Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi id-ID Wed, 29 Apr 2026 15:04:41 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 HUBUNGAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK DENGAN PROPORSI MASSA LEMAK DAN MASSA OTOT MAHASISWA DEPARTEMEN KIMIA UNIVERSITAS NEGERI MALANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20776 <p>Hubungan antara tingkat aktivitas fisik dan komposisi tubuh, terutama massa otot dan lemak, diteliti pada mahasiswi jurusan kimia. Penelitian ini, dengan pendekatan kausal-komparatif, melibatkan 60 mahasiswi dari angkatan pertama ASU, angkatan 2024, dengan menggunakan pengambilan sampel acak proporsional matriks. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner IPAQ dan alat Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 86,67% subjek berada dalam kategori aktivitas sedang, sedangkan tingkat prevalensi massa lemak sangat tinggi adalah 88,33%, dan semua peserta (100%) memiliki massa otot rendah; tidak ada hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan massa lemak (p = 0,236) atau massa otot (p = 0,704). Diduga bahwa aktivitas fungsional harian yang seragam tidak cukup untuk menghasilkan rangsangan fisiologis bagi perubahan komposisi tubuh yang signifikan.</p> Angga Andika Saputra, Olivia Andiana Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20776 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH DISTRAKSI MENONTON ANIMASI KARTUN TERHADAP TINGKAT STRES HOSPITALISASI PADA ANAK SAAT DILAKUKAN INJEKSI BOLUS DI RS PRIMA MEDIKA PEMALANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21197 <p>Hospitalisasi dan prosedur invasif seperti injeksi bolus merupakan sumber stres utama bagi anak usia prasekolah (3–5 tahun), yang sering ditunjukkan dengan perilaku tidak kooperatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh distraksi menonton animasi kartun terhadap tingkat stres hospitalisasi pada anak saat dilakukan tindakan injeksi bolus di RS Prima Medika Pemalang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain <em>pre-experimental</em> dengan pendekatan <em>one group pretest-posttest design</em>. Sampel berjumlah 74 anak usia 3–5 tahun yang diambil dengan teknik tertentu. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi skala stres. Analisis data menggunakan uji statistik untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil <em>pretest</em> menunjukkan seluruh responden (100%) mengalami stres berat dengan rerata skor 8,14. Setelah intervensi (<em>posttest</em>), tingkat stres berat turun drastis menjadi 0%, di mana 77,03% responden mengalami stres sedang dan 22,97% stres ringan (rerata skor 4,15). Hasil uji statistik menunjukkan nilai <em>P-Value</em> 0,00015 (p &lt; 0,05) dengan nilai <em>Odds Ratio</em> (OR) sebesar 36,8. Simpulan: Menonton animasi kartun secara signifikan efektif menurunkan tingkat stres hospitalisasi pada anak usia prasekolah saat prosedur injeksi bolus. Teknik ini direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologis rutin dalam asuhan keperawatan anak.</p> <p>Hospitalization and invasive procedures, such as bolus injections, are primary sources of stress for preschool-aged children (3–5 years old), often manifested by uncooperative behavior. Objective: This study aims to evaluate the effect of cartoon animation distraction on the levels of hospitalization stress in children undergoing bolus injection procedures at Prima Medika Hospital, Pemalang. Methods: This research employed a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 74 children aged 3–5 years. Research instruments included stress scale observation sheets. Data were analyzed using statistical tests to compare stress levels before and after the intervention. Results: Pretest results showed that all respondents (100%) experienced severe stress with a mean score of 8.14. Following the intervention (posttest), severe stress levels dropped significantly to 0%, with 77.03% of respondents experiencing moderate stress and 22.97% experiencing mild stress (mean score 4.15). Statistical analysis revealed a P-Value of 0.00015 ($p &lt; 0.05$) with an Odds Ratio (OR) of 36.8. Conclusion: Watching cartoon animations is significantly effective in reducing hospitalization stress levels in preschool children during bolus injection procedures. This technique is recommended as a routine non-pharmacological intervention in pediatric nursing care.</p> Nanik Kurniasih Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21197 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 THE ESSENCE OF 'SAFE SPACE' FOR ENGLISH LANGUAGE LEARNERS: THE ROLE OF ENGLISH COURSES IN REDUCING PRONUNCIATION ANXIETY AND BUILDING SPEAKING CONFIDENCE IN ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20748 <p><em>This article aims to investigate the role of English courses as a 'safe space' for elementary school students to reduce pronunciation anxiety and build speaking confidence. Employing a mixed-methods design, data were collected from 14 fifth and sixth-grade students at the Cambridge English Course using questionnaires, interviews, classroom observations, and question-and-answer sessions. The analysis revealed that while 64% of students experience nervousness when speaking English, they demonstrate courage, indicating a manageable affective filter. Pronunciation was identified as the primary barrier for 57% of students, a challenge directly addressed by the course's instructional strategies. The findings prove that the course functions as a 'safe space' due to a supportive environment fostered by shared student goals and a focused learning atmosphere. Effective strategies include drilling (favored by 79% of students) for pronunciation accuracy, games (valued by 64%) for reducing anxiety, and collaborative pair/group work (preferred by 93%) for building confidence. The implications suggest that intentionally designed English courses can significantly mitigate speaking anxiety and foster linguistic development by prioritizing psychological safety and targeted pedagogical strategies.</em></p> Ahdan Labarata Sagala, Neni Afrida Sari Harahap, Karunia Devi Frida Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20748 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 PERAN PENGELOLAAN KEUANGAN DALAM MENINGKATKAN MUTU LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DI ERA DIGITAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20830 <p>Pengelolaan keuangan merupakan salah satu komponen strategs dalam penyelenggaraan Lembaga Pendidikan. Pengelolaan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel berperan penting dalam mendukung pencapaian tujuan Pendidikan serta peningkatan mutu layanan Pendidikan. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengelolaan keuangan Pendidikan guna mendukung efektivitas dan efisiensi alokasi sumber daya di Lembaga Pendidikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi studi Pustaka yang mengacu pada artikel-artikel yang terindeks di google scholar. Pengumpulan data dilakukan melalui penelaahan literatur terkait pengelolaan keuangan di sektor Pendidikan, serta analisis kritis terhadap penelitian-penelitian sebelumnya. Analisis data menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola pengelolaan keuangan yang efektif dan tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan yang baik di Lembaga Pendidikan sangat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas Pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan yang baik sangat dipengaruhi oleh kompetensi sumber daya manusia, sistem manajemen keuangan, serta komitmen Lembaga terhadap prinsip tata Kelola yang baik.</p> <p><em>Financial management is one of the strategic components in the implementation of educational institutions. Effective, efficient, transparent, and accountable management plays a vital role in supporting the achievement of educational goals and improving the quality of educational services. The purpose of this study is to analyze educational financial management to support the effectiveness and efficiency of resource allocation in educational institutions. The method used is a qualitative approach with a literature study referring to articles indexed in Google Scholar. Data collection was carried out through a review of literature related to financial management in the educational sector, as well as a critical analysis of previous studies. Data analysis uses a thematic approach to identify effective financial management patterns and challenges faced in their implementation. The results of this study indicate that good financial management in educational institutions significantly influences the improvement of educational quality. The results of this study indicate that good financial management is strongly influenced by the competence of human resources, financial management systems, and the institution's commitment to the principles of good governance.</em></p> Izdad Maza Hilmi, Nurul Fitriyah, Mardiyah, Siti Rofiqotul Muflihah, Zanuba Ni'amillah Manzil Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20830 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 PEMANFAATAN FACEBOOK SEBAGAI SARANA PEMASARAN HASIL TERNAK DALAM PERSPEKTIF PLATFORM SOCIETY DI DESA PUKDALE, KUPANG TIMUR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21421 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan Facebook sebagai sarana pemasaran hasil ternak dalam perspektif <em>Platform Society</em> di Desa Pukdale. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas peternak pengguna Facebook, pembeli, dan pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Facebook dimanfaatkan peternak untuk memasarkan sapi, babi, kambing, dan ayam melalui unggahan foto, video, serta komunikasi melalui komentar dan pesan pribadi. Penggunaan Facebook mendorong perubahan pola pemasaran dari sistem tradisional yang bergantung pada tengkulak, pasar, dan jaringan keluarga menuju sistem digital yang lebih terbuka. Dalam perspektif <em>Platform Society</em>, Facebook berfungsi sebagai ruang ekonomi digital yang memediasi promosi, komunikasi, negosiasi, dan pertemuan antara penjual dan pembeli. Manfaat yang dirasakan peternak meliputi perluasan jangkauan pasar, kemudahan memperoleh pembeli, penghematan biaya pemasaran, dan peningkatan peluang penjualan. Namun, pemanfaatannya belum optimal karena masih terkendala jaringan internet yang kurang stabil, rendahnya literasi digital, dan adanya calon pembeli yang tidak serius bertransaksi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Facebook telah memberi kontribusi nyata terhadap pemasaran hasil ternak masyarakat desa, tetapi peningkatan kapasitas pengguna dan dukungan infrastruktur digital masih diperlukan agar manfaat ekonomi yang diperoleh lebih maksimal.</p> <p><em>This study aims to analyze the use of Facebook as a livestock marketing medium from the perspective of Platform Society in Desa Pukdale. The research employed a descriptive qualitative approach using observation, interviews, and documentation as data collection techniques. Informants consisted of livestock farmers using Facebook, buyers, and related parties. The findings show that Facebook is utilized to market cattle, pigs, goats, and chickens through photo and video uploads, as well as communication via comments and private messages. The use of Facebook has shifted marketing patterns from traditional systems relying on middlemen, local markets, and family networks toward a more open digital system. From the Platform Society perspective, Facebook functions as a digital economic space mediating promotion, communication, negotiation, and interaction between sellers and buyers. The benefits perceived by farmers include wider market reach, easier access to buyers, lower marketing costs, and increased sales opportunities. However, its utilization remains suboptimal due to unstable internet networks, limited digital literacy, and non-serious buyers. This study concludes that Facebook has contributed significantly to rural livestock marketing, yet improving users’ capacity and digital infrastructure remains necessary to maximize economic benefits.</em></p> Anjely Rafael, Lasarus Jehamat, Herman Y. Utang, Aelsthri Ndandara Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21421 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 TINJAUAN EFISIENSI JARINGAN IRIGASI TALLUNG URA KEC. CURIO KAB. ENREKANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20774 <p>Ketersediaan ar pada Daerah Irigasi Tallung Ura mengalami penurunan terutama pada musim kemarau, sementara kebutuhan ar untuk mengari lahan pertanian seluas 1.100 ha terus meningkat. Kondisi ini menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan ar, sehingga diperlukan evaluasi terhadap efisiensi pengaliran serta besarnya kehilangan ar pada jaringan irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kehilangan ar pada setiap ruas saluran primer serta menentukan efisiensi pengaliran pada Jaringan Irigasi Tallung Ura. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei lapangan. Data diperoleh melalui pengukuran langsung dimensi saluran, pengukuran kecepatan aliran menggunakan current meter, serta perhitungan debit aliran pada titik inflow dan outflow di setiap ruas saluran primer. Kehilangan ar dihitung menggunakan metode inflow–outflow, sedangkan efisiensi pengaliran ditentukan berdasarkan perbandingan antara debit keluar dan debit masuk pada masing-masing ruas saluran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kehilangan ar pada Jaringan Irigasi Tallung Ura berkisar antara 4, 30% hingga 37, 50%, dengan nila rata-rata sebesar 13, 87%. Nila efisiensi pengaliran rata-rata sebesar 86, 13%, yang belum memenuhi standar efisiensi saluran utama sesua kriteria perencanaan irigasi, yatu ≥90%. Kehilangan ar terendah terjadi pada ruas 8, sedangkan kehilangan tertinggi terjadi pada ruas 9. Tingginya kehilangan ar disebabkan oleh rembesan, infiltrasi, evaporasi, serta kondisi fisik saluran dan bangunan pelengkap yang mengalami kerusakan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kinerja Jaringan Irigasi Tallung Ura belum beroperasi secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan rehabilitasi pada ruas saluran yang mengalami kerusakan, peningkatan kegiatan operasi dan pemeliharaan, serta evaluasi secara berkala guna meningkatkan keandalan distribusi ar, khususnya pada musim kemarau.