Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi id-ID Tue, 30 Dec 2025 14:30:22 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLEH MAHASISWA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN BUNGA AKRILIK DARI SAMPAH PELASTIK DI DESA NGKAER https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18349 <p>kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan bunga akrilik dari sampah plastik di Desa Ngkaer Kec. Satarmese, bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, keterampilan, dan kepedulian lingkungan masyarakat. Dalam program ini, mahasiswa memberikan bantuan mulai dari pengumpulan sampah plastik, pengenalan alat dan bahan, proses pembuatan bunga, hingga teknik pemasaran produk. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat dan mampu menghasilkan produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomi. Selain itu, pelatihan ini membantu mengurangi jumlah sampah plastik di desa. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil mendorong terbentuknya kelompok kerajinan lokal dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Program ini juga menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan kreatif yang berbasis lingkungan. Banyak peserta yang ingin terus mengembangkan kemampuan mereka secara mandiri dan bahkan berencana untuk memproduksi bunga akrilik dalam jumlah lebih besar. Ini menjadi tanda bahwa pelatihan ini tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi juga berpotensi menjadi kegiatan yang berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di Desa Ngkaer.</p> <p><em>The community empowerment activity through training in making acrylic flowers from plastic waste in Ngkaer Village aims to enhance community creativity, skills, and environmental awareness. In this program, university students provided assistance starting from collecting plastic waste, introducing the tools and materials, guiding the flower-making process, and teaching product marketing techniques. The results of the activity showed a high level of enthusiasm from the community and successfully produced handicraft products with economic value. In addition, the training helped reduce the amount of plastic waste in the village. Thus, this activity succeeded in encouraging the formation of a local handicraft group and opening new business opportunities for the community. This program also demonstrated increased community participation in environmentally based creative activities. Many participants expressed their desire to continue developing their skills independently and even planned to produce acrylic flowers on a larger scale. This indicates that the training not only provided short-term benefits but also has the potential to become a sustainable activity that supports the growth of the creative economy in Ngkaer Village.</em></p> Fitriani Jenimat, Lusia Yesika Memas, Marselina Dela Samin, Yoana Suptifan, Asrianti Rion, Fridolin Helni, Paulus T. Vilin Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18349 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 MEWUJUDKAN MADRASAH UNGGUL MELALUI PELIBATAN AKTIF GURU DAN KARYAWAN DI MA ROHMANIYAH MENUR MRANGGEN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17494 <p>Pelibatan aktif guru dan karyawan menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan madrasah yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. MA Rohmaniyah Menur Mranggen sebagai salah satu lembaga pendidikan menengah berupaya menghadirkan lingkungan kerja yang kolaboratif melalui berbagai strategi pemberdayaan sumber daya manusia. Artikel ini mengkaji pentingnya pelibatan guru dan karyawan dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan, memperkuat budaya kerja profesional, serta mendorong terciptanya inovasi yang berkelanjutan. Pelibatan tersebut tidak hanya menyentuh aspek struktural seperti pengambilan keputusan, pembagian tugas, dan pengembangan organisasi tetapi juga aspek psikologis, termasuk motivasi, rasa memiliki, dan kepuasan kerja. Penelitian dan pembahasan dalam artikel ini menyoroti berbagai bentuk praktik pelibatan yang telah dan dapat diterapkan di MA Rohmaniyah Menur, mulai dari forum diskusi internal, pelatihan peningkatan kompetensi, pemberian ruang kreativitas bagi guru, hingga mekanisme apresiasi yang konstruktif untuk karyawan. Selain itu, pemberdayaan juga dijelaskan sebagai proses sistematis yang memberikan kesempatan kepada individu untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan kompetensi profesional, serta berkontribusi secara signifikan terhadap kemajuan madrasah. Dengan adanya pelibatan yang optimal, guru dapat lebih kreatif dalam pembelajaran, sementara karyawan menjadi lebih efektif dalam mendukung kegiatan operasional madrasah. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan madrasah unggul sangat dipengaruhi oleh sejauh mana guru dan karyawan merasa dihargai, dipercaya, dan diberdayakan. Ketika seluruh unsur madrasah memiliki visi yang sama dan terlibat aktif dalam setiap proses, tercipta ekosistem pendidikan yang harmonis, produktif, dan inovatif. Oleh karena itu, pelibatan aktif guru dan karyawan bukan hanya kebutuhan organisatoris, tetapi merupakan strategi budaya yang mampu mendorong MA Rohmaniyah Menur Mranggen menuju kualitas pendidikan yang lebih baik, kompetitif, dan berkelanjutan. Artikel ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam merumuskan kebijakan pengembangan sumber daya manusia di lembaga pendidikan serupa.</p> Muslimin, Ahmadi, Sulastri, Sukarman Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17494 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 STRATEGI PUBLIC RELATION KEMENTERIAN AGAMA SUMATERA SELATAN DALAM MENGHADAPI KRISIS INFORMASI DI ERA DIGITAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17633 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi Public Relation (PR) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan dalam menghadapi krisis informasi digital, khususnya penyebaran hoaks yang mengatasnamakan Kemenag melalui media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tim humas, observasi aktivitas komunikasi digital pada platform resmi, serta dokumentasi berupa arsip klarifikasi, laporan monitoring isu, dan publikasi media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Public Relation Kemenag Sumsel menerapkan strategi komunikasi krisis yang sejalan dengan prinsip Situational Crisis Communication Theory (SCCT), meliputi segmentasi audiens, pemilihan saluran digital yang tepat, penetapan pesan kunci, dan penyusunan headline komunikatif. Selain itu, humas melakukan verifikasi cepat berlapis, koordinasi internal melalui kanal digital, dan komunikasi antisipatif untuk mempercepat klarifikasi serta meminimalkan penyebaran misinformasi. Temuan ini menegaskan bahwa strategi Public Relation Kemenag Sumsel merupakan upaya sistematis dalam menjaga akurasi informasi, meningkatkan kepercayaan publik, dan memperkuat ketahanan komunikasi lembaga di era digital.</p> <p><em>This study aims to analyze the Public Relations (PR) strategy of the Regional Office of the Ministry of Religious Affairs of South Sumatra Province in addressing the digital information crisis, particularly the spread of hoaxes using the Ministry of Religious Affairs' name through social media. This research used a descriptive qualitative method with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews with the public relations team, observations of digital communication activities on official platforms, and documentation in the form of clarification archives, issue monitoring reports, and media publications. The results indicate that the Public Relations of the Ministry of Religious Affairs of South Sumatra implemented a crisis communication strategy aligned with the principles of Situational Crisis Communication Theory (SCCT), including audience segmentation, selecting appropriate digital channels, establishing key messages, and developing communicative headlines. Furthermore, the PR team conducted multi-layered rapid verification, internal coordination through digital channels, and anticipatory communication to expedite clarification and minimize the spread of misinformation. These findings confirm that the Public Relations strategy of the Ministry of Religious Affairs of South Sumatra is a systematic effort to maintain information accuracy, increase public trust, and strengthen the institution's communication resilience in the digital era.</em></p> Nabila Syafira, Rina Pebriana Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17633 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 PARADIGMA PENDIDIKAN BERKEMAJUAN: KONSEP, HAKIKAT, DAN INOVASI PEMBELAJARAN MUHAMMADIYAH DI ERA DIGITAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18246 <p>Paradigma Pendidikan Berkemajuan merupakan landasan filosofis dan praksis pendidikan Muhammadiyah yang berorientasi pada kemajuan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan penguatan nilai-nilai keislaman. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep, hakikat, serta inovasi pembelajaran Muhammadiyah dalam merespons tantangan era digital. Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan dengan menelaah sumber-sumber primer dan sekunder terkait pemikiran pendidikan Muhammadiyah dan perkembangan pembelajaran digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pendidikan Berkemajuan menekankan integrasi antara iman, ilmu, dan amal dalam proses pembelajaran. Hakikatnya terletak pada upaya membentuk manusia unggul, berakhlak mulia, serta adaptif terhadap perubahan zaman. Inovasi pembelajaran Muhammadiyah di era digital diwujudkan melalui pemanfaatan teknologi informasi, pengembangan model pembelajaran kreatif, kolaboratif, dan berbasis nilai-nilai Islam berkemajuan. Dengan demikian, paradigma Pendidikan Berkemajuan menjadi kerangka strategis dalam memperkuat mutu dan relevansi pendidikan Muhammadiyah di tengah dinamika global dan transformasi digital.</p> <p><em>The Progressive Education Paradigm serves as the philosophical and practical foundation of Muhammadiyah education, emphasizing scientific advancement, character building, and the reinforcement of Islamic values. This article aims to examine the concept, essence, and learning innovations of Muhammadiyah education in response to the challenges of the digital era. This study employs a literature review method by analyzing primary and secondary sources related to Muhammadiyah educational thought and digital learning developments. The findings indicate that Progressive Education integrates faith, knowledge, and action within the learning process. Its essence lies in shaping superior individuals with strong moral character who are adaptive to societal and technological changes. Learning innovations in Muhammadiyah education during the digital era are manifested through the utilization of information technology, the development of creative and collaborative learning models, and the integration of progressive Islamic values. Therefore, the Progressive Education Paradigm functions as a strategic framework for enhancing the quality and relevance of Muhammadiyah education amid global dynamics and digital transformation.</em></p> Safry Andi, R. Risel Oktoberiadi, Nova Rio Nandes, Marni Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18246 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 EVALUASI PROGRAM PEKPPP BIRO ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK DI PROVINSI BALI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18300 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi pelaksanaan Program Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) yang dilaksanakan oleh Biro Organisasi Provinsi Bali. Program ini penting sebagai upaya pemerintah daerah untuk memenuhi amanat Undang-Undang Pelayanan Publik. Hasil evaluasi mengidentifikasi dua hambatan implementasi internal utama yang harus diatasi: (1) masalah kompetensi teknis dan akuntabilitas petugas dalam melaporkan hasil kinerja, dan (2) keterbatasan fasilitas yang berdampak pada prinsip Keadilan (Equity), terutama dalam melayani kelompok rentan seperti disabilitas dan lansia. Biro Organisasi merespons hambatan ini dengan mengambil langkah intervensi strategis. Untuk masalah kompetensi, dilakukan penempatan petugas yang tepat dan pelatihan untuk menjamin Efektivitas dan akuntabilitas kinerja. Sementara itu, untuk mengatasi masalah fasilitas, Biro Organisasi mendorong solusi yang realistis dan Efisien, yaitu dengan memaksimalkan fasilitas yang sudah ada melalui cara yang kreatif dan berbiaya rendah, sehingga prinsip Keadilan Dasar (Basic Equity) tetap terpenuhi meskipun anggaran terbatas. Secara keseluruhan, langkah-langkah ini merupakan strategi terencana untuk memastikan peningkatan Efektivitas dan Keadilan dalam pelayanan publik Bali dapat berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan.</p> <p><em>This study aims to analyze and evaluate the implementation of the Public Service Performance Evaluation Program (PEKPPP) carried out by the Bali Provincial Organizational Bureau. This program is crucial as part of the regional government's commitment to fulfilling the mandate of the Public Service Law. The evaluation results identified two main internal implementation barriers: (1) issues of technical competence and staff accountability in reporting performance outcomes, and (2) limited facilities that affect the principle of Equity, especially in serving vulnerable groups such as people with disabilities and the elderly. The Organizational Bureau responded to these barriers by taking strategic intervention steps. For competence issues, appropriate staff placement and training were carried out to ensure Effectiveness and performance accountability. To address the facility limitations, the Bureau promoted realistic and Efficient solutions by maximizing existing facilities through creative, low-cost methods, ensuring that the principle of Basic Equity is met despite budget constraints. Overall, these steps represent a planned strategy to ensure the consistent and sustainable improvement of Effectiveness and Equity in Bali's public services.</em></p> Ni Nengah Pande Widyantari, I Dewa Ayu Putri Wirantari Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18300 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 SAINS SEBAGAI KATALIS PERUBAHAN: MEMBANGUN MASYARAKAT YANG MAJU DAN BERDAYA SAING https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17016 <p>Sains berperan penting sebagai katalis perubahan dalam membangun masyarakat yang maju dan berdaya saing. Melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, sains mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta kualitas hidup masyarakat. Kemajuan di bidang pendidikan, kesehatan, dan industri menunjukkan bagaimana sains mendorong inovasi yang berkelanjutan. Selain itu, sains juga memperkuat daya saing bangsa dengan menciptakan sumber daya manusia yang kreatif, kritis, dan adaptif terhadap perkembangan global. Namun, tantangan seperti keterbatasan akses pendidikan sains, minimnya riset, serta rendahnya kesadaran terhadap pentingnya inovasi masih menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat diperlukan untuk memperkuat ekosistem ilmiah yang inklusif. Dengan pemanfaatan sains secara optimal, masyarakat dapat bergerak menuju kemajuan yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi di era globalisasi.</p> <p><em>Science is a vital catalyst for change in building an advanced and competitive society by applying science and technology to boost efficiency, productivity, and the quality of life. Advances across education, health, and industry demonstrate how science fosters sustainable innovation and strengthens national competitiveness through the development of creative, critical, and adaptive human resources. However, obstacles such as limited access to science education, minimal research, and low awareness of innovation must be overcome through collaboration among the government, educational institutions, and the community to establish an inclusive scientific ecosystem, thereby enabling society to achieve sustainable progress and high competitiveness in the era of globalization.</em></p> <p>&nbsp;</p> Farah Divana Estiningtias, Diana Afifah Khoirunnisa, Novita Ayu Priang Dini, I Ketut Mahardika, Habibah Khusna Balhaqi, Kendid Mahmudi Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17016 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 GUSNAR ISMAIL : PEMIMPIN VISIONER DALAM MEWUJUDKAN GORONTALO YANG MAJU DAN BERMARTABAT https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17532 <p>Kepemimpinan daerah memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan dan kualitas tata kelola pemerintahan. Artikel ini mengkaji sosok Gusnar Ismail, Gubernur Gorontalo periode 2025–2030, yang dikenal dengan rekam jejak birokrasi yang panjang, bersih, dan berorientasi pada pelayanan publik. Dengan latar belakang pendidikan yang kuat serta pengalaman memimpin sejak tingkat daerah hingga provinsi, Gusnar menunjukkan gaya kepemimpinan transformasional dan partisipatif yang menekankan kedekatan dengan masyarakat, keterbukaan terhadap kritik, dan kemampuan menjaga stabilitas politik. Kajian ini menyoroti visi “Gorontalo Maju dan Sejahtera” yang diwujudkan melalui lima program unggulan, meliputi pengembangan agromaritim, peningkatan sumber daya manusia, pemberdayaan UMKM, penguatan pariwisata, dan pembangunan infrastruktur. Kebijakan strategis seperti percepatan Proyek Strategis Nasional Pohuwato, pengembangan pertanian jagung, serta digitalisasi tata kelola pemerintahan menjadi bukti komitmennya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Meskipun memiliki banyak capaian, sejumlah tantangan seperti keterlambatan realisasi anggaran dan belum meratanya digitalisasi pemerintahan masih menjadi catatan penting untuk ditingkatkan. Secara keseluruhan, artikel ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan Gusnar Ismail memiliki potensi besar dalam memperkuat pelayanan publik, mempercepat pembangunan inklusif, dan menghadirkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan berintegritas bagi masyarakat Gorontalo.</p> Ismet Sulila, Vivi Venti Vera Sulila Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17532 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 TUMPANG TINDIH REGULASI PERIZINAN KLINIK UMUM TERHADAP EVALUASI HUKUM TERHADAP IMPLEMENTASI PERMENKES NOMOR 14 TAHUN 2021 DAN PP NOMOR 5 TAHUN 2021 DALAM SISTEM PERIZINAN BERBASIS RISIKO https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17717 <p>Penelitian ini menganalisis tumpang tindih regulasi dalam perizinan klinik umum di Indonesia dengan fokus pada implementasi Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 14 Tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Kesehatan serta Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. Analisis yuridis normatif digunakan untuk menelaah disharmoni norma, ketidaksinkronan standar teknis, dan ketidakpastian hukum yang timbul dalam proses penerbitan Nomor Induk Berusaha dan pemenuhan komitmen melalui OSS-RBA. Temuan penelitian menunjukkan bahawa perbedaan konstruksi pengaturan antara PP 5/2021 sebagai regulasi perizinan umum dan Permenkes 14/2021 sebagai regulasi sektoral menghasilkan duplikasi kewenangan, ketidakjelasan parameter teknis, serta disparitas implementasi di tingkat pemerintah daerah. Ketidakharmonisan tersebut berdampak pada lambatnya proses perizinan, meningkatnya potensi sengketa administrasi, dan lemahnya akuntabilitas pengawasan fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini menegaskan perlunya harmonisasi peraturan sektoral dengan kerangka perizinan berusaha berbasis risiko, penyempurnaan standar teknis sektor kesehatan, dan penguatan koordinasi pusat-daerah guna mewujudkan kepastian hukum bagi penyelenggara klinik umum.</p> <p><em>This study examines the regulatory overlap in the licensing of general clinics in Indonesia by analysing the implementation of Minister of Health Regulation No. 14 of 2021 on Business Activity Standards and Products in the Risk-Based Licensing of the Health Sector and Government Regulation No. 5 of 2021 on Risk-Based Business Licensing. A normative legal method is employed to assess the disharmony of norms, inconsistencies in technical standards, and legal uncertainty arising in the issuance of Business Identification Numbers and the fulfilment of licensing commitments through the OSS-RBA system. The findings demonstrate that the divergent regulatory constructions between PP 5/2021 as a general licensing framework and Permenkes 14/2021 as a sectoral regulation create duplication of authority, ambiguity in technical parameters, and disparities in implementation at local government levels. Such disharmony leads to delays in licensing processes, increased potential for administrative disputes, and weakened accountability in the supervision of health service facilities. The study underscores the need for harmonising sectoral regulations with the risk-based licensing framework, refining technical standards in the health sector, and strengthening coordination between central and local governments to ensure legal certainty for general clinic operators.</em></p> Sri Andayani, Lio Bijumes Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17717 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 KONSEP DASAR MANAJEMEN PEMBELAJARAN DAN PERANNYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18272 <p>Penelitian ini berawal dari pemahaman bahwa seorang guru perlu mampu mengelola proses pembelajaran secara efektif dan menciptakan lingkungan mengajar yang menyenangkan di dalam kelas. Hal ini bertujuan agar siswa dapat terlibat dan berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran, bukan sekadar pasif, sehingga prestasi belajar siswa dapat mencapai tingkat yang tinggi (Di &amp; Dasar, 2024). Proses pengelolaan kelas sangat penting untuk dipahami oleh siapa saja, terutama oleh seorang guru yang mengabdikan dirinya di dunia pendidikan (Sekolah, 2020). Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pendidikan merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi perencanaan, pengaturan, pelaksanaan, dan penilaian terhadap seluruh sumber daya yang dimiliki oleh institusi pendidikan, dengan tujuan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien (Syafriadi &amp; Mulia, 2024). Ini memungkinkan kita untuk segera dan akurat mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna meningkatkan mutu pembelajaran. Meskipun demikian, masih ada tantangan dalam pelaksanaan evaluasi dan pemantauan dalam pengelolaan pendidikan Islam. Beberapa tantangan tersebut meliputi kurangnya pemahaman mengenai konsep evaluasi dan pengawasan, keterbatasan sumber daya serta infrastruktur, serta perlunya Peran dan partisipasi aktif semua pihak yang terlibat dalam proses evaluasi dan pemantauan (Of et al., 2023).</p> Ahmad Wazir, Muhamad Ridwan, Retno Palupi, Muhammad Khoiruddin Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18272 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS PROGRAM SEKOLAH RAMAH ANAK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KEKERASAN: STUDI DI SDN 26 PEMECUTAN DENPASAR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18315 <p>Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan mendeskripsikan secara komprehensif implementasi serta efektivitas Program Sekolah Ramah Anak (SRA) sebagai strategi pencegahan kekerasan di SDN 26 Pemecutan Denpasar. SRA dipandang sebagai upaya sistematis yang didukung oleh komitmen seluruh warga sekolah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Implementasi SRA mensyaratkan pemenuhan enam komponen terintegrasi, yang meliputi komitmen kebijakan tertulis, ketersediaan SDM terlatih, proses belajar-mengajar non-kekerasan, sarana-prasarana aman, partisipasi aktif peserta didik, dan keterlibatan tri-pusat pendidikan. Meskipun demikian, Program SRA di SDN 26 Pemecutan menunjukkan keberhasilan dalam membangun budaya sekolah yang mendukung pemenuhan hak-hak anak serta menurunkan potensi kekerasan, yang didorong oleh kuatnya kerjasama antara tenaga pendidik dan peserta didik dalam kegiatan formal dan non-formal.</p> <p><em>The objective of this research is to comprehensively analyze and describe the implementation and effectiveness of the Child-Friendly School Program (SRA) as a strategy for violence prevention at SDN 26 Pemecutan Denpasar. SRA is viewed as a systematic effort supported by the commitment of the entire school community to create an educational environment that is safe and free from all forms of violence. This study employs a descriptive qualitative approach, with data collection conducted through interviews, observation, and documentation. The implementation of SRA requires the fulfillment of six integrated components, which include: (1) a written policy commitment based on children's rights; (2) the availability of trained human resources (educators and education personnel); (3) non-violent, child-friendly teaching and learning processes; (4) safe facilities and infrastructure; (5) active participation of students; and (6) the involvement of the three educational centers (parents, community, and the business world). Nevertheless, the SRA Program at SDN 26 Pemecutan has shown success in building a school culture that supports the fulfillment of children's rights and reduces the potential for violence. This success is driven by strong cooperation between the educators and the students in both formal and non-formal activities.