Kecerdasan Emosional Pembimbing Pondok Pesantren Dilihat dari Self Leadership dan Self Maturity

Penulis

  • Evi Ni’matuzzakiyah STIKES Surya Global Yogyakarta

Kata Kunci:

kecerdasan emosional, self leadership dan self maturity

Abstrak

Pondok pesantren dengan dinamika perkembangannya mewarnai kultur, kemandirian, kepemimpinan dan kematangan diri para santri, menuntut para santri untuk memiliki kecerdasan emosional yang baik dalam menapaki kehidupan di dalamnya, terlebih para pembimbing pondok pesantren yang notabene usia mereka tidak terpaut jauh dengan para santri bimbingannya, memiliki peranan yang cukup penting terutama dalam proses membimbing, mengayomi, memimpin para santri, ritme yang demikian menjadikan sebagian besar pembimbing merasa tidak nyaman, jenuh, bingung membagi waktu, lelah secara fisik dan psikis. Belum lagi para pembimbing masih pada fase remaja, yang mana masih mengalami gejolak jiwa, karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pengaruh self leadership dan self maturity terhadap kecerdasan emosional pembimbing pondok pesantren. Populasi dan sampel adalah seluruh pembimbing pondok pesantren STIKES Surya Global Yogyakarta yang berjumlah 88 orang. Data dari tiga skala; Kecerdasan Emosional, Self Leadership dan Self Maturity dianalisis dengan menggunakan teknik statistika, yaitu analisis regresi berganda. Proses analisisnya menggunakan program SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa self leadership dan self maturity terbukti memengaruhi kecerdasan emosional pembimbing pondok pesantren (F = 40,680; p = 0,000 (p < 0,001) yang berarti sangat signifikan dengan sumbangan prediktor (R2) sebesar 67,2%.

The Islamic boarding school with its dynamic development colors the culture, independence, leadership and self-maturity of the students, demanding that the students have good emotional intelligence in living life in it, especially the boarding school supervisors, whose age is not much related to the students under their guidance, role which is quite important, especially in the process of guiding, nurturing, leading the students, such a rhythm makes most of the guides feel uncomfortable, bored, confused about dividing time, physically and psychologically tired. Not to mention that the supervisors are still in the adolescent phase, which is still experiencing mental turmoil, a characteristic of adolescents who are in the process of seeking self-identity. The purpose of this study was to determine the influence of self-leadership and self-maturity on the emotional intelligence of Islamic boarding school supervisors. Population and sample are all Islamic boarding school supervisors of STIKES Surya Global Yogyakarta, totaling 88 people. Data from three scales; Emotional Intelligence, Self Leadership and Self Maturity were analyzed using statistical techniques, namely multiple regression analysis. The analysis process uses the SPSS 16.0 for Windows program. The results of this study indicate that self-leadership and self-maturity are proven to affect the emotional intelligence of boarding school supervisors (F = 40.680; p = 0.000 (p <0.001) which means very significant with a predictor contribution (R2) of 67.2%.kecerdasan emosional

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-10