</p> <p><em>Water avalability in the Tallung Ura Irrigation Area has decreased, particularly during the dry season, while water demand for irrigating 1,100 hectares of agricultural land continues to increase. This condition causes an imbalance between water avalability and demand, making it necessary to evaluate conveyance efficiency and the magnitude of water loss within the irrigation network. This study ams to analyze the level of water loss in each primary canal segment and to determine the conveyance efficiency of the Tallung Ura Irrigation Network. The research employed a quantitative method with a field survey approach. Data were obtaned through direct measurement of canal dimensions, flow velocity measurement using a current meter, and discharge calculation at inflow and outflow points in each primary canal segment. Water loss was calculated using the inflow–outflow method, while conveyance efficiency was determined based on the ratio of outflow discharge to inflow discharge for each canal segment. The results show that water loss in the Tallung Ura Irrigation Network ranges from 4.30% to 37.50%, with an average value of 13.87%. The average conveyance efficiency is 86.13%, which does not meet the minimum standard for primary canal efficiency according to irrigation planning criteria, namely ≥90%. The lowest water loss occurred in segment 8, while the highest water loss occurred in segment 9. High water loss is caused by seepage, infiltration, evaporation, and physical damage to the canals and supporting structures. Based on these results, it can be concluded that the performance of the Tallung Ura Irrigation Network has not operated optimally. Therefore, rehabilitation of damaged canal segments, improvement of operation and mantenance activities, and periodic evaluation are required to enhance the reliability of water distribution, particularly during the dry season.</em></p> Muh Wan Asri, Rusmawati, Saleh Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20774 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS STRATEGI PENINGKATAN PELAYANAN ADMINISTRASI PEMERINTAHAN PADA KANTOR CAMAT TANJUNG RAJA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21106 <p>Pelayanan administrasi pemerintahan merupakan bagian penting dari pelayanan publik yang berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Kantor camat sebagai perangkat daerah dituntut untuk memberikan pelayanan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel agar mampu memenuhi harapan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan pelayanan administrasi pemerintahan pada Kantor Camat Tanjung Raja. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada bagian Pelayanan Umum Kantor Camat Tanjung Raja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan administrasi pemerintahan telah dilaksanakan melalui tahapan yang cukup sistematis, mulai dari penerimaan berkas, pemeriksaan kelengkapan dokumen, pencatatan administrasi, pengolahan dokumen, hingga penyerahan dokumen kepada masyarakat. Pelayanan juga didukung oleh aparatur yang cukup berpengalaman, ramah, dan komunikatif dalam membantu kebutuhan administrasi masyarakat. Namun demikian, pelayanan yang diberikan belum sepenuhnya optimal karena masih ditemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, sistem administrasi yang masih banyak dilakukan secara manual, kurangnya kejelasan informasi pelayanan, keterbatasan jumlah pegawai pada waktu tertentu, serta gangguan teknis yang memengaruhi kelancaran proses administrasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi peningkatan pelayanan administrasi pemerintahan pada Kantor Camat Tanjung Raja perlu diarahkan pada penguatan profesionalisme aparatur, perbaikan sistem informasi pelayanan, pemanfaatan teknologi informasi, serta peningkatan sarana dan prasarana pendukung agar kualitas pelayanan publik dapat terus ditingkatkan.</p> <p><em>Government administrative services are an important part of public services that directly relate to community needs. As a regional apparatus, the sub-district office is required to provide effective, efficient, transparent, and accountable services in order to meet public expectations. This study aims to analyze the strategy for improving government administrative services at the Tanjung Raja Sub-district Office. The approach used in this study is qualitative with a descriptive method. Data were obtained through observation, interviews, and documentation during the implementation of Field Work Practice (PKL) in the General Service unit of the Tanjung Raja Sub-district Office. The results show that government administrative services have been carried out through fairly systematic stages, starting from document submission, verification of document completeness, administrative recording, document processing, and ending with document delivery to the community. The services are also supported by officers who are sufficiently experienced, friendly, and communicative in assisting public administrative needs. However, the services provided have not been fully optimal because several obstacles are still found, such as limited facilities and infrastructure, administrative systems that are still largely manual, lack of clear service information, limited number of employees at certain times, and technical disruptions that affect the smoothness of administrative processes. This study concludes that the strategy for improving government administrative services at the Tanjung Raja Sub-district Office needs to be directed toward strengthening the professionalism of public officers, improving service information systems, utilizing information technology, and enhancing supporting facilities and infrastructure so that the quality of public services can continue to improve.</em></p> Nia Septiani, Etriani, Ananda Yulianti Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21106 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL: INTEGRASI KONSEP MARGA DAN STRUKTUR IDENTITAS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20793 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran bahasa Jerman yang masih berfokus pada aspek kebahasaan dan budaya asing. Padahal, pembelajaran bahasa tidak hanya berkaitan dengan struktur bahasa, tetapi juga dengan pemahaman identitas dan budaya peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran bahasa Jerman berbasis kearifan lokal dengan mengintegrasikan konsep marga dan struktur identitas dalam materi perkenalan diri. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memiliki struktur yang sistematis dan mampu mengintegrasikan materi bahasa Jerman dengan konteks budaya lokal. Penggunaan modul ini dapat meningkatkan keaktifan, pemahaman, dan kesadaran peserta didik terhadap identitas budaya mereka. Selain itu, peserta didik juga mampu membandingkan konsep identitas antara budaya Indonesia dan Jerman secara lebih kritis. Dengan demikian, modul ini dinilai efektif dan layak digunakan sebagai bahan ajar yang kontekstual dan inovatif dalam pembelajaran bahasa Jerman.</p> <p><em>This study is motivated by the lack of integration of local wisdom in German language learning, which still tends to focus on linguistic aspects and foreign culture. In fact, language learning is not only related to language structure but also to understanding learners’ identity and cultural background. This study aims to develop a German language learning module based on local wisdom by integrating the concept of clan (marga) and identity structure in self-introduction materials. The method used is Research and Development (R&amp;D) with the ADDIE model, which consists of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The results show that the developed module has a systematic structure and successfully integrates German language materials with local cultural context. The use of this module enhances students’ participation, understanding, and awareness of their cultural identity. In addition, students are able to critically compare identity concepts between Indonesian and German cultures. Therefore, this module is considered effective and feasible as a contextual and innovative teaching material in German language learning.</em></p> Herman Syahputra, Charlene C. Hutasoit, Anjany Pandiangan, Lamtiur Riris Tua Silaban Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20793 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 EKSAMINASI KRITIS TERHADAP PENERAPAN PROBLEM-BASED LEARNING DALAM PROSES PEMBELAJARAN PAI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21409 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis penerapan Problem-Based Learning (PBL) dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). PBL merupakan model pembelajaran yang menempatkan masalah kontekstual sebagai titik awal dalam proses belajar sehingga peserta didik dituntut aktif dalam berpikir, berdiskusi, dan menemukan solusi. Kajian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan menelaah berbagai jurnal ilmiah yang relevan dalam rentang 2017–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa PBL memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, partisipasi siswa, serta relevansi pembelajaran PAI dengan kehidupan nyata. Namun demikian, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan waktu, kesiapan guru dan siswa, serta pengelolaan kelas yang kompleks. Oleh karena itu, diperlukan strategi implementasi yang lebih adaptif agar PBL dapat berjalan optimal dalam pembelajaran PAI di sekolah.</p> <p><em>This study aims to critically analyze the implementation of Problem-Based Learning (PBL) in Islamic Religious Education (PAI) learning. PBL is a learning model that uses real-world problems as the starting point of the learning process, encouraging students to actively think, discuss, and solve problems. This research employs a literature study approach by reviewing relevant scientific journals published between 2017 and 2026. The findings indicate that PBL significantly contributes to improving students’ critical thinking skills, engagement in learning, and the relevance of Islamic education to real-life situations. However, its implementation still faces several challenges, including limited instructional time, readiness of teachers and students, and complex classroom management. Therefore, adaptive implementation strategies are required to optimize the use of PBL in Islamic education learning in schools.</em></p> Anak Agung Sagung Oka Anggrena, Asti Melani Putri, Gusmaneli Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21409 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PROPERTI PT. AGNAR JAYA INDAH DI INDRALAYA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20771 <p>Persaingan pada sektor properti yang semakin meningkat menuntut perusahaan untuk menerapkan strategi pemasaran yang efektif guna menarik minat konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran properti yang diterapkan oleh PT. Agnar Jaya Indah di wilayah Indralaya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan mengimplementasikan pendekatan pemasaran terintegrasi yang memadukan pemanfaatan media digital, promosi berbasis relasi, serta interaksi langsung melalui kegiatan canvassing. Pemanfaatan media digital menjadi sarana yang paling dominan dalam menjangkau calon konsumen, sementara rekomendasi dari pelanggan sebelumnya berperan penting dalam membangun kepercayaan. Di sisi lain, kegiatan tatap muka tetap memberikan kontribusi dalam memperluas jangkauan pasar, khususnya pada masyarakat yang belum aktif menggunakan media digital. Temuan lain menunjukkan bahwa faktor kepercayaan serta kualitas layanan administrasi, terutama dalam proses pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), turut mempengaruhi keputusan pembelian. Namun, hambatan seperti riwayat kredit dan kelengkapan dokumen masih menjadi kendala dalam proses transaksi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas pemasaran properti ditentukan oleh kemampuan perusahaan dalam mengintegrasikan berbagai saluran promosi serta didukung oleh pelayanan yang responsif. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya optimalisasi teknologi digital dan peningkatan kualitas layanan untuk mendorong keputusan pembelian.</p> <p><em>Increasing competition in the property sector requires companies to implement effective marketing strategies to attract consumers. This study aims to analyze the property marketing strategy implemented by PT. Agnar Jaya Indah in the Indralaya area. The approach used is qualitative with a descriptive method. Data was obtained through observation, interviews, and documentation during the implementation of Field Work Practices (PKL). The results of the study show that the company implements an integrated marketing approach that combines the use of digital media, relationship-based promotion, and direct interaction through canvassing activities. The use of digital media is the most dominant means of reaching potential consumers, while recommendations from previous customers play an important role in building trust. On the other hand, face-to-face activities continue to contribute to expanding market reach, especially for people who are not yet actively using digital media. Other findings show that trust factors and the quality of administrative services, especially in the process of applying for a Home Ownership Credit (KPR), also influence the purchase decision. However, obstacles such as credit history and completeness of documents are still obstacles in the transaction process. This study concludes that the effectiveness of property marketing is determined by the company's ability to integrate various promotional channels and is supported by responsive services. The implications of the research confirm the importance of digital technology optimization and service quality improvement to drive purchasing decisions.