</em></p> I Wayan Adhi Aryasa, Komang Adi Sastra Wijaya Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18315 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 IMPLEMENTASI PRINSIP FOKUS PADA PELANGGAN DALAM PENINGKATAN MUTU LAYANAN PENDIDIKAN DI MTs MIFTAHUL ULUM NGEMPLAK https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17461 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip fokus pada pelanggan sebagai salah satu pilar utama Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality Management/TQM) dalam upaya meningkatkan mutu layanan pendidikan di MTs Miftahul Ulum Ngemplak. Fokus pada pelanggan dalam konteks pendidikan Islam dipahami sebagai orientasi lembaga dalam memenuhi kebutuhan, harapan, dan tingkat kepuasan peserta didik, orang tua, serta masyarakat sebagai pengguna layanan pendidikan. Latar belakang penelitian ini didorong oleh semakin tingginya tuntutan mutu pendidikan yang menekankan transparansi, pelayanan holistik, serta kompetensi lulusan yang relevan dengan perkembangan zaman dan nilai–nilai keislaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana data diperoleh melalui observasi langsung terhadap proses pelayanan dan kegiatan pembelajaran, wawancara mendalam dengan kepala madrasah, guru, peserta didik, dan orang tua, serta studi dokumentasi terhadap arsip dan program sekolah. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MTs Miftahul Ulum Ngemplak telah menerapkan beberapa praktik fokus pada pelanggan, antara lain pemetaan kebutuhan peserta didik, penyediaan layanan akademik yang variatif dan adaptif, peningkatan komunikasi dengan orang tua melalui berbagai media, serta pelaksanaan evaluasi kepuasan pelanggan secara berkala. Penerapan ini berdampak positif terhadap peningkatan motivasi belajar siswa, keterlibatan orang tua, serta citra sekolah di masyarakat. Namun demikian, penelitian juga menemukan beberapa hambatan seperti keterbatasan sarana prasarana, kurang meratanya kompetensi guru dalam inovasi pembelajaran, serta belum optimalnya budaya mutu yang berorientasi pada pelanggan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi prinsip fokus pada pelanggan memiliki kontribusi signifikan terhadap perbaikan mutu pendidikan Islam, meskipun diperlukan penguatan pada aspek manajerial, fasilitas, dan profesionalisme tenaga pendidik. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi lembaga pendidikan Islam dalam merancang strategi mutu berbasis kebutuhan pelanggan serta mendorong terciptanya layanan pendidikan yang berkesinambungan dan berkualitas.</p> Ainul Ghuri, Emy Zulaikah, Wahyu Muhibin, Sukarman Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17461 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 PERBANDINGAN SISTEM PERENCANAAN, KEWENANGAN, DAN PENGELOLAAN ANGGARAN DAERAH: STUDI ANALISIS RKPD, APBD, PAD, MONITORING-EVALUASI, DAN PARTISIPASI PUBLIK DI PROVINSI BANTEN DAN DKI JAKARTA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17624 <p>Penelitian ini menganalisis perbedaan sistem perencanaan dan pengelolaan anggaran daerah antara Provinsi Banten dan DKI Jakarta dengan menelaah dokumen RKPD, struktur APBD, kapasitas PAD, mekanisme monitoring-evaluasi, serta pola partisipasi publik dalam proses pembangunan daerah. Perbedaan status kelembagaan DKI Jakarta sebagai daerah khusus tanpa kabupaten/kota otonom, dan Banten sebagai provinsi dengan delapan daerah otonom menjadi faktor utama yang membentuk variasi dalam proses perencanaan, koordinasi lintas sektor, serta efektivitas pengelolaan keuangan daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DKI Jakarta memiliki proses perencanaan yang lebih terpusat dan terintegrasi melalui pemanfaatan sistem digital seperti e-planning dan e-budgeting, sehingga menghasilkan sinkronisasi program yang lebih kuat serta serapan anggaran yang relatif tinggi. Sumber pendapatan yang besar dari pajak daerah juga membuat Jakarta lebih mandiri secara fiskal dan tidak terlalu bergantung pada transfer pusat. Sebaliknya, Provinsi Banten menghadapi tantangan yang lebih kompleks, seperti keterbatasan PAD, ketergantungan pada dana transfer, kesenjangan kapasitas teknis antardaerah, serta proses koordinasi yang panjang karena perbedaan prioritas antara provinsi dan kabupaten/kota. Mekanisme partisipasi publik di Banten juga cenderung bersifat seremonial melalui Musrenbang, meskipun inovasi seperti Rakortek dan pemanfaatan media sosial mulai digunakan untuk memperluas ruang aspirasi warga. Secara keseluruhan, perbandingan kedua daerah menunjukkan bahwa kapasitas fiskal, struktur pemerintahan, dan kualitas tata kelola menjadi penentu utama keberhasilan sistem perencanaan dan penganggaran. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi perencanaan, peningkatan kapasitas birokrasi, serta pemanfaatan teknologi dalam memperkuat efektivitas pembangunan daerah.</p> <p><em>This study examines the differences in regional planning and budget management systems between Banten Province and DKI Jakarta by analyzing their RKPD documents, APBD structure, local revenue capacity (PAD), monitoring–evaluation mechanisms, and public participation practices. The institutional distinction DKI Jakarta as a special region without autonomous municipalities and Banten as a province overseeing eight autonomous districts and cities creates significant variations in planning processes, intergovernmental coordination, and fiscal management effectiveness. The findings reveal that DKI Jakarta applies a more centralized and integrated planning system supported by digital platforms such as e-planning and e-budgeting, enabling stronger program alignment and higher budget absorption rates. Its substantial local revenue base allows the region to operate with minimal reliance on central government transfers. Conversely, Banten continues to face structural challenges, including limited fiscal capacity, high dependence on central transfers, unequal bureaucratic capabilities across its regions, and lengthy coordination processes due to the diversity of local priorities. Although public participation is formally accommodated through Musrenbang, it tends to be ceremonial, and broader engagement is increasingly facilitated through Rakortek forums and social media-based feedback channels. Overall, the comparison demonstrates that fiscal capacity, institutional structure, and governance quality are critical determinants of planning and budgeting effectiveness. The study highlights the need for stronger integration, improved bureaucratic capacity, and enhanced use of digital tools to support more responsive and accountable regional development.</em></p> Rania Talitha Yumna, Kanaya Aulia Gunadi, Cinta Khoir Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17624 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 MODEL PENDIDIKAN TOLERANSI DI PESANTREN NU SEBAGAI WUJUD MODERASI BERAGAMA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18012 <p>Pondok pesantren sebagai lembaga keagamaan khas Indonesia mempunyai kekhasan tersendiri dalam membina dan mengedepankan nilainilai moderasi beragama. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilainilai moderasi beragama yang ditanamkan di Pondok Pesantren Harisul Khairaat dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara. Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren yang berbasis NU pada kegiatan pesantren yang berbasis NU umumnya menggunakan ahlususnnah wal jamaah, itu juga merupakan salah satu pondasi dari pondak pesantren yang berbasis.</p> <p><em>Islamic boarding schools, as uniquely Indonesian religious educational institutions, possess their own distinctiveness in nurturing and promoting values of religious moderation. This research aims to uncover the values of religious moderation cultivated at the Harisul Khairaat Islamic Boarding School using a qualitative research approach. Data collection techniques in this study involved observation, in-depth interviews. This research was conducted at an NU-based Islamic boarding school. In general, NU-based Islamic boarding school activities use Ahlususnnah wal Jamaah, which is also one of the foundations of NU-based Islamic boarding schools.</em></p> Jaenullah, Aziza Wati, Nayyirotul Anzumi Zahro Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18012 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 PERAN MODERASI BERAGAMA DALAM MENGATASI FENOMENA INTOLERANSI DI PANTI ASUHAN SRIMUJINAB PEKANBARU https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18292 <p>Fenomena intoleransi yang terjadi di Pekanbaru menjadi ancaman nyata bagi kehidupan sosial dan keberagaman bangsa, moderasi beragama muncul sebagai cara strategi untuk menanamkan nilai keseimbangan, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis perubahan pemahaman anak-anak terhadap nilai moderasi beragama sebagai upaya mencegah intoleransi setelah mengikuti sosialisasi di Panti Asuhan Srimujinab. Metode penelitian yang di gunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur, melalui analisis berbagai referensi akademik, laporan kebijakan, dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum sosialisasi, peserta hanya memahami toleransi secara normatif dan belum mengenal moderasi beragama secara menyeluruh. Setelah sosialisasi, pemahaman peserta meningkat signifikan mereka menjadi mampu mengenali bentuk intoleransi sehari-hari dan menunjukkan sikap lebih terbuka, inklusif, serta bijak dalam berinteraksi secara sosial maupun digital. Dengan demikian, sosialisasi moderasi beragama terbukti efektif memperkuat sikap toleransi dan mencegah intoleransi pada anak-anak sebagai generasi penerus. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelaksanaan kegiatan serupa secara berkelanjutan di lembaga pendidikan dan panti asuhan untuk membangun budaya keberagaman yang harmonis di masyarakat.</p> <p><em>The phenomenon of intolerance occurring in Pekanbaru poses a real threat to social life and national diversity. Religious moderation has emerged as a strategic way to instill the values of balance, tolerance, and respect for differences. This study aims to analyze changes in children's understanding of the value of religious moderation as an effort to prevent intolerance after participating in outreach at the Srimujinab Orphanage. The research method used was descriptive qualitative with a literature study approach, through various analyses of academic references, policy reports, and scientific journals. The results showed that before the outreach, participants only understood tolerance in a normative manner and did not yet understand religious moderation comprehensively. After the outreach, participants' understanding increased significantly; they became able to recognize everyday forms of intolerance and demonstrated a more open, inclusive, and wise attitude in social and digital interactions. Thus, the outreach of religious moderation has proven effective in strengthening attitudes of tolerance and preventing intolerance in children as the next generation. This study emphasizes the importance of implementing similar activities on an ongoing basis in educational institutions and orphanages to build a harmonious culture of diversity in society.</em></p> Ilham Hudi, Nadya Khairiah, Marsa Anjeni, Triana Anjani, Dwi Maya Sari, Suci Indah Rahmadhani Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18292 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KINERJA GURU SERTA PRESTASI SISWA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18335 <p>Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor kunci dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan. Kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai pengelola administrasi sekolah, tetapi juga sebagai pemimpin pendidikan yang memiliki tanggung jawab strategis dalam meningkatkan kinerja guru dan prestasi siswa. Kepemimpinan yang efektif mampu menciptakan iklim sekolah yang kondusif, meningkatkan motivasi kerja guru, serta mendorong optimalisasi proses pembelajaran. Namun demikian, berbagai penelitian menunjukkan bahwa implementasi kepemimpinan kepala sekolah di lapangan masih menghadapi berbagai permasalahan, seperti lemahnya supervisi akademik, rendahnya pembinaan profesional guru, dan belum optimalnya budaya mutu sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif kepemimpinan kepala sekolah serta implikasinya terhadap kinerja guru dan prestasi siswa berdasarkan hasil penelitian nasional dalam lima tahun terakhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka terhadap jurnal nasional terakreditasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berimplikasi signifikan terhadap peningkatan kinerja guru, baik dari aspek pedagogik, profesional, maupun motivasional, yang selanjutnya berdampak pada peningkatan prestasi akademik dan nonakademik siswa.</p> <p><em>The leadership of school principals is a key factor in determining the success of educational implementation at the school level. Principals not only function as administrators of school management but also as educational leaders who bear strategic responsibility for improving teacher performance and student achievement. Effective leadership is able to create a conducive school climate, enhance teachers’ work motivation, and encourage the optimization of the learning process. However, various studies indicate that the implementation of principal leadership in practice still faces several challenges, such as weak academic supervision, low levels of professional teacher development, and the suboptimal establishment of a school quality culture. This study aims to comprehensively examine principal leadership and its implications for teacher performance and student achievement based on the findings of national studies over the last five years. This research employs a qualitative approach using a literature review method of accredited national journals. The results of the review indicate that principal leadership has significant implications for improving teacher performance, particularly in pedagogical, professional, and motivational aspects, which in turn have an impact on enhancing students’ academic and non-academic achievement.</em></p> Irda Suriani, Khodijah Nasution, Selvi Kholisoh Nasution, Siti Aisah Hasibuan Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18335 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 PENERAPAN PELATIHAN MEMBACA NOTASI SOLMISASI UNTUK MENINGKATKAN KETEPATAN NADA DALAM PADUAN SUARA SMAK GIOVANNI KUPANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17512 <p>Paduan Suara adalah kelompok penyanyi yang menyanyikan suatu karya musik secara bersama-sama dengan membagi suara ke dalam beberapa bagian, seperti sopran, alto, tenor, dan bass. Paduan suara juga dikenal sebagai suatu bentuk ansambel vokal yang terdiri atas sejumlah penyanyi yang menyanyikan karya musik secara serempak dalam harmoni, dipimpin oleh seorang dirigen untuk mencapai kesatuan suara dan ekspresi musik. Dalam pendidikan di sekolah, paduan suara memiliki peran yang cukup penting bagi peningkatan kualitas bermusik siswa. Pembelajaran paduan suara dilaksanakan melalui ekstrakurikuler paduan suara bagi siswa-siswi yang memiliki minat dan bakat dalam vokal, khususnya paduan suara. Hal ini berguna untuk meningkatkan kemampuan bermusik siswa-siswi, sehingga mereka dapat menyalurkan kreatifitas yang mereka miliki dalam sebuah kelompok paduan suara . Adapun tujuan kegiatan melatih paduan suara ini adalah :1) Mengasah keterampilan bermusik dari setiap individu 2) Melatih kemampuan membaca notasi dalam bernyanyi 3) Mempersiapkan grup paduan suara untuk dipentaskan. Metode yang digunakan dalam pelatihan paduan suara yaitu metode drill dan imitasi. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi SMAK Giovanni Kupang kelas X dan XI. Hasil dari kegiatan ini adalah siswa dapat memiliki kemampuan dalam membaca notasi dengan baik .</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Yovita Febrianti Bupu, Maria Yosefina Mage Senda, Della Nasaria Seran, Fransiskus Asisi Noa, Angri Ananias Yoan Sompu, Katharina Kojaing Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17512 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 ANALISIS KEBUTUHAN KURIKULUM PENDEKATAN DAN TEKNIS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17711 <p>Pengembangan kurikulum yang efektif dan relevan harus didasarkan pada fondasi yang kuat, yaitu Analisis Kebutuhan (Need Analysis). Artikel ini bertujuan untuk menguraikan urgensi analisis kebutuhan kurikulum, meninjau berbagai pendekatan filosofis dan teoretis, serta memaparkan teknik-teknik praktis yang digunakan dalam proses pengumpulan dan analisis data. Analisis kebutuhan berfungsi untuk mengidentifikasi kesenjangan (discrepancy) antara kondisi aktual (apa yang ada) dengan kondisi ideal yang diharapkan (apa yang seharusnya ada) dalam kompetensi lulusan, tuntutan dunia kerja, dan konteks sosial-budaya. Kami mengusulkan model penelitian campuran (mixed-methods) untuk mencapai triangulasi data yang valid. Pemilihan pendekatan dan teknik yang tepat akan memastikan kurikulum yang dihasilkan bersifat adaptif, efektif, dan memiliki daya guna tinggi dalam menghadapi dinamika pendidikan dan era digital.</p> <p><em>Effective and relevant curriculum development must be based on a solid foundation, namely Needs Analysis. This article aims to outline the urgency of curriculum needs analysis, review various philosophical and theoretical approaches, and describe practical techniques used in the data collection and analysis process. Needs analysis serves to identify discrepancies between actual conditions (what exists) and ideal conditions (what should exist) in terms of graduate competencies, workplace demands, and socio-cultural contexts. We propose a mixed-methods research model to achieve valid data triangulation. Selecting the right approach and technique will ensure the resulting curriculum is adaptive, effective, and highly usable in facing the dynamics of education and the digital era.</em></p> Ahmadi, Nur Rochim, Muhammad Khoiruddin Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17711 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 ANALISA PENERAPAN MANAJEMEN KOMUNIKASI DAN PEMASARAN PADA UMKM KATUPEK KAMBA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18266 <p>UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menegah) yang banyak bergerak dalam penjualan sarapan pagi memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian lokal dan memenuhi kebutuan masyarakat akan makanan cepat saji berkualitas. Penilitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan, tantangan yang dihadapi, serta peluang pengembangan bisnis UMKM disektor ini. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara yang mendalam, observasi langsung dan studi literatur. Hasil penilitian menjunjukkan bahwa faktor lokasi strategis, variasi menu, serta penggunaan teknologi seperti platform digital untuk pemesanan memiliki dampak signifikan terhadap keberhasilan usaha.</p> Golan Hasan, Fatinah Salsabila Suganda, Selen Angelina Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18266 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 IMPLEMENTASI PROGRAM PEMASANGAN SANGGUL DALAM UPAYA MENDORONG PENGARUSUTAMAAN GENDER (PUG): https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18311 <p>Penelitian ini menganalisis implementasi program pemasangan sanggul pusung tagel sebagai strategi pengarusutamaan gender di LKSA Dharma Widya Kumara Bangli, dengan menggunakan Teori Implementasi Kebijakan Van Meter dan Van Horn (1975) yang mencakup enam indikator utama: standar dan tujuan kebijakan, sumber daya, komunikasi antar pelaksana, karakteristik agen pelaksana, disposisi pelaksana, serta kondisi lingkungan eksternal. Program yang difasilitasi Dinas Sosial P3A Provinsi Bali ini telah diimplementasikan di tujuh kabupaten di Bali, termasuk Bangli, sebagai upaya pelestarian budaya Bali sekaligus pemberdayaan perempuan rentan. Pendekatan kualitatif studi kasus mengungkap bahwa keberhasilan program di LKSA Bangli bergantung pada keselarasan indikator-indikator tersebut, meskipun terkendala oleh keterbatasan sumber daya dan koordinasi antarlembaga. Temuan menunjukkan kontribusi signifikan terhadap penguatan identitas gender inklusif dan perlindungan hak perempuan, dengan rekomendasi optimalisasi komunikasi dan alokasi anggaran untuk replikasi program secara berkelanjutan. Program ini tidak hanya melestarikan nilai budaya tradisional, tetapi juga mengembangkan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan perempuan sebagai modal pemberdayaan, serta mendorong kesadaran akan pentingnya peran perempuan dalam menjaga warisan budaya dan membuka peluang ekonomi yang setara.</p> <p><em>This research analyzes the implementation of the Pusung Tagel (traditional Balinese hair bun) styling program as a gender mainstreaming strategy at LKSA Dharma Widya Kumara Bangli. The study utilizes the Van Meter and Van Horn (1975) Policy Implementation Theory, which encompasses six primary indicators: policy standards and objectives, resources, inter-organizational communication, characteristics of the implementing agencies, the disposition of implementers, and external environmental conditions. Facilitated by the Office of Social Affairs, Women’s Empowerment, and Child Protection (Dinas Sosial P3A) of Bali Province, this program has been implemented across seven regencies in Bali, including Bangli, as an effort to preserve Balinese culture while empowering vulnerable women. Using a qualitative case study approach, the findings reveal that the program's success at LKSA Bangli depends on the alignment of these six indicators, despite challenges regarding resource limitations and inter-institutional coordination. The results demonstrate a significant contribution to strengthening inclusive gender identity and protecting women’s rights. The study recommends optimizing communication and budget allocation to ensure sustainable program replication. Furthermore, this program not only preserves traditional cultural values but also equips women with practical skills that serve as capital for empowerment, fostering awareness of the vital role women play in safeguarding cultural heritage while opening equitable economic opportunities.</em></p> Gede Sadhu Krishna Kana, I Dewa Ayu Putri Wirantari Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18311 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 TRANSFORMASI PERADABAN MANUSIA MELALUI KEMAJUAN SAINS DAN TEKNOLOGI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17436 <p>Transformasi peradaban manusia dari Era 1.0 hingga Era 5.0 menunjukkan perjalanan panjang manusia dalam beradaptasi dengan kemajuan sains dan teknologi yang terus berkembang. Dimana dalam setiap eranya pasti terdapat tantangan dan peluang baru dalam membentuk cara manusia berpikir, bekerja, dan berinteraksi dengan lingkungannya. Pada Era 1.0, manusia ketika melakukan kegiatan sehari-harinya masih hanya terbatas dengan kekuatan fisik dan alat-alat tradisional lainnya dengan teknologi yang sangat sederhana. Memasuki Era 2.0, revolusi industri mulai mengubah tatanan sosial dan ekonomi melalui penemuan mesin serta awal dari mekanisasi kerja. Era 3.0 ditandai dengan munculnya komputer dan otomatisasi yang meningkatkan efisiensi, namun sekaligus menciptakan kesenjangan kemampuan dan akses terhadap teknologi. Selanjutnya, Era 4.0 membawa revolusi digital melalui integrasi kecerdasan buatan, big data, dan Internet of Things (IoT), yang mempercepat konektivitas global tetapi juga menimbulkan tantangan etis dan sosial baru. Kini, di Era 5.0, peradaban manusia berusaha menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan nilai-nilai kemanusiaan, menciptakan sinergi antara inovasi digital dan kesejahteraan sosial. Era ini menekankan pentingnya kolaborasi antara manusia dan mesin untuk mencapai keberlanjutan, empati, serta kualitas hidup yang lebih baik. Untuk mewujudkan transformasi peradaban yang inklusif dan berkelanjutan, dibutuhkan kebijakan yang berpihak pada pemerataan akses teknologi, pengembangan kemampuan manusia agar adaptif terhadap perubahan, serta integrasi nilai-nilai humanistik dalam setiap aspek kemajuan sains dan teknologi. Maka dari itu, Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana dampak kemajuan sains dan teknologi dalam peradaban manusia. Seperti yang telah kita ketahui, pada era saat ini yang biasa kita sebut dengan era 5.0.</p> Leo Tri Alvian Permana, Sofiatun Hikmah, Yeni Andriani, I. Ketut Mahardika, Kendid Mahmudi, Habibah Khusna Baihaqi Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17436 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 PERTANGGUNGJAWABAN HUKUM PENYELENGGARA ACARA AKIBAT PEMBATALAN TIKET PADA PLATFORM ONLINE KARENA FORCE MAJEURE https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17548 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh persoalan pertanggung jawaban penyelenggara acara akibat pembatalan pembelian tiket yang sudah dibeli secara online melalui aplikasi atau platform digital, apabila pembatalan tersebut terjadi karena keadaan force majeure. Jika memang terjadi akibat force majeure alasan tersebut dapat dijadikan dasar untuk membebaskan debitur dari tanggung jawab, tetapi penerapannya tidak serta-merta menghilangkan kewajiban penyelenggara untuk memberikan kompensasi kepada konsumen. Perkembangan teknologi yang semakin pesat di era digital, pembelian tiket secara online sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Namun, ketentuan atau aturan hukum terkait pembatalan dan pertanggung jawaban terhadap konsumen saat terjadi keadaan force majeure masih menimbulkan kebingungan pada penyelenggara acara dan konsumen. Oleh karena itu, penulisan penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaturan hukum yang berlaku, penyelesaian sengketa antara penyelenggara dan konsumen, serta penerapan perlindungan bagi konsumen. Penelitian ini menggunakan metode normatif yuridis dengan menganalisis peraturan perundang-undangan, sumber-sumber hukum, mekanisme penyelesaian sengketa dan kebijakan perlindungan konsumen. Hasil dari penelitian ini menjawab yaitu penyelenggara acara dan konsumen harus mempertimbangkan hak dan kewajiban masing-masing dan penyelenggara acara wajib memberi informasi yang jelas, memberi kompensasi kepada konsumen sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen agar tidak merugikan konsumen yang sudah membayar dan memberikan solusi yang adil kepada konsumen, misalnya melalui mekanisme non-litigasi di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK).