SPT) reporting, and strengthening a culture of compliance. Nevertheless, further improvement in tax literacy is still needed so that compliance is not merely administrative but is also based on a deeper understanding and awareness of tax obligations.</em></p> Nadea Lutfiana Silva, Tsania Munasyifa, Siti Partimah, Lu’lu’il Maknuun Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/24201 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PERAN PETUGAS PEMASYARAKATAN DALAM PEMBINAAN WARGA BINAAN PEREMPUAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS IIA TENGGARONG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23717 <p>Penelitian ini mengkaji peran petugas pemasyarakatan dalam pembinaan warga binaan perempuan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Tenggarong. Menggunakan metode penelitian empiris (Socio Legal Research) dengan teknik wawancara semi terstruktur, observasi, dan studi dokumen, penelitian ini menemukan bahwa petugas pemasyarakatan menjalankan peran multidimensional mencakup fungsi pembina, pengaman, pembimbing kemasyarakatan, motivator, konselor, dan administrator. Faktor pendukung pelaksanaan pembinaan meliputi motivasi internal warga binaan, ketersediaan sarana prasarana, kompetensi pembina, serta kemitraan strategis dengan berbagai instansi. Sementara itu, faktor penghambat utama adalah kekurangan personel, overcrowding, keterbatasan anggaran, dan minimnya sensitivitas gender petugas. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas petugas secara berkelanjutan, koordinasi lintas sektoral, dan penerapan pendekatan responsif gender sesuai standar Bangkok Rules demi terwujudnya tujuan pemasyarakatan.</p> <p><em>This study examines the role of correctional officers in the rehabilitation of female</em> <em>inmates at the Tenggarong Class IIA Women's Correctional Institution. Employing an empirical research method (socio-legal research) utilizing semi-structured interviews, observation, and document analysis, the study finds that correctional officers perform multidimensional roles, including those of rehabilitator, security provider, community guidance officer, motivator, counselor, and administrator. Factors supporting the rehabilitation process include the inmates' internal motivation, the availability of facilities and infrastructure, the competence of rehabilitation staff, and strategic partnerships with various agencies. Conversely, the primary obstacles are staff shortages, overcrowding, budget constraints, and a lack of gender sensitivity among officers. The study recommends continuous capacity building for officers, cross-sectoral coordination, and the implementation of a gender-responsive approach aligned with the Bangkok Rules to achieve the objectives of the correctional system.</em></p> Nur Rahmayani Mukhlis, Narendra Pirmansyah Al Buchory, Wahyudianto, Darmayani Tandi Tasik, Alghifari Aqil Athallah, Ardiansyah Nurshah Putra, Fitrah Ramadhan, ⁠Uut Rahayuningsih Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23717 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 EKSISTENSI BAHASA INDONESIA DI ERA DIGITAL DAN KAITANNYA DENGAN NILAI-NILAI BELA NEGARA: SEBUAH TINJAUAN PUSTAKA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23812 <p>Penelitian ini telah membahas etika berbahasa generasi digital di media sosial sebagai bentuk respons terhadap perubahan pola komunikasi pada era perkembangan teknologi informasi. Permasalahan yang dikaji berkaitan dengan menurunnya kualitas penggunaan bahasa Indonesia di ruang digital yang ditandai oleh dominasi bahasa asing, penggunaan bahasa gaul, serta campur kode dalam interaksi daring. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan pustaka dengan menganalisis berbagai hasil penelitian terdahulu yang relevan. Data diperoleh dari artikel ilmiah, buku, dan dokumen resmi yang kemudian disintesis untuk menemukan pola dan kecenderungan kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi bahasa Indonesia tetap kuat, namun menghadapi tantangan dalam aspek etika berbahasa. Disimpulkan bahwa penguatan literasi digital dan pendidikan bahasa Indonesia diperlukan untuk membentuk generasi yang berbahasa secara santun dan bertanggung jawab di media sosial.</p> <p><em>This study examined the language ethics of digital generation in social media as a response to changes in communication patterns in the era of information and communication technology development. The main issue discussed is the decline in the quality of Indonesian language use in digital spaces, characterized by the dominance of foreign languages, the use of slang, and code- mixing in online interactions. The research employed a literature review approach by analyzing various relevant previous studies. Data were collected from scientific articles, books, and official documents, which were then synthesized to identify patterns and research tendencies. The findings indicate that the existence of the Indonesian language remains strong, but it faces challenges in terms of language ethics. It is concluded that strengthening digital literacy and Indonesian language education is necessary to shape a generation that communicates politely and responsibly in social media.</em></p> Annisa Triana, Sahra Wardatul Jannah, Alya Dwi Chantika, R. Fresilia Andarina Zaharnika, Shafytrano Atthallah Zidane Riyadi, Diandra Pratama, Nanda Putra Winata, Fitramon Zikra, Perawati Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23812 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PENINGKATAN KESIAPAN KERJA MAHASISWA PENDIDIKAN TATA BOGA DALAM DAPUR INDUSTRI IN-FLIGHT CATERING https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23681 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kesiapan kerja mahasiswa Pendidikan Tata Boga di lingkungan dapur industri inflight catering. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara praktik pembelajaran di kampus dengan tuntutan kerja di industri katering penerbangan yang memerlukan standar operasional prosedur (SOP), higiene, serta ketepatan waktu. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif berdasarkan pengalaman magang. Data diperoleh melalui observasi langsung selama praktik kerja lapangan di industri inflight catering. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kesiapan kerja mahasiswa, meliputi pemahaman terhadap sistem kerja industri, kemampuan beradaptasi dengan ritme kerja yang cepat, serta terbentuknya sikap profesional seperti disiplin, kerja sama tim, dan tanggung jawab. Dengan demikian, pengalaman magang di industri inflight catering berperan penting dalam meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa Pendidikan Tata Boga.</p> <p><em>This study aims to analyze the improvement of work readiness among culinary education students in an inflight catering industrial kitchen environment. The study is based on the gap between academic practice and the demands of the aviation catering industry, which require strict standard operating procedures (SOP), hygiene, and time efficiency.</em> <em>This research used a descriptive approach based on internship experience. Data were collected through direct observation during field practice in an inflight catering industry.</em> <em>The results show that students experienced an improvement in work readiness, including better understanding of industrial work systems, increased adaptability to fast-paced work environments, and the development of professional attitudes such as discipline, teamwork, and responsibility.</em> <em>Therefore, internship experience in the inflight catering industry plays an important role in improving students’ work readiness.</em></p> Naila Agustin, Tamaraningtyas, Putri Naura Nur Gusfianti, Nadhea Salsabila Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23681 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI GENGGAM JARI (FINGER HOLD) TERHADAP PENURUNAN NYERI PASCA PEMASANGAN INFUS DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23728 <p>Latar Belakang: Pemasangan infus merupakan tindakan invasif yang sering dilakukan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan dapat menimbulkan nyeri akibat penusukan jarum pada kulit dan vena. Nyeri dapat menyebabkan rasa takut, cemas, dan ketidaknyamanan pada pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis untuk membantu menurunkan nyeri adalah teknik relaksasi genggam jari (finger hold). Teknik ini sederhana, aman, mudah dilakukan, serta sesuai diterapkan di IGD. Relaksasi genggam jari yang dikombinasikan dengan napas dalam membantu menurunkan ketegangan dan mengalihkan perhatian pasien dari nyeri. Metode: Penerapan menggunakan studi kasus deskriptif pada dua pasien dewasa kategori triage hijau–kuning di IGD RSUD Pandan Arang Boyolali. Tingkat nyeri diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Intervensi dilakukan pasca pemasangan infus selama 10–15 menit. Hasil: Skala nyeri Ny. N menurun dari 5 menjadi 3, sedangkan Ny. Y dari 4 menjadi 3. Kedua responden mengalami penurunan dari nyeri sedang menjadi nyeri ringan. Kesimpulan: Teknik relaksasi genggam jari efektif membantu menurunkan nyeri pasca pemasangan infus pada pasien di IGD.</p> <p><em>Background: IV placement is an invasive procedure frequently performed in the Emergency Department (ED) and can cause pain due to needle puncture of the skin and veins. Pain can lead to fear, anxiety, and discomfort in patients. One nonpharmacological intervention to help reduce pain is the finger-hold relaxation technique. This technique is simple, safe, easy to perform, and suitable for use in the ED. Finger hold relaxation combined with deep breathing helps reduce tension and divert the patient’s attention from the pain. Methods: The intervention was implemented using a descriptive case study on two adult patients in the green–yellow triage category at the ED of Pandan Arang General Hospital in Boyolali. Pain levels were measured before and after the intervention using the Numeric Rating Scale (NRS). The intervention was performed after IV placement for 10–15 minutes. Results: Mrs. N’s pain score decreased from 5 to 3, while Mrs. Y’s decreased from 4 to 3. Both participants experienced a reduction from moderate to mild pain. Conclusion: The finger-gripping relaxation technique is effective in reducing pain following IV placement in patients in the ED</em></p> Zulfa Nur Khasanah, Fida’ Husain, Panggah Widodo Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/23728 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 IMPLEMENTASI MANAJEMEN RISIKO LIKUIDITAS PADA BANK SYARIAH INDONESIA DALAM MENGHADAPI KETIDAKPASTIAN EKONOMI GLOBAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/24064 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi risiko likuiditas bank syariah indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi, riset ini mengkaji dokumen resmi dari Otoritas Jasa Keuangan dan Indeks Ketidakpastian Dunia. Hasil kajian menunjukkan bahwa gejolak global memicu risiko pemindahan dana yang mengganggu stabilitas simpanan pihak ketiga. Namun, karakteristik bagi hasil dan pembiayaan berbasis sektor riil memberikan bank syariah daya tahan kuat. Ketahanan likuiditas ini dapat dioptimalkan melalui pengetatan strategi manajemen aset dan liabilitas serta penguatan simulasi uji ketahanan berkala.</p> <p><em>This study aims to analyze the internal and external factors influencing Islamic banks' liquidity risk amid global economic uncertainty. Using a descriptive qualitative method with a content analysis approach, this research examines official documents from the Financial Services Authority, Bank Indonesia, and the World Uncertainty Index. The results indicate that global volatility triggers displacement risk, which disrupts third-party deposit stability. However, risk-sharing structures and asset-backed financing provide Islamic banks with strong resilience. This liquidity resilience can be optimized through strict Asset Liability Management and regular stress testing simulations. </em></p> Nurlaili, Wildaniyah, Ahmad Zahran Mansur, Kamaruddin Arsyad Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/24064 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000