</em></p> Aidil Qorib Maulana, Muhammad Kelvin, Nurdiana, Eva Susanti Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20771 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 NEGOSIASI MAKNA BUDAYA DALAM TRADISI SIRAM RAMPE DI TENGAH DOMINASI NILAI KEAGAMAAN KRISTEN PROTESTAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21019 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis negosiasi makna sosial dan budaya dalam tradisi Siram Rampe di Desa Poto, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, di tengah dominasi nilai keagamaan Kristen Protestan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, serta berlandaskan pada teori interaksionisme simbolik Herbert Blumer. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam terhadap enam informan yang terdiri dari tokoh adat, tokoh agama, perempuan adat, dan anggota keluarga, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara sosial, tradisi Siram Rampe berfungsi sebagai media integrasi keluarga, penguatan solidaritas sosial, serta ruang dukungan emosional. Secara budaya, tradisi ini dimaknai sebagai simbol penghormatan kepada leluhur, warisan turun-temurun, dan identitas budaya masyarakat. Dalam konteks agama Kristen Protestan, tradisi ini mengalami proses reinterpretasi sehingga tetap dipertahankan sebagai praktik budaya tanpa dianggap bertentangan dengan ajaran iman. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa tradisi Siram Rampe merupakan hasil konstruksi makna yang dinegosiasikan secara dinamis antara adat dan agama dalam kehidupan sosial masyarakat.</p> <p><em>This study aims to analyze the negotiation of social and cultural meanings within the Siram Rampe tradition in Poto Village, Fatuleu Barat District, Kupang Regency, in the context of the dominance of Protestant Christian values. This research employs a qualitative approach with a descriptive method, grounded in Herbert Blumer’s theory of symbolic interactionism. Data were collected through observation, in-depth interviews with six informants consisting of traditional leaders, religious leaders, customary women, and family members, as well as documentation. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that, socially, the Siram Rampe tradition functions as a medium for family integration, the strengthening of social solidarity, and a space for emotional support. Culturally, the tradition is interpreted as a symbol of respect for ancestors, a hereditary legacy, and a marker of the community’s cultural identity. Within the context of Protestant Christianity, the tradition undergoes a process of reinterpretation, allowing it to be maintained as a cultural practice without being perceived as contradictory to religious teachings. Therefore, this study confirms that the Siram Rampe tradition represents a socially constructed meaning that is dynamically negotiated between customary values and religious beliefs in the social life of the community.</em></p> Putri Valentika Febrina Boy, Herman Y. Utang, Christine E. Meka, Hotlif A. Nope Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21019 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 PARTISIPASI MASYARAKAT SUKU NA’AS DALAM MELESTARIKAN TRADISI HAMIS BATAR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21490 <p>Penelitian ini menganalisis partisipasi masyarakat dalam pelestarian tradisi Hamis Batar pada masyarakat Suku Na’as di Kabupaten Malaka, Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, dengan informan yang dipilih secara purposif meliputi tetua adat, tokoh masyarakat, petani, dan generasi muda. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat masih kuat pada aspek praktik, khususnya dalam tahap persiapan dan pelaksanaan yang ditandai dengan kerja kolektif. Namun, partisipasi tersebut tidak merata karena struktur adat yang hierarkis menempatkan tetua adat sebagai aktor dominan dalam pengambilan keputusan, sementara generasi muda cenderung berada pada posisi operasional. Selain itu, ditemukan adanya kesenjangan pemahaman antar generasi, di mana generasi tua memaknai Hamis Batar sebagai sistem nilai yang terintegrasi (spiritual, sosial, dan ekologis), sedangkan generasi muda memaknainya secara terbatas. Kondisi ini diperkuat oleh faktor internal seperti rendahnya minat dan lemahnya transmisi nilai, serta faktor eksternal seperti globalisasi dan perubahan orientasi ekonomi. Penelitian ini menegaskan bahwa keberlanjutan tradisi tidak hanya bergantung pada keberlangsungan praktik ritual, tetapi juga pada kedalaman pemaknaan budaya dan inklusivitas partisipasi. Kontribusi penelitian ini terletak pada penjelasan hubungan antara makna budaya, struktur kekuasaan, dan dinamika intergenerasional dalam membentuk partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, penguatan partisipasi yang inklusif, khususnya melalui pelibatan generasi muda dalam pengambilan keputusan dan internalisasi nilai, menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan tradisi Hamis Batar di tengah perubahan sosial.</p> <p><em>This study examines community participation in the preservation of the Hamis Batar tradition among the Na’as ethnic group in Malaka Regency, Indonesia. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis, involving customary leaders, community figures, farmers, and youth selected through purposive sampling. Data were analyzed using an interactive model of data reduction, display, and conclusion drawing. The findings reveal that community participation remains strong in ritual practices, particularly during preparation and implementation stages characterized by collective labor. However, participation is unevenly distributed due to a hierarchical customary structure in which traditional leaders retain dominant authority in decision-making processes, while younger generations are largely confined to operational roles. Furthermore, a generational gap in cultural understanding was identified: older participants interpret Hamis Batar as an integrated system of spiritual, social, and ecological values, whereas younger participants exhibit a more superficial understanding. This condition is exacerbated by internal factors such as declining interest and limited cultural transmission, as well as external pressures including globalization and shifting economic priorities. This study argues that the sustainability of local traditions depends not only on the continuity of ritual practices but also on the depth of cultural meaning and inclusiveness of participation. It contributes to the literature by highlighting the intersection of cultural meaning, power structure, and intergenerational dynamics in shaping community participation in traditional practices. Strengthening inclusive participation—particularly by engaging youth in decision-making and cultural interpretation—is essential to ensure the long-term resilience of Hamis Batar in a changing social context.</em></p> Kresentia Anggraeni Nahak, Herman Y. Utang, Imanta I. Perangin Angin, Hildigardis M. I. Nahak Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21490 Thu, 30 Apr 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH BEBAN KERJA DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA KANTOR INSPEKTORAT PROVINSI SUMATERA UTARA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20782 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban kerja dan pengalaman kerja terhadap prestasi kerja pegawai pada Kantor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Sampel penelitian berjumlah 40 pegawai yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²) dengan bantuan SPSS versi 31. Hasil uji regresi menunjukkan persamaan Y = 9,443 + 0,318X₁ + 0,444X₂, dengan nilai R² sebesar 0,640 yang berarti 64% variasi prestasi kerja dipengaruhi oleh beban kerja dan pengalaman kerja. Hasil uji t menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja (t_hitung = 4,033; sig = 0,000 &lt; 0,05), dan pengalaman kerja juga berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja (t_hitung = 3,402; sig = 0,002 &lt; 0,05). Secara simultan, hasil uji F menunjukkan bahwa be ban kerja dan pengalaman kerja berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja (F_hitung = 33,038; sig = 0,000 &lt; 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin baik pengelolaan beban kerja dan semakin tinggi pengalaman kerja pegawai, maka semakin tinggi pula prestasi kerja yang dihasilkan. Penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi pihak instansi dalam pengelolaan beban kerja dan peningkatan kualitas pengalaman kerja pegawai.</p> <p><em>This study aims to examine the effect of workload and work experience on employee performance at the Inspectorate Office of North Sumatra Province. This research uses a quantitative method with an associative approach. The sample consisted of 40 employees, determined by a saturated sampling technique. Data were collected through questionnaires and analyzed using validity and reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, t-test, F-test, and the coefficient of determination (R²) with the help of SPSS version 31. The regression analysis resulted in the equation Y = 9.443 + 0.318X₁ + 0.444X₂, with an R² value of 0.640, indicating that 64% of the variation in employee performance is influenced by workload and work experience. The t-test results showed that workload significantly affects performance (t = 4.033; sig = 0.000 &lt; 0.05), and work experience also has a significant effect on performance (t = 3.402; sig = 0.002 &lt; 0.05). The F-test revealed that workload and work experience simultaneously have a significant effect on employee performance (F = 33.038; sig = 0.000 &lt; 0.05). It can be concluded that better workload management and increased work experience positively contribute to improving employee performance. This study is expected to provide insights for institutions in managing workload and enhancing employee competencies.</em></p> Fatima Pangaribuan, Mella Yunita, Uswatun Hasanah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20782 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS TERAPI WATER TEPID SPONGE TERHADAP PENURUNAN DEMAM PADA ANAK USIA BALITA DI RUMAH SAKIT ISLAM AL-IKHLAS PEMALANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21350 <p>Demam merupakan kondisi peningkatan suhu tubuh di atas normal yang sering terjadi pada anak usia balita dan menjadi salah satu alasan utama kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan. Penanganan demam dapat dilakukan secara farmakologis maupun non-farmakologis, salah satunya melalui terapi tepid sponge. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi water tepid sponge terhadap penurunan suhu tubuh pada anak usia balita dengan demam di Rumah Sakit Islam Al-Ikhlas Pemalang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain pre-experimental menggunakan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah anak usia balita yang mengalami demam dan memenuhi kriteria inklusi. Pengukuran suhu tubuh dilakukan sebelum dan sesudah pemberian terapi tepid sponge. Data dianalisis menggunakan uji statistik yang sesuai untuk mengetahui perbedaan suhu sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan suhu tubuh yang signifikan setelah dilakukan terapi tepid sponge. Dengan demikian, terapi water tepid sponge efektif dalam membantu menurunkan demam pada anak usia balita.</p> <p><em>Fever is a condition characterized by an increase in body temperature above normal and is commonly found in toddlers, becoming one of the main reasons for healthcare visits. Fever management can be conducted through pharmacological and non-pharmacological approaches, one of which is the tepid sponge therapy. This study aimed to determine the effectiveness of water tepid sponge therapy in reducing body temperature among toddlers with fever at Rumah Sakit Islam Al-Ikhlas Pemalang. This study employed a quantitative method with a pre-experimental design using a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of toddlers experiencing fever who met the inclusion criteria. Body temperature was measured before and after the application of the tepid sponge therapy. Data were analyzed using appropriate statistical tests to determine differences before and after the intervention. The results showed a significant decrease in body temperature after the implementation of tepid sponge therapy. Therefore, water tepid sponge therapy is effective in reducing fever in toddlers.