</p> <p><em>This study is motivated by the issue of event organizers' liability for the cancellation of tickets purchased online through applications or digital platforms, if the cancellation occurs due to force majeure. If it does occur due to force majeure, this reason can be used as a basis to release the debtor from liability, but its application does not automatically eliminate the organizer's obligation to provide compensation to consumers. With the rapid development of technology in the digital era, online ticket purchases have become commonplace. However, the legal provisions or regulations related to cancellations and liability to consumers in the event of force majeure still cause confusion for event organizers and consumers. Therefore, this study aims to examine the applicable legal regulations, dispute resolution between organizers and consumers, and the application of consumer protection. This research uses a normative juridical method by analyzing laws and regulations, legal sources, dispute resolution mechanisms, and consumer protection policies. The conclusion of this study is that event organizers and consumers must consider their respective rights and obligations, and event organizers are required to provide clear information, compensate consumers in accordance with the Consumer Protection Law so as not to harm consumers who have paid, and provide fair solutions to consumers, for example through non-litigation mechanisms at the Consumer Dispute Settlement Agency (BPSK).</em></p> Muhammad Elnico Fadil Irawan, Daffila Dhiya Azzahra , Desty Yusmiati , Yuniq Elfanita, Tia Putri Ivani, Muhamad Fauzi Rais Lutfi Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17548 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 PEMETASAN DRAMA MUSIKAL SATI DATI DALAM MELESTARIKAN BUDAYA LOKAL ENDE LIO https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17986 <p>Penelitian ini mengkaji pementasan drama musikal Sati Dati sebagai media pelestarian budaya pernikahan adat pra-agama masyarakat Ende Lio di Wolotopo, yang diatur oleh hukum adat melalui sistem belis, tawar-menawar ternak, dan ritual komunal untuk memperkuat solidaritas keluarga besar. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis wawancara mendalam dengan guru senior, hasil menunjukkan inisiatif anak-anak SMP sebagai pemeran, penyanyi, penari, dan pemusik berhasil membuka pemahaman masyarakat terhadap tradisi nyaris punah, mendorong partisipasi aktif warga, serta menciptakan dialog antargenerasi. Drama ini berfungsi sebagai edukasi simbolik yang efektif menghadapi modernisasi dan ketidaktahuan generasi muda, dengan rekomendasi integrasi ke kurikulum sekolah, festival tahunan, serta konten digital untuk keberlanjutan identitas budaya lokal</p> Virgilius Bate Lina, Beata Kamesia Ngole, Maria Sutriati Y. Wamung Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17986 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 HOAX SEBAGAI ANCAMAN TERHADAP HUKUM DAN ETIKA KOMUNIKASI: PERAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DALAM KLASIFIKASI KASUS HOAKS AGNEZ MONICA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18288 <p>Di era digital yang cepat, penyebaran disinformasi, terutama hoaks, menjadi tantangan serius dalam komunikasi yang memengaruhi masyarakat. Penelitian ini mengkaji fenomena hoaks dengan fokus pada kasus penyebaran informasi palsu mengenai Agnez Mo yang mengklaim bahwa ia telah meninggal dunia. Menggunakan metode studi kasus dan studi literatur, data dianalisis dari berbagai sumber, termasuk berita media dan postingan di Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hoaks ini merusak reputasi individu dan menciptakan keresahan di masyarakat, yang mengarah pada ketidakpercayaan terhadap sumber informasi yang sah. Penelitian ini juga menekankan pentingnya literasi media untuk memberdayakan masyarakat dan tanggung jawab platform digital dalam memerangi berita palsu. Dari temuan ini, disimpulkan bahwa kolaborasi antara individu, organisasi, dan pemerintah sangat penting untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya hoaks dan memperkuat regulasi yang ada. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan strategi komunikasi yang lebih efektif dalam menghadapi disinformasi di era digital.</p> <p><em>In the rapid digital era, the spread of disinformation, especially hoaxes, poses a serious communication challenge that impacts society. This study examines the hoax phenomenon, focusing on the case of the spread of false information about Agnez Mo, claiming that she had died. Using case study and literature review methods, data were analyzed from various sources, including media reports and Instagram posts. The results show that this hoax damages individuals' reputations and creates public unrest, leading to distrust of legitimate sources of information. This study also emphasizes the importance of media literacy to empower the public and the responsibility of digital platforms in combating fake news. From these findings, it is concluded that collaboration between individuals, organizations, and the government is crucial to raise awareness of the dangers of hoaxes and strengthen existing regulations. This research contributes to the development of more effective communication strategies in addressing disinformation in the digital era.</em></p> Aira Avista Derlen, Maddlyn Kezia Eyounora Tampubolon, Moechamad Lintang R.A Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18288 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 PENGARUH PEMBIAYAAN MURABAHAH TERHADAP PENGEMBANGAN MODAL UMKM DI KSPPS KOLAKA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18326 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembiayaan murabahah terhadap pengembangan modal UMKM di KSPPS Kolaka. UMKM memegang peran strategis dalam perekonomian lokal maupun nasional, namun sering menghadapi kendala keterbatasan modal yang menghambat pengembangan usaha. KSPPS sebagai lembaga keuangan syariah menawarkan pembiayaan murabahah yang didasarkan pada prinsip keadilan, transparansi, dan kepastian akad. Penelitian ini menggunakan metode literatur review dengan pendekatan kualitatif, mengkaji berbagai sumber buku dan jurnal terkait pembiayaan murabahah dan pengembangan modal UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan murabahah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan modal UMKM, baik dalam peningkatan modal kerja maupun aset usaha. Efektivitas pembiayaan murabahah sangat bergantung pada kemampuan pengelolaan usaha dan adanya pendampingan yang memadai. Temuan ini menegaskan bahwa pembiayaan murabahah dapat menjadi instrumen strategis dalam pemberdayaan UMKM, selaras dengan prinsip ekonomi syariah dan maqashid al-syariah.</p> <p><em>This study aims to analyze the effect of murabahah financing on the capital development of MSMEs at KSPPS Kolaka. MSMEs play a strategic role in both local and national economies, yet they often face capital limitations that hinder business growth. KSPPS, as an Islamic financial institution, provides murabahah financing based on principles of justice, transparency, and contract certainty. This study employs a literature review method with a qualitative approach, examining various books and journals related to murabahah financing and MSME capital development. The results indicate that murabahah financing has a positive and significant effect on the development of MSME capital, including working capital and business assets. The effectiveness of murabahah financing highly depends on the entrepreneurs’ management capabilities and the availability of adequate guidance. These findings confirm that murabahah financing can serve as a strategic instrument in empowering MSMEs, in line with Islamic economic principles and maqashid al-shariah.</em></p> Muhammad Nur, Nahda Afniatul Ataya, Anggun Pratiwi, Karmila, Amil Malik Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18326 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 PENGARUH INTENSITAS MENONTON YOUTUBE TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA EKSPRESIF ANAK USIA 4-6 TAHUN DI TK DHARMA WANITA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17497 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh intensitas menonton YouTube terhadap perkembangan bahasa ekspresif anak usia 4–6 tahun di TK Dharma Wanita. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya penggunaan gawai pada anak usia dini yang berpotensi memengaruhi pemerolehan bahasa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menggali data secara mendalam dari guru dan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang menonton YouTube dalam durasi tinggi cenderung mengalami keterbatasan kosakata, penggunaan frasa sederhana, serta ketergantungan pada ungkapan yang ditiru dari konten video. Anak juga mengalami kesulitan menyusun kalimat secara spontan dan menunjukkan perilaku “scripted speech”. Sebaliknya, anak dengan durasi menonton rendah dan mendapat pendampingan orang dewasa memperlihatkan kemampuan bahasa ekspresif yang lebih baik. Temuan ini menegaskan bahwa YouTube tidak selalu berdampak negatif, tetapi penggunaannya harus disertai pemilihan konten yang tepat, pembatasan durasi, serta interaksi pendamping sebagai stimulasi utama perkembangan bahasa. Penelitian ini memberikan implikasi bagi guru dan orang tua dalam merancang strategi literasi digital yang lebih terarah bagi anak usia dini..</p> <p><em>This study aims to describe the influence of YouTube viewing intensity on the expressive language development of children aged 4–6 years at TK Dharma Wanita. The research is grounded in the increasing use of digital media among young children, which may affect their language acquisition processes. A qualitative approach was employed, using observation, interviews, and documentation to obtain in-depth data from teachers and children. The findings indicate that children who watch YouTube for long durations tend to have limited vocabulary, rely on simple phrases, and frequently imitate expressions from video content without understanding contextual meaning. These children also experience difficulties generating spontaneous sentences and often display “scripted speech” patterns. In contrast, children with lower viewing intensity and consistent adult guidance demonstrate richer vocabulary use and more structured expressive language abilities. The study highlights that YouTube does not inherently produce negative effects; rather, its impact depends on content selection, viewing duration, and the presence of adult–child interaction. These results provide important implications for teachers and parents in designing more intentional digital literacy strategies for early childhood learners.</em></p> Halen Dwistia, Nuriska Aulia, Jesika Widiawati, Putri Febriani Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17497 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 PENJATUHAN PIDANA PELATIHAN KERJA DALAM PRAKTIK PERADILAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17641 <p>Penelitian ini mengkaji ketepatan penjatuhan pidana pelatihan kerja dalam praktik peradilan anak, dengan fokus pada Putusan Nomor 21/Pid.Sus-Anak/2023/PN Jmr. Latar belakang penelitian berangkat dari ketidaksesuaian antara ketentuan normatif Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak yang mensyaratkan ancaman pidana kumulatif berupa penjara dan denda dengan penerapan pidana pelatihan kerja dalam perkara yang berlandaskan Pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP yang bersifat tunggal. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif melalui pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim menjatuhkan pidana pelatihan kerja tanpa mempertimbangkan syarat normatif serta sifat delik kekerasan yang semestinya menempatkan pidana pembatasan kebebasan sebagai prioritas. Pembahasan menegaskan bahwa pertimbangan hakim belum memadai (onvoldoende gemotiveerd) dan tidak sepenuhnya mencerminkan perlindungan hukum maupun rasa keadilan bagi korban.</p> Jovian Efendi, Suyatna Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17641 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 STUDI AKSESIBILITAS OBJEK WISATA DI BUKIT TINGGI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18256 <p>Aksesibilitas merupakan salah satu faktor penting dalam pengembangan pariwisata karena berpengaruh langsung terhadap kemudahan, kenyamanan, dan minat wisatawan dalam mengunjungi suatu destinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat aksesibilitas objek wisata di Kota Bukittinggi sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Sumatera Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi langsung terhadap beberapa objek wisata utama, antara lain Jam Gadang, Ngarai Sianok, Taman Panorama, Lobang Jepang, Museum Perjuangan, Kebun Binatang Kinantan Zoo, Janjang 40, Nasi Kapau, Pasar Lereng, . Observasi dilakukan selama dua hari pada hari kerja dan akhir pekan dengan mengamati kondisi jalan, ketersediaan transportasi, rambu dan petunjuk arah, fasilitas parkir, jalur pejalan kaki, aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, serta fasilitas pendukung seperti akomodasi dan rumah makan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar objek wisata di Kota Bukittinggi memiliki tingkat aksesibilitas yang tinggi, ditandai dengan jarak yang dekat dari pusat kota, kondisi jalan yang relatif baik, serta tersedianya berbagai moda transportasi dan fasilitas pendukung yang memadai. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, terutama terkait kelengkapan data kondisi jalan dan pengelolaan lalu lintas pada kawasan dengan intensitas kunjungan tinggi. Secara keseluruhan, aksesibilitas yang baik di Kota Bukittinggi berpotensi mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan meningkatkan daya tarik destinasi wisata bagi pengunjung.</p> <p><em>Accessibility is one of the crucial factors in tourism development, as it directly influences the ease, comfort, and interest of tourists in visiting a destination. This study aims to analyze the level of accessibility of tourist attractions in the City of Bukittinggi, one of the flagship tourism destinations in West Sumatra. The method used in this research involves direct observation of several main tourist attractions, including Jam Gadang, Ngarai Sianok, Taman Panorama, Lobang Jepang, Museum Perjuangan, Kebun Binatang Kinantan Zoo, Janjang 40, Nasi Kapau, and Pasar Lereng. Observations were conducted over two days—on weekdays and weekends—focusing on road conditions, availability of transportation, signage and directions, parking facilities, pedestrian pathways, accessibility for persons with disabilities, and supporting facilities such as accommodations and eateries. The data obtained were analyzed descriptively. The results indicate that most tourist attractions in Bukittinggi have a high level of accessibility, characterized by their proximity to the city center, relatively good road conditions, and adequate availability of various transportation modes and supporting facilities. Nevertheless, several aspects still require improvement, particularly regarding comprehensive road condition data and traffic management in areas with high visitor intensity. Overall, the good accessibility in Bukittinggi has the potential to support sustainable tourism development and enhance the destination's appeal to visitors.</em></p> Dewi Yuwandari, Khoirun Nisa Lubis, Riri Zainap, Siti Rona Daulay, Ripda Kasria Ningsih, Helsa Tusni Yahya, Dinil Fitri, Suwaiba Hasibuan, Ismail Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18256 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000 PANDANGAN ULAMA DAN TOKOH ADAT TERHADAP PRAKTIK UPAH MENGUPAH DALAM PROSES PENYELENGGARAAN JENAZAH DI NAGARI JAMBAK SELATAN KEC. LUHAK NAN DUO KAB. PASAMAN BARAT https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18309 <p>Penelitian ini membahas praktik upah mengupah dalam proses penyelenggaraan jenazah di Desa Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, serta menelaah pandangan ulama dan tokoh adat terhadap fenomena tersebut. Praktik pemberian upah kepada pihak yang mengurus jenazah seperti memandikan, mengkafani, menshalatkan, menggali kubur, hingga menguburkan telah menjadi tradisi yang berkembang di masyarakat setempat. Namun, praktik ini menimbulkan dilema sosial dan agama, terutama karena seringkali dianggap sebagai kewajiban yang membebani keluarga yang sedang berduka, khususnya bagi yang kurang mampu secara ekonomi.Dengan tujuan Untuk mengetahui praktik upah mengupah dalam proses penyelenggaraan jenazah serta bagaimana pandangan Ulama Dan Tokoh Adat terhadap praktik upah mengupah dalam proses penyelenggaraan jenazah di Desa Koto Baru Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Bara Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara dan observasi langsung kepada masyarakat dan tokoh terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi praktik upah mengupah dalam proses penyelenggaraan jenazah di Desa Koto Baru Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat, merupakan sebuah kebiasaan masyarakat lokal yang sudah berjalan sejak lama dan menjadi bagian dari budaya sosial. Dalam praktiknya, masyarakat memberikan imbalan kepada pengurus jenazah berupa uang, kain, atau bahan kebutuhan pokok sebagai bentuk rasa terima kasih atas bantuan mereka dalam proses memandikan, mengkafani, menyolatkan, hingga menguburkan jenazah. Imbalan tersebut tidak bersifat wajib atau tarif tetap, tetapi lebih sebagai bentuk sukarela dan penghargaan. Tradisi ini tumbuh dari semangat gotong royong yang dikombinasikan dengan nilai-nilai sosial dan penghormatan terhadap orang yang telah wafat. Dalam pelaksanaannya, tetap dijumpai unsur saling tolong menolong dan kesepakatan yang tidak memberatkan kedua belah pihak. Pandangan ulama dan tokoh adat terhadap tradisi praktik upah mengupah dalam penyelenggaraan jenazah di Desa Koto Baru, pada umumnya bersifat positif dan moderat. Para ulama menyatakan bahwa pemberian upah dalam pengurusan jenazah diperbolehkan dalam Islam selama tidak menjadi keharusan atau niat utama dalam melaksanakan fardhu kifayah. Upah yang diberikan dianggap sah secara hukum Islam apabila diberikan secara ikhlas sebagai penghargaan dan bukan transaksi jual beli jasa. Sementara itu, tokoh adat atau niniak mamak memandang praktik ini sebagai bagian dari penghormatan dan balas budi dalam adat. Mereka menekankan pentingnya menjaga nilai gotong royong dan keikhlasan, serta memastikan agar tradisi ini tidak berubah menjadi komersialisasi. Oleh karena itu, baik dari sisi syariat maupun adat, praktik ini dapat diterima sepanjang masih dalam koridor kearifan lokal, keikhlasan, dan tidak menyalahi norma agama serta nilai sosial masyarakat</p> <p><em>This study discusses the practice of paying wages in the process of organizing funerals in Koto Baru Village, Luhak Nan Duo District, West Pasaman Regency, and examines the views of religious scholars and traditional leaders on this phenomenon. The practice of paying wages to those who take care of the corpse such as bathing, shrouding, praying, digging graves, and burying has become a tradition that has developed in the local community. However, this practice creates a social and religious dilemma, especially because it is often considered an obligation that burdens grieving families, especially those who are economically disadvantaged. With the aim of finding out the practice of paying wages in the process of organizing funerals and how religious scholars and traditional leaders view the practice of paying wages in the process of organizing funerals in Koto Baru Village, Luhak Nan Duo District, West Pasaman Regency. This study uses a qualitative approach with interview methods and direct observation of the community and related figures. The results of the study indicate that the tradition of paying wages in the process of organizing funerals in Koto Baru Village, Luhak Nan Duo District, West Pasaman Regency, is a local community habit that has been going on for a long time and is part of social culture. In practice, people give compensation to the body's caretaker in the form of money, cloth or basic necessities as a form of gratitude for their help in the process of washing, shrouding, praying and burying the body. These rewards are not mandatory or fixed rates, but rather a form of voluntary and appreciation. This tradition grows from the spirit of mutual cooperation combined with social values and respect for people who have died. In its implementation, there is still an element of mutual assistance and agreements that do not burden both parties. The views of ulama and traditional leaders regarding the tradition of paying wages in the handling of corpses in Koto Baru Village are generally positive and moderate. The ulama state that paying wages for handling corpses is permissible in Islam as long as it is not a necessity or the main intention in carrying out fardhu kifayah. Wages given are considered valid under Islamic law if they are given sincerely as appreciation and not as a transaction of buying and selling services. Meanwhile, traditional leaders or niniak mamak view this practice as part of the respect and reciprocation of custom. They emphasized the importance of maintaining the values of mutual cooperation and sincerity, and ensuring that this tradition does not turn into commercialization. Therefore, both in terms of sharia and customs, this practice is acceptable as long as it is within the corridor of local wisdom, sincerity, and does not violate religious norms and social values of society..</em></p> Muhammad Febrianto, Beni Firdaus Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18309 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 PEMETAAAN LANDASAN FILOSOFIS DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN BERBASIS ANALISIS SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW (SLR) TAHUN 2020–2025 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17419 <p><em>The study arrives at the conclusion that the strength of curriculum development ultimately depends on how coherently its philosophical foundations are positioned as the core frame that guides educational direction. When ontological assumptions about human nature, epistemological views of knowledge, and axiological commitments to values operate in synergy, the curriculum becomes capable of cultivating learners whose intellectual, ethical, and spiritual dimensions develop in balance. This integrated philosophical grounding forms the essential justification for examining how curriculum concepts are constructed and interpreted within contemporary Islamic education. To uncover this conceptual architecture, the research draws on a Systematic Literature Review (SLR) covering publications from 2020 to 2025, which collectively reveal how modern educational discourse engages with philosophical traditions such as perennialism, essentialism, progressivism, existentialism, and reconstructionism. Their intersections provide a conceptual map showing that philosophy functions not as a peripheral reference but as the central mechanism shaping curricular aims, content organization, and pedagogical orientation. Through systematic screening, data reduction, and thematic synthesis, the SLR identifies recurring patterns that highlight philosophy’s decisive influence on curriculum coherence. This inverted approach beginning from conceptual conclusions and tracing backward to their sources demonstrates that curriculum frameworks lacking philosophical clarity risk becoming fragmented, mechanistic, and disconnected from contemporary educational realities. Accordingly, the study reinforces the necessity of placing philosophical foundations at the heart of curriculum development.</em></p> Mohamad Erihadiana, Soni Sultansah, Rido Rokhmatul Ulum, Hilmi Abdul Halim Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17419 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 PERAN PENGAWAS PAIS DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PAI MELALUI UMPAN BALIK KONSTRUKTIF https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17542 <p>Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memegang peran penting dalam membentuk karakter dan spiritualitas peserta didik, sehingga peningkatan kompetensi profesional guru menjadi prioritas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pengawas Pendidikan Agama Islam (PAIS) dalam meningkatkan kompetensi guru PAI melalui pemberian umpan balik konstruktif. Penelitian menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui pengumpulan data wawancara mendalam dengan pengawas PAIS dan studi dokumentasi terkait supervisi akademik, perangkat pembelajaran, serta kebijakan resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pegawas PAIS menjalankan supervisi berbasis kolaboratif dengan dialog dua arah, memberikan umpan balik yang spesifik, solutif, dan positif, sehingga guru terdorong melakukan refleki, memperbaiki metode, mengembangkan materi, serta mengevaluasi hasil belajar secara objektif. Strategi pengembangan kompetensi guru PAI dilakukan melalui mentoring individu, Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), dan workshop, yang memfasilitasi peningkatan profesionalisme guru PAI. Pembinaan yang berkelanjutan dan komunikasi interpersonal yang terbuka membantu mengatasi hambatan seperti beban administrasi dan persepsi supervisi yang masih formal. Temuan ini menegaskan bahwa umpan balik konstruktif merupakan instrumen strategis dalam membangun profesionalisme guru PAI dan meningktkan mutu pembelajaran di wilayah Kankemenag Jombang.</p> Maylavaizza, Nur Kholis, Sulanam Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17542 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 FUNGSI ASTRONOMIS GUGUSAN BINTANG DALAM AL-QUR’AN: ANALISIS TAFSIR KLASIK DAN SAINS MODERN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17810 <p>Kajian mengenai fungsi astronomis gugusan bintang dalam al-Qur’an merupakan tema penting yang menempatkan teks wahyu dalam dialog dengan ilmu astronomi modern. Al-Qur’an menyebut bintang sebagai petunjuk arah, hiasan langit, serta sarana pelempar syayāṭīn. Para mufassir klasik seperti al-Ṭabarī, Ibn Kathīr, dan al-Qurṭubī memberi penjelasan berbasis bahasa dan riwayat, sementara mufassir kontemporer seperti Wahbah al-Zuḥaylī dan Zaghlūl al-Najjār mengaitkannya dengan struktur bintang, navigasi langit, dan fenomena meteorit. Penelitian ini memadukan analisis tafsir klasik, literatur sains modern, serta temuan astronomi untuk menelaah kesesuaian ayat-ayat al-Qur’an mengenai bintang dengan pengetahuan mutakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa fungsi bintang yang disebutkan al-Qur’an tidak bertentangan dengan perkembangan ilmu astronomi modern, bahkan memperlihatkan koherensi ketika dipahami dalam kerangka i‘jāz ‘ilmī yang moderat.</p> <p><em>The study of the astronomical functions of star clusters in the Qur’an is a significant theme that positions the revealed text in dialogue with modern astronomy. The Qur’an describes stars as tools for navigation, adornments of the sky, and means of repelling devils. Classical exegetes such as al-Ṭabarī, Ibn Kathīr, and al-Qurṭubī explain these functions through linguistic and transmitted interpretations, while contemporary scholars like Wahbah al-Zuḥaylī and Zaghlūl al-Najjār relate them to stellar structure, celestial navigation, and meteor phenomena. This study synthesizes classical exegesis, modern scientific literature, and astronomical data to examine the Qur’anic statements about stars in light of contemporary knowledge. The findings indicate that the Qur’anic functions of stars are not in conflict with modern astronomy and display a notable coherence when understood within a moderate framework of scientific exegesis (i‘jāz ‘ilmī)<br><strong>Keywords</strong>: Stars, Qur’an, Islamic Astronomy, Classical Exegesis, Scientific Inimitability.</em></p> Khomsa Maulana, Faisal Abdullah Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17810 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 STRATEGI PENERAPAN SISTEM PENATAAN KEARSIPAN TERHADAP EFEKTIVITAS PELAYANAN ADMINISTRATIF DI BIRO ORGANISASI SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI BALI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18278 <p>Penataan kearsipan memiliki peran strategis dalam mendukung efektivitas pelayanan administratif pada Biro Organisasi Setda Provinsi Bali dalam hal menjamin ketersediaan bukti sah, mendukung akuntabilitas kinerja, mendukung pengambilan keputusan, meningkatkan kecepatan temu kembali arsip, dan juga memfasilitasi riset ilmu pengetahuan. Penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan juga dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan jika strategi yang diterapkan pada Biro Organisasi untuk mengatasi kendala SDM, dan juga sarana prasarana masih belum dapat menyelesaikan kendala tersebut sepenuhnya. Adapun rekomendasi yang diberikan mencakup perumusan strategi proaktif, peningkatan kompetensi SDM, dan juga maksimalisasi penggunaan anggaran. &nbsp;</p> <p><em>Archival management plays a strategic role in supporting the effectiveness of administrative services at the Organization Bureau of the Bali Provincial Secretariat in terms of ensuring the availability of valid evidence, supporting performance accountability, aiding decision-making, increasing the speed of archive retrieval, and also facilitating scientific research. The author uses a descriptive qualitative method through interviews, observations, and documentation. The results of this study indicate that the strategies implemented at the Organization Bureau to tackle human resources and infrastructure constraints have not fully resolved these issues. The recommendations provided include formulating proactive strategies, enhancing human resource competencies, and maximizing budget usage.</em></p> Ni Luh Murtiniasih Dewi, I Dewa Ayu Putri Wirantari Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18278 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18322 <p>Abstrak ini membahas peran penting kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru. Tujuan utama penelitian ini adalah mengidentifikasi strategi kepemimpinan yang efektif dan dampaknya terhadap motivasi serta kompetensi guru. Metodologi yang digunakan adalah kajian literatur dari berbagai sumber jurnal ilmiah dan artikel terkait selama lima tahun terakhir. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan menyoroti berbagai model kepemimpinan seperti transformasional, transaksional, dan partisipatif serta pengaruhnya terhadap kinerja guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang komunikatif, inspiratif, dan mendukung inovasi mampu meningkatkan motivasi dan profesionalisme guru secara signifikan. Selain itu, kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif mampu menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif untuk pengembangan kompetensi guru dan peningkatan kinerja pendidikan secara umum. Temuan ini menegaskan pentingnya peran kepala sekolah sebagai agen perubahan dalam meningkatkan mutu pendidikan.</p> <p><em>This paper discusses the important role of school principal leadership in enhancing teacher performance. The main objective of this study is to identify effective leadership strategies and their impact on teacher motivation and competence. The methodology employed is a literature review of various scholarly journals and related articles from the past five years. The analysis is conducted qualitatively, highlighting different leadership models such as transformational, transactional, and participative leadership, along with their influence on teacher performance. The findings indicate that principal leadership that is communicative, inspirational, and supportive of innovation can significantly improve teacher motivation and professionalism. Additionally, adaptive and collaborative leadership fosters a conducive environment for teacher development and overall educational performance. These results underscore the crucial role of school principals as agents of change in improving education quality.</em></p> Irda Suriani, Fitri Aminah Lubis, Yuli Andini Putri R, Cahaya Arafah Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18322 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 RUANG LINGKUP MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEBAGAI LANDASAN PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS DI LINGKUNGAN SEKOLAH https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18744 <p>Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk karakter religius peserta didik di sekolah. Melalui ruang lingkup materinya yang meliputi aspek akidah, ibadah, akhlak, serta sejarah kebudayaan Islam, PAI tidak hanya berfokus pada penyampaian ilmu agama, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual dalam diri siswa. Pembelajaran PAI yang diterapkan secara menyeluruh dan dikaitkan dengan kegiatan sekolah dapat menumbuhkan suasana religius yang berdampak positif terhadap perilaku siswa sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana ruang lingkup materi PAI dapat menjadi dasar dalam pembentukan karakter religius di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi PAI yang diajarkan dengan pendekatan yang kontekstual dan menyentuh aspek kehidupan nyata dapat menumbuhkan kesadaran beragama, memperkuat keimanan, serta membentuk kepribadian yang berakhlak mulia. Dengan demikian, PAI memiliki peran besar sebagai landasan dalam membangun generasi yang religius, berintegritas, dan mampu memberikan teladan di lingkungan sekolah.</p> <p><em>Islamic Religious Education (PAI) plays an essential role in shaping students’ religious character within the school environment. The learning materials, which cover the aspects of faith (aqidah), worship (ibadah), morality (akhlaq), and Islamic cultural history, are not only intended to deliver religious knowledge but also to instill moral and spiritual values in students. When PAI is implemented comprehensively and connected with school activities, it helps foster a religious atmosphere that positively influences students’ behavior. This study aims to explore how the scope of PAI materials serves as a foundation for building students’ religious character in schools. The research employs a literature review method using a qualitative descriptive approach. The findings reveal that PAI materials presented in a contextual and life-oriented manner can strengthen students’ faith, increase religious awareness, and shape noble character. Therefore, PAI serves as a strong foundation in nurturing a religious, ethical, and exemplary generation within the school environment.</em></p> Jumarlina, Yulpa, Nurhayati Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18744 Thu, 08 Jan 2026 00:00:00 +0000 JEJAK TAFSIR NUSANTARA: STUDI NASKAH TARJUMAN AL MUSTAFID KARYA ABDUR RAUF AS SINGKILI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17495 <p>Artikel ini mengkaji secara komprehensif metodologi penafsiran dalam Turjumān al-Mustafīd, karya tafsir pertama berbahasa Melayu yang ditulis oleh Abdur Rauf al-Singkili dan menjadi fondasi awal perkembangan tafsir Al Quran di Nusantara. Lahir dalam konteks sosio-keagamaan Aceh abad ke-17, tafsir ini berfungsi sebagai sarana dakwah dan instrumen pendidikan masyarakat yang tidak menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa keseharian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menelaah sumber primer berupa naskah Turjumān al-Mustafīd serta berbagai literatur sekunder terkait sejarah dan tradisi tafsir Melayu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa al-Singkili menerapkan metode tahlīlī dengan pola tartīb al-muṣḥafī, memadukan pendekatan bi al-ra’yi dan riwayat klasik, serta mengacu pada sejumlah rujukan otoritatif seperti Tafsīr al-Jalalayn, Tafsīr al-Baiḍāwī, dan Tafsīr al-Khāzin, sehingga membentuk karakter penafsiran yang bercorak intertekstual. Kajian ini menegaskan bahwa Turjumān al-Mustafīd bukan sekadar adaptasi dari sumber-sumber sebelumnya, melainkan karya tafsir independen yang berperan signifikan dalam pembentukan epistemologi tafsir Nusantara. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis bagi penguatan studi tafsir Indonesia dan memperkaya pemahaman akademik mengenai warisan intelektual Islam Melayu.</p> <p><em>This article offers a comprehensive examination of the exegetical methodology in Turjumān al-Mustafīd, the first complete Malay-language Qur’anic commentary authored by Abdur Rauf al-Singkili, which became a foundational work in the early development of Qur’anic exegesis in the Malay–Indonesian archipelago. Produced within the socio-religious context of seventeenth-century Aceh, the tafsir functioned as both a vehicle of Islamic propagation and an educational instrument for communities unfamiliar with Arabic as their everyday language. Employing a qualitative library-based research approach, this study analyzes the primary manuscript of Turjumān al-Mustafīd alongside relevant secondary literature on the history and tradition of Malay Qur’anic interpretation. The findings reveal that al-Singkili employs the tahlīlī method with a tartīb al-muṣḥafī structure, integrating bi al-ra’yi reasoning with classical transmitted reports, and drawing heavily on authoritative exegetical sources such as Tafsīr al-Jalalayn, Tafsīr al-Baiḍāwī, and Tafsīr al-Khāzin, resulting in a distinctly intertextual exegetical character. The study argues that Turjumān al-Mustafīd is not merely an adaptation of earlier works but an independent tafsir that significantly contributes to the formation of Nusantara’s exegetical epistemology. This research provides theoretical contributions to the advancement of Indonesian Qur’anic studies and enriches academic understanding of the intellectual heritage of Malay Islamic scholarship.</em></p> Mhd Fadhlan Zainuddin Nst Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17495 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 LANDASAN FILOSOFIS, PSIKOLOGIS DAN SOSIAL BUDAYA DALAM PENDIDIKAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17638 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran landasan filosofis, psikologis, dan sosial budaya dalam penyelenggaraan pendidikan Indonesia. Pendidikan dipahami tidak hanya sebagai proses transfer ilmu, tetapi juga sebagai pembentukan karakter, moralitas, dan nilai-nilai sosial yang sejalan dengan Pancasila. Menggunakan metode tinjauan pustaka, penelitian ini mengkaji teori-teori pendidikan, perkembangan peserta didik, serta dinamika sosial masyarakat Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa landasan filosofis memberikan arah nilai dan tujuan pendidikan; landasan psikologis menjelaskan proses belajar berdasarkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik; sedangkan landasan sosial budaya memastikan pendidikan tetap relevan dengan norma, budaya, dan perkembangan teknologi. Sinergi ketiga landasan tersebut menghasilkan model pendidikan yang holistik, adaptif, dan berkeadaban. Implementasi menyeluruh dari ketiga landasan ini diharapkan mampu membentuk peserta didik yang kompeten secara akademik, berkarakter kuat, serta memiliki kepekaan sosial yang tinggi.</p> <p><em>This study aims to analyze the role of philosophical, psychological, and sociocultural foundations in the implementation of education in Indonesia. Education is understood not only as a process of knowledge transfer but also as a means of shaping character, morality, and social values aligned with Pancasila. Using a literature review method, this research examines educational theories, learner development, and the social dynamics of Indonesian society. The findings indicate that the philosophical foundation provides value orientation and educational goals; the psychological foundation explains learning processes based on cognitive, affective, and psychomotor aspects; while the sociocultural foundation ensures that education remains relevant to societal norms, cultural diversity, and technological developments. The synergy among these three foundations creates a holistic, adaptive, and civilized model of education. Comprehensive implementation of these foundations is expected to produce learners who are academically competent, possess strong character, and demonstrate high social awareness.</em></p> Luluk Ananta, Fajriah, Muhammad Zaironi Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17638 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 PENINGKATAN EFISIENSI LAYANAN MELALUI PERBAIKAN STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18249 <p>Efisiensi layanan organisasi sangat bergantung pada implementasi Standard Operating Procedure yang terstruktur dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Kajian kepustakaan ini mengeksplorasi hubungan antara perbaikan SOP dengan peningkatan efisiensi layanan organisasi melalui analisis literatur akademik periode 2021-2025. Temuan menunjukkan bahwa keberadaan SOP yang efektif mampu meningkatkan kualitas layanan hingga 80% dan menurunkan tingkat kesalahan operasional secara signifikan. Namun demikian, efektivitas SOP tidak hanya ditentukan oleh dokumentasi prosedur semata, melainkan dipengaruhi oleh kompleksitas faktor seperti kualitas desain, kompetensi sumber daya manusia, dukungan infrastruktur teknologi, dan budaya organisasi. Transformasi digital membuka peluang optimalisasi melalui integrasi platform berbasis web, otomasi alur kerja, dan pemantauan real-time yang memfasilitasi perbaikan berkelanjutan. Strategi perbaikan SOP yang komprehensif mencakup pendekatan sistematis dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, validasi melalui metodologi yang ketat, pelatihan berbasis kompetensi, serta mekanisme evaluasi berkesinambungan menggunakan siklus Plan-Do-Check-Act. Penelitian ini merekomendasikan framework perbaikan SOP yang mengintegrasikan standardisasi proses, adopsi teknologi digital, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, dan pembangunan budaya perbaikan berkelanjutan. Organisasi yang berhasil mengimplementasikan strategi holistik ini terbukti mampu mencapai peningkatan efisiensi operasional, pengurangan variabilitas layanan, dan peningkatan kepuasan pelanggan secara terukur dan berkelanjutan di tengah dinamika persaingan bisnis modern.</p> <p><em>Organizational service efficiency heavily depends on the implementation of structured Standard Operating Procedures that are adaptive to contemporary developments. This literature review explores the relationship between SOP improvement and organizational service efficiency enhancement through analysis of academic literature from 2021-2025. Findings indicate that effective SOPs can improve service quality up to 80% and significantly reduce operational error rates. However, SOP effectiveness is not solely determined by procedural documentation, but is influenced by complex factors such as design quality, human resource competency, technological infrastructure support, and organizational culture. Digital transformation opens optimization opportunities through integration of web-based platforms, workflow automation, and real-time monitoring that facilitate continuous improvement. Comprehensive SOP improvement strategies include systematic approaches involving multiple stakeholders, validation through rigorous methodology, competency-based training, and continuous evaluation mechanisms using the Plan-Do-Check-Act cycle. This research recommends an SOP improvement framework that integrates process standardization, digital technology adoption, human resource capacity development, and continuous improvement culture building. Organizations successfully implementing this holistic strategy have proven capable of achieving operational efficiency improvements, service variability reduction, and measurable and sustainable customer satisfaction increases amid modern business competition dynamics.</em></p> Nanda Ayu Frastika, Ela Nurlaela, Nisma Natasha Arla, Wilyan Arta Almajid Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18249 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 PERAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN TERHADAP EFEKTIVITAS PROSES PEMBELAJARAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18302 <p>Administrasi pendidikan memiliki peran strategis dalam menunjang efektivitas proses pembelajaran di satuan pendidikan. Pengelolaan administrasi yang baik akan menciptakan sistem pembelajaran yang terencana, terorganisasi, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran administrasi pendidikan terhadap efektivitas proses pembelajaran, khususnya dalam aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi literatur, observasi, dan dokumentasi yang relevan dengan praktik administrasi pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa administrasi pendidikan yang dikelola secara sistematis mampu meningkatkan efektivitas proses pembelajaran, ditandai dengan keteraturan pelaksanaan pembelajaran, ketersediaan sarana pendukung, serta meningkatnya koordinasi antara pendidik dan tenaga kependidikan. Selain itu, administrasi pendidikan berperan penting dalam mendukung profesionalisme guru dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas proses pembelajaran tidak dapat dipisahkan dari kualitas administrasi pendidikan. Oleh karena itu, penguatan sistem administrasi pendidikan perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan secara optimal.</p> <p><em>Educational administration plays a strategic role in supporting the effectiveness of the learning process in educational institutions. Proper administrative management creates a well-planned, organized, and sustainable learning system. This study aims to analyze the role of educational administration in improving the effectiveness of the learning process, particularly in planning, organizing, implementing, and supervising learning activities. This research employed a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through literature review, observation, and documentation related to educational administrative practices. The findings indicate that systematically managed educational administration enhances the effectiveness of the learning process, as reflected in the orderly implementation of learning activities, availability of supporting facilities, and improved coordination between teachers and educational staff. Furthermore, educational administration contributes significantly to supporting teacher professionalism and creating a conducive learning environment. The study concludes that the effectiveness of the learning process is closely related to the quality of educational administration. Therefore, strengthening educational administrative systems is essential to achieve educational objectives optimally</em></p> Irda Suriani, Nailyah Putri Hasanah, Imel Ameylinda Harahap, Rumi Ana Suknah, Shintya Heradianto Ritonga Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18302 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 TADBIR AFARATUS SEKOLAH DALAM MENJAMIN KONTINUITAS AKTIVITAS EKSTRAKURIKULER https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17303 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif Tadbîr Afârâtus atau manajemen sarana dan prasarana sekolah dalam menjamin kontinuitas aktivitas ekstrakurikuler di lingkungan Madrasah Aliyah. Latar belakang penelitian berangkat dari belum meratanya kualitas fasilitas antarekskul dan adanya hambatan operasional seperti benturan jadwal, kerusakan alat, serta keterbatasan ruang yang berdampak pada keberlangsungan kegiatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, yang divalidasi dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan, pemanfaatan, pengawasan, dan identifikasi kendala sarpras telah berjalan secara merata pada tingkat manajerial, namun terdapat ketidakseimbangan kondisi fasilitas antarekskul yang memengaruhi tingkat kontinuitas aktivitas. Ekskul dengan fasilitas memadai seperti Jurnalis dan Marching Band memiliki kontinuitas tinggi, sedangkan English Club dan Voli menunjukkan kesinambungan terendah akibat keterbatasan sarpras dan hambatan penggunaan. Temuan ini menegaskan bahwa manajemen fasilitas yang terencana, terdistribusi merata, dan diawasi secara berkelanjutan merupakan faktor penentu keberhasilan kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi pengadaan berbasis kebutuhan, mekanisme pemanfaatan bersama yang terkoordinasi, serta peningkatan pengawasan dan pemeliharaan untuk memastikan keberlanjutan program ekstrakurikuler secara efektif dan berkelanjutan.</p> <p><em>This study examines the role of Tadbīr Afārātus (facility management) in ensuring the continuity of extracurricular activities in a Madrasah Aliyah. The research is motivated by the imbalance in facility availability across extracurricular programs and the limited studies addressing how school facility management supports sustainable activity implementation. Using a qualitative case study approach, data were collected through participatory observation, semi-structured interviews, and document analysis, and were validated through triangulation of sources, techniques, and time. The findings reveal that facility management practices—planning, utilization, supervision, and identification of constraints—are implemented proportionally, yet disparities persist in the distribution and condition of facilities. Several extracurricular activities, such as Journalism and Choir, demonstrate high continuity due to adequate facilities and effective management, whereas activities like English Club and Volleyball show low continuity due to limited infrastructure and usage barriers. Analysis also indicates that obstacles arise not only from the physical condition of facilities but also from scheduling conflicts, accessibility issues, and insufficient equipment maintenance. Overall, the study concludes that effective Tadbīr Afārātus requires comprehensive planning based on actual needs, equitable facility allocation, continuous supervision, and responsive problem-solving strategies. Strengthening these components is essential to ensure that extracurricular activities run consistently, optimally, and sustainably in supporting students’ holistic development.</em></p> Khoirul Muzakki Mustofa, Dwi Bagas Priambudi, Hilmi Muhammad, Muhammad Rohid Farhan, Moch. Irfan Zidni, Rangga Mahdziviqy Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17303 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 PENGARUH LATIHAN PLYOMETRIC TERHADAP PENINGKATAN POWER OTOT LENGAN DALAM TOLAK PELURU https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17534 <p>Tolak peluru merupakan salah satu nomor atletik yang menuntut kemampuan power otot lengan yang optimal agar atlet mampu menghasilkan tolakan peluru sejauh mungkin. Dalam upaya meningkatkan performa tersebut, latihan plyometric diketahui memiliki peran signifikan dalam mengembangkan daya ledak otot melalui mekanisme koordinasi neuromuskular yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan plyometric terhadap peningkatan power otot lengan pada atlet tolak peluru. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 10 atlet yang memenuhi kriteria kelayakan latihan. Program latihan plyometric dilaksanakan selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu dan peningkatan intensitas yang terstruktur. Pengukuran kemampuan power otot lengan dilakukan melalui tes jarak tolakan peluru pada awal dan akhir perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata jarak tolakan sebesar 0,84 meter atau 8,4% dari hasil tes awal. Uji statistik paired sample t-test menunjukkan nilai sebesar 3,00 dengan sebesar 1,833 pada taraf signifikansi 0,05, sehingga diperoleh kesimpulan bahwa latihan plyometric memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan power otot lengan atlet tolak peluru. Dengan demikian, latihan plyometric direkomendasikan sebagai bagian dari program pelatihan yang berfokus pada peningkatan performa atlet nomor tolak peluru.