</em></p> Purwanto Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21350 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 AN ANALYSIS OF STUDENTS’ DIFFICULTIES IN SPEAKING ENGLISH IN THE CLASSROOM https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20768 <p><em>Speaking is considered one of the most important skills in learning English as a foreign language. Through speaking, students are able to express their ideas, opinions, and feelings in communication. However, many students still experience difficulties when they are asked to speak English in the classroom. These difficulties may be caused by several factors such as limited vocabulary, lack of confidence, fear of making mistakes, and limited opportunities to practice speaking. The purpose of this study is to analyze the difficulties experienced by students when speaking English in the classroom. This study used a qualitative research approach. The participants of this study were three senior high school students who were learning English as a foreign language. The data were collected through interviews to understand students’ experiences and opinions about speaking English in the classroom. The results of this study show that students face several difficulties when speaking English. These include limited vocabulary, lack of confidence, fear of making mistakes, and limited speaking practice. These factors influence students’ participation in speaking activities and affect their speaking performance. Based on the findings, it can be concluded that both linguistic and psychological factors influence students’ speaking ability. Therefore, teachers are expected to create a supportive classroom environment that encourages students to practice speaking more actively. </em></p> Safira Abita, Neni Afrida Sari Harahap, Karunia Devi Frida Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20768 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 STORYTELLING SEBAGAI STRATEGI PEDAGOGIS: PROFESIONALISME GURU KELAS DALAM MENUMBUHKAN MINAT BACA SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (SKI) https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20935 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan Storytelling sebagai strategi pedagogis untuk meningkatkan minat baca dan pemahaman siswa di mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya minat baca siswa dan anggapan bahwa materi sejarah itu kaku dan kurang menarik. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber ilmiah yang mencakup teori Storytelling, kompetensi guru, dan psikologi perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Storytelling dapat mengubah materi sejarah yang abstrak menjadi narasi yang lebih hidup. Ini dapat mengaktifkan aspek kognitif dan afektif siswa secara bersamaan. Efektivitas strategi ini sangat dipengaruhi oleh profesionalisme guru, khususnya dalam kompetensi pedagogik untuk menyusun alur cerita dan kompetensi kepribadian yang mendukung penyampaian secara ekspresif dan komunikatif. Storytelling juga dapat membantu memperkuat daya ingat melalui penyajian yang kronologis. Selain itu, metode ini berperan dalam mengembangkan imajinasi dan mendorong motivasi intrinsik siswa untuk memperluas aktivitas literasi. Oleh karena itu, penguasaan teknik bercerita oleh guru menjadi solusi strategis dalam mengatasi kesulitan belajar sejarah sekaligus membangun budaya literasi di tingkat pendidikan dasar.</p> <p><em>This study aims to examine the use of Storytelling as a pedagogical strategy to enhance students’ reading interest and comprehension in the subject of Islamic Cultural History (SKI) at the Madrasah Ibtidaiyah (MI) level. The background of this study is rooted in students’ low reading interest and the perception that history material is rigid and uninteresting. This study employs a literature review method, collecting data from various scientific sources covering Storytelling theory, teacher competencies, and child developmental psychology. The findings indicate that Storytelling can transform abstract historical material into a more vivid narrative, thereby simultaneously engaging students’ cognitive and affective aspects. The effectiveness of this strategy is significantly influenced by teacher professionalism, particularly in pedagogical competencies for structuring storylines and personal competencies that support expressive and communicative delivery. In addition to helping strengthen memory through chronological presentation, Storytelling also plays a role in developing imagination and fostering students’ intrinsic motivation to expand literacy activities. Thus, a teacher’s mastery of Storytelling techniques becomes a strategic solution for addressing difficulties in learning history while simultaneously fostering a culture of literacy at the elementary education level.</em></p> Jauza Nabila Qutratu'ain, Hibatin Wafiroh, Munawir Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20935 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 JEJAK PENGABDIAN PATER FRANS LACKNER SVD SEJAK 1967: TRANSFORMASI PENDIDIKAN DAN KESEHATAN DI KABUPATEN SABU RAIJUA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21465 <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan menganalisis peran Pater Frans Lackner SVD dalam sektor pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Sabu Raijua melalui pendekatan biografi dan etnografi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi pada 18 responden yang dipilih secara sengaja. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kontribusi di sektor pendidikan tercermin dalam pendirian sekolah, bantuan pendidikan, dan pengembangan sistem asrama yang memfasilitasi akses dan kelangsungan pendidikan masyarakat. Sementara itu, di bidang kesehatan, kontribusi terwujud dalam pelayanan langsung, transportasi pasien, serta dukungan untuk infrastruktur kesehatan. Hasil juga mengindikasikan bahwa sumbangan tersebut tidak hanya memperbaiki akses terhadap layanan dasar, tetapi juga mendorong perubahan sikap dan cara berpikir masyarakat. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa tindakan pengabdian Pater Frans Lackner SVD merupakan contoh dari agensi individu yang berkontribusi dalam transformasi sosial berbasis komunitas di daerah terpencil.</p> <p><em>This study aims to describe and analyze the contributions of Father Frans Lackner SVD in the fields of education and healthcare in Sabu Raijua Regency through a biographical and ethnographic approach. This research employs a qualitative descriptive method, with data collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation involving 18 purposively selected informants. The findings reveal that contributions in education are manifested through the establishment of schools, provision of educational support, and the development of boarding systems that enhance access and sustainability of education. In the healthcare sector, contributions are reflected in direct medical assistance, patient referrals, and support for health infrastructure. The results further indicate that these contributions not only improve access to basic services but also foster changes in community behavior and mindset. Overall, this study concludes that the service practices of Father Frans Lackner SVD represent a form of individual agency that plays a significant role in community-based social transformation in remote areas.</em></p> Winda Yuliana Ratu, Lasarus Jehamat, Imanta I. Perangin Angin, Herman Y. Utang Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21465 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH PENGALAMAN KERJA DAN KONFLIK KERJA TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN PADA PT TOBA PULP LESTARI, TBK https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20780 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pengalaman Kerja dan Konflik Kerja terhadap Motivasi Kerja Karyawan pada PT Toba Pulp Lestari, Tbk. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan sampel sebanyak 38 responden. Data yang dikumpulkan menggunakan kuisioner dan dianalisis menggunakan teknik analisis regresi linear berganda untuk melihat besarnya pengaruh variabel terikat, yang dikelola menggunakan SPSS versi 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Pengalaman Kerja dan Konflik Kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Motivasi Kerja karyawan PT Toba Pulp Lestari Tbk. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung masing-masing variabel Pengalaman Kerja (6.304) lebih besar dari t tabel (sekitar 2.030) dan nilai t hitung variabel Konflik Kerja (-0.781) lebih kecil dari t tabel. Secara simultan pengaruh Pengalaman Kerja dan Konflik Kerja juga berpengaruh signifikan terhadap Motivasi Kerja Karyawan. Hal ini dibuktikan dengan nilai F hitung (21.964) lebih besar dari F tabel (sekitar 3.27). Maka besar persentase Pengaruh variabel Pengalaman Kerja dan Konflik Kerja terhadap Motivasi Kerja dengan nilai koefisien determinasi R Square sebesar 0.557 atau 55,7% dan sisanya sebesar 44,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.</p> <p><em>This study aims to determine the extent to which work experience and work conflict influence employee work motivation at PT Toba Pulp Lestari, Tbk. This research is a quantitative study, with a sample of 38 respondents. Data were collected using questionnaires and analyzed using multiple linear regression analysis techniques to determine the magnitude of the influence of the independent variables on the dependent variable, processed using SPSS version 25.0 the results showed that the Work Experience and work conflict variables partially had a significant influence on the Work Motivation of employees at PT Toba Pulp Lestari, Tbk. This is evidenced by the respective t-statistic values for the Work Experience variable (6.304) being greater than the t-table (around 2.030) and the t-statistic value for the Work Conflict variable (- 0.781) being smaller than the t-table. Simultaneously, the influence of Work Experience and Work Conflict also had a significant influence on Employee Work Motivation. This is evidenced by the F-statistic value (21.964) being greater than the F-table (around 3.27). The percentage of influence of the Work Experience and Work Conflict variables on Work Motivation with a coefficient of determination R Square of 0.557 or 55,7% and the remaining 44.3% is influenced by other factors not examined in this study.</em></p> Srinovita Butarbutar, Khamo Waruwu, Uswatun Hasanah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20780 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 SEMIOTIKA BUDAYA: ANALISIS TIPOLOGI TANDA PADA ARSITEKTUR TRADISIONAL SUMATERA UTARA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21256 <p>Semiotika merupakan ilmu yang mempelajari tanda dan makna yang terkandung dalam berbagai bentuk komunikasi manusia, baik yang bersifat linguistik maupun non-linguistik. Dalam kajian budaya, semiotika digunakan untuk memahami bagaimana tanda dan simbol membentuk sistem makna yang mencerminkan nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik arsitektur tradisional di Sumatera Utara serta mengungkap makna filosofis tanda yang terkandung di dalamnya melalui pendekatan semiotika budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), yaitu dengan mengkaji berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan dokumen yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur tradisional di Sumatera Utara memiliki karakteristik khas yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, sistem sosial, serta nilai-nilai budaya masyarakat setempat. Bentuk rumah panggung, struktur atap yang melengkung, serta penggunaan bahan-bahan alami mencerminkan kearifan lokal masyarakat dalam beradaptasi dengan lingkungan. Selain itu, berbagai ornamen dan tata ruang dalam rumah tradisional mengandung makna simbolik dan filosofis yang berkaitan dengan pandangan kosmologis masyarakat mengenai hubungan antara manusia, alam, dan kekuatan spiritual. Dengan demikian, arsitektur tradisional di Sumatera Utara dapat dipahami sebagai sistem tanda yang merepresentasikan identitas budaya serta nilai-nilai kehidupan masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun.</p> <p><em>Semiotics is the study of signs and meanings contained in various forms of human communication, both linguistic and non-linguistic. In cultural studies, semiotics is used to understand how signs and symbols construct systems of meaning that reflect the social and cultural values of a society. This study aims to analyze the characteristics of traditional architecture in North Sumatra and to reveal the philosophical meanings of the signs contained within it through a cultural semiotic approach. The research uses a qualitative method with a library research approach by examining various sources such as books, scientific journals, and relevant documents. The results show that traditional architecture in North Sumatra has distinctive characteristics influenced by environmental conditions, social systems, and local cultural values. The stilt-house structure, the curved roof design, and the use of natural materials reflect the local wisdom of the community in adapting to their environment. In addition, the ornaments and spatial arrangements in traditional houses contain symbolic and philosophical meanings related to the community’s cosmological view of the relationship between humans, nature, and spiritual forces. Therefore, traditional architecture in North Sumatra can be understood as a system of signs that represents cultural identity and the values of life inherited from generation to generation.</em></p> Charlene Cronika Hutasoit, Sasmita Napitu, Nasywa Humaira Affandy Hasibuan, Aura Varysa Br Pelawi Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21256 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 AN ANALYSIS OF STUDENTS’ SPEAKING DIFFICULTIES AND COMMUNICATION STRATEGIES AT SMAN 12 MEDAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20749 <p><em>This study aims to investigate the speaking difficulties experienced by students and to analyze the communication strategies they use to improve their speaking ability in English. The research was conducted at SMAN 12 Medan, focusing on eleventh-grade students as the main participants. This study applied a qualitative-dominant mixed-method approach. The data were collected through questionnaires distributed to 35 students and semi-structured interviews with 10 selected participants.The instruments used in this research included questionnaire sheets and interview guidelines, while the data were analyzed using descriptive qualitative techniques by categorizing</em></p> <p><em>students’ responses into psychological, linguistic, and strategic aspects. The findings indicate that students face several major problems in speaking English. The most dominant difficulties are limited vocabulary (82.9%), speaking anxiety (65.7%), fear of making grammatical mistakes (74.3%), and lack of confidence in pronunciation (62.9%). These problems significantly affect students’ ability to communicate effectively. To overcome these difficulties, students employ various communication strategies such as using fillers, gestures, asking for help, and simplifying grammar. In addition, students actively engage in informal learning activities, including watching English videos, playing online games, and interacting with others in English, which contribute to their speaking development. The study implies that English teaching should not only focus on linguistic competence but also address psychological factors such as anxiety. Furthermore, integrating students’ informal learning practices into classroom activities can enhance their speaking ability more effectively</em></p> Theo Josep Gracio Sipahutar, Neni Afrida Sari Harahap, Karunia Devi Frida Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20749 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS PROGRAM BANTUAN SOSIAL DALAM MENGURANGI KEMISKINAN DI DESA SAUKIBE KEC.AMFOANG BARAT LAUT https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20873 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan program bantuan sosial di Desa Saukibe dan mengidentifikasi implikasi sosiologis yang ditimbulkannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis mengacu pada teori efektivitas Richard M. Steers (1977) yang menilai pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program belum berjalan efektif karena rendahnya pemahaman masyarakat, kurangnya koordinasi dengan pendamping, serta terbatasnya kemampuan warga dalam mengikuti mekanisme program. Secara sosiologis, bantuan sosial memberikan dampak positif berupa peningkatan kondisi ekonomi dan akses layanan dasar, namun juga memunculkan potensi ketergantungan serta perubahan dinamika sosial jika pelaksanaannya tidak berjalan secara tepat. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan sosialisasi, penguatan pendampingan, serta evaluasi pendataan untuk meningkatkan efektivitas program.</p> <p><em>This study aims to examine the effectiveness of the social assistance program in Saukibe Village and to identify its sociological implications. The research employs a qualitative method with data collected through interviews, observations, and documentation. The analysis refers to Richard M. Steers’ (1977) effectiveness theory, which includes goal attainment, integration, and adaptation. The findings indicate that the program has not yet been fully effective due to limited community understanding, insufficient coordination with program facilitators, and the community’s low capacity to comply with program mechanisms. Sociologically, the program provides positive impacts such as improving the economic condition of vulnerable families and increasing access to basic services. However, it also carries the potential to create dependency and influence social dynamics if not implemented properly. The study recommends enhancing socialization efforts, strengthening facilitation, and improving data evaluation processes to support better program implementation.</em></p> Frengki Leonardo Nupu, Lasarus Jehamat, Lenny Sofia Bire Manoe Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20873 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 MAKNA RITUAL ADAT DAB’BA ANA SEBAGAI RITUS PENGESAHAN KELAHIRAN DAN IDENTITAS BUDAYA MASYARAKAT JINGITIU DI DESA PEDARRO, KABUPATEN SABU RAIJUA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21426 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis makna ritual adat Dab’ba Ana, yaitu upacara permandian bayi secara adat pada masyarakat Jingitiu di Desa Pedarro, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua. Ritual ini merupakan bagian dari tradisi kelahiran yang masih dipertahankan dan memiliki kedudukan penting dalam kehidupan sosial serta keagamaan masyarakat setempat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi mini. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka terhadap tokoh adat serta masyarakat Jingitiu yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan secara tematik dengan menggunakan perspektif Interaksionisme Simbolik Herbert Blumer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dab’ba Ana bukan sekadar prosesi adat, melainkan mekanisme budaya untuk mengesahkan status anak dari kelahiran biologis menuju pengakuan sosial dan spiritual. Tahapan ritual meliputi persiapan di Tarru Duru, Huri Rei Ana, Pej’iu Ei Dabba, Redj’ji Nyiu Pa Wowadu Hapo, Peb’bagi Kenana nga Kelalla, dan Pemelli Manu. Setiap tahapan mengandung makna simbolik berupa penyucian diri, penyerahan anak kepada Deo Ama, harapan akan kesejahteraan hidup, serta penguatan solidaritas komunal. Penelitian ini menemukan tiga dimensi utama makna ritual, yaitu religius, historis, dan sosiologis. Secara religius, ritual menjadi sarana permohonan perlindungan dan keselamatan hidup. Secara historis, ritual merepresentasikan warisan leluhur yang menjaga memori kolektif masyarakat. Secara sosiologis, ritual memperkuat integrasi sosial, kebersamaan, dan identitas budaya komunitas Jingitiu. Di tengah perubahan sosial modern, Dab’ba Ana tetap bertahan karena dimaknai sebagai penanda identitas masyarakat Sabu.</p> <p>This study aims to analyze the meaning of the <em>Dab’ba Ana</em> traditional ritual, a customary infant bathing ceremony practiced by the <em>Jingitiu</em> community in Pedarro Village, Hawu Mehara District, Sabu Raijua Regency. The ritual is part of the birth tradition that continues to be preserved and holds an important position in the social and religious life of the local community. This research employed a qualitative approach with a mini-ethnographic design. Data were collected through in-depth interviews, observation, documentation, and literature review involving customary leaders and <em>Jingitiu</em> community members selected purposively. Data were analyzed thematically using Herbert Blumer’s Symbolic Interactionism perspective. The findings reveal that <em>Dab’ba Ana</em> is not merely a customary ceremony, but a cultural mechanism that legitimizes a child’s transition from biological birth to social and spiritual recognition. The ritual stages include preparation at <em>Tarru Duru</em>, <em>Huri Rei Ana</em>, <em>Pej’iu Ei Dabba</em>, <em>Redj’ji Nyiu Pa Wowadu Hapo</em>, <em>Peb’bagi Kenana nga Kelalla</em>, and <em>Pemelli Manu</em>. Each stage contains symbolic meanings related to purification, dedication of the child to <em>Deo Ama</em>, hopes for prosperity, and the strengthening of communal solidarity. This study identifies three main dimensions of meaning: religious, historical, and sociological. Religiously, the ritual functions as a medium for seeking protection and blessings. Historically, it represents ancestral heritage that preserves the community’s collective memory. Sociologically, it reinforces social integration, togetherness, and the cultural identity of the <em>Jingitiu</em> community. Amid contemporary social change, <em>Dab’ba Ana</em> persists because it is understood as an important marker of Sabu identity.</p> Osia Labu, Aelsthri Ndandara, Lenny S. Bire Manoe, Hotlif A. Nope Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21426 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN PADA PT MOTOR SIGHTS INTERNATIONAL DIVISI BUSINESS DEVELOPMENT https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20775 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran lingkungan kerja dan motivasi kerja dalam meningkatkan kinerja karyawan pada divisi Corporate Business Development di PT Motor Sights International. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan menelaah kondisi lingkungan kerja serta faktor motivasi yang memengaruhi capaian kinerja tim dalam organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja fisik secara umum telah mendukung aktivitas kerja karyawan melalui ketersediaan fasilitas operasional yang memadai, ruang kerja yang nyaman, serta kondisi kebersihan dan pencahayaan yang baik. Selain itu, lingkungan kerja non-fisik juga menunjukkan kondisi yang kondusif, yang tercermin dari kepemimpinan yang adaptif, hubungan kerja yang kolaboratif, serta komunikasi yang terbuka antar anggota tim dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pekerjaan. Dari sisi motivasi kerja, karyawan menunjukkan tingkat semangat kerja yang cukup tinggi yang didorong oleh pemenuhan kebutuhan dasar seperti gaji, insentif, serta bentuk penghargaan dari organisasi. Jika dikaitkan dengan teori Abraham Maslow melalui konsep Maslow's Hierarchy of Needs, motivasi karyawan berada pada tingkat kebutuhan fisiologis dan kebutuhan keamanan, di mana karyawan bekerja untuk memenuhi kebutuhan ekonomi serta memperoleh kepastian dalam pekerjaan. Penerapan sistem insentif oleh perusahaan juga memberikan dorongan tambahan bagi karyawan untuk mempertahankan semangat kerja dalam mencapai target yang telah ditetapkan.</p> <p><em>This study aims to analyze the role of the work environment and work motivation in improving employee performance in the Corporate Business Development division at PT Motor Sights International. The research employs a descriptive approach by examining the conditions of the work environment and motivational factors that influence team performance within the organization. The findings indicate that the physical work environment generally supports employee work activities through the availability of adequate operational facilities, comfortable workspace, and good levels of cleanliness and lighting. In addition, the non-physical work environment is also considered conducive, as reflected in adaptive leadership, collaborative working relationships, and open communication among team members in carrying out their duties and responsibilities. From the perspective of work motivation, employees demonstrate a relatively high level of enthusiasm driven by the fulfillment of basic needs such as salary, incentives, and recognition from the organization. When associated with the theory proposed by Abraham Maslow through the concept of Maslow's Hierarchy of Needs, employee motivation is positioned at the levels of physiological and safety needs, where employees work to meet economic necessities and obtain job security. The implementation of an incentive system by the company also provides additional encouragement for employees to maintain determination and motivation in achieving the targets that have been set.</em></p> Nikolas Aldo Immanuel Haekase, Erwin Permana Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20775 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 PENYEBAB PERGAULAN BEBAS DI KALANGAN REMAJA DESA MAGEPANDA KABUPATEN SIKKA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21171 <p>Pergaulan bebas di kalangan remaja merupakan salah satu permasalahan sosial yang semakin memprihatinkan, termasuk di wilayah pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penyebab serta dampak pergaulan bebas di kalangan remaja Desa Magepanda, Kabupaten Sikka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergaulan bebas di kalangan remaja dipengaruhi oleh kurangnya peran dan pengawasan orang tua, kuatnya pengaruh lingkungan pergaulan, serta lemahnya kontrol sosial dari masyarakat. Adapun dampak yang ditimbulkan meliputi perilaku merokok sejak usia dini, kehamilan di luar nikah, terhentinya pendidikan formal, serta munculnya tekanan psikologis dan sosial. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif dan kerja sama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam upaya pencegahan pergaulan bebas di kalangan remaja.</p> Maria Mea Rada Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21171 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 FENOMENA BEBAN GANDA PADA IBU SEBAGAI PENCARI NAFKAH TUNGGAL: STUDI KUALITATIF BERBASIS PERSPEKTIF SYLVIA WALBY DI KELURAHAN TETANDARA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20814 <p>Fenomena ibu sebagai pencari nafkah tunggal dalam keluarga merupakan realitas sosial yang semakin menonjol dalam dinamika masyarakat kontemporer, khususnya pada kelompok ekonomi menengah ke bawah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ibu sebagai pencari nafkah tunggal serta faktor-faktor yang melatarbelakanginya di Kelurahan Tetandara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap delapan informan yang dipilih secara purposif, terdiri dari ibu berstatus janda dan ibu dengan suami yang tidak bekerja. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu sebagai pencari nafkah tunggal menjalankan peran multidimensional yang mencakup peran ekonomi, domestik, dan emosional secara simultan, yang mencerminkan adanya beban ganda. Ibu tidak hanya bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga tetap menjalankan seluruh pekerjaan rumah tangga serta menjaga stabilitas emosional keluarga. Faktor-faktor yang melatarbelakangi kondisi ini meliputi ketidakmampuan dan ketidakstabilan ekonomi suami, kematian pasangan, ketidakharmonisan rumah tangga, keterbatasan dukungan sosial dan ekonomi, serta nilai kemandirian dan tanggung jawab moral sebagai ibu. Penelitian ini menegaskan bahwa fenomena ibu sebagai pencari nafkah tunggal merupakan hasil interaksi antara faktor struktural dan agensi individu, serta menunjukkan relevansi konsep beban ganda dalam memahami dinamika peran perempuan dalam keluarga.