</p> <p><em>Shot put is one of the athletic events that requires optimal upper-arm power to enable the athlete to produce the farthest possible throwing distance. In an effort to improve this performance, plyometric training is known to play a significant role in developing muscle explosive power through efficient neuromuscular coordination mechanisms. This study aims to analyze the effect of plyometric exercises on increasing upper-arm power in shot-put athletes. The research method applied an experimental approach using a one-group pretest–posttest design. The research subjects consisted of 10 athletes who met the training eligibility criteria. The plyometric training program was conducted over six weeks with a frequency of three sessions per week and a structured increase in intensity. Measurement of upper-arm power was carried out by assessing the shot-put distance at the beginning and end of the treatment. The results showed an average improvement in throwing distance of 0.84 meters or 8.4% from the initial test results. The paired sample t-test analysis revealed a t-value of&nbsp; 3.00 with a t-table value of&nbsp; 1.833 at a significance level of 0.05, thus it can be concluded that plyometric training has a significant effect on improving upper-arm power in shot-put athletes. Therefore, plyometric training is recommended as part of a training program focused on enhancing the performance of shot-put athletes.</em></p> Amansyah, Fiktor Putra M.N Halawa, Dita Uli Lumban Gaol, Gideon Gohae, Patra Zain Adha Bagio, Alfrian Sisko Hutauruk Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17534 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 STUDI HUKUM ATAS KEPUTUSAN SUNAT KARENA INDIKASI MEDIS DAN PRINSIP BEST INTEREST OF THE CHILD https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17720 <p>Penelitian ini menganalisis dasar hukum keputusan sunat pada anak ketika tindakan tersebut diperlukan karena indikasi medis, serta menilai sejauh mana prinsip best interest of the child memberikan legitimasi terhadap pemaksaan tindakan medis yang ditolak oleh anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif melalui kajian peraturan perundang-undangan mengenai hak anak, kewajiban orang tua, persetujuan tindakan medis, serta doktrin bioetik mengenai kompetensi pasien anak dan prinsip non-maleficence. Keputusan medis oleh orang tua memperoleh legitimasi hukum ketika tindakan tersebut secara objektif diperlukan untuk mencegah risiko kesehatan serius dan anak belum memiliki kapasitas untuk memberikan persetujuan yang sah. Analisis menunjukkan bahawa pemaksaan terhadap anak hanya dapat dibenarkan apabila tindakan medis tersebut bersifat medically necessary, proporsional, dan dilaksanakan dengan mekanisme perlindungan sesuai UU Perlindungan Anak. Prinsip best interest of the child menyediakan kerangka argumentatif untuk menyeimbangkan hak anak untuk menyatakan pendapat dengan kewajiban orang tua untuk menjamin kesehatan anak. Penelitian ini menegaskan bahawa keputusan sunat karena indikasi medis bukan hanya persoalan klinis, tetapi merupakan tindakan hukum yang memerlukan justifikasi etik dan normatif untuk mencegah penyalahgunaan kewenangan orang tua maupun tenaga kesehatan.</p> <p><em>This study examines the legal foundations governing parental decisions to subject a child to circumcision when the procedure is medically indicated, and evaluates how the best interest of the child principle legitimises or limits the use of coercion when the child refuses medical intervention. The research employs a normative juridical approach by analysing statutory provisions on children's rights, parental duties, informed consent in medical treatment, and bioethical doctrines concerning child patient competence and the principle of non-maleficence. Parental decision-making obtains legal legitimacy when the medical procedure is objectively necessary to prevent significant health risks and the child lacks the legal capacity to provide valid consent. The analysis demonstrates that coercion may only be justified when the intervention is medically necessary, proportionate, and carried out within procedural safeguards established under child protection laws. The best interest of the child principle provides a normative framework for balancing the child's right to express views with the parental obligation to ensure the child's health. This study concludes that medically indicated circumcision is not merely a clinical decision but constitutes a legal act requiring ethical and normative justification to prevent the misuse of parental or professional authority.</em></p> Sri Widodo , Lio Bijumes Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17720 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 ANALISIS PENGGUNAAN OPAC PADA KEPUASAN PEMUSTAKA DI PERPUSTAKAAN FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA UIN RADEN FATAH PALEMBANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18274 <p>Artikel ini membahas mengenai Analisis Penggunaan OPAC Terhadap Kepuasan Pemustaka di Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memperdalam pemahaman kita terhadap penggunaan sarana telusur OPAC Terhadap Kepuasan Pemustaka di Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang. Metode penelitian yang digunakan didalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang hasilnya didapatkan dari 7 orang informan, yang diantaranya 1 orang pustakawan, 1 orang staf perpustakaan dan 5 orang pemustaka. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan cara observasi dan wawancara secara lanngsung yang dilakukan oleh peneliti di Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang. Dari penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti maka didapatkan hasil bahwa, adanya pengaruh dari penggunaan sarana penelusur informasi OPAC terhadap kepuasan pemustaka. Penggunaan OPAC sangat membantu pemustaka dalam menemukan keberadaan koleksi yang ada di perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang yang artinya terdapat kepuasan dari pemustaka dengan penggunaan sarana penelusur OPAC tersebut karena memberikan kemudahan dalam menemukan koleksi yang ada di perpustakaan. Hal ini dapat dibuktikan melalui observasi dan wawancara yang telah dilakukan peneliti secara langsung di Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang.</p> <p><em>This article discusses the analysis of the use of OPAC on user satisfaction at the Library of the Faculty of Adab and Humanities UIN Raden Fatah Palembang. This study aims to find out and deepen our understanding of the use of the OPAC search facility on user satisfaction in the Library of the Faculty of Adab and Humanities UIN Raden Fatah Palembang. The research method used in this research is descriptive research with a qualitative approach, the results obtained from 7 informants, including 1 librarian, 1 library staff and 5 users. The data collection technique was carried out by means of direct observation and interviews conducted by researchers at the Library of the Faculty of Adab and Humanities UIN Raden Fatah Palembang. From the research that has been carried out by the researcher, it is found that there is an influence from the use of the OPAC information search facility on user satisfaction. The use of OPAC is very helpful for users in finding the existence of collections in the library of the Faculty of Adab and Humanities, UIN Raden Fatah Palembang, which means that there is satisfaction from users with the use of the OPAC search facility because it provides convenience in finding collections in the library. This can be proven through observations and interviews that have been conducted by researchers directly at the Library of the Faculty of Adab and Humanities UIN Raden Fatah Palembang</em></p> Yuda Satrio Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18274 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 ANALISIS DAMPAK PENURUNAN TARIF PAJAK TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2019-2023 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18318 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penurunan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Badan dari 25% menjadi 22% terhadap kinerja keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019–2023. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan data sekunder dari laporan keuangan tahunan 72 perusahaan manufaktur yang dipilih melalui purposive sampling.Kinerja keuangan diukur menggunakan Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), dan Net Profit Margin (NPM). Data dianalisis dengan uji statistik deskriptif, uji normalitas, dan uji Wilcoxon Signed-Rank Test karena data tidak berdistribusi normal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan tarif pajak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ROA, ROE, dan NPM dengan nilai signifikansi 0,000 (p &lt; 0,05). Rata-rata ROA meningkat dari 0,08319 menjadi 0,33889, ROE dari 0,14639 menjadi 187,06679, dan NPM dari 0,08579 menjadi 0,44939. Temuan ini mengindikasikan bahwa kebijakan penurunan tarif pajak efektif dalam meningkatkan efisiensi penggunaan aset, pengembalian ekuitas, dan margin laba bersih perusahaan. Namun, respons perusahaan cenderung berfokus pada penguatan likuiditas dan retained earnings daripada ekspansi investasi. Penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah mempertimbangkan insentif non-pajak tambahan, sementara perusahaan perlu mengoptimalkan strategi keuangan untuk memaksimalkan manfaat kebijakan fiskal tersebut.</p> <p><em>This study aims to analyze the impact of the reduction in corporate income tax rates from 25% to 22% on the financial performance of manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2019–2023. The study uses a comparative quantitative approach with secondary data from the annual financial reports of 72 manufacturing companies selected through purposive sampling. Financial performance is measured using Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), and Net Profit Margin (NPM). The data were analyzed using descriptive statistical tests, normality tests, and the Wilcoxon Signed-Rank Test because the data were not normally distributed.The results showed that the tax rate reduction had a significant effect on increasing ROA, ROE, and NPM with a significance value of 0.000 (p &lt; 0.05). The average ROA increased from 0.08319 to 0.33889, ROE from 0.14639 to 187.06679, and NPM from 0.08579 to 0.44939. These findings indicate that the tax rate reduction policy is effective in improving asset utilization efficiency, return on equity, and net profit margin of companies. However, companies' responses tend to focus on strengthening liquidity and retained earnings rather than investment expansion. This study recommends that the government consider additional non-tax incentives, while companies need to optimize their financial strategies to maximize the benefits of this fiscal policy.</em></p> Tasya Aulia Adza, Syarifah Zuhra, Dwila Maresti Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18318 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 PERSEPSI GENERASI MUDA TERHADAP TRADISI NGABEN (STUDI KASUS DI DESA KERTA BUANA KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG) https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17491 <p>Ni Kadek Dwi Rahayu, 2025 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, “Persepsi Generasi Muda terhadap Tradisi Ngaben (Studi Kasus di Desa Kerta Buana Kecamatan Tenggarong Seberang)”. Dibawah bimbingan Prof. Dr. H. Moh. Bahzar., M.Si. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi generasi muda terhadap tradisi Ngaben, mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelestarian tradisi tersebut, serta menganalisis upaya yang dilakukan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan tradisi Ngaben di tengah perubahan sosial budaya yang terjadi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap ketua dan anggota organisasi kepemudaan Hindu (Peradah) serta masyarakat Desa Kerta Buana. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi generasi muda terhadap tradisi Ngaben di Desa Kerta Buana bersifat beragam. Sebagian besar menunjukkan sikap positif, menganggap Ngaben sebagai kewajiban religius dan sarana mempererat solidaritas sosial. Namun terdapat pula pandangan kritis atau negatif, terutama terkait biaya pelaksanaan, keterbatasan waktu, dan pengaruh modernisasi. Kendala yang dihadapi meliputi faktor internal (kesibukan, ekonomi, kurangnya pemahaman tradisi) dan faktor eksternal (perubahan sosial budaya serta pengaruh media digital). Meskipun demikian, generasi muda tetap menunjukkan komitmen dalam pelestarian tradisi melalui kerjasama dengan masyarakat adat dan inovasi, seperti mendokumentasikan prosesi Ngaben di media sosial serta mendukung pelaksanaan Ngaben massal sebagai bentuk adaptasi zaman. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga dan menyesuaikan tradisi Ngaben dengan konteks kehidupan modern. Dengan kolaborasi lintas generasi dan pendekatan kreatif, tradisi ini dapat terus hidup tanpa kehilangan nilai spiritual dan budaya yang mendasarinya.</p> <p><em>Ni Kadek Dwi Rahayu, 2025 Faculty of Teacher Training and Education, “Youth Perception of the Ngaben Tradition (A Case Study in Kerta Buana Village, Tenggarong Seberang District)”. Under the guidance of Prof. Dr. H. Moh. Bahzar., M.Si. The purpose of this study is to describe the perceptions of young people toward the Ngaben tradition, identify the challenges they face in preserving it, and analyze their efforts to maintain the continuity of this ancestral practice amid social and cultural change. This study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving the head and members of the Hindu youth organization (Peradah) as well as local residents of Kerta Buana Village. Data analysis followed the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source triangulation. The findings revealed that young people’s perceptions of the Ngaben tradition are diverse. Most participants hold positive views, seeing Ngaben as a religious duty and a means to strengthen community solidarity. However, some expressed critical or negative perspectives, mainly due to economic constraints, time limitations, and the influence of modernization. The study identified internal factors (busy schedules, limited understanding of tradition, and financial challenges) and external factors (social and cultural changes, as well as the impact of digital media) that hinder youth participation. Nevertheless, young people actively contribute to cultural preservation through collaboration with elders and innovative practices, such as documenting the ceremony on social media and supporting mass Ngaben ceremonies as a modern adaptation. In conclusion, the study emphasizes that youth play a strategic role in sustaining and revitalizing the Ngaben tradition. Through cross-generational cooperation and creative adaptation, the tradition can continue to thrive without losing its sacred and cultural essence.</em></p> Ni Kadek Dwi Rahayu, Moh. Bahzar, Alim Salamah, Jamil Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17491 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 TEORI PEMBELAJARAN GESTALT https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17625 <p>Teori pembelajaran Gestalt merupakan pendekatan psikologi yang memandang proses belajar sebagai aktivitas memahami keseluruhan, bukan sekadar menghafal bagian-bagiannya. Teori ini lahir sebagai kritik terhadap aliran behaviorisme yang menekankan hubungan mekanis antara stimulus dan respons. Dalam perspektif Gestalt, individu dipandang sebagai organisme yang aktif, dinamis, dan mampu melakukan reorganisasi pengalaman untuk memperoleh pemahaman (insight). Makalah ini membahas pengertian teori Gestalt, prinsip-prinsip dasarnya seperti figure-ground, similarity, proximity, closure, dan insight learning, serta tokoh-tokoh perintisnya yaitu Max Wertheimer, Wolfgang Köhler, dan Kurt Koffka. Selain itu, makalah ini mengkaji keterkaitan teori Gestalt dengan nilai-nilai Al-Qur’an yang menekankan pola, struktur, konteks, dan pemahaman holistik. Aplikasi teori Gestalt dalam pembelajaran meliputi pembelajaran bermakna, perilaku bertujuan, pemanfaatan lingkungan belajar, dan transfer pengetahuan. Adapun kelebihan teori ini terletak pada kemampuan mendorong kreativitas, pemecahan masalah, dan konstruksi pengetahuan siswa, sementara kelemahannya terlihat pada keterbatasan penerapan dalam materi yang bersifat hafalan. Makalah ini menyimpulkan bahwa teori Gestalt relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran modern yang menekankan pemahaman mendalam dan pola berpikir kritis.</p> <p><em>The Gestalt learning theory is a psychological approach that views learning as a process of understanding wholes rather than merely memorizing individual parts. This theory emerged as a critique of behaviorism, which emphasizes mechanical relationships between stimulus and response. In the Gestalt perspective, individuals are seen as active and dynamic organisms capable of reorganizing their experiences to gain understanding (insight). This paper discusses the definition of Gestalt theory, its basic principles such as figure–ground, similarity, proximity, closure, and insight learning, as well as its pioneering figures: Max Wertheimer, Wolfgang Köhler, and Kurt Koffka. In addition, the paper explores the relationship between Gestalt theory and Qur’anic values, which emphasize patterns, structure, context, and holistic understanding. The application of Gestalt theory in learning includes meaningful learning, purposeful behavior, the use of the learning environment, and knowledge transfer. The strengths of this theory lie in its ability to encourage creativity, problem-solving, and knowledge construction, while its weaknesses appear in its limited applicability to learning materials that require memorization. This paper concludes that Gestalt theory remains relevant for modern education that emphasizes deep understanding and critical thinking.</em></p> Anisa, Sakilah, Nabila Zaskia, Assyfaturrahmah Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17625 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 CAMPUR KODE DALAM PODCAST “GOYANG LIDAH” DI YOUTUBE DENGAN JUDUL “SOIMAH: ADA YA ORANG KAYA DEDDY CORBUZIER, DULU KETAWA SEHARI SEKALI! – PRAZ TEGUH” https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18237 <p>Masyarakat sering menggunakan campur kode dalam berbahasa tanpa mereka sadari. Campur kode ini, dapat berlangsung dalam percakapan, terutama penggunaan bahasa dalam podcast. Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan campur kode yang terdapat di podcast Goyang Lidah di YouTube dengan judul Soimah: Ada Ya Orang Kaya Deddy Corbuzier, Dulu Ketawa Sehari Sekali! – Praz Teguh. Teori yang digunakan adalah teori Suwito yang mengklasifikasikan wujud campur kode berdasarkan penyisipan unsur-unsurnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Dari hasil dan penelitiannya, terdapat campur kode ke dalam dan campur kode keluar. Terdapat juga wujud campur kode dengan penyisipan unsur-unsur bentuk kata, wujud campur kode dengan penyisipan unsur-unsur baster, wujud campur kode dengan penyisipan unsur-unsur bentuk perulangan kata, dan wujud campur kode dengan penyisipan unsur-unsur bentuk idiom.</p> <p><em>People often use code-mixing in language without realizing it. This code mix, can take place in conversation, especially language use in podcasts. The purpose of this study is to reveal the code mix contained in the Goyang Lidah podcast on YouTube with the title Soimah: There is a rich man Deddy Corbuzier, used to laugh once a day! - Praz Teguh. The theory used is Suwito's theory which classifies the form of code mix based on the insertion of its elements. This research uses descriptive qualitative method with listening and recording techniques. From the results and research, there are inward code mixes and outward code mixes. There is also a form of code mix with the insertion of word form elements, a form of code mix with the insertion of baster elements, a form of code mix with the insertion of word repetition form elements, and a form of code mix with the insertion of idiom form elements.</em></p> Diar Lestari Anjarwati, Melinda Nurhikmah, Ratna Kurniasih Setiawan Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18237 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI E-LIBRARY BERBASIS WEB PADA MTS NEGERI 3 MERANGIN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18297 <p>Perpustakaan merupakan bagian penting dalam dunia pendidikan sebagai pusat informasi dan sumber belajar. Namun, di MTs Negeri 3 Merangin, sistem pengelolaan perpustakaan masih dilakukan secara manual, yang menyebabkan berbagai kendala seperti keterlambatan layanan, kesalahan pencatatan, dan kesulitan dalam pencarian data. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem informasi perpustakaan berbasis web guna meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan data buku, anggota, peminjaman, dan pengembalian. Sistem dikembangkan menggunakan metode waterfall dan diimplementasikan dengan teknologi berbasis web. Uji kelayakan dilakukan terhadap 6 responden yang terdiri dari admin perpustakaan, guru, dan siswa, menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Hasil uji menunjukkan rata-rata skor sebesar 85,32% yang termasuk dalam kategori Sangat Layak. Hal ini membuktikan bahwa sistem yang dikembangkan telah diterima dengan sangat baik dan mampu menunjang kegiatan operasional perpustakaan secara efektif.</p> <p><em>The library is an essential component of education, serving as an information hub and a source of learning. However, at MTs Negeri 3 Merangin, the library management system is still conducted manually, resulting in service delays, recording errors, and difficulties in data retrieval. This study aims to design and implement a web-based library information system to improve the efficiency and integration of managing books, members, borrowing, and returning processes. The system was developed using the waterfall software development method and implemented as a web application. A feasibility test was conducted involving 6 respondents consisting of library staff, teachers, and students. The evaluation used a questionnaire based on a 5-point Likert scale. The test results showed an overall average score of 85,32%, which falls into the Highly Feasible category. This indicates that the developed web-based library information system was very well received by users. Most respondents found the system easy to use, functional, and beneficial in supporting library activities</em></p> Puspita Sari, Efitra Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18297 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 ADMINISTRASI DAN SUPERVISI PENDIDIKAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18336 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran administrasi dan supervisi pendidikan dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah. Pendekatan yang digunakan adalah studi literatur yang mengulas berbagai sumber dari jurnal, buku, dan dokumen resmi terkait. Metodologi literatur dilakukan dengan analisis deskriptif dan komparatif terhadap berbagai teori dan praktik administrasi serta supervisi pendidikan yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa administrasi pendidikan yang efektif mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif melalui pengelolaan sumber daya yang optimal, perencanaan strategis, serta pengambilan keputusan yang tepat. Supervisi pendidikan berperan penting dalam meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan melalui kegiatan pendampingan, evaluasi, dan pemberian umpan balik yang konstruktif. Implementasi supervisi yang profesional dan berkelanjutan dapat memperkuat kualitas pendidikan serta mendorong inovasi pembelajaran. Selain itu, kolaborasi antara administrasi dan supervisi menjadi faktor kunci dalam menciptakan suasana sekolah yang efektif dan efisien. Kendala yang sering dihadapi meliputi kurangnya sumber daya, pelatihan, dan komitmen dari semua pihak terkait. Kesimpulan dari studi ini menegaskan pentingnya sinergi antara administrasi dan supervisi pendidikan sebagai upaya strategis meningkatkan mutu pendidikan nasional. Rekomendasi meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pengembangan sistem supervisi yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.</p> <p><em>This study aims to examine the role of educational administration and supervision in enhancing the quality of the learning process in schools. The methodology employed is a literature review that analyzes various sources from journals, books, and official documents related to educational administration and supervision. The review is conducted through descriptive and comparative analysis of existing theories and practices. The findings indicate that effective educational administration can create a conducive learning environment through optimal resource management, strategic planning, and sound decision-making. Educational supervision plays a crucial role in improving teacher and staff competencies through mentoring, evaluation, and constructive feedback activities. Professional and continuous supervision implementation can strengthen education quality and foster innovative learning approaches. Additionally, the collaboration between administration and supervision is vital in creating an effective and efficient school atmosphere. Common challenges include resource limitations, lack of training, and commitment from stakeholders. The study concludes that synergy between educational administration and supervision is a strategic effort to improve national education quality. Recommendations include increasing human resource capacity and developing adaptive supervision systems to meet current needs.