</p> <p><em>The phenomenon of mothers as sole breadwinners has increasingly become a significant social reality within contemporary family dynamics, particularly among lower- to middle-income communities. This study aims to analyze the roles of mothers as sole breadwinners and the underlying factors contributing to this condition in Tetandara Village. This research employed a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving eight purposively selected informants, consisting of widowed mothers and mothers whose husbands were unemployed. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that mothers as sole breadwinners perform multidimensional roles encompassing economic, domestic, and emotional responsibilities simultaneously, reflecting the existence of a double burden. Mothers are not only responsible for fulfilling the family's economic needs but also continue to manage household tasks and maintain emotional stability within the family. The factors underlying this phenomenon include the inability and instability of husbands’ economic roles, the death of a spouse, marital disharmony, limited social and economic support, as well as values of independence and moral responsibility as mothers. This study highlights that the phenomenon of mothers as sole breadwinners results from the interaction between structural conditions and individual agency, while reaffirming the relevance of the double burden concept in understanding women's roles within family structures.</em></p> Maria Meliarni Bunga, Imanta I. Perangin Angin, Aelsthri Ndandara, Chris S. Oiladang Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20814 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 PERAN DAN STRATEGI WALHI NUSA TENGGARA TIMUR DALAM MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP KRISIS LINGKUNGAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21410 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis peran dan strategi WALHI Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap krisis lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WALHI NTT menjalankan empat peran utama, yaitu konsultasi, fasilitasi, advokasi, dan monitoring. Strategi yang diterapkan meliputi Sekolah Ekologi, Kampanye Maklumat, dan pemberdayaan masyarakat melalui konsep Wilayah Kelola Rakyat (WKR). Program Sekolah Ekologi efektif membangun pemahaman kritis peserta terhadap isu lingkungan, Kampanye Maklumat memperluas kesadaran publik melalui ruang sosial dan media, sedangkan WKR memperkuat kapasitas masyarakat adat, nelayan, dan komunitas lokal dalam mempertahankan ruang hidup mereka. Implikasi dari peran dan strategi tersebut terlihat pada meningkatnya pengetahuan masyarakat, perubahan perilaku yang lebih peduli lingkungan, keberanian menyuarakan hak ekologis, serta terbentuknya solidaritas kolektif melalui komunitas Sahabat Alam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa WALHI NTT berkontribusi penting dalam membangun masyarakat yang sadar, kritis, dan aktif menjaga kelestarian lingkungan hidup.</p> <p><em>This study aims to analyze the roles and strategies of WALHI East Nusa Tenggara (NTT) in improving public awareness of the environmental crisis. A descriptive qualitative approach was employed using interviews, observation, and documentation techniques. The findings show that WALHI NTT performs four main roles: consultation, facilitation, advocacy, and monitoring. The strategies implemented include the Ecological School, Maklumat Campaign, and community empowerment through the People’s Managed Territory concept. The Ecological School effectively develops participants’ critical understanding of environmental issues, the Maklumat Campaign expands public awareness through social spaces and media, while community empowerment strengthens the capacity of indigenous peoples, fishermen, and local communities to defend their living spaces. The impacts are reflected in increased public knowledge, more environmentally responsible behavior, stronger courage to voice ecological rights, and the formation of collective solidarity through the Sahabat Alam community. This study concludes that WALHI NTT has an important contribution in creating a society that is aware, critical, and active in protecting environmental sustainability.</em></p> Avensius Tumur, Yosep E. Jelahut, Imanta I. Perangin Angin, Aris Lambe Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21410 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 PERAN DAN STRATEGI PERBANKAN SYARIAH DALAM MENINGKATKAN INKLUSI KEUANGAN DI DESA MACCINI BAJI PADA BSI KCP JENEPONTO https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20772 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganaisis peran dan strategi yang diterapkan oleh perbankan syariah, khususnya BSI KCP Jeneponto, daam meningkatkan inklusi keuangan di Desa Maccini Baji. Penelitian ini dilatar-belakangi oleh rendahnya tingkat literasi dan pemahaman masyarakat ter-hadap sistem perbankan syariah meskipun mayoritas penduduk beragama Islam dan berada daam lingkungan yang menjunjung tinggi nilai-nilai bidaya loka seperti siri’ na pacce. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuaitatif dengan teknik pengumpulan data melaui observasi, wawancara dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbankan syariah memiliki peran strategis daam menyediakan akses keuangan yang adil dan sesuai syariah, terutama bagi masyarakat desa yang belum terjangkau layanan ke-uangan forma. Strategi yang diterapkan meliputi edukasi keuangan, peng-uatan literasi syariah, pengembangan produk sesuai kebutuhan loka, serta pemanfaatan teknologi digita. Namun, keberhasilan strategi tersebut masih dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain keterbatasan infrastruktur, kurangnya sosiaisasi, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya layanan keuangan syariah.Penelitian ini memberikan gambaran bahwa perbankan syariah me-miliki peran yang signifikan daam membangun inklusi keuangan yang adil dan berkelanjutan di wilayah pedesaan. Dengan strategi pendekatan berbasis nilai-nilai Islam dan kearifan loka, lembaga keuangan syariah tidak hanya dapat meningkatkan akses keuangan, tetapi juga membentuk budaya ekonomi yang sesuai syariat. Temuan ini dapat dijadikan acuan bagi kebijakan perbankan syariah daam merancang program inklusi keuangan di daerah-daerah dengan karakteristik sosia religius yang kuat.</p> Nurul Rahmadani, Nuraeni Gani, Hafsah Umar, Sudirman, Supriadi Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20772 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS PEMANFAATAN APLIKASI BYOND BY BSI OLEH NASABAH PADA BANK SYARIAH INDONESIA KC PRABUMULIH SUDIRMAN 1 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21101 <p>Perkembangan layanan perbankan digital mendorong bank untuk menghadirkan aplikasi yang mampu memberikan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi transaksi bagi nasabah. Bank Syariah Indonesia KC Prabumulih Sudirman 1 sebagai salah satu lembaga perbankan syariah telah memanfaatkan aplikasi BYOND by BSI sebagai sarana layanan digital banking untuk mendukung kebutuhan transaksi nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan aplikasi BYOND by BSI oleh nasabah pada Bank Syariah Indonesia KC Prabumulih Sudirman 1. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan keterlibatan langsung selama pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada bagian customer service. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi BYOND by BSI telah dimanfaatkan oleh nasabah untuk berbagai kebutuhan, seperti cek saldo, mutasi rekening, transfer, pembayaran, pembelian, QRIS, aktivasi layanan digital, serta pembukaan rekening dan tabungan emas. Pemanfaatan aplikasi ini memberikan kemudahan akses layanan perbankan tanpa harus datang langsung ke kantor cabang serta mendukung efisiensi pelayanan bank. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan pemahaman nasabah terhadap fitur-fitur aplikasi, ketergantungan pada koneksi internet, serta hambatan teknis yang menyebabkan sebagian nasabah masih memerlukan pendampingan langsung dari petugas customer service. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan aplikasi BYOND by BSI pada Bank Syariah Indonesia KC Prabumulih Sudirman 1 telah berjalan cukup baik dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan layanan perbankan digital, tetapi masih memerlukan penguatan pada aspek edukasi nasabah, sosialisasi fitur, dan optimalisasi dukungan teknis agar penggunaan aplikasi dapat lebih maksimal.</p> Ramadha Asnabilla, Feni Rebi Al Adawiyah, Nia Ramadhani, Leoni Evitasari Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21101 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 FENOMENA INTERAKSI SOSIAL DAN CIRCLE PERTEMANAN DI KALANGAN MAHASISWA: STUDI PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI SOSIOLOGI UNIVERSITAS NUSA CENDANA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21491 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena interaksi sosial dan pembentukan circle pertemanan di kalangan mahasiswa Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Nusa Cendana. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan ditentukan secara purposive sampling, yaitu mahasiswa yang tergabung dalam circle pertemanan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan circle pertemanan dipengaruhi oleh kesamaan latar belakang, pengalaman, dan cara pandang yang ditemukan melalui interaksi sosial yang intens. Circle yang terbentuk cenderung bersifat tertutup dan berfungsi sebagai identitas kolektif yang memperkuat kohesi internal kelompok. Dalam perspektif Teori Identitas Sosial, fenomena ini mencerminkan proses kategorisasi, identifikasi, dan diferensiasi antara in-group dan out-group (Tajfel &amp; Turner, 1979). Keberadaan circle memiliki peran penting sebagai ruang dukungan sosial, emosional, dan akademik yang meningkatkan kenyamanan serta rasa memiliki mahasiswa. Namun, circle juga menimbulkan implikasi negatif berupa terbatasnya interaksi sosial dengan mahasiswa di luar kelompok serta munculnya jarak sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa circle pertemanan memiliki karakter ambivalen, yaitu memperkuat solidaritas internal sekaligus membatasi interaksi sosial yang lebih luas. Temuan ini berkontribusi dalam memahami dinamika relasi sosial mahasiswa serta menunjukkan pentingnya mendorong interaksi yang lebih inklusif di lingkungan kampus.</p> <p><em>This study aims to analyze the phenomenon of social interaction and the formation of friendship circles (circles) among students of the Sociology Study Program, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Nusa Cendana. This research employs a qualitative approach, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. Informants were selected using purposive sampling, focusing on students who are members of specific friendship circles. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the formation of friendship circles is driven by shared backgrounds, experiences, and perspectives identified through intensive social interactions. These circles tend to be exclusive and function as collective identities that strengthen internal group cohesion. From the perspective of Social Identity Theory, this phenomenon reflects processes of social categorization, identification, and differentiation between in-groups and out-groups (Tajfel &amp; Turner, 1979). Friendship circles play a significant role as sources of social, emotional, and academic support, enhancing students’ sense of belonging and comfort. However, they also produce negative implications, including limited interaction with students outside the group and the emergence of social distance. This study concludes that friendship circles have an ambivalent character: they reinforce internal solidarity while simultaneously restricting broader social interaction. These findings contribute to a deeper understanding of student social dynamics and highlight the need to promote more inclusive interaction within academic environments.</em></p> Yasinta Melita Dawan, Susana C. L. Pellu, Imanta I. Perangin Angin, Lenny S. Bire Manoe Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21491 Thu, 30 Apr 2026 00:00:00 +0000 UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN MEDANG GATAL (Schima wallichii DC. Korth) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes dan Shigella dysenteriae https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20783 <p>Tumbuhan Medang Gatal (Schima wallichii (DC.) Korth) merupakan jenis tumbuhan yang tergolong ke dalam famili Theaceae yang memiliki aktivitas antiinflamasi, antipiretik dan analgesik, antimikroba dan antimutagenik. Tumbuhan Medang Gatal memiliki banyak khasiat dan sering digunakan oleh masyarakat sebagai pengobatan tradisional seperti obat untuk masalah sulit tidur (insomnia) dan tekanan darah tinggi (hipertensi). Tujuan penelitian ini untuk mengamati dan membandingkan apakah ekstrak daun Medang Gatal memiliki potensi Antibakteri terhadap perkembangan dan pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes dan Shigella dysenteriae. Metode penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium. Sampel yang digunakan adalah daun Medang Gatal melalui proses ekstraksi yang menghasilkan total simplisia kering sebanyak 2200 g dan setelah diwaterbath sebanyak 525,76 g. Sehingga rendemen hasil yang diperoleh sebesar 23,9 %. Ekstrak kemudian dilakukan uji LC-MS/MS dan uji aktivitas Antibanteri. Hasil LC-MS/MS menunjukkan ekstrak daun Medang Gatal mengandung senyawa Alkaloid, Terpenoid, shikimat dan fenilpropanoid. Pada uji aktivitas antibakteri Ekstrak Daun Medang Gatal dilakukan dengan menggunakan konsentrasi 8%, 10% dan 12% dengan cakram klindamisin sebagai kontrol positif dan DMSO 10% sebagai kontrol negatif. Pada bakteri Propionibacterium acnes dengan konsentrasi 10% di dapatkan rata-rata hasil zona hambat tertinggi yaitu 20,48 mm, dengan respon sangat kuat. Sedangkan pada bakteri Shigella dysenteriae dengan konsentrasi 10% didapatkan rata- rata zona hambat tertinggi hanya sebesar 19,4 mm dan termasuk kedalam kategori kuat. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun Medang Gatal dengan bakteri Propionibacterium acnes lebih berpotensi menghambat aktivitas antibakteri dan memberikan respon yang sangat kuat dibandingkan&nbsp; bakteri Shigella dysenteriae hanya memberikan respon yang kuat, semakin tinggi konsentrasi semakin efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri.</p> <p><em>Theaceae family that has anti-inflammatory, antipyretic and analgesic, antimicrobial and antimutagenic activities. The Medang Gatal plant has many benefits and is often used by people as a traditional medicine such as a medicine for insomnia and high blood pressure (hypertension). The purpose of this study was to observe and compare whether the Medang Gatal leaf extract has antibacterial potential against the development and growth of Propionibacterium acnes and Shigella dysenteriae bacteria. This research method is a laboratory experiment. The sample used was Medang Gatal leaves through an extraction process that produced a total of 2200 g of dry simplicia and after a water bath of 525.76 g. So that the yield obtained was 23.9%. The extract was then tested by LC-MS/MS and antibacterial activity. The results of LC-MS/MS showed that Medang Gatal leaf extract contains Alkaloid, Terpenoid, shikimate and phenylpropanoid compounds. The antibacterial activity test of Medang Gatal Leaf Extract was carried out using concentrations of 8%, 10% and 12% with clindamycin discs as a positive control and 10% DMSO as a negative control. In Propionibacterium acnes bacteria with a concentration of 10%, the highest average inhibition zone was obtained, namely 20.48 mm, with a very strong response. While in Shigella dysenteriae bacteria with a concentration of 10%, the highest average inhibition zone was only 19.4 mm and was included in the strong category. It can be concluded that Medang Gatal leaf extract with Propionibacterium acnes bacteria has more potential to inhibit antibacterial activity and provides a very strong response compared to Shigella dysenteriae bacteria which only provides a strong response, the higher the concentration, the more effective it is in inhibiting bacterial growth.</em></p> Rafi Abror, Mukhlis Sanuddin, Rizky Yulion Putra Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20783 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDIT REPORT LAG: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21373 <p><em>This study aims to explain the factors influencing Audit Report Lag (ARL), the phenomena driving these practices, and their relevance to current research. Using a Systematic Literature Review (SLR) method, 58 accredited SINTA journal articles from 2021-2026 were analyzed through Google Scholar databases using Publish or Perish software. The findings reveal that Audit Report Lag is a complex phenomenon influenced by various interrelated factors, with firm size, profitability, and solvency being the most frequently examined variables. The results show varied outcomes positive, negative, or no significant effects indicating that ARL depends heavily on company context, corporate governance mechanisms, and auditor characteristics rather than a single dominant factor. The dominance of Agency Theory and Signaling Theory supports the view that ARL is driven by conflicts of interest between principals and agents, as well as management's efforts to convey signals to the capital market through the timeliness of financial reporting. This study contributes to the literature by mapping the development of ARL research and identifying research gaps for future studies.</em></p> Septianus Andre, Carmel Meiden Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21373 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 DINAMIKA STIGMA SOSIAL TERHADAP PEREMPUAN BERSTATUS JANDA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT LOKAL DI KELURAHAN WALI, KABUPATEN MANGGARAI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20770 <p>Status janda dalam masyarakat yang masih dipengaruhi nilai patriarki sering dikonstruksikan melalui berbagai stigma sosial yang memengaruhi posisi perempuan dalam kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika stigma sosial terhadap perempuan berstatus janda serta bagaimana stigma tersebut termanifestasi dalam kehidupan sosial dan ekonomi di Keluraha n Wali, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling yang melibatkan perempuan berstatus janda berusia 30-44 tahun serta masyarakat setempat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma terhadap janda tidak selalu muncul dalam bentuk penolakan terbuka, tetapi bekerja melalui mekanisme kontrol sosial informal seperti pengawasan sosial, gosip, dan standar moral ganda yang membedakan janda dan duda. Stigma tersebut memengaruhi ruang sosial, aktivitas ekonomi, serta persepsi masyarakat terhadap penampilan dan interaksi sosial janda. Meskipun demikian, para janda mengembangkan berbagai strategi adaptif seperti menjaga perilaku di ruang publik, membatasi interaksi sosial tertentu, serta membangun solidaritas antarperempuan. Penelitian ini menunjukkan bahwa stigma terhadap janda merupakan konstruksi sosial yang berkaitan erat dengan nilai patriarki dan norma moral dalam masyarakat.</p> <p><em>Widowhood in communities influenced by patriarchal values is often accompanied by strong social stigma that shapes women’s social position and everyday experiences. This study aims to examine the dynamics of social stigma toward widowed women and how such stigma manifests in their social and economic lives in Wali Village, Langke Rembong District, Manggarai Regency. The research employed a qualitative descriptive approach. Informants were selected through purposive sampling, consisting of widowed women aged 30-44 years and members of the local community. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing procedures. The findings indicate that stigma toward widows does not always appear as explicit rejection but operates through informal social control mechanisms such as social surveillance, gossip, and double moral standards that differentiate widows from widowers. These perceptions influence widows’ social space, economic activities, and community interpretations of their appearance and interactions with others. Despite these pressures, widowed women develop adaptive strategies to maintain social acceptance, including regulating public behavior, limiting certain social interactions, and building solidarity among women. The study highlights that stigma toward widows is a socially constructed phenomenon closely linked to patriarchal values and moral norms embedded in community life.</em></p> Maria Kristiani Gunawan, Susana C. L. Pellu, Aelsthri Ndandara, Yosep E. Jelahut Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20770 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS EFEKTIVITAS SISTEM PENDATAAN DAN PELAYANAN PAJAK DAERAH PADA BAPENDA OGAN ILIR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20989 <p>Pengelolaan pajak daerah yang efektif memerlukan sistem pendataan dan pelayanan yang akurat, tertib, dan didukung oleh pemanfaatan teknologi informasi. Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) sebagai instansi yang berperan dalam pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dituntut mampu mengoptimalkan sistem administrasi perpajakan agar pelayanan kepada wajib pajak berjalan lebih efisien dan penerimaan daerah dapat ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas sistem pendataan dan pelayanan pajak daerah pada BAPENDA Ogan Ilir. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada Bidang Pendataan dan Pelayanan BAPENDA Ogan Ilir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pendataan dan pelayanan pajak daerah pada BAPENDA Ogan Ilir telah mengarah pada tata kelola administrasi yang lebih tertib, sistematis, dan berbasis teknologi. Pendataan dilakukan melalui verifikasi data wajib pajak, penginputan informasi ke dalam sistem, rekapitulasi laporan, serta pendataan objek pajak baru. Sementara itu, pelayanan pajak daerah didukung oleh penggunaan sistem informasi dalam proses verifikasi, pencatatan, dan pengelolaan dokumen perpajakan. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa kendala, seperti ketidaksinkronan data antara catatan manual dan sistem, keterlambatan laporan unit kerja, keterbatasan dokumen wajib pajak, serta rendahnya pemahaman sebagian masyarakat terhadap persyaratan administrasi perpajakan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem pendataan dan pelayanan pajak daerah pada BAPENDA Ogan Ilir tergolong cukup efektif dalam mendukung pengelolaan pajak daerah, tetapi masih memerlukan penguatan pada aspek integrasi data, koordinasi antarunit, peningkatan kompetensi aparatur, dan sosialisasi kepada wajib pajak agar kualitas pelayanan serta optimalisasi PAD dapat terus ditingkatkan.</p> <p><em>Effective regional tax management requires an accurate, orderly data collection and service system supported by the use of information technology. The Regional Revenue Agency (BAPENDA) as an agency that plays a role in the management of Regional Original Revenue (PAD) is required to be able to optimize the tax administration system so that services to taxpayers run more efficiently and regional revenues can be increased. This study aims to analyze the effectiveness of the regional tax data collection and service system at BAPENDA Ogan Ilir. The approach used is qualitative with a descriptive method. Data was obtained through observation, interviews, and documentation during the implementation of Field Work Practices (PKL) in the Data Collection and Service Sector of BAPENDA Ogan Ilir. The results of the study show that the regional tax data collection and service system at BAPENDA Ogan Ilir has led to more orderly, systematic, and technology-based administrative governance. Data collection is carried out through verification of taxpayer data, input of information into the system, recapitulation of reports, and data collection of new tax objects. Meanwhile, regional tax services are supported by the use of information systems in the process of verification, recording, and management of tax documents. However, in its implementation, several obstacles are still found, such as data insynchronization between manual and system records, delays in work unit reports, limited taxpayer documents, and low understanding of some people on tax administration requirements. This study concludes that the regional tax data collection and service system at BAPENDA Ogan Ilir is quite effective in supporting regional tax management, but still requires strengthening in the aspects of data integration, coordination between units, improving apparatus competence, and socialization to taxpayers so that the quality of service and optimization of PAD can continue to be improved.</em></p> Kalista Adelia, Ramadhini Almisbah, Phasya Salsabila Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20989 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 KESEJAHTERAAN GURU NON-PNS DALAM PERSPEKTIF TEORI MASLOW https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21484 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesejahteraan Guru Non-PNS di Sekolah Dasar Katolik Kokang, Desa Ojandetun, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, dengan menggunakan kerangka Teori Kebutuhan Dasar Abraham Maslow. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilaksanakan pada 7–27 Januari 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan guru Non-PNS belum terpenuhi secara optimal, terutama pada aspek kebutuhan fisiologis dan rasa aman akibat keterbatasan pendapatan dan belum adanya kepastian status kepegawaian. Namun demikian, kebutuhan sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri relatif terpenuhi melalui dukungan masyarakat, hubungan interpersonal yang harmonis, serta keterlibatan dalam kegiatan pengembangan profesional. Temuan ini menunjukkan bahwa pemenuhan kesejahteraan guru Non-PNS masih bersifat parsial dan memerlukan perhatian yang lebih komprehensif.</p> <p><em>This study aims to analyze the welfare of non-civil servant teachers at Sekolah Dasar Katolik Kokang, Ojandetun Village, Wulanggitang District, East Flores Regency, using Abraham Maslow’s Hierarchy of Needs theory as the analytical framework. The research employed a qualitative approach through observation, interviews, and documentation conducted from January 7 to January 27, 2026. The findings indicate that teachers’ welfare has not been optimally fulfilled, particularly in terms of physiological and safety needs due to limited income and the absence of employment security. However, social needs, esteem, and self-actualization needs are relatively fulfilled through community support, harmonious interpersonal relationships, and participation in professional development activities. These findings suggest that teacher welfare fulfillment remains partial and requires more comprehensive attention.</em></p> Kornelia Elfrida Dua Onan, Susana C. L. Pellu, Imanta I. Perangin Angin, Christine E. Meka Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21484 Thu, 30 Apr 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. SURYA CITRA SOLUTION DI KECAMATAN MEDAN HELVETIA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20781 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh Lingkungan Kerja dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan PT Surya Citra Solution di Kecamatan Medan Helvetia. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, denga sampel sebanyak 50 responden. Data yang dikumpulkan menggunakan kuisioner dan dianalisis menggunakan teknik analisis regresi linear berganda untuk melihat besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, yang dikelola menggunakan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Lingkungan Kerja dan Motivasi&nbsp; secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan PT Surya Citra Solution di Kecamatan Medan Helvetia. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung variabel Lingkungan Kerja (3.876) lebih besar dari t tabel (2,0117) dan dan nilai signifikansi &lt; 0,001, yang berarti lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05. Dan nilai t hitung variabel Motivasi (4.815) lebih besar dari t tabel dan nilai signifikansi &lt; 0,001. Secara simultan pengaruh Lingkungan Kerja dan Motivasi juga berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Hal ini dibuktikan dengan nilai F hitung (42.721). Maka besar persentase pengaruh variabel Lingkungan Kerja dan Motivasi terhadap Kinerja dengan nilai koefisien determinasi R Square sebesar 0,645atau 64,5% dan sisanya sebesar 35.5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.</p> <p><em>This study aims to determine the extent to which the Work Environment and Motivation influence the Employee Performance of PT Surya Citra Solution in Medan Helvetia District. This research is a quantitative study with a sample of 50 respondents. The data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression analysis to measure the effect of independent variables on the dependent variable, processed with SPSS version 27. The results show that both Work Environment and Motivation variables partially have a positive and significant effect on Employee Performance at PT Surya Citra Solution in Medan Helvetia District. This is evidenced by the t-test result for Work Environment (3.876), which is greater than the t-table (2.0117), with a significance value of &lt; 0.001, indicating it is below the 0.05 significance level. Similarly, the t-test result for Motivation (4.815) is greater than the t-table, with a significance value of &lt; 0.001. Simultaneously, Work Environment and Motivation also have a significant effect on Employee Performance, as shown by the F-test result (42.721). The coefficient of determination (R Square) indicates that Work Environment and Motivation contribute 64.5% to Employee Performance, while the remaining 35.5% is influenced by other factors not examined in this study.</em></p> Julpendrik Stiurdis Giawa, Bahdin Nur Tanjung, Uswatun Hasanah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20781 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 FENOMENA CAMPUR KODE BAHASA INDONESIA DAN BAHASA INGGRIS DI KALANGAN SISWA KOTA PEKALONGAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21258 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena campur kode antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris di kalangan pelajar Kota Pekalongan. Metode yang diterapkan adalah metode kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Data penelitiannya terdiri dari percakapan tertulis (chat) yang diperoleh melalui aplikasi WhatsApp antara peneliti dan siswa SMAN 2 Pekalongan dan MAN 01 Pekalongan. Pengumpualan data dilakukan melalui dokumentasi, sementara analisis data menggunakan model interaktif dari Miles, Huberman, dan Saldana yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campur kode yang terdeteksi didominasi oleh bentuk penyisipan kata dan frasa dalam bahasa Inggris ke dalam percakapan bahasa Indonesia. Jenis campur kode yang terjadi&nbsp; mencakup campur kode ke luar (outer code-mixing). Faktor yang mempengaruhi penerapan campur kode meliputi kebiasaan, kemudahan, gaya bahasa, serta konteks emosional dalam berkomunikasi. Oleh karena itu, campur kode tidak hanya berfungsi sebagai variasi bahasa, melainkan juga sebagai taktik komunikasi yang mencerminkan identitas sosial serta gaya komunikasi anak muda di era globalisasi.</p> <p><em>This study aims to analyze the phenomenon of code-mixing between Indonesian and English among students in Pekalongan City. The method used is qualitative descriptive research. The research data consists of written conversations (chats) obtained via WhatsApp between the researcher and students of SMAN 2 Pekalongan and MAN 01 Pekalongan. Data collection was conducted through documentation, while data analysis used the interactive model by Miles, Huberman, and Saldana, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the detected code-mixing is dominated by the insertion of English words and phrases into Indonesian conversations. The type of code-mixing that occurs includes outer code-mixing. Factors influencing the implementation of code-mixing include habit, ease of use, language style, and emotional context in communication. Therefore, code-mixing functions not only as a language variation but also as a communication tactic that reflects the social identity and communication style of young people in the era of globalization.</em></p> <p>&nbsp;</p> Alivia Rahmadani, Erwan Kustriyono, Etika Widi Utami Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21258 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. A DENGAN GAGAL GINJAL KRONIS DI RUANGAN RAUDHAH V RSUD dr. ZAINAL ABIDIN BANDA ACEH https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20752 <p>Gagal ginjal merupakan suatu keadaan ketika ginjal tidak mampu mengangkut sampah metabolik tubuh atau melakukan fungsi regulernya. Pada tahun 2020 prevalensi penyakit gagal ginjal kronis pada masyarakat di Aceh usia diatas 15 tahun adalah sebanyak 0,49% atau 28.179 jiwa dengan proporsi yang menjalani hemodialisa adalah sebanyak 133 jiwa. Tujuan penulisan ini yaitu menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien Gagal Ginjal Kronik Di Rumah Sakit Umum Daerah dr.Zainoel Abidin Banda Aceh. Studi Kasus Tn.A ditemukan diagnosis Kelebihan volume cairan ditandai dengan pembengkakan pada abdomen sebelah kiri, Nyeri akut ditandai dengan nyeri abdomen sebelah kiri dan Intoleransi aktivitas ditandai dengan pasien lemas dan aktivitas dibantu keluarga. Kesimpulan setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam, masalah kelebihan volume cairan, nyeri akut dan intoleransi aktivitas belum teratasi.</p> <p><em>Renal failure is a condition in which the kidneys are unable to eliminate metabolic waste from the body or perform their normal regulatory functions. In 2020, the prevalence of chronic kidney disease among people in Aceh aged over 15 years was 0.49%, or 28,179 individuals, with 133 individuals undergoing haemodialysis.The purpose of this paper is to describe the implementation of nursing care for patients with Chronic Kidney Disease at the Regional General Hospital dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh. In the case study of Mr A, the diagnoses identified were fluid volume excess, characterised by swelling in the left abdomen; acute pain, characterised by left abdominal pain; and activity intolerance, characterised by weakness and the need for assistance from family members in performing activities.In conclusion, after the implementation of nursing care for 3 × 24 hours, the problems of fluid volume excess, acute pain, and activity intolerance had not yet been resolved. </em></p> Ridha Meutia Fidela, Wita Afrilla, Khilal Ilham, Akbar Muarif, Arikoni Ar Rasyid Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20752 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 KOMBINASI COCOPEAT DENGAN NPK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERONG UNGU (SOLANUM MELONGENA L.) https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20874 <p>Penelitian ini dilakukan di Desa Selayang, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dengan ketinggian 25 mdpl, dimulai pada bulan Januari 2025 sampai dengan Mei 2025. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aplikasi pemanfaatan Cocopeat dan NPK Cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terong ungu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 perlakuan. Faktor pertama Cocopeat dengan simbol (C) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu : C0 = 0gr/polybag, C1 = 200gr/polybag, C2 = 400gr/polybag. Faktor kedua pupuk NPK Cair dengan simbol (N) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu : N0 = 0cc/L air, N1 = 2,5cc/L air, N2 = 5,0cc/L air. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah cabang (cabang), diameter batang (mm), umur berbunga (hari), jumlah buah per tanaman (buah), jumlah buah per plot (buah), berat buah per tanaman (gr), berat buah per plot (gr). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan Cocopeat tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terong ungu. Pemberian NPK cair berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman 6 MST, umur berbunga, jumlah buah per tanaman,&nbsp; jumlah&nbsp; buah per plot, berat buah per tanaman, dan berat buah per plot. Interaksi pemberian cocopeat dan NPK cair tidak berpengaruh nyata pada semua parameter. Perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan N2 = 5 cc NPK cair/L air. Berat buah per tanaman terbaik diperoleh pada perlakuan C0N2 = 90,93 gram.</p> <p><em>This research was conducted in Selayang Village, Selesai District, Langkat Regency, North Sumatra, with an altitude of 25 meters above sea level, starting in January 2025 to May 2025. The purpose of this study was to determine the effect of growth and production of purple eggplant plants on the application of Cocopeat and Liquid NPK. This study used a factorial Randomized Block Design (RAK) with 2 treatments. The first factor is Cocopeat with the symbol (C) consisting of 3 treatment levels, namely: C0 = 0gr / polybag, C1 = 200gr / polybag, C2 = 400gr / polybag. The second factor is Liquid NPK fertilizer with the symbol (N) consisting of 3 treatment levels, namely: N0 = 0cc/L water, N1 = 2.5cc/L water, N2 = 5.0cc/L water. The parameters observed in this study were plant height (cm), number of branches (branches), stem diameter (mm), flowering age (days), number of fruits per plant (fruits), number of fruits per plot (fruits), fruit weight per plant (gr), fruit weight per plot (gr). The results showed that Cocopeat treatment had no effect on the growth and production of purple eggplant plants. The application of liquid NPK significantly affected the parameters of plant height 6 weeks after planting, flowering age, number of fruits per plant, number of fruits per plot, fruit weight per plant, and fruit weight per plot. The interaction of cocopeat and liquid NPK did not significantly affect all parameters. The best treatment was the N2 = 5 cc liquid NPK/L air treatment. The best fruit weight per plant was obtained in the C0N2 = 90.93 gram treatment.</em></p> Natalia Nainggolan, Yunida Berliana, Dedi Kurniawan Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/20874 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. I DENGAN DIABETES MELLITUS TIPE II DI RUANGAN RAUDHAH III RSUD DR. ZAINAL ABIDIN BANDA ACEH https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21450 <h2><a name="_Toc135813179"></a><a name="_Toc135813634"></a><a name="_Toc135814146"></a></h2> <h2><a name="_Toc135813179"></a><a name="_Toc135813634"></a><a name="_Toc135814146"></a>Mellitus yang merupakan masalah serius dalam kesehatan masyarakat, dan salah satu empat prioritas penyakit tidak menular yang menjadi perhatian dunia. Pada tahun 2020 prevelensi penyakit Diabetes Mellitus pada masyarakat Aceh sebanyak 10,7 juta jiwa dan di RSUDZA sebanyak 9.968 kasus. Tujuan penulisan ini yaitu mendeskripsikan Asuhan keperawatan pada Ny. I dengan Diabetes mellitus Tipe II di ruangan raudhah III rumah sakit umum daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Metode yang digunakan adaah proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan keperawatan,&nbsp; implenetasi dan eavaluasi. Hasil pengkajian pemeriksaan fisik ditemukan 3 diagnosa keperawatan yaitu: 1) ketidakstabilan kadar glukosa dalam darah, 2)&nbsp; nyeri akut, 3) kerusakan integitas kulit. Kesimpulan Asuhan keperawatan pada Ny. I dilakukan dengan 5 tahap proses keperawatan setelah dilakukan pengakajian, menentukan masalah keperawatan dan tindakan keperawatan dilakukan sesuai dengan intervensi keperawatan yang telah ditetapkan untuk mengatasi setaiap masalah yang diperoleh dan hasil yang optimal. Saran pada pasien atau keluarga dapat menerapkan perawatan yang baik dan benar sesuai asuhan keperawatan pada klien dengan Diabetes Mellitus Tipe II.</h2> <p><em>Diabetes Mellitus is a serious public health problem and is one of the four priority non-communicable diseases receiving global attention. In 2020, the prevalence of Diabetes Mellitus in the Aceh population reached 10.7 million people, and at RSUDZA there were 9,968 reported cases. The purpose of this paper is to describe the nursing care provided to Mrs I with Type II Diabetes Mellitus in the Raudhah III ward at Dr Zainoel Abidin General Hospital, Banda Aceh. The method used is the nursing process, which includes assessment, nursing diagnosis, care planning, implementation, and evaluation. The results of the physical examination assessment identified three nursing diagnoses: (1) unstable blood glucose levels, (2) acute pain, and (3) impaired skin integrity. In conclusion, nursing care for Mrs I was carried out through the five stages of the nursing process. Following the assessment, nursing problems were identified and appropriate interventions were implemented in accordance with the established care plan to address each identified issue and achieve optimal outcomes. It is recommended that patients and their families apply proper and appropriate care in line with nursing care for clients with Type II Diabetes Mellitus.</em></p> Chairunnisaq, Delis Mayasari, Linda Hayati, Nurul Hazza Milanda, Sarah Salsa Fitri Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/21450 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000