</em></p> Irda Suriani, Riska Melati, Anisha, Siti Nurholojah Siregar Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18336 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 PENGEMBANGAN ORNAMEN RODA BUNGA PADA HIJAB SYAR’I DENGAN TEKNIK DIGITAL PRINTING. https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17513 <p>Pengembangan ornamen roda bunga pada hijab syar’i dengan teknik digital printing ini dilatarbelakangi oleh kurangnya vasiasi dan inovasi ornamen lokal, seperti Roda Bunga pada produk fashion, khususnya hijab syar’i. Selain itu, ornamen tersebut masih belum dikenal secara luas oleh masyarakat. Ornamen Roda Bunga ini merupakan salah satu ornamen lokal yang berada di Masjid Al-Osmani, Medan Labuhan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan produk hijab syar’i yang diaplikasikan dengan menggunakan teknik digital printing. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) (R&amp;D) dengan menggunakan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Objek pengembangan adalah motif Roda Bunga yang distilasi namun tetap mempertahankan ciri khas aslinya, kemudian diaplikasikan dan dicetak pada material Voile Platinum Tryspan Ultrafine dengan ukuran syar’i (130cm x 130cm). Penelitian ini melewati dua tahapan uji validasi yaitu tahap uji validasi desain dan tahap uji validasi produk, selanjutnya dilakukan tahap uji kelayakan yang dilakukan dengan melalui 2 tahap uji coba yaitu uji coba skala kecil dan uji coba skala besar yang secara keseluruhan melibatkan 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan dinyatakan layak dan valid. Validasi dari ahli desain mencapai persentase 95.45% dengan kategori “Sangat Suka”, validasi dari ahli produk mencapai persentase 97.5% dengan kategori "Sangat Suka", mengindikasikan kualitas cetak (printing) yang HD, tekstur bahan yang lembut, dan kesesuaian kombinasi warna dengan tren. Sementara itu, hasil uji kelayakan menunjukkan respon positif sebesar 77% dengan kategori "Sangat Suka". Hal ini menunjukkan bahwa penelitian pengembangan produk Hijab Syar’i dengan Ornamen Roda Bunga ini layak untuk diproduksi dan diterima pasar.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>The development of the flower wheel ornament on a syar'i hijab using digital printing techniques is motivated by the lack of variation and innovation in local ornaments, such as the Flower Wheel, on fashion products especially syar'i hijabs. Furthermore, this ornament is still not widely known by the public. This Flower Wheel ornament is one of the local ornaments found at the Al-Osmani Mosque, Medan Labuhan. Therefore, this study aims to develop and test the feasibility of a syar'i hijab product applied using digital printing techniques.This research is categorized as Research and Development (R&amp;D), employing the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate). The object of development is the Flower Wheel motif, which is stilized yet retains its original characteristics. It is then applied and printed on Voile Platinum Tryspan Ultrafine material in a Syar’i size (130cm x 130cm). The study involved two stages of validation testing—design validation and product validation—followed by a feasibility testing stage conducted through two trials: small-scale and large-scale, involving a total of 30 respondents.The results show that the developed product is declared feasible and valid. Validation from design experts reached 95.45% in the "Highly Liked" category, and validation from product experts reached 97.5% in the "Highly Liked" category. This indicates that the print quality is HD, the material texture is soft, and the color combination is consistent with current trends. Meanwhile, the feasibility test results showed a positive response of 77% in the "Highly Liked" category. This demonstrates that the product development research for the Syar'i Hijab with the Flower Wheel Ornament is feasible for production and market acceptance.</em></p> Riskia Cahya Alionis, Nurhayati Tanjung Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17513 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 PENGUATAN RESTORATIVE JUSTICE DALAM KUHAP BARU SEBAGAI PARADIGMA BARU PENYELESAIAN PERKARA PIDANA OLEH KEPOLISIAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17716 <p>Restorative justice berkembang sebagai pendekatan alternatif dalam penyelesaian perkara pidana yang menitikberatkan pada pemulihan hubungan antara pelaku, korban, dan masyarakat. KUHAP yang berlaku saat ini belum secara eksplisit mengakomodasi prinsip restorative justice sebagai mekanisme formal dalam sistem peradilan pidana, sehingga penerapannya oleh kepolisian masih bertumpu pada diskresi dan kebijakan internal. Kondisi tersebut menimbulkan problem yuridis terkait kepastian hukum, keseragaman penerapan, serta potensi penyalahgunaan kewenangan dalam praktik penyidikan. Pembaruan KUHAP menjadi momentum strategis untuk mengintegrasikan restorative justice sebagai paradigma baru penyelesaian perkara pidana, khususnya pada tahap penyidikan oleh kepolisian. Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi penguatan restorative justice dalam KUHAP Baru sebagai dasar yuridis kewenangan kepolisian serta menilai implikasinya terhadap sistem peradilan pidana di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan restorative justice dalam KUHAP Baru diperlukan untuk memberikan legitimasi hukum yang jelas terhadap praktik penyelesaian perkara pidana secara restoratif, mencegah fragmentasi kebijakan di tingkat aparat penegak hukum, serta mendorong terwujudnya keadilan substantif yang berorientasi pada pemulihan. Integrasi restorative justice dalam KUHAP Baru diharapkan mampu memperkuat peran kepolisian sebagai penegak hukum yang tidak hanya represif, tetapi juga solutif dan berkeadilan.</p> <p><em>Restorative justice has developed as an alternative approach to criminal case resolution that emphasises the restoration of relationships among offenders, victims, and the community. The current Indonesian Criminal Procedure Code (KUHAP) does not explicitly regulate restorative justice as a formal mechanism within the criminal justice system, resulting in its implementation by the police relying primarily on discretionary authority and internal institutional policies. This condition raises legal concerns regarding legal certainty, uniformity of application, and the potential misuse of discretionary powers during the investigation stage. The reform of the Criminal Procedure Code represents a strategic opportunity to integrate restorative justice as a new paradigm for criminal case resolution, particularly at the investigation stage conducted by the police. This study aims to analyse the urgency of strengthening restorative justice within the New KUHAP as a clear legal basis for police authority and to assess its implications for the Indonesian criminal justice system. The research employs a normative juridical method using statutory and conceptual approaches. The findings indicate that the explicit regulation of restorative justice in the New KUHAP is essential to provide strong legal legitimacy for restorative-based case resolution, to prevent fragmented enforcement policies among law enforcement agencies, and to promote substantive justice oriented towards restoration rather than retribution. The integration of restorative justice into the New KUHAP is expected to reinforce the role of the police not merely as repressive law enforcers but as problem-solving and justice-oriented institutions.</em></p> Kiryanta, Lio Bijumes Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17716 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 PROGRAM MOBILE INTELLECTUAL PROPERTY CLINIC (MIPC) SEBAGAI INOVASI PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN HUKUM BALI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18269 <p>Perkembangan pelayanan publik di era digital menuntut inovasi yang mampu meningkatkan akses, efektivitas, dan kualitas layanan kepada masyarakat, termasuk dalam bidang Kekayaan Intelektual (KI). Rendahnya literasi KI dan keterbatasan akses layanan menjadi kendala utama bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha dan komunitas kreatif, dalam memperoleh perlindungan hukum atas karya dan inovasi mereka. Untuk menjawab permasalahan tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali menghadirkan Program <em>Mobile Intellectual Property Clinic </em>(MIPC) sebagai inovasi layanan jemput bola di bidang KI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi pelaksanaan MIPC sebagai inovasi pelayanan publik berdasarkan indikator inovasi sektor publik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan analisis data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MIPC telah memenuhi enam indikator inovasi sektor publik, yaitu tata kelola yang berjalan efektif melalui kolaborasi internal dan eksternal, sumber ide inovasi yang berasal dari kebutuhan nyata masyarakat, serta budaya inovasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kondisi lapangan. Selain itu, kemampuan aparatur pelaksana dan ketersediaan sarana pendukung dinilai cukup memadai dalam mendukung pelaksanaan program. Tujuan dan hasil inovasi tercermin dari meningkatnya partisipasi masyarakat, pemahaman terhadap KI, serta jumlah permohonan pendaftaran KI setelah pelaksanaan MIPC. Meskipun demikian, penelitian ini juga menemukan perlunya penguatan sosialisasi, peningkatan infrastruktur teknis, dan pengembangan kapasitas aparatur guna menjamin keberlanjutan dan optimalisasi program MIPC di masa mendatang.</p> <p><em>The development of public services in the digital era demands innovations that can enhance access, effectiveness, and quality of services for the community, especially in the field of Intellectual Property (IP). Low levels of IP literacy and limited access to services present significant barriers for the public, particularly entrepreneurs and creative communities, in obtaining legal protection for their works and innovations. To address these challenges, the Bali Regional Office of the Ministry of Law and Human Rights introduced the Mobile Intellectual Property Clinic (MIPC) as an innovative "door-to-door" service in the IP sector. This study aims to analyze and evaluate the implementation of MIPC as a public service innovation based on indicators of public sector innovation. Using a qualitative descriptive approach, data was collected through interviews, documentation, and supporting data analysis. Results indicate that MIPC has fulfilled six indicators of public sector innovation, including effective governance through internal and external collaboration, idea sources derived from community needs, and an adaptive innovation culture responsive to technological developments and field conditions. Additionally, the capacity of implementers and availability of supporting facilities are adequate for program execution. The innovation's goals and outcomes are reflected in increased community participation, improved understanding of IP, and higher IP registration requests after MIPC implementation. Systematic data collection forms the basis for evaluation and policy development. Nonetheless, the study identifies the need to strengthen socialization, improve technical infrastructure, and develop personnel capacity to ensure the sustainability and optimization of MIPC in the future.</em></p> Ni Made Gayatri Permatasari, Ni Putu Karnhura Wetarani Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18269 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 IMPLEMENTASI PROGRAM PERLINDUNGAN SOSIAL KORBAN BENCANA ALAM (PSKBA) PADA PENANGANAN BENCANA KEBAKARAN DI KABUPATEN KARANGASEM https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18312 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Program Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) oleh Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial P3A Provinsi Bali, dengan studi kasus penanganan bencana kebakaran di Kabupaten Karangasem. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dengan staf Bidang Linjamsos sebagai penanggung jawab dalam kegiatan PSKBA serta dokumentasi kegiatan penanganan bencana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan PSKBA pada kasus kebakaran di Kabupaten Karangasem telah diawali dengan asesmen kebutuhan korban, penyaluran bantuan logistik sesuai kebutuhan, pendampingan sosial, serta koordinasi lintas instansi dengan pemerintah kabupaten dan relawan. Penelitian ini menunjukkan bahwa peran Bidang Linjamsos sangat penting dalam memastikan perlindungan sosial bagi korban kebakaran dapat diberikan secara cepat dan tepat sasaran.</p> <p><em>This study aims to analyze the implementation of the Social Protection Program for Victims of Natural Disasters (Program Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam/PSKBA) carried out by the Division of Social Protection and Social Security (Linjamsos) of the Social Affairs, Women Empowerment, and Child Protection Office of Bali Province, with a case study on the handling of a fire disaster in Karangasem Regency. This research employs a descriptive qualitative method, with data collected through in-depth interviews with Linjamsos staff who are directly responsible for the implementation of PSKBA, as well as documentation of disaster response activities. The findings indicate that the implementation of PSKBA in the fire disaster case in Karangasem Regency began with a needs assessment of the affected victims, followed by the distribution of logistics assistance based on identified needs, social assistance, and inter-agency coordination with the regency government and volunteers. The study highlights that the role of the Linjamsos Division is crucial in ensuring that social protection for fire disaster victims is delivered promptly and in a targeted manner.</em></p> I Putu Khrisna Adi Widnyana Putra, I Dewa Ayu Putri Wirantari Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18312 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 KURIKULUM BAHASA ARAB DI INDONESIA: ANALISIS LITERATUR TENTANG TANTANGAN, INOVASI, DAN ARAH PENGEMBANGAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17442 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan, inovasi, dan arah pengembangan kurikulum bahasa Arab di Indonesia melalui kajian literatur sistematis terhadap berbagai penelitian nasional dan internasional periode 2020–2025. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelaah hasil-hasil penelitian terdahulu yang relevan mengenai implementasi Kurikulum Merdeka, pemanfaatan teknologi digital, dan pendekatan pedagogis modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum bahasa Arab masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain ketidaksesuaian dengan tuntutan abad ke-21, dominasi metode konvensional, serta keterbatasan sumber daya manusia dan infrastruktur pembelajaran. Namun demikian, berbagai inovasi seperti penerapan Communicative Language Teaching (CLT), Project-Based Learning (PjBL), dan blended learning terbukti mampu meningkatkan motivasi, partisipasi, serta kemampuan komunikatif peserta didik. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital melalui Learning Management System (LMS) dan aplikasi interaktif mendorong pembelajaran yang lebih adaptif dan kontekstual. Kajian ini menyimpulkan bahwa arah pengembangan kurikulum bahasa Arab di Indonesia perlu berorientasi pada integrasi keterampilan abad ke-21, adaptivitas terhadap globalisasi, dan kontekstualisasi dengan kebutuhan lokal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembang kurikulum, pendidik, dan pembuat kebijakan dalam merancang kurikulum bahasa Arab yang inovatif, berkelanjutan, dan relevan dengan dinamika zaman.</p> Fatimah Stomo, Fina Dzurrin Salsalah, Wulan Oktavia, Koderi Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17442 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI SUPERVISOR PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF TEORI PENDIDIKAN ISLAM: STUDI LITERATUR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17604 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepala sekolah dalam melakukan supervisi pendidikan melalui perspektif teori pendidikan Islam. Kepala sekolah memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dengan cara aktivitas supervisi yang mencakup pembinaan, pengawasan, serta pengembangan kompetensi para guru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), yakni dengan menelaah berbagai sumber tertulis yaitu jurnal, buku, dan literatur ilmiah yang berkaitan dengan supervisi pendidikan serta teori pendidikan Islam. Temuan penelitian menunjukkan bahwa supervisi pendidikan dalam Islam tidak hanya berfokus pada peningkatan profesionalitas guru, tetapi juga menekankan aspek spiritual, moral, dan akhlak. Kepala sekolah dipandang sebagai murabbi, muallim, dan musrif yang membimbing guru dengan nilai-nilai ihsan, amanah, musyawarah, serta kasih sayang. Konsep supervisi dalam Islam bersifat humanis dan transendental, menjadikan pendidikan sebagai bentuk ibadah dan sarana pembentukan insan berakhlak. Nilai-nilai Islam tersebut dapat memperkaya praktik supervisi modern sehingga lebih bermakna dan berorientasi pada pembentukan karakter.</p> Devi Agustina, Shinta Amelia Khairani, Zahratumina, Muhammad Iqbal Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17604 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 ULAMA-ULAMA PENYEBAR AGAMA ISLAM DI KAWASAN MELAYU DAN KARYANYA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18004 <p>Artikel ini mengkaji peran strategis para ulama dalam penyebaran Islam di kawasan Melayu sejak abad ke-13 hingga abad ke-20. Para ulama tidak hanya berfungsi sebagai pengajar agama, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial, politik, ekonomi, dan budaya yang membentuk identitas Islam Nusantara. Penelitian ini mengidentifikasi sepuluh tokoh ulama kunci dari berbagai wilayah meliputi Aceh (Hamzah Fansuri dan Syekh Bakri Syatha), Jambi (Syekh Burhanuddin), Sumatera Selatan (Syaikh Abdus Shamad al-Palimbani), Kepulauan Riau (Raja Ali Haji), Bangka Belitung (Syaikh Abdurrahman Siddik), Lampung (Ahmad Hanafiah), Sumatera Barat (Ahmad Khatib al-Minangkabawi), dan Sumatera Utara (Tuan Guru Syeikh Abdul Wahab Besilam). Metode dakwah yang digunakan para ulama sangat beragam dan kontekstual, mulai dari penulisan karya ilmiah berbahasa Arab dan Melayu, pengajaran lisan untuk masyarakat buta huruf, pembakuan bahasa Melayu, hingga pengembangan ekonomi umat melalui usaha berbasis syariah. Karya-karya monumental seperti Gurindam Dua Belas, Hidayatus Salikin, Sairus Salikin, dan Kitab Pengetahuan Bahasa menjadi warisan intelektual yang masih dipelajari hingga kini. Karakteristik utama ulama Melayu meliputi penguasaan ilmu agama yang mendalam, produktivitas dalam menulis, kemampuan memadukan teori dan praktik, serta kepedulian terhadap pembangunan masyarakat secara holistik. Mereka berperan sebagai waratsah al-anbiya' (pewaris para Nabi) yang menjadi elit keagamaan dengan otoritas tinggi di tengah masyarakat. Kontribusi mereka mencakup pembentukan identitas Islam Melayu Nusantara, pengembangan sistem pendidikan Islam, pembakuan bahasa Melayu sebagai bahasa ilmu pengetahuan, serta fondasi kehidupan sosial-ekonomi berbasis nilai-nilai Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran ulama Melayu melampaui fungsi keagamaan semata, tetapi menjadi pilar utama dalam transformasi peradaban Nusantara yang berakar pada nilai-nilai Islam.</p> Anggita Putri, Aliya Wandari, Munir Munir Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18004 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 ANALISIS LITERATUR: INTEGRASI INFRASTRUKTUR JARINGAN DAN PLATFORM DIGITAL DALAM EKOSISTEM PENDIDIKAN JARAK JAUH https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18290 <p>Transformasi pendidikan ke arah sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) menuntut kesiapan teknologi yang matang. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi integrasi antara infrastruktur jaringan komputer dan platform digital dalam mendukung ekosistem PJJ yang efektif. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis (Systematic Literature Review) terhadap 8 artikel ilmiah terpilih rentang tahun 2020-2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberhasilan PJJ tidak hanya bergantung pada ketersediaan platform digital (LMS, Video Conference), tetapi sangat dipengaruhi oleh stabilitas infrastruktur jaringan, kompetensi digital pengguna, serta manajemen integritas akademik. Sinergi antara keandalan jaringan, fitur platform yang adaptif, dan dukungan komunitas virtual menjadi kunci keberlanjutan ekosistem pendidikan digital.</p> Rendi Rahmadani, Faiz Perdana Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18290 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI SUPPLY CHAIN MANAGEMENT BERBASIS WEBSITE PADA PT SUPER HOME PRODUCT INDONESIA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18333 <p>Manajemen rantai pasok (Supply Chain Management) merupakan pendekatan terintegrasi untuk mengelola aliran barang dan informasi dari pemasok hingga ke konsumen akhir. PT Super Home Product Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang kosmetik dan kebutuhan sehari-hari, menghadapi kendala dalam pengelolaan pengadaan bahan baku dan persediaan barang akibat belum adanya sistem terintegrasi. Penelitian ini bertujuan merancang sistem informasi Supply Chain Management berbasis website untuk meningkatkan efisiensi proses produksi dan distribusi. Pengembangan sistem menggunakan metode Waterfall dengan pemodelan UML, serta implementasi menggunakan Laravel dan MySQL. Hasilnya berupa sistem informasi yang mampu mengelola pengadaan bahan baku, memantau proses produksi, dan mengatur stok barang secara real-time. Berdasarkan uji kelayakan menggunakan kuesioner kepada 6 responden dengan skala Likert, sistem memperoleh rata-rata skor 89,9% yang termasuk dalam kategori sangat layak. Ini menunjukkan bahwa sistem diterima dengan baik dan dinilai dapat meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.</p> <p><em>Supply Chain Management is an integrated approach aimed at managing the flow of goods and information from suppliers to end consumers. PT Super Home Product Indonesia, a company engaged in cosmetics and daily necessities, faces challenges in managing raw material procurement and inventory due to the absence of an integrated system. This study aims to design a web-based Supply Chain Management information system to improve the efficiency of production and distribution processes. The system development adopts the Waterfall method, with UML modeling and implementation using the Laravel framework and MySQL database. The result is an information system capable of managing raw material procurement, monitoring production processes, and managing inventory in real time. Based on a feasibility test using questionnaires distributed to 6 respondents and assessed using a Likert scale, the system achieved an average score of 89,9% classified as highly feasible. This indicates that the system is well accepted and considered effective in improving the company's operational efficiency.</em></p> Silvia Wulandari, Efitra, M. Yusuf Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18333 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS HUBUNGAN PUSAT-DAERAH DALAM PELAYANAN PUBLIK: TINJAUAN DARI PERSPEKTIF ADMINISTRASI PEMERINTAHAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17500 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas hubungan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pelayanan publik di Indonesia, dengan menggunakan perspektif administrasi pemerintahan. Sejak reformasi politik 1998, sistem pemerintahan Indonesia beralih dari sistem sentralistik menuju desentralisasi yang memberi wewenang lebih besar kepada pemerintah daerah. Namun, meskipun diharapkan dapat meningkatkan responsivitas dan efisiensi pelayanan, hubungan pusat-daerah masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam hal koordinasi dan kapasitas fiskal daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori Polycentric Governance yang dikembangkan oleh Vincent Ostrom, yang menekankan pentingnya koordinasi dan kompetisi sehat antar pemerintahan pusat dan daerah. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun beberapa daerah berhasil meningkatkan kualitas pelayanan melalui inovasi, ketimpangan fiskal dan koordinasi yang buruk masih menjadi kendala utama. Penelitian ini menyarankan perlunya perbaikan dalam mekanisme koordinasi dan pemberdayaan kapasitas fiskal daerah untuk mencapai pelayanan publik yang lebih efektif dan adil.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>This study aims to analyze the effectiveness of the relationship between the central and local governments in the delivery of public services in Indonesia, using the perspective of public administration. Since the 1998 political reform, Indonesia’s governance system has shifted from a centralistic to a decentralized model, granting local governments more authority. However, despite the expectation to enhance responsiveness and efficiency in services, the central-local government relationship still faces significant challenges, particularly in coordination and fiscal capacity of the regions. This research adopts the Polycentric Governance theory developed by Vincent Ostrom, which emphasizes the importance of coordination and healthy competition between central and local governments. The analysis results indicate that, although some regions have succeeded in improving service quality through innovation, fiscal disparities and poor coordination remain major obstacles. The study suggests that improving coordination mechanisms and empowering fiscal capacity at the local level are necessary to achieve more effective and equitable public service delivery.</em></p> Naila Zahra Ramadhani, Intan Berliana Setiaputri , Sri Suciati Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17500 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 PERAN CHATBOT AIOHUMASSUMSEL DALAM MENINGKATKAN RESPONSIVITAS DAN TRANPARANSI LAYANAN PUBLIK DI KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA SUMATERA SELATAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17703 <p>Penelitian ini menganalisis peran chatbot AIoHUMAS Sumsel dalam meningkatkan responsivitas dan transparansi layanan publik di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan. Sebagai inovasi layanan berbasis kecerdasan buatan, chatbot ini dirancang untuk menyediakan akses informasi yang cepat, akurat, dan terdokumentasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus untuk memahami proses implementasi dalam konteks organisasi yang sebenarnya. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pegawai humas dan pengguna layanan, observasi terhadap operasional chatbot, serta analisis dokumentasi seperti log percakapan dan arsip layanan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa AIoHUMAS mampu mempercepat respons, memberikan informasi secara konsisten, dan menghadirkan jejak interaksi yang dapat diverifikasi sehingga memperkuat aspek transparansi. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan seperti infrastruktur teknologi yang belum merata, literasi digital SDM yang beragam, manajemen data yang belum konsisten, serta koordinasi antarunit yang belum optimal. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan inovasi digital dipengaruhi bukan hanya oleh teknologi, tetapi juga oleh kesiapan organisasi dan dukungan sistem yang berkelanjutan.</p> Rajan Sukaira Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17703 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 SEJARAH PERKEMBANGAN DAN DINAMIKA ISLAM DI SINGAPURA DAN BRUNAI DARUSSALAM https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18258 <p>Brunei Darussalam telah berdiri sebagai kerajaan sejak abad ke-7 atau ke-8 dan menjadi pusat perdagangan penting di Laut Cina Selatan sejak masa itu. Sejarah mencatat bahwa Islam telah mencapai Brunei sejak abad ke-7 melalui jalur perdagangan oleh pedagang Arab dan Gujarat, meskipun berkembang pesat dengan pola top down setelah Sultan Muhammad Shah memerintah pada tahun 1383 sebagai sultan Muslim pertama yang menggabungkan kepemimpinan kerajaan dan agama. Singapura, sebagai negara kota yang beragam, menerima Islam pada abad ke-13 melalui pelabuhan Temasek yang ramai, dengan imigran Melayu, Arab, dan Gujarati sebagai penggerak penyebarannya. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis secara rinci sejarah perkembangan Islam di kedua negara, serta dinamika interaksi antara agama, politik, budaya Melayu, dan tantangan kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis kontekstual terhadap sumber primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Brunei, Islam menjadi ideologi nasional melalui konsep Melayu Islam Beraja (MIB) yang mengintegrasikan kesetiaan kepada raja, ajaran Islam Sunni Ahlussunnah Waljamaah, dan identitas Melayu. Di Singapura, Islam berkembang dalam kerangka negara sekuler yang mempromosikan kebebasan beragama dan kebersamaan antarumat beragama, dengan Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS) sebagai lembaga pengatur urusan agama Muslim. Kedua negara menghadapi tantangan terkait radikalisme, modernisasi, dan integrasi sosial, namun menanganinya dengan cara yang berbeda sesuai konteks politik dan budaya masing-masing.</p> <p><em>Brunei Darussalam has existed as a kingdom since the 7th or 8th century and became an important trading center in the South China Sea from that time. History records that Islam reached Brunei as early as the 7th century through trade routes by Arab and Gujarati merchants, although it developed rapidly through a top-down pattern after Sultan Muhammad Shah ruled in 1383 as the first Muslim sultan who combined state and religious leadership. Singapore, as a diverse city-state, received Islam in the 13th century through the bustling port of Temasek, with Malay, Arab, and Gujarati immigrants as the drivers of its spread. This paper aims to analyze in detail the history of the development of Islam in both countries, as well as the dynamics of interaction between religion, politics, Malay culture, and contemporary challenges. This research uses a qualitative approach with the literature study method and contextual analysis of primary and secondary sources. The results show that in Brunei, Islam became the national ideology through the concept of Malay Islamic Monarchy (MIB) which integrates loyalty to the king, the teachings of Sunni Ahlussunnah Waljamaah Islam, and Malay identity. In Singapore, Islam develops within the framework of a secular state that promotes religious freedom and interfaith harmony, with the Islamic Religious Council of Singapore (MUIS) as the institution regulating Muslim religious affairs. Both countries face challenges related to radicalism, modernization, and social integration, but address them in different ways according to their respective political and cultural contexts.</em></p> Annisah Salsabila, Sarah Qonita, Munir Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18258 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 ANALISIS KOMPENSASI NON KEUANGAN DALAM MENINGKATKAN PRESTASI KERJA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18310 <p>Prestasi kerja karyawan adalah faktor kunci dalam mencapai tujuan sebuah organisasi. Selain kompensasi finansial, kompensasi non keuangan memiliki peran dalam meningkatkan motivasi dan kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi non keuangan terhadap peningkatan prestasi kerja karyawan. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa jurnal nasional dan internasional, buku referensi, serta publikasi terkait yang membahas kompensasi non keuangan dan prestasi kerja. Literatur yang dikaji difokuskan pada aspek kompensasi non keuangan seperti pengakuan, kesempatan pengembangan karier, lingkungan kerja, keamanan kerja, dan hubungan interpersonal. Hasil kajian menunjukkan bahwa kompensasi non keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja karyawan. Pemberian penghargaan non material, peluang pengembangan diri, serta lingkungan kerja yang kondusif terbukti mampu meningkatkan kepuasan kerja, loyalitas, dan produktivitas karyawan. Dengan demikian, organisasi disarankan untuk tidak hanya berfokus pada kompensasi finansial, tetapi juga mengoptimalkan strategi kompensasi non keuangan sebagai upaya meningkatkan prestasi kerja secara berkelanjutan.</p> Emi Puspita Dewi, M. Rezky Ardhika Arkhananta, Agus Susanti, Dwi Wahyu Permata Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18310 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 PERSEPSI MASYARAKAT LAU BAKERI TERHADAP PENDIDIKAN PESANTREN DARULARAFAH RAYA DI ERA DIGITAL: ANTARA KEPERCAYAAN DAN STIGMA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17427 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap pendidikan di Pesantren Darularafah Raya sebagai pesantren modern di era digital, dengan menyoroti dua sisi utama, yaitu kepercayaan dan stigma yang berkembang di lingkungan sekitar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap masyarakat sekitar pesantren, wali santri, serta tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki persepsi positif terhadap pesantren Darularafah Raya sebagai lembaga pendidikan yang mampu memadukan nilai-nilai keislaman dengan kemajuan teknologi dan sistem pendidikan modern. Namun, masih terdapat sebagian kecil masyarakat yang memandang pesantren sebagai lembaga tertutup, kolot, dan kurang relevan dengan perkembangan zaman. Kesimpulannya, pesantren Darularafah Raya telah berhasil membangun kepercayaan masyarakat melalui inovasi pendidikan berbasis digital, meskipun perlu terus memperkuat citra positifnya untuk menghapus stigma yang masih melekat.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>This study aims to explore the community’s perceptions of education at Pesantren Darul Arafah Raya as a modern Islamic boarding school in the digital era, focusing on two main aspects: trust and stigma within the surrounding environment. The research method used is descriptive qualitative, with data collected through interviews, observations, and documentation involving local residents, students’ parents, and community leaders. The results indicate that most community members have a positive perception of Pesantren Darularafah Raya as an educational institution capable of integrating Islamic values with technological advancement and a modern education system. However, a small portion of the community still views the pesantren as a closed, old-fashioned institution that is less relevant to current developments. In conclusion, Pesantren Darularafah Raya has successfully built public trust through digital-based educational innovations, although continuous efforts are needed to strengthen its positive image and eliminate the remaining stigma.</em></p> Annisa, Valent Febrie Abdillah, Rahmadani Fitri Ginting Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17427 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 KRISIS LEGITIMASI DPRD DAERAH: ANTARA FUNGSI LEGISLASI, ANGGARAN, DAN REALITAS POLITIK TRANSAKSIONAL: STUDI KASUS DUGAAN SKANDAL ANGGARAN DPRD BANTEN 2022-2024 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17544 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana praktik politik transaksional dalam proses penganggaran memengaruhi fungsi DPRD serta berkontribusi pada krisis legitimasi DPRD Provinsi Banten periode 2022–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi dokumen, di mana objek kajian mencakup dokumen RAPBD, APBD, laporan audit BPK, temuan Inspektorat, pernyataan KPK, pemberitaan media kredibel, serta literatur akademik terkini mengenai politik transaksional dan legitimasi politik. Seluruh data dikumpulkan melalui identifikasi, seleksi, dan analisis terhadap dokumen resmi dan sumber sekunder, kemudian dianalisis dengan teknik analisis konten dan analisis tematik untuk menafsirkan pola belanja, dinamika pembahasan anggaran, serta persepsi publik terhadap kinerja DPRD. Hasil penelitian menunjukkan adanya indikasi penggelembungan anggaran pada sejumlah pos belanja DPRD, seperti pemeliharaan kendaraan, dana reses, dan pengadaan barang, yang mencerminkan kuatnya kepentingan transaksional dalam proses anggaran daerah. Temuan ini berimplikasi pada melemahnya legitimasi DPRD dalam tiga dimensi: minimnya partisipasi bermakna dalam proses anggaran (input legitimacy), rendahnya transparansi dan akuntabilitas prosedural (process legitimacy), serta tidak optimalnya manfaat kebijakan bagi publik (output legitimacy). Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik politik transaksional memiliki dampak langsung terhadap kepercayaan publik dan kualitas tata kelola pemerintahan daerah. Rekomendasi yang diajukan meliputi penguatan mekanisme transparansi, pengawasan publik, dan reformasi sistem penganggaran DPRD.</p> <p><em>This study aims to analyze how transactional politics in the budgeting process affects the institutional functions of regional legislatures and contributes to the legitimacy crisis of the Banten Provincial Parliament (DPRD) during 2022–2024. Using a qualitative approach and documentary research method, this study examines RAPBD and APBD documents, audit reports from the Audit Board (BPK), Inspectorate findings, statements from the Corruption Eradication Commission (KPK), credible media reports, and recent academic literature on transactional politics and political legitimacy. Data were collected through systematic identification, selection, and interpretation of official documents and secondary sources, and analyzed using content analysis and thematic analysis to identify spending patterns, political bargaining dynamics, and public perceptions of DPRD performance. The findings reveal indications of budget inflation in several expenditure categories, including vehicle maintenance, recess funds, and procurement activities, which reflect the strong influence of transactional interests within the regional budgeting system. These practices have contributed to a decline in DPRD legitimacy in three dimensions: limited meaningful public participation in budgeting (input legitimacy), low transparency and weak procedural accountability (process legitimacy), and suboptimal policy outcomes for citizens (output legitimacy). The study concludes that transactional political practices directly erode public trust and undermine the quality of local governance. It recommends strengthening budget transparency, enhancing public oversight, and reforming DPRD budgeting mechanisms.</em></p> Assisiq Ali, Tubagus Mohammad Ni'matullah Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17544 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 SEJARAH PERKEMBANGAN DAN DINAMIKA ISLAM DI THAILAND (PATTANI) DAN MALAYSIA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17874 <p>Perkembangan Islam di Asia Tenggara tidak lepas dari transformasi sosial, politik, dan ekonomi yang kompleks. Artikel ini mengeksplorasi sejarah dan dinamika Islam di wilayah Pattani (Thailand Selatan) dan Malaysia, dua kawasan yang memiliki akar Melayu-Islam yang saling terkait tetapi juga menghadapi tantangan berbeda. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-historis dan tinjauan literatur, penelitian ini menelusuri perjalanan Islam dari era kerajaan Islam Melayu (seperti Pattani dan Melaka), interaksi dengan kolonialisme, hingga dinamika kontemporer seperti politik Islam, pendidikan Islam, dan konflik etno-agama. Temuan menegaskan bahwa Islam di kedua wilayah tersebut telah menjadi kerangka identitas politik dan kultural yang vital; pendidikan Islam dan lembaga keagamaan memainkan peran sentral dalam mempertahankan warisan Islam, sementara tekanan asimilasi (di Pattani) dan polarisasi politik (di Malaysia) menciptakan tantangan nyata.</p> <p><em>The development of Islam in Southeast Asia is deeply entwined with complex social, political, and economic transformations. This article explores the history and dynamics of Islam in the Pattani region (Southern Thailand) and Malaysia — two areas sharing Malay-Islamic roots but facing distinct challenges. Using a qualitative-historical approach and literature review, this research traces Islam’s journey from Malay-Islamic sultanates (such as Pattani and Melaka), through colonial encounters, to contemporary dynamics including Islamic politics, Islamic education, and ethno-religious conflict. The findings highlight that Islam has become a critical framework for both political and cultural identity in both regions; Islamic education and religious institutions play central roles in preserving Islamic heritage, while pressures of assimilation (in Pattani) and political polarization (in Malaysia) create real challenges.</em></p> Angga Saputra, Dzaky Farhan, Muhammad Dzahwan Fathullah, Munir Munir Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17874 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 PENGARUH PITCHING DIGITAL TERHADAP KEPUTUSAN INVESTOR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18279 <p>Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara pendanaan usaha dan interaksi antara investor serta pelaku bisnis, terutama melalui mekanisme crowdfunding. Pitching digital menjadi salah satu strategi penting dalam menyampaikan informasi proyek secara online, mencakup rencana bisnis, proyeksi keuntungan, dan transparansi penggunaan dana. Pitching digital yang efektif tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membangun citra profesionalisme fundraiser, mengurangi ketidakpastian risiko, dan memengaruhi motivasi investor untuk berinvestasi. Literasi keuangan memiliki peran sentral dalam memperkuat pengaruh pitching digital, di mana investor dengan literasi tinggi mampu mengevaluasi peluang dan risiko investasi secara objektif, sedangkan investor dengan literasi rendah cenderung ragu atau menunda keputusan. Perkembangan fintech dan digitalisasi pasar modal turut meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kredibilitas platform, sehingga memengaruhi persepsi risiko investor terhadap proyek crowdfunding. Selain itu, edukasi investor juga menjadi faktor penting untuk memastikan keputusan investasi lebih rasional dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk menganalisis hubungan antara pitching digital, literasi keuangan, kredibilitas platform, dan edukasi investor terhadap keputusan investasi. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan panduan strategis bagi platform crowdfunding, fundraiser, dan investor dalam meningkatkan efektivitas pitching digital serta keberhasilan pendanaan di era digital. &nbsp;</p> <p><em>The development of digital technology has transformed the way businesses are funded and interactions between investors and business owners occur, particularly through crowdfunding mechanisms. Digital pitching has become a crucial strategy for conveying project information online, including business plans, profit projections, and transparency regarding the use of funds. Effective digital pitching not only provides information but also builds the fundraiser's professional image, reduces risk uncertainty, and influences investor motivation to invest. Financial literacy plays a central role in strengthening the influence of digital pitching, where investors with high literacy are able to objectively evaluate investment opportunities and risks, while investors with low literacy tend to hesitate or delay decisions. The development of fintech and the digitalization of capital markets have also increased the efficiency, transparency, and credibility of platforms, thus influencing investor risk perceptions regarding crowdfunding projects. Furthermore, investor education is also a crucial factor in ensuring more rational and sustainable investment decisions. This study uses a literature review method to analyze the relationship between digital pitching, financial literacy, platform credibility, and investor education on investment decisions. The results are expected to provide strategic guidance for crowdfunding platforms, fundraisers, and investors in improving the effectiveness of digital pitching and funding success in the digital era.</em></p> Wilyan Arta Al Majid, Selvy Afrioza Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18279 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 EVALUASI PROGRAM PENILAIAN KEPATUHAN STANDAR PELAYANAN PUBLIK OLEH PERWAKILAN OMBUDSMAN RI PROVINSI BALI PADA INSTANSI PEMERINTAH DI BALI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18324 <p>Pelayanan publik yang berkualitas merupakan elemen penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel. Untuk mendorong pemenuhan standar pelayanan dan mencegah maladministrasi, Ombudsman Republik Indonesia melaksanakan Program Penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik, termasuk di Provinsi Bali. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program tersebut oleh Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Bali pada instansi pemerintah daerah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode evaluasi program model CIPP (Context, Input, Process, Product). Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara konteks program telah memiliki landasan hukum yang kuat dan relevan. Dari aspek input, sumber daya manusia, pedoman, serta sarana prasarana dinilai cukup memadai meskipun masih terdapat keterbatasan anggaran dan SDM. Pada aspek proses, pelaksanaan program telah mengikuti mekanisme yang ditetapkan, namun masih ditemukan kelemahan pada publikasi maklumat pelayanan dan dokumentasi. Dari aspek hasil, nilai kepatuhan instansi di Bali cenderung meningkat, meskipun pengaduan masyarakat masih relatif tinggi, yang menunjukkan adanya kesenjangan antara pemenuhan administratif dan kualitas pelayanan yang dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pembinaan, monitoring, dan tindak lanjut rekomendasi agar program penilaian kepatuhan tidak hanya berorientasi pada capaian nilai, tetapi juga berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.</p> <p><em>High-quality public service is a crucial element in achieving accountable governance. To encourage compliance with service standards and prevent maladministration, the Ombudsman of the Republic of Indonesia implements the Public Service Standards Compliance Assessment Program, including in Bali Province. This study aims to evaluate the implementation of the program by the Bali Provincial Representative of the Ombudsman of the Republic of Indonesia within local government institutions. The study employs a descriptive qualitative approach using the CIPP (Context, Input, Process, Product) program evaluation model. Data were collected through interviews, observations, documentation, and literature review. The findings indicate that, in terms of context, the program is supported by a strong and relevant legal framework. From the input perspective, human resources, guidelines, and supporting facilities are considered adequate, although budget limitations remain. In the process aspect, the implementation has generally followed established mechanisms; however, weaknesses persist in the publication of service charters and administrative documentation. In terms of outcomes, compliance scores of government institutions in Bali tend to increase, while public complaints remain relatively high, indicating a gap between administrative compliance and the quality of public services perceived by the community. Therefore, strengthened guidance, monitoring, and follow-up on recommendations are necessary to ensure that the compliance assessment program not only focuses on score achievement but also produces tangible improvements in public service quality.</em></p> Ni Luh Nyoman Ken Anjarini Melati, Ni Putu Anik Prabawati Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18324 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18748 <p>Penelitian ini membahas tentang penguatan pendidikan karakter dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai upaya membentuk peserta didik yang berakhlak mulia, religius, dan berdaya saing di era digital. Pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan moral, spiritual, dan etika. Dalam konteks ini, guru PAI memiliki peran strategis sebagai teladan (uswatun hasanah) dalam menanamkan nilai-nilai Islam kepada siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), dengan sumber data berasal dari buku, jurnal, dan artikel ilmiah relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran PAI dilakukan melalui integrasi nilai-nilai religiusitas, kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kerja sama, dan toleransi ke dalam setiap proses pembelajaran. Strategi yang diterapkan antara lain penyisipan nilai karakter dalam SK/KD, pengembangan kegiatan unggulan berbasis karakter, sinergi antara guru dan orang tua, serta pendekatan kontekstual yang mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata siswa. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan waktu, kurangnya kompetensi guru dalam pendekatan berbasis karakter, serta pengaruh negatif media sosial dan budaya global. Dengan demikian, penguatan pendidikan karakter dalam PAI perlu dilakukan secara berkelanjutan, kolaboratif, dan adaptif agar mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan berkepribadian islami.</p> <p><em>This study discusses the strengthening of character education in Islamic Religious Education (PAI) learning as an effort to shape students with noble character, religiousness, and competitiveness in the digital era. Education not only functions as a transfer of knowledge, but also as a means of moral, spiritual, and ethical development. In this context, PAI teachers have a strategic role as role models (uswatun hasanah) in instilling Islamic values in students. This study uses a qualitative method with a library research approach, with data sources coming from books, journals, and relevant scientific articles. The results show that the implementation of character education in PAI learning is carried out through the integration of the values of religiosity, honesty, responsibility, discipline, cooperation, and tolerance into every learning process. The strategies implemented include the insertion of character values in SK/KD, the development of character-based flagship activities, synergy between teachers and parents, and a contextual approach that links learning to students' real lives. However, its implementation still faces challenges such as time constraints, a lack of teacher competence in character-based approaches, and the negative influence of social media and global culture. Thus, strengthening character education in Islamic Religious Education needs to be carried out in a sustainable, collaborative, and adaptive manner so that it can form a young generation that is not only intellectually intelligent, but also has noble morals and an Islamic personality.</em></p> Nurhayati, Kartina, Juliana Wahdania Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18748 Thu, 08 Jan 2026 00:00:00 +0000 ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DAN CARA BELAJARNYA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17496 <p>Penelitian ini membahas konsep anak berkebutuhan khusus (ABK) beserta karakteristik, jenis, serta strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing kategori ABK. Kajian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis berbagai literatur terkait pendidikan inklusif, karakteristik ABK, dan pendekatan pedagogis yang relevan. Selain itu, penelitian ini juga diperkuat dengan hasil observasi di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Karawang Barat. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap jenis ABK—seperti tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, anak dengan kesulitan belajar, dan anak berbakat—memiliki kebutuhan pembelajaran yang berbeda sehingga memerlukan pendekatan yang bersifat individual, adaptif, dan fleksibel. Strategi pembelajaran yang efektif antara lain meliputi individualisasi program, pembelajaran kooperatif, modifikasi perilaku, serta penyesuaian lingkungan belajar. Observasi lapangan menunjukkan bahwa guru berperan penting dalam menciptakan suasana belajar yang suportif melalui kesabaran, pemahaman karakter siswa, serta penggunaan metode yang sesuai. Namun demikian, keterbatasan fasilitas dan kurangnya tenaga profesional masih menjadi hambatan dalam optimalisasi layanan pendidikan ABK. Studi ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara guru, sekolah, keluarga, dan lingkungan untuk mendukung perkembangan akademik, sosial, dan emosional anak berkebutuhan khusus.</p> Abdan Shibrul Wafa Hermawan, Azizah Nurul Khasanah, Fadli Azizal Mukhli, Ia Nursyabaniyah, Nurul Komaria, Oka Arista Kanakaya Nanda, Roihan Almuhtadi Billah, Santi Nurhayati, Tiara Aprillia Salsalbila, Muhammad Sennigi Bintang, Neng Ulya Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17496 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 INTEGRASI MEDIA DIGITAL DAN SUMBER BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN PAI PADA ERA TEKNLOGI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17639 <p>Perkembangan teknologi digital secara signifikan memengaruhi dunia pendidikan, termasuk dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk integrasi media digital dan sumber belajar Islami dalam pembelajaran PAI pada era teknologi modern. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai jurnal, buku, dan penelitian relevan terkait pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi media digital dengan sumber belajar Islami dapat meningkatkan motivasi, partisipasi, serta akses peserta didik terhadap materi keagamaan yang autentik. Selain itu, teknologi mendorong guru untuk berinovasi dalam strategi pembelajaran. Namun, literasi digital yang memadai tetap diperlukan agar pemanfaatan teknologi selaras dengan nilai-nilai Islam dan tujuan pendidikan moral. Dengan demikian, integrasi media digital dan sumber belajar Islami menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pembelajaran PAI yang interaktif, relevan, dan berorientasi pada penguatan spiritualitas peserta didik.</p> <p><em>The advancement of digital technology has profoundly reshaped the educational landscape, including the domain of Islamic Religious Education (PAI). This study examines the integration of digital media and Islamic learning resources within PAI instruction in the contemporary technological era. Employing a literature review approach, the analysis draws on peer-reviewed journals, academic books, and relevant empirical studies addressing digital innovation in Islamic education. The findings indicate that the incorporation of digital media enhances learners’ motivation, engagement, and access to authentic religious content. Furthermore, technological tools stimulate pedagogical innovation among teachers. Nevertheless, adequate digital literacy is essential to ensure that technological practices remain aligned with Islamic values and the moral aims of education. Overall, the integration of digital media with Islamic learning resources represents a strategic pedagogical direction for fostering interactive, contextually relevant, and spiritually grounded PAI learning.</em></p> Mohamad Erihadiana, Fajar Cahya Ramadhan, Dea Hilyatul Auliya, Afifah Adawiyyah Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17639 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 ANALISIS PENERAPAN PENDEKATAN NEGOSIASI KOLABORATIF (INTEGRATIVE) DALAM KEMITRAAN CO-BRANDING ANTARA PLATFORM GAYA HIDUP DIGITAL DAN BANK DIGITAL KOLABORASI ANTARA GOJEK/GRAB DENGAN BANK JAGO/SEABANK UNTUK LAYANAN FINANSIAL TERINTEGRASI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18253 <p>Transformasi digital telah mendorong konvergensi sektor teknologi dan keuangan di Indonesia, melahirkan kolaborasi strategis antara platform gaya hidup digital seperti Gojek dan Grab dengan bank digital seperti Bank Jago dan SeaBank. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan prinsip-prinsip pendekatan negosiasi kolaboratif (integrative negotiation) dalam pembentukan kemitraan co-branding tersebut, mengidentifikasi faktor-faktor fasilitatif dan penghambat, serta menjelaskan mekanisme value creation dan value distribution dalam integrasi layanan finansial. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan deskriptif-analitis, menganalisis literatur akademis dari basis data bereputasi periode 2020-2025 melalui teknik analisis konten dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan kemitraan berlandaskan tiga pilar fundamental: prinsip mutual gains dan interest-based bargaining yang memfasilitasi struktur revenue sharing optimal; trust building melalui transparansi kapabilitas teknologi dan kepatuhan regulasi; serta creative problem-solving dalam mengembangkan produk inovatif seperti credit scoring alternatif dan bundling layanan. Faktor fasilitatif meliputi kapabilitas organisasional yang matang, regulasi adaptif, dan ekosistem digital yang berkembang, sementara hambatan utama berupa kompleksitas struktural akibat perbedaan budaya organisasi dan risiko konflik kepentingan. Mekanisme value creation terwujud melalui sinergi kapabilitas komplementer, sedangkan value distribution dikelola melalui model pembagian pendapatan berbasis kontribusi dan struktur governance dengan komite pengarah bersama. Penelitian menyimpulkan bahwa pendekatan negosiasi kolaboratif efektif menciptakan kemitraan berkelanjutan ketika didukung mekanisme komunikasi terstruktur, KPI jelas, dan protokol pengelolaan data yang compliant, dengan rekomendasi pengembangan SDM cross-sector dan sistem early warning untuk mitigasi risiko proaktif.</p> <p><em>Digital transformation has driven the convergence of technology and financial sectors in Indonesia, giving rise to strategic collaborations between digital lifestyle platforms such as Gojek and Grab with digital banks such as Bank Jago and SeaBank. This research aims to analyze the application of collaborative negotiation (integrative negotiation) approach principles in forming these co-branding partnerships, identify facilitating and inhibiting factors, and explain value creation and value distribution mechanisms in financial services integration. The research method employs a qualitative approach with descriptive-analytical library research, analyzing academic literature from reputable databases during 2020-2025 period through content analysis techniques and source triangulation. Research findings demonstrate that partnership success is grounded on three fundamental pillars: mutual gains and interest-based bargaining principles facilitating optimal revenue sharing structures; trust building through transparency in technological capabilities and regulatory compliance; and creative problem-solving in developing innovative products such as alternative credit scoring and service bundling. Facilitating factors include mature organizational capabilities, adaptive regulations, and developing digital ecosystems, while primary obstacles comprise structural complexity due to organizational culture differences and conflict of interest risks. Value creation mechanisms materialize through complementary capability synergies, whereas value distribution is managed through contribution-based revenue sharing models and governance structures with joint steering committees. The research concludes that collaborative negotiation approaches effectively create sustainable partnerships when supported by structured communication mechanisms, clear KPIs, and compliant data management protocols, with recommendations for cross-sector human resource development and early warning systems for proactive risk mitigation.</em></p> Nanda Ayu Frastika, Selvy Afrioza Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18253 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 PELATIHAN PEMANFAATAN TONGKOL JAGUNG MENJADI KOTAK TISU RAMAH LINGKUNGAN YANG ESTETIK https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18307 <p>Limbah tongkol jagung merupakan salah satu limbah pertanian yang jumlahnya melimpah, namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, khususnya di wilayah agraris. Apabila tidak dikelolah dengan baik, limbah ini berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan seperti pencemaran dan penumpukan sampah organic. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan kegiatan pelatihan pamanfaatan tongkol jagung menjadi kotak tisu yang ramah lingkungan dan memiliki nilai estetika melalui keterlibatan langsung penulis bersama masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di kampung Redong, Kelurahan Wali, Kecamatan Langke Rembong, kabupaten Manggrai dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, praktik pembuatan produk, wawancara, dan dokumentasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukan bahwa tongkol jagung memiliki karakteristik fisik yang kuat, berserat, dan mudah dibentuk sehingga berpotensi dijadikan bahan dasar kerajinan fungsional. Produk kotak tisu yang dihasilkan memiliki tampilan estetis, struktur yang kokoh, serta berpotensi dikembangkan sebagai produk bernilai ekonomi. Selain menghasilkan produk ramah lingkungan, kegiatan ini juga meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengolahan limbah pertanian berbasis sumber daya lokal. Dengan demikian, pemanfaatan tongkol jagung dapat menjadi alternatif solusi pengolahan limbah yang berkelanjutan sekaligus membuka peluang usaha kreatif masyarakat.</p> <p><em>Corncob waste in one of the most abundant agricultural by products has not been optimally utilized by communities, particularly in agrarian areas. If not properlymanaged, this waste can cause environmental problem such as pollution and the accumulation of organic waste. This article aims to describe a training activity on utilizing corncobs to produce environmentally friendly and aesthetically pleasing tissue boxes through the direct involvement of the authors and the local community. The activity was conducted in redong Village, wali Subdistrict, Langke Rembong District, Manggrai Regency, using a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, hands-on product-making practices, interviews, and activity documentation. The results show that corncobs possess strong physical characteristics, a fibrous texture, and are relatively easy to shape, making them suitable as raw materials for functional handicrafts. The resulting tissue boxes demonstrate aesthetic value, structural durabitily, and potential for economic development. In addition to producting environmentally friendly products, this activity enhanced community knowledge, skills, and awareness regarding the importance of managing agricultural waste based on local resources. Therefore, the utilization of corncobs can serve as an alternative solution for sustainable aoganic waste management while also creating opportunities for community-based creative enterprises.</em></p> Marta Teli Mingi, Maria Fenansia Anu, Theresia Teklaniagres Murni, Modestiana Jenau, Gaudenfus Fridolin Jamur, Maria Triana, Margareta Sutriani Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18307 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 PERAN PENGURUS PESANTREN DALAM MANAJEMEN MUTU PELAKSANAAN SHALAT JAMAAH DI PONDOK PESANTREN THARIQAT SHUFIYAH LANGGAR TENGAH https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17405 <p>Shalat jamaah sebagai ibadah fundamental dalam kehidupan pesantren memerlukan sistem manajemen yang efektif untuk memastikan pelaksanaannya berjalan tertib dan berkualitas. Struktur kepengurusan terbagi dalam tiga tingkat yaitu pengurus utama, pengurus ubudiyah, dan pengurus mushola harian yang masing-masing memiliki tugas spesifik namun saling melengkapi. Pengurus utama menetapkan kebijakan dan standar mutu, pengurus ubudiyah menghubungkan kebijakan dengan pelaksanaan lapangan, sedangkan pengurus mushola harian mengawasi dan membimbing santri secara langsung. Kekuatan sistem ini terletak pada kolaborasi antarjenjang dan penerapan pengawasan berbasis keteladanan yang tidak hanya bersifat administratif tetapi juga edukatif dan moral. Namun demikian, terdapat beberapa tantangan seperti penanganan santri yang melawan, dan menjaga konsistensi kedisiplinan. Secara keseluruhan, dedikasi pengurus menunjukkan komitmen serius terhadap mutu shalat jamaah yang tidak hanya menjaga ketertiban formal tetapi juga membentuk karakter dan spiritualitas santri. Tujuan dari artikel ini tidak lain ingin mengkaji lebih dalam bagaimana penguru berperan dalam manajemen mutu yang dilakukan lewat program shalat berjamaah dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif.</p> <p><em>Congregational prayer as a fundamental act of worship in Islamic boarding school life requires an effective management system to ensure its implementation runs in an orderly and quality manner. The management structure is divided into three levels, namely the main administrator, ubudiyah administrator, and daily prayer room administrator, each of whom has specific but complementary duties. The main management sets policies and quality standards, the ubudiyah management links policies with field implementation, while the daily prayer room management supervises and guides the students directly. The strength of this system lies in collaboration between levels and the implementation of example-based supervision which is not only administrative but also educational and moral. However, there are several challenges such as handling students who resist, and maintaining consistent discipline. Overall, the management's dedication shows a serious commitment to the quality of congregational prayers which not only maintains formal order but also shapes the character and spirituality of the students. The aim of this article is none other than to examine in more depth how teachers play a role in quality management carried out through congregational prayer programs using descriptive qualitative research.</em></p> Wulan Fitria Anisa, Waqiatul Masrurah, Lailatul Firdausi Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17405 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 ANALISIS EFEKTIVITAS KEBIJAKAN PENGENDALIAN SAMPAH DI KABUPATEN SERANG: STUDI IMPLEMENTASI TPST DAN PERAN MASYARAKAT https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17540 <p>Permasalahan sampah merupakan salah satu tantangan utama dalam tata kelola lingkungan di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Pertumbuhan penduduk, peningkatan aktivitas ekonomi, urbanisasi, dan perubahan pola konsumsi menjadi faktor yang mempercepat laju timbulan sampah nasional. KLHK (2023) mencatat bahwa Indonesia menghasilkan lebih dari 19,45 juta ton sampah per tahun, dan setidaknya 40–60% di antaranya belum dikelola secara memadai. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada pencemaran lingkungan, tetapi juga berimplikasi pada kesehatan masyarakat, kualitas sumber daya alam, dan stabilitas sosial-ekonomi. Kabupaten Serang merupakan salah satu wilayah yang menghadapi persoalan serius dalam pengendalian sampah. Berdasarkan data DLH Kabupaten Serang (2023), volume timbulan sampah harian mencapai ±1.200 ton yang terdiri atas sampah rumah tangga, industri, pasar, dan fasilitas umum. Sementara itu, kapasitas TPA dan TPST yang tersedia masih belum mampu mengakomodasi seluruh timbulan sampah secara optimal. Permasalahan ini diperparah oleh minimnya pemilahan sampah dari sumber, rendahnya tingkat daur ulang, serta keterbatasan fasilitas dan SDM dalam mengoperasikan TPST secara efektif. Pemerintah pusat telah menetapkan sejumlah regulasi strategis seperti UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Perpres No. 97 Tahun 2017 tentang Jakstranas yang mengarahkan pengelolaan sampah menuju paradigma reduce–reuse–recycle (3R), desentralisasi, dan pengurangan sampah dari sumber. Implementasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) menjadi salah satu instrumen utama dalam mewujudkan kebijakan tersebut. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan TPST tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, kelembagaan, dan perilaku masyarakat.</p> Muhammad Galih Gumilang, Mochammad Djibran, Rafly Briliant Sya’bani Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17540 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 AWAL TERBENTUKNYA KOMUNITAS DAN ENTITAS POLITIK MUSLIM DI KAWASAN MELAYU https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17785 <p>Penelitian ini menelaah proses awal terbentuknya komunitas dan entitas politik Muslim di kawasan Melayu dalam konteks transformasi sosial dan politik akibat masuknya Islam. Tujuannya adalah mengidentifikasi faktor-faktor utama yang mendorong islamisasi serta pembentukan struktur politik bercorak Islam di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan historis dan kultural (historical and cultural approach), yang dilakukan berdasarkan kajian literatur, catatan sejarah, naskah klasik, dan hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran Islam di kawasan Melayu berlangsung melalui jalur perdagangan, peran ulama, dan perkawinan politik yang secara bertahap mengubah sistem kepercayaan dan struktur sosial masyarakat. Integrasi nilai-nilai Islam dalam budaya lokal melahirkan kesultanan-kesultanan Islam yang menjadikan agama sebagai dasar legitimasi kekuasaan dan norma sosial. Kesimpulannya, terbentuknya komunitas dan entitas politik Muslim di kawasan Melayu merupakan hasil interaksi harmonis antara faktor religius, sosial, dan kultural yang membentuk identitas politik Islam khas Asia Tenggara.</p> <p><em>This study examines the early stages of the formation of Muslim communities and political entities in the Malay region in the context of social and political transformation resulting from the arrival of Islam. The aim is to identify the main factors that drove Islamization and the formation of Islamic political structures in the region. This study uses a descriptive qualitative method with a historical and cultural approach, based on literature reviews, historical records, classical manuscripts, and previous research results. The results show that the spread of Islam in the Malay region took place through trade routes, the role of scholars, and political marriages, which gradually changed the belief systems and social structures of the community. The integration of Islamic values into local culture gave rise to Islamic sultanates that used religion as the basis for legitimizing power and social norms. In conclusion, the formation of Muslim communities and political entities in the Malay region was the result of harmonious interactions between religious, social, and cultural factors that shaped the distinctive political identity of Islam in Southeast Asia.</em></p> Flora, Yolanda Puteri Maulyza, Munir Munir Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/17785 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 ANALISIS KINERJA PEGAWAI PEMERINTAH DENGAN PERJANJIAN KERJA (PPPK) PARUH WAKTU DALAM PENINGKATAN PELAYANAN ADMINISTRASI DI SEKRETARIAT DPRD KABUPATEN JEMBRANA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18277 <p>Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu adalah skema kepegawaian baru yang diatur dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja PPPK Paruh Waktu dalam meningkat pelayanan administrasi di Sekretariat DPRD Kabupaten Jembrana. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja PPPK Paruh Waktu dalam meningkatkan pelayanan administrasi di Sekretariat DPRD Kabupaten Jembrana sudah baik dan dapat memberikan kontribusi nyata pada peningkatan pelayanan. Berdasarkan pada indikator penilaian kinerja oleh Robbins (2016), kualitas kerja dinilai baik oleh pejabat struktural, terdapat kuantitas kerja yang beragam sesuai dengan penempatan tugas di masing-masing bagian, ketepatan waktu menjadi indikator yang paling stabil karena hampir semua pekerjaan yang dilakukan oleh PPPK Paruh Waktu dapat diselesaikan dengan batas waktu yang ditentukan, efektivitas PPPK Paruh Waktu dinilai mempercepat penyelesaian pelayanan administrasi yang dilakukan, sedangkan kemandirian menjadi aspek yang masih memerlukan peningkatan dikarenakan tidak semua PPPK Paruh Waktu mampu bekerja sendiri dan masih membutuhkan arahan dari atasan.</p> <p><em>Part-Time Government Employees with Employment Agreements (PPPK) is a new employment scheme regulated in the Decree of the Minister of State Apparatus Empowerment and Bureaucratic Reform Number 16 of 2025. This study aims to analyze the performance of Part-Time PPPK in improving administrative services at the Jembrana Regency DPRD Secretariat. The study used a qualitative approach with data collection techniques in the form of interviews, observation, and documentation. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the performance of Part-Time PPPK in improving administrative services at the Jembrana Regency DPRD Secretariat is good and can make a real contribution to improving services. Based on performance assessment indicators by Robbins (2016), the quality of work was assessed as good by structural officials, there was a varied quantity of work according to the assignment of tasks in each section, punctuality was the most stable indicator because almost all work carried out by Part-Time PPPK could be completed within the specified deadline, the effectiveness of Part-Time PPPK was assessed to accelerate the completion of administrative services performed, while independence was an aspect that still needed improvement because not all Part-Time PPPK were able to work independently and still needed direction from superiors.</em></p> Ni Made Mustika Dinda Adnyani, I Dewa Ayu Putri Wirantari Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18277 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 KINERJA KEASISTENAN PEMERIKSA LAPORAN DALAM PROSES PENYELESAIAN LAPORAN MASYARAKAT DI PERWAKILAN OMBUDSMAN RI PROVINSI BALI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18320 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Keasistenan Pemeriksa Laporan (PL) dalam proses penyelesaian laporan masyarakat di Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan kajian pustaka. Informan penelitian terdiri dari Kepala Keasistenan Pemeriksa Laporan dan Asisten yang terlibat langsung dalam proses pemeriksaan laporan masyarakat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Keasistenan Pemeriksa Laporan ditinjau berdasarkan delapan indikator kinerja, yaitu kuantitas kerja, kualitas kerja, efisiensi kerja, inisiatif dan kreativitas, disiplin, kemampuan bekerja dalam tim, kemampuan pemecahan masalah, serta komunikasi, secara umum telah berjalan dengan cukup baik. Keasistenan Pemeriksa Laporan Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Bali mampu menangani laporan masyarakat sesuai dengan target yang ditetapkan, menyusun hasil pemeriksaan berdasarkan Peraturan yang telah ditetapkan dan regulasi yang berlaku, serta mengelola waktu dan sumber daya secara relatif efektif. Selain itu, kerja sama tim, kemampuan analisis, dan komunikasi yang terjalin dengan pelapor maupun instansi terlapor mendukung kelancaran proses pemeriksaan. Meskipun demikian, masih terdapat kendala berupa keterlambatan respons dan koordinasi dari instansi terlapor. Secara keseluruhan, kinerja Keasistenan Pemeriksa Laporan telah mendukung pelaksanaan fungsi pengawasan pelayanan publik di Provinsi Bali.</p> <p><em>This study aims to analyze the performance of the Report Examination Assistance Unit (PL) in the process of resolving public complaints at the Representative Office of the Ombudsman of the Republic of Indonesia, Bali Province. The study employs a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, observations, documentation, and literature review. The research informants consist of the Head of the Report Examination Assistance Unit and assistants directly involved in the examination of public complaints. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the performance of the Report Examination Assistance Unit, assessed based on eight performance indicators namely work quantity, work quality, work efficiency, initiative and creativity, discipline, teamwork ability, problem-solving ability, and communication has generally been fairly good. The Report Examination Assistance Unit of the Ombudsman RI Representative Office in Bali Province has been able to handle public complaints in accordance with the established targets, compile examination results based on stipulated regulations and applicable laws, and manage time and resources relatively effectively. In addition, teamwork, analytical capability, and communication with both complainants and reported institutions contribute to the smoothness of the examination process. Nevertheless, there are still obstacles in the form of delayed responses and coordination from the reported institutions. Overall, the performance of the Report Examination Assistance Unit has supported the implementation of the public service oversight function in Bali Province.</em></p> Nyoman Ayu Sri Mutia Agustina, I Dewa Ayu Putri Wirantari Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Multidisiplin Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jmi/article/view/18320 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000